Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Januari 2022

Ulama Perempuan: Jangan Khawatir, yang Mendukung RUU TPKS Lebih Banyak


GARISKOMANDO.com,JAKARTA - Anggota Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia atau KUPI, Nur Rofiah dalam pertemuan dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, bersama tokoh perempuan lain, menyebut penolakan terkait Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) atas nama agama Islam hanya bersifat parsial.

Menurutnya umat Islam yang mendukung lebih banyak dari pada yang menolak RUU inisiatif DPR tersebut.

Nur mengaku telah menginisiasi istighasah virtual yang diikuti ratusan pesantren untuk mendoakan agar RUU TPKS segera disahkan. 

“Jadi kalau sampai ada yang menolak RUU TPKS menjadi Undang-Undang atas nama Islam jangan khawatir Mbak Puan, karena yang mendukung jauh lebih banyak,” ujar Nur Rabu 12 Januari 2022.

Bagi Nur bagaimana seseorang dilahirkan adalah hal yang tidak bisa dipilih, termasuk dilahirkan sebagai perempuan.

Namun perempuan kerap mendapat perlakuan yang tidak adil, karena hal yang berada di luar kuasa mereka.

“Perempuan sangat rentan mengalami ketidakadilan. Misalnya stigmatisasi, marginalisasi, suberinasi, kekerasan karena hanya ‘menjadi’ perempuan,” tuturnya.

Nur mengatakan RUU TPKS dapat membantu mewujudkan salah satu tujuan Islam yakni sistem kehidupan yang adil bagi semua orang. Karena Islam melarang kedzaliman dan ketidakadilan, termasuk bagi perempuan.

“RUU TPKS dapat segera disahkan dan menjadi payung untuk tiap perempuan agar mendapat keadilan dan mendapat perhatian yang memadai. Tujuan Islam adalah mewujudkan sistem kehidupan yang menjadi anugerah bagi semesta termasuk untuk perempuan,” pungkas Nur.

Dukungan serupa sempat dilontarkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ketua Korps PMII Putri Cabang Lamongan Rifa Nur Diana Arofa mengatakan RUU TOPS mendesak agar terbentuk jelas sistem yang bisa menghapus kekerasan seksual.

“Dengan disahkannya RUU ini, kita dapat melindungi bangsa kita dengan menciptakan sistem pencegahan, pemulihan, penanganan, dan rehabilitasi yang benar-benar dapat menghapuskan kekerasan seksual,” ungkap Rifa dikutip dari beritajatim.com.

Menanggapi aspirasi Puan Maharani mengatakan dirinya memahami akan mendesaknya RUU TPKS. Namun ia menekankan agar semua pihak mengikuti prosedur dan memberi waktu untuk lebih luas menjaring aspirasi masyarakat dari berbagai lapisan.

“Apa yang terjadi di agama Islam tentu beda dengan di agama Kristen, apa yang di agama Kristen tentu beda dengan apa yang biasa kita lakukan di agama Islam dan lain sebagainya. Masukan yang tadi sudah disampaikan oleh ibu, mbak, adik-adik, dan mas-mas ini semua tentu saja memberikan saya kekuatan untuk bisa melaksanakan ini sebaik baiknya,” kata Puan. [Red]

Senin, 04 Oktober 2021

Truk Beras Raksasa ACT Sapa Warga Palembang, Bagikan Beras Gratis


Sumatera Selatan - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumsel memperkenalkan armada terbaru Humanity Rice Truck 2.0 Senin (4/10/2021) di Masjid Agung, Palembang. Truk Beras Raksasa itu merupakan armada seri terbaru yang di operasikan untuk tur pertama kalinya ke kota Palembang, Sumsel.

Humanity Rice Truck (HRT) itu dihadirkan untuk memberikan layanan beras gratis dengan cara lebih inovatif kepada masyarakat yang membutuhkan di provinsi sumsel.

Head Of Marketing ACT Palembang, Hening mengatakan, ACT meluncurkan Rice Truck 2.0 untuk tur keliling sumatera, setelah sebelumnya armada Rice Truck 1.0 berkeliling di pulau jawa.

"Jadi hari ini Rice Truck memang kita hadirkan untuk memperkenalkan armada terbaru milik ACT, sekaligus membagikan beras gratis dengan cara yang lebih inovatif ke masyarakat prasejahtera di kota Palembang," kata dia.

Tim HRT, Hariri mengatakan Rice Truck 2.0 ini merupakan penyempurnaan dari Rice Truck 1.0 yang telah diluncurkan lebih dulu pada tahun 2019. Perbedaanya kini terlihat dari desain interior dan eksterior yang lebih berkapasitas pada badan truck yang mampu menampung hingga 20 ton beras.

"Jadi armada terbaru ini memang lebih canggih dan lebih besar kapasitasnya dari truk beras pertama. Kemudian ini adalah tur pertama kita dengan menggunakan HRT 2.0," kata Hariri. 

Berlokasi di Halaman Masjid Agung Palembang, terlihat antusiasme masyarakat melihat truk beras pertama di Indonesia yang hadir di Kota Palembang. Melalui pembagian kupon, masyarakat mengantri secara bergantian mengambil beras wakaf gratis yang dibagikan langsung melalui ATM beras raksasa ini.

Meski begitu, panitia ACT pun tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, melalui penggunaan masker dan jaga jarak di lokasi.

Sebanyak 1 ton beras dibagikan ke masyarakat kota Palembang, baik itu tukang sapu jalanan, ojek online, pedagang asongan, dan masyarakat prasejahtera lain sebagainya.

"Makasih banyak untuk ACT lah ngasih beras untuk kami, yo semoga berkah dan sering-sering kesini," kata Agus, tukang becak yang turut mendapatkan beras gratis.

KH Ayik Farid Alaydrus, perwakilan MUI Sumsel turut hadir di acara pembagian beras tersebut, beliau turut mendoakan, "Semoga dari program ini semakin meningkatkan kepedulian dan kepekaan kita semua terhadap masyarakat yang membutuhkan dan terdampak pandemi, khususnya masyarakat yang berjuang di lingkup penguatan spiritual, seperti kesejahteraan di lingkungan masjid, keluarga Da'i, dan para guru serta ulama," kata dia.

Selain di Palembang, HRT sendiri direncanakan akan berkeliling ke Prabumulih, OKUT, dan OKUS. Kemudian dilanjutkan ke pulau sumatera bagian barat. [Sur]