Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Budaya Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya Lokal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juli 2024

Ditandai Pemukulan Gemelan oleh Pj Bupati Lampung Barat, Festival Budaya Sekala Bekhak Ke X Resmi Ditutup



GK, Lampung Barat - Event Festival Budaya Sekala Bekhak ke X tahun 2024 resmi ditutup Pj Bupati Lampung Barat Drs. Nukman M.M ditandai dengan pemukulan gamulan pering di Lapangan Merdeka Kelurahan Pasar Liwa Kecamatan Balik Bukit, Selasa (23/07) malam. 

Seperti diketahui, Event Festival Budaya Sekala Bekhak ke X digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Kepemudaan olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dari tanggal 21 hingga 23 Juli 2024. Mendapat sertifikat penghargaan110 evet terpilih Karisma Event nusantara dari Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

Dalam sambutannya, Nukman menyampaikan apresiasi kepada Disfora Lampung Barat yang telah menggelar kegiatan tahunan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. 

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Disfora yang telah mengaharumkan Lampung Barat di kancah Nasional," ungkapnya. 

"Selain itu, sudah meningkatkan seni dan budaya di Bumi Sekala Bekhak yang hampir hilang ditengah arus zaman moderenisasi," sambungnya. 


Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia, pasalnya perhelatan Festival Sekala Bekhak tahun 2024 sudah yang keempat kalinya masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). 

"Keberhasilan ini tidak terlepas dari hasil kolaborasi seluruh stacholder. Mari kita saling bahu membahu untuk menggali potensi yang ada di Lampung Barat guna meningkatkan wisatawan," ungkapnya. 

Ia mengucapkan terimakasih kepada lapisan masyarakat yang sudah mengikuti rangkaian perlombaan pada perhelatan Festival Sekala Bekhak ke X. 

"Juara bukan dijadikan tujuan pokok tetapi mengikuti perlombaan merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya asli Lampung Barat," jelasnya. 


Sementara, Sekdep bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Event Kementrian RI Ni komang Ayu Nastisi mengapresiasi perhelatan Festival Budaya Sekala Bekhak pasalnya sudah empat kali berturut-turut lolos menjadi KEN.

Ia berharap dengan digelarnya perhelatan Festival Sekala Bekhak tersebut dapat meningkatakan pergerakan wisatawan dari mancanegara ke Lampung Barat. 

"Selain itu, dapat meningkatkan pendapatan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," jelasnya. 


Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk terus berkomitmen menjalin kolaborasi kepada seluruh stacholder sehingga dapat meningkatkan inovasi dan kreasi baru. 

Sebab menurutnya, Lampung Barat memiliki kekayaan budaya khas yang bersejarah masa lalu.

"Kita harus dapat melihat peluang-peluang budaya yang ada di Lampung Barat untuk terus digali, pelajari dan dilestarikan," harapnya. (Red)

Minggu, 21 Juli 2024

Perhelatan Festival Budaya Sekala Bekhak Sebagai Ajang Promosi Budaya Asli



GK, Lampung Barat - Perhelatan Festival Budaya Sekala Bekhak ke 10 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Barat diharapkan menjadi sebagai ajang promosi budaya asli Bumi Sekala Bekhak. 

Harapan itu disampaikan Pj Bupati Lampung Barat Drs. Nukman M.M melalui Asisten III bidang administrasi umum Drs. Ismet Inoni M.M saat membuka perhelatan Festival Sekala Bekhak ke 10 yang berlangsung di Lapangan Merdeka Kelurahan Pasar Liwa Kecamatan Balik Bukit, Minggu 21 Juli 2024. 

"Festival Budaya Sekala Bekhak merupakan ajang tahunan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat sebagai salah satu wujud misi Kabupaten Lampung Barat yaitu menjadikan kota Liwa sebagai kota budaya," kata Ismet Inoni. 


Djelaskan Ismet Inoni rangkaian perhelatan Festival Budaya Sekala Bekhak menyajikan budaya asli Bumi Sekala Bekhak, hal itu dilakukan bertujuan untuk menggali, melestarikan dan memperomosikan seni budaya tradisi serta adat istiadat yang asli di Bumi Sekala Bekhak. 

"Sehingga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lampung Barat dengan harapan berpengaruh besar terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," harapnya. 

"Tahun ini kita mengakat tema "Sekura The Mask Of Nation, Seni Tradisi Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Mendatang". 

