Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri teknologi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri teknologi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 November 2025

Momentum Hakrab ITSNU Lampung Pererat Hubungan Mahasiswa TI



Bandar Lampung – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Lampung sukses menggelar Hari Keakraban (Hakrab) di Wira Garden, Bandar Lampung, Sabtu 15 November 2025. 


Kegiatan yang diikuti mahasiswa baru dari seluruh program studi di Fakultas Teknologi ini bertujuan memperkuat rasa kebersamaan, mengenalkan budaya akademik, serta membangun ikatan yang harmonis antarwarga kampus.


Wakil Rektor I ITSNU Lampung, Dr. Sunarto, M.Pd.I, menegaskan bahwa Hakrab merupakan sarana fundamental untuk membentuk karakter mahasiswa sejak awal.


“Hakrab ini bukan hanya kegiatan penyambutan, tetapi proses pembentukan budaya akademik yang sehat dan penuh kekeluargaan. Kami ingin mahasiswa baru merasa memiliki tempat yang tepat untuk belajar, berkembang, dan berdaya,” ujarnya.


Dekan Fakultas Teknologi ITSNU Lampung, Aan Budianto, S.Pd., MA., turut memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.


“Kegiatan ini membantu mahasiswa baru untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus. Kami ingin mereka merasa diterima dan siap menempuh perjalanan akademik dengan percaya diri, semangat, dan rasa kebersamaan,” jelasnya.


Sementara itu, Kaprodi Teknologi Informasi, Maisaroh, S.Kom., M.TI, menekankan pentingnya interaksi antar-mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran di era teknologi yang dinamis.


“Hakrab menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal budaya Prodi Teknologi Informasi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami kurikulum, tetapi juga membangun kedekatan dengan dosen, kakak tingkat, serta seluruh elemen pembelajaran di prodi. Interaksi yang baik akan mendukung proses akademik mereka ke depan,” ungkapnya.


Maisaroh juga berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar.


“Kami ingin mahasiswa menjadi pribadi yang aktif, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan di dunia teknologi digital,” tambahnya.


Di sisi lain, Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATI), Anggi Meliyani, menyampaikan bahwa Hakrab menjadi ruang perkenalan yang sangat penting bagi mahasiswa baru Prodi Teknologi Informasi.


“Kegiatan ini kami rancang agar mahasiswa baru TI bisa saling mengenal, tidak hanya dengan teman seangkatan, tetapi juga dosen, Kaprodi, dan kakak tingkat. Ini menjadi dasar terbentuknya lingkungan belajar yang solid dan suportif,” katanya.


Anggi menegaskan bahwa kegiatan pertama HIMATI ini mendapat dukungan penuh dari kampus.


“Alhamdulillah kampus memberikan dukungan luar biasa sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar. Ini bentuk sambutan hangat kami kepada mahasiswa baru,” ujarnya.


Sebagai pesan penutup, Anggi mengajak seluruh mahasiswa memaksimalkan momentum ini.


“Jadikan Hakrab sebagai awal perjalanan panjang penuh prestasi. Bangun relasi, kembangkan potensi, dan jadilah bagian dari mahasiswa ITSNU Lampung yang membanggakan,” katanya.


Dengan terselenggaranya Hakrab di Wira Garden ini, Fakultas Teknologi ITSNU Lampung berharap munculnya generasi mahasiswa yang unggul, berkarakter kuat, dan mampu bekerja sama dalam menciptakan iklim akademik yang kreatif dan produktif.

Senin, 20 Mei 2024

Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-116, AKBP James: Siapa Yang Menguasai Teknologi, Dia Pula Yang Akan Menguasai Peradapan


GK, TULANG BAWANG
- Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari, dan menjadi bagian dari peradapan kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner. Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Kecepatannya bak lompatan kuantum. Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat.

"Adigum di zaman ini jelas, siapa yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradapan," kata Kapolres Tulang Bawang, Polda Lampung, AKBP James H Hutajulu, SIK, SH, MH, MIK, membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, pada upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 Tahun 2024, di lapangan Mapolres setempat, Senin (20/05/2024).

