Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2024

Perhelatan Festival Budaya Sekala Bekhak Sebagai Ajang Promosi Budaya Asli



GK, Lampung Barat - Perhelatan Festival Budaya Sekala Bekhak ke 10 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Barat diharapkan menjadi sebagai ajang promosi budaya asli Bumi Sekala Bekhak. 

Harapan itu disampaikan Pj Bupati Lampung Barat Drs. Nukman M.M melalui Asisten III bidang administrasi umum Drs. Ismet Inoni M.M saat membuka perhelatan Festival Sekala Bekhak ke 10 yang berlangsung di Lapangan Merdeka Kelurahan Pasar Liwa Kecamatan Balik Bukit, Minggu 21 Juli 2024. 

"Festival Budaya Sekala Bekhak merupakan ajang tahunan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat sebagai salah satu wujud misi Kabupaten Lampung Barat yaitu menjadikan kota Liwa sebagai kota budaya," kata Ismet Inoni. 


Djelaskan Ismet Inoni rangkaian perhelatan Festival Budaya Sekala Bekhak menyajikan budaya asli Bumi Sekala Bekhak, hal itu dilakukan bertujuan untuk menggali, melestarikan dan memperomosikan seni budaya tradisi serta adat istiadat yang asli di Bumi Sekala Bekhak. 

"Sehingga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lampung Barat dengan harapan berpengaruh besar terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," harapnya. 

"Tahun ini kita mengakat tema "Sekura The Mask Of Nation, Seni Tradisi Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Mendatang". 

"Kegiatan akan berlangsung dari tanggal 21 sampai dengan 23 Juli. Dengan menggelar perlombaan seni budaya asli Bumi Sekala Bekhak diantaranya, nyambai, orkes gambus, hadra, ngelemang, tari pesta sekura cakak buah dan lainnya," terangnya. 


Dirinya merasa bangga dengan semakin berkembngnya zaman moderen seperti saat ini, namun masyarakat Lampung Barat tetap dapat mempertahankan kebudayaan yang terwaris dari ratusan tahun silam bahkan masih terlestari, berkembang dan menjadi sajian aktraksi di Bumi Sekala Bekhak.

Udo Ismet (begitu sapaannya bagi Asisten bidang administrasi umum) menyampaikan rasa syukur sekaligus bangga, pasalnya perhelatan Festival Budaya Sekala Bekhak yang ke 10 ini merupakan yang ke empat kalinya masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).

"Menjadi kebanggaan bagi kita semua Event Festival Budaya Sekala Bekhak yang ke 10 ini sudah yang keempat kalinya dari 2021 sampai dengan 2024 terpilih menjadi salah satu dari ratusan bahkan ribuan Event dalam 100 Event bermutu baik di Nusantara dalam program Karisma Event Nusantara yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia," ungkapnya. 


Ia berharap perhelatan Event Budaya Festival Sekala Bekhak dapat membangkitkan semangat masayarakat Lampung Barat dalam membangun Bumi Sekala Bekhak pasca pandemi covid-19.

"Berbagai bidang utamanya dari sektor Pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif serta UMKM demi mewujudkan Lampung Barat yang lebih hebat," pungkasnya. (Red)

Senin, 15 Agustus 2022

Kapolda Lampung Hadiri Acara Silaturahmi Kebangsaan dan Ikrar Setia Khilafatul Muslimin Kepada NKRI


GK,LAMPUNG---
Kapolda Lampung Irjen Pol. Akhmad Wiyagus didampingi oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Subiyanto bersama Pejabat Utama, menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan Silahturahmi Kebangsaan dan Ikrar Setia  anggota Khilafatul Muslimin Kepada NKRI Se-Wilayah Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Keratun PemProv Lampung yang dihadiri oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay, Kajati Lampung, Kabinda Provinsi Lampung, Ka BNN Lampung Kasrem 043/Gatam, Ketua MUI Provinsi Lampung, Kaban Kesbangpol Provinsi Lampung, Kadis Kependudukan & Capil Provinsi Lampung, Kadis Kominfotik Provinsi Lampung, FKUB Lampung, Ketua Forum Pondok Pesantren Provinsi Lampung, Perwakilan Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, dan 51 orang Peserta Baiat dari Seluruh Perwakilan Kabupaten/Kota Se Provinsi Lampung, Senin (15/8/2022).

Silahturahmi Kebangsaan dan Ikrar Setia itu juga di ikuti seluruh Polres Jajaran Polda Lampung Mengikuti melalui Sarana Vicon di tempat Masing-masing.

Acara pelepasan Baiat dan pembacaan ikrar Setia Kepada NKRI oleh perwakilan dari peserta Baiat ini di ikuti oleh 51 orang peserta Baiat, dan dilanjutkan dengan penandatanganan peryataan  setia kepada NKRI, oleh perwakilan Baiat yang disaksikan langsung oleh AsIntel Kajati, Kesbangpol Provinsi.Lampung, Dir Intel Polda Lampung, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis  Kartu warga  Khilafatul Muslimin Kepada Kesbangpol Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengucapkan apresiasi kepada Kapolda Lampung yang telah menginisiasi penyelenggaraan silaturahmi kebangsaan dan ikrar khilafatul muslimin kepada negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Arinal mengatakan, kegiatan Baiat ini bukan hanya seremoni atau ucapan lisan saja namun dilaksanakan dengan ikhlas penuh kesadaran dan sepenuh hati tanpa ada unsur paksaan dari siapapun, “jadikan momentum ini untuk kembali ke pangkuan NKRI guna mengaktualisasikan nilai-nilai Luhur Pancasila serta sikap toleransi atas seluruh elemen masyarakat baik di Provinsi Lampung maupun seluruh Indonesia,”ujarnya.

