Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Al-Bakrie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Bakrie. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 September 2025

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen dalam Pengelolaan dan Aktivitas di Masjid Raya Al Bakrie


BANDARLAMPUNG
— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus hadir dalam tindak lanjut pengelolaan dan aktivitas di Masjid Raya Al Bakrie. Menurut Gubernur Mirza, Masjid kebanggaan masyarakat ini tidak saja menjadi tempat ibadah tetapi juga landmark daerah. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dalam rapat tindak lanjut pengelolaan dan aktivitas Masjid Raya Al Bakrie bersama perwakilan Bakrie Amanah di Ballroom Masjid Raya Al Bakrie, Bandarlampung, Rabu (24/9/2025). Dalam rapat itu, Marindo didampingi jajaran OPD terkait.

“Pak Gubernur berpesan bahwa Masjid Raya Al Bakrie bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga wajah Provinsi Lampung. Karena itu, apapun aktivitas yang ada, Pemprov harus hadir,” jelas Marindo.

Ia menambahkan, Pemprov Lampung berkomitmen membangun kolaborasi yang kuat dengan Bakrie Amanah serta mendukung kebutuhan yang diperlukan untuk meningkatkan pengelolaan masjid.

Melalui langkah ini, Pemprov Lampung berharap Masjid Raya Al Bakrie dapat menjadi ikon keagamaan sekaligus ruang publik yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat, serta memperkuat citra positif Lampung di mata jamaah dari berbagai daerah

Direktur Bakrie Amanah Setiadi Ihsan, memaparkan sejumlah permasalahan operasional masjid yang berdampak langsung pada jemaah. Di antaranya ketersediaan air wudhu, pengelolaan kebersihan akibat tingginya jumlah pengunjung, ketertiban parkir dan pedagang di sekitar masjid, hingga kenyamanan jamaah terkait penataan shaf, keberadaan anak-anak di area ibadah, serta keterbatasan fasilitas penitipan alas kaki.

Untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut, Bakrie Amanah telah berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai penyediaan air wudhu dan parkir. Selain itu, jumlah personel keamanan akan ditambah, sementara fasilitas yang masih kurang segera dilengkapi. Setiadi juga mengusulkan pembentukan forum koordinasi antara Pemprov Lampung dan Bakrie Amanah guna memastikan permasalahan yang ada dapat diatasi secara berkelanjutan. (Adpim).

Minggu, 14 September 2025

Perkuat Nilai Persatuan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Ikuti Dakwah Damai Indonesiaku


Bandar Lampung
– Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri acara Damai Indonesiaku yang bertema "Hidup Plong, Tanpa Sifat Sombong" di Masjid Raya Al-Bakrie, Minggu (14/09/2025). Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peresmian masjid yang baru saja diresmikan pada Jumat, 12 September 2025. 

Masjid Raya Al-Bakrie tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan berskala nasional dan internasional. Hal ini ditegaskan dengan diselenggarakannya program religi Damai Indonesiaku yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi tvOne. Program ini dikenal luas karena mengemas dakwah Islam dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. 

Acara Damai Indonesiaku hari ini diisi oleh penceramah kenamaan, Ustadz Das'ad Latief dan K.H. Cholil Nafis. Dalam ceramahnya, K.H. Cholil Nafis menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menjadikan agama sebagai landasan, bukan sumber perpecahan. 

Ia juga mengajak umat untuk mengedepankan toleransi dan saling pengertian, serta menghindari konflik yang sering kali muncul akibat perbedaan pendapat. K.H. Cholil Nafis juga menekankan agar umat Islam berdakwah dengan cara yang santun dan bijaksana. 

Acara ini berjalan dengan khidmad dan disambut antusias oleh para jamaah yang hadir, menunjukkan dukungan penuh terhadap nilai-nilai perdamaian dan persatuan yang diserukan. (Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung).

