Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Suoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2024

Suara Dentuman Terdengar dari Kawah Keramikan di Suoh, Kapolsek Minta Warga Tak Panik



GK, Lampung Barat – Kawah Keramikan di Suoh Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung atau biasa di sebut sebagai kawah Nirwana Suoh mengalami erupsi, Jumat, 24 Mei 2024 pagi, sekitar pukul 08.30 WIB.

Kawah Keramikanyang merupakan kawasan wisata Andalan Kabupaten Lampung Barat itu itu mengeluarkan suara dentuman keras seperti suara letusan hingga tiga kali dan mengeluarkan material pasir, lahar hingga asap tebal, wedhus gembel.

Atas Kejadian Tersebut Kapolsek Bandar Negeri Suoh (BNS), Iptu Edwar Panjaitan mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widiya Muharram, minghimbau Agar warga tidak panik dan tetap waspada.

"Kawah Keramikan mengalami erupsi dan telah terjadi letusan sebanyak 3 kali tadi pagi. Kami menghimbau warga agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan, Saat ini kami sudah berkordinasi dengan instansi terkait serta melaporkan kejadian ini kepada pimpinan." ujarnya.


Diketahui, Kawah Kramikan meletus tiga kali pagi tadi. Letusan pertama mengeluarkan sejenis pasir, letusan kedua mengeluarkan lahar, dan letusan ketiga, paling keras, mengeluarkan asap tebal seperti wedhus gembel.

Saat Ini pihak Polsek Suoh masih berjaga dan memantau situasi disekitar letusan. Hingga berita ini diturunkan, dilokasi letusan terpantau sudah normal dan kondusif namun petugas melarang warga untuk tidak masuk ke area kawasan letusan dan tidak mendekati lokasi dengan radius 1 (satu) Kilo Meter. (Red/rls)

Rabu, 22 Mei 2024

Pj Bupati Lambar Sampaikan Apresiasi Keberhasilan Tim Satgas Tangkap Harimau Pemangsa Manusia Hidup-hidup



GK, Lampung Barat - Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung Drs. Nukman M.M memberi apresiasi kepada Tim Satgas atas keberhasilannya menangkap se ekor harimau pemangsa manusia di kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) dalam keadaan sehat (hidup). 

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat saya menyampaikan apresiasi sekaligus terimakasih kepada pihak TNI, POLRI, BKSDA, Polhut, serta masyarakat yang sudah bergotong-royong tanpa mengenal waktu dan lelah menangkap harimau yang sudah meresahkan warga khususnya Suoh dan BNS," ungkap Nukman Rabu (22/05/2024). 

"Usaha memang tidak akan pernah menghianati hasil," lanjutnya. 

Ia mengimbau kepada seluruh warga masyarakat terutama yang berada di Suoh dan BNS agar tetap waspada pada saat melaksanakan aktifitas seperti biasanya.

"Tetap waspada mengingat Suoh dan BNS merupakan berbatasan dengan kawasan TNBBS," ujarnya 

"Alhamdulillah hewan buas yang meneror warga Suoh dan BNS selama ini sudah tertangkap. Semoga masyarakat dapat melaksanakan aktifitas seperti biasanya kembali," terangnya

"Namun saya menghimbau agar tetap waspada mengingat belum dapat dipastikan, apakah hewan tersebut yang pernah memangsa warga beberapa waktu lalu atau bukan," sambungnya. 

"Semoga harimau ini memang benar harimau yang kita cari selama ini," masih kata Nukman. 

Nukman menyatakan, pasca tertangkapnya harimau ini, ia berharap tim Satgas masih akan memonitor dan mengawasi daerah-daerah yang telah di lewati harimau tersebut guna untuk menetralisir kembali situasi yang sempat membuat warga takut beraktifitas.

Nukman juga mengingatkan agar masyarakat dapat menjaga kelestarian hutan supaya hal seruapa tidak terulang kembali. 

"Kita semua juga harus bisa menjaga kelestarian lingkungan terutama hutan yang merupakan habitat atau rumah dari Harimau Sumatera," paparnya. 