Saat ini dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara sedang menghadapi berbagai ancaman maupun gangguan baik di bidang ideologi politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan,hal ini diakibatkan oleh dinamika kehidupan serta dampak dari era globalisasi dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi, imbuhnya. 

Paham anti Pancasila ini muncul di tengah-tengah masyarakat dengan menyebarkan narasi kebencian terhadap pemerintah dan ingin merubah ideologi Pancasila dan sistem negara Republik Indonesia dengan paham mereka, hal ini tentu sangat bertentangan dan tidak sesuai dengan Pancasila.

Arinal menegaskan, Kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan adalah bagian dari hak asasi manusia, sebagaimana diakui dan dijamin dalam pasal 28 UUD 1945 namun jangan sampai kebebasan ini justru menimbulkan permasalahan yang dapat menciptakan situasi yang meresahkan bagi masyarakat, bahkan sampai mengancam keutuhan NKRI yang kita cintai, tegasnya.

Pada kesempatan itu, ada beberapa pesan penting yang disampaikan Arinal, yang pertama Negara kita adalah Negara kesatuan dan Pancasila adalah dasar ideologi negara yang harus diterapkan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara sebagai dasar dan ideologi negara, serta pegangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila harus ditegakkan dan diamalkan oleh berbagai sendi-sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Kedua ujarnya, setiap warga negara diwajibkan taat dan patuh serta tunduk kepada pemerintah dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mentaati setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku, ketiga, menumbuh kembangkan rasa Solidaritas dan meningkatkan pemahaman moderasi beragama pada seluruh komponen bermasyarakat, Hal ini sebagai upaya menjaga keutuhan NKRI dengan memandang sesama makhluk adalah saudara meskipun berbeda agama,Ras, kepercayaan, adat istiadat dan hal lainnya.

Keempat lanjutnya, penguatan nilai-nilai lokal dalam mencegah paham radikal dan intoleransi harus terus diupayakan karena merupakan penguat solidaritas dan dan kondisifitas bermasyarakat di mana hal tersebut bertumpu pada Peran kita semua, kata Arinal.

Acara dilanjutkan dengan pegisian ceramah kebangsaan yang disampikan oleh Ustad Suparman dan pemberian tali asih kepada peserta Baiat yang diberikan oleh Gubernur Lampung  dan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung. (dn/penmas).[Melati]

Kamis, 26 Mei 2022

Semakin Dikenal Sebab Lagu-lagu Budaya Yang Kekinian



Garis Komando - Dengan mengenalkan musik EDM (Elecrtronic Dance Music) yang dipadukan dengan alat musik tradisional (Hasapi) menghasilkan karakter suara yang khas dari setiap karya yang Rean berikan. Ia pun semakin dikenal setelah berkolaborasi dengan banyak artis dan musisi di Indonesia diantaranya Ecko Show, Chika Rebecca, Govind Marbun, Vincy, Deyka dan lainnya. Ia juga sudah pernah diundang untuk melakukan perform di salah satu stasiun TV nasional. Rean memiliki Tag line “Makes Culture More Exclusive”. dimana ia siap melestarikan musik tradisional dengan cara kekinian agar lebih mewah.

ASAL MULA REAN MEMILIH ALAT MUSIK HASAPI 

Berawal dari pulang ke kampung halaman, di situ ia pergi ke salah satu tempat yang paling iconic dari sumatera utara yaitu pulau samosir bersama keluarga. Saat ia berjalan melihat sekeliling ia melihat toko souvenir, entah kenapa pandangannya mengacu pada alat musik hasapi yangmemiliki bentuk unik dan memutuskan untuk membeli hasapi dengan keadaan yang masih menjadi pajangan.

Dari situlah ia mulai jatuh cinta pada alat musik tersebut, lalu setiba sampai di jakarta ia mulai mengrapihkan alat musik hasapi sesuai apa yang diharapkannya agar lebih nyaman dalam penggunaannya.

KHAS REAN DIPANGGUNG MENJADI LEBIH MENARIK

Rean selalu membawa hasapi dan terkadang memainkannya langsung disaat perfoaming DJ, dari segi penampilanpun Rean tak lupa mengenakan kain ulos sebagai identitas dari mana ia berasal. 

“gua akan memotivasi kepada pemuda-pemudi lainnya yang ada di Indonesia maupun diluar Indonesia bahwa budaya atau tradisi bukan hal yang kuno,justru disaat apa yang gw pertunjukkan berbanding kebalik dari kata kuno. Semua tergantung kita lagi gimana ingin mempertahankan dan mengeksplore budaya tersebut,” ujar Rean. (Red)

Sabtu, 07 Mei 2022

Salah Satu Raja Paksi Pak Skala Brak Halal Bil Halal ke Rumah Budaya LGK


GK, Adat dan Budaya - Momentum Hari Raya Idul Fitri adalah saat yang selalu dimanfaatkan oleh kaum muslimin untuk berkumpul bersama keluarga, untuk saling mengunjungi kepada kerabat, sahabat, teman dan juga tetangga, guna saling memaafkan.

