Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri pendidikan. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri pendidikan. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Januari 2026

Unila–Polda Lampung Kolaborasi Atasi Konflik Agraria dan Perkuat Ketahanan Pangan

Lampung – Universitas Lampung (

Unila) mempertegas komitmennya sebagai problem solver bagi permasalahan di Provinsi Lampung. Hal ini terungkap saat Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM., ASEAN Eng., menerima audiensi Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, di Ruang Rapat Rektor, lantai dua, Gedung Rektorat Unila, Rabu, 21 Januari 2026.


Kapolda dalam pertemuan tersebut didampingi Dirintelkam Polda Lampung Kombespol Efrizal, S.I.K., M.M., dan Karo SDM Kombes Ariefaldi Warganegara, S.H., S.I.K., M.M. Sementara itu, Rektor Unila didampingi seluruh jajaran wakil Rektor, para dekan, serta Kepala BPKHM Unila.


Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang berdampak langsung pada stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat, meliputi penanganan konflik lahan, ketahanan pangan, hingga peningkatan kapasitas pendidikan anggota Polri.


Salah satu sorotan utama dalam diskusi ini yakni penanganan sengketa lahan yang melibatkan masyarakat, perusahaan, dan pemerintah di wilayah Tulang Bawang dan Lampung Tengah.


Polda mengajak Unila selain berperan sebagai akademisi, untuk juga turun langsung ke lapangan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat.


Prof. Lusmeilia Afriani menegaskan Unila akan menerjunkan tim ahli dari FISIP dan FH serta tim KKN untuk melakukan pendekatan edukatif dan persuasif.


“Kami menyepakati sinergi konkret. Untuk pengabdian masyarakat, Unila bersama Polda Lampung akan turun ke daerah konflik, seperti sengketa lahan di Tulang Bawang. Kami juga akan melibatkan tokoh adat Lampung dalam diskusi penyelesaian konflik ini agar pendekatan yang dilakukan lebih diterima dan menyentuh akar budaya masyarakat,” ujarnya. 

Rektor juga menjelaskan teknis pelaksanaan di lapangan yang akan melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Tim dari KKN untuk melakukan pendekatan langsung dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.


Selain isu keamanan, Unila dan Polda Lampung juga menyepakati kerja sama di bidang ketahanan pangan. Hal ini merespons kebutuhan pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif.


“Kerja sama ini juga menyasar sektor pertanian. Ada lahan di Kota Baru yang akan kita manfaatkan untuk budidaya jagung. Ini adalah bentuk dukungan nyata Unila dan Polda terhadap program ketahanan pangan nasional. Rencananya, program ini segera dieksekusi dalam waktu dekat,” jelas Rektor.


Di sektor pendidikan, Unila membuka pintu lebar bagi anggota Polri yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya, baik dari jenjang S-1 maupun S-2.


“Pak Kapolda memiliki visi yang luar biasa untuk pendidikan anggotanya. Unila siap memfasilitasi anggota Polri yang belum S-1 atau ingin lanjut ke S-2, salah satunya melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Kuliah Ekstensi. Ini adalah bentuk kontribusi kami dalam mencetak aparatur negara yang unggul dan berwawasan luas,” tutup Prof. Lusmeilia.


Kerja sama ini diharapkan dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif yang nyata, baik bagi institusi kepolisian, sivitas akademika Unila, maupun masyarakat Lampung secara luas.

Sabtu, 17 Januari 2026

Bupati Egi Tegaskan Peran Strategis Pesantren dalam Membangun SDM Unggul


Tanjung Sari
– Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan peran strategis pondok pesantren dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Egi saat menghadiri kegiatan Tahtiman Al-Qur’an Bin Nazdri dan Bil Ghoib, yang dirangkaikan dengan Khitanan Massal serta Pengajian Akbar dalam rangka peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, di Pondok Pesantren Salafiyah Baitul Kirom, Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Sabtu (17/1/2025).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting yang memadukan nilai keagamaan, pendidikan, dan kepedulian sosial, sekaligus mencerminkan peran pesantren dalam membangun karakter generasi muda di Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh pondok pesantren serta seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia menilai rangkaian acara yang menggabungkan pendidikan Al-Qur’an, kegiatan sosial, dan penguatan nilai keislaman merupakan wujud Islam yang memberi manfaat nyata bagi umat.

“Kegiatan hari ini menunjukkan Islam yang menghadirkan ilmu, kepedulian sosial, serta kebermanfaatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar Bupati Egi.

Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi peristiwa spiritual semata, melainkan sarat dengan pesan perubahan dan perbaikan diri secara berkelanjutan.

“Isra Mikraj mengajarkan kepada kita bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keimanan yang kuat dan disiplin ibadah yang kokoh. Dari sanalah akan lahir pribadi-pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Egi turut memaparkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Lampung Selatan, mulai dari keindahan alam, keragaman budaya dan suku, kesuburan tanah, hingga posisi geografis yang strategis dengan keberadaan pelabuhan dan bandara.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa pengelolaan yang tepat, khususnya dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia.

“Lampung Selatan memiliki begitu banyak anugerah. Tetapi semua potensi itu tidak akan menjadi manfaat yang luar biasa apabila tidak dikelola dengan sebaik-baiknya. Kuncinya satu, yaitu sumber daya manusia,” tegasnya.

Oleh karena itu, Bupati Egi menekankan bahwa pondok pesantren memiliki peran penting sebagai salah satu pilar utama dalam membentuk karakter, akhlak, serta kualitas generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah.

“Pesantren adalah pilar pembentukan karakter dan akhlak. Anak-anakku di pesantren ini adalah generasi penerus Lampung Selatan ke depan,” tutupnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan kepedulian sosial terus tumbuh dan menjadi fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, berilmu, serta mampu bersaing di masa depan.

Senin, 12 Januari 2026

Kolaborasi Pemkab Lampung Timur dan PT Upty Global Network Wujudkan STM Otomotif


Lampung Timur
– Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis pendidikan vokasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Wakil Bupati Lampung Timur ke PT Upty Global Network di Bojongsoang pada 12–13 Januari 2026, guna membahas rencana pembangunan Sekolah Teknik Menengah (STM) Otomotif di Kabupaten Lampung Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Lampung Timur didampingi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lampung Timur, Edy Saputra, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Mansur Syah, serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Timur, Suprapto.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur diterima langsung oleh Direktur PT Upty Global Network, Edi Mustofa, yang merupakan putra asli Lampung Timur, kelahiran Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, didampingi oleh jajaran staf dan manajemen perusahaan.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam mendorong masuknya investasi strategis di sektor pendidikan, khususnya pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Rencana pembangunan STM Otomotif tersebut diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi teknis, siap kerja, dan sesuai dengan kebutuhan industri otomotif.

