Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 September 2023

Pejabat Pemkab Lahat diduga menerima gratifikasi pengadaan mobil Dinas


GK, Lahat - Pengadaan unit kendaraan Dinas Roda 4 Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2023 yang diperuntukkan untuk Camat dan Pejabat Pemerintah Kabupaten Lahat ditenggarai adanya kongkalingkong dan penerimaan gratifikasi. Adapun kendaraan Dinas tersebut jenis kendaraan roda 4 Merk Toyota Type Rush sebanyak 24 unit diperuntukkan sebagai kendaraan dinas camat dan kendaraan merk Toyota type innova sebanyak 4 unit untuk pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat.

Adapun sistem pengadaan kendaraan dinas tersebut diduga melanggar peraturan dan perundangan yang berlaku karena pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat melakukan penunjukkan langsung kepada 1 perusahaan vendor.

Selain itu, diduga pejabat Pemerintah Daerah  Kabupaten Lahat tersebut menerima uang persekot atau fee dari perusahaan vendor yang ditunjuk sebagai pemenang.

Kabag Umum dan  Perlengkapan Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat,  A. Sudi Hadi, S.E, ketika diminta konfirmasi via telpon sampai saat ini tidak terhubung.[red]

Kamis, 23 Maret 2023

Dalam Waktu 14 Jam, Dua Pencuri Mobil Pick Up di Menggala Tengah Ditangkap Polisi


GK, TULANG BAWANG - Polsek Menggala bersama Tekab 308 Presisi Polres Tulang Bawang, dan Tekab 308 Presisi Polres Mesuji, Polda Lampung, berhasil menangkap dua pelaku pencurian mobil pick up.

Para pelaku yang berhasil ditangkap semuanya pria yakni berinisial NH (33), berprofesi wiraswasta, warga Kelurahan Menggala Tengah, dan AI (44), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Tiuh Tohou, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.

"Hari Rabu (22/03/2023), sekitar pukul 20.00 WIB, saya bersama personel Polsek yang dibantu Tekab 308 Presisi Polres Tulang Bawang dan Tekab 308 Presisi Polres Mesuji berhasil menangkap dua pelaku pencurian mobil pick up. Mereka ditangkap saat sedang berada di wilayah Pematang Panggang, Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)," kata Kapolsek Menggala, AKP Sunaryo, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Jibrael Bata Awi, SIK, Kamis (23/03/2023).

Lanjutnya, dari tangan para pelaku ini berhasil disita barang bukti (BB) berupa satu unit mobil pick up merek Daihatsu Grand Max, BE 8960 SY, warna silver metalic milik korban Patoni (44), berprofesi wiraswasta, warga Kelurahan Menggala Tengah, Kecamatan Menggala.

Kapolsek menjelaskan, menurut keterangan dari korban, hari Rabu (22/03/2023), sekitar pukul 01.00 WIB, ia pulang ke rumahnya dan melihat mobil miliknya masih terparkir di teras rumah, lalu korban masuk ke dalam rumah dan tertidur.

Sekitar pukul 06.00 WIB, korban dibangunkan oleh istri dan anaknya yang menanyakan dimana keberadaan mobil milik korban, korban lalu bangun dan langsung mengecek ke teras rumah, ternyata mobil miliknya sudah tidak ada lagi di parkiran. Korban kemudian langsung membuat laporan ke Mapolsek Menggala.

"Berbekal laporan dari korban, petugas kami langsung melakukan penyelidikan untuk mencari tahu dimana keberadaan pelaku. Berkat keuletan dan kegigihan petugas di lapangan, dalam waktu 14 jam sejak korban membuat laporan, akhirnya para pelaku berhasil ditangkap dengan BB berupa mobil pick up," jelas perwira dengan balok kuning tiga dipundaknya.

AKP Sunaryo menambahkan, saat ini para pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Menggala dan akan dikenakan Pasal 363 KUHPidana. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. [Feby]

Sabtu, 24 Desember 2022

Respons Cepat, Penyidik Ditpolairud Polda Banten Olah TKP Mobil Jatuh di Dermaga 2 Merak


GK, Merak - Personel Ditpolairud gerak cepat lakukan olah TKP Laka laut mobil jatuh di Dermaga 2 Pelabuhan Merak pada Jumat (23/12) sekitar pukul 22.00 Wib.

Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom melalui Kasubdit Gakkum AKBP Iwan Muri membenarkan kegiatan tersebut. 

"Betul telah dilakukan olah TKP laka laut mobil jatuh di Dermaga 2 yang dialami kendaraan Mobil Daihatsu warna silver pasca hendak melintas ramp door menuju kedalam kapal ferry Shalem," ucap Iwan.

Iwan menambahkan dalam menangani kasus tersebut dilakukan beberapa tahap dalam olah TKP. 

"Dalam melakukan olah TKP kami memeriksa dan meminta keterangan saksi dari pihak ASDP sebagai otoritas penyebrangan, keterangan korban, keterangan HI (22) sebagai operator side ramp mengumpulkan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut," ujar Iwan. 

Terakhir guna penyelidikan lebih lanjut unit Gakkum Ditpolairud Polda Banten lakukan penyelidikan lebih lanjut. 

"Guna penyelidikan lebih lanjut dalam peristiwa ini kami mendapat beberapa fakta yang didapatkan dari CCTV yang akan kami dalami," tutup Iwan. [Icha/Rls]

Minggu, 04 Desember 2022

Motor dan Mobil Adu Banteng, Satlantas Polresta Serang Kota Lakukan Evakuasi


GK, Serang - Telah terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tepatnya di Jalan Raya Serang – Cilegon tepatnya di Kp. Pejaten, Kel. Pejaten, Kec. Kramatwatu, Kota Serang pada Minggu (04/12) sekitar pukul 03.30 Wib yang mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan lalu lintas ini melibatkan dua kendaraan yaitu mobik Toyota Cayla Nopol: A-1293-FX yang dikendarai SD (33) dan motor Suzuki Satria FU tanpa Nopol yang dokendarai SG (24) berboncengan dengan MJ (21).

Kasat Lantas Polresta Serang Kota Kompol Tri Wilarno menjelaskan kronologis kejadian laka lantas tersebut. 

"Awalnya ketika motor Suzuki Satria FU yang dikemudikan oleh SG membonceng MJ sebelum kejadian berjalan dari arah Cilegon menuju Serang tiba di TKP dijalan menikung mendahului kendaraan sejenis truk yang berada di depannya menggunakan lajur sebelah kanan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan berjalan mobil Toyota Cayla yang dikemudikan oleh SD sehinga terjadi tabrakan depan-depan," kata Tri pada Minggu (04/12).

Tri menambahkan jika petugas telah melakukan olah TKP awal dan mengevakuasi kendaraan serta korban. 

"Selanjutnya kedua kendaraan telah dievakuasi oleh petugas di Kantor Unit Gakkum Lantas Polresta Serang Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan SG mengalami luka di jempol kaki kiri sobek, kaki kanan lecet, tangan kanan dan kiri lecet. Sedangkan MJ luka di pelipis mata kiri robek, tangan kanan lecet dan lutut kaki kanan lecet. Kedua korban salanjutnya dievakuasi ke RS Kurnia," jelasnya.

Tri mengungkapkan turut prihatin atas peristiwa kecelakaan lalu lintas ini. 

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar saat mengemudikan kendaraan dijalan raya, tetap waspada dan berhati-hati serta selalu konsentrasi agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal," himbaunya.

Terakhir, Tri meminta agar pengendara disiplin dan mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. "Utamakan Keselamatan karena keluarga menanti di rumah, tetap waspada dan berhati-hati serta selalu konsentrasi agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal," tutupnya. [Rls/Icha]

Selasa, 11 Oktober 2022

Diduga Oknum Sopir Mobil Pengangkut Sampah Gunakan Kendaraan DLH untuk Mengisi dan Menimbun Solar


GK, Lampung - Disaat BBM dicabut subsidinya oleh pemerintah, ternyata masih dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi oleh oknum nakal dengan cara menimbun BBM. Padahal, banyak masyarakat pengguna petralite dan solar masih merasa kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan BBM kendaraannya serta berdampak pada melambungnya harga kebutuhan pokok.