Dalam merayakan hari kemenangan bagi ummat muslim tersebut, setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, biasanya dimanfaatkan untuk ajang silaturahmi untuk saling maaf memaafkan dan saling melepas rindu, apalagi sudah dua tahun yang lalu momentum merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga dibatasi dengan adanya kebijakan Pemerintah melarang masyarakat untuk mudik, akibat adanya Pandemi covid-19.

Hal itu juga dilakukan oleh salah satu Tokoh Adat Kerajaan Paksi Pak Skala Brak dari Paksi Buay Nyerupa, Drs. H. Salman Paksi SE., MM., Gelar Suntan Pikoelun Jayadiningrat, yang bersilaturahmi ke rumah kediaman salah satu tokoh adat Lampung yang juga mantan Kapolda Lampung tahun 2016, Irjen Pol (Purn) Dr., H. Ike Edwin S.H., M.H., M.M., di Lamban Gedung Kuning (LGK), Jalan Pangeran Suhaimi, Sukarame, Bandar Lampung, Jumat (6/4/2022).

Dalam kunjungan halal bil halal tersebut Pun Salman panggilan yang biasa digunakan pada Suntan Pikoelun Jayadiningrat bersama keluarga di LGK, disambut langsung oleh Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr., H. Ike Edwin S.H., M.H., M.M., yang didampingi oleh istrinya dr. Hj. Aida Sofina.

Ucapkan terima kasih Dang Ike

Dalam keterangannya kepada media, Dang Ike mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pun Salman atas kunjungannya di LGK dalam rangka halal bil halal dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1443 H, tahun 2022.

"Saya atas nama keluarga besar Lamban Gedung Kuning mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pun Salman yang telah datang ke LGK untuk bersilaturahmi dalam rangka halal bil halal dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1443. H, ini." Ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike mengungkapkan bahwa dalam rangka halal bil halal tersebut, disamping untuk mempererat tali persaudaraan, silaturahmi dan saling maaf memaafkan, juga diisi dengan diskusi santai tentang berbagai hal termasuk tentang adat dan budaya Lampung.

"Jadi momentum halal bil halal ini, disamping untuk mempererat tali persaudaraan, memupuk silaturahmi, dan saling maaf memaafkan, juga diisi dengan diskusi tentang adat dan budaya Lampung sambil ngobrol santai" ungkap Dang Ike.

Ditempat yang sama Suntan Pikoelun Jayadiningrat juga mengatakan silaturahmi ini adalah merupakan ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan dengan menjaga silaturahmi yang baik.

"Kunjungan ini adalah merupakan ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan, serta kekompakan, dengan cara senantiasa menjaga silaturahmi yang baik dan menjalin komunikasi yang baik juga" ujarnya.

Dalam kunjungan silaturahmi dan halal bil halal tersebut Suntan Pikoelun Jayadiningrat didampingi putra mahkota kerajaan adat Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Buay Nyerupa. | red

Selasa, 01 Maret 2022

KAULA Resmi Dideklarasikan, Chepy Serukan Gedor Persoalan Kebudayaan di Lampung


GK, Bandar Lampung - Dihadiri sejumlah alumnus, pers, tokoh seni, hingga Akademisi Universitas Lampung, Keluarga Alumni UKMBS Unila (KAULA) akhirnya resmi dideklarasikan kemarin malam, Minggu (27/2), di Graha Kemahasiswaan lantai 1, Universitas Lampung.

Acara deklarasi dikemas dalam format sederhana, santai, dan tentu mematuhi protokol kesehatan. Dimulai beberapa lagu persembahan Orkes Bada Isya, dilanjutkan tari Sigeh Penguten persembahan Divisi Tari Hujan Purnama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lantas ditutup dengan deklarasi KAULA.

Pembacaan naskah deklarasi dibacakan langsung oleh Ketua KAULA terpilih, Rifian Hadi Chepy didampingi oleh para anggota terdaulat. Setelahnya secara simbolis sebuah tumpeng dipotong sebagai tanda jadi terbentuknya KAULA secara resmi.

Berikut susunan KAULA yang didaulat antara lain Ari Pahala Hutabarat, Muhammad Yunus, dan Nerry Juliawan ( Pembina ), Rahman Jablo, Joshep Micael Gultom, dan Jimmy Maruli Alfian (Pengawas), Een Nasir, Gino Vanoli, Livianti (Penasehat), Rifian Hady Chepy (Ketua Pengurus), Ahmad Zilalin Sahroni (Wakil Ketua Pengurus), Erwin Putubasai (Sekretaris), Hislat Habib dan Novian Alfiansah (Wakil Sekretaris), Budi Lpg (Bendahara), Cristopan Deswansyah dan Mimi Abriani (Wakil Bendahara).

Sri Sulastuti, selaku perwakilan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, menyabut baik hadirnya KAULA. Peran alumni menjadi sangat penting untuk mendorong UKMBS sebagai pelaku seni mahasiswa lebih berprestasi ke depannya. Menurutnya, anggota UKMBS Unila perlu diberi bekal yang memadai sehingga setelah lulus menjadi individu yang hebat dan sukses.

