Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Lumbok Seminung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Lumbok Seminung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 November 2024

Kualitas Buruk, Pekerjaan Fisik Tahap 2 Pekon Keagungan Terkesan Asal Jadi



GK, Lampung Barat - Pekon Keagungan Kecamatan Lumbok Seminung telah rampung menyelesaikan pekerjaan fisik tahap 2 dengan bersumber dana dari Dana Desa pada tahun 2024.

Realisasi tahap 2 Pekon Keagungan itu berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT), yang berlokasi di Pemangku Way Kelaho dengan volume 100 meter x 1 meter.

Masyarakat pun sangat senang karena dengan adanya pembangunan itu maka 1 PR terselesaikan, rasa was-was akan bahaya tanah tergerus oleh aliran air pun tidak lagi menghantui masyarakat yang tinggal di sekitaran lokasi.

"Kami sangat berterimakasih pada pemerintah Pekon yang sudah membangun penahan tanah ini," ucap warga yang dijumpai saat awak media berkunjung ke Pekon Keagungan. Selasa, 19 November 2024.


Namun kekecewaan warga atas selesainya pekerjaan pembangunan itu yang dikerjakan asal jadi, bagaimana tidak tinjauan awak media bahwa pekerjaan itu menggunakan material asal-asalan.

Sangat disayangkan pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp. 115.695.000,- itu diduga menggunakan batu yang diambil dari aliran air dilokasi kerja dan pecahan semen/tembok yang disusun dalam susunan talut.


Selain material itu didapati juga pasir yang digunakan adalah pasir hitam, yakni pasir gunung. Belum lagi dilihat dari jejak digital adukan kombinasi semen dan pasirnya sangat nampak buruk sehingga ketahanan daripada pembangunan itu sangat diragukan.

Hingga berita ini dibuat belum ada tanggapan yang bisa diberikan oleh Pemerintah Pekon Keagungan. Saat wartawan media ini mencoba untuk mengkonfirmasi sangat disayangkan ternyata Pj. Peratin jarang berada di Balai Pekon dan Jurtul enggan untuk memberikan keterangan terkait pekerjaan itu.

Selasa, 05 November 2024

Salah Satu Guru di SDN 1 Lombok, Terapkan Sistem Denda ke Murid. Ini yang Terjadi!



GK, Lumbok Seminung - Salah satu Wali Kelas di SDN 1 Lombok, Kecamatan Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menerapkan kebijakan yang belakangan ini menuai protes keras dari para Wali Murid.

Kebijakan itu adalah memberlakukan sistem denda yang ditetapkan sebesar Rp5.000 hingga Rp6.000 per pelanggaran bagi siswa yang melanggar ketertiban di kelas, menjadi sorotan karena dianggap memengaruhi semangat siswa untuk hadir ke Sekolah.

Salah satu orang tua siswa menyatakan kekecewaannya atas aturan denda yang mulai diberlakukan sejak tahun 2023. Menurutnya, kebijakan ini memberatkan anak-anak dan berdampak negatif terhadap semangat belajar. Ia mengungkapkan, ada siswa yang memilih untuk absen selama berminggu-minggu karena merasa terbebani dengan aturan denda tersebut.

”Ibu Virga, guru kelas 6, sejak tahun 2023 menerapkan kebijakan mendenda anak-anak yang nakal atau ribut di kelas, dengan denda Rp5.000 hingga Rp6.000 setiap pelanggaran. Akibatnya, ada anak yang tidak sekolah sampai berminggu-minggu. Kebijakan ini jelas sangat memberatkan. Bahkan, ada informasi dari wali murid bahwa ada siswa yang pindah sekolah karena merasa terbebani,” ungkap salah salah seorang orang tua, yang enggan namanya untuk ditulis.

Menanggapi hal ini, wali kelas yang menerapkan aturan, Virga Septian Putri, S.Pd., menjelaskan bahwa kebijakan denda tersebut sebenarnya merupakan hasil kesepakatan antar siswa untuk mengurangi pelanggaran di kelas.

