Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label BPOM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BPOM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2022

Polda Banten Gelar Penandatanganan MoU dengan Pemda Provinsi Banten dan BPOM


GK, Serang - Polda Banten menggelar MoU dengan pemerintah daerah Banten dan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilaksanakan di Ruang Perjamuan Polda Banten pada Selasa (01/11).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Ery Nursatari, Pj Sekda Provinsi Banten M. Tranggono, M.Sc,  Plt. Kepala BPOM Provinsi Banten Faizal Mustofa Kamil, SSi, Apt, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana, Jajaran Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BPOM, serta diikuti PJU Polda Banten.

Dalam sambutannya Pj Sekda Provinsi Banten M. Tranggono menjelaskan terkait kegiatan ini. "Berdasarkan data yang saya terima dari rekan-rekan BPBD tentang data bencana alam maka kita semua memiliki peran dalam bertanggung jawab menangani bencana alam, ini merupakan urusan semua pihak sesuai Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, dalam hal ini Pemprov melakukan kolaborasi dengan stakeholder terkait, salah satunya Polda Banten untuk mewujudkan Banten tangguh bencana," kata Tranggono.

Kemudian Tranggono memberikan apresiasi kepada Polda Banten. "Kami memberikan penghargaan dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Polda Banten yang telah memfasilitasi kebijakan ini," tambah Tranggono.

Selanjutnya Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Ery Nursatari dalam sambutannya menjelaskan terkait kegiatan ini. "Polda Banten melakukan MoU dengan BPBD Provinsi Banten mengingat daerah Banten terletak pada geografis yang rawan bencana alam sehingga dengan adanya MoU ini diharapkan dapat membangun sinergitas yang kuat dalam menangani bencana alam yang terjadi," ucap Ery.

Ery juga menambahkan bahwa dalam hal ini Polda Banten juga melakukan kerjasama dengan BPOM. "Menindaklanjuti kejadian yang saat ini sedang ramai terjadi terkait obat maka Polda Banten juga melakukan MoU dengan BPOM dan harapannya semakin memperkuat sinergi dalam menangani peristiwa yang terjadi demi kenyamanan masyarakat," lanjut Ery.

Terakhir, Ery berharap bahwa melalui momentum ini dapat memberikan kekuatan dan semangat baru dalam memberikan keamanan serta kenyamanan kepada masyarakat. "Saya berharap dengan adanya MoU ini, kita semua dapat menjalin hubungan yang baik antar kelembagaan sehingga dapat meningkatkan kinerja untuk memberikan keamanan serta kenyamanan kepada masyarakat," tutup Ery. [Icha]

Selasa, 25 Oktober 2022

Polda Banten Bersama BPOM Provinsi Banten Awasi Obat Sirup di Apotek dan Toko Obat


GK, Serang - Polda Banten bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Provinsi Banten melakukan pengecekan obat sirup di beberapa apotek dan toko obat di Kota Serang pada Selasa (25/10).

Hadir dan mengikuti kegiatan tersebut Kanit I Subdit I Industri Perdagangan Ditreskrisus Polda Banten Kompol Ambarita, Kanit I subdit III Ditresnarkoba Polda Banten AKP Akhmad Dheny, PFM Ahli muda BPOM Provinsi Banten Fikri Nazarudin, Pelaksana Seksi Kefarmasian Pangan Dinkes Provinsi Banten Agustina Hartanti.

Saat ditemui, Kanit I Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Banten mengatakan telah melakukan pengecekan peredaran obat sirup yang dilarang pemerintah. “Hari ini Polda Banten bersama Dinas Kesehatan dan BPOM Provinsi Banten melaksanakan pengecekan langsung ke dua apotek dan satu toko obat terkait dengan beredarnya obat-obat sirup yang diduga menyebabkan gangguan gagal ginjal,” ujar Ambarita.

Lebih lanjut Ambarita menyampaikan hasil pengecekan tersebut. “Dari hasil pengecekan kita dilapangan, dua apotek satu toko obat itu sudah menarik obat dan tidak ada lagi yang di pajang di display toko mereka kalau pun masih ditemukan, tindakan pertama kita hanya sifatnya menegur, karena nanti ada prosedurnya,” terang Ambarita.

Terakhir, Ambarita menyebutkan bahwa Polda Banten dalam hal ini hanya melakukan pendampingan sebagai sikap Preventif. “Jadi kegiatan kepolisian hari ini adalah bersifat pendampingan sebagai sikap preventif sesuai tugas kepolisian mendampingi rekan-rekan dari BPOM Provinsi Banten dan Dinas Kesehatan, Kegiatan ini akan terus berlanjut sampai dinyatakan sudah kondusif tidak ada lagi yang terdampak pada anak anak kita, karena kita tahu bahwa anak-anak ini adalah aset bangsa,” tutup Ambarita. [Rls/ Icha] 

Jumat, 21 Oktober 2022

Ikatan Dokter Anak Indonesia Menyarankan Agar Menghindari Obat Sirup untuk Anak-anak


 GK, Lampung - Diinformasikan bahwa saat ini Ikatan Dokter Anak Indonesia telah menyarankan agar menghindari penggunaan obat sirup untuk anak-anak karena mengandung Dietilen Glikol (DEG) maupun Etilen Glikol (EG) yang diduga mengakibatkan gagal ginjal akut pada anak bahkan bisa berakibat kematian pada anak. 

Sampai dengan tanggal 18 Oktober 2022, Kemenkes RI telah mencatat sebanyak 206 anak di 20 provinsi mengalami gagal ginjal akut dan sebanyak 99 anak meninggal dunia yang diduga akibat menggunakan obat sirup. 