"Mudah-mudahan program-program Kaula bisa menunjang prestasi dan keberlangsungan UKMBS, karena terus terang Universitas kita ini juga sangat membutuhkan peran dan bantuan dari para alumni," ujar Sri Sulastuti, pada kata sambutannya. 

"Jadi mahasiswa ini perlu diberi pembekalan lebih apalagi dikaitkan dengan sistem pembelajaran MBKM. Maka para alumni inilah yang kami harapkan bisa menjadi jembatan dan fasilitas untuk adek-adek ini karena tuntutan MBKM ini luar biasa jadi harus ada peran alumni yang nyata memberikan fasilitasi untuk memberikan adik-adik ini di dalam magang, mahasiswa mengajar, atau sebagainya," jelasnya.

Sementara itu Rifian Hadi Chepy, Ketua KAULA terpilih, menyampaikan bahwa selain untuk meningkatkan kepedulian alumni pada UKMBS Unila juga agar menjadi wadah untuk terus berjejaring menjalin hubungan baik antar sesama alumni, terkhususnya bagi yang masih bergelut pada dunia kesenian. Sekarang yang bisa berkumpul memang masih terbatas, seiring waktu para alumnus yang jumlahnya ribuan itu bisa dihimpun. Jarak sekarang tidak menjadi soal, tidak bisa kopdar bisa online. Sejak berdiri hingga sekarang, tentu sudah banyak orang hebat yang berproses di UKMBS, meski tidak semuanya berada di Lampung, dan tidak semuanya berkesenian setelah menyelesaikan studinya. Tapi ikatan emosional ini tidak pernah hilang.

Mengenai bentuk kontribusi nanti akan dibicarakan, yang pasti semua bisa berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan keahlian masing-masing. Jadi Kaula punya banyak manfaat, pertama untuk ukmbs tentunya, kedua menjaga silaturahi dan jejaring antar alumni sendiri, dan yang ketiga adalah sumbangsih Ikatan alumni UKMBS ranah kultural di provinsi Lampung.

“Saya optimis Kaula dapat menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga seni-budaya di provinsi Lampung, termasuk dengan pemerintah, akademisi, dan stakeholder lainnya. Ada begitu banyak potensi, tapi sekarang masih tercerai berai, jika bisa disatukan, punya satu visi, bukan tidak mungkin Kaula akan menjadi garda depan reformasi kultural di Lampung, baik di level kebijakan maupun praktiknya,” ujar Rifian Hadi Chepy.

"Banyak sekali dari masyarakat budaya dilahirkan melalui UKMBS Unila. Maka dari itu kemarin kita diskusi itu memang KAULA itu dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas anak-anak UKMBS, alumni-alumninya sudah jadi seniman profesional, sudah banyak yang jadi penyair dan sutradara yang punya nama dan kemudian mau untuk melatih dan membagikan ilmunya kepada anak-anak UKMBS dan ini harus ada ruang dan tempat juga event," tambah Chepy.

"Kami anggota UKMBS Unila turut bersyukur atas terbentuknya KAULA. Kehadiran Kaula secara langsung mau pun tidak pasti akan mempengaruhi kinerja, program, dan prestasi UKMBS di masa mendatang. Selain itu Kaula bisa menjadi pusat pengembangan kebudayaan di Lampung dan Indonesia," ujar Febrian Malik A, Ketua Umum UKMBS Unila.

Setelah sejumlah acara seremoni, deklarasi Kaula ditutup dengan dialog terbuka yang dimoderatori oleh Agit Yogi Subandi, Sastrawan yang juga dosen di Fakultas Hukum Unila, dengan menghadirkan para alumni UKMBS Unila lainnya yaitu Riffian A Chepy (Ketua Kaula), Gino Vanoli (Kepala Kantor DPD RI Propinsi Lampung), dan Ari Pahala Hutabarat (Sastrawan, Sutradara Komunitas Berkat Yakin).

Setelah Deklarasi ini. Pada bulan Maret 2022, Kaula mengagendakan satu acara mengenang kepergian Ahmad Yulden Erwin (Alm.) dan juga Kongres Kebudayaan Lampung. [Abr/Yie]

Minggu, 05 Desember 2021

Ketua PWI Lampung Terpilih Silaturahmi Ke Lamban Gedung Kuning Sukarame 



BANDAR LAMPUNG - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Terpilih periode 2021-2026 Wirahadikusumah, berkunjung dan bersilaturahmi ke Lamban Gedung Kuning (LGK) jalan Pangeran Suhaimi Sukarame Bandar Lampung, Minggu (5/12/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua PWI Lampung Terpilih Wirahadikusumah di dampingi oleh Istri dan juga calon Sekretaris PWI Lampung Andi Panjaitan beserta istrinya.

Dalam sambutannya, Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) DR.Hi.Ike Edwin SH MH MM, mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Ketua PWI Lampung terpilih periode 2021-2026 beserta istri dan juga calon Sekretaris PWI Lampung di LGK.

"Saya atas nama keluarga besar LGK mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Ketua PWI terpilih beserta calon sekretaris PWI Lampung beserta istri di Lamban Gedung Kuning" ucap Dang Ike.

