Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Bank Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bank Lampung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2026

RUPST dan RUPSLB Bank Lampung Tetapkan Indra Merviana sebagai Pjs Direktur Utama


BANDAR LAMPUNG
– Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Lampung secara resmi menetapkan Indra Merviana sebagai Pelaksana Tugas (Pjs) Direktur Utama Bank Lampung. Rapat tersebut digelar pada Kamis (15/1/2026) di Ballroom Grand Mercure Hotel, Bandar Lampung.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Komisaris Utama Bank Lampung, Muhammad Firsada, usai pelaksanaan RUPS. Ia menjelaskan bahwa agenda RUPS dilaksanakan dalam dua sesi, yakni RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa.

Pada sesi pertama, RUPS Tahunan membahas laporan kinerja Direksi Bank Lampung selama Tahun Buku 2025, termasuk pencapaian kinerja keuangan perusahaan.

“Direksi telah menyampaikan laporan kinerja tahun buku 2025, termasuk capaian laba perusahaan. Alhamdulillah, laporan tersebut diterima dan disetujui oleh para pemegang saham,” ujar Firsada.

Selain laporan kinerja, Direksi juga memaparkan rencana bisnis Bank Lampung ke depan yang akan menjadi pedoman strategis manajemen dalam menjalankan operasional dan pengembangan perusahaan.

Sementara itu, sesi kedua RUPS berupa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa membahas pengunduran diri Mahdi Yusuf dari jabatan Direktur Utama Bank Lampung. Pengunduran diri tersebut dilakukan seiring dengan pengangkatan Mahdi Yusuf sebagai Direktur Legal & Compliance PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

“Pengunduran diri Bapak Mahdi Yusuf sebagai Direktur Utama Bank Lampung telah disampaikan dan disetujui dalam RUPSLB,” jelas Firsada.

Dalam RUPSLB yang sama, para pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Indra Merviana, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasional Bank Lampung, sebagai Pjs Direktur Utama Bank Lampung, terhitung mulai 15 Januari 2026.

Firsada menambahkan, hasil RUPS tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilakukan proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Hasil RUPS ini akan segera kami sampaikan kepada OJK untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya.

Kamis, 24 Oktober 2024

Bank Lampung Menyampaikan Laporan Hasil Penjaringan Calon Direktur Kepatuhan kepada Pemegang Saham Dalam RUPS-LB Hari Ini


GK, Bandarlampung --
Bank Lampung menggelar Rapat  Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS - LB) dengan agenda antara lain membahas calon Direktur Kepatuhan Bank Lampung, di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung,  Kamis (24/10/2024).


RUPS - LB dihadiri oleh Pj. Gubernur Lampung Dr. Drs. Samsudin, S.H., M.H., M.Pd. Sementara RUPS - LB 

dipimpin oleh  Ir. Fahrizal Darminto, MA selaku Komisaris Utama PT. Bank Lampung dan 

dihadiri oleh Kepala Daerah Kabupaten/Kota atau yang sah mewakili selaku Pemegang Saham Bank Lampung serta dihadiri oleh seluruh Dewan 

Komisaris dan Direksi PT Bank Lampung.


Komisaris Utama Bank Lampung Fahrizal Darminto mengungkapkan dalam RUPS - LB hari ini membahas masalah internal Bank Lampung, diantaranya menyampaikan laporan hasil penjaringan calon Direktur Kepatuhan Bank Lampung kepada para pemegang saham.


"Jadi melalui RUPS-LB hari ini melaporkan kepada para pemegang saham terkait calon Direktur Kepatuhan Bank Lampung yang nantinya akan diajukan kepada OJK untuk mengikuti fit & proper test" ujar Fahrizal Darminto.


Belum adanya Direktur Kepatuhan definitif dialami Bank Lampung sejak Mahdi Yusuf diberi tugas  untuk menjadi Pjs. Direktur Utama Bank Lampung.


