GK, Way Kanan - Kapolda Lampung Irjen Pol Akhmad Wiyagus melalui Kabid Humas Polda Lampung memberikan penjelasan terkait adanya dukungan ratusan santri terhadap oknum AR di Polres Way Kanan, yang menyampaikan aspirasinya memberikan keadilan terhadap oknum AR yang diduga dalam penangkapan tersangka a.n Sinnudin sebagaimana adanya laporan polisi/B-264)V/2021/POLDA LAMPUNG/RES WK/SPKT, tanggal 21 Mei 2021. Dimana tersangka a.n Sinnudin melakukan pengeroyokan terhadap pelapor atau korban Hasan Basri.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Minggu, 29 Januari 2023
Viral Ratusan santri dukung oknum AR Anggota polres waykanan ini penjelasan Polda Lampung
GK, Way Kanan - Kapolda Lampung Irjen Pol Akhmad Wiyagus melalui Kabid Humas Polda Lampung memberikan penjelasan terkait adanya dukungan ratusan santri terhadap oknum AR di Polres Way Kanan, yang menyampaikan aspirasinya memberikan keadilan terhadap oknum AR yang diduga dalam penangkapan tersangka a.n Sinnudin sebagaimana adanya laporan polisi/B-264)V/2021/POLDA LAMPUNG/RES WK/SPKT, tanggal 21 Mei 2021. Dimana tersangka a.n Sinnudin melakukan pengeroyokan terhadap pelapor atau korban Hasan Basri.
Jumat, 25 November 2022
Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur yang Viral di Medsos Diamankan Satreskrim Polres Cilegon
GK, Cilegon - Sempat Viral Di Medsos Kejadian Perbuatan Cabul Anak Dibawah Umur Yang Terjadi Di Kolam Renang KCC (Krakatau Water World) JI. KH Yasin Bey No.06 Kel. Kebondalem Kec. Purwakarta Kota Cilegon yang terjadi Pada hari Sabtu tanggal 19 November 2022 pukul 12.30 WIB.
Rabu, 23 November 2022
Viral Video Tawuran Pelajar SMP di Ciruas, Polres Serang Amankan Sajam dan Miras
GK, SERANG - Aksi tawuran para pelajar SMP di Kecamatan Ciruas, Serang viral di media sosial. Dalam video tersebut, mereka membawa senjata tajam jenis celurit hingga stik golf di pinggir jalan raya dalam aksi tawuran tersebut.
Minggu, 26 Juni 2022
4 Tahun Berlalu Kematian Hj. Siti Halimah, Sobur: Terduga pelaku terdiri dari ayah, anak, menantu, besan dan keponakan
GK, Majalengka - Hari itu 05 Oktober 2018 sekitar Pukul 10.00 WIB, Seorang Ibu warga Desa Mekarmulya, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Alhiti binti Yusa berteriak minta tolong saat ada api akan mendekati rumahnya, dengan sigap seluruh warga datang bantu memadamkan api. Namun seluruh warga yang berada ditempat kebakaran terkejut ketika melihat seseorang berada di atas rumpun bambu dengan kondisi terlentang tubuhnya ikut terbakar 100 persen, hanya dedaunan dibawah punggung dan telapak kaki yang tidak ikut terbakar.
Setelah diketahui, bahwa jasad tersebut adalah seorang wanita dengan identitas Hj. Siti Halimah binti Akim warga setempat.
Warga sempat menduga ada indikasi pembunuhan dan kesengajaan pembakaran, sebab terlihat disamping jasad korban ditemukan sebilah parang dan menurut keluarga itu bukan milik korban.
Tak berapa lama pihak Penyidik dari Polsek Lemahsugih berserta dokter Puskesmas Lemahsugih mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) atas informasi yang didapat melalui telpon Aparat Desa Mekarmulya untuk menyelidiki peristiwa kebakaran dan kematian Siti Halimah.