"Kegiatan akan berlangsung dari tanggal 21 sampai dengan 23 Juli. Dengan menggelar perlombaan seni budaya asli Bumi Sekala Bekhak diantaranya, nyambai, orkes gambus, hadra, ngelemang, tari pesta sekura cakak buah dan lainnya," terangnya. 


Dirinya merasa bangga dengan semakin berkembngnya zaman moderen seperti saat ini, namun masyarakat Lampung Barat tetap dapat mempertahankan kebudayaan yang terwaris dari ratusan tahun silam bahkan masih terlestari, berkembang dan menjadi sajian aktraksi di Bumi Sekala Bekhak.

Udo Ismet (begitu sapaannya bagi Asisten bidang administrasi umum) menyampaikan rasa syukur sekaligus bangga, pasalnya perhelatan Festival Budaya Sekala Bekhak yang ke 10 ini merupakan yang ke empat kalinya masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).

"Menjadi kebanggaan bagi kita semua Event Festival Budaya Sekala Bekhak yang ke 10 ini sudah yang keempat kalinya dari 2021 sampai dengan 2024 terpilih menjadi salah satu dari ratusan bahkan ribuan Event dalam 100 Event bermutu baik di Nusantara dalam program Karisma Event Nusantara yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia," ungkapnya. 


Ia berharap perhelatan Event Budaya Festival Sekala Bekhak dapat membangkitkan semangat masayarakat Lampung Barat dalam membangun Bumi Sekala Bekhak pasca pandemi covid-19.

"Berbagai bidang utamanya dari sektor Pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif serta UMKM demi mewujudkan Lampung Barat yang lebih hebat," pungkasnya. (Red)

Minggu, 12 Februari 2023

Nilai-nilai Kearifan Lokal Tidak Hanya Diucapkan Dari Mulut


GK, Balam - Kearifan lokal (riflok) sebagai bagian dari adat istiadat lokal yang berasal dari beragam suku bangsa mencerminkan Indonesia adalah negara yang multi etnis, agama, ras dan golongan. Kebhinekaan merupakan realitas bangsa Indonesia yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya.

Menurut Irjen Pol (Purn) DR Ike Edwin S.IK., S.H., M.H., M.M., yang akrab dipanggil Dang Ike, dengan gelar adat lampung Sutan Raja Lampung , nilai-nilai kearifan lokal tidak hanya sekedar diucapkan dari mulut , tetapi harus dipraktekan dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari. 

“Contoh dalam diri saya ada keturunan Lampung beradat Saibatin dan keturunan Lampung beradat Pepadun, lengkap sebagai sosok lampung , sejak lahir saya sudah diajarkan bagaimana menyikapi keberagaman dan menghormati Perbedaan," ujar Dang Ike saat berbincang santai dengan awak media di Lamban Gedung Kuning (LGK), Minggu (12/2/2023).

Menurut mantan staf ahli Kapolri bidang Sospol itu, "Aktualisasi dan implementasi nilai-nilai riflok secara nyata di tengah-tengah kehidupan masyarakat menjadi sangat penting mengingat riflok mampu menyatukan keanekaragaman budaya, tradisi, dan adat-istiadat dalam ikatan kebersamaan yang saling menghormati dan menghargai," ucap Dang Ike , Sutan di Raja Lampung .

Lebih lanjut Jenderal Polisi Bintang dua yang pernah meraih penghargaan sebagai Kapolda terbaik dalam penanganan konflik serta Kapolda yg mampu menurunkan angka dan peristiwa kejahatan dilampung serta selalu berkantor dan menerima segala persoalan masyarakat ditenda / kantor bertenda itu mengungkapkan, 

"Aktualisasi riflok dalam kehidupan sehari-hari merupakan cermin ideologi Bangsa. Kearifan lokal merupakan cara terbaik untuk kembali menguatkan jati diri bangsa dari gangguan dan ancaman ideologi asing," ungkapnya.

Masih menurut Purnawirawan Perwira Tinggi Polri yang pernah bertugas di 15 Provinsi di Indonesia itu,

"Pemerintahan saat ini adalah pemerintahan yang menjunjung tinggi keberagaman dan terus mendorong agar nilai-nilai riflok tetap lestari dan diwariskan ke anak cucu kita. Upaya ini dilakukan untuk mencetak anak-anak kita menjadi generasi yang unggul, unggul dalam olah pikir dan cerdas serta unggul dalam hati nurani dan mampu dalam mengaplikasikannya," katanya.

Namun menurut Dang Ike, "Pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri tanpa dukungan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan , tokoh pendidikan / intelektual , agar memperkuat persatuan dan kesatuan di daerahnya masing-masing," tegas Dang Ike.

