Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Longsor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Longsor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2024

Camat Sukau dan Kapolsek Balik Bukit Gerak Cepat Tinjau Lokasi Longsor, Terlihat Retakan Tanah Bergerak



GK, Lampung Barat - Secara maraton Camat Sukau beserta Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) turut mengunjungi lokasi tanah bergerak bencana longsor 2 titik yang ada di Pemangku Way Menjadi Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat. Minggu (2/6/2024)

Setelah sebelumnya Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat, Nopiyadi memberikan pandangannya sesaat sesudah melihat langsung lokasi longsor.

Kini Camat Sukau Juremiyudi, S.H., M.M., bersama dengan Kapolsek Balik Bukit Iptu Sabtudin, Babinsa Pelda Marji, Sekcam Sukau Galih Joko Purnomo, Pj. Peratin Bandar Baru Darikson Ekaputra dan juga turut Pemangku Way Menjadi Riyanto, nampak hadir untuk melihat kondisi terkini tanah bergerak yang berpotensi longsor susulan.


Setelah meninjau di 2 lokasi tanah bergerak yang mengancam keselamatan warga, Juremiyudi selaku Camat Sukau menghimbau kepada masyarakat sekitar untuk tidak mendekati area longsor yang sangat berbahaya untuk keselamatan.

"Saya sudah meminta kepada Pj. Peratin Bandar Baru untuk memasang banner himbauan agar tidak mendekati area longsor dan larangan untuk tidak membuang sampah sembarang," kata Juremi.


Pihaknya juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan mengumpulkan warga yang tanahnya berada disekitaran tanah longsor, agar bisa bersama-sama berembug untuk mencari solusi dan kemudian akan dilanjutkan ke pihak terkait.

Kapolsek Balik Bukit juga berpesan untuk lebih berhati-hati karena sudah banyak terlihat retakan di belakang pemukiman warga.

"Saya menghimbau kepada warga yang bermukim disini agar kebih hati-hati, cari titik amannya dari longsoran ini, karena ini tanah labil sudah banyak keretakan," pungkas Sabtudin. (Surya)

Ibukota Kecamatan Sukau Dikepung Longsor, Anggota DPRD dari Fraksi PKS Tinjau Lokasi dan Sampaikan ini!



GK, Lampung Barat - Berangkat dari video yang beredar di akun facebook milik Surya Al Pajri terkait bencana alam longsor yang terjadi di Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau. Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat, Nopiyadi, S.Ip., meninjau 2 lokasi longsor yang berada di Pekon tersebut. Minggu (2/6/2024)

Pertama Nopiyadi, S.Ip., meninjau lokasi tanah longsor yang telah menelan 2 hektar lebih tanah perkebunan warga dan pada tahun 2023 lalu, telah menelan 1 korban jiwa yang terseret oleh tanah longsor.

Kedalaman lokasi longsor itu diperkirakan 300 meter lebih, hal tersebut diketahui saat melakukan evakuasi mengangkat jenazah korban yang terperosok ke jurang longsor di tahun lalu.


Kedua, tinjauan dilakukan di Pemangku Way Menjadi Pekon yang sama, yang mana titik longsor tepat di belakang pemukiman warga dan retakan-retakan potensi longsor susulan sudah mendekati rumah warga hanya berjarak kurang lebih 15 meter.

Dalam tanggapannya Nopiyadi menyampaikan rasa prihatinnya pada Ibukota Kecamatan Sukau yang mana kantor Kecamatannya bisa dilihat langsung dari titik lokasi longsor. Artinya menurut Nopi bahwa di Bandar Baru terdapat 2 lapisan pemerintahan yakni Pemerintahan Kecamatan dan Pemerintahan Pekon itu sendiri dan secara geografis dirinya menyimpulkan Pekon ini dikepung oleh bencana banjir dan longsor.

"Tentunya ini menjadi PR kita bersama, kepada masyarakat, pemerintah pekon, seluruh elemen yang terlibat, kecamatan khususnya, dan pihak terkait, BPBD, KLH, PUPR untuk rembug bersama. Mari kita pikirkan karena kondisi sekarang sudah jumlah hektaran tanah warga yang sudah hilang dan wujudnya sudah tidak ada lagi," ajak Nopiyadi.


Setelah meninjau lokasi longsor secara langsung, Nopiyadi merasa miris akan keadaan yang terjadi. Dirinya juga sangsi bahwa 5, 10, atau 15 tahun akan datang, apakah Pekon Bandar Baru yang merupakan Ibukota Kecamatan Sukau masih bisa dipertahankan atau tidak dari peta Kabupaten Lampung Barat.