Berkisah dari peristiwa yang terjadi, Sobur Sahmudin bin H. Syukur salah satu anak almarhumah mengatakan, “Pada saat peristiwa itu, letak jasad ibu saya sangat sulit dijangkau, karna berada diantara rumpun bambu, semua heran mengapa almarhuma berada ditempat itu,” ungkapnya kepada media. Jumat (24/6/22).
Disamping itu juga menurut Sobur, mereka semua (warga) merasa heran, mengapa pihak Polsek Lemahsugih tidak merasakan hal yang sama dengan mereka, sehingga penyelidikan tidak dikembangkan. Juga dokter Puskesmas yaitu dr. Rini Widyawati mengatakan almarhumah meninggal karna terlalu banyak menghirup asap, yang kemudian disusul surat pernyataan bermaterai dari perangkat desa Mekarmulya, Wiharta kepada keluarga yang isinya menyatakan, pihak keluarga menolak autopsi karena dianggap musibah biasa.
“Padahal kami tidak pernah menolak autopsi, dan ketika kami menanyakan siapa yang menyuruh membuat surat penolakan autopsi itu, Wiharta mengatakan atas suruhan Polsek Lemahsugih,” bebernya.
“Pada saat peristiwa terjadi pada 5 Oktober 2018 lalu, pukul 15.000 WIB saya menyempatkan diri ke SPKT Polres Majalengka untuk permohonan autopsi jasad ibu saya, dan saya disitu baru mengetahui, bahwa Penyidik Polsek Lemahsugih tidak melapor ke Polres atas peristiwa terbakarnya ibu saya dan tidak meminta bantuan Tim Inafis Polres Majalengka untuk mengidentifikasi TKP,” tambah Sobur.
Atas laporan Sobur, Tim Inafis Polres Majalengka langsung terjun ke TKP dan membawa jasad Siti Halimah ke RS Bhayangkara Indramayu untuk dilakukan proses autopsi.
Pada 6 Oktober 2018 setelah Siti Halimah dikebumikan, pihak keluarga Sobur kembali mendatangi penyidik Polsek Lemahsugih utnuk menceritakan kronologi kejadian. Pihak keluarga menduga ada kaitannya dengan pembagian harta warisan 32 tahun lalu, yaitu pada tahun 1986 berupa tanah seluas2.032 m2.
Sekian lama tak ada kabar hasil autopsi, Sobur Sahmudin merasa penasaran, pada tanggal 27 Agustus 2020 mendatangi RS. Bhayangkara Indramayu untuk menanyakan waktu kematian ibunya versi Autopsi. Dan mendapatkan hasil jawaban, bahwa waktu kematian dengan ditemukan jasad korban adalah berbeda, diduga sebelum terbakar, almarhumah telah dulu meninggal baru terbakar oleh api.
Namun pihak keluarga merasa heran atas penanganan kematian Siti Halimah yang dilakukan oleh penyidik Polsek Lemahsugih, karna tidak memanggil para terduga pelaku yang menurut laporan Sobur terdiri dari ayah, anak, menantu, besan dan keponakannya.
Diungkapkan juga oleh Sobri, “Pada tanggal 19 Agustus 2020 jam 8 malam, pernah menantu dari Adhima (terduga) datang kerumah keluarga Almarhumah Hj. Siti Halimah dan mengatakan, ‘Saya perwakilan dari keluarga Adhima meminta maaf kepada keluarga Ibu Hj. Siti Halimah, kami selalu dihantui oleh perasaan bersalah jika mengingat peristiwa kematian Mak Haji (Hj. Siti Halimah)’, kebetulan pada hari itu keluarga kami sedang berkumpul.” Katanya.
