Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2022

PLN Rayon Teluk Betung Barat Kembali Bantu Berikan KWh Prabayar Gratis Kepada Warga Kurang Mampu


GK, Lampung -
Sesuai dengan misinya, hadirnya PLN di tengah-tengah masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup dan menggerakkan roda ekonomi, khususnya kepada penerima manfaat dari program pemasangan listrik gratis.

Seperti surprise yang dialami Keluarga Masiha (55) beralamat di Jalan Dr. Setia Budi, Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung mengucapkan terima kasih atas bantuan penyambungan listrik gratis dari PT. PLN (Persero) pada Sabtu, 22/10/2022.

Masiha, seorang janda paru baya yang berprofesi sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) itu mengaku selama ini dirinya dan keluarga mendapat penerangan dengan menyalur  listrik dari anaknya yang telah berkeluarga dan berpenghasilan pas-pasan.

Diakui Masiha, ia sudah lama menginginkan adanya listrik di rumah sendiri, namun hal tersebut belum bisa terlaksana, lantaran terkendala faktor ekonomi.

"Saya dan keluarga sangat terbantu mendapat bantuan pemasangan listrik gratis, yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan penerangan keluarga saya. Sekali lagi saya sangat berterima kasih kepada PLN," ujarnya.

Hal senada disampaikan Hamdani anak dari Masiha yang berprofesi sebagai buruh bangunan, ia menyampaikan rasa syukur karena dia dan keluarga menjadi salah satu penerima bantuan pemasangan listrik gratis dari PLN.

Dengan adanya bantuan KWh listrik prabayar R1 450 Va kepada Masiha dari ULP Rayon Teluk Betung Barat yang dipimpin oleh Ulfa Nisa Fitri selaku Manager ULP Rayon Teluk Betung Barat dan baru saja menjabat kurang lebih 4 bulan sangat membantu keluarga kurang mampu.

“Tak lupa juga kami ucapkan rasa terima kasih kepada petugas pemasangan KWh Bapak Sardi dan Pak Rahmat yang didampingi Pak Iswanto, bantuan KWh tersebut tidak dipungut biaya sepeserpun, bantuan kWh ini diberikan cuma-cuma oleh PLN.” Ucap Hamdani sambil mengakhiri pembicaraan.[Melati]

Selasa, 24 Mei 2022

Mobil Listrik Makin Nggak Menarik ketika Tarif Dasar Listrik Bakal Naik


Berbeda dengan mobil listrik yang tergolong menyedihkan kondisinya saat ini, motor listrik lebih mudah dijangkau dan lebih ramah.

Kenaikan harga batu bara sebagai bahan baku listrik belum juga berakhir. Pemerintah memutuskan menaikkan tarif dasar listrik untuk pelanggan berdaya 3.000 W ke atas. Apa kabar cita-cita jalanan dipenuhi kendaraan elektrik, terutama mobil listrik di masa depan?

Batas 3.000 W menjadi pemisah di mana pelanggan berdaya lebih dari itu dianggap sebagai pelanggan mampu. Hal ini tentu menyedihkan bagi pembeli rumah besutan pengembang yang terkenal dengan jargon "minggu depan harga naik", baik baru maupun bekas. Biarpun ukurannya mungil dengan luas tanah yang lebih kecil dari rumah bersubsidi dan kamarnya hanya dua, daya listrik sudah mencapai 4.400 W sejak diserahterimakan oleh pengembang.

Jagat TikTok diramaikan oleh mereka yang kesal karena sebelumnya melakukan peralihan atas listrik dan kompor mereka dari menggunakan elpiji ke energi listrik beserta kenaikan daya. Belum lagi para pengusaha UMKM yang memang membutuhkan kenaikan daya tersebut untuk menyalakan berbagai peralatan elektronik penunjang usahanya di rumah.

Ini saja sudah terjadi ketika orang Indonesia belum banyak yang menggunakan mobil listrik, bagaimana setelah beralih? Apakah kita masih bisa berharap banyak akan pengalaman mengisi energi kendaraan tanpa perlu mencari SPKLU dan mengantre di sana?

Mobil listrik yang ada sekarang ini mahal dan membutuhkan daya besar untuk mengecasnya

Kebanyakan mobil listrik yang baterainya dalam keadaan penuh bisa melibas jarak hingga 300 kilometer itu menggunakan charger berdaya 6.600 W. Jika mau mengecasnya di rumah, pengguna masih memakan waktu sekitar enam jam.

Portable charger berdaya 3.600 W bisa digunakan, tetapi waktunya memanjang hingga 12 jam. Ya, sebenarnya durasi ini wajar-wajar saja, sih. Selama dalam sehari, penggunaannya tidak melebihi dua jam dan kecepatannya seperti lalu lintas kota besar pada umumnya seperti Jakarta atau Surabaya. Selamat mengecas mobil listrik di akhir pekan untuk digunakan di hari kerja.