Selanjutnya, Dang Ike mengucapkan selamat atas terpilihnya Wirahadikusumah sebagai Ketua PWI Lampung periode 2021-2026.

"Saya juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Wirahadikusumah sebagai Ketua PWI Lampung periode mendatang, dengan harapan dapat membawa PWI Lampung menjadi wadah para Wartawan yang profesional dan menjadikan wartawan sebagai insan pencerdasan bangsa" tutur Dang Ike.

Dilain pihak, Ketua PWI Lampung Terpilih Wirahadikusumah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Dang Ike bersama keluarga besar LGK.

"Saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga atas sambutan yang luar biasa ini, jujur saya terharu dan tidak menyangka kalau saya dan sekretaris beserta istri disambut dengan sangat luar biasa dan penuh dengan kekeluargaan seperti ini" ucap Wira. 

Selain itu, Wira juga banyak bercerita tentang kekaguman dan rasa bangganya terhadap sosok Dang Ike Edwin, atas kinerja serta Dedikasi Dang Ike selama Aktif di korps Bhayangkara maupun kecintaannya pada tanah kelahiran serta Adat dan Budaya Lampung.

"Saya mengenal Sosok Dang Ike ini bukan baru sekarang tapi sudah lama, apalagi saat beliau menjabat sebagai Kapolda Lampung, dimana saat itu banyak sekali prestasi dan terobosan yang dilakukan oleh Dang Ike untuk Polda dan masyarakat Lampung" ungkap Wira.

Lanjut Wira, "Bagi saya sosok Dang Ike sudah layak untuk mendapatkan penghargaan dari PWI atas Dedikasi serta kecintaan terhadap budaya Lampung, sehingga pada saat dia menjabat Kapolda Lampung, ornamen- ornamen yang menggambarkan budaya Lampung menjadi perhatiannya mulai dari Polda hingga ke Polsek di seluruh Lampung" imbuh Wira.

Masih menurut Wira, "Saya diberikan Amanah dan mandat untuk memimpin PWI Lampung kedepan tidak akan berhasil tanpa dukungan dan Doa dari keluarga besar LGK, untuk itu saya mohon Doa serta Dukungan dari Dang Ike beserta keluarga besar LGK, dan jika dalam memimpin PWI Lampung kedepan saya keluar dari rel organisasi, saya mohon untuk di tegur dan diingatkan terutama oleh Dang Ike," pungkasnya.

Dalam acara silaturahmi tersebut dilakukan juga pengalungan selempang dan penyematan PIN LGK oleh Dang Ike Edwin kepada Wirahadikusumah dan Andi Panjaitan, sebagai tanda keduanya telah menjadi keluarga besar LGK.

Pada puncak acara, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Dang Ike Edwin dan Gusti Aida bersama Ketua Baylam Dora Yasmin, yang diberikan kepada Ketua PWI Lampung Terpilih, sekretaris PWI beserta istri, dilanjutkan dengan makan malam bersama. [Red]

Jumat, 05 November 2021

Disparekraf Provinsi Lampung Melalui Familiriazation Trip 2021, Ekspos Wisata Lampung




Bandar Lampung -
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, bekerja maksimal untuk mengekpos keindahan alam dan kekayaan budaya yang ada di sang bumi ruwa jurai.

Hal itu dibuktikan pada giat tahunan Dinas Parekraf Provinsi Lampung, yakni Festival Krakatau dengan tema Familiriazation Trip 2021 yang berlangsung pada tanggal 4 sampai 6 November 2021.

Pada Familiriazation Trip 2021 itu, Dinas Parekraf Provinsi Lampung mengusung wisatawan Travelbloger, Influencer Video, Konten Kreator dan Media dari Lampung serta luar Lampung sejumlah 30 orang terpilih hasil dari seleksi ketat, tentunya yang paling banyak viewers nya untuk bisa memperkenalkan akan keindahan wisata yang ada di Lampung.

Rangkaian acara yang begitu padat telah dikemas oleh Dinas Parekraf Provinsi Lampung, namun yang menjadi agenda utama dalam Familiriazation Trip 2021 itu yakni mengenalkan peserta travelbloger, influencer video, konten kreator dan Media pada Rumah Budaya yang ada di Lampung yakni Lamban Gedung Kuning (LGK).

Di Rumah Budaya atau LGK, peserta Familiriazation Trip 2021 disambut oleh Irjen Pol (Purn) Dr. H Ike Edwin, SH. MH. MM, Selaku tuan rumah di LGK, ditemani oleh Bebay Lampung (Baylam) dan juga Ok Oce Qalam Provinsi Lampung.

Saat tiba di LGK, peserta disuguhkan dengan prosesi adat seperti arak-arakan dan tari-tarian, selanjutnya peserta juga diperkenalkan selayang pandang tentang adat Lampung dan sejarahnya oleh Dang Ike, sapaan akrab mantan Kapolda Lampung itu.

Dalam sambutannya, Dang Ike mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada pemerintah provinsi Lampung khususnya Dinas Parekraf Provinsi Lampung dan para Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media yang telah hadir di Lamban Gedung Kuning (LGK). 

"Saya atas nama Keluarga Besar, mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan nya di Lamban Gedung Kuning (LGK), dalam rangka wisata budaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021" ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike membawa peserta Familiriazation Trip 2021, berkeliling dan memperkenalkan yang ada di Rumah Budaya LGK. 