Pada tanggal 3 September 2020, Sobur mendatangi Ditreskrimum Polda Jabar untuk melaporkan permintaan maaf dari salah seorang terduga pembunuhan Siti Halimah untuk didalami. Namun hingga saat ini, Sobur belum menerima tanggpan atas laporan dan permintaan tersebut. [**]
Kamis, 12 Mei 2022
Polda Lampung Tegaskan Video Viral Terkait Penculikan Adalah Hoax
GarisKomando - Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno melalui Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menegaskan video viral dugaan penculikan yang beredar di media sosial Tiktok adalah hoax.
"Berdasarkan penyelidikan oleh Polres Tulang Bawang kami tegaskan bahwa video yang viral adalah hoax," katanya di Bandarlampung, Kamis.
Dia melanjutkan kejadian tersebut bermula berawal pada Selasa tanggal 03 Mei 2022 pukul 07.00 WIB. Saat itu, Andi Saputra bersama istrinya Naning sedang silahturahmi ke rumah mertuanya Lina bernama Mawi di Kampung Sumber Makmur, Kecamatan Banjar Margo, Tulang Bawang.
Sekitar Pukul 19.00 WIB, Lina meminta pelapor bernama Andi untuk mengantarkan adik iparnya bernama Rudi bersama teman wanita adik iparnya bernama Sinta untuk ke Gedung Aji Lama, tepatnya di Kampung Aji Permai Talang Buah, Kecamatan Gedung Aji.
"Sesampainya di rumah, pelapor di tunggu oleh keluarga teman wanita adik iparnya. Setelah itu Andi langsung di cekik dan kemudian di tendang. Karena merasa terancam dan tertekan, akhirnya korban bernama Naning demi keselamatan suaminya ia mengikuti apa keinginan keluarga Lina untuk mengakui bahwa telah melakukan penculikan anak di bawah umur untuk diperjual belikan," kata dia.
Lanjut Pandra, korban yang di bawah tekanan dan ancaman kemudian direkam untuk mengakui bahwa korban melakukan penculik anak dibawah umur. Rekaman tersebut kemudian diviralkan melalui Akun Tiktok bernama @sandra titik@riantono.
"Jadi sebenarnya penculikan itu tidak benar. Atas kejadian tersebut, pelapor melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tulang Bawang untuk ditindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku," kata dia lagi.
Pandra menambahkan upaya yang telah dilakukan Polres Tulang Bawang sendiri di antaranya telah melakukan lidik, cek TKP, pemeriksaan saksi-saksi, gelar perkara, sidik, dan sita barang bukti.
Untuk saat ini Polres Tulang Bawang sendiri sudah melakukan penyidikan lebih lanjut dengan UU ITE, riksa saksi ahli ITE, Pidana, dan melakukan take down terhadap video. Dan gelar perkara untuk menetapkan tersangka.
Bagi para tersangka di kenakan UU ITE, dimana
"Adanya dugaan tindak pidana Pasal 27 ayat 3 (tiga) juncto Pasal 45 ayat 3 (tiga), dan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/ atau denda Rp 750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)." katanya.
Saat ini laporan terhadap Andi Saputra dalam tahap penyidikan Sat Reskrim Polres Tulang Bawang. Di himbau juga kepada masyarakat agar bijak dan cerdas dalam menggunakan gadget seperti di Saring sebelum Sharing," katanya lagi.[red]
Minggu, 23 Januari 2022
Viral Edy Mulyadi Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Abu Janda Meradang: Ini Menghina Warga Kalimantan
| Foto tangkap layar Youtube @MimbarTube |
Selasa, 28 Desember 2021
Pernyataan Resmi Pendeta GPI dan Kapolres Tulang Bawang Terkait Beredarnya Video Persekusi Yang Viral di Medsos
Kamis, 23 Desember 2021
Viral Video Pengeroyokan, Sat Reskrim Polresta Balam Bertindak Cepat Amankan Pelaku
Rabu, 01 Desember 2021
Emosi Kalah Pilkades, Kandidat Blokade Jalan
Selasa, 26 Oktober 2021
Viral Pemuda Naik Perahu Berhenti di Lampu Merah, Publik Melongo: Cuma Ada di +62
| Viral Pemuda Naik Perahu Berhenti di Lampu Merah. (TikTok) |
Garis Komando - Pemandangan di perempatan lampu merah baru-baru ini menggegerkan publik. Bagaimana tidak, sekelompok pemuda menunggangi kapal dan ikut berhenti di jalur darat tersebut.
