This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 21 September 2022
Hendak Transaksi Sabu, Pria Asal Sumatera Selatan Ditangkap Polsek Tigaraksa
Senin, 29 November 2021
Diancam Dengan Sajam, Ibu Muda Dipaksa Berhubungan Intim Saat Suami Tak Dirumah
Minggu, 28 November 2021
Tak Terima Anaknya Ditilang Dua Kali, Pria Ini Nekat Kejar Polantas Pakai Parang
Sabtu, 27 November 2021
Gempar! Orang Gila Tikam 5 Warga hingga Tewas
| Pelaku Otori Efendi alias Eef yang menikam lima warga hingga tewas diinterogasi petugas dari Polres OKU.Foto/Widori |
Senin, 22 November 2021
DAFTAR UMP 2022 di 26 Provinsi yang Sudah Ditetapkan, Riau hingga Papua
Ilustrasi uang - Berikut daftar UMP 2022 di 26 provinsi yang sudah ditetapkan. |
GARIS KOMANDO - Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan upah minimum tahun 2022.
Sabtu, 20 November 2021
Peringatan Dini BMKG Sabtu, 20 November 2021: Sejumlah Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem
| Ilustrasi- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca di Indonesia untuk Sabtu (20/11/2021). |
GARIS KOMANDO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca di Indonesia untuk Sabtu (20/11/2021).
Sabtu, 23 Oktober 2021
Viral Pelajar SMP di Muara Enim Punya Nama Unik, ABCDEF GHIJK
MUARA ENIM - Viral di media sosial (medos) seorang siswa di SMPN 1 Ujanmas, Kabupaten Muara Enim memiliki nama unik yakni ABCDEF GHIJK Zuzu (12). Pemilik nama unik ini baru duduk di bangku kelas VII. Hal ini mencuat setelah pelajar kelas VII.7 ini mengikuti vaksinasi dilakukan oleh gerai Vaksin Presis Go To School Polres Muara Enim Polres Muara Enim, Senin (18/10/2021) kemarin.
Ayah kandung ABCDEF GHIJK Zuzu, Zulfahmi (41), membenarkan ABCDEF GHIJK merupakan anak sulungnya dan biasa dipanggil dengan nama Adebz.
“Iya benar, memang nama anak saya seperti itu,” kata Zulfahmi.
Ia menambahkan, pemberian nama anaknya itu memang sudah dipersiapkan sejak dirinya dan ibu Adebz masih pacaran. Jika nanti punya anak, mereka ingin memberikan nama dengan huruf abjad.
Awalnya ia mengaku kesulitan dalam mengurus administrasi kependudukan. Terlebih saat hendak membuat Kartu Keluarga (KK) pada 2009. Petugas mempertanyakan kebenaran nama anaknya.
Bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), nama sang anak kerap kali menarik perhatian para guru yang kerap memanggil anaknya dengan panggilan huruf abjad.
“Iya karena nama anak saya huruf abjad jadi ada yang manggil dengan huruf Abjad. Ada juga yang manggil dia ABCD dan lain sebagainya. Intinya kami bangga dengan nama anak saya itu. Semoga harapan kami sekeluarga dengan namanya itu akan mampu menjadikan Adebz sebagai ahli ilmu lingustik,” tuturnya.
Senin, 04 Oktober 2021
Truk Beras Raksasa ACT Sapa Warga Palembang, Bagikan Beras Gratis
Humanity Rice Truck (HRT) itu dihadirkan untuk memberikan layanan beras gratis dengan cara lebih inovatif kepada masyarakat yang membutuhkan di provinsi sumsel.
Head Of Marketing ACT Palembang, Hening mengatakan, ACT meluncurkan Rice Truck 2.0 untuk tur keliling sumatera, setelah sebelumnya armada Rice Truck 1.0 berkeliling di pulau jawa.
"Jadi hari ini Rice Truck memang kita hadirkan untuk memperkenalkan armada terbaru milik ACT, sekaligus membagikan beras gratis dengan cara yang lebih inovatif ke masyarakat prasejahtera di kota Palembang," kata dia.
Tim HRT, Hariri mengatakan Rice Truck 2.0 ini merupakan penyempurnaan dari Rice Truck 1.0 yang telah diluncurkan lebih dulu pada tahun 2019. Perbedaanya kini terlihat dari desain interior dan eksterior yang lebih berkapasitas pada badan truck yang mampu menampung hingga 20 ton beras.
"Jadi armada terbaru ini memang lebih canggih dan lebih besar kapasitasnya dari truk beras pertama. Kemudian ini adalah tur pertama kita dengan menggunakan HRT 2.0," kata Hariri.
Berlokasi di Halaman Masjid Agung Palembang, terlihat antusiasme masyarakat melihat truk beras pertama di Indonesia yang hadir di Kota Palembang. Melalui pembagian kupon, masyarakat mengantri secara bergantian mengambil beras wakaf gratis yang dibagikan langsung melalui ATM beras raksasa ini.
