Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2022

Seorang Oknum ASN Melempar Bom Molotov ke Pondopo Bupati


GK, PONTIANAK - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial (AR) yang terdata dan diketahui berdinas serta memegang jabatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Ketapang, Pontianak merupakan warga Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), nekat melemparkan sebuah 'Bom Molotov' ke arah Pendopo Pemkab Ketapang, Jalan Agus Salim pada, Selasa (25/01/2022).

Aksi pelemparan Bom molotov yang merupakan salah satu senjata serang dan terdiri dari botol yang di isi bahan bakar (Bensin) dan bersumbu Api melayang ke halaman Pendopo Bupati Ketapang saat tengah berlangsungnya acara 'Pengambilan Sumpah Jabatan Esselon III' yang digelar bertempat di Pendopo Kabupaten Ketapang.

Beruntung tidak ada korban luka akibat insiden ini, meskipun lemparan bom molotov mengenai mobil dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, kemudian memantul ke arah selokan bukan kepada kerumunan para pegawai yang berusaha menghindari bom molotov tersebut.

Dan dalam peristiwa ini, belum diketahui motif pelaku melakukan tindakan nekatnya hingga saat ini masih dalam penyelidikan dan telah ditangani pihak Polres Ketapang. [Red]

Minggu, 23 Januari 2022

Viral Edy Mulyadi Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Abu Janda Meradang: Ini Menghina Warga Kalimantan

Foto tangkap layar Youtube @MimbarTube


GARIS KOMANDO, JAKARTA - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda meradang atas pernyataan yang dikeluarkan oleh pria bernama Edy Mulyadi.

Edy Mulyadi sebelumnya dikenal dalam reportasenya soal kematian laskar khusus FPI dan kritik kerasnya pada Menhan Prabowo Subianto.   

Kritik Edy ke Menhan Prabowo terkait rencana pemerintah melakukan pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur. 

Menurut Edy, akan ada warga negara China yang ditempatkan di lokasi baru ibu kota negara. Sebagai Menhan, harusnya Prabowo memahami hal ini. 

Edy bahkan menyebut Prabowo yang dulunya adalah 'macan' sekarang berubah 'mengeong.'    

"Masa, Menteri Pertahanan gini saja nggak ngerti sih? Jenderal bintang 3. Macan yang jadi kayak mengeong. Nggak ngerti begini aja. ini bicara soal kedaulatan negara, Bos. Gila. Geblek-nya kelewatan gitu, lho. Ini mereka tinggal semua. Saat dibutuhkan tinggal kasih, siap, selesai nih kita Indonesia," teriak Edy dalam video yang diunggah kanal @MimbarTube dilansir Minggu, 23 Januari.

Tak hanya itu, Edy menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak.

Awalnya Edy menyinggung bahwa pemerintah menjual gedung-gedung kantor di lokasi strategsi seperti di Sudirman, Thamrin dan sebagainya. Hasil penjualan gedung ini akan dipakai sebagai biaya untuk perpindahan ibu kota.   

"Gedung-gedung pemerintah di Jakarta, di Kuningan, Sudirman Thamrin, itu dijual untuk membiayai perpindahan di ibu kota baru dan duitnya kurang. Lalu tadi, nanti pemerintah kita, kantor-kantor kementerian dan lembaga itu akan nyewa. Anda bisa memahami enggak? Ini ada sebuah tempat elite, punya sendiri, yang harganya mahal, punya gedung sendiri lalu dijual ke tempat jin buang anak lalu nyewa," ucap Edy di video pada menit ke 17.32.

Edy menyebut ini tindakan yang tidak masuk akal. bagaimana mungkin, kantor-kantor pemerintah yang eksklusif di Jakarta dijual untuk menyewa kantor atau gedung baru di Kalimantan.

Selain gedung dan kantor, Edy juga menyinggung siapa yang akan pindah ke Kalimantan? Edy mengklaim, ASN ibu kota juga malas ke Kalimantan.    

"Di sana itu ada 182 ribu hektare lho. Kalau rakyat tinggal di sana siapa yang membangun perumahannya, apakah yang membangun itu…Orang-orang itu, orang bisnis kalau bangun perumahan mereka akan bertanya siapa yang beli, pasarnya siapa, kalau pasarnya kuntilanak genderuwo gak apa-apa bangun di sana," ucap Edy.    