”Awalnya, denda hanya Rp1.000 per pelanggaran, tetapi karena dianggap terlalu ringan, akhirnya disepakati oleh siswa untuk meningkat menjadi Rp6.000. Dana tersebut dikelola oleh siswa,” jelasnya.

Virga menambahkan bahwa kebijakan tersebut sempat menunjukkan hasil positif, dengan berkurangnya pelanggaran di kelas. Namun, masih terdapat siswa yang sering melanggar dan belum membayar dendanya, sehingga menimbulkan protes dari orang tua.

”Saya akui kebijakan ini salah, karena saya tidak memberitahu orang tua/wali murid. Namun, masalah ini sudah diselesaikan. Beberapa hari lalu, kami telah mengadakan rapat bersama komite dan wali murid yang memutuskan untuk meniadakan denda tersebut,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 1 Lombok, Nawawi S.Pd., yang menyatakan bahwa setelah menerima keberatan dari wali murid, pihak sekolah dan wali kelas telah mengadakan musyawarah dengan wali murid, komite sekolah, dan pengawas pendidikan setempat. Dalam pertemuan tersebut, diputuskan untuk menghentikan kebijakan denda dan menggantinya dengan tugas tambahan yang bersifat mendidik.

Nawawi mengakui bahwa ia baru mengetahui adanya kebijakan denda ini setelah menerima protes dari orang tua. ”Saya baru tahu setelah ada protes dari wali murid, karena ini adalah kebijakan yang ada di kelas. Namun, masalah ini sudah diselesaikan melalui musyawarah dan keputusan finalnya adalah kebijakan denda dihapuskan. Sebagai gantinya, siswa yang melanggar akan diberikan tugas tambahan yang lebih edukatif,” tandasnya. (*)

Jumat, 25 Oktober 2024

Bersatu dan Berhimpun, Ikatan Jurnalis Sukau-Lumbok Seminung di Bentuk



GK, Lampung Barat - Sejumlah wartawan dari berbagai media baik Online, TV maupun cetak, yang berdomisili di Kecamatan Sukau dan Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat, membentuk suatu forum yang diberi nama Ikatan Jurnalis Sukau-Lumbok Seminung (IJ Sukau - Lumbok) Jumat, (25/10/2025) di kediaman salah satu wartawan Fransmoro di Jl. Sukarno-Hatta Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat.

Terbentuknya ikatan wartawan tersebut, berdasarkan musyawarah dan mufakat yang di gelar untuk membangun kebersamaan dan keakraban antar wartawan dari dua Kecamatan itu.

Atas kesepakatan bersama secara aklamasi telah ditunjuk Frans Moro Sebagai Ketua, Sekretaris Surya Al-Pajri dan Bendahara Mat Hotua, serta seluruh wartawan yang ada di Kecamatan Sukau-Lumbok Seminung, tergabung sebagai anggota.

Dalam kesempatan tersebut Ketua IJ Sukau-Lumbok berharap dengan terbentuknya IJ Sukau-Lumbok dapat mempersatukan wartawan yang ada di dua Kecamatan itu dan bisa bersinergi dengan setiap stake-holder setempat. 

"Saya berharap dengan terbentuknya ikatan ini mampu mempersatukan wartawan yang ada di dua Kecamatan dan bisa bersinergi dengan setiap stake-holder setempat," tandasnya. (*)

Senin, 26 Agustus 2024

Pj Peratin Pekon Suka Maju Salurkan BLT-DD ke 27 KPM



GK, Lampung Barat - Pj. Peratin Pekon Suka Maju Kecamatan Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat, Arna Sari, S.E., salurkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) bulan Juli, Agustus dan September kepada 27 kelompok penerima manfaat (KPM) di Balai Pekon setempat. Senin (26/8/2024)

Mengacu pada peraturan menteri keuangan nomor 222/PMK.07/2020 tentang pengelolaan dana desa dan berdasarkan peraturan presiden (Perpres) nomor 104 tahun 2021 telah di tetapkan bahwa anggaran minimal 10% max 25% yang bersumber dari Dana Desa (DD) tidak di perbolehkan untuk kegiatan lain di Desa/Pekon.

