Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label MUI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Mei 2023

Kapolda Lampung Silahturahmi ke Kantor Majelis Ulama Indonesi (MUI) Provinsi Lampung


Gk, Bandar Lampung - Gunawan mempererat tali silahturahmi Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika S.H ,S.Ik,M.Si., melaksanakan kegiatan kunjungan audiensi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung di Komplek Islamic Center Rajabasa Bandar Lampung. Selasa 23/5/2023.


Kegiatan di hadiri Dir intelkam Polda Lampung Kombes Pol Nowo, Dir Binmas Polda Lampung Kombes Pol Anang, Kabid Propam Polda Lampung Kombes Pol Andre, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahawani Pandra, Ketua Umum MUI Lampung Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag., Wakil Ketua Umum KH Ihya Ulummudin., serta pengurus MUI KH Abdul Syukur, Sholihin,  Puji Raharjo Bedum., Dwi Retno Mulya Ningrum., Dr. H. Andi Warisno.


Kapolda lampung di dampingi pejabat utama polda lampung melaksanakan kegiatan audiensi dengan pengurus MUI provinisi lampung diterima langsung oleh Ketua Umum MUI Lampung Prof. KH Moh. Mukri beserta jajaran pengurus harian, komisi, dan lembaga MUI.


Kapolda Lampung Irjen Helmi mengungkapkan "kedatangan saya merupakan silaturahmi kepada para tokoh agama Islam di Lampung setelah mendapat amanat sebagai Kapolda Lampung, saya harap dapat terjalin hubungan baik antara Polda Lampung dan tokoh agama yang ada di Provinsi Lampung" ungkapnya


Dalam pertemuan tersebut, dibicarakan terkait kebhinekaan dan berbagai hal terkait langkah dan upaya mewujudkan kemaslahatan masyarakat melalui sinergi dengan para tokoh agama Islam. 


Dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan terkait kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan ibadah haji yang rombongan pertama Lampung masuk asrama pada Selasa ini.


Sementara Ketum MUI Lampung Prof. Mukri mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Lampung beserta rombongan, ia juga mengungkapkan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan Polda Lampung dalam mewujudkan kemaslahatan. Menurutnya, menjadi keharusan untuk seluruh elemen terkait menyatukan frekuensi untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan.  



Terkait dengan pelaksanaan ibadah haji, Kepada para petugas, Prof Mukri memberi pesan khusus untuk benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik terlebih saat ini banyak jamaah lansia yang berhaji


“Musim haji ini bisa dinilai paling berat. Para lansia perlu perhatian dan penanganan khusus dan mohon kepada petugas untuk memberi perhatian,” Harapnya,(Feby)

Rabu, 10 Agustus 2022

Waketum MUI Apresiasi Kapolri Bongkar Kasus Brigadir J Sampai Ke Akar



GK, Jakarta - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengapresiasi Kapolri dan segenap pihak di kepolisian yang telah mampu membongkar kasus pembunuhan Brigadir J sampai ke akar-akarnya.

"Sebagai orang yang cinta kebenaran dan keadilan, kita tentu patut memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pihak kepolisian yang telah dapat membongkar kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriasnyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sampai ke akar-akarnya," kata Anwar, Rabu 10 Agustus 2022.

Menurut dia, meskipun pada awalnya masyarakat pesimistis dan memperkirakan penyelesaian kasus ini hanya akan menyentuh bagian ranting-ranting, melalui sikap tegas dan profesionalitas Listyo Sigit beserta seluruh jajarannya mampu membongkar kasus pembunuhan Brigadir J dan menetapkan status tersangka pada mantan Kadiv Prompam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo.

"Syukur alhamdulillah, berkat sikap tegas dan profesionalitas dari Kapolri dan pihak kepolisian, kasus ini bisa dibongkar sampai ke akar-akarnya dengan menangkap dan menersangkakan siapa yang telah menjadi aktor utama dan atau otak intelektual dalam kasus terbunuhnya Brigadir J," ujar Anwar.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini mengharapkan kasus Brigadir J dapat dijadikan oleh Polri sebagai momentum untuk berbenah atau memperbaiki diri agar kepercayaan masyarakat terhadap salah satu lembaga penegak hukum di Tanah Air ini semakin meningkat.

Dengan demikian, lanjut Anwar, Polri pun diharapkan dapat menjadi salah satu agen perubahan bangsa dan negara agar Indonesia mampu menjadi negeri yang maju, berakhlak, berkeadilan.

"Diharapkan pihak kepolisian akan bisa menjadi salah satu agen dalam perubahan bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai ini ke arah yang jauh lebih baik sehingga diharapkan negeri ini akan bisa menjadi negeri yang maju, berakhlak, dan berkeadilan di mana rakyatnya hidup dengan aman, tenteram, damai, sejahtera, dan bahagia," ucap Anwar.

Sejauh ini, Polri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J, yakni Bharada E, Bripka RR, KM, dan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Keempatnya disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (Yent)

Selasa, 08 Maret 2022

Gelar Fikri Bareno Dipertanyakan Imbas Rukuk 2 Kali, Ada Surat Terbuka Buat Kemdikbudristek Nih!


