Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 29 April 2026

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Apresiasi PJPK Dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI


BANDARLAMPUNG
----- Pemerintah Provinsi Lampung menerima Apresiasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN atas keberhasilan menyusun dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPIK) berkualitas tahun 2025.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Mirza, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 di Ballroom Hotel Radisson, Bandarlampung, Selasa (28/4/2026).

Selain itu, Pemprov Lampung juga menerima apresiasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung atas atas partisipasi dan dukungan aktif dalam pelaksanaan program Bangga Kencana, khususnya melalui momentum gerakan ayah mengambil rapor sebagai upaya penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Sekdaprov Marindo menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti komitmen daerah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan ketahanan keluarga sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menegaskan bahwa arah pembangunan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional, yakni Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045 dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.

“Bagi Provinsi Lampung, pembangunan SDM merupakan kunci dalam mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing wilayah,” ujarnya.

Ia menjelaskan Lampung saat ini berada pada fase penting dalam dinamika demografi, dengan puncak bonus demografi diproyeksikan terjadi pada 2035. 

Kondisi ini menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, namun juga harus diantisipasi dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan keterampilan masyarakat.

“Tanpa peningkatan kualitas tersebut, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban pembangunan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marindo menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia.

Ia menegaskan bahwa kualitas keluarga sangat menentukan kualitas generasi masa depan.

Untuk itu, Pemprov Lampung memberikan sejumlah arahan strategis, di antaranya memperkuat integrasi program pembangunan keluarga dalam perencanaan daerah, meningkatkan sinergi lintas sektor hingga tingkat kecamatan dan desa, serta memperkuat pengelolaan data keluarga berbasis monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

“Dengan sekitar 2,7 juta keluarga di Provinsi Lampung, ketersediaan data yang akurat menjadi kunci keberhasilan program agar tepat sasaran,” jelasnya.

Sejumlah capaian strategis menjadi dasar penghargaan yang diterima Provinsi Lampung. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,66 persen pada 2025 dari sebelumnya 10,62 persen pada 2024, sehingga untuk pertama kalinya berada pada satu digit.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 73,98 pada tahun 2025 dari sebelumnya 73,13 persen pada tahun 2024 dan masuk kategori tinggi.

Sementara itu, Plt. Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Wahyuniati turut menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Lampung dalam mendukung agenda pembangunan kependudukan nasional.

Ia menilai berbagai progres yang ditunjukkan Lampung, mulai dari penguatan pendataan keluarga hingga pelaksanaan program di tingkat desa, merupakan modal penting dalam memastikan intervensi pembangunan berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata.

“Capaian yang ditunjukkan Provinsi Lampung ini tentu perlu terus diperkuat, terutama dalam memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi keluarga,” ujarnya.

Wahyuniati juga menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah berada dalam momentum bonus demografi sejak 2020 hingga diperkirakan berakhir pada 2040, dengan potensi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen apabila dikelola dengan baik melalui peningkatan kualitas SDM.

Dalam mendukung hal tersebut, ia menegaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN terus melakukan transformasi melalui tiga peran utama, yakni sebagai penggerak kebijakan, pengintegrasi program lintas sektor, serta penyedia data berbasis keluarga. Pendekatan pembangunan berbasis keluarga dinilai menjadi kunci dalam memastikan setiap intervensi tepat sasaran.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih menambahkan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, mitra kerja, hingga masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa PJPK menjadi instrumen penting dalam memastikan seluruh intervensi pembangunan kependudukan berjalan efektif, terarah, dan berkelanjutan.

“Melalui Rakorda ini, kami berharap terbangun komitmen bersama untuk terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi kemajuan Lampung,” ujarnya.(*)

BI Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Strategis untuk Perkuat Ketahanan Pangan


Lampung
— Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menggelar Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Semester I 2026 pada Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kebijakan sekaligus meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kondisi dan prospek ekonomi daerah.

Mengusung tema “Penguatan Model Bisnis Komoditas Strategis dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung”, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.
Dalam pemaparannya, BI menyampaikan bahwa perekonomian Lampung tetap menunjukkan kinerja yang solid.

Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Lampung tumbuh sebesar 5,54 persen (year on year), sementara secara keseluruhan tahun 2025 mencapai 5,28 persen (cumulative to cumulative). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung menegaskan bahwa tingginya capaian sektor pertanian pada periode sebelumnya justru menjadi tantangan ke depan, mengingat basis pertumbuhan yang sudah tinggi. Di tengah ketidakpastian global pada 2026, diperlukan upaya ekstra untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

“Ke depan, ekonomi Lampung diprakirakan tetap kuat, didukung sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, serta meningkatnya permintaan domestik selama periode long festive season seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri,” ujarnya.

Secara keseluruhan, perekonomian Lampung pada 2026 diproyeksikan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional. Untuk itu, penguatan sektor pertanian diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas serta integrasi ekosistem dari hulu hingga hilir.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam mendorong program strategis, salah satunya melalui program “Desaku Maju” yang berfokus pada pengembangan ekonomi desa secara terintegrasi. Pendekatan inovatif dinilai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan produksi dan hilirisasi komoditas hortikultura melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani.

Integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir juga dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah.

Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok pangan melalui sistem informasi komoditas seperti food hub guna meningkatkan efisiensi distribusi serta menjaga keseimbangan pasokan.

Dari sisi pelaku usaha, EPTILU sebagai agregator menekankan pentingnya pengembangan model bisnis pertanian terintegrasi (closed loop), yang menghubungkan proses produksi hingga pemasaran melalui pendampingan dan monitoring. Model ini dinilai mampu menjaga kualitas produk, memastikan kepastian pasar, serta menstabilkan harga.

Diskusi juga mengangkat sejumlah tantangan strategis, seperti masih tingginya aliran komoditas keluar dalam bentuk bahan mentah, keterbatasan kualitas lahan, hingga belum optimalnya nilai tambah sektor pertanian. Selain itu, aspek pembiayaan dinilai masih perlu diperkuat agar mampu mendorong pengembangan usaha secara optimal.

Perbankan pun menyatakan kesiapan untuk mendukung sektor pertanian melalui peningkatan konektivitas antara petani dan pasar, dengan tetap menekankan pentingnya penguatan kelembagaan serta model bisnis yang berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kelembagaan petani, pengembangan sistem informasi komoditas terintegrasi, percepatan hilirisasi, serta peningkatan sinergi antar pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi Lampung yang lebih berdaya saing, sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional.

DPO Curanmor 15 TKP di Bandar Lampung Ditangkap di Pulau Jawa


Bandar Lampung
- MS (18) dan DN (20), kawanan spesialis curanmor asal Kabupaten Lampung Timur akhirnya dibekuk Polisi di wilayah Kecamatan Jatiuwung, Tangerang, Provinsi Banten, pada Minggu (19/4/2026). 

Keduanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polresta Bandar Lampung lantaran terlibat sejumlah aksi pencurian sepeda motor. 

Dalam aksi terakhirnya, kawanan ini berhasil menggasak sepeda motor di sebuah penginapan, Jalan Gatot Subroto, Tanjung Gading, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, pada Jumat (3/4/2026). 

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi bahwa Polsek Jatiuwung, Polda Banten, berhasil membekuk kawanan pelaku curanmor asal Lampung. 

"Kita dapat informasi Polsek Jatiuwung berhasil menangkap komplotan curanmor asal Lampung, dan setelah kita identifikasi ternyata dua pelaku ini terlibat sejumlah aksi pencurian motor di Bandar Lampung, salah satunya di sebuah penginapan di Jalan Gatot Subroto," kata Kompol Gigih, Selasa (28/4/2026).

Setelah berkoordinasi dengan Polsek Jatiuwung, Pelaku MS (18) akhirnya dibawa Ke Polresta Bandar Lampung, sementara DN ditahan dalam kasus yang sama di Polsek Jatiuwung. 

Hasil pemeriksaan, MS sudah 15 kali melakukan aksi pencurian motor di wilayah Kota Bandar Lampung. 

"Mereka ini berjumlah 4 orang, dan kerap berganti-ganti pasangan saat melakukan aksinya," kata Gigih. 

Sebelumnya, para pelaku berhasil mencuri motor milik korban M.I.R, yang terparkir di sebuah penginapan, Jalan Gatot Subroto, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, pada Jumat (3/4/2026) malam. 

Naas, kawanan ini gagal membawa lari motor setelah korban yang melihat kendaraannya dalam penguasaan para pelaku di sekitar Fly Over Pasar Tugu. 

