Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Stunting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stunting. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2024

Wasisno Minta Keseriusan dan Komitmen Seluruh Stakeholder Dalam Percepatan Penurunan Stunting



GK, Lampung Barat - Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Lampung Barat Wasisno Sembiring SE,. M.SI meminta keseriusan komitmen seluruh stakeholder yang terlibat dan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lampung Barat. 

Hal itu disampaikan Wasisno Sembiring saat membuka Rembuk Stunting Tahun 2025 Kabupaten Lampung Barat di Aula Kagungan Setdakab, Kamis 30 Mei 2024. 

"Saya minta keseriusan dan komitmen dari seluruh stakeholder, pemerintah pekon dan para pihak untuk bersama-sama mewujudkan penanggulangan penurunan stunting di Lampung Barat," sebutnya. 


Wasisno Sembiring mengatakan bahwa percepatan penurunan angka stunting merupakan salah satu program prioritas nasional yang harus didukung bersama-sama.

"Permasalahan stunting merupakan lintas sektor melibatkan seluruh stakeholder secara terintegrasi melalui koordinasi serta konsolidasi program dan kegiatan pusat, daerah, hingga tingkat Pekon," jelasnya. 

"Artinya penurunan angka stunting bukan hanya sebagai tanggung jawab dinas kesehatan, bapeda dan BKKBN saja namun menjadi tanggung jawab bersama termasuk pihak pekon dan lapisan masyarakat," sambungnya. 

"Ditingkat pekon ada Anggaran Dana Desa (ADD) yang bisa digunakan untuk penanganan penurunan stunting," masih kata Wasisno Sembiring. 


Ditempat yang sama, Kepala Bapeda Kabupaten Lampung Barat Agustanto Basmar, S.P, M.Si dalam laporannya menyampaikan tujuan digelarnya kegiatan tersebut sebagai rencana upaya penurunan angka stunting tahun 2025 mendatang. 

"Selain untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kenaikan angka stunting, sekaligus penandatangan komitmen bersama sebagai upaya penurunan stunting di Lampung Barat," tutupnya. (Red)

Sabtu, 10 Februari 2024

Upaya Penurunan Stunting Terus Dilakukan untuk Menuju Indonesia Emas 2045



GK, Brebes - Upaya pencegahan dan penurunan Stunting oleh Pemerintah terus menerus dilakukan untuk menuju Indonesia emas 2045. Salah satunya melalui program sosialisasi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting melalui BKKBN bersama mitra kerja. Sosialisasi kali ini dilaksanakan bersama warga kecamatan Bumiayu di Gedung NU Ranting Negaradaha, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).

Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Hukum, Organisasi, Dan Tatalaksana BKKBN Pusat, Ulil Abshar, S.IP menjelaskan, perlu disadari masyarakat bahwa Stunting dapat mengancam sumberdaya manusia yang berkualitas, karena Stunting menjadi pintu masuk seluruh penyakit yang tidak menular seperti diabetes, jantung koroner, dan osteoporosis.

"Penyebabnya semua itu adalah kurangnya gizi pada 1000 hari pertama kelahiran, pola asuh dan pola makan yang salah. Oleh karena itu saya mengajak bapak dan ibu untuk mencegah Stunting sejak dini supaya anak-anak kita sehat dan berkualitas," ujar Ulil.

Pranata Humas Ahli Madya Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Tatas Aji Dharma meminta kepada masyarakat untuk memeriksakan kehamilan istrinya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memantau dan mengawasi kasus Stunting. "Kita wajib mendorong ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya," kata Tatas.

Sementara itu, Kepala DP3KB Kabupdaten Brebes, Akhmad Ma'mun, M.Si menyandang jumlah Stunting terbesar merupakan kesedihan bersama yang harus diatasi dengan serius. Ia mengajak masyarakat mencegahnya agar Brebes terbebas dari kasus Stunting.

"Brebes merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak kasus Stunting. Satu dari tiga anak yang lahir mengalami Stunting. Untuk itu, mari kita bersama-sama mencegahnya," pungkasnya. (**)

Jumat, 19 November 2021

ACT Bandar Lampung Gelar Operasi Gizi Anak Indonesia Untuk Mengatasi Stunting di Indonesia



BANDAR LAMPUNG - Permasalahan gagal tumbuh kembang anak (stunting) masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah Indonesia, sekitar 20 juta rakyat Indonesia masih hidup di bawah kemiskinan. Salah satu dampaknya, sekitar 9 juta anak menderita stunting.

Bedasarkan informasi dari Unicef, Indonesia adalah salah satu negara dengan beban stunting dan wasting pada anak tertinggi di dunia.

Dalam upaya mewujudkan keseimbangan gizi bagi tumbuh kembang anak Indonesia, Humanity Medical Services Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bandar Lampung memulai aksi nyata melalui kegiatan penyuluhan, pembagian sarapan, dan pembagian susu untuk anak-anak di MI 1 Bandar Lampung, Jumat 19 november 2021.

Seluruh aksi ini merupakan rangkaian dari program Operasi Gizi Anak Indonesia (OGAI) yang bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan membebaskan anak-anak Indonesia dari gizi buruk.

Dwi Apriliani dari tim relawan ACT Bandar Lampung menerangkan bahwa pemenuhan gizi pada anak sangat penting dan sangat perlu diperhatikan. Program OGAI ini dimulai dengan memberikan sarapan yang bergizi kepada anak-anak sekolah, kegiatan ini nantinya juga akan rutin dilaksanakan di sekolah-sekolah yang mayoritas muridnya berasal dari keluarga pra sejahtera. 

“Untuk memberikan dukungan kepada anak-anak sekolah agar bisa mendapatkan sarapan yang bergizi, Insya Allah kegiatan ini akan kita laksanakan secara rutin disekolah-sekolah yang mayoritas murid berasal dari keluarga prasejahtera.” sebut Dwi Apriliani.

Dwi Apriliani melanjutkan pada aksi ini, ACT melibatkan guru-guru di sekolah, yang diharapkan nantinya guru dapat menjadi penyambung informasi ini kepada para orang tua murid mengenai pemenuhan gizi. Melalui program OGAI, diharapkan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dapat meningkat sehingga Indonesia keluar dari kelompok negara dengan kekurangan gizi tertinggi.

“Pada Operasi Gizi Anak Indonesia ini kita akan banyak menggandeng sekolah-sekolah di Lampung khususnya di Bandar Lampung dengan tujuan dapat memenuhi gizi anak dengan menyediakan makanan yang bergizi, juga kita mengharapkan penyuluhan program ini bisa membantu guru untuk menyambung informasi kepada orang tua murid untuk peka terhadap gizi anak.” Jelas Dwi Apriliani.

Desi, selaku Kepala Sekolah MIN 1 Bandar Lampung mengatakan program ini sangat positif dan memberikan apresiasi kepada ACT yang telah membuat kegiatan OGAI. Ia juga berharap agar program ini terus berlanjut agar semakin banyak yang peduli terhadap persoalan gizi anak. 

“Alhamdulillah hari ini anak-anak diberikan sarapan yang sangat bergizi, kami sangat senang ketika mengetahui ACT akan melakukan penyuluhan disini, kamiu capkan terimakasih karena sudah peduli persoalan gizi untuk anak-anak, semoga operasi gizi ini terus berlanjut.” harapnya. [Sur]