Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label DPRD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPRD. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2026

Anggota DPRD Lampung Soroti Pengangkatan PPPK MBG, Ingatkan Nasib Guru Honorer


Bandar Lampung
– Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) mengangkat sekitar 32.000 pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menuai sorotan.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Syukron Muchtar, menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial, khususnya di kalangan guru honorer yang telah lama mengabdi namun belum juga mendapatkan kepastian status.

“Saya memahami alasan pemerintah mengangkat petugas MBG sebagai PPPK. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah menjalankan program MBG yang memang penting, bahkan menjadi rekomendasi WHO dan PBB untuk meningkatkan kualitas gizi serta kecerdasan anak Indonesia,” ujar Syukron, Senin (26/1/2026).

Namun demikian, ia menyayangkan langkah pemerintah yang dinilainya terlalu cepat, mengingat program MBG sendiri belum berjalan satu tahun penuh.

“Yang disayangkan, kenapa begitu cepat petugas MBG ini diangkat menjadi PPPK, sementara guru honorer sudah mengabdi bertahun-tahun, demo berjilid-jilid, bahkan sampai menangis, tapi belum juga diangkat,” tegasnya.

Menurut Syukron, kondisi tersebut dapat melukai rasa keadilan para guru honorer. Ia juga menyoroti bahwa selama ini tidak terdengar tuntutan dari petugas MBG terkait pengangkatan status maupun kenaikan gaji.
“Kita belum pernah dengar karyawan MBG demo minta diangkat PPPK. Yang justru sering muncul adalah temuan layanan MBG di lapangan, mulai dari makanan mentah, basi, sampai distribusi yang tidak tepat waktu,” katanya.

Ia menyarankan pemerintah agar lebih memprioritaskan pembenahan kualitas layanan MBG dibandingkan mempercepat pengangkatan status pegawai.

“Yang semestinya dilakukan sekarang adalah memperbaiki kinerja layanan MBG, memastikan tidak ada lagi makanan mentah atau basi, dan distribusi tepat waktu, bukan buru-buru mengangkat pegawainya jadi PPPK,” ujarnya.

Meski begitu, Syukron menyatakan apabila kebijakan tersebut telah diputuskan bersama DPR RI, maka pemerintah pusat juga harus menunjukkan keseriusan yang sama terhadap nasib guru honorer.

“Kalau petugas MBG diangkat PPPK, maka pemerintah juga harus serius dan bertahap menganggarkan pengangkatan guru-guru honorer menjadi PPPK, agar tidak menimbulkan kecemburuan,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung maraknya parodi bernada satir di media sosial yang menggambarkan ketimpangan kesejahteraan antara guru honorer dan pegawai MBG.

“Kita sedih melihat parodi-parodi itu. Ada guru sarjana yang kuliah bertahun-tahun tapi gajinya kalah jauh. Ini sindiran keras ke pemerintah,” ucapnya.

Syukron menambahkan, kondisi guru honorer di bawah Kementerian Agama dinilainya lebih memprihatinkan.

“Guru madrasah di bawah Kemenag jauh lebih menjerit. Beberapa waktu lalu sampai demo besar-besaran di Jakarta. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” pungkasnya.

Minggu, 25 Januari 2026

Ketua DPRD Lampung Dukung Pelestarian TN Way Kambas dan Mitigasi Konflik Gajah–Manusia


LAMPUNG TIMUR
– Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menghadiri kegiatan Gerakan Bersatu dengan Alam yang diselenggarakan oleh Kodam XX/Radin Inten di Kantor Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Labuhan Ratu Lama, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XX/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Haryantana, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, unsur Forkopimda Provinsi Lampung, jajaran TNI–Polri, Kepala Balai TN Way Kambas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kehadiran Ketua DPRD Provinsi Lampung dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup, sekaligus penguatan fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan program pemerintah daerah yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan konservasi. Hal itu termasuk mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah Sumatra, di wilayah sekitar Taman Nasional Way Kambas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi urun rembuk yang membahas pengelolaan kawasan TN Way Kambas serta langkah-langkah penanganan konflik satwa liar dengan masyarakat desa penyangga. Forum tersebut menjadi ruang koordinasi dan pertukaran pandangan antar pemangku kepentingan dalam merumuskan solusi bersama yang berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Ahmad Giri Akbar menegaskan bahwa DPRD Provinsi Lampung akan menjalankan fungsi pengawasan secara optimal terhadap pelaksanaan kebijakan pelestarian lingkungan dan penanganan konflik satwa liar.

“DPRD akan memastikan program pelestarian lingkungan dan penanganan konflik satwa liar berjalan sesuai ketentuan serta terkoordinasi dengan baik antarinstansi,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pemerintah daerah untuk membangun pagar permanen di sepanjang perbatasan kawasan TN Way Kambas dengan desa-desa penyangga. Langkah itu dinilai sebagai salah satu upaya strategis untuk menekan potensi konflik antara satwa liar dan masyarakat.

Selain itu, Ketua DPRD Lampung mendorong penguatan serta penambahan Masyarakat Mitra Polhut (MPP) di desa-desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan konservasi. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengawasan sekaligus mencegah masuknya satwa liar ke wilayah permukiman.

Kehadiran unsur pimpinan daerah dan instansi terkait dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keberlanjutan ekosistem di Provinsi Lampung.

Kegiatan Gerakan Bersatu dengan Alam berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Usai sesi diskusi dan agenda di Kantor Balai TN Way Kambas, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Selasa, 20 Januari 2026

DPRD Lampung Desak Koperasi Kekar Bayarkan Pesangon Mantan Karyawan


Lampung
– DPRD Provinsi Lampung melalui Komisi V menegaskan kewajiban Koperasi Kekar Anak Cabang Pelindo untuk membayarkan uang pesangon kepada mantan karyawan sesuai putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) kedua Komisi V DPRD Lampung bersama mantan karyawan Koperasi Kekar yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Lampung, Selasa (20/01/2026).

Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, menyatakan DPRD telah mengeluarkan rekomendasi tegas agar koperasi segera memenuhi kewajiban pembayaran pesangon sebesar Rp480 juta kepada lima mantan karyawan yang hingga kini belum menerima haknya.

“Rekomendasi kami jelas, Koperasi Kekar wajib membayar pesangon sesuai putusan pengadilan,” tegas Yanuar.