Dalam investigasi tim media, terdapat oknum Sopir (Ab) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung yang diduga telah menimbun BBM jenis solar dikediamannya wilayah Gedong Air, Kota Bandar Lampung. Rabu malam (5/10/22).

Oknum sopir yang sempat terkejut dengan kedatangan tim media, terlihat sedang memindahkan solar kedalam drigen ukuran 35 liter. Dalam keterangannya, Ab sudah cukup lama melakukan dan menimbun solar didalam gudang yang berukuran lebih kurang 5 X 2 meter didepan rumahnya yang juga terdapat tumpukan barang bekas (rongsok) didalam karung-karung berbahan plastik disamping rumah itu. Terlihat juga 2 buah kendaraan sampah milik DLH Kota Bandar Lampung yang dijadikan muatan pengisian solar dari SPBU yang telah ditunjuk oleh dinas.

Dari pengakuannya, Ab hanya perantara dari rekannya Fr yang juga sopir kendaraan kebersihan dari DLH Kota Bandar Lampung.

“Saya hanya perantara mas, yang punya SK dinas itu bang Fr, rumahnya di Sukabumi,” terang Ab.

Cara yang digunakan untuk membeli solar juga diakuinya dengan menggunakan DO (Delivery Order) yang dikeluarkan oleh dinas 18 liter perhari dengan dalih untuk mengisi tangki 3 exavator yang berada di TPA Bakung. Namun diduga Ab dan Fr memanfaatkan DO tersebut untuk mengisi BBM di SPBU yang telah ditunjuk dengan mengisi full tank (penuh) kendaraan kebersihan tersebut, lalu dipindahkan kedalam drigen-drigen 35 liter dirumahnya dan dijual ke pengecer.

Atas perbuatan yang dilakukan oknum sopir kendaraan pengangkut sampah dari DLH Kota Bandar Lampung tersebut, tim media mencoba meminta konfirmasi kepada Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Budiman P Mega melalui WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan telepon maupun pesan singkat tersebut tidak ada tanggapan. [tim]

Rabu, 05 Oktober 2022

Akibat Mengantuk, Mitsubishi Fuso Alami Kecelakaan Tunggal, ini Kata Satlantas Polresta Tangerang

 

GK, Serang - Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Serang di KM 17 tepatnya di pertigaan Cibadak Desa Sukanegara, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Rabu (05/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fikry Ardiansyah menjelaskan kejadian terjadi pada Rabu (05/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

“Benar telah terjadi kecelakaan tunggal yang menimpa kendaraan Mitsubishi Fuso dengan Nopol : A-9129-RM yang dikemudikan IS (34) warga Cilegon,” kata Fikry.

Fikry menjelaskan kronologi kejadian laka lantas tersebut, “Kendaraan Mitsubishi Fuso dengan Nopol : A-9129-RM yang dikemudikan IS datang dari arah Cikupa menuju arah Balaraja, sesampainya ditempat kejadian, IS kehilangan kendali karena mengantuk kemudian membentur pembatas jalan, akibat kecelakaan tersebut mengakibatkan kerugian materi sebesar Rp20.000.000,” ucap Fikry.

Dalam hal ini Fikry menjelaskan tindakan yang dilakukan petugas kepolisian dalam menangani laka lantas.

“Tindakan yang dilakukan petugas adalah Menerima laporan, Mengecek lokasi, Mencatat saksi-saksi, dan Mengamankan barang bukti," tutur Fikry. 

Terakhir Fikry mengatakan turut prihatin atas peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut serta menghimbau agar pengemudi selalu mengutamakan keselamatan dan waspada dalam berkendara.

“Saya turut prihatin atas kejadian tersebut serta menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dalam berkendara serta selalu utamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain, jika mengantuk manfaatkan rest area terdekat untuk beristirahat dan ingat keluarga menanti anda dirumah,” tutup Fikry. [rls/icha]

Sabtu, 24 September 2022

Gagal Menyalip, Mobil Pick Up Terbalik, Ini Penjelasan Kasatlantas Polresta Serang


GK, Serang - Telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Serang Pandeglang tepatnya di Kampung Lame Hideng Desa Penyirapan Kecamatan Baros Kabupaten Serang pada Jumat (23/09) sekitar pukul 23.00 Wib.