Sementara saat disinggung tentang rencana kolaborasi Bank Lampung dalam ber KUB dengan Bank Jatim, Fahrizal Darminto menjelaskan bahwa realisasi KUB saat ini masih dalam proses. (*)

Selasa, 10 September 2024

OJK Lampung Optimis Trend Positif Industri Jasa Keuangan terus Berlanjut


Bandar Lampung –
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung menggelar kegiatan Media Update Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung periode Triwulan 2 – 2024 dengan mengundang insan media baik elektronik, cetak maupun online.Senin(9/9/2024)

Dalam kegiatan ini turut diundang Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi Lampung dan PT BPD Lampung, yang menyampaikan kebijakan moneter dan inflasi, Kinerja Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Lampung dan Dukungan bank terhadap usaha UMKM.

Perkembangan Sektor Perbankan (PBKN)
Kinerja perbankan di Provinsi Lampung menunjukkan pertumbuhan positif, yang tercermin dari Aset perbankan yang meningkat sebesar 2,26% pada triwulan-2 2024 dibandingkan triwulan-2 2023 dari sebesar Rp121,41 Triliun menjadi sebesar Rp131,99 Triliun. Sementara jika dibandingkan dengan posisi Maret 2024 atau triwulan-1 2024 total aset perbankan di Provinsi Lampung juga tercatat meningkat sebesar 3,70% dari sebesar Rp127,29 Triliun menjadi sebesar Rp131,99 Triliun.

Penyaluran kredit/pembiayaan perbankan Lampung di triwulan-2 2024 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan-2 2023 (yoy) yaitu meningkat sebesar Rp1,80 Triliun atau 2,26% yaitu dari sebesar Rp79,83 Triliun menjadi sebesar Rp81,63 Triliun. Sementara apabila dibandingkan dengan posisi triwulan-1 2024 juga mengalami peningkatan sebesar Rp2,57 Triliun atau 3,25% yaitu dari sebesar Rp79,06 Triliun menjadi Rp81,63 Triliun.

Adapun 3 sektor terbesar penyaluran kredit di Provinsi Lampung yaitu :
Sektor perdagangan besar dan eceran dengan share 22,46% nominal Rp18,33 Triliun,Sektor konsumtif kepemilikan peralatan rumah tangga/multiguna share 19,42% nominal Rp15,86 Triliun.
Sektor pertanian, perburuan dan kehutanan dengan share 13,58% nominal Rp11,09 Triliun.

Penyaluran kredit kepada UMKM di Provinsi Lampung pada triwulan-2 2024 tercatat sebesar Rp32,77 Triliun atau menigkat sebesar Rp4,30 Triliun atau 15,12% dibandingkan periode tahun sebelumnya serta masih terjaga kredit bermasalah dibawah 5% (4,08%).

Kredit bermasalah (NPL) di Provinsi Lampung triwulan-2 2024 tercatat mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan-2 2023 yaitu meningkat sebesar 0,15% dari sebesar 2,28% menjadi sebesar 2,43%. Namun, jika dibandingkan dengan Triwulan-1 2024 kredit NPL menurun sebesar 0,07% dari sebesar 2,50% menjadi 2,43%.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Provinsi Lampung pada triwulan-2 2024 tercatat mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan-2 2023 (yoy) yaitu meningkat sebesar 6,82% dari sebesar Rp62,08 Triliun menjadi sebesar Rp66,31 Triliun. Demikian juga jika dibandingkan dengan posisi triwulan-1 2024, tercatat meningkat sebesar 3,72% dari sebesar Rp63,93 Triliun menjadi Rp66,31 Triliun.

Perkembangan Sektor Perasuransian, Penjaminan Dan Dana Pensiun (PPDP)
Asuransi Pendapatan premi asuransi di Provinsi Lampung secara yoy tercatat mengalami penurunan sebesar -36,41% atau turun sebesar Rp237 Miliar, dari triwulan-1 2023 sebesar Rp651 Miliar turun menjadi sebesar RpRp414 Miliar di triwulan -1 2024.

 

Penurunan didorong dari turunnya premi asuransi umum sebesar -46,44% (Rp209 Miliar). Sementara premi asuransi jiwa di Lampung terkontraksi sebesar -13,93% yoy, atau turun sebesar Rp28 Miliar.

Dana Pensiun
Dana Pensiun di Provinsi Lampung tercatat mengalami pertumbuhan aset bersih sebesar 4,11% secara year on year (yoy), yaitu meningkat sebesar Rp5,54 Miliar dari sebesar Rp176,90 Miliar di triwulan-2 2023 menjadi sebesar Rp182,33 Miliar pada triwulan-2 2024.