Momen yang membuat melongo itu dibagikan oleh akun TikTok @amin.aja_1. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 300 ribu kali dan mendapatkan 25 ribu tanda suka.
Peristiwa itu terjadi di Kalimantan saat sedang terkena bencana banjir bandang. Bencana ini menyebabkan jalanan tergenang air, termasuk jalan raya.
Sekelompok pemuda lantas memutuskan untuk berpergian dengan menaiki perahu. Mereka naik perahu yang cukup kecil lengkap dengan dayung.
Pemuda tersebut lantas melewati jalan raya yang biasa dikendarai motor dan mobil. Karena banjir, maka jalanan sepi dan tidak ada kendaraan yang melintas.
| Viral Pemuda Naik Perahu Berhenti di Lampu Merah. (TikTok) |
Walau begitu, situasi tersebut tidak membuat sekelompok pemuda tersebut menjadi seenaknya bermain di jalan. Mereka tetap mematuhi aturan lalu lintas saat naik perahu.
Seperti yang terlihat dalam video, sekelompok pemuda itu berhenti di perempatan lalu lintas. Mereka menghentikan perahu karena sedang lampu merah.
"Mobil di lampu merah (tidak). Perahu di lampu merah (iya)," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Senin (25/10/2021).
Begitu lampu hijau, pemuda itu langsung mendayung sehingga perahu jalan. Mereka melintasi perempatan lalu lintas itu sesuai dengan aturan yang ada.
Sontak, pemandangan itu membuat geli warganet yang menonton. Banyak yang menyebut momen itu hanya bisa terjadi di Indonesia.
| Viral Pemuda Naik Perahu Berhenti di Lampu Merah. (TikTok) |
Bagaimana tidak, penampakan perahu yang melintas di jalur darat dan mengikuti rambu-rambu hampir tidak pernah terjadi. Warganet pun menuliskan beragam komentar kocak mengenai aksi para pemuda tersebut.
"Hanya di +62 yang berani," sahut warganet.
"Keburu merah lagi," celutuk warganet.
"Pakai helm bro ntar ditilang," pesan warganet.
"Capek banget, ngakak yaallah," tambah yang lain.
"Pasang mesin biar kenceng," saran warganet.
"Apakah ini yang dimaksud tol laut?" canda warganet.
"Jadi ini yang bikin macet, jalannya lama banget kayak perahu," timpal lainnya.
"Asyik, Belanda pasti terkagum-kagum," canda warganet.
Sabtu, 23 Oktober 2021
Viral Pelajar SMP di Muara Enim Punya Nama Unik, ABCDEF GHIJK
MUARA ENIM - Viral di media sosial (medos) seorang siswa di SMPN 1 Ujanmas, Kabupaten Muara Enim memiliki nama unik yakni ABCDEF GHIJK Zuzu (12). Pemilik nama unik ini baru duduk di bangku kelas VII. Hal ini mencuat setelah pelajar kelas VII.7 ini mengikuti vaksinasi dilakukan oleh gerai Vaksin Presis Go To School Polres Muara Enim Polres Muara Enim, Senin (18/10/2021) kemarin.
Ayah kandung ABCDEF GHIJK Zuzu, Zulfahmi (41), membenarkan ABCDEF GHIJK merupakan anak sulungnya dan biasa dipanggil dengan nama Adebz.
“Iya benar, memang nama anak saya seperti itu,” kata Zulfahmi.