Jumat, 12 September 2025

Masjid Raya Al-Bakrie Lampung Resmi Diresmikan, Hadir Jadi Ikon Baru Syiar Islam di Bumi Ruwa Jurai


Lampung
— Masjid Raya Al-Bakrie Lampung resmi diresmikan dan dibuka untuk umum pada Jumat (12/9). Pembangunan masjid megah yang berdiri di atas lahan 22.000 meter persegi ini merupakan inisiatif Aburizal Bakrie bersama Keluarga Besar Bakrie, sebagai persembahan dan amal jariyah bagi almarhum H. Achmad Bakrie, pendiri Bakrie Group sekaligus putra asli Lampung.

Rangkaian pembangunan masjid telah berlangsung sejak groundbreaking pada 20 Februari 2023, penutupan kubah pada 9 Desember 2024, peresmian ballroom 31 Januari 2025, hingga salat tarawih perdana bersama keluarga besar Bakrie pada 15 Maret 2025.

Peresmian dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan pembangunan oleh Aninditha Anestya Bakrie selaku Ketua Pelaksana, serta sambutan dari Aburizal Bakrie, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Puncak acara ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian oleh ketiganya.

Acara turut dihadiri keluarga besar almarhum H. Achmad Bakrie, di antaranya Tatty Aburizal Bakrie, Nirwan Bakrie, Indra Bakrie & Gaby Bakrie, Anindya Bakrie & Dini, Ardi Bakrie, serta anggota keluarga lainnya. Sejumlah tokoh daerah juga hadir, seperti mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri, Ketua MUI Lampung Prof. Dr. H. Moh. Mukri, hingga tokoh pengusaha Dr. H. Muhammad Kadafi.

Prosesi peresmian ditutup dengan salat Jumat berjamaah, ramah tamah, serta kegiatan sosial berupa pembagian sembako dan santunan untuk masyarakat sekitar.

Selain peresmian, Masjid Raya Al-Bakrie Lampung juga menjadi lokasi program “Damai Indonesiaku” tvOne pada 13–14 September 2025, menghadirkan ulama nasional seperti Sheikh Ahmad Al Misry, Das’ad Latief, hingga KH. Cholil Nafis.

Ikon Baru Lampung

Masjid Raya Al-Bakrie mampu menampung hingga 12.000 jamaah, dengan fasilitas modern seperti ruang VIP, ruang imam, ruang kontrol, perpustakaan, TPQ, ruang jenazah, hingga 80 kios UMKM. Tersedia pula ballroom serbaguna berkapasitas 1.200 orang, taman kota, dan taman bermain anak.

Dalam sambutannya, Aburizal Bakrie menegaskan bahwa pembangunan masjid ini mengusung nilai Trimatra Bakrie: Keindonesiaan, Kemanfaatan, dan Kebersamaan. “Masjid Raya Al-Bakrie Lampung bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga ruang sosial yang memberi manfaat nyata. Kami berharap kehadirannya mempererat ukhuwah, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadi amal jariyah keluarga Bakrie bagi masyarakat Lampung dan Indonesia,” ujarnya.

Dengan berdirinya masjid ini, Bandar Lampung kini memiliki ikon baru yang diharapkan menjadi pusat syiar Islam, persaudaraan, sekaligus ruang pengembangan aktivitas sosial dan budaya masyarakat.(*)

Menteri Agama Resmikan Masjid Raya Al-Bakrie, Ikon Baru Ibadah dan Ekonomi Umat di Lampung


BANDAR LAMPUNG
— Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., meresmikan Masjid Raya Al-Bakrie, Enggal, Bandarlampung, Jumat (12/09/2025). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama, bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan tokoh nasional Aburizal Bakrie dari perwakilan keluarga Bakrie.

Acara peresmian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan pembangunan oleh Aninditha Anestya Bakrie, dan sambutan Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.
Usai peresmian, dilaksanakan salat Jumat berjemaah, ramah tamah, serta kegiatan sosial berupa pembagian sembako dan santunan.