Lanjutnya, teknologi digital saat ini telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang. Setidaknya, tak terbayangkan dalam tiga dekade yang lalu, bahwa hari ini akan seperti ini. Teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. Dunia seakan mengerdil. Semua seperti mendekat, terpampang di depan mata. Jarak bagai tak lagi relevan. Kehadiran visual menyempurnakan kehadiran suara.

"Peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi. Kesempatan itu hanya datang satu kali, oleh karenanya kita sama sekali tidak boleh keliru dalam memilih langkah. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan," ucap perwira peraih Adhi Makayasa Akpol 2004.

Kapolres menerangkan, adapun tema yang diusung pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 Tahun 2024 yakni Bangkit Untuk Indonesia Emas. Kebangkitan kedua melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa.

"Pada kebangkitan nasional kedua saat ini, kita menghadapi tantangan global, regional, dan juga nasional yang begitu kompleks. Untuk itu diperlukan sinergitas dan keterpaduan segala pihak sebagai bentuk optimisme menuju Indonesia emas 2045," terang perwira dengan melati dua dipundaknya.

AKBP James menambahkan, kebangkitan nasional yang dipancangkan pertama kali oleh Budi Utomo di tahun 1908 membuka mata masyarakat Indonesia untuk bersatu melawan penjajah.

"Cikal bakal kebangkitan nasional itu, kemudian bergulir menjadi perjuangan bersama segenap komponen bangsa, yang mencapai puncaknya dengan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 17 Agustus 1945," imbuh orang nomor satu di Polres Tulang Bawang,[Feby]

Rabu, 08 Desember 2021

Budiman Sudjatmiko Bicara Soal Revolusi Teknologi di Depan Pimpinan Perusahaan Pers Se-indonesia



JAKARTA - Budiman Sudjatmiko selaku inisiator Bukit Algoritma menjadi pembicara tentang masa depan dan revolusi teknologi media di hadapan ratusan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berlangsung di The Jayakarta Hotel, Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Dalam kesempatan ini, Budiman Sudjatmiko menawarkan SMSI untuk bisa bekerjasama dengan Bukit Algoritma yang sedang digagasnya. Menurut Budiman, perkembangan ke depan, media massa digital dalam bentuk tulisan akan mulai tergantikan oleh konsep media audio visual bahkan berbasis imajinasi.

Dikatakan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO, bahwa visi bisnis di era transformasi digital kedepan ialah era revolusi digital dan bio fisik. 

“Bukit Algoritma sudah menyiapkan untuk merespon era transformasi digital dan transformasi bio fisik itu. Di sana akan menjadi sebuah tempat mengembangkan seluruh imajinasi, inovasi dan kreativitas terutama anak-anak muda, scientist dan technolog, dan pebisnis, khususnya pebisnis scientist,” kata Budiman melalui paparannya.

Ketua Gerakan Inovator 4.0 Indonesia ini menjelaskan, ada banyak perubahan dalam kehidupan manusia sehari-harinya. Dari perubahan itu, harus tahu cara bagaimana meresponnya.

Menurutnya, ada 3 jenis teknologi yang akan memacu perubahan besar-besaran dalam bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, transportasi, komunikasi, hunian, pertambangan, dan manufaktur.

Pertama ialah era transformasi digital. Disana ada 2 jenis rekayasa, yaitu rekayasa informasi dan persepsi, Kedua ialah era Internet of Things (IoT). Dan ketiga ialah era Internet of Everything.

“Di era IoT, jam tanganmu ialah doktermu. Di era IoT, khususnya brand computer interface, kaca matamu adalah universitasmu. Dan di era Internet of Everything, tubuhmu ialah rumah sakitmu. Era transformasi revolusi 4.0 akan mengubah segala fungsi yang sebelumnya tak terpikirkan oleh kita,” ungkap Budiman Sudjatmiko.

Perkembangan teknologi di tahun 2025 diprediksi bisa menghilangkan sebanyak 83 jenis pekerjaan, baik pekerjaan fisik, rutin, dan berbahaya. Pekerjaan itu akan diganti 95 juta jenis pekerjaan baru, yaitu pekerjaan imajinatif, pekerjan inovatif, dan pekerjaan kreatif.

“Jika pada tahun 2025 anak kita tidak imajinatif hanya kerjanya suruh menulis dan menerima telpon, maka tahun 2025 tak akan dapat kerjaan. Karena robot menulis lebih cepat dan tepat. Sampai tahun 2045 akan banyak perombakan sistem ekonomi, pendidikan dan budaya, kesehatan, berbangsa dan bernegara,” ujar Budiman.