"Karena salah satu penyebab harimau masuk di pemukiman warga habitat meraka sudah semakin berkurang," tutupnya. (Red)

Akhirnya, Harimau Pemangsa Manusia Berhasil Ditangkap Tim Gabungan Penanganan Satwa



GK, Lampung Barat — Tim gabungan penanganan satwa liar (harimau) yang terdiri dari TNI, Polri, kehutanan, BKSDA, Tim taman Safari telah berhasil manangkap harimau sumatera yang memangsa manusia di Suoh Lampung Barat beberapa waktu yang lalu. Rabu 22/05/2024.

Nampak seekor harimau masuk kedalam kandang jebak berwarna hijau yang telah dipasang oleh tim gabungan sebelumnya di dusun melebuy pekon tembelang kecamatan bandar negeri suoh kabupaten lampung barat.

Diperkirakan harimau masuk kedalam kandang jebak sekitar pukul 04.10 wib dini hari waktu setempat.


Kapolsek Suoh Iptu Edwar Panjaitan mewakili Kapolres Lampung Barat Akbp Ryky Widya Muharam mengatakan bahwa benar saat ini harimau telah tertangkap dan masuk kedalam kandang jebak.

“Ya benar harimau sudah tertangkap, masuk kedalam kandang jebak saat ini pukul 05.00 masih menunggu tim tembak bius untuk melakukan pembiusan,” ujar Kapolsek


Pukul 06.30 wib tim gabungan sudah berkumpul di lokasi dan bersiap akan melakukan pembiusan dan selanjutnya akan segera mengevakuasi hewan liar tersebut.

“Tadi pukul 06.30 tim pembius sudah datang, dan akan segera melakukan pembiusan, kemudian nanti tim akan segera mengevakusi hewan tersebut naik keatas,” lanjut Kapolsek.


Selanjutnya belum diketahui hewan tersebut akan dievakuasi atau diamankan kemana menurut Kapolsek masih menunggu koordinasi dengan Tim.

“Kita belum simpulkan hewan tersebut akan dievakuasi kemana, kita masih menunggu musyawarah atau petunjuk lebih lanjut,” tutup Kapolsek. (Red)

Jumat, 05 April 2024

Tim Gabungan Polres Lampung Barat dan Tim Sar Lakukan Penyisiran Way Semaka Cari Korban Hanyut



GK, Lampung Barat — Tim gabungan Polres Lampung Barat dan Tim sar kabupaten Lampung barat terus melakukan pencarian terhadap korban hanyut terbawa arus sungai Way Semaka Suoh. Jum’at (05/04/2024)

Ini merupakan hari pertama pencarian, sebelumnya telah dilakukan pencarian yaitu Kamis malam 04/04/2024, namun dihentikan mengingat hari sudah larut ditambah cuaca yang kurang bersahabat.

Kasat Samapta Polres Lampung Barat Iptu Sadarudin mewakili kapolres Lampung Barat Akbp Ryky Widya Muharam, S.H.,S.Ik mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan beberapa personel dan juga peralatan untuk melakukan pencarian.

“Kami dari Sat Samapta Polres Lampung Barat sebanyak 10 personel bekerja sama dengan Tim Sar hari ini melakukan penyisiran sungai, namun tadi sekitar pukul 15.00 wib pencarian kami hentikan mengingat cuaca hujan dan arus sungai mulai deras,” ujar Sadarudin.


Menurut Sadarudin bahwa hari ini telah dilakukan penyisiran sungai kurang lebih 9 kilometer atau sekitar 6 jam namun sampai saat ini korban belum berhasil ditemukan.

“Hari ini tadi kita menyisiri sungai sepanjang 9 kilometer atau selama 6 jam mencari korban, namun korban belum berhasil ditemukan, kita akan lanjutkan pencarian korban esok, Sabtu (06/04/2024),” tutupnya. (Red/rls)

Kamis, 14 Maret 2024

Banyak Isu Berkembang Pasca Pembakaran Kantor TNBBS Resort Suoh, Kasat Reskrim Imbau Warga tidak Terprovokasi



GK, Lampung Barat - Berbagai isu mulai berkembang pasca aksi massa yang berujung pembakaran kantor Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Suoh, Kabupaten Lampung Barat pada Senin (11/3/2024) lalu.

Ada yang menyebutnya sebagai bentuk kekecewaan masyarakat atas kinerja tim pemburu harimau yang tidak kunjung berhasil dan akhirnya harimau kembali menerkam warga.