Dengan hadirnya Masjid Raya Al-Bakrie, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya menyentuh infrastruktur fisik, tetapi juga aspek spiritual, sosial, dan ekonomi. Masjid ini diharapkan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas religius sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Masjid megah yang berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi ini mampu menampung hingga 12.000 jemaah. Selain sebagai pusat ibadah, masjid ini juga dirancang menjadi pusat pembinaan umat dan aktivitas sosial-ekonomi, dengan fasilitas ballroom serbaguna, ruang terbuka hijau, taman bermain ramah keluarga, serta lebih dari 70 gerai UMKM yang dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Aburizal Bakrie yang mewakili keluarga besar Bakrie menyampaikan pesan terkait pemeliharaan masjid. Menurutnya, keberadaan Masjid Raya Al-Bakrie harus dijaga bersama, tidak hanya sebagai bangunan megah, tetapi juga agar tetap bersih, nyaman, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Saya sudah menitipkan kepada Bapak Gubernur agar masjid ini diolah dan dipelihara dengan sebaik-baiknya. Sesekali harus dibersihkan, jangan sampai orang beranggapan masjid besar tapi kurang terurus. Justru kita harus tunjukkan bahwa rumah Allah bisa dijaga tetap bersih, rapi, dan indah,” ujar Aburizal.

Ia menambahkan, masjid ini diharapkan menjadi pusat keberkahan bagi masyarakat Lampung. “Mudah-mudahan Masjid Raya Al-Bakrie memberi manfaat besar, mempersatukan umat, dan menghadirkan kebaikan yang berkelanjutan bagi daerah ini,” ujarnya.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas hadirnya Masjid Raya Al-Bakrie yang ia sebut sebagai rumah besar umat Lampung.

"Masjid ini kita harapkan menjadi tempat anak-anak belajar Al-Qur’an, para pemuda menemukan jati diri dan arah hidup, orang tua bersujud memohon ampun, serta seluruh lapisan masyarakat berkumpul dalam semangat ukhuwah Islamiyah. Inilah rumah besar umat Lampung, yang akan terus melahirkan gagasan dan gerakan kebaikan,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, kehadiran masjid ini juga sejalan dengan cita-cita Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun ikon-ikon daerah yang bermanfaat langsung bagi rakyat. “Masjid ini bukan hanya kebanggaan secara fisik, tetapi harus hidup dengan sifat-sifat yang indah. Ketika sifat itu terwujud, masyarakat tidak hanya kagum, tapi akan cinta, dan cinta inilah yang membuat masjid terus diramaikan dan dimakmurkan,” tambahnya.

Gubernur Mirza menekankan bahwa Masjid Raya Al-Bakrie tidak hanya diperuntukkan bagi ibadah, tetapi juga terbuka untuk kegiatan sosial, pendidikan Al-Qur’an, bahkan menjadi ruang kebersamaan lintas umat. Beliau juga menggagas ide untuk menjadikan masjid ini destinasi utama bagi para pendatang ke Lampung.

"Saya ingin setiap orang yang datang ke Lampung bisa singgah di Masjid Al-Bakri. Dari bandara, kita akan siapkan akses langsung ke sini. Sehingga yang diceritakan orang tentang Lampung nantinya adalah masjid yang indah ini,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Masjid Raya Al-Bakrie juga akan menjadi pusat kegiatan dakwah dan pendidikan keagamaan, termasuk menjadi lokasi program nasional Damai Indonesiaku TV One pada 13–14 September 2025 yang menghadirkan penceramah nasional dan terbuka untuk masyarakat umum. (Adpim)


Momen Hangat Arinal–Hanan di Peresmian Masjid Raya Al-Bakrie


BANDAR LAMPUNG
– Momen menarik tersaji dalam peresmian Masjid Raya Al-Bakrie di kawasan Enggal, Kota Bandar Lampung, Jumat (12/9/2025). Dua tokoh politik Lampung yang sempat bersaing keras pada Pilgub 2024 lalu, Arinal Djunaidi dan Hanan A. Rozak, terlihat duduk berdampingan dan berbincang akrab.

Acara peresmian ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Hadir langsung Menteri Agama Prof. KH Nassarudin Umar, Dewan Kehormatan Bakrie Amanah Aburizal Bakrie, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar. Ketua MUI Lampung Prof. Mukri juga tampak berada di barisan tamu undangan.

Kehadiran Arinal Djunaidi, yang pernah menjabat Gubernur Lampung periode 2019–2024, turut menjadi sorotan publik. Pasalnya, ia sempat dicopot dari kursi Ketua DPD Golkar Lampung setelah memilih maju pada Pilgub 2024 lewat PDIP. Kini, kepemimpinan Golkar Lampung resmi dipegang oleh Hanan A. Rozak, setelah sebelumnya sempat dijalankan oleh Plt Adies Kadir.