Masalahnya, mobil listrik yang jarak tempuhnya sejauh ini masih mahal. Meskipun pabriknya sudah ada di Tanah Air, mahalnya baterai dan biaya riset membuat harga mobil listrik tetap di atas Rp600 jutaan.

Kita lihat saja tahun lalu, ketika Hyundai Kona masih tersedia dalam varian mesin bensin dan elektrik. Harganya berselisih lebih dari Rp300 juta alias membeli satu mobil listrik menghabiskan kocek hampir sama dengan dua mobil bensin. Mau ditekan sedalam apapun fiturnya, mobil bensin tetap lebih cocok untuk kalangan menengah atas bukan?

Harapan pada Wuling Macaron yang ternyata juga tidak semanis itu

Harapan masyarakat tertuju pada Wuling Macaron, mobil listrik yang terkenal murah meriah di Cina dan pernah saya bahas juga sebelumnya di Mojok. Tidak jarang saya membaca ada warga yang berharap mobil itu bisa dijual di sini dengan harga Rp85 juta, alias harga jual di Cina yang telah dikenakan insentif pajak mobil listrik.

Padahal, saya sudah melakukan estimasi sederhana bahwa paling tidak mobil itu datang seharga Rp127-146 juta. Jelas tidak murah-murah amat jika dibandingkan Daihatsu Ayla dengan jarak tempuh lebih minim, tenaga mesin lebih besar, dan ruang belakang yang lebih lega. Namun, memang, Wuling lebih kaya fitur dan hemat ruang untuk mereka yang berkendara sendirian atau berdua.

Akan tetapi, Macaron yang saya bahas itu hanya memiliki jarak tempuh sejauh 170 kilometer. Itu saja dengan baterai yang lebih besar alias bukan varian terendah. Varian terendah Macaron hanya mampu melibas jarak 120 kilometer dengan sekali pengisian penuh dan ternyata membutuhkan pengecasan selama 6,5 sampai delapan jam untuk bisa melakukannya. Maklum, home charger miliknya ternyata hanya memiliki daya 1.600 W.

Terdengar manis, tetapi ini berlaku jika Anda bisa memastikan bahwa ketika mobil listrik ini dicas, peralatan elektronik yang menyala di rumah tidak lebih dari satu pendingin ruangan berkapasitas 1/2 PK berdaya 380 W dan satu kulkas dua pintu dengan daya sekitar 90 sampai 120 W. Dalam situasi seperti ini, konsumsi daya sudah mencapai 2.100 W alias mepet dengan kapasitas daya listrik terendah sebelum 3.300 W, yaitu 2.200 W.

Jika kelak kenaikan tarif dasar listrik untuk daya 3.000 W ke atas ternyata tidak cukup, Pemerintah mungkin saja menaikkannya juga untuk daya listrik 2.200 W mengingat dia tidak masuk dalam kelompok bersubsidi dan bahkan rumah-rumah mewah baru masih banyak yang memiliki daya sebesar ini. Mengandalkan fast charger di SPKLU? Durasinya masih berada di sekitar 1,5 jam untuk varian dengan jarak tempuh 120 kilometer alias lama.

Lebih buruknya lagi, situs resmi Wuling mulai menjajaki peluang jika pelanggan mau membeli mobil ini seharga Rp200-250 jutaan. Ya, dia masih terlihat menarik untuk pekerja SCBD dengan catatan bahwa pembebasan ketentuan ganjil genap terhadap mobil listrik masih berlaku. Jika mobil ini hendak digunakan di Yogyakarta, misalnya, mungkin saya lebih memilih Daihatsu Rocky.

Motor listrik lebih make sense untuk dimiliki

Berbeda dengan mobil listrik yang tergolong menyedihkan kondisinya saat ini, motor listrik lebih mudah dijangkau dan lebih ramah pula terkait pengecasannya. Volta 401 dan Smoot Tempur dijual dengan harga di bawah Rp20 juta alias cukup bersaing dengan Yamaha Gear dan Honda Beat.

Charger Smoot hanya membutuhkan daya 200 W selama lima jam untuk menempuh jarak 70 kilometer. Charger Volta membutuhkan daya tidak lebih dari 480 W selama enam sampai delapan jam untuk menempuh jarak 55 W.

Keduanya tidak perlu menghabiskan waktu lama jika kehabisan daya listrik di luar rumah. Mereka memiliki fitur lain, yaitu menukar baterai yang hanya membutuhkan hitungan detik.

Estimasinya hanya memakan waktu sembilan detik alias kurang lebih mirip dengan durasi satu kali pit stop di ajang balap NASCAR atau Indycar. Ditambah lagi, keberadaannya di Yogyakarta sudah tersedia untuk Volta ketika Smoot dikabarkan akan menyusul tahun ini.