Perkembangan Sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML)

Perusahaan Pembiayaan
Triwulan-2 2024 nilai outstanding piutang pembiayaan sebesar Rp. 10 Triliun. Secara year on year piutang pembiayaan mengalami kenaikan sebesar 4,40% atau naik sebesar Rp422 Miliar. Kenaikan didukung pada piutang pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing naik sebesar 27,15% dan 4,35%. Piutang pembiayaan berdasarkan sektor ekonomi, untuk 3 besar didominasi oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 34, 13%, pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 10,36%, dan transportasi dan pergudangan sebesar sebesar 7,95%.

Perusahaan Modal Ventura
Pembiayaan atau penyertaan modal ventura di Lampung secara year on year (yoy) piutang pembiayaan mengalami penurunan sebesar 10,66 Miliar atau (3,17%) menjadi sebesar Rp325,54 Miliar posisi Mei 2024 dibandingkan posisi tahun sebelumnya posisi Mei 2023 sebesar Rp336,20 Miliar. Untuk NPF tercatat mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,72% menjadi 9,82% diposisi Mei 2024.

Lembaga Keuangan Mikro (LKM)
Perkembangan aset Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Provinsi Lampung tumbuh sebesar 0,17% (yoy) atau meningkat sebesar Rp62,5 juta dari sebelumnya tercatat sebesar Rp37,08 Miliar posisi April 2023 menjadi sebesar Rp37,15 Miliar pada posisi posisi April 2024. Peningkatan aset LKM didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga sebesar 18,11% (yoy) atau meningkat sebesar Rp1,82 Miliar dari posisi April 2023 sebesar Rp10,09 Miliar meningkat menjadi sebesar Rp11,92 Miliarpada posisi April 2024.

Pergadaian
Jumlah penyaluran pinjaman oleh perusahaan pergadaian di Provinsi Lampung mengalami pertumbuhan sebesar 18,31% atau naik sebesar Rp103 Miliar dari posisi sebelumnya triwulan-2 2023 sebesar Rp710 Miliar menjadi sebesar Rp840 Miliar ditriwulan-2 2024.

Fintech P2P Lending
Pertumbuhan outstanding pada triwulan-2 2024 pembiayaan Fintech Peer to Peer Lending di Provinsi Lampung tumbuh sebesar 28,31% atau meningkat sebesar Rp232 Miliar menjadi Rp1,053 Triliun dari tahun sebelumnya. Pada triwulan-2 2024 lender tercatat sebesar 36.793 akun atau meningkat sebesar 96,86% dari triwulan-2 2023 sebesar 18.690 akun. dan peningkatan borrower tercatat sebesar 22,38% (yoy) yaitu dari 1.579.330 akun menjadi 1.932.834 akun pada triwulan-2 2024. Sementara itu, tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) tercatat mengalami peningkatan menjadi 3,01% pada triwulan-2 2024.

Perkembangan Sektor Pasar Modal
Triwulan-2 2024 jumlah Investor di Provinsi Lampung sebanyak 310.330 investor atau 2,38% dari total SID nasional yang mencapai 13.012.843 SID. Jumlah investor pasar modal meningkat yang ditunjukkan melalui single investor identification (SID) yang tumbuh 14,48% yoy atau meningkat sebanyak 39,252 SID.

Jumlah investor terbanyak berada di Kota Bandar Lampung sebesar 101.725 SID atau 32,78% dari total investor di Lampung.

Perkembangan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK)
Selama triwulan-2 2024, OJK Provinsi Lampung menerima dan memproses 779 layanan konsumen. Adapun rincian jumlah layanan konsumen selama triwulan-2 2024 dapat diklasifikasikan menjadi 228 layanan pengaduan, 372 layanan pertanyaan dan 37 layanan informasi.

Dalam hal pelaksanaan edukasi, selama triwulan-2 2024, OJK Provinsi Lampung telah melaksanakan 36 kegiatan edukasi literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat dengan jumlah peserta mencapai 6.624 peserta (tidak termasuk audiens daring). Adapun klasifikasi peserta edukasi sendiri terdiri dari pelajar/santri, tenaga pengajar, pelaku UMKM dan masyarakat umum.

