Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Diterkam Harimau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diterkam Harimau. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2024

Banyak Isu Berkembang Pasca Pembakaran Kantor TNBBS Resort Suoh, Kasat Reskrim Imbau Warga tidak Terprovokasi



GK, Lampung Barat - Berbagai isu mulai berkembang pasca aksi massa yang berujung pembakaran kantor Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Suoh, Kabupaten Lampung Barat pada Senin (11/3/2024) lalu.

Ada yang menyebutnya sebagai bentuk kekecewaan masyarakat atas kinerja tim pemburu harimau yang tidak kunjung berhasil dan akhirnya harimau kembali menerkam warga.

Pendapat lain ada yang berspekulasi bahwa pembakaran kantor TNBBS disebabkan berawal dari kedatangan masyarakat yang ingin mendapat penjelasan namun tidak dijumpai satu orang pun di kantor TNBBS lalu ada yang memprovokasi sehingga warga tersulut emosi.

Adapula yang menyebut bahwa pembakaran kantor TNBBS Resort Suoh dilakukan oleh beberapa orang saja dan ratusan warga lainnya yang hadir dilokasi kejadian hanya menonton.

Kasat Reskrim Polres Lampung Barat Iptu Juherdi Sumandi, S.H., mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widiya Muharom S.H.,S.I.K., menghimbau untuk masyarakat Suoh agar tidak terprovokasi karena masyarakat Suoh selama ini dikenal damai, tentram dan tidak pernah anarkis.

"Kita tahu lah bahwa masyarakat Suoh selama ini tidak pernah melakukan perbuatan anarkis, seperti yang terjadi saat ini," kata Juherdi.

Juherdi mengaku bahwa pihaknya sedang mengkaji penyebab daripada pembakaran kantor TNBBS, karena menurut dirinya bahwa kantor yang dirusak oleh massa tidak lantas membuat Harimau itu tertangkap.

"Kita sedang mengkaji penyebabnya, apa yang menjadi kekecewaannya, karena masyarakat Suoh ini kita tahu adalah masyarakat yang damai, tentram dan saya mengharap agar masyarakat tidak mudah terbujuk oleh segelintir orang yang memanfaatkan situasi ini," pungkas Kasat Reskrim Polres Lampung Barat saat dijumpai di ruang kerjanya. Kamis (14/3/2024). (Surya)

Rabu, 13 Maret 2024

Pj. Bupati Lampung Barat beserta Jajaran Besuk Korban Luka diserang Harimau



GK, Lampung Barat - Penjabat (Pj) Bupati Lampung Barat Drs. Nukman M.M bersama jajaran membesuk Samanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimuddin Umar, Rabu 13 Maret 2024.

Samanan (41) warga Pekon (Desa) Sukamarga, Kecamatan Suoh merupakan salah satu dari tiga orang korban yang mengalami luka akibat diserang harimau beberapa hari yang lalu di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS).

Dalam Kesempatan itu, Pj Bupati Lampung Barat Drs. Nukman M.M didampingi jajaran menyerahkan langsung uang santunan kepada keluarga korban senilai Rp. 10.000.000. Bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Gerakan Pramuka Kabupaten setempat.

Nukman meminta pihak keluarga agar tabah dan ikhlas dalam mengahadapi musibah tersebut "Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tidak akan tinggal diam, selalu akan berupaya penuh untuk menangani masalah yang sudah membuat masyarakat resah belakangan ini," kata Nukman seraya mengajak korban bercanda agar korban tidak trauma. 

"Kami sudah bergerak dengan mendatangkan tim rescue harimau dari taman safari dan pihak balai BKSDA Bengkulu untuk menangani permasalahan ini," terangnya. 

Oleh karena itu, orang nomor satu di Lampung Barat itu menekankan kepada masyarakat supaya mengikuti aturan yang telah ditentukan pihak tim taman safari dan BKSDA agar kemelut yang menyelimuti masyarakat Suoh dan Bns selama ini dapat terselesaikan. 