Wakil Bupati Lampung Timur menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah menyambut baik rencana PT Upty Global Network untuk berinvestasi di Lampung Timur. Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

“Rencana pembangunan STM Otomotif ini sejalan dengan program pengembangan pendidikan vokasi yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Lampung, sekaligus mendukung visi pembangunan sumber daya manusia unggul di Kabupaten Lampung Timur,” ujar Wakil Bupati Lampung Timur.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen memberikan dukungan sesuai dengan ketentuan dan kewenangan yang berlaku, termasuk fasilitasi perizinan, koordinasi lintas perangkat daerah, serta penyiapan ekosistem pendidikan vokasi yang kondusif.

Sementara itu, Direktur PT Upty Global Network, Edi Mustofa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Ia berharap rencana pembangunan STM Otomotif di Lampung Timur dapat segera direalisasikan sebagai kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam pengembangan pendidikan vokasi di Kabupaten Lampung Timur, guna menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia industri.

Sekolah Rakyat Resmi Dibangun di Lampung Timur, Harapan Baru Anak Keluarga Kurang Mampu


Lampung Timur
— Harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Lampung Timur resmi dimulai. Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Lampung yang berlokasi di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Senin (12/1/2026).

Kehadiran Sekolah Rakyat ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan yang lebih adil dan merata, khususnya bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan ekonomi.

Bupati Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud keberpihakan negara terhadap masa depan anak-anak bangsa.

“Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah. Sekolah Rakyat hadir sebagai simbol kepedulian dan komitmen negara agar setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak dan bermartabat,” ujar Bupati, 

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam memutus mata rantai kemiskinan. Melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas, anak-anak Lampung Timur diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu pilar utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sekolah Rakyat adalah jawaban atas kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga rentan. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegasnya.

Saat ini, Sekolah Rakyat Lampung Timur telah menampung 25 murid tingkat SD dan 50 murid tingkat SMP. Ke depan, sekolah ini akan dikembangkan menjadi kawasan pendidikan terpadu dengan kapasitas hingga 1.000 murid, berdiri di atas lahan seluas 7,1 hektare yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, literasi, keterampilan hidup, serta pengembangan potensi lokal. Dengan konsep tersebut, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan mampu mandiri dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Bupati Ela juga menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk mendukung pembangunan dan keberlanjutan Sekolah Rakyat melalui sinergi lintas sektor.

“Kami siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan Sekolah Rakyat ini, agar benar-benar menjadi rumah harapan bagi anak-anak Lampung Timur,” ujarnya.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kecamatan Sukadana diharapkan tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar, serta melahirkan generasi Lampung Timur yang cerdas, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Jumat, 09 Januari 2026

Kunjungi SLB Sidomulyo, Bupati Egi Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif


Sidomulyo
— Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sidomulyo, Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Jumat (9/1/2026). Tawa polos dan sapaan hangat tampak mengalir saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, hadir langsung menyapa siswa-siswi berkebutuhan khusus di sekolah tersebut.

Kunjungan orang nomor satu di Lampung Selatan itu menjadi momen istimewa karena Bupati Egi turut mengajak ketiga putrinya, Kaleela Aisyah Pratama, Kaisara Alisyah Pratama, dan Khawla Ameena Pratama. Kehadiran keluarga kecil tersebut semakin menambah suasana kekeluargaan saat mereka membaur, berinteraksi, dan memperkenalkan diri secara langsung kepada para siswa.

Dalam kunjungannya, Bupati Egi mengungkapkan kesan positif terhadap SLB Negeri Sidomulyo. Ia mengapresiasi dedikasi para guru yang dinilainya sangat luar biasa dalam mendidik dan membimbing anak-anak berkebutuhan khusus dengan penuh kesabaran dan ketulusan.

“Lingkungannya bagus, nyaman, bersih, dan penuh warna. Saya yakin anak-anak merasa senang dan betah belajar di sekolah ini,” ujar Bupati Egi.

Sebagai wujud kepedulian dan perhatian nyata dari pemerintah daerah, Bupati Egi bersama ketiga putrinya menyerahkan secara langsung sebanyak 128 paket bingkisan berupa susu UHT dan buku tulis kepada para siswa. Selain itu, juga disalurkan 20 paket sembako bagi keluarga siswa yang kurang mampu.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Sartono, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan M. Darmawan, Kepala Dinas Sosial Puji Sukanto, serta Camat Sidomulyo Fran Sinatra Adung.

Kehadiran jajaran pejabat ini menegaskan komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjamin kesejahteraan, perlindungan, serta pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Pemerintah daerah berupaya memastikan mereka dapat tumbuh setara, bermartabat, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Rabu, 07 Januari 2026

Provinsi Lampung – Jawa Tengah Sepakati 11 Kerja Sama Strategis Dari Pangan hingga Pariwisata


Bandar Lampung
---- Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertegas komitmen sinergi antarwilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini mengemuka dalam acara Malam Ramah Tamah antara Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Mahan Agung, Selasa (6/1/2026).

Dalam pertemuan strategis yang juga dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, BUMD, dan asosiasi pengusaha dari kedua provinsi tersebut, tercatat capaian nilai transaksi kerja sama yang menembus angka Rp 833 Miliar.

Gubernur Lampung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi. Ia menekankan bahwa hubungan Lampung dan Jawa Tengah bukan sekadar mitra pemerintahan, melainkan memiliki ikatan emosional dan historis yang kuat melalui sejarah transmigrasi. Akulturasi budaya juga berjalan harmonis dan menjadi modal sosial yang luar biasa bagi pembangunan di Provinsi Lampung

"Hubungan Lampung dan Jawa Tengah telah terjalin sejak lama. Berdasarkan data BPS, sekitar 57% penduduk Lampung bersuku Jawa,sebagian besar dari Jawa Tengah," ujar Gubernur Lampung.

Gubernur Mirza menyoroti posisi strategis kedua daerah. Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera memiliki keunggulan di sektor pertanian, perkebunan, dan penyedia bahan baku. Sementara itu, Jawa Tengah dinilai telah menjadi role model nasional dalam pengembangan kawasan industri dan manufaktur.