Baru-baru ini, nama Fikri Bareno atau Buya Fikri menjadi perbincangan hangat netizen karena videonya saat salat viral di media sosial.

Video salat Buya Fikri menarik perhatian karena ia melakukan dua kali rukuk saat salat di atas mobil komando.

Diketahui bahwa video tersebut diambil saat Buya Fikri salat di tengah aksi unjuk rasa bersama Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Kementerian Agama (Kemenag) pada Jumat (4/3/2022).

Setelah video itu viral, media sosial Majelis Ulama Indonesia (MUI) digeruduk oleh netizen karena Buya Fikri diketahui sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI.

Tak hanya itu, kini netizen menguliti sesuatu tentang Fikri, salah satunya mempertanyakan gelar yang digunakannya.

Hal itu disampaikan oleh akun Twitter @Utara99912. Pada Minggu (6/3/2022), ia membuat surat terbuka untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Di awal cuitannya, pemilik akun menyebut tentang Buya Fikri yang jadi perbincangan karena kesalahanya dalam salat.

“Surat Terbuka Kepada Yth. Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi @ditjendikti @Itjen_Kemdikbud @Kemdikbud_RI Salam hormat. Dalam beberapa hari ini, nama Fikri Bareno, salah satu pengurus MUI, sedang santer dibicarakan karena kesalahannya dalam salat,” buka @Utara99912 dikutip pada Senin (7/3/2022).

Setelah itu, ia mengungkapkan kalau Buya Fikri kerap memakai gelar yang berbeda di beberapa kesempatan.

Ia menjelaskan, “Setelah saya mencari tahu, ada beberapa gelar yang inkonsisten dipakai oleh Fikri Bareno. Di situs MUI, ia memakai gelar Dr. H. Fikri Bareno, MA. Sementara itu di situs Partai Dakwah Rakyat Indonesia, ia memakai gelar KH. Buya Fikri Bareno, SE., MBA, M. Ag.”

“Sebelumnya, pada tahun 2013, yang bersangkutan dikenal dengan gelar Drs. H. Fikri Bareno, M. Ag., MBA,” lanjutnya.

Pemilik akun itu mengaku sempat mencari data Buya Fikri di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), tapi tidak ditemukan apa pun.

“Saya berusaha mencari di pangkalan data dikti untuk menemukan nama Fikri Bareno, namun namanya tidak saya temukan,” tuturnya.

Ia menutup, “Dalam rangka kebenaran dan pembenaran informasi, serta kejujuran dalam pemakaian gelar akademis, maka saya meminta informasi terkait riwayat pendidikan tinggi dari Fikri Bareno. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. (Email resmi sudah saya kirimkan).”

Melihat cuitan yang kini sudah mendapat ratusan retweets dan likes tersebut, netizen pun ikut menyampaikan tanggapan mereka.

Baca Juga: Akan Dibawa ke Mana Negeri Ini ke Depan? Ironis! Husin Shihab Tanggapi Pengurus MUI yang Rukuk 2 Kali Saat Salat

Wong pemerintah sm mereka aja takut…ngapain repot2 bikin surat terbuka?!gk ada guna!!” tegas @leluc****.

Ayo Di Jelas Kan @MUIPusat,” ujar @AntonKu6246****.

2022 bsk ada tambahan gelar DR. Fikri Boreno, http://M.Ag, VVI R Injection Matic Sedition,” kata @LembahTi****.

Tak hanya itu, masih ada banyak balasan yang ditulis oleh netizen menanggapi surat terbuka untuk Kemdikbudristek tentang Buya Fikri.

  • Surat Terbuka
  • Kepada Yth.
  • Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi @ditjendikti @Itjen_Kemdikbud @Kemdikbud_RI
  • Salam hormat.
  • Dalam beberapa hari ini, nama Fikri Bareno, salah satu pengurus MUI, sedang santer dibicarakan karena kesalahannya dalam salat.
  • — de maharya, Dr. (@Utara99912) March 6, 2022

Senin, 15 November 2021

Pasutri Ini Pertontonkan Aksi Hubungan Intim di Depan Anak-anak Sampai Meresahkan Warga, Psikolog: Bisa Dikategorikan Gangguan dan Kelainan Seksual dan Kejiwaan


GARIS KOMANDO - Perbuatan pasutri berinisial ES (24) dan LA (24) yang berasal dari kabupaten Tasikmalaya, meresahkan para warga sekitar tempat tinggalnya.

Pasalnya, pasutri ini mempertontonkan kegiatan mereka tengah melakukan hubungan seks di depan anak-anak.

Bahkan disebut-sebut, anaknya sendiri juga ikut menonton adegan tak senonoh tersebut.

Tidak gratis, anak-anak tersebut diminta uang tiket Rp 5000, rokok, mie instan, hingga kopi, untuk menonton adegan tersebut.

Akibat perbuatan tersebut, pasutri ini ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (13/11/2021), ketua MUI Desa Kadipaten Tasikmalaya setempat, Kholis, juga menyayangkan peristiwa itu terjadi di wilayahnya sendiri.