Soal performa, Volta 401 dan Smoot Tempur masing-masing dapat mencapai kecepatan 55 km/jam dan 70 km/jam. Suatu torehan yang tergolong sangat baik untuk penggunaan sepeda motor sehari-hari alias tidak boleh mengebut.

Akhir kata, saya turut memohon maaf atas harapan berlebihan yang muncul terhadap mobil listrik terjangkau demi mengisi energi bebas antre. Akan tetapi, motor listrik masih sangat mungkin untuk kita gapai dengan mengganti baterainya di hari kerja dan mengisinya di rumah untuk akhir pekan.

Performanya mengesankan, kemampuan jarak tempuh cukup menarik, dan suaranya sangat kecil sampai hampir tidak terdengar. Semangat!

Penulis: Christian Evan Chandra

Rabu, 09 Maret 2022

Dukung Desa Tata Karya Jadi Desa Tertib Listrik, PLN bersama YBM PLN Gelar Sosialisasi dan Kegiatan Sosial


GK, Lampung Utara - Antusias yang tinggi tertampak pada raut wajah masyarakat di Desa Tata Karya, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara dalam mengikuti kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID Lampung pada Rabu (9/3/2022). Guna meminimalisir penyebaran Covid-19, kegiatan dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, Yuliandra Syahrial Nurdin yang mewakili General Manager PLN UID Lampung, I Gede Agung Sindu Putra menuturkan bahwa Desa Tata Karya merupakan salah satu desa dari ribuan desa di Provinsi Lampung yang terpilih oleh YBM PLN sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan sosial berupa santunan dhuafa, anak yatim, guru ngaji dan marbot serta pemeriksaan kesehatan untuk lansia gratis.

"Masyarakat Desa Tata Karya harus berbangga hati, karena Desa Tata Karya merupakan desa pilihan YBM PLN dalam pelaksanaan kegiatan sosial, inilah bukti bahwa PLN hadir di tengah masyarakat bukan hanya tentang pengelolaan kelistrikan, namun PLN hadir untuk sosial kemasyarakatan," ujarnya.


Dia juga berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya di Desa Tata Karya dan keberkahan untuk keluarga besar PLN.

"Kami sangat yakin dengan melihat antusias dan dukungan masyarakat disini atas seluruh kegiatan PT PLN (Persero) dalam kegiatan pelayanan kelistrikan, menjadikan Desa Tata Karya ini sebagai desa percontohan yang tertib listrik bagi desa-desa yang lain, baik itu dalam tertib pembayaran tagihan listrik juga tertib dalam keselamatan kelistrikan," tukasnya.

Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID Lampung, Eki Putra menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program sosial kemanusiaan dan kesehatan dari YBM PLN.


Dana YBM PLN merupakan zakat penghasilan dari pegawai PLN yang dipotong setiap bulan. Sehingga, menurut Eki Putra, YBM melalui program kerjanya memiliki kewajiban untuk menyalurkan dana zakat yang terkumpul kepada masyarakat yang berhak dan sesuai dengan asnaf.

"Alhamdulillah hari ini telah terealisasi penyerahan santunan dari YBM PLN kepada 112 dhuafa, 30 anak yatim, 43 guru ngaji dan marbot masjid/mushola serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk 50 orang lansia, dengan total senilai Rp 60 Juta," ungkap Eki Putra.

"Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Desa Tata Karya agar kegiatan ini mendapat keberkahan bagi keluarga besar PLN dan seluruh masyarakat penerima manfaat," imbuhnya.


Sementara, Apriyadi selaku Camat Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara mengapresiasi yang luar biasa atas rangkaian kegiatan sosial yang diselenggarakan YBM PLN hari ini. Dia juga berharap kegiatan ini dapat berdampak positif bagi masyarakat terutama di wilayah kerjanya.

"Bantuan disaat pandemi ini sangat berarti sekali bagi para dhuafa, guru ngaji, marbot dan anak yatim terutama di Kecamatan Abung Surakarta, kami apresiasi yang luar biasa untuk PLN," ucapnya.

Apriyadi juga mengajak seluruh masyarakat di Kecamatan Abung Surakarta untuk senantiasa melakukan pembayaran rekening listrik di awal waktu, terlebih sudah hadirnya aplikasi PLN Mobile yang sangat memberikan kemudahan dalam setiap pelayanan PLN.

Selain itu, Tasrip MZ, Kepala Desa Tata Karya mewakili masyarakatnya sangat berterimakasih atas kepedulian PLN pada desanya dan berharap program ini dapat berkesinambungan.

"Kami merasa bersyukur dan berterimakasih kepada PLN, dalam hal ini PLN telah peduli kepada desa kita, semoga dapat menjadi amal ibadah kita semua," pungkas Tasrip MZ selaku Kepala Desa Tata Karya. [Red]