Korban dibantu oleh warga sekitar akhirnya berhasil menangkap dua pelaku yakni RMP (18) dan A (17), sedangkan dua rekannya yakni MS dan DN berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Gigih menambahkan bahwa terhadap pelaku MS kini sudah ditahan di Rutan Mapolresta Bandar Lampung guna proses hukum lebih lanjut.

Selasa, 28 April 2026

Pererat Sinergitas, Danrem 043/Gatam Silaturahmi ke Kantor Walikota Metro


Metro
– Komandan Korem (Danrem) 043/Gatam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Walikota Metro, Selasa (28/04/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas antara TNI dan Pemerintah Kota Metro.


Kedatangan Danrem 043/Gatam beserta rombongan disambut langsung oleh Walikota Metro, H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., di ruang kerja Walikota. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.


Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari koordinasi wilayah guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban di Kota Metro tetap kondusif. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pembangunan daerah serta menjaga stabilitas sosial masyarakat.


“Silaturahmi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta memperkokoh kerja sama dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara Korem 043/Gatam dan Pemerintah Kota Metro,” ujar Danrem.


Sementara itu, Walikota Metro H. Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi atas kunjungan Danrem 043/Gatam. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro siap terus bersinergi dengan jajaran TNI dalam menyukseskan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.


“Kami sangat berterima kasih atas dukungan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Metro. Semoga hubungan harmonis ini terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Walikota.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasiren Korem 043/Gatam, Kasiintel Kasrem 043/Gatam, Kasipers Kasrem 043/Gatam, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, serta Kepala Bidang Aset BPKAD Kota Metro.

Alumni STP Jakarta di Lampung Bangun Soliditas, Siapkan Aksi Nyata untuk Sektor Perikanan


Pesawaran
— Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal dan Sarasehan yang digelar Korps Alumni (KORAL) AUP–STP–Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Koordinator Wilayah Lampung di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Hanura, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh alumni Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta dan Politeknik AUP yang berdomisili, bertugas, maupun berasal dari Provinsi Lampung, serta turut melibatkan taruna yang sedang melaksanakan praktik lapangan.

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi untuk Mewujudkan Cita dan Kebersamaan”, kegiatan tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum strategis untuk menyatukan visi dan langkah ke depan dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Dalam sesi sarasehan, para alumni membahas berbagai isu penting, mulai dari pemberdayaan nelayan dan keluarga pelaku usaha perikanan, penguatan budidaya perikanan, pengelolaan perairan umum darat, pesisir pantai dan mangrove, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan usaha dan hilirisasi produk perikanan di daerah berstandar ekspor berlandaskan HACCP dengan prinsip kelestarian alam dan berkelanjutan. 

Sebagai institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) yang kini telah bertransformasi menjadi Politeknik Ahli Usaha Perikanan (Poltek AUP) memiliki peran penting dalam mencetak tenaga profesional di bidang perikanan. Para alumninya diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor kelautan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, KORAL Korwil Lampung juga menyepakati sejumlah program kerja periode 2024–2029, di antaranya penguatan organisasi, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan jejaring alumni, hingga penguatan usaha produktif berbasis perikanan. Acara ini disambut baik oleh Kepala Balai Besar Perikanan Laut Lampung Bapak Supito,S.Pi., M.Si bahwa acara ini merupakan secercah pelita harapan baru yang dapat mendukung program Asta Cita nasional terutama pada sektor memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Ketua KORAL Korwil Lampung Galih A.F.A, S.St.Pi.,M.Tr.Pi menyampaikan bahwa alumni tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi akan mendorong aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kehadiran alumni benar-benar dirasakan, khususnya oleh pelaku usaha perikanan. Ke depan, akan ada program yang menyentuh langsung masyarakat, baik dalam bentuk pendampingan, pelatihan, maupun penguatan usaha,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan latar belakang keilmuan terapan, alumni AUP-STP Jakarta yang saat ini bertransformasi menjadi Poltek AUP untuk diarahkan memberikan dedikasi dan pengabdian ilmu terapan perikanan di provinsi Lampung diharapkan dapat berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Kegiatan diawali senam bersama, apel pagi, sarasehan, pemantapan pengurus hingga ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol soliditas dan komitmen bersama dalam membangun sektor perikanan yang lebih maju dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas, Kapolresta Bandar Lampung Dorong Warga Aktifkan Siskamling


Bandar Lampung
- Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya tugas polisi, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Hal itu disampaikan Kombes Pol Alfret saat memimpin Apel Sabuk Kamtibmas Polresta Bandar Lampung di halaman Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (28/4/2026).