"Saya jumpa Pak Menko Perekonomian, contoh industrinya: Jawa Tengah. Semua Menteri bilang, contoh Jawa Tengah. Investasi besar masuk, kawasan industrinya bagus, dukungan pemerintah bagus, semua variabel kenyamanan berinvestasi itu ada di Jawa Tengah," ungkap Gubernur Mirza.

Kerja sama strategis ini mencakup berbagai sektor vital, mulai dari ketahanan pangan, pariwisata, hingga penguatan UMKM. Transaksi sebesar Rp 833 Miliar yang dicatatkan dinilai sebagai bukti nyata adanya link and match serta kesinambungan rantai pasok (supply chain) yang saling membutuhkan antara Jawa dan Sumatera.

"Angka Rp 833 Miliar ini adalah yang terbesar. Kehadiran pelaku usaha, dunia swasta, dan BUMD menegaskan bahwa pembangunan akan semakin kuat ketika pemerintah dan dunia usaha saling bergerak seiring, saling mendukung, dan saling menguatkan," tegas Gubernur Lampung.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi dalam kesempatannya menegaskan bahwa pembangunan daerah di era saat ini tidak dapat lagi hanya bertumpu pada APBD semata. Diperlukan terobosan melalui integrasi kolaboratif dengan pihak swasta dan kerjasama antar provinsi.

"Kita harus menumbuhkembangkan ekonomi baru. Tidak hanya ekspansi ke luar negeri, tetapi integrasi ekonomi domestik antar provinsi melalui skema Business to Business (B2B)," jelasnya.

Gubernur Jateng menambahkan bahwa kepala daerah, baik Gubernur maupun Bupati/Walikota, memiliki tanggung jawab moral sebagai "manajer pemasaran" bagi daerahnya masing-masing untuk menarik investasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyinggung mengenai keselarasan kebijakan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Menurutnya, sinergitas antara Lampung dan Jawa Tengah dalam menerjemahkan kebijakan pusat sudah berjalan seirama, yang menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas dan percepatan pembangunan.

Berikut 11 butir kesepakatan kerjasama antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah :

1. Penguatan Pendidikan Vokasi Jenjang SMK.


2. Fasilitasi Pengembangan Sektor Industri dan Perdagangan.


3. Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).


4. Peningkatan Kapasitas Institusi Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Maritim, dan Perikanan.


5. Pengembangan Wisata Religi dan Wisata Bahari (Pahawang & Karimunjawa).


6. Kerjasama Perdagangan Penyediaan Komoditas.


7. Penyediaan Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan.


8. Kerjasama Suplai Bahan Baku Tepung Tapioka.


9. Kemitraan Rantai Pasok Industri dan Perdagangan (Gula Kristal, Ubi, Kopi, Bawang).


10. Kerjasama Perdagangan Multi Komoditas.


11. Penyediaan Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan, Buatkan Batita terkait dengan artikel diatas.

Lampung Timur Gelar Konsultasi Publik RKPD 2027 dan Luncurkan Logo City Branding


Lampung Timur 
– Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Timur Tahun 2027, pada Rabu(7/1/2026) yang dirangkaikan dengan peluncuran Logo City Branding Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, serta seluruh Camat se-Kabupaten Lampung Timur.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi seluruh pihak selama 10 bulan terakhir, yang telah membuahkan hasil nyata bagi masyarakat. Ia menyoroti keberhasilan program pengentasan kemiskinan pada tahun 2025 yang berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 12,15 persen, salah satu capaian penurunan terbesar di Provinsi Lampung.

“Meski dengan keterbatasan anggaran, sinergi antar-pihak telah menghasilkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” ujar Bupati.

Selain itu, pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian juga menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Timur yang meningkat menjadi 73,92, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Bupati Ela menegaskan, meski capaian positif telah diraih, pemerintah daerah tetap menghadapi sejumlah tantangan, termasuk perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan pelayanan publik, serta kelestarian lingkungan.

Menatap tahun 2027, Pemkab Lampung Timur menetapkan tema pembangunan daerah:
“Akselerasi Pembangunan Infrastruktur, Pemenuhan Layanan Dasar, dan Hilirisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan Menuju Lampung Timur Makmur Lestari.”

Tema ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memastikan terpenuhinya layanan dasar, serta mendorong hilirisasi produk unggulan daerah dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Lampung Timur resmi meluncurkan Logo City Branding Kabupaten Lampung Timur.

 Logo ini diharapkan menjadi simbol identitas dan semangat baru pembangunan daerah, sekaligus mendukung promosi daerah, investasi, pariwisata, ekonomi kreatif, serta menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap Lampung Timur.

Bupati Ela mengajak seluruh peserta forum, terutama para Kepala OPD, untuk memanfaatkan forum konsultasi publik secara maksimal, menyelaraskan program dan kegiatan dengan tema RKPD 2027, memperkuat sinergi lintas OPD, dan memastikan setiap anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dengan perencanaan yang matang, kolaboratif, dan berorientasi hasil, saya optimistis Kabupaten Lampung Timur akan semakin terarah dalam mewujudkan Lampung Timur Makmur Lestari, sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas,” tutup Bupati.

Senin, 05 Januari 2026

Kinerja Ekonomi Lampung Tetap Solid: Neraca Perdagangan Surplus, Inflasi Terkendali, dan Sektor Transportasi Tumbuh




Bandar Lampung
– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan kinerja ekonomi daerah yang tetap solid hingga akhir 2025.

Sejumlah indikator utama seperti neraca perdagangan, inflasi, nilai tukar petani, pariwisata, dan transportasi menunjukkan perkembangan yang positif.

Neraca Perdagangan Kembali Surplus
Pada November 2025, Provinsi Lampung kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$386,70 juta. Nilai ekspor mencapai US$532,61 juta, tumbuh 7,49 persen (year-on-year) dibandingkan November 2024. Sementara itu, nilai impor tercatat US$145,91 juta.

Secara kumulatif Januari–November 2025, ekspor Lampung mencapai US$5,98 miliar, meningkat 19,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Amerika Serikat, Pakistan, dan Tiongkok menjadi tiga negara tujuan ekspor utama, dengan komoditas dominan berupa lemak dan minyak hewan/nabati.

Di sisi impor, nilai kumulatif Januari–November 2025 tercatat US$1,91 miliar, turun 1,07 persen dibandingkan tahun 2024. Nigeria, Amerika Serikat, dan Australia menjadi negara asal impor terbesar, dengan komoditas utama berupa bahan bakar mineral, sarana perkeretaapian, dan binatang hidup.

Inflasi Desember 2025 Masih Terkendali
BPS Provinsi Lampung juga mencatat inflasi sebesar 0,59 persen (month-to-month) pada Desember 2025, lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 0,47 persen. Pendorong utama inflasi berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi 1,42 persen.