Pendapat lain ada yang berspekulasi bahwa pembakaran kantor TNBBS disebabkan berawal dari kedatangan masyarakat yang ingin mendapat penjelasan namun tidak dijumpai satu orang pun di kantor TNBBS lalu ada yang memprovokasi sehingga warga tersulut emosi.

Adapula yang menyebut bahwa pembakaran kantor TNBBS Resort Suoh dilakukan oleh beberapa orang saja dan ratusan warga lainnya yang hadir dilokasi kejadian hanya menonton.

Kasat Reskrim Polres Lampung Barat Iptu Juherdi Sumandi, S.H., mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widiya Muharom S.H.,S.I.K., menghimbau untuk masyarakat Suoh agar tidak terprovokasi karena masyarakat Suoh selama ini dikenal damai, tentram dan tidak pernah anarkis.

"Kita tahu lah bahwa masyarakat Suoh selama ini tidak pernah melakukan perbuatan anarkis, seperti yang terjadi saat ini," kata Juherdi.

Juherdi mengaku bahwa pihaknya sedang mengkaji penyebab daripada pembakaran kantor TNBBS, karena menurut dirinya bahwa kantor yang dirusak oleh massa tidak lantas membuat Harimau itu tertangkap.

"Kita sedang mengkaji penyebabnya, apa yang menjadi kekecewaannya, karena masyarakat Suoh ini kita tahu adalah masyarakat yang damai, tentram dan saya mengharap agar masyarakat tidak mudah terbujuk oleh segelintir orang yang memanfaatkan situasi ini," pungkas Kasat Reskrim Polres Lampung Barat saat dijumpai di ruang kerjanya. Kamis (14/3/2024). (Surya)

Rabu, 13 Maret 2024

Pj. Bupati Lampung Barat beserta Jajaran Besuk Korban Luka diserang Harimau



GK, Lampung Barat - Penjabat (Pj) Bupati Lampung Barat Drs. Nukman M.M bersama jajaran membesuk Samanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimuddin Umar, Rabu 13 Maret 2024.

Samanan (41) warga Pekon (Desa) Sukamarga, Kecamatan Suoh merupakan salah satu dari tiga orang korban yang mengalami luka akibat diserang harimau beberapa hari yang lalu di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS).

Dalam Kesempatan itu, Pj Bupati Lampung Barat Drs. Nukman M.M didampingi jajaran menyerahkan langsung uang santunan kepada keluarga korban senilai Rp. 10.000.000. Bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Gerakan Pramuka Kabupaten setempat.

Nukman meminta pihak keluarga agar tabah dan ikhlas dalam mengahadapi musibah tersebut "Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tidak akan tinggal diam, selalu akan berupaya penuh untuk menangani masalah yang sudah membuat masyarakat resah belakangan ini," kata Nukman seraya mengajak korban bercanda agar korban tidak trauma. 

"Kami sudah bergerak dengan mendatangkan tim rescue harimau dari taman safari dan pihak balai BKSDA Bengkulu untuk menangani permasalahan ini," terangnya. 

Oleh karena itu, orang nomor satu di Lampung Barat itu menekankan kepada masyarakat supaya mengikuti aturan yang telah ditentukan pihak tim taman safari dan BKSDA agar kemelut yang menyelimuti masyarakat Suoh dan Bns selama ini dapat terselesaikan. 

"Selama dalam proses pencarian oleh tim gabungan diharapkan tidak ada aktivitas masyarakat berkebun, harus steril demi kelancaran penangkapan dan keselamatan masyarakat," terangnya. 

"Mereka yang lebih paham dalam menangani permasalahan seperti ini maka kita harus mengikuti aturan dan teknis yang sudah ditentukan oleh meraka," sambungnya.

Terkait dengan logistik masyarakat dalam masa penangkapan raja hutan tersebut, Nukman menuturkan pihaknya akan selalu berupaya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Mengingat dalam proses masa penangkapan masyarakat dilarang untuk melakukan aktivitas berkebun maka terkait makanan mereka kami Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan selalu berupaya untuk mencari solusinya," ujarnya. 

Terakhir, dirinya berharap musibah seperti ini ke kedepannya tidak akan terjadi lagi"Alhamdulillah pak Samanan selamat dari musibah tersebut, semoga ke depannya kejadian-kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali," tutupnya. 

Sementara, ketua Baznas Lampung Barat Abdul Rosid yang juga turut hadir mendampingi penyerahan tersebut menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa atas musibah yang menimpa korban.