Dalam sambutannya, Pj. Peratin Pekon Suka Maju Arna Sari menjelaskan bahwa alokasi dana desa tahun 2024 ini hanya 27 KPM dan besaran yang di terima 300/bulan per kelompok penerima manfaat, jelasnya.

"Kita membagikan BLT-DD pada 27 KPM untuk kriteria penerima yakni, kehilangan mata pencaharian/pekerjaan, mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis atau difabel, keluarga yang tidak menerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) dan rumah tangga dengan anggota rumah tangga tunggal/lanjut usia(Lansia)," ungkap Arna.


Pj. Peratin Suka Maju juga mengungkapkan bahwa pembagian BLT-DD tahun 2024 ini dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi perekonomian dan sosial masyarakat Pekon setempat.

"Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat di Pekon Suka Maju dan dapat digunakan dengan bijak untuk membantu kebutuhan sehari-hari," ucap Arna Sari.

Penyaluran BLT-DD itu dihadiri oleh Pendamping Pekon, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua LHP dan Aparatur Pekon. (Surya)

Selasa, 23 Juli 2024

Proyek Rp.6 Milyar Jalan Lumbok - Heni Arong, Diduga Gunakan Material Asal dan Dikerjakan Dengan Asal-asalan



GK, Lampung Barat - Guna memperlancar akses penghubung jalur darat dari Desa (Pekon) terhujung Lampung Barat yakni Pekon Heni Arong ke Kabupaten Lampung Barat sendiri tepatnya ke Kecamatan Lumbok Seminung maka Pemerintah berupaya dengan terus melakukan pembangunan.

Selama ini masyarakat Pekon Heni Arong kerap melewati jalanan yang ada di Kabupaten tetangga yakni Oku Selatan jika akan bepergian ke luar Pekon. Tidak heran, karena akses jalan yang akan dilalui jika melewati jalan yang disediakan oleh kabupaten tetangga, lebih landai dan lebih baik daripada jalan Lumbok - Heni Arong.

Untuk mengejar ketertinggalan itu serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat Heniarong maka pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) mengucurkan dana Rp.6 milyar agar akses jalan penghubung Pekon tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal.


Kini jalan penghubung Pekon Heniarong-Lumbok itu sudah dimulai pengerjaannya, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 6.037.930.000 yang dilaksanakan oleh Cv. Anak Gunung.

Tapi sangat disayangkan, akses jalan penghubung yang sejak lama dinantikan masyarakat dan tidak sedikit dana yang dihabiskan namun dalam pengerjaannya dilakukan dengan asal-asalan.

Pantauan wartawan media ini, pekerjaan peningkatan jalan Lumbok - Heni Arong itu hanya sepanjang 1.600 meter kurang dan disisi kiri jalan dibangun talud yang terputus-putus.


Diduga dalam mengerjakan talud itu dilakukan dengan asal dan mencuri material sehingga tidak sesuai dengan spek pembuatan talud.

Pembuatan talud tidak diawali dengan pondasi dan pengamparan lantai terlebih dahulu, namun langsung membuat dinding drainase dengan susun batu.

Tidak hanya itu, hasil rekam gambar dilapangan terlihat susunan batu yang menempel didinding tanah tidak diberi semen. Sehingga hanya mengandalkan jepitan susunan batu luar dan dinding tanah.

Saat dipertanyakan dengan pekerja dilapangan, mereka menuturkan hanya mengikuti perintah atasan.

"Disuruhnya begini pak, kami cuma kerja ya nurut saja," kata pekerja pasangan batu itu.