Pertemuan Arinal dan Hanan di ruang publik setelah hiruk-pikuk Pilgub lalu memberi kesan tersendiri. Duduk bersila di lantai masjid, keduanya terlihat berbincang ringan, menandai hubungan personal yang tetap terjaga meski sempat berbeda haluan politik.

Dalam kesempatan itu, Aburizal Bakrie menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pembangunan masjid.
“Alhamdulillah, setelah dua tahun pembangunan berjalan, atas izin Allah SWT, Masjid Raya Al-Bakrie ini akhirnya bisa berdiri megah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol rasa syukur dan wujud kepedulian sosial.
“Semoga kehadiran masjid ini menjadi amal jariyah dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lampung,” kata Aburizal.

Peresmian Masjid Raya Al-Bakrie ditandai dengan penandatanganan prasasti dan doa bersama. Ribuan masyarakat turut hadir, menyemarakkan suasana penuh khidmat dan kebersamaan.(*)

Senin, 01 September 2025

Bakrie Amanah Raih Penghargaan LAZ Nasional Mustahik Menjadi Muzaki Terbaik di BAZNAS Awards 2025


Jakarta
– Lembaga Amil Zakat (LAZ) Yayasan Bakrie Amanah kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang BAZNAS Awards 2025 yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Bakrie Amanah berhasil meraih penghargaan kategori “LAZ Nasional dengan Mustahik Menjadi Muzaki Terbaik.”

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, Kamis (28/8), dan diterima oleh Wakil Ketua Bakrie Amanah, Teguh Anantawikrama. Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

BAZNAS Awards merupakan agenda tahunan yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai bentuk apresiasi terhadap BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, LAZ, serta mitra strategis yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam penguatan sistem zakat nasional. Tahun ini, penghargaan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita.”

Teguh Anantawikrama menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bukti nyata keberhasilan program zakat produktif yang dijalankan Bakrie Amanah.

> “Kami percaya zakat bukan hanya tentang distribusi, tapi tentang transformasi. Mustahik yang kini telah menjadi muzaki adalah bukti bahwa pemberdayaan yang tepat bisa mengubah arah hidup seseorang secara menyeluruh,” ujarnya.



Salah satu kisah inspiratif datang dari Ibu Hamisi, warga Kampung Dadap, Kabupaten Tangerang. Melalui program Amanah Fund, ia menerima dana bergulir sebanyak empat kali dengan total Rp8 juta. Modal tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha jual beli ikan di Pasar Cengkareng. Berkat peningkatan laba, kini ia mampu membeli mobil operasional, membangun rumah, hingga mencapai kemandirian ekonomi dan berstatus sebagai muzaki.

Selama ini, Bakrie Amanah aktif mendorong berbagai program pemberdayaan berbasis zakat produktif, seperti Upgrade UMKM, Amanah Fund, program peternakan, beasiswa Tangguh, serta berbagai program sosial lainnya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan penghargaan ini, Bakrie Amanah menegaskan komitmennya dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan yang berkelanjutan, sekaligus berdampak positif bagi perubahan sosial di Indonesia.

Jumat, 29 Agustus 2025

Masjid Raya Al-Bakrie Masuki Tahap Akhir Pembangunan, Siap Diresmikan 12 September 2025


BANDARLAMPUNG
—– Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan meninjau progres pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie sekaligus melaksanakan Shalat Jumat di masjid tersebut, Jumat (29/8/2025).

Masjid yang diagendakan diresmikan pada 12 September 2025 tersebut telah memasuki tahap akhir pembangunan.

“Syukur alhamdulillah, siang hari ini kita bisa melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Raya Al-Bakrie. Tentunya ini sebuah kebanggaan bagi kami masyarakat Lampung,” ujar Marindo.

Ia mengapresiasi kontribusi keluarga besar Aburizal Bakrie yang telah membangun masjid tersebut di kampung halamannya.