Ia menambahkan, pemberian nama anaknya itu memang sudah dipersiapkan sejak dirinya dan ibu Adebz masih pacaran. Jika nanti punya anak, mereka ingin memberikan nama dengan huruf abjad.
Awalnya ia mengaku kesulitan dalam mengurus administrasi kependudukan. Terlebih saat hendak membuat Kartu Keluarga (KK) pada 2009. Petugas mempertanyakan kebenaran nama anaknya.
Bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), nama sang anak kerap kali menarik perhatian para guru yang kerap memanggil anaknya dengan panggilan huruf abjad.
“Iya karena nama anak saya huruf abjad jadi ada yang manggil dengan huruf Abjad. Ada juga yang manggil dia ABCD dan lain sebagainya. Intinya kami bangga dengan nama anak saya itu. Semoga harapan kami sekeluarga dengan namanya itu akan mampu menjadikan Adebz sebagai ahli ilmu lingustik,” tuturnya.
Selasa, 19 Oktober 2021
Diringkus Saat Lagi Karaoke di Slawi, Pria Penghina Suku Betawi yang Viral Terancam 5 Tahun Penjara
| Pelaku penghina suku betawi ditangkap Polres Metro Bekasi Kota |
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Suprijadi. Aparat Polres Bekasi Kota berhasil meringkus seorang pria terduga penghina suku betawi yang viral di media sosial. |
| Jawara Bekasi, Damin Sada, di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (13/2/2017). |
Minggu, 17 Oktober 2021
Mbak Nunik: Hari Mingguku diserbu PINJOL..kenal juga engga...
Bandar Lampung - Heboh! Kali ini datangnya dari Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim yang akrab dipanggil mbak Nunik.
Melalui akun instagramnya @mbak_nunik, Wakil Gubernur Lampung itu mengunggah sebuah tangkap layar yang berisikan pesan tagihan yang ditujukan kepada Furqon Aulia, dan mbak Nunik sebagai kontak daruratnya, Minggu (17/10/2021).
Diduga pesan tagihan itu dari sebuah perusahaan pinjaman online (pinjol), yang melalui kontak mbak Nunik menagih nasabahnya yang bernama Furqon Aulia.
Kata-kata kasar pun tersemat dalam isi pesan yang diterima oleh mbak Nunik dari pinjol itu.
Dalam unggahan akun instagramnya, mbak Nunik menuliskan
"Hari Mingguku diserbu PINJOL...kenal juga engga...," Mbak Nunik juga mengatakan,
"Kalau opiniku pribadi, memang harus diberantas kalau sudah mengganggu begini...kalau mau berbisnis keuangan tentu harus ikut aturan, OJK tentu tidak mentolerir yang begini...bukan begitu @ojkindonesia.." tulis Wakil Gubernur Lampung dalam akun instagramnya.
Serbuan komentar netizen pun ikut membanjiri unggahan pesan tangkap layar itu,
"Wah bumil cantik kena juga kirain saya aja," kata @srisiskarahayu
"Setujuuu," tulis @arie_gs.
"Menurut kami biyar2 saja krna kenapa mereka sangat membutuhkan beda dengan pejabat mereka 100rb buat beli beras" kata @bung_mozes.
"Berantasss buuu," kata @elen_sari0302.
Menurut pesan dari netizen jika ada yang mengalami hal demikian, menerima pesan atau sms seperti yang dialami oleh Mbak Nunik. Cukup abaikan saja atau laporkan pada yang berwajib. [Sur]
Jumat, 15 Oktober 2021
Lihat Kaki Karyawan Toko Emas Ini, Netizen Malah Ramai Berteori Gini
| Posisi kaki karyawan toko emas yang bikin netizen salfok. (TikTok) |
Garis Komando - Penampakan seorang karyawan toko emas mendadak jadi sorotan netizen. Terutama posisi kakinya ketika sedang melayani pelanggan membuat netizen salah fokus.
