Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 September 2021

Memilih dan Memilah Serapah di Antara Sampah


Artikel -
Gunungan sampah bertumpuk-tumpuk di tepi jalan raya (dokumen pribadi)

Wajah pagi kusut. Matahari enggan beringsut. Burung-burung mendadak gagap, gagal berkicau, serak bersuara gagak.

Gumpalan hitam dari cerobong menjumpai asap melengking dari pantat angkot, dari laju mobil-mobil, dari pekik motor-motor penyebab telinga pekak pengantar manusia-manusia egois.

Bagaimanapun, bengisnya udara dan suara merupakan hal lumrah bagi buruh berseragam kuning. Tanpa sarung tangan, mereka terampil mengaduk-aduk tumpukan buangan dari berbagai rumah.

Memilih sembari memilah sampah, kadang disertai dengan serapah, ketika menemukan partikel teramat bau yang menembus masker berlapis-lapis.

Ia berupa sisa-sisa makanan, atau potongan-potongan, sedang disantap belatung-belatung putih. Bisa juga berwujud mikroorganisme tidak kasat mata pengurai barang busuk menguarkan hawa bacin.

"Kenapa sih orang-orang bebal itu tidak mau memilah," serapah seseorang sambil memilih kardus basah dari tumpukan sampah dengan tangan kosong.

"Itulah susahnya. Sudah berkali-kali ibu-ibu, ART, duda, dan bapak-bapak di permukiman mewah diingatkan," berkacak-pinggang, saya menghembuskan kesal bersama asap putih sisa bakaran tembakau, demi membelokkan bau menyengat agar tidak masuk hidung.

Sekali lagi, serapah membubung menyertai bau anyir tumpukan sampah amis, bertubi-tubi dari mulut-mulut nyinyir.

Angan mengapung, teringat pengharapan saya kepada para penghuni rumah megah, agar memilih dan memilah buangan, sebelum dikumpulkan di bak sampah. Menyisihkan barang anorganik dari limbah organik.

Membungkus kertas, kardus, botol plastik bekas minuman, dan materi yang dapat didaur ulang dalam satu wadah. Barulah jasad mudah busuk dikumpulkan dalam wadah lain dengan ikatan kuat, atau bertutup rapat.

Kemudian kantong-kantong yang sudah dipilah, diletakkan pada bak sampah secara terpisah. Demikian agar petugas pembersihan mampu bekerja sigap.

Bahan mudah hancur segera dikirim ke tempat pembuangan akhir. Anasir keras dapat ditukar dengan lembaran kertas pembeli roti, juga kopi, kepada pengepul barang bekas.

Namun para penghuni rumah-rumah mewah itu bengal, bego, bebal, gemblung, dan berotak-udang, tidak mengindahkan imbauan saya yang berbusa-busa. 

Mengesalkan!

Mereka masih saja tidak memilih dan memilah limbah, juga membuangnya dengan sembarangan di luar bak sampah.

Sekali lagi. Dan kemudian, sekali lagi selama berkali-kali saya mengingatkan mereka. Upaya itu menumbuhkan benih terang. Dengan menggerutu, sebagian warga mulai memilih dan memilah sampah. Membuang pada tempatnya.

Perlu usaha sekali lagi selama berkali-kali untuk menyadarkan selebihnya, mengenai pentingnya memilih dan memilah sampah, demi mengindahkan kelestarian lingkungan. Sekaligus memerhatikan keperluan petugas kebersihan akan roti dan kopi.

Ikhtiar saya tidak sia-sia. Pada akhirnya, seluruh warga permukiman mewah berisi rumah-rumah megah meluluskan seruan saya. Kini mereka mau memilih dan memilah sampah, juga membuangnya di tempat yang telah ditentukan.

Tiada lagi gunungan sampah bertumpuk-tumpuk. Tiada lagi bau bacin yang menyengat dari buangan busuk.