Meski begitu, panitia ACT pun tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, melalui penggunaan masker dan jaga jarak di lokasi.
Sebanyak 1 ton beras dibagikan ke masyarakat kota Palembang, baik itu tukang sapu jalanan, ojek online, pedagang asongan, dan masyarakat prasejahtera lain sebagainya.
"Makasih banyak untuk ACT lah ngasih beras untuk kami, yo semoga berkah dan sering-sering kesini," kata Agus, tukang becak yang turut mendapatkan beras gratis.
KH Ayik Farid Alaydrus, perwakilan MUI Sumsel turut hadir di acara pembagian beras tersebut, beliau turut mendoakan, "Semoga dari program ini semakin meningkatkan kepedulian dan kepekaan kita semua terhadap masyarakat yang membutuhkan dan terdampak pandemi, khususnya masyarakat yang berjuang di lingkup penguatan spiritual, seperti kesejahteraan di lingkungan masjid, keluarga Da'i, dan para guru serta ulama," kata dia.
Selain di Palembang, HRT sendiri direncanakan akan berkeliling ke Prabumulih, OKUT, dan OKUS. Kemudian dilanjutkan ke pulau sumatera bagian barat. [Sur]
Jumat, 01 Oktober 2021
Menengok Kuala Dua Belas, Desa yang Viral Akibat Sterofoam
Sumsel - Desa Kuala dua belas mendadak viral lantaran video berdurasi dua menit yang memperlihatkan tiga anak sekolah di desa tersebut, tersebar di dunia maya. Desa yang berada di antara muara selat Bangka dan sungai ogan ini, merupakan bagian dari kecamatan tulung selapan, kabupaten OKI, Sumatera Selatan.
Video viral itu pun menuai berbagai komentar dari masyarakat, banyak yang mempertanyakan tentang kebenaran video tersebut. Merespons kejadian itu, tim Aksi Cepat Tanggap Sumsel mendatangi langsung lokasi desa yang jaraknya cukup jauh dari kota Palembang.
Berangkat dari kota Palembang pukul 13.00 WIB, tim ACT Sumsel harus menempuh jarak selama 4,5 jam jalur darat, ditambah 3 jam jalur air dengan menggunakan speedboat. Tiba dilokasi, tim ACT pun disambut hangat oleh kepala desa dan warga setempat. Desa yang dihuni oleh sebanyak 350 Kepala Keluarga, dan jumlah penduduk mencapai 1.076 orang ini terbagi menjadi empat dusun dan terbelah menjadi dua diantara aliran sungai ogan.
Saat tim mengonfirmasi tentang kebenaran video yang sedang viral itu, Hartoni, selaku kepala desa Kuala Dua Belas mengatakan bahwa, anak-anak di desanya memang terbiasa menggunakan kotak sterofoam untuk bermain di sungai, bahkan terkadang saat orang tua mereka tidak sempat menjemput sekolah mereka menggunakannya sebagai perahu.
“Anak-anak disini sering pakai sterofoam itu untuk bermain-main, itu kotak tempat nampung udang warga disini. Meski kami juga sudah mengingatkan mereka untuk tidak pakai itu karena bahaya, ya namanya anak-anak kadang masih saja tetap nekat menggunakannya, Tapi memang anak-anak disini semua bisa berenang dengan baik,” kata Pak Hartoni, Minggu (26/09/2021)
Fakta lainnya, di desa ini ternyata hanya ada sekolah tingkat dasar (SD), yaitu SDN 01 sebagai satu-satunya sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu anak-anak di desa ini. Sebanyak 78 siswa yang tergabung dari kelas 1 s.d 6 belajar di dalam satu gedung yang sama, jumlah guru dua orang dan fasilitas sederhana.
“Untuk melanjutkan sekolah ke SMP atau SMA, anak-anak biasanya nyebrang ke desa tetangga mbak. Kalau dari sini kurang lebih 1 jam naik getek/perahu, tapi masyaAllah semangat anak-anak disini untuk sekolah luarbiasa,” kata Aisyah, guru honorer di SDN 01 Kuala Dua belas
Sementara itu, dalam rangka memberikan semangat juang bagi para guru di SDN 01 di kuala dua belas. ACT pun memberikan bantuan berupa bea guru untuk kedua tenaga pengajar, serta bantuan bea untuk dai pendakwah di desa itu. Ikhtiar lainnya yang ingin diwujudkan oleh ACT yaitu dengan menghadirkan Kapal Sekolah.
Tidak adanya fasilitas jembatan atau kapal sekolah membuat anak-anak SDN 01 Kuala dua belas terkadang terpaksa menggunakan kotak sterofoam untuk menyebrangi sungai. Melihat kondisi ini, ACT Sumsel berikhtiar menghadirkan sebuah kapal sekolah wakaf sebagai moda transportasi yang memudahkan anak-anak untuk sekolah. [Sur]











