Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Proyek Pagardewa-Lumbok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proyek Pagardewa-Lumbok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2024

Proyek PT. BLP Dikeluhkan Warga, Batu dan Kerikil Berserakan di Jalanan Menurun Lumbok Seminung



GK, Lampung Barat - Jalanan yang telah genap 3 bulan rampung dikerjakan di ruas jalan Pagardewa-Lumbok Seminung, proyek milik Dinas PUPR Lampung Barat yang dilaksanakan oleh PT Bumi Lampung Persada (BLP) dengan menelan anggaran sebesar Rp.19 Milyar bersumber dari APBD itu membahayakan pemakai jalan.

Pekerjaan dengan anggaran yang cukup besar itu hasilnya tidak setakjub dengan besarnya dana yang dikucurkan. Warga sekitar justru banyak mengeluhkan atas bahaya yang mengancam keselamatan pengguna jalan tersebut.

Keluhan dan kekhawatiran warga sangat beralasan, mengingat jalanan tersebut merupakan turunan/tanjakan yang sangat panjang dengan rabat beton setiap kali sehabis turun hujan, separuh lebarnya jalanan dipenuhi dengan bebatuan dan kerikil yang terseret air ke ruas jalan.


Pemandangan ini sangat membahayakan, terutama bagi kendaraan yang berasal dari arah Pekon Pagar Dewa menuju ke Lumbok Seminung yang tentu saja dalam posisi menurun. Khawatir terpeleset dan jatuh oleh bebatuan di tengan jalan.

Midi selaku pemakai jalan menyampaikan hal tersebut ketika diwawancarai oleh wartawan media ini di lokasi jalan, sesaat setelah ia melalui jalanan yang dipenuhi oleh batu dan kerikil itu.

"Jalanannya memang sudah dirabat beton, tapi ngeri juga karena banyak batu dan kerikil yang hampir memenuhi jalanan," kata Midi yang menggunakan sepeda bermotor matic. Rabu (28/2/2024).


Midi menilai bahwa saat pekerjaan itu berlangsung, para pekerja tidak memperhatikan bahaya yang dapat ditimbulkan akibat jalan air yang tidak diprioriraskan dengan baik.

"Air yang berasal dari perkebunan sisi jalan ini tumpahnya masuk ke jalanan sehingga membawa sampah dan batu. Itu karena pembatas jalannya tidak maksimal dan jalan airnya tidak ada jadi wajar jalanan menjadi kotor," ujar Midi.

Warga yang tidak lain merupakan pemakai jalan meminta kepada Pemerintah Daerah terkait terutama Dinas PUPR Lampung Barat untuk meninjau dan mencarikan solusi sehingga tidak lagi didapati jalanan yang dipenuhi dengan batu dan kerikil yang terbawa oleh seretan air.

"Untuk mencegah terjadinya korban kecelakaan pihak Dinas PUPR Lampung Barat yang mempunyai pekerjaan ini harus turun dan melihat langsung bagaimana buruknya hasil dari proyek yang menghabiskan anggaran cukup besar ini," harap warga sekitar lokasi. (Red)

Selasa, 17 Oktober 2023

Wakil Rakyat Kritik Dampak Banjir Pada Proyek DAK Rp19 Milyar, Kadis PUPR Tinjau Lokasi



GK, Lampung Barat - Dinas PUPR Lampung Barat meninjau lokasi proyek kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan jalan Pagar Dewa - Lumbok yang bersumber DAK sebesar Rp19 miliar lebih tahun 2023 pasca mendapat kritikan dari anggota DPRD fraksi PKS, Nopiyadi, S.I.P., terkait dampak banjir yang diakibatkan dari jalur pembuangan air. Selasa (17/10/2023).

Dikabarkan sebelumnya bahwa masyarakat mengeluhkan pembuangan air yang berasal dari ruas jalan Pagar Dewa - Lombok merusak lahan perkebunan dan berdampak pada kerusakan fasilitas gedung SMAN 1 Sukau di Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat.

Peninjauan itu dilakukan langsung oleh Kepala Dinas PUPR Ir Ansari didampingi Kabid Bina Marga Robert Putra dan dihadiri anggota DPRD Lambar sekaligus ketua Fraksi PKS bersatu Nopiyadi, S.I.P.

Saat diwawancarai Kadis PUPR Ir Ansari membenarkan jika penanggulangan banjir yang berasal dari ruas jalan Pagar Dewa-Lumbok itu tidak masuk dalam perencanaan alias diluar penanganan segmen dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp19 miliar yang saat ini sedang berjalan.

“Soal penanganan banjir ini memang tidak masuk dalam perencanaan, dikarenakan saat itu pekerjaan sudah harus berjalan, serta masalah lahan yang akan menjadi jalur pembuangan air belum tersedia,” kata Ansari di lokasi peninjauan.


Masih kata Ansari, meskipun demikian pihaknya tetap mengupayakan solusi dengan membangun saluran resapan untuk mengurangi volume air yang kerap membanjiri lahan perkebunan dan fasilitas pendidikan yang ada.