Dilain pihak perwakilan dari para peserta Familiriazation Trip yang disampaikan oleh Indah.N Safitri mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK yang telah berkenan menerima kunjungan mereka di LGK dalam rangka kunjungan wisata budaya.

"Saya mewakili teman-teman semua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas sambutan yang luar biasa ini, dan kami semua merasa bangga dan bahagia serta merasa tersanjung atas Kehormatan dengan penyambutan yang luar biasa ini" ucap Indah.

Hal senada juga disampaikan oleh @travelbydeddy yang dengan takjub dan gembiranya atas penyambutan di LGK

"Di LGK terasa kental akan adat dan budayanya, saya sangat senang dan akan kita promosikan keluar Lampung, bahwa disini bukan hanya indah dari segi pariwisatanya saja tapi adat dan budayanya juga sangat luar biasa," kata @travelbydeddy.

Disisi lain Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung Dr.Edarwan SE. MSi, dalam sambutannya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan dan keikhlasan Dang Ike beserta keluarga besar LGK untuk menerima kunjungan wisata ini.

"Saya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK atas kesediaan dan keikhlasannya menerima kunjungan para peserta Familiriazation Trip 2021, dalam kegiatan wisata budaya yang merupakan bagian dari kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini," kata Edarwan. [Sur]

Kamis, 04 November 2021

Keren! Rumah Budaya LGK Dijadikan Tujuan Wisata Festival Krakatau 2021


Bandar Lampung - Rumah Budaya dan Rumah Kegiatan Budaya Lamban Gedung Kuning (LGK) menjadi salah satu Tujuan dalam rangka kegiatan 5 Trip 2021, dalam mensukseskan dan memeriahkan Festival Krakatau, Kamis (4/11/2021).

Kegiatan tersebut adalah Agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung, dimana untuk kegiatan tahun 2021, salah satu pendukungnya adalah Rumah Budaya Lamban Gedung Kuning (LGK).

Dalam Rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini, Dinas Parekraf Provinsi Lampung mengundang beberapa Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media dari Jakarta dan Lampung yang terpilih.

Lamban Gedung Kuning (LGK) menjadi salah satu tempat kunjungan para undangan tersebut, sebagai tujuan wisata budaya karena LGK adalah salah satu rumah budaya dan rumah kegiatan budaya yang ada di provinsi Lampung.

Dalam kunjungan ke LGK, para tamu disambut dengan arak-arakan dan disambut dengan tari sembah sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dan sebagai pengenalan dan edukasi tentang budaya Lampung. 


Selain disambut dengan arak-arakan dan tari sembah, para tamu juga disuguhkan tarian khas Lampung yaitu Tari Nyambai yang dibawakan oleh ibu-ibu Anggota Bebay Lampung (Baylam) dibawah pimpinan ketua Baylam Dora Yasmin dan pembina Dang Ike bersama dr.Hj Aida Sofina atau yang sering disapa Gusti Aida.

Dang Ike Edwin, sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr.H Ike Edwin SH MH MM dalam acara tersebut juga mengalungkan selempang LGK kepada para tamu undangan, dan memberikan penjelasan terkait budaya Lampung maupun benda-benda sejarah serta asal usul suku Lampung kepada para Travelbloger Influencer video dan konten kreator serta para media yang hadir.

Dalam sambutannya, Dang Ike mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada pemerintah provinsi Lampung khususnya Dinas Parekraf Provinsi Lampung dan para Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media yang telah hadir di Lamban Gedung Kuning (LGK). 

"Saya atas nama Keluarga Besar, mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan nya di Lamban Gedung Kuning (LGK), dalam rangka wisata budaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021" ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike sedikit menjelaskan tentang asal usul orang Lampung , dan tentang budaya Lampung sekaligus sejarah dan Adat istiadat orang Lampung kepada para tamu yang terdiri dari Travelbloger, Influencer video, konten kreator dan para media.

Dilain pihak perwakilan dari para tamu yang disampaikan oleh Indah.N Safitri mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK yang telah berkenan menerima kunjungan mereka di LGK dalam rangka kunjungan wisata budaya.

"Saya mewakili teman-teman semua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas sambutan yang luar biasa ini, dan kami semua merasa bangga dan bahagia serta merasa tersanjung atas Kehormatan dengan penyambutan yang luar biasa ini" ucap Indah.

Selain daripada itu menurut indah, dia akan mempromosikan wisata Lampung bersama teman-teman para Travelbloger, Influencer video, konten kreator dan para media semuanya.

"Selama saya bekerja, seringkali mempromosikan wisata dari daerah lain, seperti pulau Dewata Bali, Raja Ampat dan sebagainya, dan kali ini saya terima kasih diberikan kesempatan bersama teman-teman untuk mengunjungi objek-objek wisata di Lampung termasuk wisata budaya di LGK ini, dan saya berjanji untuk mempromosikan obyek wisata yang ada di Lampung ini termasuk LGK sebagai salah satu wisata budaya" tutur Indah. 

Disisi lain Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung Dr.Edarwan SE. MSi, dalam sambutannya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan dan keikhlasan Dang Ike beserta keluarga besar LGK untuk menerima kunjungan wisata ini.