Ia menjelaskan, persoalan ini telah berlangsung sejak 2020, saat puluhan karyawan diberhentikan. Rata-rata para pekerja telah mengabdi selama 10 hingga 11 tahun. Dari total 68 orang yang diberhentikan, sebanyak 59 mantan karyawan telah menerima kompensasi, sementara sembilan lainnya belum, dengan lima orang di antaranya menjadi klien LBH Ansor Lampung.

“Dasar tuntutan mereka sudah diuji di pengadilan dan dikuatkan sampai kasasi. Artinya, secara hukum kewajiban koperasi sudah jelas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LBH Ansor Lampung, Sarhani, menyampaikan RDP tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan pertama pada 29 Desember 2025. Dalam rapat itu turut dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan pihak Koperasi Kekar Anak Cabang Pelindo.

“Kami mewakili klien kami meminta hak mereka berupa uang pesangon yang sampai hari ini belum diberikan,” kata Sarhani usai RDP.

Sarhani menegaskan alasan koperasi yang mengaku tidak memiliki dana maupun aset tidak dapat menghapus kewajiban hukum. Ia juga mengingatkan akan menempuh langkah hukum lanjutan jika rekomendasi DPRD tidak ditindaklanjuti.

“Jika dalam waktu 7×24 jam tidak ada tindak lanjut, kami akan menempuh jalur hukum dan melaporkan ke Polda Lampung,” tegasnya.

Dalam RDP tersebut, pihak Koperasi Kekar menyatakan rekomendasi DPRD masih akan dibahas secara internal. “Hasil pembahasan internal nanti akan kami sampaikan,” ujar perwakilan koperasi.

Meski demikian, Komisi V DPRD Lampung menegaskan tetap berpegang pada putusan pengadilan sebagai dasar penyelesaian sengketa dan meminta koperasi segera merealisasikan pembayaran pesangon kepada para mantan karyawan.

Jumat, 16 Januari 2026

DPRD Lampung Hadiri Kick Off RKPD 2027, Dorong Perencanaan Terukur dan Pro-Rakyat


Bandar Lampung
— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menghadiri Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Lampung Tahun 2027 yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung di Balai Keratun Lantai 3, Kompleks Perkantoran Pemprov Lampung, Kamis (15/1/2026).

Kehadiran DPRD Provinsi Lampung merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan penganggaran, sekaligus memastikan arah perencanaan pembangunan daerah disusun secara terukur, aspiratif, serta selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., anggota DPRD Abdul Aziz, S.E., serta Sekretaris DPRD Provinsi Lampung Descatama Paksi Moeda, S.T., S.E., M.M. Turut hadir jajaran pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Lampung serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dan penurunan angka kemiskinan hingga 5 persen, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi kunci utama keberhasilan perencanaan pembangunan. Seluruh komisi DPRD yang bermitra dengan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk menurunkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi agar setiap program yang direncanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Giri juga menilai program nasional makan bergizi gratis memiliki potensi besar dalam menekan angka kemiskinan, khususnya apabila pelaksanaannya melibatkan tenaga kerja dari keluarga prasejahtera, sehingga turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung yang dipaparkan Kepala BPS Provinsi Lampung Dr. Ahmadriswan Nasution, S.Si., M.T., persentase penduduk miskin di Lampung pada September 2024 tercatat sebesar 10,62 persen. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan Maret 2024 dan Maret 2023.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang inklusif serta berorientasi pada optimalisasi seluruh potensi ekonomi daerah.

Ia menegaskan, target pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan hanya dapat dicapai apabila pemerintah tidak semata-mata bergantung pada belanja APBD, tetapi juga mendorong masuknya investasi serta penguatan sektor-sektor produktif.

DPRD Provinsi Lampung menegaskan pentingnya keselarasan perencanaan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, agar RKPD Tahun 2027 benar-benar terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan dalam upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Selasa, 18 November 2025

Di Hari Terakhir Reses, Munir Bawa 2.551 PIP untuk Siswa Kota Gajah


Lampung Tengah — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munir Abdul Haris, S.Sos.I., menutup agenda reses masa sidang tahun 2025 dengan mengunjungi dua titik terakhir, yakni Kecamatan Rumbia dan Kota Gajah. Kunjungan ini menjadi titik ke-11 dan ke-12 dari rangkaian kegiatan reses yang digelar selama beberapa hari.

Serahkan PIP Aspirasi di Rumbia

Pada titik pertama, Munir mengunjungi Yayasan Daruttauhid Al-Hasaniyyah di Kampung Rukti Basuki, Kecamatan Rumbia. Dalam kesempatan tersebut, Munir secara simbolis menyerahkan buku tabungan Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi kepada 90 siswa SMP Ma’arif Ansorul Hasaniyyah.

Hadir dalam kegiatan itu antara lain:


Suci Rahayu (Kepala Kampung Rukti Basuki)

Ustadz Ismail Hasan (Roisul Ma’had Daruttauhid Al-Hasaniyyah)

Daud Rais Abdullah (Kepala Sekolah SMP Ma’arif Ansorul Hasaniyyah)

Perangkat kampung, wali siswa penerima PIP, serta sekitar 150 warga.


Dalam sesi dialog, warga menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan jalan lingkungan di sekitar pondok pesantren serta mempertanyakan persoalan harga singkong yang masih menjadi keluhan utama petani.

Menanggapi hal tersebut, Munir menjelaskan bahwa Gubernur Lampung telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 2 Tahun 2025, yang menetapkan harga pembelian ubi kayu sebesar Rp1.350 per kilogram.

“Namun kenyataannya di lapangan banyak pabrik singkong yang tutup sehingga tidak menerima hasil panen petani. Persoalan ini sedang terus diurai dan dicarikan solusi oleh pemerintah provinsi dan DPRD, meskipun hasilnya belum sepenuhnya sesuai harapan masyarakat,” ujar Munir.


Pada titik kedua, Munir bertemu warga di Pondok Pesantren Darussyafa’ah Kota Gajah. Ia kembali menyerahkan PIP aspirasi secara simbolis, kali ini untuk 113 siswa SD Unggulan Darussyafa’ah.