Atas pencapaian tersebut, atasan langsung saya memberikan penghargaan berupa kenaikan jenjang karier.

"Dengan ini, Anda dipromosikan kenaikan pangkat dan menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan pada departemen baru."

Saya membayangkan kursi empuk, meja mahoni dalam ruang dingin, yakni bagian dari Departemen Pembinaan Maling Duit Rakyat.

Saya membayangkan tampang-tampang koruptor brutal, bengal, bego, bebal, gemblung, dan berotak-udang, yang bahkan sama sekali tidak bisa diberi nasihat oleh siapa pun, oleh ajaran kebaikan mana pun.

Saya tidak mampu membayangkan, cara-cara memilih dan memilah serapah di antara sampah masyarakat.

"Kampret!"

Dilansir dari Penulis: Budi Susilo

Minggu, 12 September 2021

Komite Senirupa DKL Taja Pameran Sumatera Art Show#1


Kesenian –
Komite Senirupa Dewan Kesenian Lampung (DKL) bakal menaja pameran  Sumatera Art Show#1. Pameran bertajuk :  “Aku dalam Lanskap”  yang dikuratori Sudjud Dartanto ini bakal dihelat  20 Okt – 20 Nov 2021 mendatang.

Ketua Komite Senirupa DKL Ch.Sapto Wibowo mengatakan, pameran kali ini karena situasi pandemi Covid -19 bakal digelar secara virtual melalui link www.komitesenirupadkl.id .

Lebih lanjut, Ch.Sapto membabarkan, pameran ini terbuka bagi perupa Sumatera dan undangan yang mewakili provinsi sesuai dengan domisili sesuai KTP peserta. “Tidak ada batasan media dalam bentuk dua dimensi dengan tetap memperhatikan  arahan teknis,” terang Ch. Sapto.

Sedangkan persyaratan lainnya, rinci Ch Sapto, peserta  yang akan mengikuti pameran harus melampirkan foto diri dan foto karya  (Format JPEG dengan resolusi 700 KB), beserta keterangan lengkap data karya, salinan  kartu identitas diri (KTP), penjelasan karya, biodata seniman (CV), beserta   pengalaman pameran bidang seni rupa.  “ Peserta  harus mengirmkan narasi tertulis paling banyak 500  kata dalam file word yang berisi  konsep yang terkait tema ,” ujar Ch Sapto mengingatkan.

Karya yang diusulkan atau akan diikutsertakan, imbuh Ch Sapto,  bisa berupa karya terbaru atau karya yang dibuat minimal dalam dua tahun terakhir dan masih menjadi milik pribadi seniman.  “Seluruh materi pendaftaran yang dikirimkan harus dimasukkan ke dalam satu file (ZIP atau RAR) dengan diberi keterangan sebagai berikut: 

Nama seniman-Tahun lahir-Provinsi asal  (contoh: Satria-1985-Lampung. Sedangkan  format penamaan file foto karya:  Nama seniman-judul karya-medium-dimensi karya-tahun pembuatan (contoh: Satria-Pergi-Cat minyak di atas kanvas-100x150cm2015.) Format penamaan file CV (Biodata seniman): Nama seniman-CV  (contoh: Satria-CV). Sedangkan   Format penamaan file deskripsi karya: Nama seniman-deskripsi karya-Judul karya (contoh: Satria-deskripsi karya-Tidur . “File dikirimkan melalui email dengan mencantumkan keterangan peserta (namatanggal lahir-provinsi asal),” rinci  Ch Sapto.