"Baznas dengan tulus menyatakan komitmen lembaganya dalam membantu masyarakat yang terdampak, tidak terkecuali masyarakat yang terkena musibah seperti konflik dengan satwa liar," paparnya.

"Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan keluarga korban, membantu mereka bangkit dan kembali mengarungi kehidupan dengan semangat yang teguh," sambungnya.

Diketahui, belakangan ini masyarakat Lampung Barat khususnya masyarakat Kecamatan Suoh dan Bns diresahkan oleh teror hewan buas Harimau. Bahkan sudah menelan dua orang korban akibat keganasan raja hutan tersebut.

Sahri (28) warga Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh ditemukan meninggal dunia diduga dimangsa harimau pada 21 Februari 2024 lalu dan Gunarso warga Pemangku Sumber Agung II Pekon Sumber Agung Kecamatan Suoh, Kamis (08/02/2024) ditemukan masyarakat meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan disebuah lahan perkebunan. Melihat kondisi luka yang dialami Gunarso warga menduga akibat terkaman hewan buas. (Red/rls)

Tim Rescue Harimau dari Taman Safari sudah Tiba, Ini Pesan Kapolres Lampung Barat



GK, Lampung Barat — Tim Rescue Harimau dari Taman Safari Indonesia (TSI) sudah berada atau tiba di Lampung Barat dan silaturahmi ke Polres Lampung Barat. Rabu (13/03/2024)

Tim terdiri dari 4 orang yang masing-masing mempunyai keahlian khusus dalam menangani binatang buas seperti Harimau. Keahlian tersebut diantaranya adalah Sniper/penembak obat bius, Pawang Harimau (pakar telepati harimau), Ahli peta serta Dokter Hewan yang semuanya telah memiliki jam terbang cukup tinggi dalam upaya penanganan Harimau.

Tim datang ke Polres Lampung Barat bersama dengan tim satgas yang sebelumnya sudah menangani Harimau yang memakan korban di Suoh diantaranya BKSDA Bengkulu-Lampung dan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Tim disambut Langsung oleh Kapolres Lampung Barat Akbp Ryky Widya Muharam, S.H.,S.Ik diruang kerjanya.

Sebagai pembukaan perwakilan tim memperkenalkan diri kepada Kapolres dan menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungan tim ke Polres Lampung Barat.

“Maksud kedatangan kami kesini ingin memperkenalkan diri bahwa kami dari Taman safari Indonesia pak, kami pernah menangani beberapa konflik manusia dengan harimau. dan kebetulan salah satu dari kami dulu pernah menangani konflik harimau dengan manusia di Talang 5 dan kebun tebu Sumber jaya namun saya lupa tahunnya, dan Alhamdulillah dapat tertangkap. Dan semoga kali ini tim kami juga dapat secepatnya menangkap harimau di Suoh,” ujar salah satu tim kepada Kapolres

Disisi Lain Kapolres menyambut dengan gembira kedatangan tim dari taman safari Indonesia tersebut. Kapolres meminta kepada tim untuk bertindak cepat dan segera membuat trik jitu agar harimau dapat segera tertangkap dan tidak kembali memakan korban.

“Kami ucapkan selamat datang bapak-bapak dari taman safari Indonesia, harapan kami sangat besar terhadap kehadiran bapak-bapak dalam menangani konflik manusia dengan harimau di Suoh. Lakukan upaya cepat dan akurat dalam misi penanganan ini supaya tidak timbul korban baru karena sampai saat ini sudah ada 4 korban. Dua orang meninggal dunia, satu orang selamat dan satu lagi luka serius. dan Pihak Kami Polres Lampung Barat akan membantu pengamanan tim dalam misi ini,” pesan Kapolres kepada Tim Rescue.

Dalam melakukan upaya penangkapan Harimau tersebut tim mengaku telah menyiapkan trik khusus salah satunya dengan membuat box trab ( kandang jebak) secara alami yang terbuat dari papan atau dibuat senatural mungkin. karena dengan metode kandang jebak menggunakan besi kurang efektif karena naluri harimau tidak mau memasuki kandang yang terbuat dari bahan besi atau logam. selain itu mereka akan melakukan penembakan bius jika dimungkinkan tentunya dengan perhitungan yang matang.

