Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label senirupa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senirupa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 September 2021

Art Deco Prodi DKV Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Menggelar Pameran “Mulang Tiyuh”


Bandar Lampung -
Dalam rangka menunjukkan citra angkatan ke publik atau masyarakat, Art Deco prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera mengadakan pameran dengan tema Budaya Nusantara dengan nama pameran “Mulang Tiyuh”. Mulang Tiyuh dalam Bahasa Lampung yang berarti Pulang ke Kampung Halaman. 

Pameran ini dilaksanakan di Pavilion Arsitek Jl. Balai Desa No.53, Suka Jawa, Kecamatan Tj.Karang, Kota Bandar Lampung. 
Ada 25 karya yang dipamerkan pada event ini  terdiri dari 23 karya berukuran A2, 1 karya berukuran 1 triplek, dan 1 karya menggunakan kayu berbentuk lingkaran.
Pameran dibuka oleh PG Wisnu Wijaya, S.Sn.,M.Sn. (17-19 September) 2021.

Dengan mengusung tema Budaya Nusantara, sebagian tempat di display dengan konsep arsitektur tradisional dan didukung oleh Pavilion Arsitek yang secara keseluruhan bangunan terbuat dari kayu serta beberapa ukiran di tempat  menjadikan pameran ini semakin menarik. 

Selain pameran karya, ada beberapa kegiatan yang akan memeriahkan pameran ini diantaranya, live music, interactive game, art exibhition, workshop, dan sharing session. 
“Pada hari pertama pembukaan pameran berjalan dengan lancar dan pengunjung juga sangat antusias terlihat dari kedatangan para pengunjung di pameran, selain itu pada hari pertama pameran dihadiri juga oleh Humas Polda Lampung yang ikut mengapressiasi dan mensosialisasikan kegiatan mural dan MBKM”. Ujar Samuel selaku Ketua Pelaksana Pameran Mulang Tiyuh.

Apresiasi terhadap karya seni harus dilakukan karena dapat meningkatkan dan memupuk kecintaan kita terhadap suatu karya seni, diadakannya pameran ini juga dapat menimbulkan hubungan timbal balik yang baik antara penikmat karya seni dan pencipta. Seperti itulah yang ingin disampaikan Art Deco dalam pameran ini.

Pemilik Pavilion Arsitek, Mahdor atau biasa dipanggil Adong, menyambut kegiatan mahasiswa ITERA dengan penuh antusias dan apresiasi. Pada Media, Adong menjelaskan tujuannya, "Pavilion Arsitek ini merupakan sebuah bangunan atau ruang kosong yang ditujukan untuk pameran karya seni, serta tempat mengulas hal-hal terkait kesenian, baik itu secara publik ataupun privat" jelas Adong. [red]

Minggu, 12 September 2021

Komite Senirupa DKL Taja Pameran Sumatera Art Show#1


Kesenian –
Komite Senirupa Dewan Kesenian Lampung (DKL) bakal menaja pameran  Sumatera Art Show#1. Pameran bertajuk :  “Aku dalam Lanskap”  yang dikuratori Sudjud Dartanto ini bakal dihelat  20 Okt – 20 Nov 2021 mendatang.

Ketua Komite Senirupa DKL Ch.Sapto Wibowo mengatakan, pameran kali ini karena situasi pandemi Covid -19 bakal digelar secara virtual melalui link www.komitesenirupadkl.id .

Lebih lanjut, Ch.Sapto membabarkan, pameran ini terbuka bagi perupa Sumatera dan undangan yang mewakili provinsi sesuai dengan domisili sesuai KTP peserta. “Tidak ada batasan media dalam bentuk dua dimensi dengan tetap memperhatikan  arahan teknis,” terang Ch. Sapto.

Sedangkan persyaratan lainnya, rinci Ch Sapto, peserta  yang akan mengikuti pameran harus melampirkan foto diri dan foto karya  (Format JPEG dengan resolusi 700 KB), beserta keterangan lengkap data karya, salinan  kartu identitas diri (KTP), penjelasan karya, biodata seniman (CV), beserta   pengalaman pameran bidang seni rupa.  “ Peserta  harus mengirmkan narasi tertulis paling banyak 500  kata dalam file word yang berisi  konsep yang terkait tema ,” ujar Ch Sapto mengingatkan.

Karya yang diusulkan atau akan diikutsertakan, imbuh Ch Sapto,  bisa berupa karya terbaru atau karya yang dibuat minimal dalam dua tahun terakhir dan masih menjadi milik pribadi seniman.  “Seluruh materi pendaftaran yang dikirimkan harus dimasukkan ke dalam satu file (ZIP atau RAR) dengan diberi keterangan sebagai berikut: 

Nama seniman-Tahun lahir-Provinsi asal  (contoh: Satria-1985-Lampung. Sedangkan  format penamaan file foto karya:  Nama seniman-judul karya-medium-dimensi karya-tahun pembuatan (contoh: Satria-Pergi-Cat minyak di atas kanvas-100x150cm2015.) Format penamaan file CV (Biodata seniman): Nama seniman-CV  (contoh: Satria-CV). Sedangkan   Format penamaan file deskripsi karya: Nama seniman-deskripsi karya-Judul karya (contoh: Satria-deskripsi karya-Tidur . “File dikirimkan melalui email dengan mencantumkan keterangan peserta (namatanggal lahir-provinsi asal),” rinci  Ch Sapto.

