Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesenian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2022

Lamban Pancasila sebagai Icon Kebanggaan Masyarakat Lambar Hari ini Diresmikan



GK, Liwa - Setelah penantian panjang, akhirnya icon kebanggaan masyarakat kabupaten Lampung Barat yaitu Gedung Budaya yang diberi nama "Lamban Pancasila" pada hari ini, Kamis 24 November 2022 diresmikan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr.(HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K), 
Dr. Hasto Wardoyo untuk difungsikan.

Peresmian Lamban Pancasila itu ditandai dengan pemukulan gamolan pekhing oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) DR. Drs. Karjono, S.H., M.Hum., Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi Agus Widiatmoko, S.S., Anggota DPR RI Komisi I Bidang Pertahanan Drs. Mukhlis Basri, 

Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Saiful Darmawan, Anggota DPR Provinsi Lampung Lesty Putri Utami, Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus - Drs. Mas Hasnurin (PM), Unsur Forkopimda Lampung Barat dan para Saibatin Sultan Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak

Pemukulan gamolan pekhing tanda diresmikannya Lamban Pancasila itu disaksikan langsung para Kepala Perangkat Daerah Lampung Barat, Camat, serta Masyarakat.

Selaku kepala daerah, Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus menyatakan, kehidupan masyarakat kabupaten Lampung Barat memiliki kemajemukan mulai dari adat istiadat, suku hingga agama yang berbeda.

Sehingga, itulah alasan dibangunnya Lamban Pancasila sebagai tempat atau wadah untuk menyalurkan, mempertahankan dan melestarikan adat istiadat yang ada di Lampung Barat.

"Lamban Pancasila ini maknanya adalah rumah, lamban ini penyebutan kearifan lokal, esensinya untuk menyatukan keberagaman kebudayaan yang ada di Lampung Barat," ujar Parosil.

Parosil menuturkan, jika keberagaman dan kemajemukan di Lampung Barat saat ini sangat stabil, masyarakatnya sangat toleransi dan saling menghargai, sehingga tidak konflik yang terjadi.

Apalagi hal itu didukung dengan adanya Empat Kerajaan (Kepaksian) Sekala Bekhak dan Marga Liwa yang sampai saat ini masih menjaga kekentalan adat dan budaya yang dimiliki.



Diketahui, empat Kepaksian itu di antaranya Kepaksian Pernong, Kepaksian Belunguh, Kepaksian Bejalan Diway dan Kepaksian Nyerupa.

Oleh karenanya, selain tempat pelestarian budaya dan adat istiadat, Lamban Pancasila itu menjadi icon dan simbol dari empat Kepaksian tersebut yang sampai saat ini mampu menghargai perbedaan dalam satu kesatuan.

"Oleh karena itu, pemerintah kabupaten Lampung Barat berkewajiban membangun Lamban Pancasila untuk memberi simbol atau icon yang masyarakatnya mampu menghargai perbedaan dan bisa menempatkan posisinya," katanya.

Parosil meminta Lamban Pancasila itu dapat dimanfaatkan dalam wadah persatuan kebhinekaan atau yang berarti "berbeda-beda tetapi tetap satu".

"Tidak boleh ada orang mempertanyakan terkait Pancasila. Pancasila ini harga mati, harus kita jaga selalu," cetusnya.

Menurut Parosil pembangunan Lamban Budaya tersebut merupakan kado terakhir di bawah kepemimpinan bersama wakilnya Mad Hasnurin. Sebab ia dan wakilnya akan purna tugas pada 11 Desember mendatang.

"Lamban Pancasila ini merupakan persembahan kado terakhir, tetapi ini bukan merupakan segalanya, selama saya menjabat sudah banyak program-program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarkat," ungkapnya.

Terakhir, Parosil menyatakan sebagai korelasi adanya Lamban Pancasila dirinya membuat beasiswa jurusan seni dan budaya bagi siswa-siswi asal Lampung Barat yang ditujukan untuk pelestarian kebudayaan.

"Kami juga membuat beasiswa jurusan seni budaya untuk menggairahkan Lamban Pancasila," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat di bawah kepemimpinan Bupati Parosil dan Wakil Bupati Mad Hasnurin (PM) yang telah peduli terhadap adat istiadat kebudayaan sehingga dibangunlah Lamban Pancasila tersebut sebagai tempat pelestarian adat istiadat dan kebudayaan yang dimiliki.

Menurut Hasto Wardoyo, pembangunan Lamban Budaya itu merupakan langkah konkrit bukti nyata dalam upaya mempertahankan ideologi Pancasila.

Sebab, dengan adanya pelestarian adat budaya di dalamnya dapat memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Lamban Pancasila ini adalah upaya mempertahankan ideologi Pancasila, ini langkah konkrit nyata," ujarnya.