Tidak hanya pengerjaan yang dilakukan secara asal-asalan, tapi material batu yang disediakan juga patut diduga asalan.


Material batu yang dipergunakan oleh Cv. Anak Gunung diduga tidak memenuhi standar, berwarna merah dan sangat rapuh sehingga mudah pecah. Batu itu merupakan batu sedimen, yang jika dikutip dari keterangan Camat Lumbok Seminung ketika batu dari galian C miliknya diuji lap dan didapati batu sedimen yang berwarna merah itu tidak memenuhi standar.

Ihsan Muhajirin pemilik Cv. Anak Gunung saat dikonfirmasi via WhatsApp, mengatakan jika batu itu ia dapat dari Purna dan mengaku tidak mengetahui kondisi batu yang mereka pakai.

"Batunya dapat dari bang Purna," kata pemenang tender proyek Rp. 6 milyar itu.

"Ok bg, ntk sy koordinasikan masalah batunya SMA bg purna, mksh info dan sarannya ya bg," ujarnya via WhatsApp.

Ihsan Muhajirin juga berjanji akan memperbaiki pemasangan talud yang salah, yang lebih mendahulukan dinding talud daripada pondasi dan lantai.

"Kita siap akan perbaiki," ucap irin menutup percakapan. (Surya)

Rabu, 17 Juli 2024

Listrik di 3 Kecamatan Padam ini Penyebabnya



GK, Liwa - Sebuah pohon di Jalan Gajah Mada, Pmk. Pantau Kelurahan Pasar Liwa tumbang dan menimpa kabel jaringan listrik akhirnya memadamkan arus listrik di beberapa area.

Pohon tumbang tersebut cukup merepotkan petugas PLN. Akibat pohon tumbang, satu jalur arus listrik arah Kecamatan Sukau mengalami pemadaman, yakni di sebagian Kecamatan Balik Bukit, Seluruh Kecamatan Sukau dan Kecamatan Lumbok Seminung untuk menghindari terjadinya korsleting.

Wira petugas PLN Unit Liwa bagian Tehknik ketika dikonfirmasi mengatakan penyebab terjadinya pemadaman PLN dan menyampaikan permohonan maafnya.

"Iya, ada pohon tumbang di daerah Pantau, jadi mohon maaf atas padamnya PLN terutama yang sejalur arah Sukau," ucapnya. Rabu (17 Juli 2024)

Wira juga mengatakan jika pemadaman tidak akan lama, karena pihaknya sedang mengupayakan di lapangan.

"Mudah-mudahan sebentar lagi PLN menyala," ujarnya meyakinkan.

Benar saja tak lama, kerja keras yang diupayakan oleh petugas PLN membuahkan hasil, listrik pun kembali menyala. (Surya)

Jumat, 17 Mei 2024

Peratin Rahmadi Salurkan Beras CPP, ini Jumlah Keluarga Penerima Manfaat di Pekon Heni Arong



GK, Lampung Barat - Peratin Heni Arong Kecamatan Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat salurkan Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada masyarakat sebanyak 80 keluarga penerima manfaat (KPM) untuk bulan April 2024.

Beras yang dibagikan sebanyak 10 kg per KPM dan penyaluran dilaksanakan di Balai Pekon setempat disaksikan oleh LHP, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Jumat (17/5/2024).

Rahmadi, Peratin Heni Arong dalam penyampaiannya berharap agar beras yang diterima bisa membantu dan berguna untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

“Semoga bantuan ini dapat membantu kebutuhan pokok, serta dapat menekan angka kemiskinan,” harapnya.


Rahmadi juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang telah tertib dalam proses pembagian beras CPP hingga berjalan lancar dan selesai dalam satu hari.

"Alhamdulillah penyaluran beras CPP berjalan lancar dan selesai hari ini, itu semua tidak luput dari kerjasama yang baik antara aparat pekon dan masyarakat penerima manfaat," pungkas Rahmadi. (Surya)