Selain itu, BPOM juga telah menarik peredaran 5 (lima) merk paracetamol sirup yaitu:

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml;

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml;

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.[Melati]

Selasa, 12 Juli 2022

Terkait Izin Edar, Begini Kata Wulan, Koordinator Infokom BPOM Lampung


GK, Lampung -
Banyak hal yang tidak di ketahui oleh sebagian masyarakat, khususnya pelaku usaha pengolah makanan dan minuman, baik home industri atau pabrikan dengan cara yang baik dan benar serta mendapatkan jaminan higienis dari pemerintah.

Saat awak media menyambangi Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Lampung yang terletak di Jalan Dr. Susilo, Pahoman, Kota Bandar Lampung pada Senin (11/07/2022) guna mendapatkan informasi tentang prosedur makanan dan minuman layak edar, Wulan selaku Koordinator Infokom BPOM Provinsi Lampung menyambut ramah di ruang kerjanya.

Saat wawancara, Wulan mengatakan, "Dalam memberi izin edar dan pengawasan BPOM melihat dulu kategori produknya, ada kategori resiko ringan dan resiko rendah, yang termasuk dalam pengawasan dan perlu mengantongi izin edar adalah seperti produk makanan atau minuman yang masa ketahanannya minimum 7 hari yang tergolong dalam kategori ringan,sementara yang masa ketahanannya maksimum 3 hari seperti, roti basah, nasi uduk, dan sejenisnya yang tergolong kategori pangan siap saji tidak perlu mengantongi izin edar dari BPOM," jelasnya.

Masih kata Wulan, "BPOM juga memberikan pengawasan dan izin edar hanya kepada produk akhir yang sudah siap di pasarkan, bukan pada bahan bakunya seperti singkong yang akan di buat menjadi tepung. Jadi yang diberi izin edar itu produk jadinya bukan singkong atau tepungnya," katanya.

Wulan juga memaparkan bagaimana BPOM melaksanakan tugas dan fungsinya agar pengaduan serta pelayanan dapat terlaksana dengan baik.

"Kami di BPOM mempunyai beberapa yang membidangi pelayanan dan sampling. Jika ada kejanggalan produk di pasaran, silahkan masyarakat melaporkan kepada kami," tambahnya.

Selain itu ia mengatakan, BPOM juga rutin mengecek produk yang beredar di pasaran untuk meminimalisir produk-produk yang dilarang, seperti makanan atau minuman yang berlebihan menggunakan pengawet yang telah ditentukan.

Diakhir pembicaraan Wulan berharap media bisa bekerjasama serta berperan aktif dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat, tutupnya. [Melati]

Selasa, 23 November 2021

Kasdim 0410/KBL Ikuti Dialog Radio Pasar RRI Bandar Lampung di Pasar Koga



BANDAR LAMPUNG — Kepala Staf Kodim 0410/KBL Letkol Inf Dr Imam Safei SH.,MH, mengikuti dialog interaktif luar studio radio pasar Pro 1 RRI Bandar Lampung, bertempat di Pasar Koga Jln. Teuku Umar, Kedaton, pada Selasa (23/11/2021).

Dengan mengusung tema 'Menjaga Keamanan Pangan dan Stabilitas Harga Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2022'. Kegiatan ini menghadirkan narasumber antara lain Kepala Dinas Perdagangan Bandar Lampung Wilshon Faisal, Kepala Bulog Lampung Etik Yulianti, Pasi Log Korem 043/Gatam Mayor Inf Yudi, Koordinator bidang BPOM Bandar Lampung Drs Herjanto Puspa Mulya.

Di kesempatan itu, Herjanto sebagai Koordinator Bidang BPOM mengimbau kepada seluruh masyarakat agar teliti saat berbelanja pangan olahan untuk dikonsumsi.

"Untuk masyarakat di imbau sebelum membeli pangan olahan jangan sembarangan. Di cek dulu dengan teliti terkait kemasannya, apakah berkarat atau tidak. Dan kemudian, cek lebel, izin dan kadaluarsanya karena setiap pangan olahan harus mempunyai izin edar dari dinas kesehatan setempat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Lampung Etik Yulianti menyampaikan tentang stock beras yang ada di Bulog Provinsi Lampung.

"Alhamdulillah di Lampung kita memiliki stok yang cukup banyak ada 51.000 ton stok beras. Penyerapan stock beras kita lakukan mulai dari Lampung Barat hingga Lampung Selatan. Untuk stock beras yang lama sudah selesai di salurkan dan kemudian stock beras yang baru siap untuk kita salurkan kembali," jelasnya.

Sementara itu Komandan Korem 043/Gatam yang di wakili Kasdim 0410/KBL, Letkol Imam Safei menyampaikan terkait ketertiban dan keamanan khususnya di Pasar Korem Gatam (Koga). 

"Alhamdulillah, selama ± 20 tahun pasar Koga sangat aman dan tidak ada tindak kriminal. Hal ini tentunya berkat kerjasama kita semua mulai dari pedagang, pengunjung, aparat TNI Polri, scurity dan tukang Parkir yang berperan sehingga pasar ini tetap aman dan tertib," ujarnya.

Lebih jauh, Kasdim menyampaikan tentang kewaspadaan peningkatan Covid 19 di Bandar Lampung khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

"Saat ini Bandar Lampung masih dalam penerapan PPKM Level 2, yang artinya tidak terjadi peningkatan Covid 19 di Bandar Lampung. Kedepan kita akan memasuki Nataru 2022, oleh karenanya saya imbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi Prokes dengan melakukan 5 M. Dengan kita patuhi Prokes, insyallah pandemi ini segera berakhir dan perekonomian masyarakat kembali normal," tandasnya. [Sur]