Kecelakaan antara kendaraan Suzuki pick up Nopol: A-8770-CT yang dikendarai FR (22) dengan membawa 10 penumpang yaitu AP (13), MF (6), MB (16), FF (14), HR (13), MP (13), MH (10), AD (11), MS (13) dan SH (12) dengan kendaraan mobil yang Nopol dan identitasnya tidak diketahui.

Kasatlantas Polresta Serang Kota Kompol Try Wilarno membenarkan kejadian tersebut yang mengakibatkan satu korban luka berat dan sembilan korban luka ringan serta kerugian materi. 

“Benar telah terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 9 korban luka ringan dan 1 korban luka berat. Kecelakaan tersebut antara mobil Suzuki pick up dan kendaraan yang tidak diketahui identitasnya dikarenakan pengendara mobil melarikan diri ke arah Palima setelah kejadian tersebut,” kata Try saat ditemui pada Sabtu (24/09).

Selanjutnya Try menjelaskan kronologis kejadian laka lantas tersebut. 

“Ketika Kendaraan Suzuki Pick Up yang dikemudikan oleh FR dengan membawa 10 penumpang yang duduk di bak belakang, sebelum kejadian berjalan dari arah Palima menuju arah Pandeglang, tiba ditempat kejadian di duga kurang hati-hati pada saat sedang menyalip kendaraan sepeda motor yang berjalan didepannya. Saat mobil mengambil lajur jalan sebelah kanan untuk mendahului kemudian secara bersamaan dari arah berlawanan berjalan kendaraan mobil yang Nopol dan identitasnya tidak diketahui sehingga terjadi serempetan kemudian kendaraan Suzuki pick up oleng ke kiri tidak dapat mengendalikan kendaraannya lalu menabrak tembok rumah yang berada di luar badan jalan sebelah kiri jika dilihat dari arah Palima menuju arah Pandeglang,” jelas Try.

Kemudian try melanjutkan bahwa setelah menambrak tembok kendaraan pick up oleng kembali ke kanan dan terbalik. 

“Penumpang yang duduk di bak belakang terpental dan terjatuh. Akibat kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut terdapat 9 korban mengalami luka-luka lalu dievakuasi ke Klinik Ar Rahman Baros sedangkan untuk 1 korban luka berat di bagian dahi lecet dan retak kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Banten untuk mendapatkan perawatan,” ujar Try.

Selanjutnya petugas juga melakukan olah TKP dan mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan guna penyelidikan. 

“Kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas diamankan dikantor unit Gakkum Lantas Polresta Serang Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut,“ terang Try.

Sementara itu, Try mengatakan turut prihatin atas peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan satu orang luka berat dan enam orang luka ringan. 

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan kendaaran pick up untuk angkutan orang karena dapat membahayakan nyawa seseorang, serta tetap waspada dan berhati-hati saat mengendarai kendaraan agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal," himbau Try. 

Terakhir, Try meminta agar pengendara disiplin dan mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. 

"Utamakan Keselamatan karena keluarga menanti di rumah," tutup Try. [Rls/icha]

Selasa, 24 Mei 2022

Mobil Listrik Makin Nggak Menarik ketika Tarif Dasar Listrik Bakal Naik


Berbeda dengan mobil listrik yang tergolong menyedihkan kondisinya saat ini, motor listrik lebih mudah dijangkau dan lebih ramah.

Kenaikan harga batu bara sebagai bahan baku listrik belum juga berakhir. Pemerintah memutuskan menaikkan tarif dasar listrik untuk pelanggan berdaya 3.000 W ke atas. Apa kabar cita-cita jalanan dipenuhi kendaraan elektrik, terutama mobil listrik di masa depan?

Batas 3.000 W menjadi pemisah di mana pelanggan berdaya lebih dari itu dianggap sebagai pelanggan mampu. Hal ini tentu menyedihkan bagi pembeli rumah besutan pengembang yang terkenal dengan jargon "minggu depan harga naik", baik baru maupun bekas. Biarpun ukurannya mungil dengan luas tanah yang lebih kecil dari rumah bersubsidi dan kamarnya hanya dua, daya listrik sudah mencapai 4.400 W sejak diserahterimakan oleh pengembang.

