Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label driver. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label driver. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Desember 2021

Mitra Driver-nya Diduga Perkosa Perawat, Gojek Janji Usut Tuntas



GARIS KOMANDO – SVP Corporate Affairs Gojek, Rubi Purnomo mengutuk keras terjadinya dugaan pemerkosaan yang dilakukan mitra driver GoCar terhadap seorang perawat dari Ammarai Healthcare Assistance.

“Kami mengutuk dugaan terjadinya kekerasan seksual terhadap salah seorang pelanggan kami oleh oknum mitra driver yang terjadi pada 16 Desember 2021. Hal ini dapat mencemarkan nama baik para mitra driver kami yang telah bekerja keras untuk keluarga mereka dan melayani pelanggan kami,” ujar Rubi dalam keterangannya, Sabtu (18/12).

Rubi menegaskan, setelah pihaknya menerima aduan dugaan pemerkosaan tersebut, akun oknum driver GoCar tersebut telah dinonaktifkan. Gojek pun sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian.  
“Saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan pihak berwajib serta perwakilan korban untuk segera mengusut kasus ini,” katanya.

Rubi menuturkan, pihaknya juga telah menghubungi pihak korban, serta menawarkan pendampingan dan bantuan mulai dari perawatan hingga pemulihan secara fisik maupun psikis.

Rubi juga mengimbau para konsumen untuk memanfaatkan tombol darurat yang terdapat di aplikasi Gojek ataupun menghubungi call center Gojek apabila menemukan pelanggaran yang mengakibatkan ketidaknyamanan terhadap layanan kami.

Rubi berujar, Gojek terus mendidik dan melatih para mitra driver untuk menciptakan budaya aman di ruang publik, salah satunya dengan memberikan modul pelatihan ‘Kenali dan Hindari Pelecehan Seksual’ di aplikasi driver.

“Kami terus mengajak mitra kami untuk turut serta menciptakan budaya aman di ruang publik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit mengaku akan mengusut tuntas kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang perawat dari Ammarai Healthcare Assistance yang dilakukan oleh driver GoCar.

Ridwan menuturkan, pihaknya segera mungkin akan meminta keterangan dari korban. Saat ini identitas korban telah dikantongi oleh pihak kepolisian.

Rabu, 15 Desember 2021

Konsumen dan Driver Ojek Online Keluhkan Soal Reusable Bag McD



BANDAR LAMPUNG - Salah satu resto penyedia makanan siap saji yang ada di Kota Bandar Lampung, McD yang beralamat di jalan ZA Pagar Alam Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung mendapat keluhan dari konsumen resto siap saji tersebut.

Selain konsumen keluhan itu pun datang dari Driver Ojek Online (Ojol), karena pada packing akhir untuk pemesanan makanan, tidak di fasilitasi kantong belanja.

Ternyata pihak Management McD memberlakukan kantong belanja pakai ulang (reusable bag) dan untuk mendapatkan reusable bag tersebut, konsumen yang order bawa pulang ataupun driver ojol dikenakan biaya tambahan dari pemesanan sebesar 5.000 rupiah.


Penambahan biaya itu bagi sebagian konsumen dan driver sangat memberatkan, karena jika tidak membeli reusable bag sudah dipastikan akan terkendala dalam membawa makanan terutama bagi konsumen yang menggunakan sepeda motor.

Hal itu diceritakan oleh konsumen PN saat berjumpa dengan Gariskomando.com, pada Rabu (15/12/2021) sore. 

"Iya mas, gimana saya mau bawa makanan yang saya beli buat dibawa pulang kalau gak dikasih kantong. Ada reusable bagnya tapi harus beli dengan harga 5.000 rupiah," ujarnya bercerita sambil mengeluh.

Masih menurutnya, "Harusnya kan itu masuk dalam fasilitas pelayanan McD, karena saya beli di resto lain tidak seperti ini (free). Tapi kalau saya gak beli, terus gimana bawa makanannya, sedangkan saya bawa motor, masa mau taruh dibagasi jok motor," tambahnya.

Hal senada juga disampikan oleh driver ojol yang namanya enggan untuk di publikasikan, "Dapet orderan di McD itu enak gak enak, enaknya kita dapet orderan. Gak enaknya kita harus beli reusable bag jika pesanannya banyak, kalau gak beli apa mau kantongnya? kan repot," keluhnya. 