Munir menyampaikan bahwa total PIP aspirasi yang dibawa khusus untuk Kampung Kota Gajah pada 2025 berjumlah 734 siswa, dan untuk seluruh Kecamatan Kota Gajah mencapai 2.551 siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Acara ini dihadiri:

Achmadi MS (Kepala Kampung Kota Gajah)

Imroatul Mustaqimah (Kepala Sekolah SD Unggulan Darussyafa’ah)

Sekretaris desa dan perangkat kampung

Wali siswa penerima PIP aspirasi serta sekitar 200 warga.


Kepala Kampung Achmadi MS mengucapkan apresiasi atas perhatian Munir kepada masyarakatnya.
“Terima kasih Mas Munir, warga saya sudah diperhatikan oleh anggota dewan dari PKB. Semoga manfaat ini terus berjalan. Semoga Mas Munir sehat selalu dan 2029 terpilih kembali,” ujarnya.

Warga juga mengusulkan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 300 meter yang menuju area sekolah dan pondok pesantren. Selain itu, guru SD Unggulan Darussyafa’ah, Zainal Abidin, berharap bantuan sarana prasarana sekolah, termasuk kekurangan dua ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, serta fasilitas MCK.

Munir: “PIP Harus Diusulkan Tiap Tahun”

Di hadapan masyarakat, Munir menegaskan bahwa pengajuan PIP memiliki dua jalur, yakni:

1. PIP Reguler — melalui Dinas Pendidikan


2. PIP Aspirasi — melalui anggota Komisi X DPR RI



“Setiap tahun harus diusulkan kembali. Meskipun sudah punya ATM dan buku tabungan, jika tidak diusulkan ulang, maka pencairan tidak akan masuk,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa keterbatasan kuota sering membuat siswa tidak menerima PIP setiap tahun, karena adanya azaz pemerataan dan prioritas baik dari Dinas Pendidikan maupun anggota Komisi X DPR RI.

Terkait usulan pembangunan jalan lingkungan, Munir menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat tetap akan ditampung.

“Prinsipnya, semua aspirasi Bapak Ibu saya terima. Walaupun bukan bidang komisi saya, hasil reses ini akan menjadi pokok pikiran yang akan saya sampaikan ke pihak-pihak terkait,” tutupnya.

Dua Desa Disambangi, Munir Abdul Haris Tebar Manfaat Lewat PIP dan Bantuan Pembangunan



Lampung Tengah — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munir Abdul Haris, S.Sos.I, melanjutkan agenda Reses Hari ke-5 di Kecamatan Sendangagung, Lampung Tengah, Senin (17/11/2025). Kegiatan berlangsung di dua titik, yakni Desa Sendang Mukti dan Desa Sendangmulyo.


Pembagian PIP Aspirasi di Sendang Mukti

Di titik pertama, Desa Sendang Mukti, Munir kembali menyerahkan secara simbolis kartu ATM dan buku tabungan Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi kepada 77 siswa SDN 1 Sendang Mukti.

Acara ini dihadiri sekitar 150 orang, termasuk:

Apud Supriyatna (Kepala Sekolah SDN 1 Sendang Mukti)

Wayan Sudiana (Sekretaris Desa Sendang Mukti)

Saridi (sesepuh dan guru)

Dewan guru, perangkat kampung, serta wali murid penerima PIP.

Serahkan PIP dan Bantuan Pembangunan di Sendangmulyo

Di titik kedua, Desa Sendangmulyo, Munir juga menyerahkan simbolis ATM dan buku tabungan PIP Aspirasi untuk 90 siswa SMP PGRI 1 Sendangagung.

Selain itu, Munir memberikan sejumlah bantuan pembangunan, di antaranya:

Rp 2.500.000 untuk rehabilitasi Tugu Cendol Petruk yang roboh akibat ditabrak truk.

100 sak semen untuk mendukung pembangunan swadaya jalan rabat beton Umbul Tape Sendangmulyo.


Agenda di titik kedua ini dihadiri sekitar 200 warga, di antaranya:
Sudadio Utomo (Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Sendangagung),
Suyud (KAUR Pemerintahan),
Triyono (Kepala Dusun 8),
Miranto (Kepala Dusun 2),
Abdul Malik (Kepala Dusun 6),
Tokoh agama Nur Halim & Kyai Nurhadi,
Khomaedi (Ketua DPAC PKB Sendangagung),
serta para wali murid penerima PIP.


Dalam sesi dialog, Triyono mewakili kepala PAUD/TK mengusulkan agar siswa-siswi PAUD/TK ikut diusulkan ke Kementerian Pendidikan untuk menerima PIP.

Sementara itu, Suyud mewakili aparatur desa menyampaikan terima kasih atas pengawalan Munir terhadap pembangunan Embung di Dusun Sumber Agung, yang saat ini memasuki tahap penyelesaian dan sangat bermanfaat untuk pengairan sawah warga.


Dalam sambutannya, Munir menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebijakan publik yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.

> “Saya akan berjuang sekuat kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan publik agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Mohon do’a agar senantiasa diberi keselamatan dunia dan akhirat, karena hakikat politik adalah upaya perbaikan manusia menuju keselamatan,” ujarnya.



Sebagai putra daerah, Munir menyebut Kecamatan Sendangagung sebagai fokus utama perjuangannya. Ia memaparkan capaian PIP Aspirasi 2025 yang berhasil dikawalnya untuk seluruh Sendangagung, yaitu:

1.820 siswa SD

575 siswa SMP

263 siswa SMA

445 siswa SMK
Total penerima PIP se-Kecamatan Sendangagung tahun 2025: 3.103 siswa


Jumat, 14 November 2025

DPRD Lampung Selatan Gelar Paripurna Istimewa Peringati HUT ke-69


Kalianda
— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025, Kamis (14/11/2024). Rapat berlangsung khidmat di ruang sidang utama gedung DPRD dan dipimpin langsung Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, didampingi para wakil ketua Merik Havit, A. Benny Raharjo, dan Bella Jayanti.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Achmad Saefullah, serta tokoh adat, agama, masyarakat, dan berbagai tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Erma Yusneli menegaskan bahwa HUT ke-69 merupakan momen penting untuk memperkuat persatuan dan kesinambungan pembangunan. Ia berharap peringatan hari jadi ini dapat memotivasi semua pihak untuk terus berperan aktif demi kemajuan daerah.