Kholis prihatin dengan adanya kejadian tersebut. 

Dirinya berharap agar anak-anak yang menjadi korban bisa mendapatkan pendampingan trauma healing.

"Psikis anak-anak harus dipulihkan agar akhlak mereka tidak ikut-ikutan rusak," katanya. 

Dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (13/11/2021), Psikolog Endra Nawawi memandang, ada kecenderungan penyimpangan orientasi seksual pada pasangan suami istri itu.

"Apalagi kalau dilakukan sering untuk menemukan kepuasan atas perilakunya itu bisa disebut menyimpang secara seksual," jelas Endra Nawawi melalui sambungan telepon, Jumat (21/6/2019). 

Kegiatan suami istri normalnya sesuatu hal yang bersifat privasi dan tidak ingin didengar atau bahkan dilihat, apalagi dalam kasus ini sengaja dipertontonkan pada anak-anak, disebut Endra bahwa kejiwaan keduanya perlu diperiksa. 

"Hubungan suami istri jika tidak menyimpang secara orientasi seks, maka dilakukan secara tertutup. Bisa dikategorikan gangguan dan kelainan seksual dan kejiwaan," tuturnya. 

Terlepas dari kecenderungan itu, dampak yang sangat dikhawatirkan ialah dampak secara langsung pada anak-anak yang menonton kelakuan tak pantas pasutri tersebut.

Menurutnya, anak-anak kemungkinan akan menyimpan memori yang tidak mesti ada di masa kecil mereka.

Anak-anak yang menonton, kata Endra, perlu mendapat pendampingan serius untuk pemulihan psikis, terutama moral.

"Perlu ada trauma healing, anak-anak perlu diberikan pemahaman dan persepsi yang diluruskan, terlebih setelah apa yang mereka alami tersebut," katanya.


Sumber

Senin, 04 Oktober 2021

Truk Beras Raksasa ACT Sapa Warga Palembang, Bagikan Beras Gratis


Sumatera Selatan - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumsel memperkenalkan armada terbaru Humanity Rice Truck 2.0 Senin (4/10/2021) di Masjid Agung, Palembang. Truk Beras Raksasa itu merupakan armada seri terbaru yang di operasikan untuk tur pertama kalinya ke kota Palembang, Sumsel.

Humanity Rice Truck (HRT) itu dihadirkan untuk memberikan layanan beras gratis dengan cara lebih inovatif kepada masyarakat yang membutuhkan di provinsi sumsel.

Head Of Marketing ACT Palembang, Hening mengatakan, ACT meluncurkan Rice Truck 2.0 untuk tur keliling sumatera, setelah sebelumnya armada Rice Truck 1.0 berkeliling di pulau jawa.

"Jadi hari ini Rice Truck memang kita hadirkan untuk memperkenalkan armada terbaru milik ACT, sekaligus membagikan beras gratis dengan cara yang lebih inovatif ke masyarakat prasejahtera di kota Palembang," kata dia.

Tim HRT, Hariri mengatakan Rice Truck 2.0 ini merupakan penyempurnaan dari Rice Truck 1.0 yang telah diluncurkan lebih dulu pada tahun 2019. Perbedaanya kini terlihat dari desain interior dan eksterior yang lebih berkapasitas pada badan truck yang mampu menampung hingga 20 ton beras.

"Jadi armada terbaru ini memang lebih canggih dan lebih besar kapasitasnya dari truk beras pertama. Kemudian ini adalah tur pertama kita dengan menggunakan HRT 2.0," kata Hariri. 

Berlokasi di Halaman Masjid Agung Palembang, terlihat antusiasme masyarakat melihat truk beras pertama di Indonesia yang hadir di Kota Palembang. Melalui pembagian kupon, masyarakat mengantri secara bergantian mengambil beras wakaf gratis yang dibagikan langsung melalui ATM beras raksasa ini.

Meski begitu, panitia ACT pun tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, melalui penggunaan masker dan jaga jarak di lokasi.

Sebanyak 1 ton beras dibagikan ke masyarakat kota Palembang, baik itu tukang sapu jalanan, ojek online, pedagang asongan, dan masyarakat prasejahtera lain sebagainya.

"Makasih banyak untuk ACT lah ngasih beras untuk kami, yo semoga berkah dan sering-sering kesini," kata Agus, tukang becak yang turut mendapatkan beras gratis.

KH Ayik Farid Alaydrus, perwakilan MUI Sumsel turut hadir di acara pembagian beras tersebut, beliau turut mendoakan, "Semoga dari program ini semakin meningkatkan kepedulian dan kepekaan kita semua terhadap masyarakat yang membutuhkan dan terdampak pandemi, khususnya masyarakat yang berjuang di lingkup penguatan spiritual, seperti kesejahteraan di lingkungan masjid, keluarga Da'i, dan para guru serta ulama," kata dia.

Selain di Palembang, HRT sendiri direncanakan akan berkeliling ke Prabumulih, OKUT, dan OKUS. Kemudian dilanjutkan ke pulau sumatera bagian barat. [Sur]