Masih menurut driver ojol tersebut, "Kalau dapat konsumen yang ngerti sih enak, mau mengganti biaya reusable bagnya. Tapi kalau pas konsumennya gak ngerti, mau kita minta kembali reusable bagnya takut ia komen minus di akun. Gak di minta, tapi ongkos jasa kirimnya cuma 8.000 rupiah, dipotong beli reusable bag itu 5.000 rupiah, Sisa 3.000 rupiah lagi dong," ujarnya.



Ditempat terpisah, saat Gariskomando.com meng-crosscheck atas keluhan konsumen dan driver ojol serta ditambah dengan bukti dilapangan. Ketika di konfirmasikan ke pihak management, pihak McD yang diwakilkan oleh Aldhila Mega selaku Assistant Manager saat dijumpai di gerai McD tersebut menyampaikan,

"Kami sudah memberitahukan soal reusable bag ini kepada konsumen dan juga driver ojol sejak lama. Dan ini sudah kebijakan dari pusat," ujarnya.

"Karena kami sudah tidak menyediakan kantong pelastik lagi, jadi konsumen atau driver harus bawa sendiri. Dan kami menyediakan reusable bag, tapi kami tidak memaksa untuk mereka membeli," kata Mega.

Konsumen maupun Driver Ojol berharap pihak Management makanan siap saji dan Management Ojol dapat duduk bersama membahas persoalan yang dirasa memberatkan para konsumen dan driver ini. [Sur]

Senin, 15 November 2021

Borok Mie Gacoan Dibongkar: Sungguh Suara Ojol, Suara Tuhan


GARIS KOMANDO --
Kalau Anda bertanya serikat buruh mana yang bisa menggugat korporat dalam satu malam, mungkin akan susah menemukan jawaban. Kalau Anda bertanya gerakan aktivis mana yang punya solidaritas kuat dan cepat tanggap, Anda tetap kesulitan menjawab.

Tapi kalau Anda bertanya kelompok masyarakat mana yang mampu melakukan hal di atas, driver ojek online (ojol) jawabannya.

Peristiwa pada 13 November 2021 di Jogja adalah buktinya. Bagaimana gerakan organik ojol mampu melakukan kerja serikat dan aktivis dalam satu malam. Dan menurut saya, inilah kekuatan ojol yang sebenarnya! Dan sudah selayaknya serikat pekerja dan aktivis belajar dari mereka.

Untuk yang belum paham konteks, ini kronologinya: pada pukul 9 pagi terjadi keributan di resto Mie Gacoan cabang Kotabaru Jogja. Alasannya adalah kekesalan salah satu driver ojol yang menunggu orderan terlalu lama di Mie Gacoan. Karena lebih dari setengah jam, orderan driver tadi di-cancel pelanggan.

Kekesalan driver ojol ini berbuah perkelahian dengan kru Mie Gacoan. Meskipun sudah dipisah, tapi api ini belum padam. Puncaknya, ba'da Isya ratusan driver ojol mendatangi Mie Gacoan. Bukan karena orderan, tapi karena tuntutan dan solidaritas.

Para driver menuntut agar kru Mie Gacoan yang menyerang driver ojol dipecat dan diperkarakan hukum. Kemudian mereka juga menuntut agar Mie Gacoan cabang Kotabaru berhenti operasi. Pihak Gacoan pun menyetujui setelah pengepungan sepanjang malam.

Sebenarnya, sudah lama Mie Gacoan bermasalah dengan ojol. Banyak yang mengungkapkan borok manajemen Mie Gacoan yang merugikan ojol. Dari kasir yang sedikit, prosedur panjang lebar, dan tentunya pelayanan kurang menyenangkan pada driver. Perkara sistem kerja karyawan yang penuh tekanan dan upah murah juga jadi pergunjingan. Namun, ungkapan miring ini baru menjadi aksi langsung dan geger gedhen pada 13 November kemarin.

Apalagi, para driver ojol baru saja melakukan mogok massal akibat penurunan tarif oleh pihak Gojek. Kemarahan ini ikut membakar para ojol yang ikut dalam pendudukan resto Mie Gacoan Kotabaru. Sudah pendapatan turun, Mie Gacoan malah menambah beban dengan pelayanan yang tidak maksimal. Lamanya penyiapan pesanan berarti membuat ojol harus menunggu. Pada akhirnya, para driver yang menanggung beban. Karena waktu terbuang yang seharusnya bisa mendapat pesanan lagi, serta potensi dibatalkan yang berpotensi menurunkan rating.

Kejadian ini sangat menarik bagi saya. Sampai saya ikut menduduki Mie Gacoan bersama para driver ojol. Bisa melihat langsung bagaimana perlawanan ojol yang lossdoll menghantam Mie Gacoan. Dan dengan melihat langsung aksi ini, saya melihat banyak hal yang bisa dipelajari serikat buruh dan aktivis.