Untuk mendukung argumentasinya, Edy lantas bertanya ke pria yang duduk disebalah kiri. Apakah mau pindah ke Kalimantan dari tempat tinggalnya saat ini? Si pria menjawab tidak!   "Mana mau tinggal di Gunung Sahari pindah ke Penajam, Kalimantan di sana untuk beli rumah di sana, gue mau jadi warga ibu kota baru mana mau enggak ada yang mau," ucap Edy. Nah di momen ucapan ini terdengar si pria sebelah kiri Edy mengucap "Hanya monyet (yang mau pindah ke Kalimantan, Red)"    

Lewat reels Instagram-nya @permadiaktivis2, Abu Janda meradang dan menyebut ucapan Edy 'Jin buang anak' dan 'Hanya monyet' sebagai penghinaan.

"simak video ini deh.. menurut saya Edy Mulyadi caleg gagal PKS dkk telah menghina keji warga Kalimantan dengan sebutan (maaf) "monyet", "tempat jin buang anak", dll.. semoga jadi atensi temen2 di Kalimantan," tegas Abu Janda.

Selain itu, Abu Janda juga menyoroti pernyataan bahwa tidak akan ada pengembang yang bakal membangun di Kalimantan karena pasarnya adalah kuntilanak dan genderuwo.
"Menurut saya ini adalah penghinaan uyang sangat keji bagi warga Kaltim, dan warga kalimantan umumnya. Semoga menjadi atensi," tegas Abu Janda.


Selasa, 26 Oktober 2021

Viral Pemuda Naik Perahu Berhenti di Lampu Merah, Publik Melongo: Cuma Ada di +62

Viral Pemuda Naik Perahu Berhenti di Lampu Merah. (TikTok)


Garis Komando - Pemandangan di perempatan lampu merah baru-baru ini menggegerkan publik. Bagaimana tidak, sekelompok pemuda menunggangi kapal dan ikut berhenti di jalur darat tersebut.

Momen yang membuat melongo itu dibagikan oleh akun TikTok @amin.aja_1. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 300 ribu kali dan mendapatkan 25 ribu tanda suka. 

Peristiwa itu terjadi di Kalimantan saat sedang terkena bencana banjir bandang. Bencana ini menyebabkan jalanan tergenang air, termasuk jalan raya.

Sekelompok pemuda lantas memutuskan untuk berpergian dengan menaiki perahu. Mereka naik perahu yang cukup kecil lengkap dengan dayung. 

Pemuda tersebut lantas melewati jalan raya yang biasa dikendarai motor dan mobil. Karena banjir, maka jalanan sepi dan tidak ada kendaraan yang melintas.

Viral Pemuda Naik Perahu Berhenti di Lampu Merah. (TikTok)

Walau begitu, situasi tersebut tidak membuat sekelompok pemuda tersebut menjadi seenaknya bermain di jalan. Mereka tetap mematuhi aturan lalu lintas saat naik perahu.

Seperti yang terlihat dalam video, sekelompok pemuda itu berhenti di perempatan lalu lintas. Mereka menghentikan perahu karena sedang lampu merah.

"Mobil di lampu merah (tidak). Perahu di lampu merah (iya)," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Senin (25/10/2021).

Begitu lampu hijau, pemuda itu langsung mendayung sehingga perahu jalan. Mereka melintasi perempatan lalu lintas itu sesuai dengan aturan yang ada.

Sontak, pemandangan itu membuat geli warganet yang menonton. Banyak yang menyebut momen itu hanya bisa terjadi di Indonesia.

Viral Pemuda Naik Perahu Berhenti di Lampu Merah. (TikTok)

Bagaimana tidak, penampakan perahu yang melintas di jalur darat dan mengikuti rambu-rambu hampir tidak pernah terjadi. Warganet pun menuliskan beragam komentar kocak mengenai aksi para pemuda tersebut.

"Hanya di +62 yang berani," sahut warganet. 

"Keburu merah lagi," celutuk warganet.

"Pakai helm bro ntar ditilang," pesan warganet. 

"Capek banget, ngakak yaallah," tambah yang lain. 

"Pasang mesin biar kenceng," saran warganet. 

"Apakah ini yang dimaksud tol laut?" canda warganet.

"Jadi ini yang bikin macet, jalannya lama banget kayak perahu," timpal lainnya.

"Asyik, Belanda pasti terkagum-kagum," canda warganet.


Sumber