Jagat TikTok diramaikan oleh mereka yang kesal karena sebelumnya melakukan peralihan atas listrik dan kompor mereka dari menggunakan elpiji ke energi listrik beserta kenaikan daya. Belum lagi para pengusaha UMKM yang memang membutuhkan kenaikan daya tersebut untuk menyalakan berbagai peralatan elektronik penunjang usahanya di rumah.

Ini saja sudah terjadi ketika orang Indonesia belum banyak yang menggunakan mobil listrik, bagaimana setelah beralih? Apakah kita masih bisa berharap banyak akan pengalaman mengisi energi kendaraan tanpa perlu mencari SPKLU dan mengantre di sana?

Mobil listrik yang ada sekarang ini mahal dan membutuhkan daya besar untuk mengecasnya

Kebanyakan mobil listrik yang baterainya dalam keadaan penuh bisa melibas jarak hingga 300 kilometer itu menggunakan charger berdaya 6.600 W. Jika mau mengecasnya di rumah, pengguna masih memakan waktu sekitar enam jam.

Portable charger berdaya 3.600 W bisa digunakan, tetapi waktunya memanjang hingga 12 jam. Ya, sebenarnya durasi ini wajar-wajar saja, sih. Selama dalam sehari, penggunaannya tidak melebihi dua jam dan kecepatannya seperti lalu lintas kota besar pada umumnya seperti Jakarta atau Surabaya. Selamat mengecas mobil listrik di akhir pekan untuk digunakan di hari kerja.

Masalahnya, mobil listrik yang jarak tempuhnya sejauh ini masih mahal. Meskipun pabriknya sudah ada di Tanah Air, mahalnya baterai dan biaya riset membuat harga mobil listrik tetap di atas Rp600 jutaan.

Kita lihat saja tahun lalu, ketika Hyundai Kona masih tersedia dalam varian mesin bensin dan elektrik. Harganya berselisih lebih dari Rp300 juta alias membeli satu mobil listrik menghabiskan kocek hampir sama dengan dua mobil bensin. Mau ditekan sedalam apapun fiturnya, mobil bensin tetap lebih cocok untuk kalangan menengah atas bukan?

Harapan pada Wuling Macaron yang ternyata juga tidak semanis itu

Harapan masyarakat tertuju pada Wuling Macaron, mobil listrik yang terkenal murah meriah di Cina dan pernah saya bahas juga sebelumnya di Mojok. Tidak jarang saya membaca ada warga yang berharap mobil itu bisa dijual di sini dengan harga Rp85 juta, alias harga jual di Cina yang telah dikenakan insentif pajak mobil listrik.

Padahal, saya sudah melakukan estimasi sederhana bahwa paling tidak mobil itu datang seharga Rp127-146 juta. Jelas tidak murah-murah amat jika dibandingkan Daihatsu Ayla dengan jarak tempuh lebih minim, tenaga mesin lebih besar, dan ruang belakang yang lebih lega. Namun, memang, Wuling lebih kaya fitur dan hemat ruang untuk mereka yang berkendara sendirian atau berdua.

Akan tetapi, Macaron yang saya bahas itu hanya memiliki jarak tempuh sejauh 170 kilometer. Itu saja dengan baterai yang lebih besar alias bukan varian terendah. Varian terendah Macaron hanya mampu melibas jarak 120 kilometer dengan sekali pengisian penuh dan ternyata membutuhkan pengecasan selama 6,5 sampai delapan jam untuk bisa melakukannya. Maklum, home charger miliknya ternyata hanya memiliki daya 1.600 W.

Terdengar manis, tetapi ini berlaku jika Anda bisa memastikan bahwa ketika mobil listrik ini dicas, peralatan elektronik yang menyala di rumah tidak lebih dari satu pendingin ruangan berkapasitas 1/2 PK berdaya 380 W dan satu kulkas dua pintu dengan daya sekitar 90 sampai 120 W. Dalam situasi seperti ini, konsumsi daya sudah mencapai 2.100 W alias mepet dengan kapasitas daya listrik terendah sebelum 3.300 W, yaitu 2.200 W.