Secara tahunan (year-on-year), inflasi Lampung tercatat 1,25 persen. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat inflasi tertinggi, sementara Kelompok Pendidikan mengalami deflasi terdalam sebesar 17,98 persen. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji (2,69 persen), sedangkan terendah di Kota Bandar Lampung (0,44 persen).

Nilai Tukar Petani Menguat
Pada Desember 2025, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung tercatat 130,15, naik 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh subsektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan tangkap, yang mencerminkan peningkatan daya beli petani di sejumlah subsektor.

Okupansi Hotel dan Transportasi Menunjukkan Tren Positif
Dari sektor pariwisata, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada November 2025 mencapai 48,93 persen, naik 1,67 poin dibandingkan Oktober 2025. Hotel non-bintang juga mencatat kenaikan TPK menjadi 25,60 persen secara bulanan.

Sementara itu, sektor transportasi menunjukkan kinerja yang beragam namun positif secara tahunan. Jumlah penumpang angkutan udara tercatat 52.102 orang, meningkat 4,52 persen (y-on-y) meskipun turun secara bulanan. Angkutan laut mencatat pertumbuhan signifikan dengan 44.436 penumpang, naik 20,83 persen (y-on-y).

Optimisme Menyongsong Tahun Berikutnya
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa perekonomian Provinsi Lampung hingga akhir 2025 berada dalam kondisi yang stabil dan resilien.

Surplus perdagangan yang konsisten, inflasi yang terkendali, peningkatan kesejahteraan petani, serta pertumbuhan sektor transportasi dan pariwisata menjadi modal penting bagi Lampung dalam menghadapi tantangan ekonomi di tahun berikutnya.

Tak Ada Dana Hilang, Pemkab Lamsel Tegaskan TPG Guru Cair Januari 2026


KALIANDA
 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) serta tambahan penghasilan berupa gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) atau TPG ke-14 Tahun Anggaran 2025 akan direalisasikan pada Januari 2026. Pemkab menegaskan tidak ada dana yang hilang ataupun tidak dibayarkan kepada guru Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Selatan, Wahidin Amin, menyusul keresahan sejumlah guru ASN terkait belum cairnya TPG ke-13 dan ke-14 pada awal tahun 2026.

Menurut Wahidin, keterlambatan pencairan bukan disebabkan kelalaian pemerintah daerah, melainkan faktor regulasi di tingkat nasional. Dasar hukum pembayaran TPG gaji ke-13 dan TPG THR guru ASN Tahun Anggaran 2025 baru ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Republik Indonesia Nomor 372 Tahun 2025 pada 22 Desember 2025.

“KMK tersebut mengatur perubahan rincian Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 dalam rangka pendanaan THR dan gaji ke-13 bagi guru ASN di daerah. Kebijakan ini berlaku secara nasional dan menjadi acuan seluruh pemerintah daerah,” ujar Wahidin, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, penetapan regulasi yang dilakukan mendekati akhir tahun anggaran menyebabkan proses administrasi dan penganggaran tidak memungkinkan diselesaikan sebelum penutupan Tahun Anggaran 2025.

Selain itu, mekanisme pencairan TPG dilakukan melalui transfer dana dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Dana tersebut baru diterima Pemkab Lampung Selatan pada 30 Desember 2025.

“Waktu yang tersedia sangat terbatas untuk menyalurkan dana tersebut ke rekening masing-masing guru,” jelasnya.

Wahidin menambahkan, pencairan TPG juga harus melalui tahapan rekonsiliasi dan validasi data guru ASN penerima oleh Dinas Pendidikan. Proses tersebut masih berjalan dan menjadi syarat administratif sebelum pencairan dilakukan.

“Saat ini masih dalam tahap rekonsiliasi dan validasi data penerima. Setelah itu, baru diajukan proses pencairannya,” kata Wahidin.

Pemkab Lampung Selatan menegaskan bahwa TPG ke-13 dan TPG THR merupakan hak guru ASN yang tetap akan dibayarkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tidak ada dana yang dialihkan atau tidak dibayarkan.

Pemerintah daerah juga mengimbau para guru untuk bersabar serta mengacu pada informasi resmi dari instansi berwenang, dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terkonfirmasi.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen mengelola keuangan daerah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kami pastikan pembayaran TPG gaji ke-13 dan TPG THR direalisasikan pada Januari 2026,” tegas Wahidin.

Kamis, 01 Januari 2026

Buka Pendaftaran Baru, BIMBA Bintang Junior Gunter Fokus Kembangkan Minat Belajar Anak Usia Dini


Bandar Lampung
-- Lembaga BIMBA (Bimbingan Minat Belajar Anak) Bintang Junior Gunter terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya pada tahap usia emas anak. Melalui program khusus bagi anak pra-TK dan TK usia 2–6 tahun, BIMBA Bintang Junior Gunter berfokus pada pengembangan minat belajar sebagai fondasi awal pendidikan anak.

Program BIMBA ini dirancang bukan untuk menuntut kemampuan akademik semata, melainkan menumbuhkan rasa senang belajar, rasa ingin tahu, serta kesiapan mental anak sebelum memasuki jenjang pendidikan formal.

Pendekatan Belajar Bermain yang Menyenangkan

Proses pembelajaran di BIMBA Bintang Junior Gunter dikemas dengan metode belajar sambil bermain, interaktif, dan disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia dini. Materi meliputi pengenalan huruf dan angka, stimulasi motorik halus dan kasar, pengembangan bahasa, serta pembentukan karakter dan kemandirian anak.

Pendampingan dilakukan oleh guru-guru yang sabar, berpengalaman, dan memahami psikologi anak usia dini. Dengan pendekatan personal dan penuh kasih, anak diajak belajar tanpa paksaan maupun tekanan.

Jumlah peserta dalam setiap kelas juga dibatasi agar setiap anak mendapatkan perhatian maksimal. Suasana belajar dibuat ceria, aman, dan ramah anak sehingga mereka merasa nyaman dan antusias mengikuti kegiatan.

Bangun Minat Belajar Sejak Usia Emas

Salah satu pengelola BIMBA Bintang Junior Gunter, Fauzi, menegaskan bahwa usia 2–6 tahun merupakan masa paling tepat untuk menanamkan minat belajar anak.