"Lamban Pancasila ini merupakan implementasi dalam pengamalan Pancasila dan kebudayaan Kedepan," pungkasnya. (Red)

Kamis, 26 Mei 2022

Semakin Dikenal Sebab Lagu-lagu Budaya Yang Kekinian



Garis Komando - Dengan mengenalkan musik EDM (Elecrtronic Dance Music) yang dipadukan dengan alat musik tradisional (Hasapi) menghasilkan karakter suara yang khas dari setiap karya yang Rean berikan. Ia pun semakin dikenal setelah berkolaborasi dengan banyak artis dan musisi di Indonesia diantaranya Ecko Show, Chika Rebecca, Govind Marbun, Vincy, Deyka dan lainnya. Ia juga sudah pernah diundang untuk melakukan perform di salah satu stasiun TV nasional. Rean memiliki Tag line “Makes Culture More Exclusive”. dimana ia siap melestarikan musik tradisional dengan cara kekinian agar lebih mewah.

ASAL MULA REAN MEMILIH ALAT MUSIK HASAPI 

Berawal dari pulang ke kampung halaman, di situ ia pergi ke salah satu tempat yang paling iconic dari sumatera utara yaitu pulau samosir bersama keluarga. Saat ia berjalan melihat sekeliling ia melihat toko souvenir, entah kenapa pandangannya mengacu pada alat musik hasapi yangmemiliki bentuk unik dan memutuskan untuk membeli hasapi dengan keadaan yang masih menjadi pajangan.

Dari situlah ia mulai jatuh cinta pada alat musik tersebut, lalu setiba sampai di jakarta ia mulai mengrapihkan alat musik hasapi sesuai apa yang diharapkannya agar lebih nyaman dalam penggunaannya.

KHAS REAN DIPANGGUNG MENJADI LEBIH MENARIK

Rean selalu membawa hasapi dan terkadang memainkannya langsung disaat perfoaming DJ, dari segi penampilanpun Rean tak lupa mengenakan kain ulos sebagai identitas dari mana ia berasal. 

“gua akan memotivasi kepada pemuda-pemudi lainnya yang ada di Indonesia maupun diluar Indonesia bahwa budaya atau tradisi bukan hal yang kuno,justru disaat apa yang gw pertunjukkan berbanding kebalik dari kata kuno. Semua tergantung kita lagi gimana ingin mempertahankan dan mengeksplore budaya tersebut,” ujar Rean. (Red)

Jumat, 19 November 2021

Kapolri Serahkan Bansos ke Pekerja Seni di Yogyakarta yang Terdampak Pandemi Covid-19


GARIS KOMANDO - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (19/11/2021). Dalam kunjungan ini, Kapolri menyerahkan bantuan sosial (bansos) ke pekerja seni yang terdampak Covid-19.

Dalam kesempatan ini, Sigit berharap pemberian bansos ini dapat meringankan beban para pekerja seni yang perekonomiannya terdampak akibat Pandemi Covid-19.

"Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi seniman yang ada di sini," kata Sigit.

Tak hanya itu, mantan Kabareskrim Polri ini menyempatkan berbincang dengan salah satu pekerja seni yakni penari. Ia pun menanyakan kondisi sektor kesenian dan kebudayaan di Candi Prambanan, DIY.

Para penari pun mengaku sangat terdampak dengan pandemi Covid-19. Dimana kegiatan pementasan tidak ada sama sekali lantaran tak adanya pengunjung.

"Di Yogya juga sepi tidak ada pengunjung itu berpengaruh sekali karena di Ramayana ini hadirnya pengunjung itu berpengaruh kepada pementasan yang ada di Ramayana Prambanan," ujarnya.


Penari lainnya menambahkan bahwa kondisi pandemi yang mulai membaik membuka harapan pementasan tari kembali menggeliat.

"Sudah mulai normal walaupun seminggu sekali karena di sini penarinya banyak harus diganti-ganti agar tak terjadi kesenjangan sosial. Penonton sudah mulai masuk walaupun tidak banyak," katanya. 

Dengan kondisi pandemi yang mulai bisa dikendalikan, Kapolri berharap kegiatan seni dan budaya kembali normal. Namun, mantan Kapolda Banten ini menitipkan pesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat pementasan berlangsung.

Ia pun memberi semangat kepada penari agar tetap berlatih. Sebab menurutnya saat ini susah untuk mencari penari muda yang melestarikan seni dan budaya.

"Mudah-mudahan semua kembali normal dan titip pesan prokesnya tetap diperkuat agar angka Covid-19 bisa ditekan," ujarnya.