Momen karyawan toko emas ini terekam dalam video viral di media sosial yang ramai mendapatkan beragam komentar netizen.
Video tersebut diunggah oleh salah seorang pengguna TikTok belum lama ini. Sekilas biasa saja, namun jika diperhatikan posisi kakinya memicu banyak spekulasi.
"Ada yang aneh," tulis sang pemilik akun sebagai keterangan unggahan seperti dikutip oleh HiTkeno.com dari Suara.com.
Dalam video viral di media sosial itu, terlihat seorang pria berbaju hitam sedang melayani pembeli di toko emas. Ia berdiri tepat di depan lemari etalase yang berisi perhiasan.
| Layani Pembeli, Posisi Kaki Karyawan Toko Emas ini Jadi Sorotan (TikTok) |
Kemudian, ia mengambil perhiasan di lemari etalase tersebut untuk diperlihatkan kepada sang pembeli. Beberapa saat kemudian, ia bergeser ke arah kiri.
Terdapat tanda panah berwarna merah pada video viral tersebut. Sang pemilik akun menyoroti posisi kaki pria itu saat bergeser ke arah kiri.
Di bagian bawah lemari tersebut terdapat sebuah lemari brankas berwarna abu-abu. Kaki pria tersebut kemudian menempel ke arah brankas itu.
Melihat video viral di media sosial tersebut, para netizen mencoba menebak hal aneh yang ada pada posisi kaki karyawan toko emas ini.
Mereka berpendapat bahwa kaki dari pegawai toko emas itu bersiap untuk menekan alarm apabila pembeli membwa kabur perhiasan dari toko.
| Layani Pembeli, Posisi Kaki Karyawan Toko Emas ini Jadi Sorotan (TikTok) |
"Itu dia lagi siap-siap pencet alarm buat jaga-jaga kalau si konsumen kabur. Biasanya juga pintu kekunci otomatis kalau alarmnya dibunyikan," ujar netizen.
"Dia mau siap-siap pencet alarm kalau ada pembeli kabur," kata netizen.
"Oh gitu cara waspadanya," tutur netizen.
"Aku kerja di toko emas bertahun-tahun, please lah woooy itu bukan apa-apa, itu cuma brankas weh," komentar netizen.
"Bukan pencet alarm tapi siap-siap nendang brankas, jika brankas ditendang otomatis alarm berbunyi," tulis netizen berpendapat.
Itulah video viral di media sosial, posisi kaki karyawan toko emas yang memicu beragam teori dan spekulasi netizen.
Kamis, 07 Oktober 2021
Heboh! Nekat Panjat dan Pukuli Patung Garuda Pancasila
GarisKomando.com - Pria nekat diamankan di Polsek Warujayeng, menurut informasi yang diterima pria itu diamankan setelah videonya viral akun instagram.
Entah apa yang ada di pikiran pria berkaus kuning ini. Orang yang belum diketahui identitasnya itu memanjati patung garuda Pancasila.
Parahnya, patung simbol negara itu dipukul menggunakan benda keras.
Peristiwa itu terjadi di depan Pasar Waruhayeng, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk.
Itu beredar luas di jagad media sosial dan diposting oleh pemilik akun @jayalah.negeriku di Instagram.
Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar, pria tersebut berdiri di patung itu sambil memukulinya.
Warga sekitar yang ada di bawahnya cengang melihat aksi pria tersebut. Bahkan si perekam video ini juga tak bisa berbuat apa-apa
Dia merekam pria yang terus memukul patung Garuda Pancasila di depannya. Ragam komentar netizen pun membanjiri video tersebut
“Patung garuda pancasila rusak parah. Otake sing ngerusak luwih rusak,” tulis @dhiemas_rafelo dengan dialek setempat.
Pria nekat itu bernama Suwito, yang merupakan warga setempat. Suwito saat ini masih diperiksa oleh pihak terkait. [Sur]