> “Melalui hari ulang tahun ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, mari kita perkokoh semangat persatuan dan kesinambungan pembangunan menuju terwujudnya Kabupaten Lampung Selatan yang sejahtera, berdaya saing modern, dan berakhlak mulia,” ujar Erma.



Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menilai usia ke-69 sebagai perjalanan panjang yang penuh tantangan dan pembelajaran bagi daerah. Ia menyampaikan bahwa Lampung Selatan terus tumbuh dan berbenah dalam mewujudkan visi Lampung Selatan Maju, Menuju Indonesia Emas 2045.

> “Hari ini kita tidak hanya memperingati hari lahir sebuah kabupaten, tetapi juga merayakan perjalanan panjang penuh semangat, kerja keras, dan pengabdian,” kata Egi.



Bupati Egi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesinambungan pembangunan demi mewariskan daerah yang lebih baik bagi generasi mendatang.

> “Mari terus bergerak bersama, mewujudkan Lampung Selatan Maju, Menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.



Mewakili Gubernur Lampung, Achmad Saefullah turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat Lampung Selatan. Ia menekankan bahwa peringatan HUT daerah merupakan momentum refleksi atas pencapaian dan penyusunan langkah strategis untuk masa depan.

 “Semoga di usia ke-69, Lampung Selatan semakin maju, semakin sejahtera, dan menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Lampung,” ungkapnya.



Rapat paripurna ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua DPRD sebagai simbol rasa syukur dan harapan baru bagi Kabupaten Lampung Selatan. Momen itu menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Kamis, 13 November 2025

Munir Lanjutkan Reses Hari Kedua di Desa Slusuban dan Gayau Sakti, Serap Aspirasi Masyarakat Seputih Agun


LAMPUNG TENGAH
— Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munir Abdul Haris, S.Sos.I, melanjutkan agenda reses masa sidang III tahun 2025 di dua titik Kecamatan Seputih Agung, yakni Desa Slusuban dan Desa Gayau Sakti, pada Kamis (13/11/2025).

 


Sebelumnya, Munir telah menggelar reses di dua titik Kecamatan Pubian dan Anak Tuha. Kegiatan ini menjadi ajang bagi wakil rakyat untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus menyosialisasikan berbagai program Pemerintah Provinsi Lampung.

 


Di Desa Slusuban, kegiatan dihadiri sekitar 170 warga yang terdiri dari aparatur kampung, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta para wali murid penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi. Turut hadir perwakilan kepala kampung Jasmun Efendi, Bripka Eko Purwanto, Kepala SDN 1 Slusuban Mukhlison, S.Pd.I., M.Pd.I, dan Miftahul Munir dari Lazisnu Seputih Agung.

 


Dalam sambutannya, Munir menginformasikan bahwa program pemutihan pajak kendaraan bermotor dari Pemerintah Provinsi Lampung masih diperpanjang hingga Desember 2025. Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan tersebut karena hasil pendapatan pajak tersebut nantinya akan dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan provinsi.

 


 “Tahun 2025 ini terdapat anggaran pembangunan 10 ruas jalan provinsi di Lampung Tengah senilai lebih dari Rp92 miliar. Insya Allah tahun 2026 jumlahnya akan meningkat dua kali lipat,” ujar Munir.

 


Masyarakat Slusuban pun menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya percepatan pemekaran Dusun Tanjung Rejo menjadi desa definitif, perbaikan akses jalan menuju SDN 1 Slusuban sepanjang sekitar 1 km, serta rehabilitasi ruang kelas yang rusak di sekolah tersebut.

 


Dalam kesempatan tersebut, Munir yang dikenal dengan gaya khas mengenakan blangkon bermotif tapis Lampung, menyerahkan secara simbolis ATM dan buku tabungan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 171 siswa penerima manfaat.

 


 “Salam dari Ibu Ketua saya, anggota DPR RI Hj. Chusnunia, yang menugaskan saya untuk menyerahkan bantuan ini. Gunakan bantuan ini sepenuhnya untuk kebutuhan pendidikan anak-anak, jangan untuk beli skincare,” seloroh Munir yang disambut tawa hadirin.

 


Usai acara, Munir juga meninjau program penyaluran makanan bergizi gratis bagi siswa. Para siswa tampak antusias dan menghabiskan hidangan yang disediakan. “Siang ini lauknya ikan, terima kasih Pak Presiden,” ujar para siswa serempak dalam rekaman video bersama.

Agenda reses berlanjut di Desa Gayau Sakti, bertempat di Aula Pondok Pesantren Hidayatuthulab. Kegiatan dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri dari wali murid SMP dan SMA Islam Hidayatuthulab, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan.

 


Turut hadir Kepala Kampung Gayau Sakti Ma’sum, S.Pd.I, pengasuh Ponpes KH. Zainuddin, Ketua Yayasan Gus Muhammad Masykur, Bhabinkamtibmas Bripka Eko Purwanto, Kepala SMP Islam Hidayatuthulab Dimas Fajar Oktavian, Kepala SMA Islam Hidayatuthulab Zainul Mustofa, serta anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah Purheri Sumardiyanto.

 


Dalam kegiatan tersebut, Munir menyerahkan secara simbolis ATM dan buku tabungan PIP kepada 49 siswa SMP dan 23 siswa SMA penerima manfaat. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima di tahun berikutnya.

 


 “Kita juga punya program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Tidak ada alasan lagi anak-anak kita yang kurang mampu tidak bisa kuliah. Pemerintah menanggung biaya kuliah bahkan memberikan bantuan biaya hidup Rp950 ribu per bulan,” tutur Munir.

 


Selain itu, masyarakat Gayau Sakti menyampaikan beberapa aspirasi, antara lain perbaikan jalan lingkungan menuju sekolah, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan masjid, serta rehabilitasi balai desa yang dinilai sudah tidak layak.

 

“Balai desa kami merupakan yang terjelek di Kecamatan Seputih Agung, boleh dicek,” ungkap Ma’sum, Kepala Kampung Gayau Sakti.

 

Kegiatan reses ini menjadi bukti komitmen Munir Abdul Haris untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, dan memperjuangkannya melalui jalur legislatif di tingkat provinsi.