“Di BIMBA, kami tidak mengejar anak harus bisa membaca atau berhitung cepat. Yang utama adalah menumbuhkan minat belajar, kepercayaan diri, dan rasa senang saat belajar. Jika fondasi ini kuat, anak akan lebih siap di jenjang berikutnya,” ujarnya, Kamis, 1 Januari 2026.

Pendaftaran Peserta Didik Baru BIMBA Dibuka

Saat ini, pendaftaran peserta didik baru BIMBA Bintang Junior Gunter untuk anak pra-TK dan TK telah resmi dibuka. Orang tua dapat datang langsung ke lokasi di Jalan Purnawirawan Raya, Gang Swadaya IV, Kelurahan Gunter, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung, atau menghubungi pengelola melalui nomor 0853-6793-8367 untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai program dan jadwal pembelajaran.

Dengan konsep BIMBA yang menitikberatkan pada minat belajar anak, Bintang Junior Gunter diharapkan menjadi mitra orang tua dalam menyiapkan anak yang ceria, percaya diri, dan siap melangkah ke dunia sekolah dengan bahagia.

Senin, 29 Desember 2025

Perkuat Akses Pendidikan, Pemkot Bandar Lampung Berikan Beasiswa ke 6.346 Penerima


Bandarlampung
- Pemerintah Kota Bandar Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan beasiswa pendidikan kepada ribuan pelajar dan mahasiswa oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, pada Senin (29/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Eva Dwiana secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada 6.346 siswa tingkat SMA/SMK serta mahasiswa perguruan tinggi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Beasiswa yang diberikan mencakup bantuan biaya pendidikan sekaligus bantuan tunai.

Para siswa SMA/SMK masing-masing menerima bantuan sebesar Rp1,3 juta, sedangkan mahasiswa perguruan tinggi memperoleh bantuan sebesar Rp1,5 juta. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus menunjang kebutuhan belajar para penerima.

Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan masa depan daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Bunda ingin memastikan tidak ada anak-anak kita yang terputus pendidikannya hanya karena keterbatasan biaya. Beasiswa ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung mimpi dan cita-cita generasi muda,” ujar Eva Dwiana.

Ia berharap bantuan beasiswa tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pelajar dan mahasiswa untuk terus belajar, meningkatkan prestasi, serta kelak mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan Kota Bandar Lampung.

Eva Dwiana juga menjelaskan bahwa proses seleksi penerima beasiswa dilakukan secara transparan dan objektif. Seleksi melibatkan pihak sekolah, perguruan tinggi, serta pemerintah kecamatan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, program beasiswa pendidikan ini direncanakan akan terus berlanjut dan diperluas pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen untuk meningkatkan jumlah penerima sebagai bentuk keberpihakan terhadap dunia pendidikan.

“Insyaallah tahun depan jumlah penerima akan kita tingkatkan menjadi 15 ribu orang. Rinciannya, 10 ribu untuk siswa SMA dan SMK, serta 5 ribu untuk mahasiswa perguruan tinggi,” ungkapnya.

Melalui program beasiswa pendidikan ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap dapat mencetak generasi muda yang cerdas, mandiri, berdaya saing, serta memiliki kepedulian dan kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah di masa mendatang.

Bupati Lampung Selatan Terbitkan Surat Edaran Lingkungan, Pelanggar Terancam Penjara dan Denda Miliaran Rupiah


Kalianda
— Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 24 Tahun 2025 tentang Kewajiban Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Kebijakan ini memuat larangan tegas terhadap berbagai bentuk perusakan lingkungan, lengkap dengan ancaman sanksi pidana dan denda hingga miliaran rupiah bagi para pelanggarnya.

Surat edaran yang dikeluarkan pada 22 Desember 2025 tersebut diterbitkan sebagai respons atas meningkatnya bencana alam di sejumlah daerah di Indonesia. Kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan, penebangan liar, dan pembakaran hutan dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab bencana.

Dalam surat edaran itu, Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia juga meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk aktif menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada masyarakat.

Salah satu poin utama dalam surat edaran tersebut adalah kewajiban mematuhi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, khususnya Pasal 50.

 Dalam aturan tersebut, masyarakat dilarang melakukan berbagai aktivitas di kawasan hutan tanpa izin, seperti penguasaan dan perambahan kawasan hutan secara ilegal, penebangan pohon di sekitar sungai, mata air, dan waduk, pembakaran hutan, serta pengangkutan dan perdagangan hasil hutan ilegal.

Selain itu, larangan juga mencakup kegiatan pertambangan tanpa izin, penggembalaan ternak, membawa alat berat ke kawasan hutan, serta pengambilan flora dan fauna dari kawasan hutan secara ilegal.

Tidak hanya kawasan hutan, surat edaran ini juga menegaskan larangan penebangan pohon di ruang terbuka hijau (RTH) publik, jalur hijau, jalan milik daerah, hutan kota, kawasan perkantoran, pusat perdagangan, fasilitas pendidikan, taman hiburan, tempat olahraga, hingga taman pemakaman yang dikelola oleh pemerintah daerah.

“Penebangan pohon yang dikuasai pemerintah daerah hanya dapat dilakukan dengan kriteria tertentu, seperti pohon yang sudah tua atau mati, membahayakan pengguna jalan dan bangunan, menghalangi akses kendaraan, atau mengancam keselamatan umum,” demikian isi surat edaran tersebut.

Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa setiap pelanggaran di kawasan hutan akan dikenai sanksi sesuai Pasal 78 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda hingga Rp5 miliar.

 Sementara pelanggaran terkait ruang terbuka hijau dan tata ruang dapat dijerat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, dengan ancaman penjara maksimal 8 tahun dan denda hingga Rp1,5 miliar.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat, sekaligus menjadi langkah preventif untuk mengurangi risiko bencana alam di masa mendatang.

Pemdes Haduyang: Jalan yang Diberitakan Bukan Akses Utama Dusun Puloray


Natar
– Pemerintah Desa (Pemdes) Haduyang, Kecamatan Natar, memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa akses jalan penghubung Dusun Puloraya masih berupa jalan tanah dan belum pernah dibangun secara layak.

Kepala Desa Haduyang, Hasani, menegaskan bahwa akses utama yang digunakan masyarakat Dusun Puloraya dalam aktivitas sehari-hari bukan melalui jalan tanah di kawasan perbukitan atau Gunung Branti sebagaimana diberitakan sebelumnya.