Menurut Kapolresta, apel Sabuk Kamtibmas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol persatuan antara Polri dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

"Sabuk Kamtibmas ini bukan sekadar sebuah barisan, tetapi simbol persatuan antara Polri bersama seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun dan menjaga kamtibmas," kata Kombes Pol Alfret.

Dalam kegiatan itu, hadir berbagai unsur masyarakat seperti Linmas, Lembaga Swadaya Masyarakat, komunitas ojek online, buruh, tokoh adat, organisasi masyarakat, hingga para lurah di sekitar wilayah hukum Polresta Bandar Lampung.

Ia menyebut, meski berasal dari latar belakang berbeda, seluruh elemen memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Kota Bandar Lampung tetap aman dan damai agar seluruh aktivitas masyarakat berjalan lancar.

"Kita mungkin berbeda dalam banyak hal, tetapi kita punya satu tujuan yang sama, yaitu Bandar Lampung tetap aman dan damai," ujarnya.

Kombes Pol Alfret juga mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan ronda malam atau siskamling sebagai langkah nyata menjaga keamanan lingkungan. Dalam apel tersebut, Polresta Bandar Lampung turut membagikan kentongan kepada perwakilan peserta sebagai simbol menghidupkan kembali budaya ronda.

"Kita perlu mengaktifkan kembali ronda malam atau siskamling. Mari kita hidupkan kembali budaya ini agar lingkungan tempat tinggal kita tetap aman," jelasnya.

Selain itu, Kombes Pol Alfret mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi hoaks maupun isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia meminta seluruh warga mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

"Jangan mudah terpancing emosi. Mari kita selesaikan persoalan dengan kepala dingin dan hati yang tenang," tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan deklarasi Sabuk Kamtibmas sebagai bentuk komitmen bersama antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan Kota Bandar Lampung.

"Sabuk Kamtibmas ini bukan berarti polisi bekerja sendiri, tetapi kita semua harus saling bergandengan tangan. Bersama Bandar Lampung aman, Lampung maju, Indonesia Emas 2045," tutupnya.

Minggu, 26 April 2026

‎KAFE Unila Resmikan Lampung Policy Forum, Dorong Kebijakan Daerah Berbasis Riset



Bandar Lampung
— Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFE) FEB Universitas Lampung (Unila) secara resmi meluncurkan Lampung Policy Forum sebagai wadah strategis untuk memperkuat kontribusi alumni dalam mendorong kebijakan publik berbasis riset, bertepatan dengan kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Hotel Amalia, Minggu (26/04/2026).
‎Mengangkat tema Lampung Naik Kelas, kegiatan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan alumni lintas generasi dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KAFE Unila, FEB Unila, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Lampung, serta Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Lampung.
‎Ketua KAFE Unila, Dr. Edarwan, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Lampung Policy Forum merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi intelektual alumni agar lebih berperan dalam pembangunan daerah.
‎Menurutnya, KAFE tidak hanya berfungsi sebagai ruang silaturahmi, tetapi juga harus mampu mengambil peran strategis melalui kontribusi pemikiran dan kajian ilmiah yang aplikatif.
‎“Forum ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan pemerintah, sehingga setiap kebijakan yang diambil semakin berbasis pada riset dan kajian ilmiah,” ujarnya.
‎Sementara itu, Dekan FEB Unila, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., menekankan bahwa alumni memiliki posisi krusial dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi. Dalam momentum halal bihalal tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar hubungan antara kampus dan alumni terus diperkuat.
‎Ia menegaskan bahwa FEB Unila terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, termasuk dalam peningkatan kualitas lulusan, pengembangan jejaring profesional, hingga peluang kerja sama internasional.
‎“Kami siap mendorong sinergi yang lebih konkret bersama alumni melalui forum ini,” tegasnya.
‎Sekretaris KAFE Unila, Ganjar Jationo, S.E., M.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung dengan partisipasi yang cukup luas dari berbagai angkatan. Tercatat sekitar 120 peserta hadir, mewakili 14 angkatan, mulai dari tahun 1976 hingga 2017.
‎Menurutnya, suasana kebersamaan yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam mempererat jaringan alumni sekaligus membuka ruang diskusi yang produktif.
‎Selain itu, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor. Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Edarwan tersebut menghadirkan perspektif dari kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha, di antaranya Kepala UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Unila Dr. Usep Syaipudin, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu, serta Ketua DPD HIPPI Lampung H. Heri Andrian.
‎Melalui peluncuran Lampung Policy Forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih solid antara kampus, alumni, dan pemangku kepentingan lainnya, guna memperkuat arah pembangunan Lampung yang lebih adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada kemajuan daerah. (*)

