GK, BANDAR LAMPUNG - RD (34), warga jalan wartawan, Kelurahan Gunung Sulah, Way Halim Kota Bandar Lampung nekat membuat keterangan atau surat kehilangan sepeda motor palsu di Polsek Kedaton, pada Rabu (20/12/2023) siang.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 21 Desember 2023
Nekat Buat Laporan Palsu Kehilangan Motor, Driver Ojol di Bandar Lampung Ditangkap Polisi
GK, BANDAR LAMPUNG - RD (34), warga jalan wartawan, Kelurahan Gunung Sulah, Way Halim Kota Bandar Lampung nekat membuat keterangan atau surat kehilangan sepeda motor palsu di Polsek Kedaton, pada Rabu (20/12/2023) siang.
Jumat, 25 November 2022
Driver Ojol Lampung Turun Ke Jalan Galang Dana Untuk Korban Bencana Alam di Cianjur
“Alhamdulilah semua berjalan dengan lancar, terima kasih buat para komunitas ojol lampung yang sudah ikut menyumbang, mau itu materi atau tenaga di dalam acara baksos ini, saya ucapan terima kasih, semoga ALLAH memberi balasannya berlipat ganda, dan semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran aamiin.” imbuhnya.
Minggu, 11 September 2022
Ratusan Ojek Online Hadiri Acara Anniversary Ke-3 URC Legend Lampung
URC Legend Lampung mengundang berbagai komunitas ojek online untuk ikut merayakan anniversary ke-3 mereka.
Perayaan Anniversary Ke-3 URC Legend Lampung
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPD RI Abdul Hakim, Assiten II Pemkot Bandar Lampung mewakili Walikota, serta para bikers dan riders dari berbagai komunitas ojek online yang berasal dari berbagi wilayah di Indonesia.
Kamis, 08 September 2022
Ketua DPRD Mingrum Gumay Terima dan Berdialog dengan Pengunjuk Rasa 'Gedor Lampung'
Saat menerima perwakilan pengunjuk rasa di ruang Rapat Komisi DPRD Lampung, Ketua DPRD, Mingrum Gumay didampingi beberapa Anggota DPRD lainnya, yaitu; Yozi Rizal, Ade Utami Ibnu, Budiman AS, Deni Ribowo, Yanuar Irawan, Vitorio Dwison, Budi Condrowati, Sahlan Syukur, Lesty Putri Utami dan AR Suparno. Selain itu dari perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung juga hadir Kaban Kesbangpol M. Firsada, Kadis Tenaga Kerja Agus Nompitu, Kadis Kominfotik Ganjar Jationo, dan Kabid pada Dinas Perhubungan Hidayat.
Perwakilan driver ojek online yang menggelar aksi demonstrasi di bawah guyuran hujan, lalu diterima Ketua dan beberapa Angota DPRD dilanjutkan dengan dialog. Dalam dialog atau audiensi tersebut DPRD Provinsi Lampung, menyatakan siap menindaklanjuti tuntutan driver ojek online. Hal yang mengemuka pada dialog tersebut diantaranya usulan pengunjuk rasa agar di Lampung terdapat peraturan daerah yang mengatur transportasi online.
“Gagasan ini kami sambut baik, kami juga akan mempelajari lebih jauh terkait penyusunan Perda ini. Tentunya perwakilan pengunjuk rasa juga dapat menyampaikan konsep atau pemikirannya secara lebih lengkap untuk dipelajari bersama,” ujar Mingrum.
Sebelumnya, terungkap dari penyampaian Ketua Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online (Gaspol) Provinsi Lampung, Miftahul Huda, bahwa setidaknya terdapat empat aspirasi yang ia sampaikan untuk dapat diberikan solusi kedepannya.
"Namun yang pasti aspirasi yang kami sampaikan adalah dengan tegas menolak kenaikan harga BBM subsidi yang sangat memberatkan. Karena BBM adalah modal utama bagi kami dalam mencari rezeki sebagai pengemudi transportasi online," katanya.
Selain itu, ia juga menyampaikan aspirasi atau permintaan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk dapat memberikan subsidi dalam pembelian BBM bagi pengemudi transportasi online dengan mekanisme yang tepat sasaran.