Pertama, tentang solidaritas akar rumput. Berbeda dengan model serikat yang sarat birokrasi, para driver ojol bersolidaritas dalam kesadaran penuh. Solidaritas ini makin tertempa dengan lahirnya pos-pos ojol di mana mereka berbagi cerita dan masalah.

Para driver ojol ini membentuk sel kecil, dan dari sel ini para ojol terkoneksi. Jadi ketika info geger gedhen Kotabaru ini disebar, para ojol bisa menerima dengan cepat dari sel kecil masing-masing.

Kedua, adalah perkara aksi langsung yang serba cepat dan tanggap. Tidak ada waktu untuk tetek bengek membuat spanduk atau poster. Ketika mereka ingin menuntut, semua dikoordinir dan dilakukan bersama-sama. Tanpa harus menanti titah atasan atau menyiapkan aksi teatrikal. Yang mereka siapkan hanya tuntutan dan solusi.

Tidak perlu menyibukkan diri dengan mempersiapkan hal selain tuntutan dan mental baja. Tujuan para ojol sudah jelas, dan mereka menyuarakan tuntutan dengan aksi langsung ke jantung sumber masalah. Ini jelas harus dicontoh oleh para aktivis. Jadikan gerakan kalian satset seperti ojol ini.

Ketiga, semua dilakukan secara bersama sampai sulit dibredel. Berbeda dengan bentuk solidaritas lain, ojol membangun komunal atau sindikatnya dari akar rumput yang terkoneksi satu sama lain. Tidak ada tokoh populis yang berpotensi disetir, dan tidak ada ketua yang bertindak bagai diktator. Maka ketika ada upaya mengendalikan massa ojol, pasti mentah!

Terbentuknya solidaritasnya ojol ini organik, tanpa ada dogma ide besar, tanpa ada pemujaan pada sosok. Yang ada hanyalah kesamaan situasi yang terhimpit. Dan semua ini membuat nilai tawar ojol lebih kuat.

Mereka bisa menciptakan mogok massal. Mereka bisa melawan debt collector. Mereka bisa melawan rumah makan yang zalim. Semua terjadi bukan karena ideologi super hebat. Bukan pula karena pidato sosok yang penuh kharisma. Tapi karena mereka punya satu persatuan sebagai garda depan distribusi dan transportasi era digital. Inilah yang seharusnya membuat serikat dan aktivis iri dan pelajari.

Bahkan borok manajemen Mie Gacoan yang selama ini tertutupi dan jadi gosip dibongkar para ojol. Restoran yang mengeruk keuntungan besar, tapi merugikan ojol ini bisa disabotase. Bahkan pihak Mie Gacoan harus mengalah dan menghentikan operasional. Sungguh, ojol telah membongkar sistem yang keji. Dan sungguh, Vox Ojol Vox Dei! Suara Ojol adalah Suara Tuhan.


Sumber

Selasa, 12 Oktober 2021

Klarifikasi Persoalan Satgas dan Driver Gojek


Bandar Lampung -
Terkait pemberitaan yang sempat beredar di media massa beberapa hari yang lalu, tentang diduga adanya pemukulan oleh Satgas Gojek terhadap drivernya (Gojek) yang terjadi didepan Kantor PT. Gojek Indonesia Provinsi Lampung, pada hari Jumat (8/10/2021). Dan berujung pelaporan atas penganiayaan ke Mapolresta Bandar Lampung, Jumat malam.

Herwan Agus Suhendra (Erwan) Satgas Gojek ketika dimintai konfirmasinya oleh awak media pada Selasa siang (12/10/2021).

Menerangkan kronologis kejadian berawal ketika mitra drivernya yang bernama Tomo Sumitro warga jalan Pulau Buton Raya, Kelurahan Jagabaya III kecamatan Wayhalim Kota Bandar Lampung menelpon dirinya dan menanyakan serta meminta jatah pendaftaran VIP (jalur khusus) mitra baru PT. Gojek Indonesia Lampung.

"Dengan bang Erwan ya, masih ada gak bang pendaftaran akun Gojek lewat jalur VIP," ujar Tomo dalam sambungan teleponnya.

Mendapati telepon seperti itu, Erwan selaku Satgas mengarahkan Tomo Sumitro untuk datang langsung ke kantor Gojek.

Selang beberapa waktu kemudian, datanglah Tomo ke kantor PT. Gojek Indonesia Provinsi Lampung. 