Sabtu, 25 April 2026

Seminar Ulama Internasional di Lampung Soroti Peran Strategis Ulama dalam Perdamaian Dunia


Bandar Lampung
— Yayasan Darul Fattah Lampung menggelar Seminar Ulama Internasional bertema “Peran Ulama dalam Perdamaian Dunia Bersumber dari Al-Qur’an” di Hotel Emersia, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, setelah diawali sambutan Ketua Yayasan Darul Fattah Lampung, K.H. Aryasin.

Kegiatan ini menghadirkan enam narasumber akademisi asal Mesir yang memberikan perspektif global mengenai peran ulama dalam menjaga perdamaian dunia. Rombongan tersebut dipimpin oleh Prof. Majdi Ahmad Hamid Thantowi.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Warsito, menegaskan bahwa peran ulama saat ini semakin strategis di tengah dinamika global yang kompleks.

“Ulama bukan sekadar pewaris misi kenabian (warotsatul anbiya), tetapi juga pemimpin moral dan agen transformasi sosial yang membawa nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan global seperti konflik sosial, radikalisme, hingga krisis kemanusiaan menuntut ulama untuk memperkuat kapasitas dakwah yang moderat, kontekstual, dan berorientasi pada solusi. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menolak ekstremisme dan intoleransi, sekaligus menghadirkan Islam sebagai solusi atas berbagai persoalan masyarakat modern.

“Dakwah harus moderat, kontekstual, berorientasi solusi, dan berpihak pada kemaslahatan umat. Inilah wajah Islam yang mampu menjawab tantangan zaman,” kata Warsito, yang juga dikenal sebagai pendiri dan pembina Yayasan Darul Fattah Lampung.

Ia juga menyoroti komitmen pemerintah dalam memperkuat moderasi beragama melalui Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023, yang menjadi landasan dalam mendorong kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan damai di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Yayasan Darul Fattah Lampung yang dinilai progresif dalam mengembangkan sektor pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Selain itu, yayasan tersebut juga aktif dalam pelayanan ibadah haji melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIUH) dengan jaringan jamaah yang luas.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus mendukung penguatan kerja sama internasional, termasuk dengan Mesir, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga mencakup sektor ekonomi dan pariwisata.

“Kerja sama lintas negara menjadi penting dalam memperluas wawasan dan memperkuat peran daerah di tingkat global,” ujar Jihan.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi strategis antara ulama Indonesia dan komunitas internasional dalam memperkuat nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan yang berlandaskan ajaran Al-Qur’an.

Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu melahirkan gagasan serta langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan global melalui pendekatan keagamaan yang inklusif dan berkeadaban.

Perdami Lampung Resmi Lantik Pengurus Baru, Fokus Tekan Angka Kebutaan Katarak


Bandar Lampung
— Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Lampung resmi melantik ketua dan jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2025–2028 pada Sabtu (25/4/2026) di Emersia Hotel Lampung.

Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai kalangan, mulai dari tenaga kesehatan, akademisi, hingga perwakilan instansi seperti BPJS Kesehatan. Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi dan penguatan sinergi lintas sektor di bidang kesehatan mata.

Ketua Perdami Lampung, Dr. Iskandar.S.P.M, menegaskan bahwa salah satu fokus utama kepengurusan ke depan adalah penanganan kebutaan akibat katarak yang masih menjadi persoalan besar, baik di Lampung maupun secara nasional.