“Mobilitas utama warga Dusun Puloraya justru melalui Dusun Padmosari 1 dan Dusun Padmosari 3. Kondisi jalan di jalur tersebut sudah beraspal dan sebagian telah dicor, sehingga dapat dilalui dengan baik oleh masyarakat,” ujar Hasani, Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan, jalur tersebut menjadi akses utama warga menuju berbagai fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan. Menurutnya, akses menuju SMP Sriwijaya berada dalam kondisi layak dan tidak menghambat kegiatan belajar-mengajar maupun aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Hasani juga meluruskan bahwa jalan tanah yang dimaksud dalam pemberitaan berada di jalur lain yang melintasi kawasan gunung. Jalur tersebut bukan merupakan akses utama warga Dusun Puloraya, melainkan bersifat alternatif dan mengarah ke wilayah lain, sehingga tidak mencerminkan kondisi infrastruktur yang digunakan masyarakat secara rutin.

Sementara itu, Camat Natar, Eko Irawan, menegaskan bahwa klarifikasi ini tidak berarti pemerintah mengabaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tetap memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan jalan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Jangan sampai muncul persepsi seolah-olah jalan tersebut tidak akan diperhatikan. Pemerintah tetap berkomitmen melakukan perbaikan dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat,” kata Eko.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Natar dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari ruas-ruas yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Setelah prioritas utama terpenuhi, peningkatan kualitas jalan lainnya akan terus didorong sesuai dengan kebutuhan warga.

“Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan terus mendukung proses pembangunan yang sedang dan akan berjalan,” ujarnya.

Melalui klarifikasi ini, Pemdes Haduyang bersama Pemerintah Kecamatan Natar berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan tidak menimbulkan persepsi keliru terkait kondisi infrastruktur jalan di Dusun Puloraya, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan tetap menjadi perhatian pemerintah ke depan.

Minggu, 28 Desember 2025

Pemprov Lampung Dorong Penguatan Peran Pondok Pesantren dalam Pembentukan Karakter Generasi Berakhlak dan Berdaya Saing


LAMPUNG TIMUR
— Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berkontribusi strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan mandiri. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jihan Nurlela dalam kegiatan doa bersama dan tasyakuran yang digelar di Pondok Pesantren Assya’roniyyah, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (27/12/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT serta menjaga semangat keimanan hingga akhir hayat. Ia menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berakhlak dan berdaya saing.

Jihan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pesantren, termasuk melalui penguatan program korporasi pesantren. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren dan kesejahteraan para santri.

“Pemerintah Provinsi Lampung akan terus berupaya mendukung pengembangan pesantren, termasuk melalui sinergi dengan berbagai pihak dan organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, agar program-program strategis dapat tersosialisasi dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa meskipun terdapat kebijakan efisiensi anggaran, program-program prioritas, khususnya di bidang pendidikan dan infrastruktur, tetap menjadi perhatian pemerintah. Lampung Timur disebut sebagai salah satu daerah yang memiliki tantangan infrastruktur cukup besar, terutama terkait jalan dan wilayah perbatasan.

“Insyaallah, pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai prioritas. Pemerintah akan terus mengawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Jihan juga turut memohon doa agar jajaran pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik serta mampu mewujudkan harapan masyarakat. Ia juga menyampaikan doa dan apresiasi kepada para tokoh agama, pengasuh pesantren, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para ulama, santri, tokoh masyarakat, serta warga sekitar Pondok Pesantren Assya’roniyyah.

Sabtu, 27 Desember 2025

Wagub Jihan Nurlela Hadiri Pengukuhan Pengurus LKKS Kabupaten Lampung Timur Periode 2025–2030


LAMPUNG TIMUR
-- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang juga Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung, menghadiri pengukuhan pengurus LKKS Kabupaten Lampung Timur periode 2025–2030, di Aula Balai Besar Bandar Sribawono, Lampung Timur, Sabtu (27/12/2025).

Wagub Jihan berharap LKKS semakin memperkuat perannya sebagai penghubung antara pemerintah, komunitas sosial, dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Adapun Pengukuhan pengurus LKKS Lampung Timur tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Rustam Effendi mewakili Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.

Wagub Jihan menilai, keberadaan LKKS menjadi penting karena berfungsi menjembatani berbagai persoalan sosial yang belum sepenuhnya tertangani oleh pemerintah daerah. Melalui koordinasi lintas elemen, LKKS dapat memperluas jangkauan program kesejahteraan sosial hingga ke tingkat paling bawah.

“LKKS berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menangani persoalan sosial, mulai dari rehabilitasi sosial, jaminan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat. Karena itu, program kerja LKKS harus berdampak langsung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Jihan.

Wagub Jihan yang juga Ketua LKKS Provinsi Lampung menekankan bahwa LKKS merupakan wadah yang menghimpun berbagai unsur, seperti organisasi sosial, komunitas pendidikan, relawan, serta dunia usaha. Kolaborasi antarpemangku kepentingan tersebut dinilai mampu memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.

Selain itu, Jihan mendorong LKKS Lampung Timur untuk mengoptimalkan kemitraan dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurut dia, pendekatan tersebut dapat mendukung program pemberdayaan ekonomi dan mendorong kemandirian masyarakat, bukan sekadar bantuan sesaat.

Ketua LKKS Lampung Timur Tri Prabowo menyatakan, kepengurusan baru berkomitmen menjalankan peran LKKS sebagai penggerak kerja sosial yang bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kami akan fokus pada program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Sosial dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Tri.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa LKKS bukan organisasi seremonial, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan sosial.

Ia berharap LKKS dapat menjangkau hingga tingkat kecamatan dan desa, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

“Sinergi antara LKKS, Dinas Sosial, dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar program kesejahteraan sosial berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Ela. 

Kamis, 25 Desember 2025

Jembatan Gantung Garuda di Way Umbar Tanggamus Capai 45 Persen, Pangdam XXI: Akses Warga Jadi Prioritas


LAMPUNG
- Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Sungai Way Umbar, Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, telah mencapai progres 45 persen. 

Pengerjaan jembatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) Jembatan Garuda bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, Selasa (23/12/2025).

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pembangunan jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

“Jembatan ini dibangun untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan,” ujar Kristomei.

Hingga saat ini, pekerjaan penggalian lubang anchor bentangan bawah dan pembuatan garpu serta anchor telah rampung 100 persen. Sementara itu, pembentangan seling telah mencapai 60 persen. Adapun pemasangan papan lantai, ram kawat, gelagar melintang, serta gelagar memanjang masih menunggu tahapan selanjutnya.

Kristomei menegaskan, pembangunan Jembatan Gantung Garuda tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga pada aspek keselamatan dan ketahanan jangka panjang. 