Jika kelak kenaikan tarif dasar listrik untuk daya 3.000 W ke atas ternyata tidak cukup, Pemerintah mungkin saja menaikkannya juga untuk daya listrik 2.200 W mengingat dia tidak masuk dalam kelompok bersubsidi dan bahkan rumah-rumah mewah baru masih banyak yang memiliki daya sebesar ini. Mengandalkan fast charger di SPKLU? Durasinya masih berada di sekitar 1,5 jam untuk varian dengan jarak tempuh 120 kilometer alias lama.

Lebih buruknya lagi, situs resmi Wuling mulai menjajaki peluang jika pelanggan mau membeli mobil ini seharga Rp200-250 jutaan. Ya, dia masih terlihat menarik untuk pekerja SCBD dengan catatan bahwa pembebasan ketentuan ganjil genap terhadap mobil listrik masih berlaku. Jika mobil ini hendak digunakan di Yogyakarta, misalnya, mungkin saya lebih memilih Daihatsu Rocky.

Motor listrik lebih make sense untuk dimiliki

Berbeda dengan mobil listrik yang tergolong menyedihkan kondisinya saat ini, motor listrik lebih mudah dijangkau dan lebih ramah pula terkait pengecasannya. Volta 401 dan Smoot Tempur dijual dengan harga di bawah Rp20 juta alias cukup bersaing dengan Yamaha Gear dan Honda Beat.

Charger Smoot hanya membutuhkan daya 200 W selama lima jam untuk menempuh jarak 70 kilometer. Charger Volta membutuhkan daya tidak lebih dari 480 W selama enam sampai delapan jam untuk menempuh jarak 55 W.

Keduanya tidak perlu menghabiskan waktu lama jika kehabisan daya listrik di luar rumah. Mereka memiliki fitur lain, yaitu menukar baterai yang hanya membutuhkan hitungan detik.

Estimasinya hanya memakan waktu sembilan detik alias kurang lebih mirip dengan durasi satu kali pit stop di ajang balap NASCAR atau Indycar. Ditambah lagi, keberadaannya di Yogyakarta sudah tersedia untuk Volta ketika Smoot dikabarkan akan menyusul tahun ini.

Soal performa, Volta 401 dan Smoot Tempur masing-masing dapat mencapai kecepatan 55 km/jam dan 70 km/jam. Suatu torehan yang tergolong sangat baik untuk penggunaan sepeda motor sehari-hari alias tidak boleh mengebut.

Akhir kata, saya turut memohon maaf atas harapan berlebihan yang muncul terhadap mobil listrik terjangkau demi mengisi energi bebas antre. Akan tetapi, motor listrik masih sangat mungkin untuk kita gapai dengan mengganti baterainya di hari kerja dan mengisinya di rumah untuk akhir pekan.

Performanya mengesankan, kemampuan jarak tempuh cukup menarik, dan suaranya sangat kecil sampai hampir tidak terdengar. Semangat!

Penulis: Christian Evan Chandra

Selasa, 11 Januari 2022

1 Unit Motor dan 3 Mobil Menjadi Korban Pengemudi Wanita ini



BANDAR LAMPUNG - Terjadi laka lantas, satu unit mobil Suzuki S-Cross berwarna hitam dengan Nopol BE 1545 BE menabrak 3 unit mobil secara beruntun dari arah yang berlawanan, di Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, Selasa (11/1/2022).

Kejadian berawal ketika mobil Suzuki S-Cross yang dikendarai oleh seorang wanita dan diduga pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), melaju kendaraannya dengan kecepatan tinggi dari arah Tugu Adipura setelah menabrak satu unit sepeda motor.

Karena panik, pengemudi tersebut langsung tancap gas. Namun nahas, saat baru berjarak sekitar 100 meter mobil yang dikendarainya menabrak 3 unit mobil lainnya secara beruntun.

Hal itu dijelaskan oleh Oncom (driver ojol) yang berada didekat lokasi dan menyaksikan kejadian tersebut.

"Mobil yang dikendarai oleh ibu-ibu berpakaian pegawai negeri itu ngebut dari arah tugu Adipura, sebelum mobil itu nabrak 3 mobil didepan Gelael sini, dia udah nabrak motor dulu di dekat tugu itu," ujarnya.

"Saya tadi kebetulan memang lagi duduk dan melihat kejadian, suara tabrakannya bedentum dengan kuat ngaggetin," kata Oncom.