Dia juga mengatakan bahwa, "Selain menginternalisasikan nilai-nilai riflok dalam kehidupan sehari-hari, peran media juga harus dimanfaatkan karena pengaruh media sosial saat ini sangat besar dalam kehidupan masyarakat khususnya pada generasi muda," jelas pembina Rumah Budaya LGK serta tokoh yang digelari Polisi Kearifan Lokal . 

Seiring dengan pergeseran budaya menuju arah modernisasi, semakin banyak tantangan perbedaan kemajemukan yang dihadapi bangsa ini, khususnya generasi muda. 

“Generasi muda kita jumlahnya ratusan juta jiwa, namun apa yang harus kita wariskan kepada mereka yang sekarang mengalami sedikit degradasi,” ujarnya dengan nada bertanya.

Pengaruh teknologi dan informasi saat ini masif sekali. Media sosial dan aplikasi-aplikasi message dengan bebasnya masuk dan mempengaruhi generasi muda kita. Dang Ike pun mengatakan jika saat ini, orang dengan sangat mudah terpengaruh oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya. 

“Kita memasuki Era dimana Kebohongan dapat menyamar menjadi Kebenaran (Post-Truth era), Sangat parah ini , bila benar benar terjadi , oleh karena jangan salah kita menyikapi hal ini sebab pemuda adalah pemimpin masa depan," tuturnya.

Post-Truth adalah gejala yang hadir bersama hoaks, dikaburkannya publik dari fakta-fakta objektif. Opini publik dapat dibentuk melalui hoaks sehingga anak-anak muda sekarang mudah sekali terpengaruh oleh informasi-informasi di media sosial yang kelihatannya benar, padahal tidak. Oleh karena itu, Dang Ike sangat menghimbau agar berhati-hati terhadap perkembangan generasi muda sekarang. “Mau ke arah lebih baik, atau begini-begini saja, atau bahkan mundur?” tanya Dang Ike.

menurut pemilik rumah edukasi budaya Lamban Gedung Kuning tersebut, rasa menghargai dan menerima perbedaan sangat penting di tengah kehidupan bernegara yang terus mendapat tantangan. 

"Di beberapa daerah, beberapa waktu yang lalu banyak sekali terjadi konflik sosial yang sebenarnya bisa dihindari apabila rasa menghargai dan menerima perbedaan jauh lebih diutamakan," tambahnya.

Diakhir perbincangan dengan awak media, Dang Ike yang sangat dekat dengan masyarakat , juga dengan para awak media tersebut mengatakan, 

"Ribuan tahun yang lalu, bahkan sampai dengan hari ini, Bangsa Indonesia telah hidup bersama bergandengan tangan. Para pejuang, nenek moyang telah berjuang membela negara Indonesia. Oleh karena itu, tidak ada kata lain selain menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan melalui aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal." Pungkas Dang Ike. 

Sabtu, 12 November 2022

Lestarikan Budaya Lokal, Polda Banten Gelar Seminar Internasional Golok Banten


GK, Serang - Polda Banten gelar Seminar Golok Internasional di Mata Dunia guna mendukung penetapan Golok Banten menjadi salah satu warisan Indonesia yang mendunia bertempat di Aula Serbaguna Polda Banten pada Sabtu (12/11).

Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolda Banten Irjen Pol Prof. Dr. Rudy Heriyanto didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Ery Nursatari dan PJU Polda Banten, serta dihadiri oleh Kanrem 064/MY Kolonel Inf Tatang Subarna, Dangroup 1 Kopassus Kolonel Inf Romeo Jangga Wardhana, Wakil Gubernur Banten H. Andika Hazrumy, PJ Gubernur Banten Al-Muktabar, Dirtahti Polda Banten AKBP Dr. H. Agus Rasyid sebagai konseptor pelestari Golok Banten, Ki Kumbang sebagai pendiri Museum Golok Indonesia, serta dihadiri perwakilan Komunitas Pelestari Golok di Belanda Mr. Paul van der Loo dan perwakilan negara lainnya melalui zoom meeting, tokoh agama dan tokoh masyarakat Banten.

Dalam sambutannya Kapolda Banten mengatakan selamat datang kepada para peserta seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia, “Selamat datang kepada para peserta seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia, semoga kebersamaan pada hari ini dapat menjalin sejarah bagi terwujudnya jalinan Sinergitas antara Polri dengan para pelestari Golok Banten sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia yang Adiluhung baik tingkat Regional, nasional maupun internasional,” ucap Rudy.