Budiman juga membahas soal teknologi Metaverse, yaitu alam gaib digital. Meta sebagai bukti adanya alam lain secara digital.

“Kedepan kita akan mampu hadir atau menghadirkan sosok kita sendiri dalam dimensi lain. Kita akan bisa berbicara dengan diri kita sendiri yang berusia lebih muda 25 tahun atau usia 70 tahun. Kita bisa berbicara dengan Ki Hajar Dewantara, semua karena teknologi," jelas Politisi PDIP ini.

"Manusia ke depan punya dua sisi, ada sisi fisik dan sisi virtual dirinya. KPOP nanti bisa hadir di gedung pertunjukan di Seoul, tapi karena Covid, dia bikin pertunjukan tiga dimensi di ruang sini. Kita bisa nonton dan bisa merasakan seolah hadir disana," imbuhnya.

Dijelaskan juga soal aset digital yang tidak kalah dengan aset fisik. Kepemilikan ruang 3 dimensi, dimana masing-masing punya avatar.

"Ada lagi yang kemaren lalu terjual Rp 9,34 miliar. Kapal mewah, kapal virtual, kapalnya gak ada secara fisik, tapi orang bisa mengunjungi dan memanfaatkan fasilitas di situ," ungkapnya lagi. 

"Bisa pasang iklan di ruangan itu. Ketika banyak orang berkunjung ke ruangan itu, anda bisa pasang iklan, bisa jual ruangan. Makanya, kita harus merespon itu,” tegas Mantan Aktivis 98 itu.

Bukit Algoritma akan menyediakan tempat dan menuju kepada teknologi tersebut, dengan didukung oleh koperasi sebagai jejaring untuk menjadi ekosistem yang membeli dan berinovasi kepada inovasi teknologi rekayasa persepsi, rekayasa biologi, dan rekayasa atomic.

“Digital itu ada di tengah. Ada 3 dampak dan peluang, baik secara sosial, ekonomi, budaya, Pendidikan, dan lainnya. Ini akan melanda seluruh manusia di dunia ini,” pungkasnya.

Lebih jauh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, gerakan Inovator 4.0 disebutnya bisa menjadi solusi kongkret dalam menjawab tantangan zaman yang berubah sangat cepat dan makin dinamis.

Merespon sosialisasi dan ajakan kerjasama dari Budiman Sudjatmiko, Ketua Umum SMSI Firdaus, mengaku siap untuk menjembatani para anggota SMSI untuk bisa bekerjasama dengan Bukit Algoritma. [Red]

Kamis, 21 Agustus 2025

AI Masuk ke Sekolah: Pemprov Lampung Dorong Guru Kuasai Artificial Intelligence, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di Era Digital


BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Provinsi Lampung 
mendorong  para tenaga pendidik untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat membuka acara "AI Goes to School", yang berlangsung di SMA Negeri 14 Bandar Lampung, Kamis (21/8/2025).

Wagub Jihan mengapresiasi sinergi antara Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyelenggarakan pelatihan bagi perwakilan guru di Kota Bandar Lampung. Ia menekankan bahwa penguasaan AI bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bagi para guru.

"Hari ini, bapak dan ibu guru sekalian mempunyai tantangan yang luar biasa banyak. Bukan hanya mengajar, tetapi juga harus terus belajar mengikuti perkembangan teknologi," ujarnya.

Wagub Jihan menuturkan bahwa para guru harus mampu memanfaatkan AI sebagai penunjang, bukan penghalang dalam proses belajar mengajar. Sebagai contoh, penggunaan AI bisa membuat pembelajaran bahasa Inggris, termasuk latihan percakapan, menjadi lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, teknologi AI dapat mempermudah siswa dalam menerima materi pelajaran yang semakin banyak. Wagub Jihan menegaskan bahwa pengajaran konvensional akan sangat berat jika terus diterapkan tanpa dukungan teknologi.

"Kalau kita menggunakan teknologi AI, maka itu akan sangat mempermudah siswa-siswa kita dalam menerima pelajaran," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Koordinator Mafindo Lampung Yoga Pratama berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menyatakan bahwa kegiatan serupa akan terus dilanjutkan dengan mengundang lebih banyak peserta, termasuk mahasiswa dan orang tua.