Adapun sasaran penerima bantuan sosial yakni sebanyak 700 paket seniman Ramayana Balet berupa sembako mulai dari beras, minyak goreng, mie instan, gula, susu hingga teh. [Red]

Minggu, 19 September 2021

Art Deco Prodi DKV Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Menggelar Pameran “Mulang Tiyuh”


Bandar Lampung -
Dalam rangka menunjukkan citra angkatan ke publik atau masyarakat, Art Deco prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera mengadakan pameran dengan tema Budaya Nusantara dengan nama pameran “Mulang Tiyuh”. Mulang Tiyuh dalam Bahasa Lampung yang berarti Pulang ke Kampung Halaman. 

Pameran ini dilaksanakan di Pavilion Arsitek Jl. Balai Desa No.53, Suka Jawa, Kecamatan Tj.Karang, Kota Bandar Lampung. 
Ada 25 karya yang dipamerkan pada event ini  terdiri dari 23 karya berukuran A2, 1 karya berukuran 1 triplek, dan 1 karya menggunakan kayu berbentuk lingkaran.
Pameran dibuka oleh PG Wisnu Wijaya, S.Sn.,M.Sn. (17-19 September) 2021.

Dengan mengusung tema Budaya Nusantara, sebagian tempat di display dengan konsep arsitektur tradisional dan didukung oleh Pavilion Arsitek yang secara keseluruhan bangunan terbuat dari kayu serta beberapa ukiran di tempat  menjadikan pameran ini semakin menarik. 

Selain pameran karya, ada beberapa kegiatan yang akan memeriahkan pameran ini diantaranya, live music, interactive game, art exibhition, workshop, dan sharing session. 
“Pada hari pertama pembukaan pameran berjalan dengan lancar dan pengunjung juga sangat antusias terlihat dari kedatangan para pengunjung di pameran, selain itu pada hari pertama pameran dihadiri juga oleh Humas Polda Lampung yang ikut mengapressiasi dan mensosialisasikan kegiatan mural dan MBKM”. Ujar Samuel selaku Ketua Pelaksana Pameran Mulang Tiyuh.

Apresiasi terhadap karya seni harus dilakukan karena dapat meningkatkan dan memupuk kecintaan kita terhadap suatu karya seni, diadakannya pameran ini juga dapat menimbulkan hubungan timbal balik yang baik antara penikmat karya seni dan pencipta. Seperti itulah yang ingin disampaikan Art Deco dalam pameran ini.

Pemilik Pavilion Arsitek, Mahdor atau biasa dipanggil Adong, menyambut kegiatan mahasiswa ITERA dengan penuh antusias dan apresiasi. Pada Media, Adong menjelaskan tujuannya, "Pavilion Arsitek ini merupakan sebuah bangunan atau ruang kosong yang ditujukan untuk pameran karya seni, serta tempat mengulas hal-hal terkait kesenian, baik itu secara publik ataupun privat" jelas Adong. [red]

Minggu, 12 September 2021

Komite Senirupa DKL Taja Pameran Sumatera Art Show#1


Kesenian –
Komite Senirupa Dewan Kesenian Lampung (DKL) bakal menaja pameran  Sumatera Art Show#1. Pameran bertajuk :  “Aku dalam Lanskap”  yang dikuratori Sudjud Dartanto ini bakal dihelat  20 Okt – 20 Nov 2021 mendatang.

Ketua Komite Senirupa DKL Ch.Sapto Wibowo mengatakan, pameran kali ini karena situasi pandemi Covid -19 bakal digelar secara virtual melalui link www.komitesenirupadkl.id .

Lebih lanjut, Ch.Sapto membabarkan, pameran ini terbuka bagi perupa Sumatera dan undangan yang mewakili provinsi sesuai dengan domisili sesuai KTP peserta. “Tidak ada batasan media dalam bentuk dua dimensi dengan tetap memperhatikan  arahan teknis,” terang Ch. Sapto.

Sedangkan persyaratan lainnya, rinci Ch Sapto, peserta  yang akan mengikuti pameran harus melampirkan foto diri dan foto karya  (Format JPEG dengan resolusi 700 KB), beserta keterangan lengkap data karya, salinan  kartu identitas diri (KTP), penjelasan karya, biodata seniman (CV), beserta   pengalaman pameran bidang seni rupa.  “ Peserta  harus mengirmkan narasi tertulis paling banyak 500  kata dalam file word yang berisi  konsep yang terkait tema ,” ujar Ch Sapto mengingatkan.

Karya yang diusulkan atau akan diikutsertakan, imbuh Ch Sapto,  bisa berupa karya terbaru atau karya yang dibuat minimal dalam dua tahun terakhir dan masih menjadi milik pribadi seniman.  “Seluruh materi pendaftaran yang dikirimkan harus dimasukkan ke dalam satu file (ZIP atau RAR) dengan diberi keterangan sebagai berikut: 

Nama seniman-Tahun lahir-Provinsi asal  (contoh: Satria-1985-Lampung. Sedangkan  format penamaan file foto karya:  Nama seniman-judul karya-medium-dimensi karya-tahun pembuatan (contoh: Satria-Pergi-Cat minyak di atas kanvas-100x150cm2015.) Format penamaan file CV (Biodata seniman): Nama seniman-CV  (contoh: Satria-CV). Sedangkan   Format penamaan file deskripsi karya: Nama seniman-deskripsi karya-Judul karya (contoh: Satria-deskripsi karya-Tidur . “File dikirimkan melalui email dengan mencantumkan keterangan peserta (namatanggal lahir-provinsi asal),” rinci  Ch Sapto.