Tidak ada korban jiwa untuk pengendara mobil, namun pengendara sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan belum diketahui kabarnya. 

"Korban yang bawa motor, dah gak ada dilokasi, ada yang bilang udah dibawa ke rumah sakit," tambah Oncom.

Keempat kendaraan yang terlibat tabrakan tersebut, yakni Suzuki SX4-S-Cross BE 1545 BE, Toyota Avanza BE 1095 CE, Suzuki Karimun BE 1082 AD, dan Suzuki Ertiga BE 1051 CG.

Akibat kecelakaan itu, terlihat lalu lintas macet total sebelum petugas mengevakuasi mobil yang rusak parah akibat kecelakaan tersebut. [Sur]

Selasa, 28 Desember 2021

Mobil Truk Pengangkut Kayu Sonokeling Diamankan Polsek Pulau Panggung



TANGGAMUS - Satu unit mobil truk Mitsubishi warna kuning dengan nopol BG 8612 TB, yang bermuatan kayu jenis Sonokeling mengalami kecelakaan (terbalik), di jalan umum dusun Lubuk Gajah, Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Selasa (28/12/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Setelah mendapat informasi dari masyarakat, Anggota Kepolisian dari Polsek Pulau Panggung yang dipimpin oleh Kapolsek melakukan pengecekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dan ternyata memang benar ditemukan batang kayu gelondongan sekitar 4 kubik tergeletak di pinggir jalan, dan kayu tersebut dijaga oleh seorang laki-laki yang mengaku sebagai pembeli.

Sedangkan mobil pengangkut kayu (mobil truk yang terbalik) sudah tidak ada lagi.



Berdasarkan keterangan saksi, Riwanto (48) tahun sebagai pembeli kayu dengan alamat Desa Banjar Sari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, kayu tersebut sebanyak kurang lebih 4 kubik dan dibeli dari Misno (Kepala Pekon Sinar Jawa) seharga Rp. 12.000.000,-/kubik. 

Dihari yang sama pada waktu yang berbeda, berdasarkan informasi dari masyarakat, anggota Polsek Pulau Panggung yang dipimpin Kapolsek Pulau Panggung, kembali mengamankan 1 unit mobil truk Mitsubishi warna kuning dengan nopol BE 8135 TG yang bermuatan kayu sonokeling sebanyak 2,5 kubik di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus.

Adapun identitas pengemudi mobil truk tersebut adalah Fatturohman, umur 38 tahun, dengan alamat Desa Gunung Batu Kecamatan Sumber Rejo. 

Dan identitas saksi (pembeli kayu) adalah M. Saiful Arifin Arif Abdullah, usia 44 tahun, dengan alamat jalan 12, dusun 2, Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.


Guna Penyelidikan lebih lanjut tentang asal usul kayu tersebut, maka barang bukti berupa kayu, 1 unit mobil truk Mitsubishi berikut pengemudi serta 2 orang pembeli diamankan di Polsek Pulau Panggung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada yang bisa dimintai keterangan lebih lanjut terkait kasus tersebut, baik dari Polsek Pulau Panggung, maupun dari Polres Tanggamus. [Red]

Minggu, 26 Desember 2021

Akibat Ban Meletus, Sebuah Mobil Menjebol Median Jalan



BANDAR LAMPUNG - Mobil sedan Honda Brio Satya menjebol median jalan di Jl. ZA Pagar Alam,  Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Minggu (26/12), pukul 13.00 WIB.

Akibat kecelakaan yang diindikasi karena pecah ban dan belum diketahui identitas pengemudinya, kepala mobil dengan NOPOL BE 1498 RE ringsek serta sebatang pohon tumbang. Mobil derek mengevakuasinya pada pukul 14.14 WIB.

Menurut Ida (40), warga yang melihat peristiwa, mengaku kaget mendengar suara benturan keras. Setelah dilihatnya, ada mobil yang menjebol median jalan.

"Mobil nyangkrak di atas median", katanya.

Mereka yang berada di sekitar tempat kejadian berusaha membantu korban yang hanya mengalami luka ringan saja.

"Pengemudinya tak apa-apa, cuma lecet saja," ujar Ida.