"Mari kita bersama-sama belajar dan manfaatkan teknologi AI ini dengan baik," ajak Yoga.

Acara yang diikuti oleh para guru di Bandar Lampung ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mencetak sumber daya manusia Lampung yang berdaya saing di bidang teknologi. (Adpim)

Sabtu, 16 Agustus 2025

Tim PKM-RE Unila Kembangkan Edible Film dari Limbah Kedelai dan Lada Hitam untuk Cegah Stunting Anak


Lampung
– Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Lampung (Unila) menciptakan inovasi teknologi pangan berkelanjutan berupa edible film nanokomposit multifungsi berbasis isolat protein kulit ari kedelai dan nanopartikel Piper nigrum (lada hitam), yang dirancang untuk melapisi filet ikan siap masak (RTC) khusus pediatrik.
Inovasi ini digagas sebagai solusi terhadap permasalahan tingginya angka stunting di Indonesia akibat rendahnya konsumsi protein hewani pada anak-anak.

Salah satu penyebab utama penolakan konsumsi ikan adalah bau amis dan tekstur yang kurang disukai. Edible film ini hadir untuk meningkatkan daya terima anak terhadap ikan sekaligus menjaga mutu dan keamanan produk secara alami.

Tim PKM-RE Unila ini diketuai oleh Renaldi Noaf Pratama (Studi Teknologi Industri Pertanian), dengan anggota tim Nova Adelia (Teknologi Hasil Pertanian), Septyani Mutya (Teknologi Industri Pertanian), Ghina Nurul Jannah (Teknologi Industri Pertanian), Novita Safitri (Teknologi Industri Pertanian), dan dibimbing oleh Nurullia Febriati, S.Pt., M.Si.

Bahan utama yang digunakan dalam edible film ini merupakan limbah kulit ari kedelai, yang memiliki kandungan protein tinggi dan mampu membentuk lapisan film. Sementara lada hitam lokal (Piper nigrum), setelah diproses menjadi nanopartikel, berfungsi sebagai agen antimikroba dan pemberi aroma alami yang mampu menutup bau amis pada ikan.

“Ini adalah pendekatan multifungsi yang memadukan keberlanjutan, potensi lokal, dan pemanfaatan limbah menjadi kemasan aktif yang bisa dimakan,” jelas Renaldi.

Proses pembuatannya melibatkan beberapa tahap: isolasi protein dari kulit ari kedelai, pembuatan nanopartikel lada hitam menggunakan metode gelasi ionik, pencampuran bahan bersama karagenan dan gliserol, hingga pencetakan dan pengeringan menjadi lembaran film.


Film ini nantinya diaplikasikan pada filet ikan untuk diuji daya tahan, sifat fisik-mekanik, dan kualitas sensori.
Pengujian meliputi ketebalan, kuat tarik, kelarutan, serta daya regang film. Selain itu, diuji pula dampaknya terhadap filet ikan, seperti kadar bakteri, pH, bau, warna, dan penerimaan oleh panelis anak-anak.

Harapannya, edible film ini mampu menurunkan total bakteri (TPC), mempertahankan nilai TVB, serta meningkatkan skor hedonik, terutama aroma dan rasa.

Dalam pengembangan riset, tim menghadapi tantangan terkait keterbatasan fasilitas laboratorium dan jadwal anggota yang padat karena Praktik Umum dan magang. Namun, dengan manajemen waktu yang baik, pembagian tugas berdasarkan minat, dan evaluasi rutin, proyek tetap berjalan lancar.

Produk ini berpotensi menjadi solusi pengawet alami untuk industri pangan anak-anak, seperti nugget atau ikan beku siap masak. Lebih dari itu, edible film ini dinilai scalable dan dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan UKM penghasil tempe serta petani lada lokal. Ke depan, riset ini juga diarahkan menuju komersialisasi dan perlindungan paten.

“Proses PKM itu penuh tantangan. Tapi seperti kata Tan Malaka, ‘Terbentur, terbentur, terbentuk.’ Dari situlah kita belajar dan tumbuh,” pungkas Renaldi.

