Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Harimau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harimau. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2024

Pj Bupati Lambar Sampaikan Apresiasi Keberhasilan Tim Satgas Tangkap Harimau Pemangsa Manusia Hidup-hidup



GK, Lampung Barat - Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung Drs. Nukman M.M memberi apresiasi kepada Tim Satgas atas keberhasilannya menangkap se ekor harimau pemangsa manusia di kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) dalam keadaan sehat (hidup). 

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat saya menyampaikan apresiasi sekaligus terimakasih kepada pihak TNI, POLRI, BKSDA, Polhut, serta masyarakat yang sudah bergotong-royong tanpa mengenal waktu dan lelah menangkap harimau yang sudah meresahkan warga khususnya Suoh dan BNS," ungkap Nukman Rabu (22/05/2024). 

"Usaha memang tidak akan pernah menghianati hasil," lanjutnya. 

Ia mengimbau kepada seluruh warga masyarakat terutama yang berada di Suoh dan BNS agar tetap waspada pada saat melaksanakan aktifitas seperti biasanya.

"Tetap waspada mengingat Suoh dan BNS merupakan berbatasan dengan kawasan TNBBS," ujarnya 

"Alhamdulillah hewan buas yang meneror warga Suoh dan BNS selama ini sudah tertangkap. Semoga masyarakat dapat melaksanakan aktifitas seperti biasanya kembali," terangnya

"Namun saya menghimbau agar tetap waspada mengingat belum dapat dipastikan, apakah hewan tersebut yang pernah memangsa warga beberapa waktu lalu atau bukan," sambungnya. 

"Semoga harimau ini memang benar harimau yang kita cari selama ini," masih kata Nukman. 

Nukman menyatakan, pasca tertangkapnya harimau ini, ia berharap tim Satgas masih akan memonitor dan mengawasi daerah-daerah yang telah di lewati harimau tersebut guna untuk menetralisir kembali situasi yang sempat membuat warga takut beraktifitas.

Nukman juga mengingatkan agar masyarakat dapat menjaga kelestarian hutan supaya hal seruapa tidak terulang kembali. 

"Kita semua juga harus bisa menjaga kelestarian lingkungan terutama hutan yang merupakan habitat atau rumah dari Harimau Sumatera," paparnya. 

"Karena salah satu penyebab harimau masuk di pemukiman warga habitat meraka sudah semakin berkurang," tutupnya. (Red)

Akhirnya, Harimau Pemangsa Manusia Berhasil Ditangkap Tim Gabungan Penanganan Satwa



GK, Lampung Barat — Tim gabungan penanganan satwa liar (harimau) yang terdiri dari TNI, Polri, kehutanan, BKSDA, Tim taman Safari telah berhasil manangkap harimau sumatera yang memangsa manusia di Suoh Lampung Barat beberapa waktu yang lalu. Rabu 22/05/2024.

Nampak seekor harimau masuk kedalam kandang jebak berwarna hijau yang telah dipasang oleh tim gabungan sebelumnya di dusun melebuy pekon tembelang kecamatan bandar negeri suoh kabupaten lampung barat.

Diperkirakan harimau masuk kedalam kandang jebak sekitar pukul 04.10 wib dini hari waktu setempat.


Kapolsek Suoh Iptu Edwar Panjaitan mewakili Kapolres Lampung Barat Akbp Ryky Widya Muharam mengatakan bahwa benar saat ini harimau telah tertangkap dan masuk kedalam kandang jebak.

“Ya benar harimau sudah tertangkap, masuk kedalam kandang jebak saat ini pukul 05.00 masih menunggu tim tembak bius untuk melakukan pembiusan,” ujar Kapolsek


Pukul 06.30 wib tim gabungan sudah berkumpul di lokasi dan bersiap akan melakukan pembiusan dan selanjutnya akan segera mengevakuasi hewan liar tersebut.

“Tadi pukul 06.30 tim pembius sudah datang, dan akan segera melakukan pembiusan, kemudian nanti tim akan segera mengevakusi hewan tersebut naik keatas,” lanjut Kapolsek.


Selanjutnya belum diketahui hewan tersebut akan dievakuasi atau diamankan kemana menurut Kapolsek masih menunggu koordinasi dengan Tim.

“Kita belum simpulkan hewan tersebut akan dievakuasi kemana, kita masih menunggu musyawarah atau petunjuk lebih lanjut,” tutup Kapolsek. (Red)

Kamis, 14 Maret 2024

Banyak Isu Berkembang Pasca Pembakaran Kantor TNBBS Resort Suoh, Kasat Reskrim Imbau Warga tidak Terprovokasi



GK, Lampung Barat - Berbagai isu mulai berkembang pasca aksi massa yang berujung pembakaran kantor Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Suoh, Kabupaten Lampung Barat pada Senin (11/3/2024) lalu.