Sedangkan untuk SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), selama triwulan-2 2024 OJK Provinsi Lampung telah menyelesaikan layanan SLIK sebanyak 5.041 permohonan, yang dilakukan secara online melalui Aplikasi iDebKU maupun walk-in (datang langsung ke kantor OJK). Secara keseluruhan terdapat 3.145 layanan SLIK secara Walk-In dan 1.896 layanan SLIK via online yang telah diberikan Kantor OJK Provinsi Lampung.

Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI)
Pada tanggal 7 Maret 2024 telah dilakukan rapat koordinasi antar anggota Satgas PASTI di Provinsi Lampung. Selama tahun 2024, Satgas PASTI telah melakukan sosialisasi kepada Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus, Pesawaran, Way Kanan, Pesisr Barat, Mesuji, dan Lampung Tengah. Sampai dengan triwulan-2 2024, belum terdapat kegiatan penanganan entitas oleh Satgas PASTI.

PERKEMBANGAN TIM PERCEPATAN AKSES KEUANGAN DAERAH (TPAKD)
Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Provinsi Lampung telah terbentuk 16 TPAKD atau telah terbentuk seluruhnya diantaranya 1 TPAKD provinsi dan 15 TPAKD kabupaten/kota yang telah dikukuhkan. Dalam rangka pelaksanaan program kerja, TPAKD Provinsi Lampung terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja TPAKD tingkat Provinsi maupun tingkat kabupaten/kota. Progress Program TPAKD Provinsi Lampung tahun 2024, sebagai berikut:

Kartu Petani Berjaya
Total penyaluran KUR melalui KPB sejak awal penyaluran sampai triwulan-2 2024 sebesar Rp2,71 triliun dengan jumlah debitur 53,314. Total pengguna aktif e-KPB di Provinsi Lampung sebanyak 837.702 pengguna dengan realisasi AUTP pada program KPB sebanyak 29.999 Ha.

Desa Inklusi Keuangan
Pada triwulan-2 2024 terdapat 16 Desa Inklusi Keuangan (di 5 kabupaten atau 26% dari total Kab/kota), mengalami penambahan 6 desa dari tahun 2021. Tercatat 2.601 desa dari 2.654 desa yang sudah terdapat agen laku pandai, per Juni 2024, terdapat 57.616 agen laku pandai dengan jumlah nasabah 819.042 dengan total outstanding sebesar 53, 6 Miliar. Sebanyak 227 desa terdapat Agen BUMDES yang telah terintegrasi dengan E-SAMSAT serta 828 desa yang sudah memiliki agen BUMDES. Kemudian, Desa Nabung Saham merupakan salah satu bagian dari program inisiatif TPAKD Provinsi Lampung, saat ini telah terdapat 376 investor saham di desa inklusi keuangan dengan rata-rata transaksi Rp1,01 miliar per bulan.

 

Optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Pencapaian penyaluran KUR pada Tahun 2024 tercatat sebesar Rp4,92 Triliun atau 45,91% dari kuota yang diberikan pemerintah dikarenakan kendala perubahan persyaratan pihak yang berhak mendapatkan KUR (agar tepat sasaran) dan penerbitan petunjuk teknis. Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan pada tahun 2023 dengan nominal 8,45 Triliun. Pada tahun 2024 kuota KUR yang diberikan pemerintah untuk 10 bank penyalur yang berada di Provinsi Lampung sebesar Rp10,80 Triliun.(*)

Senin, 26 Agustus 2024

Ikatan Keluarga Bank Lampung Jalin Silaturahmi bersama Ketua Baru dan Bahas Persiapan Progja


GK, BANDAR LAMPUNG
- Dalam rangka menjalin silaturahmi dengan Ketua Ikatan Keluarga Bank Lampung (IKBL) yang baru, para istri pekerja Bank Lampung lakukan pembahasan agenda kegiatan IKBL sebagai tuan rumah pada pertemuan Ikatan Wanita Bank (IWABA) di HUT IKBL bulan Oktober 2024 mendatang. Pembahasan agenda tersebut diadakan di Aula Kantor Pusat PT. Bank Lampung, Jl. Wolter Monginsidi, No. 182, Kota Bandar Lampung pada Senin (26/8/24).