Selama tim menjalankan misi dibantu dengan tim satgas yang telah dibentuk, tim dari Taman Safari menghimbau kepada masyarakat sementara waktu mohon kerjasamanya untuk mensterilkan lokasi yang menjadi zona teritori dari harimau yang memakan korban di wilayah Suoh. Semoga dengan kedatangan Tim Rescue dari Taman Safari Indonesia dapat segera menangkap harimau tersebut sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti sediakala. (**)

Kamis, 22 Februari 2024

Polres Lampung Barat dan Kodim 0422 bentuk Tim Gabungan, Pasang Kandang Jebakan Evakuasi Harimau Sumatera



GK, Lampung Barat - Tim gabungan dari anggota TNI Polri, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS), Mitra WCS, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Kecamatan hingga Pekon (Desa) dan masyarakat membentuk tim evakuasi harimau sumatera.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti peristiwa yang menimpa warga Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, yang tewas mengenaskan karena serangan harimau sumatera. Pihaknya membentuk sejumlah tim melakukan evakuasi terhadap hewan buas yang meresahkan warga itu.

Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widya Muharam mengatakan petugas gabungan telah melakukan rembuk terkait rencana evakuasi harimau sumatera di rumah Peratin (Kepala Desa) Bumi Hantatai bernama Sahrudin, terdapat beberapa langkah yang diambil upaya evakuasi harimau.

"Berdasarkan hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa pemerintah Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) segera membuat surat himbauan ke masyarakat yang memiliki kebun di sekitar TNBBS jangan melakukan aktivitas sementara waktu," kata dia kepada wartawan, Kamis (22/2/2024).

Kemudian pihak BKSDA, BBTNBBS dibantu Kodim 0422/LB dan jajaran Polres Lampung Barat membentuk tim khusus untuk melakukan pemasangan kandang jebakan yang dibawa oleh BKSDA seksi lll Lampung untuk menangkap dan evakuasi harimau dari wilayah setempat.

Selain membentuk tim pemasangan, mereka pihaknya juga membentuk tim untuk memantau keberadaan harimau memastikan hewan buas tersebut bisa masuk kandang jebakan yang telah dipasang agar evakuasi terhadap harimau bisa berjalan maksimal.

"Kita juga telah membentuk tim pendukung guna memaksimalkan keberhasilan evakuasi harimau yang telah menyerang warga tersebut, sehingga kita berharap langkah yang telah kita buat bersama tim gabungan bisa membuahkan hasil yang maksimal," pungkasnya. (red/rls)

Warga Suoh Diterkam Harimau, Korban Tewas Mengenaskan



GK, Lampung Barat — Kepolisian Sektor Suoh melakukan pencarian dan evakuasi Korban hilang akibat di terkam binatang buas dan diperkirakan harimau. Kamis (22/02/24)

Korban S(28) merupakan warga Dusun Peninjauan Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh Kabupaten Lampung Barat. Kejadian Bermula Pada hari Rabu tanggal 21 Februari 2024 Pukul 17.00 WIB, Sdr. (B), dan Sdr. (S) Yang merupakan kakak ipar korban melakukan pencarian terhadap korban yang sebelumnya berpamitan ke kebun pada hari Rabu Pagi tgl 21 Februari 2024 sekira pulul 08.30 wib namun sampai pukul 17.30 wib korban tidak kunjung pulang. Kemudian dicari ke kebun hanya diketemukan tangki semprot milik korban yg sudah rusak, dan selanjutnya saudara (S) dan (B) melapor ke kepala Dusun Peninjauan dan kemudian melapor ke Aparat Pekon Bumi Hantatai dan Polsek Suoh.

Berawal dari informasi orang hilang personel Polsek Suoh langsung menuju TKP di Dusun Peninjauan Pekon Bumi Hantatai. Tim Polsek yang dipimpin oleh Kapolsek Suoh langsung bergabung bersama warga untuk melakukan pencarian korban.


Pada hari Rabu tanggal 21 Februari 2024 Sekira pukul 23.00 Wib setelah hujan agak reda, Tim gabungan Polsek Suoh, Resort Kehutanan, Satgas Sahabat Satwa Lembah Suoh dan Mitra WCS dibantu warga dan keluarga korban menuju kesekitar kebun korban untuk melakukan pencarian. 