"Selama dalam proses pencarian oleh tim gabungan diharapkan tidak ada aktivitas masyarakat berkebun, harus steril demi kelancaran penangkapan dan keselamatan masyarakat," terangnya. 

"Mereka yang lebih paham dalam menangani permasalahan seperti ini maka kita harus mengikuti aturan dan teknis yang sudah ditentukan oleh meraka," sambungnya.

Terkait dengan logistik masyarakat dalam masa penangkapan raja hutan tersebut, Nukman menuturkan pihaknya akan selalu berupaya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Mengingat dalam proses masa penangkapan masyarakat dilarang untuk melakukan aktivitas berkebun maka terkait makanan mereka kami Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan selalu berupaya untuk mencari solusinya," ujarnya. 

Terakhir, dirinya berharap musibah seperti ini ke kedepannya tidak akan terjadi lagi"Alhamdulillah pak Samanan selamat dari musibah tersebut, semoga ke depannya kejadian-kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali," tutupnya. 

Sementara, ketua Baznas Lampung Barat Abdul Rosid yang juga turut hadir mendampingi penyerahan tersebut menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa atas musibah yang menimpa korban.

"Baznas dengan tulus menyatakan komitmen lembaganya dalam membantu masyarakat yang terdampak, tidak terkecuali masyarakat yang terkena musibah seperti konflik dengan satwa liar," paparnya.

"Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan keluarga korban, membantu mereka bangkit dan kembali mengarungi kehidupan dengan semangat yang teguh," sambungnya.

Diketahui, belakangan ini masyarakat Lampung Barat khususnya masyarakat Kecamatan Suoh dan Bns diresahkan oleh teror hewan buas Harimau. Bahkan sudah menelan dua orang korban akibat keganasan raja hutan tersebut.

Sahri (28) warga Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh ditemukan meninggal dunia diduga dimangsa harimau pada 21 Februari 2024 lalu dan Gunarso warga Pemangku Sumber Agung II Pekon Sumber Agung Kecamatan Suoh, Kamis (08/02/2024) ditemukan masyarakat meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan disebuah lahan perkebunan. Melihat kondisi luka yang dialami Gunarso warga menduga akibat terkaman hewan buas. (Red/rls)

Senin, 11 Maret 2024

Kapolres Lampung Barat Turun Langsung Tangani Konflik Suoh



GK, Lampung Barat — Kepala Kepolisian Resor Lampung Barat Akbp Ryky Widya Muharam, S.H.,S.Ik. Turun langsung menangani konflik dengan hewan buas harimau dan gajah yang berujung pembakaran kantor Resort Kehutanan Suoh. Senin (11/03/24)

Kejadian bermula ketika seorang warga pekon Sukamarga kecamatan Suoh bernama Samanan (41) kembali diserang oleh binatang buas harimau saat bekerja di kebun. Namun korban berhasil melarikan diri dan langsung dibawa ke puskesmas suoh hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Liwa.

Atas kejadian tersebut warga berdatangan ke puskesmas Suoh dan selanjutnya ingin menanyakan ke Resor Kehutanan Suoh. Namun karena tidak mendapat tanggapan dari pihak Resor Kehutanan Suoh hingga warga melakukan pengerusakan dan pembakaran terhadap kantor milik kehutanan Suoh.

Menindaklanjuti kejadian tersebut Kapolres Lampung Barat dan Dandim 0422 Lambar langsung menuju TKP dan menemui warga guna melakukan mediasi dan menciptakan kondisi agar situasi tetap kondusif.

Kapolres menyampaikan bahwa sangat menyayangkan atas kejadian pengerusakan resor kehutanan suoh yang seharusnya tidak dilakukan.
“ kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa korban. Namun kami juga menyayangkan kejadian pengerusakan yang dilakukan oleh warga. Kami Polres dan kodim 0422 lambar bukan kami telah berupaya, kami telah membentuk satgas dan tim untuk pemburuan binatang buas,” ujar Kapolres

“Para peratin minta tolong sampaikan kepada masyarakat, tolong jaga kondusifitas, saat ini aparat pemerintah termasuk TNI POLRI telah melakukan upaya upaya. Kita sama sama berusaha mencari binatang tersebut supaya situasi cepat kondusif, jika dalam keadaan mengancam jiwa manusia, silahkan untuk dilakukan tindakan represif terhadap harimau tersebut,” lanjut Kapolres.

