Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Perwira. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perwira. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Januari 2022

Kolonel Faisol Izuddin Karimi Hadiri Tradisi Penerimaan Perwira Baru dan Serah Terima Jabatan Dandim 0411/KM dan Dandim 0412/LU


GK, Bandar Lampung — Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Faisol Izuddin Karimi menghadiri acara Tradisi penerimaan perwira baru dan serah terima jabatan Dandim 0411/KM dan Dandim 0412/LU serta Pelepasan pejabat Korem 043/ Gatam, di aula Sudirman Makorem 043/ Gatam Jln. Teuku Umar, Kota Bandar Lampung. Jum'at (21/1)

Acara tradisi penerimaan perwira baru dan serah terima jabatan tersebut, dipimpin langsung oleh Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Drajat Brima Yoga S.I.P., M.H.

Dalam sambutannya, Danrem mengatakan Pergantian jabatan di lingkungan TNI AD merupakan hal yang biasa yang berguna memberikan penyegaran dan jenjang karier setiap personel serta merupakan prosesi Tour Off dutty and tour off area serta konseksuensi logis dari tuntutan kebutuhan organisasi.

"Melalui alih tugas dan jabatan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi sekaligus penyegaran personel secara berkesinambungan sehingga diharapkan akan meningkatkan efektifitas, kualitas kinerja dan produktifitas organisasi serta pengembangan karier perwira yang bersangkutan dan yang lebih penting pemikiran baru yang lebih segar dalam rangka memberikan pengabdian yang terbaik bagi kodim 0411/KM dan Kodim 0412/LU," ujarnya.

Lanjutnya, Sebagai komando satuan kewilayahan pahami dan kuasa secara benar berbagai aspek geografi, demografi dan kondisi sosial wilayah dengan segala dinamika sehingga semua potensi wilayah dapat di berdayakan dan di arahkan guna memperoleh kekuatan yang handal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.

"Kembali saya ingatkan, Komandan Kodim agar lebih peduli terhadap anggotanya terutama yang menyangkut moril dan disiplin prajurit serta pelihara kemanunggalan TNI dengan rakyat jadilah pelopor dalam pengendalian pendemi dengan menerapkan protokol kesehatan karena pandemi belum terakhir," pungkas Brigjen TNI Drajat Brima Yoga.

Hadir dalam kegiatan diantaranya Kasrem 043/ Gatam Kolonel Inf Dendi Suryadi S.H M.H, Para Kasi Kasrem jajaran Korem 043/ Gatam beserta istri, Para Dandim jajaran Korem 043/ Gatam beserta istri, Danyonif 143/ Twej Letkol Inf Ari Iswoyo Timor S.Hub beserta istri, Para Dan/Ka satdisjan jajaran Korem 043/ Gatam, Para Pasi Korem 043/ Gatam, Para Dan/Kabalak Rem 043/ Gatam, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 043/ Gatam Ibu Evi Drajat Brima Yoga dan Pengurus Persit KCK Koorcab Rem 043/ Gatam. [Red]

Kamis, 02 Desember 2021

Polri: Rekrutmen Anggota dari Santri hingga Hafiz Quran Akan Terus Dilakukan





JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengatakan, usulan cendekiawan muslim, Ahmad Syafi’i Ma’arif atau Buya Syafi’i yang meminta santri berkualitas direkrut dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) sudah dilakukan.

Bahkan sejak 2017, Polri secara konsisten membuka rekrutmen anggota Polri bersumber dari pesantren, hafiz Alquran hingga siswa berprestasi agama lainnya.

"Polri dari tahun 2017 sampai dengan saat ini sudah melaksanakan kegiatan rekrutmen anggota Polri dari Perwira sampai Bintara yang memiliki latar belakang santri, hafiz Quran, juara MTQ dan siswa berprestasi agama lainnya dari berbagai provinsi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/12/2021).

Dedi menjelaskan, sejak tahun 2017 sudah puluhan santri dari pesantren mengikuti pendidikan baik Bintara maupun Perwira.

Adapun rinciannya 44 santri mengikuti pendidikan Bintara dan 47 santri mengikuti pendidikan Perwira.

Selanjutnya, jenderal bintang dua ini mengatakan, Polri juga menerima rekrutmen Bintara tahun 2020/2021 kategori hafiz Alquran sebanyak 55 orang, Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) sebanyak 1 orang dan Musabaqah Mutawatil Quran (MTQ) sebanyak 9 orang.

Dedi menambahkan, Polri juga menerima rekrutmen Bintara Berkomptensi Khusus (Bakomsus) agama dari berbagai provinsi dengan total 77 orang.

"Sesuai kebijakan Kapolri pola rekrutmen tersebut akan terus dilaksanakan oleh Polri," katanya. 

Sebelumnya, Buya Syafii Maarif memberikan usulan kepada Polri. Buya meminta institusi Polri merekrut santri berkualitas untuk bergabung dalam pendidikan Akpol.

Usulan Buya yang berupa video itu diunggah oleh akun Twitter @budhihermanto. Dalam video itu, Buya menilai rekrutmen santri menjadi polisi akan mempermudah menangani radikalisme.

"Saya Ahmad Syafi'i Ma'arif Salah seorang warga negara yang sudah berusia 80-an. Dengan ini berharap kepada pihak kepolisian, terutama Kapolri dan jajarannya, untuk merekrut para santri menjadi Akpol," kata Buya dikutip dari video tersebut, Selasa (30/11).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai tidak perlu banyak santri yang dimasukkan ke dalam Akpol. Tapi yang masuk Akpol harus benar-benar berkualitas. Ia menilai hal dapat mempermudah Polri menumpas kelompok radikal. 

"Tidak usah banyak-banyak. Tujuannya apa? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang ini. Kelompok-kelompok yang anti-Pancasila, kelompok-kelompok radikal. Itu kalau polisi mengerti agama, mengerti bahasa mereka, akan lebih mudah," ucapnya. 

Menurutnya, Polri harus proaktif mencari santri yang layak masuk Akpol.

"Polisi harus proaktif untuk ini. Dicari betul-betul berkualitas, sama seperti yang lain. Sampai nanti mereka menjadi perwira, tapi mereka mengerti kitab kuning mengerti kitab-kitab agama, seperti yang dipahami kelompok radikal ini," imbuhnya. [Nnd]