Kapolsek Suoh Iptu Edward Panjaitan mewakili Kapolres Lampung Barat Akbp Ryky Widya Muharam, S.H.,S.Ik. mengatakan bahwa pihaknya dibantu oleh satgas dan warga menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Pada hari Kamis tanggal 22 Februari 2024 sekitar pukul 02.00 Wib ditemukan jasad korban sekitar 300 Meter dari kebun korban dalam keadaan Meninggal Dunia dan organ tubuh sudah tidak utuh, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Puskesmas Bandar Negeri Suoh korban meninggal dunia diakibatkan oleh terkaman binatang buas. saat ini korban sudah di bawa kerumah duka dikediaman milik korban, keluarga sudah iklas dan menolak untuk dilakukan outopsi terhadap korban,” ungkap Kapolsek.

Adapun upaya yang dilakukan oleh Polsek suoh yaitu Melakukan Koordinasi dengan Resor Kehutanan Suoh dan BKSDA Bengkulu guna penanganan Satwa Liar disekitar Kebun Warga dan diusahakan untuk Evakuasi satwa yang dimaksud agar tidak terjadi lagi kejadian yang memakan korban. (Red/rls)

Jumat, 09 September 2022

Diduga Gunakan Narkoba, Seorang Pemuda Asal Suoh di Tangkap Polisi



GK, Lampung Barat -- Satuan Narkoba Polres Lampung Barat Polda Lampung, telah berhasil menangkap terduga pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu di Pekon Banding agung Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat, Jumat (09/09/2022)

Terduga pelaku AM (36) telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 Ayat 1 atau Pasal 112 Ayat 1 Undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.


Kasat Narkoba Polres Lampung Barat Iptu Juherdi,S.H. mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Heri Sugeng Priyantho,S.Ik.,M.H menjelaskan bahwa Pada hari kamis tanggal 08 September 2022 , Anggota Sat Narkoba Polres Lampung Barat mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya orang yang memiliki atau penyalahgunaan narkoba di Pekon Banding agung Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat.


"Selanjutnya dengan adanya informasi tersebut anggota sat Narkoba Polres Lampung Barat melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi tersebut kemudian pada hari Kamis tanggal 08 September 2022 sekira jam 07.30 WIB Sat Narkoba Polres Lampung Barat berhasil mengamankan seseorang yang diketahui bernama AM (36)," terang Kasat

"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 buah plastik klip berukuran sedang yang didalamnya terdapat 2 buah plastik klip kecil berisi Narkotika Jenis Sabu dan 1 unit handphone merek NOKIA warna hitam ditemukan di kantong celana sebelah kanan,"Lanjutnya.

Selanjutnya pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polres Lampung Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Yent)

Sabtu, 26 Februari 2022

Brimob Lampung Lakukan Pengamanan dan Evakuasi Benda yang Menyerupai Bom


GK, Lambar - Sabtu dini hari 26/02/2022, Unit Jibom kembali bergerak cepat sesuai perintah dari Komandan Satuan KBP Wahyu Widiarso Suprapto, S.IK., M.Si. perihal Permintaan Bantuan Unit Jibom Detasemen Gegana oleh Kapolres Lampung Barat tentang temuan Satu (1)Barang/Benda yang menyerupai BOM hasil temuan warga an. Bpk Makun di tengah jalan yang terbungkus dalam kardus di Ds. Sidorejo Pekon Sukamarga Kec. Bandar Negeri Suoh Kab. Lampung Barat.

Giat ini dipimpin langsung oleh Kasubden Jibom Akp Mantun Manik dibantu beberapa personel jibom pada pelaksanaan pengamanan dan evakuasi. Dikarenakan benda/barang yang menyerupai Bom yang ditemukan warga ini merupakan buatan (rakitan) atau yang biasa disebut Home made Bom dan disimpulkan untuk mengurangi resiko maka harus dilaksanakan Penguraian sesuai perintah Pimpinan dan langsung berkordinasi dengan Kapolsek Bandar Negeri Souh Iptu Abu Bakar untuk pelaksanaan Penguraian.



Sebelum pelaksanaan Penguraian Kasubden Jibom melakukan app pembagian tugas Penguraian Benda/ Barang yang menyerupai BoM merujuk ke SOP Unit Jibom guna mengantisipasi segala tindak kemungkinan yang akan terjadi.