Rabu, 12 November 2025

Reses di Kecamatan Anak Tuha, Munir Terima Keluhan Soal Guru TK/PAUD Tak Dapat MBG dan Maraknya Narkoba


Lampung Tengah
– Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munir Abdul Haris, S.Sos.I, start melaksanakan kegiatan Reses Tahap IV Tahun 2025 di dua titik dari 12 titik yang akan dilaksanakan secara maraton sampai tanggal 18 November, hari pertama yaitu Desa Tyas Bangun, Kecamatan Pubian, dan Desa Haji Pemanggilan, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (11/11/2025).

Di titik pertama, kegiatan berlangsung di Aula SMP Islam Tyas Bangun dan dihadiri sekitar 150 peserta, terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dewan guru, wali murid penerima Program Indonesia Pintar (PIP), serta aparatur kampung setempat.

Dalam kesempatan itu, Munir menyampaikan bahwa pada tahun 2026 mendatang, anggaran pembangunan jalan provinsi di Lampung Tengah akan meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini anggaran untuk 10 ruas jalan provinsi sekitar Rp92 miliar. Insya Allah tahun depan bisa dua kali lipat, agar target Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, yaitu kondisi jalan provinsi mantap 90 persen sebelum 2029, dapat tercapai,” ujar Munir saat dikonfirmasi, Rabu (12/11/2025).

Selain menyerap aspirasi, Munir juga menyerahkan bantuan simbolis Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 65 siswa SMP Islam Tyas Bangun.

Sementara di titik kedua, Desa Haji Pemanggilan Kecamatan Anak Tuha, kegiatan dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari aparatur kampung, pengurus PKK, tokoh adat, tokoh agama, guru, serta wali murid penerima PIP.

Munir menyerahkan bantuan PIP aspirasi untuk 108 siswa SMP dan 396 siswa dari empat SD di lingkungan Haji Pemanggilan. Ia juga memberikan bantuan bola voli, futsal, dan sepak bola untuk pemuda, serta bantuan rehabilitasi Masjid Taqwa dan pembangunan balai dusun 06.

Dalam dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah keluhan dan aspirasi. Salah satunya datang dari guru TK dan PAUD yang menyoroti ketimpangan penerimaan insentif MBG dan program PIP.

“Guru TK/PAUD berharap ada keadilan. Mengapa siswa TK/PAUD tidak mendapat MBG dan tidak bisa diusulkan PIP?” ujar Munir menirukan aspirasi warga.

Selain itu, guru sekolah swasta juga meminta agar dapat ikut mendaftar PPPK tanpa harus pindah dari sekolah asal.

Isu lain yang mencuat dalam reses kali ini adalah maraknya peredaran narkoba di wilayah Anak Tuha. 

Kepala Kampung Haji Pemanggilan, Jahri Efendi, bahkan meminta Munir agar menyampaikan langsung kepada Kapolda Lampung yang baru untuk turun tangan memberantas narkoba.

“Kami sudah sangat resah. Bahkan anak SD dan SMP sudah ada yang memakai narkoba di desa ini. Kami minta Kapolda Lampung turun langsung menangani,” tegas Jahri.

Munir berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut, baik yang berkaitan dengan infrastruktur, pendidikan, maupun masalah sosial kemasyarakatan.

“Semua aspirasi ini akan kami bawa ke DPRD Provinsi Lampung dan pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangannya,” pungkas Munir.

Kamis, 09 Oktober 2025

Endang Asnawi Dorong Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Pertahankan NKRI


Bandar Lampung
– Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi, mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan dan memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

Hal tersebut disampaikan Endang saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, pada Kamis (9/10/2025).

Dalam sambutannya, Endang menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat cinta tanah air di tengah masyarakat.

“Sebagai warga negara yang baik, kita semua memiliki kewajiban untuk menjaga dan mempertahankan NKRI. Hal ini bisa diwujudkan dengan menjaga kerukunan, saling menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa,” ujarnya.


Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung itu juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat nasionalisme di era globalisasi. Ia menilai, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa.

“Anak muda jangan mudah terpengaruh oleh isu yang bisa melemahkan semangat kebangsaan. Jadilah pelopor persatuan dan kedamaian,” tambahnya.

Endang juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya memahami makna persatuan secara teori, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus membuktikan cinta tanah air melalui tindakan nyata, seperti ikut menjaga lingkungan, mematuhi hukum, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Endang berharap masyarakat Kota Bandar Lampung senantiasa kompak dan berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Dengan semangat gotong royong, kita yakin bangsa Indonesia akan semakin kuat dan maju,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut, Endang Asnawi menghadirkan dua narasumber, yakni Ginda Ansori Waka, S.H., seorang advokat, dan Guntur Purboyo, S.H., dosen dari salah satu universitas di Kota Bandar Lampung.(Yl)

Senin, 29 September 2025

Bernas Yuniarta Teguhkan Semangat Pancasila dan Nasionalisme di Bandar Lampung


BANDAR LAMPUNG
– Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan terhadap nilai-nilai kebangsaan, Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, H. Bernas Yuniarta, S.E., menunjukkan komitmennya untuk memperkuat karakter bangsa melalui kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Senin (29/9/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila dan memperkokoh rasa nasionalisme, khususnya di kalangan masyarakat dan generasi muda Kota Bandar Lampung.

“Pembinaan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat cinta tanah air, mempererat persaudaraan, serta menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman,” ujar Bernas Yuniarta.

Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai peran Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, serta pentingnya wawasan kebangsaan sebagai benteng ideologis dalam menghadapi pengaruh budaya luar.

Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, dengan antusiasme tinggi dari peserta yang menilai acara ini sangat relevan di tengah tantangan ideologis dan pergeseran nilai di era digital.

Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus digelar agar nilai-nilai kebangsaan dan semangat gotong royong tetap terjaga di tengah masyarakat.

“Acara seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan memperkuat karakter generasi muda,” ungkap salah satu peserta.

Melalui pembinaan ini, Bernas Yuniarta menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya ideologi, tetapi juga kompas moral bangsa yang harus dihidupkan dalam setiap tindakan masyarakat Indonesia.

Senin, 01 September 2025

Tanpa Sekat, Bupati Egi Dengarkan Aspirasi Warga Lampung Selatan di Tengah Aksi Damai


Kalianda
– Suasana berbeda tersaji di Tugu Adipura, Kalianda, Senin (1/9/2025). Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Selatan Bersatu menggelar aksi damai dengan tertib dan kondusif.