Rudy menambahkan Banten merupakan suatu wilayah yang penuh dengan nilai sejarah, “Seperti yang kita ketahui bersama tanah Jawa barat khusunya Banten merupakan sebuah wilayah yang penuh dengan sejarah perjuangan dalam mendukung upaya kemerdekaan Negara Republik Indonesia, ini suatu satu bukti perjuangan para leluhur tanah Banten melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan dengan peninggalan senjata tradisional yang salah satunya dikenal khususnya di daerah Banten dengan sejuta pusaka berupa Golok, dan Golok merupakan sebuah senjata yang puny nilai histori tinggi sejak era kerajaan Sunda atau Padjadjaran, era Kesultanan Banten, sampai dengan Era Kemerdekaan hingga saat ini,” kata Rudy.

Peradaban seni tempa Golok Banten telah diuji pada laboratorium Metallurgy yang mencakup unsur kimia atau material, “Peradaban seni tempa Golok Banten telah diuji pada laboratorium Metallurgy yang mencakup unsur kimia atau material, tingkat kekerasan besi maupun Photo mickro, yang menurut pendapat kami betapa luar biasa Adhiluhungnya para empu atau pandai besi di wilayah Banten pada zaman dahulu sehingga golok Banten mampu bertahan lestari hingga ratusan tahun atau mungkin ribuan tahun yang sampai saat ini masih bisa kita lihat wujud keelokan seni baik bentuk, dapur, pamor, model, atau jenis hal lainnya yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata,” ujar Rudy.

Rudy pribadi mengatakan menilai pusaka Golok Banten dari dua aspek yaitu Eksoteri dan Isoteri, “Saya pribadi menilai pusaka golok dari dua aspek yaitu Eksoteri dan Isoteri, dari aspek Eksoteri berupa pemahaman yang lebih terkait dengan tekhnik pembuatan Golok melalui proses penempaan, pukulan dan lipatan dari bahan logam campuran pilihan sehingga menjadi wujud bilah Golok dengan pamor yang indah, sedangkan dari aspek Isoteri maka pemahaman kita tentang golok lebih kepada pengalaman individual yang lebih bersifat misteri yang cukup dinikmati sendiri dan menjadi pengayaan sendiri, aspek Isoteri lebih dalam melihat dari hal yang tidak kasat mata yang biasanya hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu atau mempunyai kelebihan tertentu,” jelas Rudy.

Rudy berpesan kepada generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan Golok Banten, “Marilah kita sebagai anak Bangsa, putra-putri ibu pertiwi wajib ikut serta menjaga dan melestarikan Golon Banten agar anak cucu kita dapat mengetahui sejarah dari perjuangan para leluhur Bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” tambah Rudy.

Terakhir Rudy mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta Seminar Golok Internasional di Mata Dunia, “Tak lupa saya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta Seminar Golok Internasional di Mata Dunia yang telah menyempatkan waktu untuk menghadiri seminar ini, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua, selamat mengikuti Seminar Golok Internasional di Mata Dunia, mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara seminar Internasional masih banyak kekurangan mengingat keterbatasan yang ada pada kami,” ucap Rudy.

Dalam hal ini PJ Gubernur Al-Muktabar mengatakan Golok Banten mempunyai sejarah yang panjang, “Golok Banten mempunyai sejarah yang cukup panjang dan juga menjadi entiti Banten dan Indonesia, dan ini perlu terus kita lestarikan,” ucap Muktabar.

Muktabar berharap dengan adanya kegiatan ini dapat terus dilestarikan, “Kita berharap dengan terus dilestarikan maka sampai kapanpun ini akan tetap ada di Provinsi Banten, Indonesia bahkan Internasional. Karena ini adalah sebuah peradaban yang tidak mengenal wilayah dan mengenali batas maka manusia terikat dalam satu kesatuan,” kata Muktabar.

Muktabar mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Banten yang telah dikukuhkan menjadi Ketua Dewan Pembina Federasi Internasional Golok Pusaka Indonesia, “Saya sebagai PJ Gubernur Banten mengapresiasi setinggi-tingginya terutama kepada Kapolda Banten yang telah dikukuhkan menjadi Ketua Dewan Pembina Federasi Internasional Golok Pusaka Indonesia, dengan begitu kita akan terus memandu budaya ini untuk menjadi inspirasi kita karena budaya penuh makna yang bisa mengembangkan tata kehidupan yang lebih baik, dengan segala aspek tersebut berguna untuk membangun Banten, Indonesia maupun peradaban Dunia,” tambah Muktabar.