Saat pelaksanaan Penguraian pun berjalan dengan aman dan lancar & sudah dapat dipastikan bahwa Benda/ Barang yang menyerupai BOM di Nyatakan MUSNAH & hasil Analisa bahwa Tidak ditemukan adanya unsur BOM (Bukan Rangkain Bom) selanjutnya Barang Bukti di serahkan ke Kanit Res Polsek BNS yang disaksikan langsung oleh Kapolres Lampung Barat Akbp Hadi Saeful Rahman, S.IK. sebagai pertanggung jawaban kepimpinan. [Red]

Jumat, 29 Oktober 2021

Raja Sekala Brak Kepaksian Belunguh Yanuar Firmansyah: Kapolda Tangkap Dong Pelaku Ilegal Logging di Register 39


Bandar Lampung - Tidak ada warga Indonesia ini yang merasa dirinya istimewa dan kebal hukum, khususnya di Bumi Lampung, apalagi seenaknya melakukan perambahan hutan dan ilegal loging, ujar Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti Yang ke 27 kepada Gariskomando.com melalui pesan WhatsApp nya, Jum'at ( 29/10/2021).

"Saya perintahkan kepada masyarakat adat Lampung khususnya dari Buay Belunguh untuk bersama-sama bersinergi dengan pemerintah dan Aparat Penegak Hukum untuk menjaga kelestarian hutan kita, karena hutan ini adalah paru-paru dunia" tegasnya.

Sebagai salah satu Pemimpin Adat paksi Pak Sekala Brak, dia sangat prihatin dengan konflik yang terjadi antara gajah dan masyarakat suoh, hal tersebut dikarenakan rusaknya ekosistem dan habitat yang menjadi rumah bagi satwa liar dan dilindungi, namun sekarang habibat tersebut dirusak secara terang-terangan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi.

"Saya selaku salah satu pemimpin adat Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Buay Belunguh, merasa sangat prihatin atas terjadinya konflik antar Gajah dengan masyarakat di daerah Suoh Lampung Barat" ujarnya.

Bahkan Pun Yanuar sapaan akrab Suttan Junjungan Sakti Yang ke 27 tersebut, sangat mengecam keras atas perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang telah merusak ekosistem hutan terutama di register 39.

"Saya sangat menyayangkan dan mengecam keras atas perbuatan oknum-oknum yang telah merusak habitat hewan dan ekosistem hutan,Jangan karena merasa sudah kaya dan banyak backing aparat, terus semaunya merusak hutan" ucapnya. 

Selanjutnya Suttan Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Skala Brak tersebut menghimbau bahkan meminta kepada Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno untuk tidak ragu menangkap pelaku perusakan hutan dan ilegal logging di bumi Lampung ini.

"Kapolda tangkap dong pelaku ilegal logging diregister 39 Blok 5 Kem Pekon Gunung Doh bandar negeri Semuong, dan itu sudah viral di youtube, begitu kok belum ada tindakannya, apalagi jelas sekali bukti petunjuknya, jangan sampai ketika masyarakat adat yang menangkap dan terjadi konflik, Polda Lampung baru sibuk turun ke lapangan" ujar Pun Yanuar.

Lebih lanjut Pun Yanuar mengatakan bahwa Hutan Lindung ataupun Hutan Register adalah merupakan kewajiban kita semua untuk menjaga dan memelihara serta melestarikannya demi kehidupan anak cucu kita kedepannya.

"Saya selaku salah satu tokoh adat dilampung ini, mengajak semua lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga, merawat dan melestarikan hutan kita, karena itu adalah sumber kehidupan anak cucu kita nantinya" katanya.

Selain daripada itu Suttan Junjungan Sakti tersebut juga menghimbau kepada Pemerintah daerah dan Aparat Penegak Hukum, agar tidak tutup mata apalagi membiarkan oknum-oknum yang dengan sengaja membuat kerusakan hutan terutama hutan lindung atau Register.

"Saya selaku salah satu Tokoh Adat Lampung berharap sekaligus menghimbau kepada Pemerintah Daerah Lampung, maupun Pemerintah Daerah kabupaten Lampung Barat serta Aparat Penegak Hukum, agar tidak menutup mata apalagi membiarkan oknum-oknum yang akan merusak ekosistem hutan terutama hutan lindung atau Register" tutup Pun Yanuar. [Red]