Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Koperindag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koperindag. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2024

Rencana Pembangunan Pasar Tematik Jelajah Danau Ranau, Pj Bupati Nukman Ingatkan Konsultan



GK, Lampung Barat - Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung Drs. Nukman M.M kembali memimpin rapat progres rencana pengembangan pembangunan Pasar Tematik jelajah Danau Ranau yang menelan anggaran 70 milyar di Aula Kagungan Setdakab, Senin 13 Mei 2024. 

Seperti diketahui Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui dinas Koprasi Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag) mendapat alokasi anggaran sebesar 70 milyar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk membangun Pasar Tematik Wisata di Kecamatan Lumbok Seminung. 

Dalam rapat tersebut, Pj Bupati Lampung Barat secara tegas mengingatkan kepada pihak konsultan agar dalam pengerjaan pembangunan pasar bernuansa wisata tersebut dilakukan dengan serius dengan penuh perhitungan. 

"Kalau kita lihat dari gambar yang ditayangkan pihak konsultan tadi sangat bagus, terlihat mewah dan megah. Namun mengingat ini proyek yang cukup besar maka saya kembali mengingatkan kepada pihak konsultan agar semuanya benar-benar diperhitungkan, jangan sampai di gambarnya sangat bagus tapi pada kenyataan hasilnya tidak sesuai, sehingga membuat masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kecewa," terangnya. 


Ditambahkan Nukman, ke depannya dirinya berkomitmen akan terus mengawal jalannya rencana pembangunan Pasar Tematik yang akan mengkombinasikan budaya dan pariwisata tersebut. 

"Tentu, nanti setelah dilakukan lelang sudah pasti pemenangnya kita akan lakukan rapat kembali kita akan bahas seperti apa kedepannya. Kita sama-sama mendorong kegiatan ini agar berjalan lancar dan sesuai dengan keinginan kita semua mendapatkan hasil yang bagus," ungkapnya.  


Ia pun meminta kepada pihak-pihak terkait agar mendukung penuh rencana pembangunan Pasar Tematik tersebut agar tidak menghasilkan pembangunan yang mangkrak. 

"Saya juga minta kepada dinas-dinas terkait agar mendukung penuh pembangunan Pasar Tamatik ini. Kita sama-sama saling mendukung dan melengkapi apa yang menjadi kebutuhan agar pembangunan ini ke depannya sesuai dengan yang kita harapkan dapat menopang pendapatan Kabupaten Lampung Barat," kata dia. 

Nukman berharap dengan dibangunnya Pasar Tematik tersebut nantinya akan menjadi destinasi wisata unggulan yang berdampak pada prekonomian masyarakat.


Kepala Dinas Koprindag Kabupaten Lampung Barat Tri Umaryani pada kesempatan itu menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung berjalannya rencana pembangunan Pasar Tematik dari pengusulan hingga saat ini. 

Ia berharap adanya integrasi pembangunan pasar dengan DAK bidang Industri Kecil Menengah (IKM) dan Pariwisata dapat mempercepat penguatan kawasan Lumbok Seminung sebagai destinasi pariwisata di Kabupaten Lampung Barat.

"Pembangunan pasar rakyat Tematik wisata melalui DAK bidang perdagangan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan transaksi perdagangan di daerah pariwisata," tutupnya. (Red)

Jumat, 17 Desember 2021

Reusable Bag Dianggap Produk Baru Jualan McD



BANDAR LAMPUNG - Ditengah pandemi covid-19, perekonomian masyarakat sedang sulit-sulitnya. Dan Pemerintah bersama stakeholder serta masyarakat sedang berlomba-lomba untuk keluar dari keterpurukan ekonomi.

Lain halnya dengan usaha resto siap saji McD, khususnya digerai yang berada di Kota Bandar Lampung, seperti tidak terdampak oleh pandemi. Hal itu bukan tidak beralasan, karena disamping penjualan yang masih bertahan juga mereka punya penjualan baru diluar makanan.

Konsumen McD khususnya yang take away (bawa pulang) orderan, ataupun konsumen yang pesan lewat jasa aplikasi online, termasuk driver ojek online menyebut McD punya produk baru sebagai jualannya, yaitu reusable bag (Kantong belanja pakai ulang).

Pernyataan itu disebutkan oleh konsumen sebut saja Ahei yang baru saja melakukan pembelian di gerai McD jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung pada hari Jumat (17/12/2021).

Ahei mengatakan, "Saya membeli McD tadi, cuma dikasih bungkusan brown bag. Karena saya pakai sepeda motor jadi saya tidak bisa membawanya. Saat saya minta kantong, saya ditawarkan reusable bag yang di bandrol seharga 5.000 rupiah," katanya.  
"Karena saya gak punya pilihan selain membeli reusable bag, agar saya mudah nentengnya dimotor. Maka saya beli juga reusable bag itu," ujarnya.

Masih menurut Ahei, "Ini mah, namanya jualan tas mereka (McD.red). Jadi McD ini bukan cuma jual makanan aja, tapi udah jual tas juga," tandasnya. 

Pernyataan Ahei itu juga mewakili narasumber lain, baik dari driver ojek online maupun konsumen bawa pulang (take away) menuturkan hal yang sama.

Misalnya driver ojek online (ojol) yang sebut saja namanya Ungut, ia turut menyebutkan, "Di McD ini beda sama resto A, kalau disini reusable bagnya beli 5.000 rupiah. Sedangkan di resto A itu kita gak beli, karena sudah masuk dalam struk harga," ujarnya.

"Jadi dengan harga reusable bag itu di includ dalam struk, kami driver ojol ini tidak lagi mendapatkan komplen dari konsumen pemesan kami," tuturnya. 

Menurut Ungut, pihak McD bisa mencantumkan harga reusable bag pada struk lewat tambahan biaya kantong sehingga pada praktek dilapangan tidak ada lagi negosiasi antara driver ojol dengan konsumen soal kantong untuk membawa makanan. 

"Karena jika makanannya cuma dibungkus pakai brown bag, itu rawan rusak pembungkusnya. Karena kalau ketumpahan minuman aja, brown bagnya robek. Bahan brown bag itukan kertas," tutupnya. [Sur]