Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Orgen Tunggal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orgen Tunggal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2024

Polisi Buru 3 Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Buruh Proyek Pasar Tematik di Malam Orgen Tunggal



GK, Lumbok Seminung – Kasus penganiayaan yang berujung pada kematian hingga menewaskan seorang pekerja di proyek Pasar Tematik kini mulai menemukan titik terang.
 
Polisi telah berhasil mengidentifikasi tiga orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan pada malam kejadian seusai acara hiburan orgen tunggal yang terjadi di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Lumbokseminung, Kabupaten Lampung Barat pada Senin pagi, 9 Desember 2024 lalu.
 
Setelah berhasil mengantongi identitas para pelaku, saat ini tim Tekab 308 Satreskrim Polres Lampung Barat tengah memburu para pelaku yang disebutkan masih berpindah-pindah tempat.
 
Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, Iptu Juherdi Sumandi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa total 17 orang saksi untuk menggali lebih dalam informasi terkait kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti di lapangan, identitas ketiga pelaku telah terungkap.

“Dari keterangan saksi dan petunjuk yang ada, kami sudah berhasil mengidentifikasi tiga orang yang diduga terlibat dalam peristiwa ini. Meskipun pelaku masih berpindah-pindah tempat, tim kami terus melakukan upaya pencarian agar mereka bisa segera ditangkap,” ungkap Iptu Juherdi.

Diberitakan sebelumnya, Warga Pekon Sukabanjar, Kecamatan Lumbokseminung, Kabupaten Lampung Barat, dikejutkan dengan peristiwa penemuan jenazah seorang pria yang tergeletak di pinggir jalan pada Senin pagi, 9 Desember 2024.
  
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bernama Rian itu merupakan seorang buruh pekerja proyek pasar tematik Area 1 dari PT. Langgeng Abadi Madani (LAM) yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah

Korban diduga menjadi korban perkelahian dalam sebuah pesta orgen tunggal di Pekon Sukabanjar, pada dini hari Senin (9/12/2024) sekitar pukul 01.00 Wib, dan mengalami luka tusukan akibat senjata tajam (sajam).

Iptu Juherdi menyebutkan bahwa peristiwa bermula ketika korban menghadiri acara organ tunggal di wilayah tersebut. Dalam perjalanan pulang, korban terlibat keributan dengan seseorang yang belum diketahui identitasnya.

”Korban ditusuk oleh pelaku yang tidak dikenal hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, rekan korban sempat dipukul oleh pelaku, namun berhasil melarikan diri,” ungkap Juherdi. (*)

Senin, 09 Desember 2024

Seorang Pekerja Proyek Pasar Tematik Lumbok Seminung Ditemukan Tewas Tertusuk Senjata Tajam



GK, Lampung Barat - Telah ditemukan seorang mayat laki-laki diduga korban perkelahian seusai menonton hiburan (orgen tunggal). Mayat ditemukan di lokasi ruas Jalan Pekon Sukabanjar-Keagungan Kecamatan Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat pada Senin dini hari sekira pukul 01.00 WIB, 9 Desember 2024.

Kejadian tersebut sontak menggegerkan warga, pasalnya korban merupakan pekerja di proyek Pasar Tematik yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah. Korban diketahui bernama Rian, meninggal dengan luka-luka tusukan akibat senjata tajam (Sajam).

Akbar selaku pelaksana pekerjaan proyek di Area 1 dari PT. LAM (Langgeng Abadi Madani) membenarkan ada pekerjanya yang meninggal dunia akibat tertusuk senjata tajam.

"Iya semalam jam 03.00 saya dapat info tersebut, kejadian itu diluar jam kerja namun kami membantu untuk proses pemulangan jenazah dan saat ini kasus itu sudah ditangani oleh Kepolisian," kata Akbar.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, Iptu Juherdi Sumandi, S.H., M.H., menyebutkan bahwa peristiwa bermula ketika korban menghadiri acara organ tunggal di wilayah tersebut. Dalam perjalanan pulang, korban terlibat keributan dengan seseorang yang belum diketahui identitasnya.  

"Korban ditusuk oleh pelaku yang tidak dikenal hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, rekan korban sempat dipukul oleh pelaku, namun berhasil melarikan diri," ungkap Juherdi.  

Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik insiden ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan lokasi kejadian tetap dalam pengawasan untuk mendukung proses investigasi. Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Alimuddin Umar untuk proses visum. (*)

Senin, 15 Mei 2023

Asiknya di Lampung Barat, Dengan Alasan ini Orgen Tunggal Bisa Di Malam Hari



GK, Lampung Barat - Asiknya di Lampung Barat jika di daerah lain hiburan di malam hari organ tunggal dibubarkan, berbeda di Lampung Barat, misalnya orgen tunggal di Pekon Lombok Induk, Kecamatan Lombok Seminung Kabupaten Lampung Barat Minggu (14/05/2023) malam.

Pada acara resepsi pernikahan yang dimeriahkan dengan hiburan orgen tunggal itu, meskipun ada izin keramiannya sampai batas waktu pukul 18.00 WIB, namun hiburan malam orgen tunggal tersebut masih bisa berlanjut hingga pukul 22.30 WIB dengan alasan tamu undangan masih ramai.

Kapolsek Balik Bukit, Iptu Arnis Daely saat dihubungi via WhatsApp, membenarkan adanya hiburan malam orgen tunggal di Pekon Lombok Induk pada Minggu malam. Ia mengatakan bahwa ada izinnya sampai pukul 18.00.

"Ada izinnya sampe jam 18.00 wib, sudah di telpon peratinnya, alasannya ada undangan malem, sahibul hajat minta waktu sampe jam 22 .00. Yg penting jangan musik remik atau coplo akan mengundang keributan,....bukannya enggak di tertipkan, selama ini kita sepakat kalau malem musik gambus masih kita maklumi karena kearifan lokal," ujar Arnis melalui pesan WhatsApp.

Lebih lanjut Arnis juga mengatakan, "Kita melarang karena takut terjadi keributan sampe terjadi penganiayaan, kalau masyarakat mengerti, tapi kalau memang mau malem, ajukan izin pengamanan, dan peratinnya bertanggung jawab kalau ada kejadian," pungkasnya. (Spj)