Ia menjelaskan, angka kasus katarak terus meningkat setiap tahun dan belum sebanding dengan jumlah tindakan operasi yang dapat dilakukan.
“Kasus katarak bertambah lebih cepat dibandingkan kemampuan kita menangani. Ini yang menjadi tantangan besar,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Perdami Lampung merencanakan kegiatan bakti sosial operasi katarak massal pada Juni 2026 sebanyak dua kali, dengan target minimal 200 pasien setiap kegiatan. Program ini akan melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, sponsor, serta dinas sosial.

Namun demikian, Iskandar menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk alokasi anggaran rutin untuk penanganan katarak. Menurutnya, jika setiap kabupaten/kota dapat menganggarkan penanganan minimal 50 kasus per tahun, maka dampaknya akan signifikan dalam menekan angka kebutaan di Lampung.

“Kami memiliki sumber daya manusia, tetapi keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Dukungan pemda sangat kami harapkan,” katanya.

Selain penanganan katarak, Perdami Lampung juga akan memperkuat program deteksi dini gangguan penglihatan, edukasi kesehatan mata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi dokter spesialis mata muda.

Ketua juga menekankan pentingnya soliditas internal organisasi sebagai kunci keberhasilan program kerja.
“Dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, kami optimistis mampu meningkatkan layanan kesehatan mata di Lampung,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Perdami Pusat, Prof. Dr. dr. Ramzi Amin, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat lebih aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, khususnya dalam penanggulangan kebutaan baik akibat katarak maupun non-katarak.

Ia juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara Perdami, pemerintah daerah, serta media untuk meningkatkan edukasi kesehatan mata kepada masyarakat.

“Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kesehatan agar lebih mudah dipahami masyarakat. Kolaborasi ini harus diperkuat,” ujarnya.
Ramzi menambahkan, kegiatan seperti bakti sosial operasi katarak, penyuluhan kesehatan, serta pendataan angka kebutaan perlu terus ditingkatkan guna menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran Perdami Lampung dalam meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan layanan melalui kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Jumat, 24 April 2026

Tokopedia dan TikTok Shop Perkuat Dukungan UMKM Lampung Lewat “Kumpul Keluarga"


Bandar Lampung
— Komitmen mendorong pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah kembali ditegaskan melalui kolaborasi lintas platform digital dalam kegiatan “Kumpul Keluarga Tokopedia & TikTok Shop” yang digelar pada Jumat (24/4/2026) di Hotel Santika Lampung.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Tokopedia bersama TikTok Shop, serta didukung oleh sejumlah mitra seperti BigSeller, J&T Express, Kalodata, dan Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung.

Acara ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, mitra penjual, dan komunitas digital di Provinsi Lampung.

Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai jalannya kegiatan. Ratusan pelaku usaha lokal hadir untuk memperdalam pemahaman mereka terkait strategi pemasaran digital, optimalisasi fitur e-commerce, serta peluang ekspansi pasar melalui kanal online.

Materi yang disampaikan mencakup tren social commerce, pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan bisnis, hingga strategi peningkatan penjualan di platform digital.

Perwakilan penyelenggara, Dion Hermansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas UMKM daerah agar mampu bersaing di era digital.

Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang.

“Melalui pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital yang terintegrasi, UMKM diharapkan tidak hanya mampu menjangkau pasar lokal, tetapi juga menembus pasar nasional hingga global,” ujarnya.

Selain sesi diskusi dan berbagi pengalaman, kegiatan ini juga menghadirkan sesi networking yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor. Interaksi tersebut membuka peluang kerja sama baru, baik dalam hal distribusi produk, kolaborasi pemasaran, maupun penguatan rantai pasok.

Sejumlah peserta mengaku mendapatkan wawasan baru yang aplikatif untuk diterapkan dalam bisnis mereka, terutama dalam memahami dinamika perdagangan digital yang terus berkembang pesat.

Kehadiran berbagai platform dan mitra pendukung dinilai memberikan gambaran menyeluruh tentang ekosistem digital yang dapat dimanfaatkan UMKM.

Melalui kegiatan ini, Tokopedia dan TikTok Shop berharap dapat terus mendorong percepatan transformasi digital UMKM di Lampung.

Sinergi antara platform teknologi, mitra logistik, dan pelaku usaha lokal diyakini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta menjadikan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian daerah.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, UMKM Lampung diharapkan semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.