Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label reusable bag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reusable bag. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Desember 2021

Reusable Bag Dianggap Produk Baru Jualan McD



BANDAR LAMPUNG - Ditengah pandemi covid-19, perekonomian masyarakat sedang sulit-sulitnya. Dan Pemerintah bersama stakeholder serta masyarakat sedang berlomba-lomba untuk keluar dari keterpurukan ekonomi.

Lain halnya dengan usaha resto siap saji McD, khususnya digerai yang berada di Kota Bandar Lampung, seperti tidak terdampak oleh pandemi. Hal itu bukan tidak beralasan, karena disamping penjualan yang masih bertahan juga mereka punya penjualan baru diluar makanan.

Konsumen McD khususnya yang take away (bawa pulang) orderan, ataupun konsumen yang pesan lewat jasa aplikasi online, termasuk driver ojek online menyebut McD punya produk baru sebagai jualannya, yaitu reusable bag (Kantong belanja pakai ulang).

Pernyataan itu disebutkan oleh konsumen sebut saja Ahei yang baru saja melakukan pembelian di gerai McD jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung pada hari Jumat (17/12/2021).

Ahei mengatakan, "Saya membeli McD tadi, cuma dikasih bungkusan brown bag. Karena saya pakai sepeda motor jadi saya tidak bisa membawanya. Saat saya minta kantong, saya ditawarkan reusable bag yang di bandrol seharga 5.000 rupiah," katanya.  
"Karena saya gak punya pilihan selain membeli reusable bag, agar saya mudah nentengnya dimotor. Maka saya beli juga reusable bag itu," ujarnya.

Masih menurut Ahei, "Ini mah, namanya jualan tas mereka (McD.red). Jadi McD ini bukan cuma jual makanan aja, tapi udah jual tas juga," tandasnya. 

Pernyataan Ahei itu juga mewakili narasumber lain, baik dari driver ojek online maupun konsumen bawa pulang (take away) menuturkan hal yang sama.

Misalnya driver ojek online (ojol) yang sebut saja namanya Ungut, ia turut menyebutkan, "Di McD ini beda sama resto A, kalau disini reusable bagnya beli 5.000 rupiah. Sedangkan di resto A itu kita gak beli, karena sudah masuk dalam struk harga," ujarnya.

"Jadi dengan harga reusable bag itu di includ dalam struk, kami driver ojol ini tidak lagi mendapatkan komplen dari konsumen pemesan kami," tuturnya. 

Menurut Ungut, pihak McD bisa mencantumkan harga reusable bag pada struk lewat tambahan biaya kantong sehingga pada praktek dilapangan tidak ada lagi negosiasi antara driver ojol dengan konsumen soal kantong untuk membawa makanan. 

"Karena jika makanannya cuma dibungkus pakai brown bag, itu rawan rusak pembungkusnya. Karena kalau ketumpahan minuman aja, brown bagnya robek. Bahan brown bag itukan kertas," tutupnya. [Sur]

Rabu, 15 Desember 2021

Konsumen dan Driver Ojek Online Keluhkan Soal Reusable Bag McD



BANDAR LAMPUNG - Salah satu resto penyedia makanan siap saji yang ada di Kota Bandar Lampung, McD yang beralamat di jalan ZA Pagar Alam Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung mendapat keluhan dari konsumen resto siap saji tersebut.

Selain konsumen keluhan itu pun datang dari Driver Ojek Online (Ojol), karena pada packing akhir untuk pemesanan makanan, tidak di fasilitasi kantong belanja.

Ternyata pihak Management McD memberlakukan kantong belanja pakai ulang (reusable bag) dan untuk mendapatkan reusable bag tersebut, konsumen yang order bawa pulang ataupun driver ojol dikenakan biaya tambahan dari pemesanan sebesar 5.000 rupiah.


Penambahan biaya itu bagi sebagian konsumen dan driver sangat memberatkan, karena jika tidak membeli reusable bag sudah dipastikan akan terkendala dalam membawa makanan terutama bagi konsumen yang menggunakan sepeda motor.

Hal itu diceritakan oleh konsumen PN saat berjumpa dengan Gariskomando.com, pada Rabu (15/12/2021) sore. 

"Iya mas, gimana saya mau bawa makanan yang saya beli buat dibawa pulang kalau gak dikasih kantong. Ada reusable bagnya tapi harus beli dengan harga 5.000 rupiah," ujarnya bercerita sambil mengeluh.

Masih menurutnya, "Harusnya kan itu masuk dalam fasilitas pelayanan McD, karena saya beli di resto lain tidak seperti ini (free). Tapi kalau saya gak beli, terus gimana bawa makanannya, sedangkan saya bawa motor, masa mau taruh dibagasi jok motor," tambahnya.

Hal senada juga disampikan oleh driver ojol yang namanya enggan untuk di publikasikan, "Dapet orderan di McD itu enak gak enak, enaknya kita dapet orderan. Gak enaknya kita harus beli reusable bag jika pesanannya banyak, kalau gak beli apa mau kantongnya? kan repot," keluhnya. 

Masih menurut driver ojol tersebut, "Kalau dapat konsumen yang ngerti sih enak, mau mengganti biaya reusable bagnya. Tapi kalau pas konsumennya gak ngerti, mau kita minta kembali reusable bagnya takut ia komen minus di akun. Gak di minta, tapi ongkos jasa kirimnya cuma 8.000 rupiah, dipotong beli reusable bag itu 5.000 rupiah, Sisa 3.000 rupiah lagi dong," ujarnya.



Ditempat terpisah, saat Gariskomando.com meng-crosscheck atas keluhan konsumen dan driver ojol serta ditambah dengan bukti dilapangan. Ketika di konfirmasikan ke pihak management, pihak McD yang diwakilkan oleh Aldhila Mega selaku Assistant Manager saat dijumpai di gerai McD tersebut menyampaikan,

"Kami sudah memberitahukan soal reusable bag ini kepada konsumen dan juga driver ojol sejak lama. Dan ini sudah kebijakan dari pusat," ujarnya.

"Karena kami sudah tidak menyediakan kantong pelastik lagi, jadi konsumen atau driver harus bawa sendiri. Dan kami menyediakan reusable bag, tapi kami tidak memaksa untuk mereka membeli," kata Mega.

Konsumen maupun Driver Ojol berharap pihak Management makanan siap saji dan Management Ojol dapat duduk bersama membahas persoalan yang dirasa memberatkan para konsumen dan driver ini. [Sur]