Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label RS Abdul Moeloek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RS Abdul Moeloek. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2025

Dirut Baru RSUDAM Dihantam Kritik: Mampukah Imam Ghozali Ubah Wajah Pelayanan Kesehatan Lampung?


Lampung
– Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) kembali menjadi sorotan publik. Baru dua bulan menjabat, Direktur Utama RSUDAM dr. Imam Ghozali, Sp.An, KMN, langsung dihadapkan pada beragam kritik serta persoalan klasik yang belum terselesaikan.

Sejak awal konsolidasi internal, Imam sudah dirundung isu mulai dari kinerja, kedekatan dengan politisi, proyek rumah sakit, hingga layanan medis. Selain itu, dugaan praktik pemerasan oleh oknum LSM juga mencuat, ditambah tekanan berupa pemberitaan miring.

Meski demikian, dokter spesialis anestesi ini menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan amanah ketika menerima tongkat estafet dari pejabat sebelumnya, dr. Lukman Pura, Sp.PD, K-GH, MJSM pada Jumat (8/8/2025).

Beban Berat RSUDAM

RSUDAM yang berdiri sejak 1937 merupakan rumah sakit rujukan utama di Provinsi Lampung. Hampir seluruh pasien dengan kondisi serius dari 15 kabupaten/kota berakhir dirawat di sini. Tingginya beban kerja berbanding lurus dengan ekspektasi publik yang kian meningkat.

Namun, berbagai persoalan masih membayangi. Keluhan pasien kerap muncul terkait layanan medis, fasilitas kebersihan, ruang tunggu, hingga peralatan vital seperti MRI dan CT-Scan yang belum optimal. Persoalan insentif tenaga kesehatan juga disebut belum sepenuhnya terselesaikan.

Sorotan datang dari berbagai pihak. Media sosial ramai membicarakan keluhan pasien, lembaga pemeriksa negara menyoroti tata kelola keuangan dan proyek, sementara isu pungutan liar hingga dugaan permainan dalam pengadaan masih jadi perbincangan.

Harapan Perubahan

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan bahwa perubahan di RSUDAM tidak bisa instan. Namun, kepemimpinan baru diharapkan mampu mendorong rumah sakit ini bertransformasi menjadi pusat pelayanan kesehatan yang profesional, ramah, dan modern.

Imam sendiri bukan wajah asing. Sebelum melalui proses seleksi terbuka Pemprov Lampung, ia sempat menjabat sebagai Plt. Dirut RSUDAM, sehingga dinilai cukup memahami akar masalah yang ada.

Publik Menanti Bukti

Sejumlah pengamat menilai Imam perlu waktu untuk menunjukkan hasil. Pemahaman mendalamnya terhadap dinamika RSUDAM menjadi modal penting dalam upaya pembenahan.

Sulastri, salah satu keluarga pasien, menyampaikan harapan sederhana, “Kami tahu tidak bisa langsung sempurna, tapi paling tidak ada perubahan nyata. Itu yang kami tunggu.”

Kini publik menanti, apakah Imam Ghozali mampu mengubah wajah RSUDAM dari rumah sakit penuh keluhan menjadi rumah sakit yang memberikan rasa lega dan harapan baru bagi masyarakat Lampung.

Sabtu, 31 Agustus 2024

Pemeriksaan Kesehatan Bakal Calon Kepala Daerah Diawasi Secara ketat di Rumah Sakit Abdul Moeloek Oleh Bawaslu Provinsi Lampung


GK, Lampung  -
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung Awasi Secara Ketat pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah yang berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek di Bandar Lampung,Sabtu (31/08/2024).

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Gistiawan, menegaskan pentingnya tahapan pemeriksaan kesehatan dalam memastikan kesiapan fisik dan mental para calon kepala daerah.


“Pemeriksaan kesehatan hari ini sangat krusial untuk menilai kondisi fisik dan mental calon, terutama bagi calon gubernur dan wakil gubernur. Ini adalah langkah awal yang sangat penting sebelum memasuki tahap-tahap pemilihan berikutnya,” ungkap Gistiawan ssat mengawasi pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah yang berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek di Bandar Lampung, 

Menurutnya, pengawasan Bawaslu bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh calon mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Pemeriksaan kesehatan bukan hanya tentang kondisi fisik, tetapi juga kesiapan mental untuk memimpin daerah di tengah tantangan yang semakin kompleks.

“Kami berharap seluruh calon kepala daerah mematuhi jadwal yang sudah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan tim pemeriksa, agar proses ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” lanjut Gistiawan.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ini, sebanyak 95 tenaga medis dari RSUD Abdul Moeloek terlibat langsung dalam pemeriksaan calon kepala daerah. Tim ini terdiri dari dokter spesialis berbagai bidang, yang bertugas untuk memeriksa secara menyeluruh kondisi kesehatan para calon. Selain itu, proses ini juga melibatkan beberapa tim ahli yang ditunjuk oleh KPU untuk memastikan setiap tahapan dilaksanakan dengan profesional dan sesuai standar medis.

