Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label terorisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terorisme. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2022

Gelar FGD di Polresta Bandar Lampung, Div Humas Polri Bahas Kontra Radikal Lawan Terorisme


GK, Lampung -
Divisi Humas Polri yang dipimpin Kombes Pol Drs. Sugeng hadi Sutrisno, menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka kegiatan Kontra Radikal yang mengangkat tema ‘Terorisme Musuh Kita Bersama’ di Aula Patria Tama Polresta Bandar lampung, Kamis (17/11/2022).

Ketua Tim dan Rombongan disambut langsung oleh Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K, M.M., dengan didampingi Kasi Humas AKP Halimatus.

Dalam kegiatan itu Hadir juga Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH., M.S.i lalu Seluruh Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran Polresta Bandar Lampung serta sejumlah sektor dari masarakat diantaranya Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bandar Lampung, ketua Dai Kamtibmas Provinsi Lampung, Ketua Dai Kamtibmas Kota Bandar Lampung, Ketua FKUB Kota Bandar Lampung, Ketua KBPPP kota bandar lampung, Mahasiswa IMM.

Kapolresta Bandar lampung Kombes Pol Ino harianto, S.IK., M.M, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Tim Div Humas di Polresta Bandar Lampung dan mengucapkan terimakasih atas kegiatan yang di laksanakan ini serta berharap diskusi yang digelar agar bisa menjauhkan masyarakat khususnya yang ada di Kota Bandar Lampung agar tidak terpapar Paham Radikallisme kerena Terorisme adalah musuh kita," kata Kapolresta.

Kemudian Dalam sambutannya Ketua Tim Kombes Pol Sugeng tujuan FGD ini adalah untuk mensosialisasikan serta memperkenalkan secara jelas kepada tokoh masyarakat tentang misi utama kegiatan kontra radikal sebagai upaya menangkal paham radikalisme yang telah banyak masuk ke tengah masyarakat khususnya pada tempat keagamaan.

Menurutnya, hal tersebut harus menjadi perhatian khusus bagi tokoh masyarakat di Kota Bandar Lampung untuk berperan penting dan bekerja sama dengan pihak kepolisian guna menangkal pemahaman radikalisme agar jangan sampai masuk ke Kota Bandar lampung.

ditempat yang sama Pengurus Harian BPET MUI Pusat ustad Makmum Rasid,.S.Ud., M.,Ag Sebagai Narasumber diskusi kontra radikal menjelaskan, ini adalah salah satu Program Divisi Humas Mabes Polri, kontara radikal ini menyasar yang belum terkena.

"Saya berharap usai kita diskusi ini, keluar dari ruang ini kita semua bisa mengajak sodara masarakat dilingkungan kita semua agar memberikan pemahaman kepada masyarakat dilingkungan kita tentang bahayanya Paham Radikalisme," ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, dalam perjalalanan kelompok atau jaringan radikalisme ini mereka berfatwa mana yang diluar mereka, maka wajib di musnahkan.

"Kita melaksanakan diskusi ini, agar kita sama-sama mencegah dan bekerja sama agar memastikan tempat kita tidak ada paham radikalisme. Kerena mencegah paham radikalisme ini bukan hanya tugas Polisi saja tapi tugas kita semua," pungkasnya.[Melati]

Tim Divisi Humas Polri Silaturahmi di Ponpes Mambaul Ulum kota Metro


GK, Lampung -
Polda Lampung--- Tim Divisi Humas Polri yang dipimpin Kombes Pol Drs. Sugeng hadi Sutrisno, melaksanakan kunjungan Sialturahmi dalam rangka kegiatan Kontra Radikal yang mengangkat tema ‘Terorisme Musuh Kita Bersama’ di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kota Metro, Kamis (17/11/2022).

Ketua Tim dan Rombongan disambut langsung oleh Wakapolresta Metro Kompol Maryadi, SH, MH dengan didampingi Kasi Humas AKP Suliyani, S.IP serta Kapolsek Metro Timur AKP JTH. Sitompul, SH.,MH.

Wakapolres Metro dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Tim Div Humas di Kota Metro dan mengucapkan terimakasih atas kegiatan yang di laksanakan ini serta berharap diskusi yang digelar agar bisa menjauhkan masyarakat khususnya yang ada di lingkungan Ponpes agar tidak terpapar.

Kemudian Dalam sambutannya Ketua Tim Kombes Pol Sugeng tujuan FGD ini adalah untuk mensosialisasikan serta memperkenalkan secara jelas kepada tokoh masyarakat tentang misi utama kegiatan kontra radikal sebagai upaya menangkal paham radikalisme yang telah banyak masuk ke tengah masyarakat khususnya pada tempat keagamaan.