"Namun kita tetap mengupayakan untuk menimalisir pembuangan air dengan cara membangun saluran resapan, dan ini dapat menampung sekitar 200 kubik air sebelum air tumpah ke lahan warga," ucap Ansari.

Kepala Dinas PUPR itu juga berjanji pada pembangunan berikutnya akan memprioritaskan saluran pembuangan air pada titik tersebut.

"Jadi kedepan kalau sudah tidak ada persoalan mengenai lahan, kami pastikan ini akan menjadi prioritas. Kita bangun saluran drainase untuk mengatasi banjir. Nanti akan kita cek ulang dan hitung dulu, mudah-mudahan juga didukung ketersediaan anggaran,” ungkapnya.

Menjawab hal tersebut, Anggota DPRD Lambar, Nopiyadi menilai tidak ada persoalan mengenai izin penggunaan lahan untuk pembangunan drainase atau jalur pembuangan air tersebut, hanya saja pihaknya menyayangkan karena sejak awal lahan dan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir tersebut tidak masuk dalam perencanaan.

"Saya pastikan tidak ada kendala soal lahan, karena masyarakat sudah lama menantikan penanggulangan supaya lahan yang ada bisa digarap dan fasilitas pendidikan juga tidak terkena dampak," ujar Nopi.

Untuk saat ini, mengingat proyek telah berjalan pihaknya meminta agar di tahun anggaran berikut Dinas PUPR dapat memprioritaskan penanggulangan banjir tersebut dengan membangun saluran pembuangan air hingga ke titik nol di wilayah sungai Way Bekenol untuk mengantisipasi dampak kerusakan yang lebih parah akibat banjir tersebut.

"Kita lihat dulu efektifnya solusi dari Dinas PUPR dengan membuat resapan ini, kalau banjir tidak juga teratasi kami minta supaya pembangunan saluran pembuangan ini dapat diprioritaskan di tahun depan,” tutup Nopi. (Surya)

Selasa, 03 Oktober 2023

Camat Lumbok Seminung Sampaikan Bukti Dirinya Tidak Bermain Proyek



GK, Lampung Barat - Proyek Inpres peningkatan setruktur dan rehabilitasi jalan ruas Pagardewa-Lombok dengan alokasi anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp.46,4 Miliyar yang dilaksanakan oleh PT Suci Karya Badinusa selaku pemenang tender, seret nama ASN terlibat proyek.

Erwin Ardiansyah, S.Pd.I., selaku Camat Lumbok Seminung yang konon disebut sebagai pelaksana pasangan talud di Lumbok Seminung, mengklarifikasi dengan mengatakan bahwa pasangan batu dengan mortar (pasangan talud) pelaksananya bukan dirinya melainkan Robi Andeska.

Pernyataannya itu dibuktikan dengan menunjukkan Surat Perintah Mulai Kerja dengan nomer surat No. SPK-03/PROYEK-09/SUBANUS/BDL/VIII/2023 . Yang mana pada surat tersebut tertera penunjukan pelaksanaan pasangan batu kepada Robi Andeska sebagai pemborong dan Hermawan Eka Permana, S.T., selaku pimpinan proyek atas nama PT Suci Karya Badinusa.

Terkait pengadaan batu yang bersumber dari galian C miliknya yang tak berizin, dirinya tidak mengelak. Namun ia menegaskan bahwa galian C tersebut tidak berdampak membahayakan pada lingkungan sekitar karena galian C itu berada di kebun tanah datar.

Karena menurut Erwin, hal itu dilakukannya tidak lain untuk membantu menopang perekonomian masyarakat sekitar yang saat ini dalam keadaan sulit sehingga dengan adanya pekerjaan ini masyarakat bisa memiliki penghasilan.

"Galian C itu memang belum berizin, dan kalau harus dari tambang yang berizin mungkin hampir semua tidak berizin, lagi pula kebun tempat ngambil batu itu tanahnya datar dan kenapa batunya saya ambil agar kebun tersebut bisa dimanfaatkan untuk tanam tumbuh, serta masyarkat ada penghasilan dari kerja pecah batu" jelas Erwin.

Erwin juga mengatakan, bahwa selain ia hanya menjualkan batu. Dirinya juga hanya menyewakan mobil angkutannya untuk mengangkut material dan pekerja proyek.

"Selain jualkan batu saya hanya menyewakan mobil angkutan, kebetulan mobil angkutan itu lagi nganggur karena pengiriman ikan sedang minim," terang Erwin.

Hal itu senada dengan pernyataan Robi Andeska selaku pemborong pasangan batu mortar.

"Saya melihat mobil pick-up dan truck milik pak camat nganggur, jadi saya tawarkan untuk disewa selama proyek berjalan, dan pak camat memperbolehkan," kata Robi saat dijumpai dikediamannya.

Robi juga membenarkan bahwa ia merupakan pemborong yang ditunjuk oleh PT Suci Karya Badinusa pada pekerjaan pasangan batu dengan mortar.

"Iya, saya mendapatkan surat penunjukan mengerjakan pasangan talud," pungkas Robi. (Red)