Momen itu menjadi perhatian publik ketika Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, memilih langkah sederhana namun penuh makna: duduk bersila di atas aspal, berbaur dengan massa aksi tanpa jarak dan tanpa pengawalan ketat.

Bupati hadir bersama Wakil Bupati, Kapolres, Dandim 0421/LS, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, serta sejumlah anggota dewan. Bukan untuk berpidato panjang, tetapi mendengar langsung suara rakyat.

“Saya senang sekali kalian semua hari ini bisa menyampaikan aspirasi dengan cara yang tertib, damai, dan dewasa. Ini adalah ciri-ciri masyarakat yang maju,” ujar Bupati Egi, disambut tepuk tangan meriah peserta aksi.



Tak hanya mendengar, Bupati Egi juga membawa kabar baik. Ia menegaskan bahwa beberapa tuntutan akan segera ditindaklanjuti, termasuk usulan beasiswa yang telah masuk dalam Anggaran 2026 dan sudah mendapat persetujuan DPRD.

 “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Jadilah masyarakat yang maju, cerdas, dan dewasa. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan selalu terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan,” tambahnya.



Suasana makin hangat saat Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, turut menyampaikan komitmennya. Ia menegaskan lembaga legislatif siap menampung dan membawa aspirasi masyarakat ke forum resmi.

 “Aspirasi masyarakat adalah bagian penting dalam menjalankan fungsi kami di parlemen. Saya mengapresiasi semangat mahasiswa yang menyampaikan pendapat dengan tertib dan kondusif,” kata Erma.



Di balik teriknya siang, aksi tersebut melahirkan harapan baru: bahwa ruang demokrasi di Lampung Selatan bisa hadir dengan wajah humanis, di mana pemimpin dan rakyat duduk sejajar, berbagi suara tanpa sekat.


Aliansi Lampung Melawan Sampaikan 13 Tuntutan di Depan DPRD Provinsi Lampung


Bandar Lampung
– Ribuan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025). Aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online, hingga masyarakat sipil.

Dalam aksinya, mereka membawa 13 poin tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat maupun daerah. Massa menegaskan bahwa aspirasi ini harus segera ditindaklanjuti agar kesejahteraan dan keadilan masyarakat dapat terwujud.

Adapun 13 tuntutan Aliansi Lampung Melawan adalah sebagai berikut:

1. Mendesak pemerintah segera mengesahkan UU Perampasan Aset.

2. Memotong gaji dan tunjangan DPR sebagai bentuk efisiensi anggaran.

3. Meningkatkan kesejahteraan dosen dan guru di seluruh Indonesia.

4. Meminta Presiden Prabowo Subianto segera mencopot menteri-menteri bermasalah.

5. Mendesak penghentian rangkap jabatan ketua partai di eksekutif maupun legislatif.

6. Menuntut pergantian Kapolri.

7. Reformasi total Polri dan mengadili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan.

8. Menyerukan revolusi total, bukan sekadar reformasi.

9. Evaluasi kinerja Polda Lampung.
10. Menolak RKUHAP yang dianggap merugikan rakyat.

11. Menolak efisiensi di sektor pendidikan dan kesehatan.

12. Menuntut negara menghentikan penggunaan pajak untuk menindas rakyat.

13. Mendesak pembebasan lahan untuk petani dan keadilan agraria.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Sepanjang orasi, massa aksi bergantian menyampaikan kritik serta desakan kepada pemerintah agar lebih berpihak kepada rakyat.

Koordinator aksi menegaskan bahwa unjuk rasa akan terus digelar bila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.

“Kami akan terus bersuara sampai pemerintah benar-benar mendengar dan melaksanakan tuntutan rakyat,” ujar salah satu perwakilan massa di tengah orasi.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dengan situasi yang relatif kondusif meski dijaga ketat aparat keamanan.

Jumat, 29 Agustus 2025

Pemprov dan DPRD Provinsi Lampung Sepakati Raperda APBD 2026


LAMPUNG
– Pemerintah Provinsi Lampung bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Persetujuan bersama ditandai dengan penandatanganan pada Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Jumat (29/08/2025).

Rapat paripurna yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela tersebut mewakili Pemerintah Provinsi Lampung. Dengan Agenda Pembicaraan Tingkat II, meliputi laporan Badan Anggaran DPRD, pembacaan Keputusan DPRD, dan penandatanganan Raperda APBD Tahun Anggaran 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Lampung, khususnya Badan Anggaran dan Komisi-Komisi.

“Perhatian yang mendalam terhadap kepentingan masyarakat Lampung dalam setiap tahapan pembahasan menjadi wujud nyata sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan pembangunan yang berpihak pada rakyat,” ujar Wagub.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian proses pembahasan Raperda APBD 2026 telah terlaksana dengan baik, mulai dari penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) hingga mencapai tahap persetujuan bersama.

BACA JUGA: Ketua DPRD Lampung bersama Stakeholder Nyatakan Siap Kawal dan Sukseskan Pilkada Serentak di Provinsi Lampung

Kesepakatan ini, kata Wagub, merupakan hasil kerja sama yang intensif antara Komisi-Komisi dan Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Persetujuan ini menjadi langkah penting untuk memberikan dasar hukum yang kuat dan jelas bagi pelaksanaan APBD, serta mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.

“Terhadap berbagai rekomendasi dan hasil evaluasi yang telah disampaikan oleh Anggota Dewan, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan apresiasi tinggi dan akan menjadikannya sebagai perhatian serius dalam proses penyempurnaan Raperda APBD Tahun Anggaran 2026,” tambahnya.

Setelah persetujuan, Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 akan segera disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi. Evaluasi ini bertujuan memastikan substansi Raperda sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan selaras dengan kebijakan nasional.

“Setelah proses evaluasi selesai dan hasilnya kami terima, Pemerintah Provinsi Lampung akan menindaklanjuti dengan penetapan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026 dan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD sebagai dasar pelaksanaan anggaran di tahun mendatang,” tutup Wagub.(Red)

Rabu, 27 Agustus 2025

Descatama Paksi Moeda Terima Penghargaan Salah Satu Tokoh Inspiratif dari LAMPUNG7.COM


LAMPUNG
– Sekkertaris DPRD Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda, S.T., S.E., M.M., menerima penghargaan Spesial Tokoh Inspiratif dari media LAMPUNG7.COM dalam rangka HUT ke-11 media tersebut. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Komisaris sekaligus Pemimpin Redaksi LAMPUNG7.COM, Jeffri Noviansyah, di ruang kerja Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, pada Rabu (27/8/2025).