"Kami juga minta pemerintah memperhatikan pengaturan zonasi dalam penentuan tarif dan kuota driver transportasi online berdasarkan kondisi riil daerah dimaksud," tegasnya.
Adapun tuntutan terakhir yang disampaikan ialah meminta kepada pemerintah agar perusahaan aplikator dapat menetapkan batas biaya aplikasi potongan maksimal 10 persen dan tidak ditambah lagi dengan komponen biaya lainnya yang membebani konsumen.
"Lampung ini kan masuk zona 1 dengan tarif mininal Rp7.500. Tapi yang ditagih bisa mencapai Rp15.000 ke konsumen dan ini memberatkan konsumen. Dana ini diambil untuk biaya aplikasi," kata dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumay, mengungkapkan jika aspirasi yang disampaikan oleh para driver ojek online akan segera ditindaklanjuti dan menjadi perhatian bersama.
"Apa yang menjadi masukan akan menjadi perhatian serius bagi kami, jadi ini serius bukan hanya basa basi. Kita akan seriusi hal ini. Jangan sampai ada persoalan yang diributkan sementara solusinya tidak ada. Mari sama-sama kita jaga kondusifitas daerah," katanya.
Pada kesempatan tersebut Mingrum juga meminta kepada aparat TNI dan Polri untuk memberantas oknum yang menyalahgunakan kenaikan BBM bersubsidi berupa aksi penimbunan.
“Ketersediaan BBM bersubsidi ini harus tetap ada dan mencukupi. Jika ada penimbunan, siapa pun dia harus diberantas. Tidak ada toleransi bagi pelaku penimbunan, siapapun dia,” tegas Mingrum Gumay.
“Setelah ini, OPD terkait akan berdiskusi dengan teman-teman ojek online untuk menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi, misalnya terkait gagasan perlunya penyusunan peraturan daerah yang mengatur transportasi online di Lampung. Kita pelajari dan dalami bersama, juga dengan melibatkan teman-teman perwakilan dari ojek online,” ujar Mingrum. [red]
Polres Cilegon Berbagi Sembako Kepada Ojol, Sopir Angkot dan Tukang Becak
Perkuat Sinergitas, Kapolda Banten Gelar Yuk Ngopi Wae Ojol Banten
Rabu, 13 April 2022
Ketua DPRD Provinsi Lampung Temui Massa Aksi di Pintu Masuk Lapangan Kantor Pemprov
Ditempat yang sama, Koordinator Aksi Aliansi Lampung yang merupakan Mahasiswa Universitas Bandar Lampung, Tomi Pasha mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan pada hari ini, akhir menemui titik terang dan disambut oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung dan Gubenur.
Ribuan Pendemo Tertahan oleh Kawat Berduri Didepan Kantor Gubernur Provinsi Lampung
Di lokasi, semua akses jalan masuk halaman Kantor Gubernur dan DPRD Lampung, di pintu gerbangnya, dari arah Jl. Wolter Mongonsidi maupun dari arah Jl. Jaksa Agung Suprapto dipasang kawat berduri dan water road barier.
Dalam pernyataan AML, DPRD dan Gubernur Arinal Djunaidi tidak hadir, mereka sepakat mengultimatum dalam tiga hari akan ada masa aksi yang lebih besar.
Jumat, 17 Desember 2021
Reusable Bag Dianggap Produk Baru Jualan McD
Rabu, 15 Desember 2021
Konsumen dan Driver Ojek Online Keluhkan Soal Reusable Bag McD
Penambahan biaya itu bagi sebagian konsumen dan driver sangat memberatkan, karena jika tidak membeli reusable bag sudah dipastikan akan terkendala dalam membawa makanan terutama bagi konsumen yang menggunakan sepeda motor.
Minggu, 21 November 2021
Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur MacBook Senilai Rp67 juta
| Ilustrasi Macbook. (www.apple.com) |
Senin, 15 November 2021
Borok Mie Gacoan Dibongkar: Sungguh Suara Ojol, Suara Tuhan
GARIS KOMANDO -- Kalau Anda bertanya serikat buruh mana yang bisa menggugat korporat dalam satu malam, mungkin akan susah menemukan jawaban. Kalau Anda bertanya gerakan aktivis mana yang punya solidaritas kuat dan cepat tanggap, Anda tetap kesulitan menjawab.