Warga lain, Anton (43), mengatakan, "Dengar-dengar mobil sedikit melaju kencang dan tiba-tiba pecah ban," ucapnya. [Red]

Jumat, 15 Oktober 2021

Siap-siap, Penjualan Motor dan Mobil Bensin Akan Disetop!


Garis Komando -
Pemerintah berencana menghentikan penjualan mobil berbahan bakar bensin. Penghentian penjualan mobil akan dilakukan saat energi baru terbarukan mampu memenuhi kebutuhan sebagian besar masyarakat. 

Sebelum mobil, pemerintah juga akan menyetop penjualan motor berbahan bakar bensin. Pemerintah juga sudah membuat peta menuju zero emission yang akan direalisasikan bertahap. 

Penjualan Mobil Bensin Disetop 2050

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, penjualan mobil bensin akan disetop pada 2050. Ini saat energi baru terbarukan (EBT) sudah mampu memenuhi 87 persen kebutuhan energi nasional.

Sedangkan penjualan motor bensin direncanakan akan dihentikan pada 2040. Dalam roadmap-nya, di tahun 2040 bauran EBT sudah mencapai 71 persen dan tidak ada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang beroperasi, lampu LED 70 persen, dan konsumsi listrik mencapai 2.847 kWh per kapita. 

Tahapan Pemerintah Menuju Zero Emission

Di tahun ini, pemerintah akan mengeluarkan regulasi dalam bentuk Peraturan Presiden terkait EBT danretirement coal. Dengan aturan itu, nantinya tidak ada tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru, kecuali yang sudah berkontrak maupun sudah dalam tahap konstruksi. 

Kemudian pada 2022, akan ada Undang-Undang EBT dan penggunaan kompor listrik untuk 2 juta rumah tangga per tahun. Juga pembangunan interkoneksi, jaringan listrik pintar (smart grid) dan smart meter akan hadir pada 2024 dan bauran EBT mencapai 23 persen yang didominasi PLTS pada 2025.

Pada 2027, pemerintah akan memberhentikan impor LPG dan 42 persen EBT didominasi dari PLTS di 2030 di mana jaringan gas menyentuh 10 juta rumah tangga, kendaraan listrik sebanyak 2 juta (mobil) dan 13 juta (motor), penyaluran BBG 300 ribu, pemanfaatan Dymethil Ether dengan penggunaan listrik sebesar 1.548 kWh per kapita.

Sumber

Rabu, 22 September 2021

Jalan Macet Akibat Truk Fuso Nyaris Terbalik Diperempatan Dekat Lamban Gedung Kuning


Bandar Lampung -
Sebuah Mobil Truk Fuso bermuatan koil nyaris terbalik di Jl. Pangeran Suhaimi, Sukarame, Bandar Lampung, tepatnya diperempatan depan PB Swalayan samping Lamban Gedung Kuning (LGK), Rabu pagi, 22/9/21.

Bambang (52), supir truk fuso nahas tersebut menjelaskan kronologis kejadian mobil yang dikendarainya, tergelempang akibat menghindari sebuah motor yang tiba-tiba menerobos diperempatan jalan ketika mobil yang dikendarainya akan berbelok ke arah Jl. Airan Raya.

"Ketika saya akan berbelok ke Jalan Airan Raya dari Jalan Ryacudu, tiba-tiba ada sebuah motor yang dikendarai oleh ibu-ibu memotong laju jalan mobil saya," ucap Bambang.

"Saat itu sontak saya menginjak pedal rem dan membanting setir untuk menghindari motor. Karena muatan bak mobil saya mengangkut koil yang berat, koil-koil itu bergeser menumpuk disatu sisi, sehingga keseimbangan mobil pun tidak terkendali," tambahnya.

Menurut saksi mata juru parkir PB Swalayan yang dekat dengan tempat kejadian mengatakan, "Mobil Fuso tergelempang disisi pertigaan jalan ini sudah sejak jam 6 pagi tadi, sampai siang jam 12 ini masih kondisinya seperti itu, makanya jalanan ini macet," jelasnya.

Namun terlihat dilokasi kejadian sudah ada anggota Lantas dari Sektor Sukarame yang membantu melancarkan arus lalu lintas. [Sur]