“Kami memastikan seluruh tahapan dikerjakan sesuai standar teknis agar jembatan ini aman, kuat, dan dapat digunakan dalam waktu lama oleh masyarakat,” katanya.

Sebanyak 49 personel terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas unsur TNI, Tim VRI, Polri, BPBD, Tagana, aparat pekon, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan di daerah.

Menurut Kristomei, keterlibatan warga dalam proses pembangunan mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di masyarakat Lampung. 

“Partisipasi masyarakat adalah kekuatan utama. Dengan bekerja bersama, pembangunan tidak hanya lebih cepat, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki,” ujarnya.

Ia menambahkan, situasi keamanan di sekitar lokasi pembangunan terpantau aman dan terkendali, meskipun kondisi cuaca sepanjang hari dilaporkan mendung. 

“Kami bersyukur seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti, dan ini menjadi modal penting untuk melanjutkan pekerjaan ke tahap berikutnya,” kata Kristomei.

Pangdam berharap, Jembatan Gantung Garuda dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan warga sebagai sarana penghubung antarwilayah. 

“Kami ingin jembatan ini benar-benar membawa manfaat nyata dan menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat,” tutupnya.

Kamis, 18 Desember 2025

Tiga Warisan Budaya Lampung Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional 2025


Jakarta
– Pemerintah Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui komitmen kuat dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan, tiga warisan budaya asal Lampung resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional Tahun 2025 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat pada ajang Apresiasi Cagar Budaya Peringkat Nasional (ACBPN) 2025 bertema “Membingkai Warisan, Menghidupkan Masa Depan” yang digelar di Graha Utama Gedung A Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, hadir mewakili Pemerintah Provinsi Lampung dan menerima sertifikat penghargaan secara langsung dari Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.


Adapun tiga warisan budaya dari Provinsi Lampung yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional Tahun 2025 meliputi:

1. Prasasti Palas Pasemah di Kabupaten Lampung Selatan


2. Prasasti Batu Bedil di Kabupaten Tanggamus


3. Situs Megalitik Batu Berak di Kabupaten Lampung Barat



Ketiga situs tersebut dinilai memiliki nilai sejarah, arkeologis, dan kebudayaan yang sangat tinggi, serta menjadi bukti penting perjalanan peradaban dan identitas masyarakat Lampung sejak masa lampau.



Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan bahwa penetapan cagar budaya peringkat nasional tidak dilakukan secara instan. Setiap objek harus melalui proses panjang, mulai dari kajian ilmiah mendalam hingga penilaian ketat oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional.

“Pada tahun 2025 ini, terdapat 85 cagar budaya yang ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional dan sertifikatnya diserahkan kepada 27 pemerintah provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Fadli Zon.



Sementara itu, Thomas Amirico menyampaikan bahwa penetapan tiga situs budaya tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas budaya, serta masyarakat setempat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan cagar budaya sebagai sumber edukasi sejarah, penguatan identitas daerah, serta penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Cagar budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga aset strategis untuk masa depan. Kami akan terus mendorong perlindungan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan,” tegas Thomas.

Dengan penetapan ini, Provinsi Lampung semakin mengukuhkan posisinya sebagai daerah yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, sekaligus berperan aktif dalam menjaga warisan bangsa Indonesia.

Rabu, 17 Desember 2025

Nilam Resmi Tutup Gubernur Cup Cricket 2025, Optimistis Cricket Lampung Kian Berkembang


LAMPUNG
- Kejuaraan Daerah (Kejurda) Cricket yang bertajuk “Gubernur Cup Cricket 2025” usai digelar di lapangan Simpang Agung, Lampung Tengah, 15-16 Desember 2025.

Ketua Umum Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Putri Nilam Sari Djausal menutup kejuaraan itu dan membagikan hadiah untuk para juaranya, pada Selasa 16 Desember 2025.

Perkembang 3 tahun terakhir 25 pemain awal saat ini sudah lebih dari 100 atlet yang kualifikasinya atlet dan baik bermain kriket dan memiliki 8 kepengurusan Kabupaten dan Kota. Dimana secara persyaratan minimal PCI Lampung sudah bisa turut dalam Pekan Olahraga Provinsi tahun 2026.

"Sejak saya pegang Cricket tahun 2023, sampai saat ini cenderung meningkat dari segi prestasi dan juga rekruitmen atlet. Saat ini sudah lebih dari 100-an atlet siap tanding yang memang memiliki komitmen bermain Cricket secara sungguh-sungguh. Ini penting, karena Cricket ini memiliki agenda penting untuk bisa menyumbang medali di PON XXII 2028 nanti. Juga nanti di 2026 kami akan ikut di Porprov Lampung,” kata Nilam, disela final nomor putra di lapangan Simpang Agung, Lampung Tengah Selasa 16 Desember 2025.

Terkait perlunya lapangan untuk berlatih dan bertanding, Nilam mengatakan bahwa memang secara ideal seharusnya bisa memiliki lapangan yang ada di tengah kota atau pinggiran yang tidak terlalu jauh untuk dijangkau.

"Memang, idealnya kami harus memiliki sarana itu. Namun kami sedang berupaya, baik itu mungkin bisa memanfaatkan lahan di Kota Baru, atau juga kami sedang melakukan penjajakan dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Bandarlampung untuk proses memenuhi sarana itu,” tambah Nilam.

Jika, lanjut Nilam, Cricket ini berada di dekat dunia pendidikan khususnya SMA keatas, maka akan lebih mudah melakukan rekruitmen atlet dalam jangka menengah.

“Sebab Cricket ini kan tidak boleh atau tepatnya tidak disarankan dimulai dari usia dini, karena faktor salah satunya bola. Bolanya keras dan mungkin masih terlalu berbahaya untuk anak-anak. Jadi diperlukan atlet yang sudah remaja atau dewasa untuk bisa lebih safety nya.” Ungkap Nilam.

Sementara itu menurut Sekretaris Umum PCI Lampung, Sularno, Gubernur Cup ini merupakan rangkaian dari program jangka panjang, bahkan sampai pada persiapan atlet nanti ke PON XXII 2028 di NTT-NTB.

“Ini mengawali ya. Jadi dari sini kami seleksi beberapa nama yang menurut tim talent scoating kami bisa dikategorikan sebagai atlet pra kualifikasi, maka akn kami catat dan pantau terus perkembangannya,” tambah Larno.

Setelah kejuaraan ini, Pengprov PCI Lampung mempersiapkan diri untuk menggelar Porprov Lampung, karena persyaratan keberadaan Pengkab dan pengkot sudah cukup.