Ditambahkannya untuk karya yang dikut sertakan berupa karya dua dimensional maksimal ukuran 100 cm x 150 cm. Format foto karya  untuk seleksi, JPEG dengan resolusi 700 KB. Data keikutsertaan seleksi Pameran Sumatera Art Show dikirim melalui alamat e-mail: sumateraartshow@gmail.com

Mekanisme Seleksi 

Sementara itu, sekretaris panitia pameran Sumatera Art Show #1, Lila Ayu Arini mengatakan,  mekanismenya seluruh peserta akan diseleksi pertama berdasarkan kelengkapan syarat keikutsertaan.  Sedangkan untuk seleksi akan dilakukan oleh Tim dan Sudud Dartanto selalu kurator pameran Sumatera Art Show #1. “ Peserta terpilih akan diumumkan secara terbuka di  akun Facebook Dewan Kesenian Lampug,   IG  Dewan Kesenian Lampung   secara  Virtual via whatshapp ,” terang Lila.

 Peserta terpilih, lanjut Lila  akan   menjadi peserta pameran dan masuk dalam e-katalog Pameran Sumatera Art Show #1 dan mendapatkan sertifikat.

Lila juga mengingatkan, aplikasi pameran terbuka dari 15 Juli  hingga 15 September 2021. Sedangkan seleksi kurasi bakal dilakukan  dari tanggal 20 - 25 September 2021. “Pengumuman hasil kurasi 27 September 2021. Kemudian  berlanjut dengan proses pembuatan Portal Pameran Daring  dari 7  - 29 September 2021. Selanjutnya  pembukaan pameran    diaangsungkan pada  20     Oktober 2021 .   Pameran Sumatera Art Show #1 akan dilangsungkan 20     Okt – 20 Nov 2021,” terang Lila.

Kalau ada yang belum jelas tentang Pameran    Sumatera Art Show #1 bisa mengontak Nara hubung: Bunga Ilalang: 0831 6043 8518   dan Lila Ayu Arini: 0812 6460 4645.

Bingkai Kuratorial “Aku dan Landskap”

Kurator Pameran Sumatera Art Show #1, Sudjud Dartanto, mengatakan, pameran ini mengundang para perupa untuk menghadirkan karya-karya terbaiknya mengenai ungkapan renungan dan pemikirannya mengenai lanskap. Menurut Sudjud Dartanto, kurasi pameran ini ingin membuka kembali wacana tentang lanskap yang belakangan ini kurang mendapat tekanan dan perhatian kuat dalam medan seni rupa Indonesia.

“Dengan dihadirkannya pameran dengan tema “Aku dalam Lanskap” ini kita akan melihat ulang sejauh mana kesadaran dalam melihat lanskap dalam sejarah representasi lanskap hingga lanskap pada hari ini,” ujar Sudjud.

Lebih lanjut, Sudjud, mengatakan, kedudukan “Aku” dalam pameran ini merefleksikan posisi perupa dalam posisinya dalam sejarah lanskap dan masyarakat yang hidup dalam berbagai makna lanskap.  “Para perupa dapat menggunakan berbagai referensi sejarah lanskap dengan berbagai bentuk pendekatan, dan bebas dalam menghadirkan dengan berbagai tafsir atas representasi lanskap dari corak representasi lanskap dari era Hindia Belanda hingga masa kini,” jelas Sudjud.

Sebelum kegiatan ini berlangsung digelar Diskusi Sumatera Art Show # (SAS #1) y : “Aku dalam Landskap”. Diskusi bertajuk: “Imaji Landskap dalam Seni Rupa: Dulu, Kini dan Untuk Apa Bagi Masa Depan?” ini menghadirkan narasumber  Aminuddin Th Siregar (Sejarawan, Dosen Seni Rupa ITB dan Kandidat Doktor di Leiden University, Belanda), dengan pemantik Sudjud Dartanto (kurator SAS #1).

Sudjud Dartanto selaku kurator mengatakan, mengapa salah satunya Ucok mengusung soal mooi indie. “Ini salah satu cara agar para perupa bisa meninjau sejarah landskap. Untuk pengetahuan historis, dan siapa tahu bisa menginpirasi. Bukan untuk mengarahkan ke mooi indie. Jadi bisa melihat landskap dengan persfektif kekinian,” ujar Sudjud Dartanto. [red]