“Keluarga besar Pak Aburizal Bakrie telah berinvestasi, bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat, dengan membangun rumah ibadah ini di tanah kelahirannya,” tambahnya.

Menurut Marindo, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sangat menyambut positif kehadiran Masjid Raya Al-Bakrie.

Dalam pertemuannya bersama Yayasan Bakrie Amanah, Gubernur menyampaikan rasa bangganya terhadap pembangunan masjid yang dinilai akan menjadi landmark baru di Lampung.

“Masjid ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga akan menjadi landmark kebanggaan bagi masyarakat Lampung. Harapannya, masjid ini dapat dimakmurkan dan diisi berbagai aktivitas di lingkungan Masjid,” kata Marindo.

Kamis, 28 Agustus 2025

Silaturahmi Pengelolaan Masjid Raya Al-Bakrie, Pemprov Lampung Siapkan Peresmian 12 September


Bandar Lampung
– Pemerintah Provinsi Lampung bersama berbagai pihak menggelar silaturahmi tindak lanjut pengelolaan Masjid Raya Al-Bakrie, yang diselenggarakan di Azana Boutique Hotel,Jl Jenderal Sudirman No.67 Rawa Laut, Enggal, Kota Bandar Lampung pada Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian penting menuju peresmian masjid yang dijadwalkan pada 12 September 2025 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Lampung, M. Firsada, membacakan amanah Gubernur Lampung. Ia menegaskan bahwa peresmian nanti bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam memakmurkan dan mengelola Masjid Raya Al-Bakrie.

“Insya Allah pada 12 September mendatang akan dilaksanakan peresmian hasil karya Al-Bakrie. Tentu ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan panjang bagaimana masjid ini dikelola dengan sebaik-baiknya. Melalui forum ini mari kita finalisasi strategi pengelolaan agar sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Lampung,” ujar Firsada.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, yayasan, serta masyarakat dalam menjadikan Masjid Raya Al-Bakrie sebagai ikon peradaban Islam di Lampung.

“Saya yakin dengan kebersamaan dan energi semua pihak, Masjid Raya Al-Bakrie dapat menjadi pusat peradaban Islam yang berkontribusi besar bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tambahnya.

Firsada mengajak seluruh pihak untuk menjaga niat baik dalam memakmurkan masjid, menjadikannya rumah bagi setiap muslim yang datang, sekaligus cahaya yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.(Yl)

Jumat, 31 Januari 2025

PJ Gubernur Syamsudin Hadiri Peresmian Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie Lampung dan Sholat Jumat Pertama


Bandar Lampung
– PJ Gubernur Lampung, Syamsudin, menghadiri acara peresmian Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie yang terletak di Kota Bandar Lampung, Pada Jumat(31/1/2025).

Selain meresmikan ballroom tersebut, Syamsudin juga melaksanakan ibadah sholat Jumat pertama di masjid yang menjadi kebanggaan umat Muslim di Lampung.

Peresmian ballroom ini menandai langkah penting bagi masyarakat Lampung, dengan harapan fasilitas modern yang ada dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya bagi warga sekitar. Masjid Raya Al-Bakrie, yang telah dikenal sebagai salah satu masjid terbesar dan termewah di Lampung, kini dilengkapi dengan ballroom yang diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi antar umat Islam dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, PJ Gubernur Syamsudin menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peresmian ballroom ini, yang menurutnya akan semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah di Provinsi Lampung. Syamsudin juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam pembangunan masjid dan ballroom ini, serta berharap agar keberadaan fasilitas ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, baik dalam bidang keagamaan, sosial, maupun budaya.

Acara peresmian yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, alim ulama, serta masyarakat setempat. Usai peresmian, PJ Gubernur bersama para pejabat lainnya melaksanakan sholat Jumat pertama di Masjid Raya Al-Bakrie dengan suasana yang khusyuk dan penuh khidmat.

Dengan adanya ballroom ini, diharapkan Masjid Raya Al-Bakrie tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan yang dapat mendukung perkembangan sosial, budaya, dan keagamaan di Lampung. Fasilitas ini juga diharapkan dapat memperkuat peran masjid dalam mendukung kemajuan daerah dan mempererat hubungan antar masyarakat Lampung.(*)