Tapi kalau Anda bertanya kelompok masyarakat mana yang mampu melakukan hal di atas, driver ojek online (ojol) jawabannya.
Peristiwa pada 13 November 2021 di Jogja adalah buktinya. Bagaimana gerakan organik ojol mampu melakukan kerja serikat dan aktivis dalam satu malam. Dan menurut saya, inilah kekuatan ojol yang sebenarnya! Dan sudah selayaknya serikat pekerja dan aktivis belajar dari mereka.
Untuk yang belum paham konteks, ini kronologinya: pada pukul 9 pagi terjadi keributan di resto Mie Gacoan cabang Kotabaru Jogja. Alasannya adalah kekesalan salah satu driver ojol yang menunggu orderan terlalu lama di Mie Gacoan. Karena lebih dari setengah jam, orderan driver tadi di-cancel pelanggan.
Kekesalan driver ojol ini berbuah perkelahian dengan kru Mie Gacoan. Meskipun sudah dipisah, tapi api ini belum padam. Puncaknya, ba'da Isya ratusan driver ojol mendatangi Mie Gacoan. Bukan karena orderan, tapi karena tuntutan dan solidaritas.
Para driver menuntut agar kru Mie Gacoan yang menyerang driver ojol dipecat dan diperkarakan hukum. Kemudian mereka juga menuntut agar Mie Gacoan cabang Kotabaru berhenti operasi. Pihak Gacoan pun menyetujui setelah pengepungan sepanjang malam.
Sebenarnya, sudah lama Mie Gacoan bermasalah dengan ojol. Banyak yang mengungkapkan borok manajemen Mie Gacoan yang merugikan ojol. Dari kasir yang sedikit, prosedur panjang lebar, dan tentunya pelayanan kurang menyenangkan pada driver. Perkara sistem kerja karyawan yang penuh tekanan dan upah murah juga jadi pergunjingan. Namun, ungkapan miring ini baru menjadi aksi langsung dan geger gedhen pada 13 November kemarin.
Apalagi, para driver ojol baru saja melakukan mogok massal akibat penurunan tarif oleh pihak Gojek. Kemarahan ini ikut membakar para ojol yang ikut dalam pendudukan resto Mie Gacoan Kotabaru. Sudah pendapatan turun, Mie Gacoan malah menambah beban dengan pelayanan yang tidak maksimal. Lamanya penyiapan pesanan berarti membuat ojol harus menunggu. Pada akhirnya, para driver yang menanggung beban. Karena waktu terbuang yang seharusnya bisa mendapat pesanan lagi, serta potensi dibatalkan yang berpotensi menurunkan rating.
Kejadian ini sangat menarik bagi saya. Sampai saya ikut menduduki Mie Gacoan bersama para driver ojol. Bisa melihat langsung bagaimana perlawanan ojol yang lossdoll menghantam Mie Gacoan. Dan dengan melihat langsung aksi ini, saya melihat banyak hal yang bisa dipelajari serikat buruh dan aktivis.
Pertama, tentang solidaritas akar rumput. Berbeda dengan model serikat yang sarat birokrasi, para driver ojol bersolidaritas dalam kesadaran penuh. Solidaritas ini makin tertempa dengan lahirnya pos-pos ojol di mana mereka berbagi cerita dan masalah.
Para driver ojol ini membentuk sel kecil, dan dari sel ini para ojol terkoneksi. Jadi ketika info geger gedhen Kotabaru ini disebar, para ojol bisa menerima dengan cepat dari sel kecil masing-masing.
Kedua, adalah perkara aksi langsung yang serba cepat dan tanggap. Tidak ada waktu untuk tetek bengek membuat spanduk atau poster. Ketika mereka ingin menuntut, semua dikoordinir dan dilakukan bersama-sama. Tanpa harus menanti titah atasan atau menyiapkan aksi teatrikal. Yang mereka siapkan hanya tuntutan dan solusi.
Tidak perlu menyibukkan diri dengan mempersiapkan hal selain tuntutan dan mental baja. Tujuan para ojol sudah jelas, dan mereka menyuarakan tuntutan dengan aksi langsung ke jantung sumber masalah. Ini jelas harus dicontoh oleh para aktivis. Jadikan gerakan kalian satset seperti ojol ini.
