Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label tanah longsor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanah longsor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2024

Ibukota Kecamatan Sukau Dikepung Longsor, Anggota DPRD dari Fraksi PKS Tinjau Lokasi dan Sampaikan ini!



GK, Lampung Barat - Berangkat dari video yang beredar di akun facebook milik Surya Al Pajri terkait bencana alam longsor yang terjadi di Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau. Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat, Nopiyadi, S.Ip., meninjau 2 lokasi longsor yang berada di Pekon tersebut. Minggu (2/6/2024)

Pertama Nopiyadi, S.Ip., meninjau lokasi tanah longsor yang telah menelan 2 hektar lebih tanah perkebunan warga dan pada tahun 2023 lalu, telah menelan 1 korban jiwa yang terseret oleh tanah longsor.

Kedalaman lokasi longsor itu diperkirakan 300 meter lebih, hal tersebut diketahui saat melakukan evakuasi mengangkat jenazah korban yang terperosok ke jurang longsor di tahun lalu.


Kedua, tinjauan dilakukan di Pemangku Way Menjadi Pekon yang sama, yang mana titik longsor tepat di belakang pemukiman warga dan retakan-retakan potensi longsor susulan sudah mendekati rumah warga hanya berjarak kurang lebih 15 meter.

Dalam tanggapannya Nopiyadi menyampaikan rasa prihatinnya pada Ibukota Kecamatan Sukau yang mana kantor Kecamatannya bisa dilihat langsung dari titik lokasi longsor. Artinya menurut Nopi bahwa di Bandar Baru terdapat 2 lapisan pemerintahan yakni Pemerintahan Kecamatan dan Pemerintahan Pekon itu sendiri dan secara geografis dirinya menyimpulkan Pekon ini dikepung oleh bencana banjir dan longsor.

"Tentunya ini menjadi PR kita bersama, kepada masyarakat, pemerintah pekon, seluruh elemen yang terlibat, kecamatan khususnya, dan pihak terkait, BPBD, KLH, PUPR untuk rembug bersama. Mari kita pikirkan karena kondisi sekarang sudah jumlah hektaran tanah warga yang sudah hilang dan wujudnya sudah tidak ada lagi," ajak Nopiyadi.


Setelah meninjau lokasi longsor secara langsung, Nopiyadi merasa miris akan keadaan yang terjadi. Dirinya juga sangsi bahwa 5, 10, atau 15 tahun akan datang, apakah Pekon Bandar Baru yang merupakan Ibukota Kecamatan Sukau masih bisa dipertahankan atau tidak dari peta Kabupaten Lampung Barat.

"Masyaalloh..ini luar biasa kita tidak tahu, 5, 10 atau 15 tahun kedepan apakah Pekon Bandar Baru ini masih bisa kita pertahankan dari peta kabupaten lampung barat, atau justru dia akan hilang menjadi sejarah bahwa telah hilangnya sebuah pekon yang menjadi ibukota kecamatan karena termakan atau tergerus oleh longsor. Karena itu saya mengajak kita semua untuk berpikir dan rembug bersama mencari solusi yang tepat untuk pencegahan dan penanganannya," pungkas Nopiyadi. (Surya)

Sabtu, 01 Juni 2024

Tanah Longsor Mengancam Pemukiman Warga Bandar Baru, Sudah Ada Korban Jiwa



GK, Lampung Barat - Bencana alam tanah longsor mengancam pemukiman warga Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat, kondisi itu semakin parah sewaktu hujan turun karena debit air yang begitu besar berkumpul dititik tersebut.

Karena tekstur tanah ini memiliki komposisi sebagian besar lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur, maka tidak heran jika saat musim hujan dengan curah hujan berkualitas tinggi rawan terjadi bencana longsor.

Sangat menakutkan bagi penduduk di Pekon (Desa.red) tersebut terutama yang rumahnya tidak jauh dari lokasi longsor, informasi yang berhasil dihimpun oleh media Gariskomando.com, kurang lebih seluas 2 hektar tanah perkebunan warga yang sudah hilang tergerus longsor.


Hal itu diperkuat keterangan Rizki, warga setempat yang menjelaskam bahwa kini tanah perkebunan milik mereka tinggal menyisakan surat tanahnya saja.

"Tanah kami bang tinggal cerita lagi, sudah tidak ada, terseret oleh longsor. Itu surat tanahnya tinggal menjadi kenang-kenangan," keluh Rizki. Sabtu (1/6/2024).


Adi yang rumahnya kini hanya berjarak 150 meter dari bibir longsor menceritakan betapa menakutkannya suara dilokasi longsor jika hujan turun.

"Ngeri bang jika waktu hujan turun, malam hari kami tidak bisa tidur mendengar suara gemuruh seperti suara lautan dan getarannya seperti gempa saat ada tanah yang tergerus longsor," terangnya menceritakan suasana di lokasi longsor yang kedalamannya mencapai 300 meter lebih itu.


Dengan kondisi demikian Adi mengatakan, ini dapat menjadi ancaman serius terhadap pemukiman warga di Pekon Bandar Baru. Hal itu meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya tragedi yang lebih besar mengingat di lokasi longsor tersebut pada tahun 2023 kamarin sudah menelan korban jiwa.

Masyarakat Pekon Bandar Baru sangat mengharapkan perhatian dan tindakan cepat dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan instansi terkait untuk meninjau lokasi yang mengancam pemukiman warga guna mencari solusi penanggulangannya. (Surya)

Sabtu, 11 Maret 2023

Tanah Longsor di Kampung Jukubatu, Polres Way Kanan Bantu Pencarian 2 Korban


GK, WAY KANAN - Memasuki hari kedua proses pencarian terhadap dua korban tanah longsor di Kampung Jukubatu Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. personel Polres Way Kanan dan Polsek Banjit bersama masyarakat masih terus melakukan pencarian. Sabtu (11/03/2023). 

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna menyampaikan saat kejadian kemarin pada hari Jumat kita sudah berkoordinasi dengan BPBD Way Kanan  tentunya.

Terkait penanganan pasca bencana alam dilokasi tanahnya masih labil karena curah hujan yang beberapa hari terakhir cukup tinggi, sulit dijangkau dengan alat berat ke lokasi, membuat pencarian korban terpaksa menggunakan alat bantu seadanya. 

Hingga saat ini, semua unsur mulai dari BPDD, Polri, TNI dan relawan masih memaksimalkan pencarian terhadap dua korban longsor yang terjadi di Kampung Jukubatu dengan menggunakan semprotan air, untuk menggali material longsor. 

Sebagai wujud kepedulian sosial di tengah situasi bencana tanah longsor,  Kapolres juga melakukan peninjauan di lokasi sekaligus menyerahkan bantuan berupa makanan kepada relawan yang tengah melakukan proses evakusi korban. 

“Bantuan ini kami berikan untuk mencukupi kebutuhan makan dan minum bagi relawan dalam  proses pencarian terhadap dua korban tanah longsor, semoga bisa bermanfaat,” ungkap Kapolres.

Sementara, dari keterangan saksi terjadinya bencana tanah longsor pada hari Jumat sekitar pukul 08.00 Wib korban an. Khotimah (31) bersama anaknya M. Diki Saputra (4) dan ibu mertuanya Sumiyati (55)  berangkat ke kebun untuk memanen buah kopi di TKP di Kampung Juku Batu Kecamatan Banjit.

Ketika sedang memetik buah kopi tiba - tiba tanah bergerak dan terjadi longsor, Sumiyati berhasil selamat sedangkan korban dan anaknya warga Pekon Tanjung Raya Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat  ini tertimbun material longsoran,” Ujar Kapolres. | Red.