Jeffri hadir mewakili Komisaris Utama, Drs. H. Aries Wijayanto HS, M.M., serta Direktur PT. Siger Lampung Inter Media, Arif Budi Sulistyo, S.E., yang merupakan bagian dari manajemen media LAMPUNG7.COM. Penghargaan ini seharusnya diserahkan saat acara puncak Semarak HUT ke-11 LAMPUNG7.COM beberapa waktu lalu, namun kala itu Descatama berhalangan hadir karena padatnya agenda kedewanan.

Dalam pernyataannya, Jeffri Noviansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP KoPI (Dewan Pengurus Pusat Komite Pewarta Independen) menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah, khususnya dalam bidang komunikasi, kepemudaan, dan olahraga.

“Bapak Descatama bukan hanya sosok birokrat yang profesional, tapi juga sahabat bagi media dan jurnalis. Ia terbuka, kooperatif, dan selama ini terbukti aktif mendukung berbagai inisiatif untuk pengembangan generasi muda, baik saat menjabat sebagai Kadispora maupun kini sebagai Sekwan,” ungkap Jeffri.

Ia juga menambahkan bahwa kategori "Sekwan Sahabat Media" diberikan sebagai pengakuan atas peran Descatama dalam membangun sinergi positif antara lembaga legislatif dan insan pers di Provinsi Lampung.

Sementara itu, usai menerima penghargaan, Descatama Paksi Moeda menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepadanya.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar LAMPUNG7.COM atas penghargaan ini. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik, baik dalam mendukung kinerja DPRD maupun dalam upaya pembinaan generasi muda di Provinsi Lampung,” ucapnya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi catatan penting atas dedikasi Descatama selama ini, khususnya saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Lampung, di mana ia dikenal aktif mendorong pengembangan olahraga dan pemberdayaan pemuda.

Rabu, 20 Agustus 2025

Pemprov Lampung Serahkan Dokumen Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Lampung


LAMPUNG
 – Pemerintah  (Pemprov) Lampung menyerahkan dokumen Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Provinsi Lampung.


Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal kepada Wakil Ketua IV DPRD Provinsi Lampung Naldi Rinara, dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Bandarlampung, Rabu (20/8/2025).

Sekdaprov Marindo menyampaikan bahwa pendapatan daerah pada tahun 2026 ditargetkan mencapai Rp7,6 triliun.

Angka ini diupayakan secara optimal melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp4 triliun yang didominasi oleh Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp1,3 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp3,4 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp111 miliar.

“Target ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Marindo.

Di sisi belanja, Pemprov Lampung mengarahkan anggaran untuk mempercepat pemulihan ekonomi, memperkuat daya saing daerah, serta meningkatkan kualitas layanan publik secara merata dan adil.

“Pemerintah daerah senantiasa menjunjung tinggi prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah agar pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” katanya.

Salah satu program unggulan yang disorot adalah komitmen Pemprov Lampung dalam bidang pendidikan.

Marindo menyampaikan selain alokasi anggaran dana BOS sebesar Rp476 miliar, Pemprov Lampung juga menganggarkan lebih dari Rp100 miliar untuk menggratiskan biaya pendidikan bagi seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri mulai tahun ajaran 2025/2026.

“Langkah ini diambil untuk meringankan beban orang tua siswa dan meningkatkan kualitas serta akses pendidikan yang merata,” terangnya.

Sementara itu, pada sektor infrastruktur, Pemprov Lampung menetapkan target kemantapan jalan provinsi mencapai 80,88% pada akhir tahun 2026.

Untuk mencapainya, Pemprov mengalokasikan dana sebesar Rp1 triliun yang bersumber dari pinjaman daerah. Hingga akhir 2029, total kebutuhan anggaran untuk mencapai target kemantapan jalan sebesar 87,95% diperkirakan mencapai Rp4,72 triliun.

Pemprov juga menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna menjamin pelaksanaan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta pemberdayaan ekonomi lokal menjadi prioritas utama.

“Kami berharap, Raperda ini dapat menjadi dasar awal bagi kita semua dalam mewujudkan APBD yang responsif, kredibel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas, serta mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Red)

Pemprov Lampung Gelar Rapat Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan, Dorong Percepatan Implementasi Aplikasi Srikandi Versi 3


BANDARLAMPUNG
— Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan memimpin rapat implementasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) versi 3, di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Rabu (20/8/2025). 

Rapat dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri beserta jajaran terkait.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Fitri menyampaikan bahwa implementasi aplikasi Srikandi di Provinsi Lampung saat ini masih dalam proses peningkatan untuk mencapai hasil yang lebih optimal.

Fitri menambahkan bahwa penerapan Srikandi berhubungan langsung dengan indeks reformasi birokrasi, khususnya tingkat digitalisasi aksi.

“Tahun kemarin kita sudah di angka 87,63 dengan kategori memuaskan. Mudah-mudahan dengan komitmen Pak Sekda, tahun ini kita bisa naik, bahkan targetnya masuk 10 besar,” lanjutnya.

Sekdaprov Marindo menegaskan bahwa Srikandi adalah aplikasi wajib nasional di bidang kearsipan.

“Srikandi analoginya sama dengan SIPD. Kalau SIPD wajib untuk perencanaan dan keuangan, maka Srikandi wajib untuk kearsipan. Jadi harusnya tidak ada pilihan, semua OPD harus pakai Srikandi,” tegasnya.

Sekdaprov Marindo juga menilai perlu adanya dorongan tegas agar implementasi aplikasi berjalan optimal.

“Ini harus kita dorong bersama-sama,” ujarnya.

Melalui komitmen pimpinan dan pembinaan lintas OPD, Pemprov Lampung berharap percepatan implementasi Srikandi V3 dapat lebih optimal, sehingga tata kelola kearsipan semakin tertib, terintegrasi, dan mendukung reformasi birokrasi. (Adpim)

Sabtu, 16 Agustus 2025

DPRD Lampung Gelar Paripurna Pidato Kenegaraan Presiden


Bandar Lampung
–  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan RI.

Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Jumat (15/8/2025).