Saat tiba di kantor, Erwan mengajak Tomo masuk kedalam kantor, namun Tomo menolak masuk. 

Karena mendapati sikap Tomo yang menolak masuk untuk dijelaskan, Erwan langsung menanyakan perihal pertanyaan Tomo disambungan telepon sebelumnya.

"Siapa yang bilang ada pendaftaran jalur VIP," ucap Erwan kepada Tomo dalam ceritanya.

Namun Tomo hanya menjawab "Dari temen driver dijalan," timbalnya.

Karena sebagai Satgas, Erwan hanya tahunya pendaftaran secara online lewat aplikasi GoPartner, dan tidak ada lewat jalur VIP.

Lalu Erwan kembali mendesak Tomo untuk mengatakan sumber isu jalur VIP itu darimana, dan Tomo tidak bisa menjelaskan.

Karena Tomo tidak bisa menjelaskan, lalu Erwan memperingatkan dengan menyentuh pipi kiri Tomo dengan tangan kirinya, sembari mengatakan 

"Lain kali kalo gak ada bukti, jangan asal berucap", cerita Erwan.

Dan sebelum Tomo meninggalkan kantor PT. Gojek Indonesia Lampung, Tomo dan Erwan sempat bermaafan.

Dari kejadian tersebut, Erwan membantah jika ada penganiayaan atau pemukulan yang dilakukan olehnya terhadap mitra driver.

"Jika saya memukul atau menampar Tomo didepan kantor, pasti sudah heboh siang itu. Karena didepan kantor saat itu sedang ramai, ada management, ada anak-anak yang magang dan ada juga mitra driver lainnya," ucap Erwan saat ditemui di kantornya.

Erwan mengakui kesalahannya, "Saya bersalah saat itu, tapi saya tidak menganiaya dia. Saya agak terpancing emosi karena saudara Tomo bukan bertanya melainkan men just dan meminta jatah kuota VIP," jelasnya.

"Karena jalur VIP itu memang tidak ada, lagipula Tomo sudah punya akun Gojek. Buat apa dia menanyakan hal itu", kata Erwan.

Saat ditanya mengenai dia sudah dilaporkan Tomo ke Mapolresta Bandar Lampung, Erwan menjawab "Iya saya tau info kalo sudah dilaporkan dari group WhatsApp," pungkasnya.

Dan sampai berita ini dimuat Erwan menyampaikan belum mendapatkan panggilan dari Polresta Bandar Lampung. [Sur]

Minggu, 19 September 2021

Azizah: "Saya dihipnotis oknum driver Maxim"


Bandar Lampung -
Azizah warga Bumi Waras kota Bandar Lampung mengalami nasib apes saat memesan jasa aplikasi angkutan Maxim pada Minggu siang, 19/9/2021.

Gadis cantik berjilbab itu menjadi korban hipnotis saat ia hendak berangkat dari rumahnya menuju kampus Bunda Delima di Tanjung Gading kota Bandar Lampung.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, azizah menjelaskan kronologis kejadian saat ia memesan jasa aplikasi angkutan Maxim dan mendapatkan driver yang tertera di aplikasi dengan nama Muhammad Rendi.

"Waktu saya mau kekampus Bunda Delima, saya pesan jasa aplikasi Maxim. Lalu saya dapet lah driver namanya Muhammad Rendi dan saya gak tau berapa nomor platnya", kata Azizah menceritakan kejadian.

Lebih lanjut Azizah bercerita, "awalnya saat driver telah tiba, saya mau mengbatalkan orderan karena drivernya ngotot. Tapi hp saya direbut oleh driver itu dan dia nyuruh saya naik".

"Selanjutnya saya bukan diantar pada tujuan saya ke kampus Bunda Delima, tapi saya dibawanya muter-muter jauh sampai di Way Halim. Kemudian saya diturunkan di Way Halim", kata Azizah.

Kemudian korban ditinggal di Way Halim dan ketika si driver telah pergi barulah Azizah sadar jika handpone serta dompetnya sudah tidak ada.

"Ada orang yang menegur saya dan menanyakan kok kayak orang linglung mbak dari tadi saya tanya, kemudian saya pinjem hp orang itu dan coba menghubungi nomor saya yang dibawa driver maxim itu. Namun nomor hp saya sudah tidak aktif lagi", cerita Azizah.

Atas kejadian yang dialaminya, kini Azizah yang didampingi oleh keluarga melaporkan kejadi tersebut ke Mapolresta Bandar Lampung. [Sur]