Hadir pada acara silaturahmi tersebut, Jajaran Direksi PT. Bank Lampung, Ketua IKBL yang baru, Desiyanti Mahdin Yusuf, Wakil Ketua IKBL, Dian Ahmad Jahri, dan para istri Pimpinan Bank Lampung.

Dalam sambutan dan perkenalannya, Ketua IKBL yang baru, Desiyanti Mahdin Yusuf mengucapkan terima kasih kepada istri-istri karyawan Bank Lampung yang telah mengadakan acara silahturahmi tersebut.

“Selain bersilaturahmi, saya juga ingin kita saling mengenal satu dan yang lainnya, agar kita selalu dapat berkoordinasi, membangun dan membesarkan organisasi internal pekerja Bank Lampung yang dikenal IKBL. Semoga kita tetap kompak sesama istri karyawan Bank Lampung,” ucapnya.

Adapun agenda yang dibahas pada acara tersebut ialah, tentang koordinasi bersama Ibu-ibu Pimpinan Divisi, klaster, dan unit kerja, serta program kerja IKBL yang akan dilakukan kedepan. Selain itu juga agar dapat menjalankan tujuan IKBL untuk lebih memberikan manfaat bagi masyarakat Lampung khususnya.

Selain itu di acara tersebut juga, para istri karyawan Bank Lampung mendapatkan pengarahan dari Pembina IKBL, yaitu Direktur Utama PT. Bank Lampung dan Penasehat IKBL yang tak lain adalah para jajaran seluruh Direksi PT. Bank Lampung.

Acara yang di Moderatori Sari Malatisnoh (salah satu pengurus IKBL) mendapatkan rencana persiapan program kerja pada HUT Ke-24 IKBL pada bulan Desember mendatang  yaitu, melakukan bakti sosial, sunatan massal, serta akan dibukanya Galeri IKBL di Kesekretariatan IKBL untuk memperkenalkan produk-produk UMKM binaan PT. Bank Lampung. [*]

Sabtu, 10 Agustus 2024

Kembangkan Layanan, Bank Lampung Gandeng PT Pos Indonesia


GK, Bandarlampung –
PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung atau Bank Lampung terus berinovasi mengembangkan layanan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah.


Kali ini Bank Lampung menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) guna bersinergi untuk meningkatkan pelayanannya. Kesepakatan kerjasama kedua lembaga ini ditandatangani oleh Direktur Bisnis Bank Lampung Ahmad Jahri dan Direktur Busines Development and Portfolio Management PT Pos Indonesia Prasabri Pesti , Jum’at (9/8/2024) di Bandar Lampung.


Humas Bank Lampung Edo Lazuardi mengungkapkan inovasi yang dilakukan Bank Lampung merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan pelayanan guna memenuhi kebutuhan nasabah dan masyarakat akan jasa layanan perbankan.


"Kerjasama yang dilakukan Bank Lampung bersama PT Pos Indonesia hari ini merupakan salah satu upaya Bank Lampung untuk meningkatkan pelayanan. 

Dimana nantinya manfaat keberadaan kerjasama ini diantaranya adalah  guna memenuhi kebutuhan ASN dalam melayani penggajian *pada khususnya serta nasabah Bank Lampung pada umumnya* sehingga akan terjangkau ke seluruh wilayah di Provinsi Lampung,' katanya.


Sinergi ini diharapkan akan segera terealisasi, sehingga nasabah Bank Lampung dapat segera merasakan manfaatnya.


Edo juga menerangkan dengan kebersamaan dan komitmen  bersama dalam melayani dan berprestasi,  kami berkeyakinan bahwa seluruh target bisnis dan strategi bisnis yang dijalankan Bank Lampung akan mencapai hasil yang membanggakan dan tumbuh menjadi lebih baik lagi. (*)

Jumat, 02 Agustus 2024

Bank Lampung Gelar RUPS-LB


GK, Bandarlampung
--  PT Bank Lampung menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), pada Rabu (31/7/2024) di hotel Sheraton dengan  agenda pengesahan modal setor, tindaklanjut KUB Bank Lampung dan laporan akan berakhirnya masa jabatan
Pengurus.