Selain RSUD Abdul Moeloek, pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah juga dilakukan di RSUD Ahmad Yani, Kota Metro. Kedua rumah sakit ini telah ditunjuk oleh KPU Provinsi Lampung sebagai fasilitas kesehatan resmi untuk menjalankan pemeriksaan para calon kepala daerah dalam Pilkada Lampung 2024.

“Dua rumah sakit tersebut yakni RSUD Abdul Moeloek di Bandar Lampung dan RSUD Ahmad Yani di Metro. Keduanya telah memenuhi kriteria dan standar yang ditetapkan KPU untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah,” tambah Gistiawan.(red)

Dua Wakil Direktur RSUD Abdul Moeloek Resmi Dilantik Pj Gubernur Lampung


GK,Lampung
- Pj Gubernur Lampung, Samsudin secara resmi melantik dua Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek,Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama kedua pejabat itu digelar di Aula RSUD Abdul Moeloek, Jumat siang (30/8/2024).

Keduanya yaitu Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan dan Penunjang Medik RSUDAM yang dijabat dr. Imam Ghozali dan Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUDAM dr. Marzuqi Sayuti.

Pj Gubernur Samsudin mengatakan saat ini Pemprov Lampung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Untuk mewujudkan tujuan itu tentunya kita perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menjadi hal yang sangat penting,” ujar Samsudin.

Ia menyebut pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama pada hari ini merupakan hasil pelaksanaan yang sudah berproses selama ini.

“Tentunya ini adalah yang harus diputuskan karena memang sesuai dengan kompetensi dan kinerja yang baik untuk menduduki jabatan Wakil Direktur pada rumah RSUDAM Provinsi Lampung,” kata Samsudin.

Kedua wakil direktur juga diminta bekerja dengan penuh profesionalisme, disiplin yang tinggi dan lakukan hal yang terbaik agar masyarakat tidak kecewa terhadap pelayanan di RSUD Abdul Moeloek.

“Apabila terdapat kendala, segera berkoordinasi supaya segala permasalahan yang ada di rumah sakit ini bisa terselesaikan dengan secepat-cepatnya.

“ pejabat yang baru dilantik ke depannya harus mampu meningkatkan kinerjanya. Kalau kemarin sebelum dilantik kecepatannya 20 km/jam, setelah dilatih harus mampu berkecepatan 2 kali dari itu, cepat lakukan tindakan-tindakan yang profesional untuk melayani masyarakat,” tandasnya(red)

Rabu, 13 Oktober 2021

Kunjungi Lampung, Anggota Ombudsman temui Wakil Gubernur


Bandar Lampung -
(13/10/2021) Anggota Ombudsman RI Indraza Marzuki Rais, didampingi Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rakhman Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung dan bertemu Wakil Gubernur Lampung di ruang satgas Covid 19 Gedung Keratun, Pemrov Lampung.

Dalam kunjungan kerja tersebut pihaknya melakukan koordinasi terkait perkembangan penanganan Covid-19 serta penyaluran bantuan sosial di Provinsi Lampung.

“Informasi yang kami dapat vaksinasi telah mencapai 28% dan saat ini masih terus digencarkan. Selain itu kami menangkap beberapa permasalahan di lapangan yang tadi turut disampaikan, misalnya dalam updating data DTKS tidak lagi menggunakan aplikasi daring,” ungkap Indraza.

Pihak Pemprov menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap beberapa kendala mendapat perhatian pihak Ombudsman sehingga dapat dikomunikasikan kepada instansi terkait, termasuk terkait pembayaran operasional tim penjagaan/penyekatan di Pelabuhan Bakauheuni pada saat Covid-19 meningkat di waktu yang lalu. 

Selanjutnya pihak Ombudsman melakukan sidak pelayanan vaksinasi di Mall Kartini dan kunjungan ke RSUD Abdoel Moeloek.

“Dari yang kami dapatkan di lapangan peminat vaksinasi masih rendah, padahal Bandar Lampung baru mencapai sekitar 60% untuk vaksinasi 1. Perlu adanya edukasi massif agar masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya vaksinasi, karena herd immunity akan terbentuk ketika minimal 70% masyarakat sudah di vaksin,” tegas Indraza.

Indraza juga melakukan audiensi kepada tenaga kesehatan untuk mengetahui progress penanganan pasien positif Covid-19 di RSUD Abdoel Moeloek. 

“Belum terdapat kendala berarti saat ini dan jumlah pasien Covid-19 sudah melandai. Untuk jumlah tenaga kesehatan selama ini juga masih memadai, tetapi kami tetap ingatkan untuk selalu waspada apalagi ini menjelang libur akhir tahun," tutup Indraza. [Sur]