Ditambahkannya untuk karya yang dikut sertakan berupa karya dua dimensional maksimal ukuran 100 cm x 150 cm. Format foto karya  untuk seleksi, JPEG dengan resolusi 700 KB. Data keikutsertaan seleksi Pameran Sumatera Art Show dikirim melalui alamat e-mail: sumateraartshow@gmail.com

Mekanisme Seleksi 

Sementara itu, sekretaris panitia pameran Sumatera Art Show #1, Lila Ayu Arini mengatakan,  mekanismenya seluruh peserta akan diseleksi pertama berdasarkan kelengkapan syarat keikutsertaan.  Sedangkan untuk seleksi akan dilakukan oleh Tim dan Sudud Dartanto selalu kurator pameran Sumatera Art Show #1. “ Peserta terpilih akan diumumkan secara terbuka di  akun Facebook Dewan Kesenian Lampug,   IG  Dewan Kesenian Lampung   secara  Virtual via whatshapp ,” terang Lila.

 Peserta terpilih, lanjut Lila  akan   menjadi peserta pameran dan masuk dalam e-katalog Pameran Sumatera Art Show #1 dan mendapatkan sertifikat.

Lila juga mengingatkan, aplikasi pameran terbuka dari 15 Juli  hingga 15 September 2021. Sedangkan seleksi kurasi bakal dilakukan  dari tanggal 20 - 25 September 2021. “Pengumuman hasil kurasi 27 September 2021. Kemudian  berlanjut dengan proses pembuatan Portal Pameran Daring  dari 7  - 29 September 2021. Selanjutnya  pembukaan pameran    diaangsungkan pada  20     Oktober 2021 .   Pameran Sumatera Art Show #1 akan dilangsungkan 20     Okt – 20 Nov 2021,” terang Lila.

Kalau ada yang belum jelas tentang Pameran    Sumatera Art Show #1 bisa mengontak Nara hubung: Bunga Ilalang: 0831 6043 8518   dan Lila Ayu Arini: 0812 6460 4645.

Bingkai Kuratorial “Aku dan Landskap”

Kurator Pameran Sumatera Art Show #1, Sudjud Dartanto, mengatakan, pameran ini mengundang para perupa untuk menghadirkan karya-karya terbaiknya mengenai ungkapan renungan dan pemikirannya mengenai lanskap. Menurut Sudjud Dartanto, kurasi pameran ini ingin membuka kembali wacana tentang lanskap yang belakangan ini kurang mendapat tekanan dan perhatian kuat dalam medan seni rupa Indonesia.

“Dengan dihadirkannya pameran dengan tema “Aku dalam Lanskap” ini kita akan melihat ulang sejauh mana kesadaran dalam melihat lanskap dalam sejarah representasi lanskap hingga lanskap pada hari ini,” ujar Sudjud.

Lebih lanjut, Sudjud, mengatakan, kedudukan “Aku” dalam pameran ini merefleksikan posisi perupa dalam posisinya dalam sejarah lanskap dan masyarakat yang hidup dalam berbagai makna lanskap.  “Para perupa dapat menggunakan berbagai referensi sejarah lanskap dengan berbagai bentuk pendekatan, dan bebas dalam menghadirkan dengan berbagai tafsir atas representasi lanskap dari corak representasi lanskap dari era Hindia Belanda hingga masa kini,” jelas Sudjud.

Sebelum kegiatan ini berlangsung digelar Diskusi Sumatera Art Show # (SAS #1) y : “Aku dalam Landskap”. Diskusi bertajuk: “Imaji Landskap dalam Seni Rupa: Dulu, Kini dan Untuk Apa Bagi Masa Depan?” ini menghadirkan narasumber  Aminuddin Th Siregar (Sejarawan, Dosen Seni Rupa ITB dan Kandidat Doktor di Leiden University, Belanda), dengan pemantik Sudjud Dartanto (kurator SAS #1).

Sudjud Dartanto selaku kurator mengatakan, mengapa salah satunya Ucok mengusung soal mooi indie. “Ini salah satu cara agar para perupa bisa meninjau sejarah landskap. Untuk pengetahuan historis, dan siapa tahu bisa menginpirasi. Bukan untuk mengarahkan ke mooi indie. Jadi bisa melihat landskap dengan persfektif kekinian,” ujar Sudjud Dartanto. [red]