"Porprov nanti memiliki agenda yang lebih banyak dalam pertandingan. Kalau saat ini kami baru menggelar untuk dua nomor, maka nanti akan lebih banyak dan disesuaikan dengan situasi lapangan yang akan kami pergunakan,” ungkap Larno.

Dalam Gubernur Cup Cricket 2025 kali ini keluar sebagai juara di sector putri dari Lampung Utara, yang difinal mengalahkan Lampung Tengah dengan skor 48-47. Sementara di bagian putra, tim dari Pringsewu yang diwakili dari Universitas Asisyah Pringsewu (UAP) dan juara 2 dari Lampung Tengah.

Selasa, 16 Desember 2025

Peringati HUT Ke-26, Ketua DWP Lampung Agnesia Marindo Ajak Wanita Berperan Dalam Pembangunan


BANDARLAMPUNG
  — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP)\, Ketua DPW Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Marindo megajak seluruh wanita di Bumi Ruwa Jurai berperan aktif dalam pembangunan. 

HUT DPW ke-26 menjadi momentum penegasan peran strategis perempuan dalam membangun karakter dan kualitas generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan tersebut digelar di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (15/12/2025), Dihadiri lansgung Ketua DPW Lampung, Agnesia Bulan Marindo dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, pengurus, serta anggota DWP se-Provinsi Lampung.

Peringatan HUT DWP Provinsi Lampung berlangsung semarak dan penuh makna, diawali dengan Tari Sigekh Pengunten yang dibawakan anak-anak TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung sebagai bentuk penyambutan tamu undangan, serta dilanjutkan penampilan pentas gerak dan tarian nasional Yamko Rambe Yamko oleh anak-anak TK Pertiwi Provinsi Lampung.

Tahun ini, HUT DWP Provinsi Lampung mengusung tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”, dengan tagline #DWPmengajar: Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri.

Ketua DWP Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Marindo, membacakan sambutan Ketua DWP Pusat yang menegaskan bahwa peringatan HUT DWP bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi dan penguatan peran Dharma Wanita Persatuan sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pendidikan anak bangsa harus dimulai dari keluarga melalui penerapan nilai asah, asih, dan asuh. Asih bermakna kasih sayang, asuh mencakup perawatan dan pemenuhan nutrisi, sementara asah adalah stimulasi dan pendidikan yang memadai. Indonesia Emas 2045, ditegaskan, tidak lahir secara instan, melainkan melalui kesabaran, kerja keras, dan ketulusan yang dibangun sejak hari ini.

"Peran perempuan, baik sebagai istri, ibu, maupun anggota organisasi, dinilai sangat strategis dalam membentuk karakter bangsa. Dari keluarga yang harmonis akan lahir anak-anak berintegritas, dan dari perempuan yang cerdas serta berdaya akan tumbuh generasi yang mampu bersaing di tingkat global.,"jelas Agnesia.

Sementara itu, Penasihat DWP Provinsi Lampung, Purnama Wulansari Mirza, menegaskan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki peran kunci dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak lingkup keluarga hingga masyarakat. Ia mengapresiasi dedikasi dan konsistensi seluruh pengurus serta anggota DWP Provinsi Lampung selama 26 tahun yang telah memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah.

Sejalan dengan tema HUT, Purnama menekankan bahwa pembentukan generasi unggul dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan, melalui perhatian pada kesehatan, gizi, pola asuh, dan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang. Menurutnya, apa yang ditanam hari ini akan menjadi fondasi bagi generasi emas Indonesia di masa depan.

Dalam sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sulpakar, disampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota DWP Provinsi Lampung atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Selama 26 tahun, DWP dinilai telah berperan strategis dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, memperluas peran perempuan, membimbing generasi muda, serta memperkuat ikatan sosial di masyarakat.

Gubernur menegaskan bahwa pendidikan berkualitas dan berkarakter dimulai dari keluarga yang harmonis. Peran anggota Dharma Wanita Persatuan, meski sering terlihat sederhana, sesungguhnya sangat menentukan bagi masa depan bangsa. Pemerintah Provinsi Lampung mendorong DWP untuk terus konsisten menjalankan perannya dengan penuh ketulusan, menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat, serta memperkuat sinergi sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Peringatan HUT ke-26 ini menjadi penegasan bahwa Dharma Wanita Persatuan bukan hanya organisasi pendamping, tetapi motor penggerak nilai, pendidikan, dan karakter bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, DWP Provinsi Lampung diharapkan terus tumbuh menjadi organisasi yang solid, inovatif, inspiratif, dan berdaya guna dalam mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung juga dimeriahkan dengan sejumlah acara tambahan, antara lain pemotongan tumpeng serta penyerahan Sertifikat Penghargaan E-Reporting DWP Unsur Pelaksana Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Terbaik.

Penghargaan diberikan kepada DWP Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dengan indeks penilaian 0,99722 dan DWP Kabupaten Lampung Barat dengan indeks penilaian 0,9922.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Bedana oleh ibu-ibu DWP Provinsi Lampung, penampilan Line Dance dan Cetik, serta diakhiri dengan sesi foto bersama. (*)

Sabtu, 13 Desember 2025

Dukung Pemenuhan Hak Literasi Warga Binaan, Pemprov Lampung Teken Kerja Sama dengan Lapas Narkotika dan PKBM Nusa Indah


Bandar Lampung
---- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus berkomitmen memperluas jangkauan layanan literasi dan pendidikan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nusa Indah Bandar Lampung.

Kegiatan penandatanganan yang berlangsung di Aula Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung pada Kamis (11/12/2025) ini, dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung beserta jajaran, serta pimpinan PKBM Nusa Indah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri menyatakan bahwa kolaborasi tiga pihak ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung program pembinaan dan rehabilitasi. Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan literasi, pendidikan nonformal, dan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dalam kesepakatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung akan berperan aktif menyediakan dukungan berupa layanan pojok baca, rotasi bantuan bahan pustaka yang relevan, serta pendampingan kegiatan literasi. Sementara itu, PKBM Nusa Indah akan berfokus pada penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dan pelatihan berbasis kompetensi guna meningkatkan skill para WBP.

Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih produktif dan humanis, khususnya bagi WBP kasus narkotika. Dukungan literasi dan pendidikan diharapkan dapat menjadi sarana pemulihan mental, membuka wawasan positif, serta meningkatkan kualitas diri para warga binaan.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak berjalan sendiri, melainkan didukung penuh oleh pemerintah daerah dan lembaga pendidikan masyarakat.