Terakhir Shinto mengatakan Polda Banten menyelenggarakan seminar internasional Golok Banten di Mata Dunia sesuai niat Kapolda Banten, “Terdapat dua aspek terhadap golok sebagai pusaka lokal budaya Banten dan menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa melestarikan, sesuai niat Kapolda Banten untuk melestarikan budaya lokal Banten, hari ini Polda Banten menyelenggarakan seminar internasional Golok Banten di Mata Dunia dan ini adalah tujuan untuk mengangkat Golok Banten sebagai Heritage Indonesia yang juga terdaftar di Unesco, dan akan bekerja sama dengan Instansi lain untuk mengangkat Golok Banten sebagai Haritage dunia, dan akan mengikuti seminar pada 16-17 Desember dari Nederlance Pencaksilat Federacti, dan semoga niat baik Kapolda Banten untuk melestarikan Golok Banten bisa menjadi pengakuan Dunia terhadap Banten dan Indonesia,” tutup Shinto.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Piagam kepada Kapolda Banten sebagai Ketua Dewan Pembina Federasi Internasional Golok Pusaka Indonesia serta penobatan Tokoh pelestari Golok Banten oleh Kapolda Banten kepada H. Wawan RF Rachmatullah, H. Dasep, Dr. Nana Supian. [Icha]

Jumat, 11 November 2022

Angkat Budaya Lokal di Mata Dunia, Polda Banten akan Gelar Seminar Golok Internasional

Atraksi Golok personel Polda Banten. [Foto Istimewa]

GK, Serang - Dalam rangka mengangkat budaya lokal, Polda Banten akan menyelenggarakan Seminar Golok Internasional di Mata Dunia di Aula Serbaguna Polda Banten pada Sabtu (12/11) pukul 15.00 WIB. Acara tersebut diselenggarakan untuk mendukung upaya penetapan golok Banten menjadi salah satu warisan Indonesia yang mendunia. 

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan seminar akan diikuti 13 negara internasional sesuai undangan, "Hadir secara langsung Mr. Olivier Blancquaert dari Belanda. Lainnya mengikuti melalui zoom meeting yaitu Mr. Guillaume Laforast dari Prancis, Linda Turci dari Italia, Marvis Jesus Salgado Reyes dari Amerika Serikat, Sonia Nobre dari Brazil, H. Muh. Hanif dari Malaysia, Walid Abou dari UEA, Wiliam Kelevra dari Mexico dan perwakilan dari negara sahabat lainnya," kata Shinto pada Jumat (11/11).

Selain dari luar negeri ada juga peserta dari dalam negeri, "Peserta dalam negeri 100 orang yaitu para pecinta golok dan kelompok pencak silat," tambah Shinto.

Dalam kegiatan ini ada 3 acara yaitu Seminar, Penobatan Tokoh Golok Pusaka Indonesia, dan Pameran Golok Pusaka Ratusan Tahun. "Adapun tujuan akhir dari kegiatan seminar ini adalah golok diakui Unesco sebagai bagian dari pusaka Indonesia," jelas Shinto.

Dikesempatan ini Kapolda Banten Irjen Pol Prof. Dr. Rudy Heriyanto juga akan merilis buku, "Kapolda Banten juga akan merilis buku Jejak Polda Banten Dalam Melestarikan Golok Pusaka, Sebuah Perjalanan Pelestarian Budaya Adiluhung dari Banten Menuju Eropa, author : Kapolda Banten dan Tim Golok Banten di Mata Dunia," ujar Shinto.

Terakhir Shinto mengungkapkan terdapat juga undangan dari Nederlanse Pencak Silat Federatie (NPSF) Belanda untuk Kapolda Banten hadir secara langsung dalam kegiatan seminar tentang Traditional Weapons In Connection With The Martial Art of Pencak Silat, acara digelar di Rotterdam Den Haag pada 17-18 Desember 2022, "Akan hadir dalam seminar tentang Traditional Weapons In Connection With The Martial Art of Pencak Silat di Rotterdam Den Haag yakni Ketua Tim Golok Banten di Mata Dunia AKBP Dr. H. Agus Rasyid, Ketua Dewan Pembina Golok Pusaka Indonesia Bpk. Ariyanto alias Ki Kumbang dan Kapolda Banten yang akan dibarengi dengan launching Buku The Golok, author AKBP Dr. Agus Rasyid dan Ki Kumbang," tutup Shinto. [Icha]