"Saya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK atas kesediaan dan keikhlasannya menerima kunjungan para tamu dalam kegiatan wisata budaya yang merupakan bagian dari kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini" ucap Edarwan. [Nnd]

Bupati Lampung Timur Membuka Pelatihan Sulam Tapis


Lampung Timur --
Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo membuka pelatihan Sulam Tapis, di Sekampung Udik, Lampung Timur, Rabu (3/11/2021).
Dalam sambutannya, Dawam menjelaskan setias daerah di Indonesia mempunyai kain tradisional, yang masing-masing mempunyai ciri khas atau keunikan tersendiri, begitu juga kain tapis tradisional Lampung, yang merupakan warisan secara turun-temurun dari nenek moyang, yang harus kita lestarikan.

"Tapis merupakan kain khas Lampung, yang terbuat dari tenunan benang kapas, dengan berbagai motif dari benang perak atau benang emas, dengan sistem sulam atau disebut cucuk oleh masyarakat," jelas Dawam.

Bagi orang Lampung, Lanjutnya, kain tapis merupakan salah satu kerajinan seni, yang bermakna untuk menyelaraskan kehidupan pada lingkungan, dan kepada Tuhan Sang Pencipta Alam. Kain yang telah disulam atau ditutupi benang, juga dimaknai sebagai simbol pelindung bagi penggunanya, dari setiap hal-hal kotor dalam kehidupan.

"Seperti halnya kerajinan tenun atau batik lainnya, kerajinan Tapis dalam proses pembuatannya, dibutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi," jelasnya.

Tapis memiliki berbagai motif dan tidak asal cantik saja, namun ada pesan di dalamnya. Seperti motif tajuk ayun yang mengandung makna bahwa hidup itu bersifat dinamis, sehingga harus luwes dalam mengikuti perkembangan zaman.

Motif sasap berarti penuh atau padat, mengandung makna ilmu yang bermanfaat lahir batin, sesuai ketentuan agama atau kepercayaan yang dianut. 

Sedangkan wajik atau belah ketupat, bermakna kemana pun arah tujuan, haruslah menuju pada kebaikan.

"Dilihat dari hal tersebut, kain tapis dapat dikatakan menunjukkan suatu ketelitian dan kesabaran, sehingga dapat menghasilkan karya seni yang indah, dan memuat nilai budaya serta sejarah perkembangan masyarakat," terangnya.

Dengan makna yang terkandung tersebut, sehingga kain tapis memiliki nilai jual yang tinggi. Kain Tapis tidak hanya dipakai orang Lampung untuk acara adat, akan tetapi saat ini mulai diaplikasikan dalam berbagai ragam fashion, sehingga kain tapis sudah dikenal dalam even bertaraf Nasional maupun Internasional, yang dikenalkan para desainer Indonesia dalam even-even besar, dengan mengolah kain tapis, dalam balutan busana casual, semi formal dan formal.

Melalui kegiatan pelatihan ini, Dawam berharap dapat menjadi sarana pengenalan kebudayaan khas Lampung, agar masyarakat tidak melupakan kekayaan budaya warisan Lampung, dan merupakan kesempatan bagi para peserta untuk berlatih sulam tapis Lampung, di tengah kemajuan teknologi saat ini, dengan tidak melupakan kekayaan khas Lampung. [Sur]

Sabtu, 23 Oktober 2021

Kunjungan Pengurus Pusat Dan Pengurus Daerah Srikandi TP Sriwijaya ke LGK


Bandar Lampung - Ketua Pengurus Pusat (PP) Srikandi TP Sriwijaya Hj. Nyimas Aliah SE, SI.kom dan Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Srikandi TP Sriwijaya Lampung Bersilaturahmi ke Lamban Gedung Kuning (LGK) jalan Pangeran Suhaimi, Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu (23/10/2021). 

Rombongan ketua pengurus pusat dan pengurus daerah Srikandi TP Sriwijaya tiba di LGK sekitar pukul 21.00 WIB, dan disambut oleh Irjen Pol. (Purn) Dr. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., dan istri dr. Hj. Aida Sofina beserta ketua serta anggota Bebai Lampung (Bailam) dan segenap kerabat LGK. 

Dalam kunjungan tersebut, ketua pengurus pusat dan ketua pengurus daerah Srikandi TP Sriwijaya didampingi oleh beberapa pengurus pusat maupun pengurus daerah Lampung.

Pada sambutannya, Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol. (Purn) Dr. Ike Edwin, SH., MH., MM., mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan dan berterima kasih atas waktunya untuk berkunjung dan bersilaturahmi di LGK. 

Selanjutnya dalam sambutan Dang Ike sedikit menyampaikan riwayat atau sejarah mengapa rumah kediamannya tersebut dinamakan Lamban Gedung Kuning, dan sekarang dijadikan sebagai Lamban (Rumah) Budaya dan Rumah kegiatan Adat.

Dilain Pihak KRT Oking Ganda Miharja, SH., MH., dalam sambutannya mewakili Pengurus Daerah Lampung Srikandi TP Sriwijaya, mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike beserta keluarga besar LGK yang telah menerima kunjungan ketua pengurus pusat dan ketua pengurus daerah Srikandi TP Sriwijaya beserta rombongan di LGK. 