Ditambahkannya untuk karya yang dikut sertakan berupa karya dua dimensional maksimal ukuran 100 cm x 150 cm. Format foto karya  untuk seleksi, JPEG dengan resolusi 700 KB. Data keikutsertaan seleksi Pameran Sumatera Art Show dikirim melalui alamat e-mail: sumateraartshow@gmail.com

Mekanisme Seleksi 

Sementara itu, sekretaris panitia pameran Sumatera Art Show #1, Lila Ayu Arini mengatakan,  mekanismenya seluruh peserta akan diseleksi pertama berdasarkan kelengkapan syarat keikutsertaan.  Sedangkan untuk seleksi akan dilakukan oleh Tim dan Sudud Dartanto selalu kurator pameran Sumatera Art Show #1. “ Peserta terpilih akan diumumkan secara terbuka di  akun Facebook Dewan Kesenian Lampug,   IG  Dewan Kesenian Lampung   secara  Virtual via whatshapp ,” terang Lila.

 Peserta terpilih, lanjut Lila  akan   menjadi peserta pameran dan masuk dalam e-katalog Pameran Sumatera Art Show #1 dan mendapatkan sertifikat.

Lila juga mengingatkan, aplikasi pameran terbuka dari 15 Juli  hingga 15 September 2021. Sedangkan seleksi kurasi bakal dilakukan  dari tanggal 20 - 25 September 2021. “Pengumuman hasil kurasi 27 September 2021. Kemudian  berlanjut dengan proses pembuatan Portal Pameran Daring  dari 7  - 29 September 2021. Selanjutnya  pembukaan pameran    diaangsungkan pada  20     Oktober 2021 .   Pameran Sumatera Art Show #1 akan dilangsungkan 20     Okt – 20 Nov 2021,” terang Lila.

Kalau ada yang belum jelas tentang Pameran    Sumatera Art Show #1 bisa mengontak Nara hubung: Bunga Ilalang: 0831 6043 8518   dan Lila Ayu Arini: 0812 6460 4645.

Bingkai Kuratorial “Aku dan Landskap”

Kurator Pameran Sumatera Art Show #1, Sudjud Dartanto, mengatakan, pameran ini mengundang para perupa untuk menghadirkan karya-karya terbaiknya mengenai ungkapan renungan dan pemikirannya mengenai lanskap. Menurut Sudjud Dartanto, kurasi pameran ini ingin membuka kembali wacana tentang lanskap yang belakangan ini kurang mendapat tekanan dan perhatian kuat dalam medan seni rupa Indonesia.

“Dengan dihadirkannya pameran dengan tema “Aku dalam Lanskap” ini kita akan melihat ulang sejauh mana kesadaran dalam melihat lanskap dalam sejarah representasi lanskap hingga lanskap pada hari ini,” ujar Sudjud.

Lebih lanjut, Sudjud, mengatakan, kedudukan “Aku” dalam pameran ini merefleksikan posisi perupa dalam posisinya dalam sejarah lanskap dan masyarakat yang hidup dalam berbagai makna lanskap.  “Para perupa dapat menggunakan berbagai referensi sejarah lanskap dengan berbagai bentuk pendekatan, dan bebas dalam menghadirkan dengan berbagai tafsir atas representasi lanskap dari corak representasi lanskap dari era Hindia Belanda hingga masa kini,” jelas Sudjud.

Sebelum kegiatan ini berlangsung digelar Diskusi Sumatera Art Show # (SAS #1) y : “Aku dalam Landskap”. Diskusi bertajuk: “Imaji Landskap dalam Seni Rupa: Dulu, Kini dan Untuk Apa Bagi Masa Depan?” ini menghadirkan narasumber  Aminuddin Th Siregar (Sejarawan, Dosen Seni Rupa ITB dan Kandidat Doktor di Leiden University, Belanda), dengan pemantik Sudjud Dartanto (kurator SAS #1).

Sudjud Dartanto selaku kurator mengatakan, mengapa salah satunya Ucok mengusung soal mooi indie. “Ini salah satu cara agar para perupa bisa meninjau sejarah landskap. Untuk pengetahuan historis, dan siapa tahu bisa menginpirasi. Bukan untuk mengarahkan ke mooi indie. Jadi bisa melihat landskap dengan persfektif kekinian,” ujar Sudjud Dartanto. [red]