Menurutnya, hal tersebut harus menjadi perhatian khusus bagi tokoh masyarakat yang berada di Kota Metro untuk berperan penting dan bekerja sama dengan pihak kepolisian guna menangkal pemahaman radikalisme agar jangan sampai terjadi dan masuk ke Kota Metro. 

"apalagi sebelumnya juga sudah ada yang dilakukan penangkapan oleh Densus 88 di Kota Metro," kata Sugeng. 

Ditempat yang sama Pengurus Harian BPET MUI Pusat ustad Makmum Rasid,.S.Ud., M.,Ag Sebagai Narasumber diskusi kontra radikal menjelaskan, ini adalah salah satu Program Divisi Humas Mabes Polri, kontara radikal ini menyasar yang belum terkena.

"berharap nantinya usai kita memberikan pemahaman ini, kita semua bisa mengajak sodara masyarakat dilingkungan kita semua agar memberikan pemahaman kepada masyarakat dilingkungan kita tentang bahayanya Paham Radikalisme," ujarnya.

Kita memberikan pemahaman ini, agar kita sama-sama mencegah dan bekerja sama agar memastikan tempat kita tidak ada paham radikalisme. Kerena mencegah paham radikalisme ini bukan hanya tugas Polisi saja tapi tugas kita semua," pungkasnya.[Melati]

Kamis, 09 September 2021

Cegah Terorisme, Div. Humas Polri Adakan FGD dengan Tokoh Lintas Agama di Lampung


Bandar Lampung –
Kabid Humas Polda lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad bersama Tim Subsatgas Banops Div Humas Polri, yang diketuai oleh Kombes Pol. Hendra Rochmawan, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama, dalam rangka pencegahan dan penanggulan paham radikal dan terorisme di wilayah Kota Bandar Lampung dengan tema "Terorisme adalah musuh kita bersama", yang dilaksanakan di Aula Patria Tama Polresta Bandar Lampung, Kamis (9/9/2021) pagi.

Ketua Tim Subsatgas Banops Div Humas Polri kombes Pol. Hendra Rochmawan dalam sambutannya mengatakan, kedatangan dari tim Div Humas Polri bertujuan untuk memberikan materi kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah Bandar lampung, tentang kegiatan pencegahan dan penanaman terhadap ketahanan masyarakat untuk tidak terpapar paham radikalisme. Sehingga tokoh-tokoh masyarakat yang diundang ini untuk bersama-sama membantu aparat Kepolisian untuk memerangi aksi terorisme di Indonesia.

" Mari bersama sama kita lawan radikalisme, terorisme musuh kita bersama semoga Allah SWT Tuhan YME senantiasa memberikan perlindungan kepada masyarakat bangsa dan negara”, kata Hendra.

Tim Div Humas Polri juga menghadirkan nara sumber dari Pengurus Harian Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme MUI Pusat, Muhammad Makmun Rasyid untuk menyampaikan materi paparan tentang kontra radikal kepada para peserta yang hadir dalam acara FGD tersebut.

Dalam paparannya, M. Makmun Rasyid mengatakan, terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap
kedaulatan negara, bahaya terhadap keamanan perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat, hal ini sesuai dengan fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2004.

“Terorisme adalah salah satu bentuk kejahatan yang terorganisir dengan baik “well organized”, bersifat transnasional dan digolongkan sebagai kejahatan luar biasa extra ordinary crime yang tidak membeda bedakan sasaran indiskrimatif. Kegiatan kontra radikal teroris secara simultan dan efektif harus dilakukan oleh segenap pemerintah dan masyarakat . Tidak ada istilah mengkambing hitamkan polisi-tentara sebagai badan yang bertanggung jawab secara struktural kenegaraan . Masyarakat perlu terlibat dan dilibatkan sebagaimana amanat UUD 1945 untuk sama sama menjaga NKRI”, kata Makmun Rasyid.

“Terorisme tidak dibenarkan dalam bentuk apapun, hukum melakukan teror adalah haram, baik dilakukan oleh perorangan, kelompok maupun negara, oleh karena itu saya mengajak seluruh stakeholders untuk benar benar konsisten dalam mengejawantahkan nilai nilai Pancasila dalam seluruh kebijakan dan tidak dimanfaatkan kelompok transnasional atau yang terafiliasi dengan gerakan radikal teroris”, pungkasnya. [red]