Masih menurut Oking, baik secara pribadi maupun secara organisasi, Srikandi TP Sriwijaya sangat mendukung dan mensupport Lamban Gedung Kuning (LGK) untuk dijadikan Rumah Budaya dan Rumah kegiatan Adat.

Dilain pihak Ketua Pengurus Pusat Srikandi TP Sriwijaya Hj. Nyimas Aliah, SE., MI.Kom., dalam sambutannya juga mengucap8kan ribuan terima kasih kepada Dang Ike beserta keluarga besar LGK yang telah berkenan menerima kunjungan Silaturahmi Pengurus Pusat dan pengurus daerah Srikandi TP Sriwijaya di LGK.

Selain itu Hj. Nyimas Aliah juga dalam sambutannya menyampaikan sedikit tentang Srikandi TP Sriwijaya dan memperkenalkan beberapa pengurus baik pengurus pusat maupun pengurus daerah yang ikut dalam kunjungan Silaturahmi tersebut.

Dan pada intinya pengurus maupun anggota Srikandi TP Sriwijaya meminta dukungan dan juga support dari Dang Ike atas keberadaan organisasi Srikandi TP Sriwijaya di Bumi Lampung, dan begitu juga sebaliknya Srikandi TP Sriwijaya mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh Dang Ike dan LGK dalam hal pelestarian budaya dan kegiatan sosial lainnya. 

Pada akhir Acara dilakukan Penyematan PIN LGK kepada ketua pengurus pusat dan pengurus daerah serta pengurus Forwala yang disematkan langsung oleh Dang Ike Edwin yang didampingi oleh istrinya dr. Hj. Aida Sofina atau yang biasa disapa Gusti Aida. Acara silaturahmi itu sendiri berjalan dengan penuh keakraban dan kekeluargaan, namun tetap memberlakukan Protokol Kesehatan (Prokes). [Sur]

Senin, 18 Oktober 2021

Untuk Familirization Trip 2021, Dinas Parekraf Provinsi Lampung Berkunjung ke Rumah Budaya Lamban Gedung Kuning


Bandar Lampung -
Irjen Pol (Purn) Dr. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., menerima kunjungan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung di Lamban Gedung Kuning (LGK) jalan Pangeran Suhaimi Sukarame Bandar Lampung, Senin (18/10/2021).

Dalam penyambutan tersebut Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr. H. Ike Edwin SH. MH. MM., di dampingi oleh ibu-ibu Anggota Bebay Lampung (Baylam) di bawah pimpinan dr. Hj. Aida Sofina beserta kerabat LGK lainnya.

Adapun Kadis Parekraf Provinsi Lampung Dr. Edarwan SE. M.Si, yang diwakili oleh Kabid Pemasaran Melly Ayunda dan beberapa Kasi di lingkungan Dinas Parekraf Provinsi Lampung, diantaranya Indra, Rika Kemala dan Rita. 

Kunjungan Dinas Parekraf Provinsi Lampung ke LGK dalam rangka untuk meminta dukungan dan support dari Lamban Gedung Kuning (LGK) guna mensukseskan acara kegiatan Familiarization Trip 2021 dan Festival Krakatau yang akan diselenggarakan pada tanggal 3-5 November 2021. 

Saat media mewawancarai Kabid Pemasaran Dinas Parekraf Provinsi Lampung, Melly Ayunda mengatakan bahwa dalam rangkaian acara Festival Krakatau nanti, Dinas Parekraf Provinsi Lampung akan mengundang berbagai pihak.

"Dalam rangkaian kegiatan Familiarization Trip 2021 dan Festival Krakatau tahun ini, kita akan memperkenalkan berbagai macam wisata yang ada di Lampung, salah satunya yaitu wisata budaya. Dan kami menganggap LGK adalah tempat yang pas untuk memperkenalkan budaya Lampung kepada tamu undangan nantinya," ucap Melly.

Masih kata Melly, "Dinas Parekraf Provinsi Lampung akan mengundang lebih kurang 30 orang, yang terdiri dari para media nasional, baik media cetak, elektronik dan online, para YouTubers, blogger, dan Influencer dari Jakarta," ujar Melly. 

Dilain pihak, Dang Ike selaku pembina Lamban Gedung Kuning mengatakan, bahwa LGK siap untuk mendukung dan mensukseskan acara Festival Krakatau yang akan diselenggarakan oleh Dinas Parekraf Provinsi Lampung.

"Pada prinsipnya, saya selaku pembina Lamban Gedung Kuning, sangat mendukung dan mensupport acara Festival Krakatau yang akan diselenggarakan oleh Dinas Parekraf Provinsi Lampung, khusus dari segi wisata budayanya," tutur Dang Ike

Demi memeriahkan acara Festival Krakatau tahun ini, Dang Ike juga menjelaskan,

"Kita akan perkenalkan sejarah-sejarah masyarakat Lampung, seni dan budaya Lampung, seperti seni tari, pencak silat, nyambai dan lain sebagainya, termasuk sejarah asal-usul orang Lampung," jelas Dang Ike.

Diakhir Pertemuan tersebut, baik Dang Ike maupun Kabid Pemasaran Dinas Parekraf Provinsi Lampung, Melly Ayunda mengajak masyarakat untuk mensukseskan acara Familiarization Trip 2021 dan Festival Krakatau dengan berwisata di Lampung aja. [Sur]