Ketiga, semua dilakukan secara bersama sampai sulit dibredel. Berbeda dengan bentuk solidaritas lain, ojol membangun komunal atau sindikatnya dari akar rumput yang terkoneksi satu sama lain. Tidak ada tokoh populis yang berpotensi disetir, dan tidak ada ketua yang bertindak bagai diktator. Maka ketika ada upaya mengendalikan massa ojol, pasti mentah!
Terbentuknya solidaritasnya ojol ini organik, tanpa ada dogma ide besar, tanpa ada pemujaan pada sosok. Yang ada hanyalah kesamaan situasi yang terhimpit. Dan semua ini membuat nilai tawar ojol lebih kuat.
Mereka bisa menciptakan mogok massal. Mereka bisa melawan debt collector. Mereka bisa melawan rumah makan yang zalim. Semua terjadi bukan karena ideologi super hebat. Bukan pula karena pidato sosok yang penuh kharisma. Tapi karena mereka punya satu persatuan sebagai garda depan distribusi dan transportasi era digital. Inilah yang seharusnya membuat serikat dan aktivis iri dan pelajari.
Bahkan borok manajemen Mie Gacoan yang selama ini tertutupi dan jadi gosip dibongkar para ojol. Restoran yang mengeruk keuntungan besar, tapi merugikan ojol ini bisa disabotase. Bahkan pihak Mie Gacoan harus mengalah dan menghentikan operasional. Sungguh, ojol telah membongkar sistem yang keji. Dan sungguh, Vox Ojol Vox Dei! Suara Ojol adalah Suara Tuhan.
Selasa, 02 November 2021
Jaga Kamtibmas Wilayah Teritorial, Babinsa Koramil Kedaton Komsos Bersama Ojol
Bandar Lampung — Peran aktif Babinsa Koramil 410-06/Kedaton Kodim 0410/KBL Pelda Romulo Pasaribu dalam menjaga kondusifitas lingkungan binaan teritorialnya dengan melaksanakan komunukasi sosial (Komsos) bersama komunitas ojek Online (ojol), bertempat di Jln. Untung Suropati, Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Selasa (2/11).
Pelda Romulo mengatakan kegiatan komsos ini sebagai langkah dan upaya menjalin silaturahmi dengan semua ojek online yang mangkal disekitar wilayah binaan teritorialnya untuk mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif khususnya diwilayah Labuhan Ratu.
"Peran Babinsa dalam menjaga, melindungi warga masyarakatnya serta menciptakan rasa aman tidak akan tercapai tanpa adanya peran serta seluruh komponen masyarakat," ujar Romulo.
Menurutnya, Tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tugas TNI dan Polri, akan tetapi juga membutuhkan peran serta dari warga masyarakat dan ojek online.
"Saya pribadi, sangat antusias terhadap ojek online yang telah berpartisipasi membantu menjaga kamtibmas bersama Babinsa di setiap sudut jalan lingkungan wilayah Labuhan Ratu," pungkasnya.
Sementara Danramil 410-06/Kedaton Mayor Inf Anang Nugroho mengatakan, komunitas ojek online mempunyai kekuatan massa yang cukup besar dan dapat diperhitungkan kekompakannya.
“Setiap ada kejadian, ojek online dengan sigap menginformasikan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dari beberapa ojek online yang siap turut serta membantu Kamtibmas," kata Danramil.
Menurut Danramil, dengan terjalinnya sinergitas yang baik antara Babinsa dengan komunitas ojek online, diharapkan kegiatan positif dapat berjalan seirama dengan komunitas ojek online.
"Karena komunitas ojek online selalu berada di sudut jalan, perempatan, pangkalan dan dijalan raya, seperti membantu penanganan laka lantas, membantu korban bencana, membantu penanganan aksi kejahatan jalanan serta membantu Kamtibmas. Oleh karenanya, sinergitas seperti ini sangatlah diharapkan guna terciptanya suatu wilayah yang aman, damai dan kondusif," pungkasnya. [Sur]

