Ada yang menyebutnya sebagai bentuk kekecewaan masyarakat atas kinerja tim pemburu harimau yang tidak kunjung berhasil dan akhirnya harimau kembali menerkam warga.

Pendapat lain ada yang berspekulasi bahwa pembakaran kantor TNBBS disebabkan berawal dari kedatangan masyarakat yang ingin mendapat penjelasan namun tidak dijumpai satu orang pun di kantor TNBBS lalu ada yang memprovokasi sehingga warga tersulut emosi.

Adapula yang menyebut bahwa pembakaran kantor TNBBS Resort Suoh dilakukan oleh beberapa orang saja dan ratusan warga lainnya yang hadir dilokasi kejadian hanya menonton.

Kasat Reskrim Polres Lampung Barat Iptu Juherdi Sumandi, S.H., mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widiya Muharom S.H.,S.I.K., menghimbau untuk masyarakat Suoh agar tidak terprovokasi karena masyarakat Suoh selama ini dikenal damai, tentram dan tidak pernah anarkis.

"Kita tahu lah bahwa masyarakat Suoh selama ini tidak pernah melakukan perbuatan anarkis, seperti yang terjadi saat ini," kata Juherdi.

Juherdi mengaku bahwa pihaknya sedang mengkaji penyebab daripada pembakaran kantor TNBBS, karena menurut dirinya bahwa kantor yang dirusak oleh massa tidak lantas membuat Harimau itu tertangkap.

"Kita sedang mengkaji penyebabnya, apa yang menjadi kekecewaannya, karena masyarakat Suoh ini kita tahu adalah masyarakat yang damai, tentram dan saya mengharap agar masyarakat tidak mudah terbujuk oleh segelintir orang yang memanfaatkan situasi ini," pungkas Kasat Reskrim Polres Lampung Barat saat dijumpai di ruang kerjanya. Kamis (14/3/2024). (Surya)

Rabu, 13 Maret 2024

Tim Rescue Harimau dari Taman Safari sudah Tiba, Ini Pesan Kapolres Lampung Barat



GK, Lampung Barat — Tim Rescue Harimau dari Taman Safari Indonesia (TSI) sudah berada atau tiba di Lampung Barat dan silaturahmi ke Polres Lampung Barat. Rabu (13/03/2024)

Tim terdiri dari 4 orang yang masing-masing mempunyai keahlian khusus dalam menangani binatang buas seperti Harimau. Keahlian tersebut diantaranya adalah Sniper/penembak obat bius, Pawang Harimau (pakar telepati harimau), Ahli peta serta Dokter Hewan yang semuanya telah memiliki jam terbang cukup tinggi dalam upaya penanganan Harimau.

Tim datang ke Polres Lampung Barat bersama dengan tim satgas yang sebelumnya sudah menangani Harimau yang memakan korban di Suoh diantaranya BKSDA Bengkulu-Lampung dan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Tim disambut Langsung oleh Kapolres Lampung Barat Akbp Ryky Widya Muharam, S.H.,S.Ik diruang kerjanya.

Sebagai pembukaan perwakilan tim memperkenalkan diri kepada Kapolres dan menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungan tim ke Polres Lampung Barat.

“Maksud kedatangan kami kesini ingin memperkenalkan diri bahwa kami dari Taman safari Indonesia pak, kami pernah menangani beberapa konflik manusia dengan harimau. dan kebetulan salah satu dari kami dulu pernah menangani konflik harimau dengan manusia di Talang 5 dan kebun tebu Sumber jaya namun saya lupa tahunnya, dan Alhamdulillah dapat tertangkap. Dan semoga kali ini tim kami juga dapat secepatnya menangkap harimau di Suoh,” ujar salah satu tim kepada Kapolres

Disisi Lain Kapolres menyambut dengan gembira kedatangan tim dari taman safari Indonesia tersebut. Kapolres meminta kepada tim untuk bertindak cepat dan segera membuat trik jitu agar harimau dapat segera tertangkap dan tidak kembali memakan korban.

“Kami ucapkan selamat datang bapak-bapak dari taman safari Indonesia, harapan kami sangat besar terhadap kehadiran bapak-bapak dalam menangani konflik manusia dengan harimau di Suoh. Lakukan upaya cepat dan akurat dalam misi penanganan ini supaya tidak timbul korban baru karena sampai saat ini sudah ada 4 korban. Dua orang meninggal dunia, satu orang selamat dan satu lagi luka serius. dan Pihak Kami Polres Lampung Barat akan membantu pengamanan tim dalam misi ini,” pesan Kapolres kepada Tim Rescue.