Pelaksanaan RUPS-LB dipimpin oleh Fahrizal Darminto selaku Sekertaris Daerah Lampung sekaligus Komisaris Utama PT Bank Lampung dan  dihadiri oleh Pjs Gubernur Lampung Drs. Samsudin, Kepala Daerah Kabupaten/Kota atau yang sah mewakili masing-masing Kepala Daerah Kabupaten/Kota selaku Pemegang Saham Bank Lampung serta dihadiri oleh seluruh
Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Lampung.

Menurut Humas Bank Lampung hasil dari RUPS - LB Bank Lampung antara lain disetujuinya  penambahan modal dari Kabupaten Way Kanan sebesar 1 miliar. Kemudian Tindaklanjut KUB Bank Lampung dengan Bank Jatim. RUPS - LB juga menerima laporan kinerja Direktur Utama  Presley Hutabarat selama periode
menjabat sekaligus menerima pengunduran diri beliau selaku Direktur Utama PT Bank Lampung dengan alasan untuk kepentingan keluarga.

Lebih lanjut ia menjelaskan kepentingan keluarga murni menjadi alasan pengunduran diri beliau tidak ada tekanan atau masalah lainnya dan masa jabatan beliau juga akan berakhir tahun ini.  Seperti kita tahu  ia telah mengabdi di Perbankan baik di BRI maupun di PT Bank Lampung dengan masa pengabdian selama 34 tahun 5 bulan.

Dalam RUPS - LB tersebut, menunjuk Direktur Kepatuhan Mahdi Yusuf sebagai Pjs. Direktur Utama dan menjalankan fungsi sebagai Direktur Operasional, dan menunjuk Direktur Operasional 
Indra Merviana untuk menjalankan tugas sebagai Plt. Direktur Kepatuhan.
Semoga dengan kepengurusan yang baru Bank Lampung dapat lebih sukses. (*)

Selasa, 13 Februari 2024

Intip Jam Layanan Bank Lampung Selama Ramadhan


GK,Bandarlampung
– Humas Bank Lampung Edo Lazuardi, Rabu (13/2/2024) menyampaikan adanya perubahan jam layanan Bank Lampung selama bulan suci Ramadhan tahun 2024. Untuk pelayanan kantor – kantor operasional Bank Lampung buka pada hari Senin s/d Jumat mulai pukul 08.30 s.d 14.00 Wib. 

“Kami menyampaikan kepada masyarakat dan nasabah Bank Lampung, bahwa selama suci Ramadhan 2024 ini jam layanan Bank Lampung mengalami perubahan. Dimana beroperasi pada hari Senin s/d Jumat mulai pukul 08.30 s.d 14.00 Wib. Dengan adanya perubahan jam layanan ini diharapkan nasabah dapat mengerti dan menyesuaikan jika ingin menggunakan layanan Bank Lampung di kantor operasional” ujar Edo Lazuardi. 

Hari pertama beroperasi dibulan suci Ramadhan, pelayanan di sejumlah kantor operasional Bank Lampung di Bandar Lampung tampak berjalan normal. Tidak tampak adanya penumpukan nasabah meski usai hari libur nasional selama beberapa hari.

Menurut Edo, saat pagi cukup banyak terlihat nasabah yang datang ke kantor operasional Bank Lampung namun tidak sampai terjadi penumpukan. Seperti di kantor cabang Bandar Lampung, aktivitas hari ini tampak cukup banyak nasabah yang datang namun itu masih tergolong normal. 

“Dari banyaknya nasabah yang datang ke Bank Lampung cabang Bandar Lampung mayoritas mereka ke bagian customer service. Untuk mendapatkan layanan penggantian ATM, pembuatan L-Online, pemindahan fasilitas L-Online dari handphone sebelumnya. Sementara transaksi di teller tidak terlalu banyak” jelasnya. 

Diakui Edo, tidak banyaknya nasabah yang datang ke teller meski usai libur salah satunya dikarena keberadaan fasilitas L-Online dan ATM Bank Lampung. Sehingga untuk melakukan transaksi nasabah tidak harus datang ke kantor operasional. Cukup menggunakan fasilitas – fasilitas yang ada L-Online maupun ATM. 


Tidak adanya penumpukan nasabah di hari kedua Ramadhan ini juga tampak di kantor – kantor operasional Bank Lampung lainnya.   Yaitu KCP Antasari, KCP Teuku Umar, KCP Kartini dan lainnya. (Red