Dengan semangat kolaboratif dan solusi yang berdampak, inovasi edible film ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unila mampu menghadirkan teknologi pangan ramah lingkungan sekaligus berkontribusi dalam penanganan masalah gizi nasional.

Sabtu, 09 November 2024

ITERA Kembali Mewisuda 1.499 lulusan Periode ke-20 Serta Penandatangan MoU Dengan Direktorat Jenderal Kereta Api Kemenhub


GK, BANDAR LAMPUNG –
Institut Teknologi Sumatera (ITERA) kembali menyelenggarakan wisuda dengan mewisuda 1.499 lulusan pada periode ke-20,di Pelataran Gedung Laboratorium OZT,Sabtu(09/11/2024). 


Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Gedung Laboratorium OZT ITERA ini juga diwarnai dengan penandatanganan kerja sama antara ITERA dan Direktorat Jenderal Kereta Api Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta peresmian laboratorium baru yang akan menjadi pusat kompetensi di bidang teknik perkeretaapian.


Dalam kesempatan tersebut, Rektor ITERA, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, memberikan sambutan yang penuh harapan terhadap masa depan lulusan-lulusannya. 


“Akan menjadi tradisi yang rutin, karena kita sudah mencapai puncak optimasi antara rasio antara in dan outnya. Setiap wisuda kita rata-rata mewisuda 1.500-an mahasiswa, dan setahun 3 kali. Meskipun demikian, kita tetap menjaga kualitas lulusan yang dihasilkan,” ujarnya dalam sesi doorstop dengan awak media.


Pada wisuda kali ini, terdapat dua program studi (prodi) baru yang pertama kalinya meluluskan sarjana S1, yaitu Program Studi Teknik Bio Medis dan Teknik Perkeretaapian. 


Rektor ITERA menjelaskan Prodi Teknik Perkeretaapian ini adalah yang pertama di Indonesia, karena sebelumnya belum ada prodi S1 di bidang ini. 


“Seiring dengan pertumbuhan kebutuhan akan transportasi berbasis rel di seluruh wilayah Indonesia, prodi ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan sistem transportasi yang lebih modern dan terintegrasi," kata dia.


Terkait dengan prodi Teknik Perkeretaapian, Prof. Aryantha menambahkan bahwa teknologi dalam transportasi rel kini semakin berkembang, termasuk dengan adanya penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung inovasi dalam dunia perkeretaapian. 


"Kami berharap, lulusan dari prodi ini akan dapat mengatasi tantangan masa depan dalam menghubungkan antar kota dan wilayah melalui moda transportasi berbasis rel," tambahnya.


Selain itu, Teknik Bio Medis juga merupakan program studi yang baru diperkenalkan di ITERA. Prodi ini bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang siap mengembangkan teknologi di bidang kesehatan berbasis alat medis canggih. 


Prof. Aryantha menjelaskan Prodi Teknik Bio Medis ini sangat relevan dengan kebutuhan industri kesehatan di masa depan yang semakin berbasis pada teknologi. 


“Kedepannya, banyak pemeriksaan medis yang akan menggunakan perangkat canggih dan berbasis data, bukan lagi hanya mengandalkan pemeriksaan fisik tradisional," ucap dia.


Menurut Prof. Aryantha pada wisuda kali ini, ITERA meluluskan 10 sarjana dari Program Studi Teknik Perkeretaapian dan 38 sarjana dari Program Studi Teknik Bio Medis. 


“Meskipun jumlah lulusan pada tahun pertama ini tidak terlalu banyak, namun mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi besar di bidang masing-masing, terutama dalam mengembangkan dunia transportasi dan kesehatan di Indonesia,” ucapnya.


Menurutnya momentum ini semakin spesial dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara ITERA dan Direktorat Jenderal Kereta Api Kemenhub. MoU ini mencakup kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, penelitian, serta peningkatan kompetensi lulusan di bidang perkeretaapian. Selain itu, ITERA juga meresmikan laboratorium baru yang akan menjadi pusat uji kompetensi dan sertifikasi di bidang teknik perkeretaapian.


“Dengan adanya berbagai prodi baru dan kolaborasi strategis ini, ITERA semakin menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan teknologi dan pembangunan bangsa, serta menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global di dunia industri dan teknologi,” pungkasnya.(*)