"Hari ini kita menggelar rapat paripurna dengan agenda tunggal mendengarkan pidato kenegaraan Presiden," kata Giri Akbar, saat membuka rapat paripurna.

Paripurna ini merupakan agenda rutin tahunan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI pada 17 Agustus.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan menyampaikan hasil kinerja pemerintah yang sudah berjalan hampir 300 hari sejak dilantik pada Oktober 2024 lalu.

"Transisi kepemimpinan nasional dari Presiden Jokowi ke pemerintahan yang saya pimpin berjalan dalam semangat persatuan, penuh kehormatan dan kedewasaan politik," kata Prabowo.

Prabowo juga mengklaim transisi kepemimpinan nasional tersebut mendapatkan pengakuan dari dunia.

"Bahkan transisi kepemimpinan nasional kita menjadi salah satu yang terbaik di dunia," ujarnya.

Sesuai jadwal Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dua pidato. Pertama pada Jumat pagi dan kedua pada Jumat siang. 

Pemerintah Indonesia menggulirkan sejumlah program kerja cepat dalam sepuluh bulan terakhir mencakup Makan Bergizi Gratis di sekolah, Cek Kesehatan Gratis, pembangunan rumah sakit daerah, penuntasan TBC, renovasi sekolah, lumbung pangan nasional, hingga beragam bantuan sosial dan usaha.

Di sektor ekonomi, pemerintah menghapus utang macet UMKM senilai triliunan rupiah, sementara di bidang infrastruktur dilakukan percepatan pembangunan bendungan, irigasi, sekolah, jalan, dan proyek strategis lainnya.

Jumat, 15 Agustus 2025

HUT ke-80 RI, DPRD Lampung Gelar Sidang Paripurna


Bandar Lampung
– Memperingati HUT ke-80 RI, DPRD Provinsi Lampung menggelar Sidang Paripurna di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Jumat (15/8/2025). 

 
Sidang Paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI ini dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar. 

 
Selain dihadiri oleh anggota DPRD, sidang paripurna itu dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela.


 
Turut hadir pula jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Sekdaprov, Ketua TP PKK,, Ketua Dharma Wanita,, serta Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. 

 
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menguraikan berbagai capaian dalam 10 bulan pemerintahannya, tantangan bangsa, serta langkah strategis menuju Indonesia maju, berdaulat, dan sejahtera.


 
Presiden juga menekankan kembali tujuan Republik Indonesia merdeka ialah untuk lepas dari kemiskinan dan kelaparan. Oleh karenanya, menurut Presiden Prabowo, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan harus berdaulat di seluruh bidang.


 
"Tujuan kita merdeka ialah untuk merdeka dari kemiskinan untuk merdeka dari kelaparan, merdeka dari penderitaan. Negara kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Negara kita harus berdaulat secara ekonomi dan mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri," katanya.

 
Ia yakin dan optimistis, Indonesia mampu mewujudkan visi swasembada pangan itu karena Indonesia dianugerahi sumber daya yang melimpah.

 
"Tantangan kita adalah menjaga dan mengelola kekayaan kita agar cita-cita kemerdekaan kita dapat terwujud dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Prabowo.

 
Seusai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Provinsi Lampung, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal berharap Provinsi Lampung semakin dekat dengan cita-cita kemerdekaan, seiring dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025. 


 
"Alhamdulillah Indonesia hari ini berusia 80 tahun. Kita berharap Lampung juga semakin dekat dengan cita-cita kemerdekaan. Masyarakatnya makmur, tingkat pendidikannya bagus, dan seluruh hasil alam serta kekayaan Lampung bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Lampung," ujar Gubernur Mirza.

 
Terkait titik berat program Presiden yang menyoroti permasalahan kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk memastikan seluruh program pusat tepat sasaran.

Pemprov Lampung Matangkan RPJMD, Tekankan Pentingnya Akurasi Data dan Efektivitas Program


BANDAR LAMPUNG
– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) memberi arahan dalam rapat persiapan evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Raperda RPJMD) sebelum pelaksanaan evaluasi resmi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Selasa (15/7/2025).


Dalam arahannya, Gubernur Mirza menekankan bahwa RPJMD sebagai instrumen vital dalam mengukur efektivitas program pembangunan, terutama membawa manfaat bagi pembangunan daerah yang bermanfaat bagi kemakmuran masyarakat. 


Dia menggarisbawahi pentingnya akurasi dan kelengkapan data. "Kita harus pastikan semua indikator, target, dan realisasi program tercatat dengan baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Mirza.


Rapat ini sendiri menjadi langkah strategis mematangkan data dan program sebelum pelaksanaan evaluasi resmi Kemendagri. Juga menjadi upaya percepatan pembangunan dan memastikan sinkronisasi program di Provinsi Lampung.


Rapat dihadiri sejumlah pejabat tinggi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, Kepala Bappeda Provinsi Lampung Elvira Umihanni, Kepala Bapenda Provinsi Lampung Slamet Riyadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico.


Fokus yang dibahas memastikan seluruh data dan capaian kinerja yang terintegrasi dalam RPJMD telah siap dan akurat untuk disajikan kepada tim evaluator dari Kemendagri.


Perda RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode lima tahunan yang menjadi pedoman utama bagi seluruh OPD dalam menyusun program dan kegiatan. Evaluasi dari Kemendagri bertujuan untuk menilai keselarasan, konsistensi, dan efektivitas implementasi RPJMD dengan visi pembangunan nasional dan daerah.


Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Lampung Elvira Umihanni menyampaikan bahwa RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2025-2029, menjadi acuan dalam penyusunan rencana strategis lima tahunan perangkat daerah. Selain itu juga menjadi acuan dalam penyusunan rpjmd Kabupaten/Kota.


Ia menuturkan bahwa Tahapan Rancangan Peraturan Daerah RPJMD telah disetujui bersama DPRD Provinsi Lampung. Saat ini akan memasuki tahapan evaluasi oleh Kemendagri.


Persiapan ini diharapkan dapat menghasilkan nilai evaluasi yang optimal, sekaligus menjadi umpan balik berharga bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus menyempurnakan strategi pembangunan ke depan. 


Hasil evaluasi ini nantinya diharapkan dapat menunjukkan komitmen dan kinerja Pemprov Lampung dalam mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan dan berdampak positif bagi masyarakat.