Anggota DPRD kabupaten Lampung Barat dapil 5 Sugeng Hari mewakili warga suoh meminta kepada Satgas untuk melakukan eksekusi terhadap harimau tersebut.

“Kami warga Suoh setelah adanya korban lagi hari ini, kami meminta kepada aparat dalam hal ini Team Satgas untuk segera dilakukan tindakan tegas kepada harimau tersebut,” kata sugeng

Terakhir kapolres menyampaikan kepada masyarakat agar tidak berbuat yang anakis lagi, kita sama sama berupaya sekuat tenaga untuk manangani konflik harimau dengan manusia.

“Saya minta kepada seluruh warga suoh untuk tidak berbuat anarkis dan saling menyalahkan, kita sama sama berupaya sekuat tenaga supaya konflik ini segera berakhir,” tutup kapolres. (Red/rls)

Kamis, 22 Februari 2024

Warga Suoh Diterkam Harimau, Korban Tewas Mengenaskan



GK, Lampung Barat — Kepolisian Sektor Suoh melakukan pencarian dan evakuasi Korban hilang akibat di terkam binatang buas dan diperkirakan harimau. Kamis (22/02/24)

Korban S(28) merupakan warga Dusun Peninjauan Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh Kabupaten Lampung Barat. Kejadian Bermula Pada hari Rabu tanggal 21 Februari 2024 Pukul 17.00 WIB, Sdr. (B), dan Sdr. (S) Yang merupakan kakak ipar korban melakukan pencarian terhadap korban yang sebelumnya berpamitan ke kebun pada hari Rabu Pagi tgl 21 Februari 2024 sekira pulul 08.30 wib namun sampai pukul 17.30 wib korban tidak kunjung pulang. Kemudian dicari ke kebun hanya diketemukan tangki semprot milik korban yg sudah rusak, dan selanjutnya saudara (S) dan (B) melapor ke kepala Dusun Peninjauan dan kemudian melapor ke Aparat Pekon Bumi Hantatai dan Polsek Suoh.

Berawal dari informasi orang hilang personel Polsek Suoh langsung menuju TKP di Dusun Peninjauan Pekon Bumi Hantatai. Tim Polsek yang dipimpin oleh Kapolsek Suoh langsung bergabung bersama warga untuk melakukan pencarian korban.


Pada hari Rabu tanggal 21 Februari 2024 Sekira pukul 23.00 Wib setelah hujan agak reda, Tim gabungan Polsek Suoh, Resort Kehutanan, Satgas Sahabat Satwa Lembah Suoh dan Mitra WCS dibantu warga dan keluarga korban menuju kesekitar kebun korban untuk melakukan pencarian. 

Kapolsek Suoh Iptu Edward Panjaitan mewakili Kapolres Lampung Barat Akbp Ryky Widya Muharam, S.H.,S.Ik. mengatakan bahwa pihaknya dibantu oleh satgas dan warga menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Pada hari Kamis tanggal 22 Februari 2024 sekitar pukul 02.00 Wib ditemukan jasad korban sekitar 300 Meter dari kebun korban dalam keadaan Meninggal Dunia dan organ tubuh sudah tidak utuh, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Puskesmas Bandar Negeri Suoh korban meninggal dunia diakibatkan oleh terkaman binatang buas. saat ini korban sudah di bawa kerumah duka dikediaman milik korban, keluarga sudah iklas dan menolak untuk dilakukan outopsi terhadap korban,” ungkap Kapolsek.

Adapun upaya yang dilakukan oleh Polsek suoh yaitu Melakukan Koordinasi dengan Resor Kehutanan Suoh dan BKSDA Bengkulu guna penanganan Satwa Liar disekitar Kebun Warga dan diusahakan untuk Evakuasi satwa yang dimaksud agar tidak terjadi lagi kejadian yang memakan korban. (Red/rls)