Dalam melakukan upaya penangkapan Harimau tersebut tim mengaku telah menyiapkan trik khusus salah satunya dengan membuat box trab ( kandang jebak) secara alami yang terbuat dari papan atau dibuat senatural mungkin. karena dengan metode kandang jebak menggunakan besi kurang efektif karena naluri harimau tidak mau memasuki kandang yang terbuat dari bahan besi atau logam. selain itu mereka akan melakukan penembakan bius jika dimungkinkan tentunya dengan perhitungan yang matang.

Selama tim menjalankan misi dibantu dengan tim satgas yang telah dibentuk, tim dari Taman Safari menghimbau kepada masyarakat sementara waktu mohon kerjasamanya untuk mensterilkan lokasi yang menjadi zona teritori dari harimau yang memakan korban di wilayah Suoh. Semoga dengan kedatangan Tim Rescue dari Taman Safari Indonesia dapat segera menangkap harimau tersebut sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti sediakala. (**)

Senin, 11 Maret 2024

Kapolres Lampung Barat Turun Langsung Tangani Konflik Suoh



GK, Lampung Barat — Kepala Kepolisian Resor Lampung Barat Akbp Ryky Widya Muharam, S.H.,S.Ik. Turun langsung menangani konflik dengan hewan buas harimau dan gajah yang berujung pembakaran kantor Resort Kehutanan Suoh. Senin (11/03/24)

Kejadian bermula ketika seorang warga pekon Sukamarga kecamatan Suoh bernama Samanan (41) kembali diserang oleh binatang buas harimau saat bekerja di kebun. Namun korban berhasil melarikan diri dan langsung dibawa ke puskesmas suoh hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Liwa.

Atas kejadian tersebut warga berdatangan ke puskesmas Suoh dan selanjutnya ingin menanyakan ke Resor Kehutanan Suoh. Namun karena tidak mendapat tanggapan dari pihak Resor Kehutanan Suoh hingga warga melakukan pengerusakan dan pembakaran terhadap kantor milik kehutanan Suoh.

Menindaklanjuti kejadian tersebut Kapolres Lampung Barat dan Dandim 0422 Lambar langsung menuju TKP dan menemui warga guna melakukan mediasi dan menciptakan kondisi agar situasi tetap kondusif.

Kapolres menyampaikan bahwa sangat menyayangkan atas kejadian pengerusakan resor kehutanan suoh yang seharusnya tidak dilakukan.
“ kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa korban. Namun kami juga menyayangkan kejadian pengerusakan yang dilakukan oleh warga. Kami Polres dan kodim 0422 lambar bukan kami telah berupaya, kami telah membentuk satgas dan tim untuk pemburuan binatang buas,” ujar Kapolres

“Para peratin minta tolong sampaikan kepada masyarakat, tolong jaga kondusifitas, saat ini aparat pemerintah termasuk TNI POLRI telah melakukan upaya upaya. Kita sama sama berusaha mencari binatang tersebut supaya situasi cepat kondusif, jika dalam keadaan mengancam jiwa manusia, silahkan untuk dilakukan tindakan represif terhadap harimau tersebut,” lanjut Kapolres.

Anggota DPRD kabupaten Lampung Barat dapil 5 Sugeng Hari mewakili warga suoh meminta kepada Satgas untuk melakukan eksekusi terhadap harimau tersebut.

“Kami warga Suoh setelah adanya korban lagi hari ini, kami meminta kepada aparat dalam hal ini Team Satgas untuk segera dilakukan tindakan tegas kepada harimau tersebut,” kata sugeng

Terakhir kapolres menyampaikan kepada masyarakat agar tidak berbuat yang anakis lagi, kita sama sama berupaya sekuat tenaga untuk manangani konflik harimau dengan manusia.

“Saya minta kepada seluruh warga suoh untuk tidak berbuat anarkis dan saling menyalahkan, kita sama sama berupaya sekuat tenaga supaya konflik ini segera berakhir,” tutup kapolres. (Red/rls)

Kamis, 22 Februari 2024

Polres Lampung Barat dan Kodim 0422 bentuk Tim Gabungan, Pasang Kandang Jebakan Evakuasi Harimau Sumatera



GK, Lampung Barat - Tim gabungan dari anggota TNI Polri, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS), Mitra WCS, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Kecamatan hingga Pekon (Desa) dan masyarakat membentuk tim evakuasi harimau sumatera.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti peristiwa yang menimpa warga Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, yang tewas mengenaskan karena serangan harimau sumatera. Pihaknya membentuk sejumlah tim melakukan evakuasi terhadap hewan buas yang meresahkan warga itu.

Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widya Muharam mengatakan petugas gabungan telah melakukan rembuk terkait rencana evakuasi harimau sumatera di rumah Peratin (Kepala Desa) Bumi Hantatai bernama Sahrudin, terdapat beberapa langkah yang diambil upaya evakuasi harimau.

"Berdasarkan hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa pemerintah Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) segera membuat surat himbauan ke masyarakat yang memiliki kebun di sekitar TNBBS jangan melakukan aktivitas sementara waktu," kata dia kepada wartawan, Kamis (22/2/2024).

Kemudian pihak BKSDA, BBTNBBS dibantu Kodim 0422/LB dan jajaran Polres Lampung Barat membentuk tim khusus untuk melakukan pemasangan kandang jebakan yang dibawa oleh BKSDA seksi lll Lampung untuk menangkap dan evakuasi harimau dari wilayah setempat.

Selain membentuk tim pemasangan, mereka pihaknya juga membentuk tim untuk memantau keberadaan harimau memastikan hewan buas tersebut bisa masuk kandang jebakan yang telah dipasang agar evakuasi terhadap harimau bisa berjalan maksimal.

"Kita juga telah membentuk tim pendukung guna memaksimalkan keberhasilan evakuasi harimau yang telah menyerang warga tersebut, sehingga kita berharap langkah yang telah kita buat bersama tim gabungan bisa membuahkan hasil yang maksimal," pungkasnya. (red/rls)

Warga Suoh Diterkam Harimau, Korban Tewas Mengenaskan



GK, Lampung Barat — Kepolisian Sektor Suoh melakukan pencarian dan evakuasi Korban hilang akibat di terkam binatang buas dan diperkirakan harimau. Kamis (22/02/24)

Korban S(28) merupakan warga Dusun Peninjauan Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh Kabupaten Lampung Barat. Kejadian Bermula Pada hari Rabu tanggal 21 Februari 2024 Pukul 17.00 WIB, Sdr. (B), dan Sdr. (S) Yang merupakan kakak ipar korban melakukan pencarian terhadap korban yang sebelumnya berpamitan ke kebun pada hari Rabu Pagi tgl 21 Februari 2024 sekira pulul 08.30 wib namun sampai pukul 17.30 wib korban tidak kunjung pulang. Kemudian dicari ke kebun hanya diketemukan tangki semprot milik korban yg sudah rusak, dan selanjutnya saudara (S) dan (B) melapor ke kepala Dusun Peninjauan dan kemudian melapor ke Aparat Pekon Bumi Hantatai dan Polsek Suoh.

Berawal dari informasi orang hilang personel Polsek Suoh langsung menuju TKP di Dusun Peninjauan Pekon Bumi Hantatai. Tim Polsek yang dipimpin oleh Kapolsek Suoh langsung bergabung bersama warga untuk melakukan pencarian korban.


Pada hari Rabu tanggal 21 Februari 2024 Sekira pukul 23.00 Wib setelah hujan agak reda, Tim gabungan Polsek Suoh, Resort Kehutanan, Satgas Sahabat Satwa Lembah Suoh dan Mitra WCS dibantu warga dan keluarga korban menuju kesekitar kebun korban untuk melakukan pencarian. 

Kapolsek Suoh Iptu Edward Panjaitan mewakili Kapolres Lampung Barat Akbp Ryky Widya Muharam, S.H.,S.Ik. mengatakan bahwa pihaknya dibantu oleh satgas dan warga menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Pada hari Kamis tanggal 22 Februari 2024 sekitar pukul 02.00 Wib ditemukan jasad korban sekitar 300 Meter dari kebun korban dalam keadaan Meninggal Dunia dan organ tubuh sudah tidak utuh, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Puskesmas Bandar Negeri Suoh korban meninggal dunia diakibatkan oleh terkaman binatang buas. saat ini korban sudah di bawa kerumah duka dikediaman milik korban, keluarga sudah iklas dan menolak untuk dilakukan outopsi terhadap korban,” ungkap Kapolsek.

Adapun upaya yang dilakukan oleh Polsek suoh yaitu Melakukan Koordinasi dengan Resor Kehutanan Suoh dan BKSDA Bengkulu guna penanganan Satwa Liar disekitar Kebun Warga dan diusahakan untuk Evakuasi satwa yang dimaksud agar tidak terjadi lagi kejadian yang memakan korban. (Red/rls)