"Masyaalloh..ini luar biasa kita tidak tahu, 5, 10 atau 15 tahun kedepan apakah Pekon Bandar Baru ini masih bisa kita pertahankan dari peta kabupaten lampung barat, atau justru dia akan hilang menjadi sejarah bahwa telah hilangnya sebuah pekon yang menjadi ibukota kecamatan karena termakan atau tergerus oleh longsor. Karena itu saya mengajak kita semua untuk berpikir dan rembug bersama mencari solusi yang tepat untuk pencegahan dan penanganannya," pungkas Nopiyadi. (Surya)

Jumat, 01 Desember 2023

Sukau Diguyur Hujan Deras, Tengah Malam Rumah Salah Satu Warga Diterjang Tanah Longsor



GK, Lampung Barat - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sukau sejak Kamis siang hingga tengah malam mengakibatkan bencana alam.

Satu unit rumah warga di Pemangku Karya Jaya Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat, rusak akibat diterjang tanah longsor, Jumat (1/12/2023) dini hari pukul 00.30 WIB.

Rumah yang diterjang longsor milik Bahrudin (68), dirumah tersebut dihuni oleh Barudin bersama istri, anak dan cucunya.


Sudirman anak Bahrudin menyampaikan, bahwa longsor sudah mulai terjadi sejak sore hari namun puncaknya terjadi di pertengahan malam sewaktu orang-orang telah terjaga.

"Hujan dari kemarin siang, karena derasnya sehingga sore sudah mulai longsor, namun longsor besarnya terjadi semalam sekitar pukul 00.30 wib," kata Sudirman.


Warga sekitar membantu mengevakuasi barang-barang milik terdampak longsor dan membersihkan tanah longsor yang menerjang sisi rumah hingga bagian kamar dan tiang penyangga mengalami kerusakan.

Surya Al Pajri yang juga merupakan Pimpinan Redaksi media Gariskomando.com, kebetulan berada dilokasi terdampak longsor dan membantu proses evakuasi. Disela waktunya, dirinya meminta kepada pihak terkait yakni BPBD Lampung Barat, untuk segera turun membantu korban yang terdampak bencana alam ini.

"Beruntung tidak ada korban jiwa mengingat kejadiannya dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WIB. namun kerugian materil rumah yang terbuat dari bangunan kayu tersebut diperkirakan Rp.5 juta," jelas Surya.

Masih menurutnya, "Kita mengharapkan pihak BPBD segera turun, melihat dan membantu keluarga kita yang terdampak longsor, karena diperkirakan jika hujan turun lagi dengan intensitas tinggi di lokasi, kemungkinkan longsor susulan akan terjadi," pungkasnya. (Red)

Sabtu, 04 November 2023

1 Jam Diguyur Hujan Deras, Longsor Mengancam Rumah Ibadah



GK, Lampung Barat - Hujan yang mengguyur Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat pada Sabtu, 4 November 2023 mengakibatkan ruas jalan Provinsi yang ada di Pemangku Karya Jaya mengalami genangan.

Genangan terjadi diduga karena tidak adanya jalan air pada titik lokasi tersebut, akibatnya pemakai jalan baik pejalan kaki, sepeda motor dan mobil harus ekstra hati-hati sewaktu melintas karena jalan raya tergenang setinggi lutut orang dewasa.

Dititik itu pula debit air yang begitu besar dan melalui drainase depan Masjid Nurul Iman yang mengalir ke Way Palakia (Sungai Palakia) mengakibatkan longsor hingga hampir mengikis badan jalan diujung jembatan palakia.


Nampak di lokasi genangan air, Amrah Bangsawan yang juga merupakan Sekdes Pekon Buay Nyerupa beserta masyarakat melihat langsung saat hujan hampir mereda.

Dalam tanggapannya ia menyampaikan bahwa, untuk potensi terjadinya longsor pada ujung drainase depan Masjid Nurul Iman tersebut sudah diperhitungkan oleh pihak Pemerintah Pekon.

"Kami sebagai pemerintah pekon sudah 3 kali mengirim proposal ke Dinas PUPR dan BPBD Lampung Barat untuk mengantisipasi terjadinya hal seperti ini, namun hingga kini tidak ada realisasinya," ucap Amrah Bangsawan.


Sekdes Buay Nyerupa itu juga mengatakan jika pihak Dinas PURP dan BPBD Lampung Barat pernah turun meninjau lokasi tersebut namun hanya sebatas tinjauan dan tidak ada tindak-lanjutannya.

"Mau berapa kali lagi kami pemerintah pekon mengajukan proposal, sasarannya rumah ibadah kami pak, itu rumah Tuhan. Jadi tolong ditindak lanjuti sebelum hal yang lebih buruk lagi terjadi," ucap Amrah Bangsawan dengan penuh iba mengharap tindakan dari Dinas atau Badan terkait. (Surya)

Jumat, 10 Maret 2023

Bencana Longsor di Lambar, Kapolres dan Wakapolres Terjun Langsung Bantu Masyarakat di Lokasi



Gk, Lampung Barat -- Pasca Hujan Lebat berkepanjangan telah terjadi Bencana Alam Longsor yang terjadi di Pemangku Talang 9, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat.

Akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Pagar Dewa dan sekitarnya mengakibatkan tanah longsor sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Menanggapi bencana tersebut, Kapolres Lampung Barat AKBP. Heri Sugeng priyantho di dampingi Wakapolres Kompol. Robi B. Wicaksono, turun langsung ke Lokasi bencana, untuk melakukan pengecekan dan membantu korban musibah longsor tersebut.

Kapolres Lampung Barat AKBP. Heri Sugeng priyantho mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk Tanggap bencana, jajaran Polres Lampung Barat dalam membantu korban musibah bencana longsor.

Kapolres menjelaskan, Dari hasil pengecekan lokasi terdapat 17 rumah rusak yang ada 6 titik pemangku lokasi bencana alam. Masyarakat yang hilang dan saat ini sudah di temukan dan di kumpulkan di 6 titik lokasi pengungsian.

Kemudian lanjutnya, Akses jalan menuju lokasi bencana masih belum bisa dilalui oleh tim satgas bencana karena curah hujan masih tinggi dan ada 4 jembatan terputus karena luapan Sungai Tehmi yang berbatasan langsung dengan Sumatera Selatan. Saat ini tim evakuasi masih Standby di Talang tebu Pekon Sidomulyo, Kec. Pagar Dewa, Kab. Lampung Barat.

"Saat ini saya didampingi pak Wakapolres, personil dari jajaran Polres Lampung Barat, BPBD, Dandim untuk sama-sama menuju lokasi bencana, selanjutnya berkoordinasi dengan Peratin Pekon Sidomulyo untuk membantu masyarakat yang terdampak," kata Kapolres.

Hingga berita diturunkan informasi dari masyarakat sekitar masih terjadi pergerakan tanah yang membawa material tanah, dikarenakan hujan masih turun di wilayah tersebut. (Spj/rls)

Kamis, 18 November 2021

Ngopi Bareng SMSI Lampung, Polsek TBU Imbau Masyarakat Hadapi Bencana Alam di Musim Penghujan



BANDAR LAMPUNG – Kapolsek Teluk Betung Utara (TBU) Kompol Robi Bowo Wicaksono, SH didamping Kompol Zaini Dahlan, SH.MH, DIT Humas Polda Lampung dan AKBP Abdul Rasyid Kasi Hukum Polres Pesawaran Ngopi Bareng Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung.

Dalam Ngopi Bareng ini membahas tentang penanggulangan bencana alam dalam memasuki musim penghujan.

Kapolsek TBU mengatakan pada musim penghujan tentu akan rawan sekali dengan bencana alam seperti tanah longsor, banjir dan juga Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ia mengimbau kepada masyarakat agar mengatur pola hidup sehat dimulai dari hal-hal sepele seperti jangan membuang sampah sembarangan. 

“Biasanya bencana banjir khususnya di Bandar Lampung terjadi karena hal-hal sepele seperti membuang sampah sembarangan, ini dapat menimbulkan saluran air mampet dan mengakibatkan banjir,”jelasnya di Kantor SMSI di Jalan Gatot Subroto, Pahoman, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Kamis (18/11/2021).

Bukan hanya banjir, dengan membuang sampah sembarangan dapat menjadi sarang bagi nyamuk Aedes Aegypti dan menyebarkan penyakit DBD.

Kemudian, lanjut beliau, dalam musim penghujan saat ini, juga dapat terjadi tanah longsor, karena di Bandar Lampung ada beberapa titik permukiman yang berada diperbukitan.

“Jika hal ini terjadi, masyarakat diharapkan segera menjauh dari lokasi kejadian dan kemudian cepat melaporkan kepada pihak terkait, seperti Badan Penangulanga Bencana Daerah (BPBD), TNI atau Polri,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua SMSI Lampung Donny Irawan didampingi oleh Sekertaris SMSI Lampung H. Senen S.I.Kom mengatakan, terimaksih atas kunjungan Kapolsek Teluk Betung Utara Robi Bowo Wicaksono, SH berserta rekan untuk Ngopi Bareng bersama SMSI dan meyampaikan himbauan kepada masyrakat dalam menghadapi bencana alam di musim penghujan.

“Semoga kedepannya bisa makin bersinergi dan bermitra juga saling support dalam menjalankan tugas untuk menjaga kota Bandar Lampung agar kondusif,” jelasnya. [Sur]

Rabu, 10 November 2021

Peduli Warga, Tiga Pilar Kelurahan Sumur Batu Pantau Lokasi Longsor di Wilayah


Bandar Lampung —
Sebagai wujud kepedulian terhadap warga binaan. Tiga Pilar Kelurahan Sumur Batu yang terdiri dari Babinsa Koramil 03/TBU Kodim 0410/KBL Serma Ari Setiawan, Bhabinkamtibmas dan Lurah Sumur Batu bersinergi tinjau lokasi bencana longsor yang terjadi di wilayahnya.

Derasnya curah hujan yang mengguyur kota Bandar Lampung, menyebabkan terjadinya musibah tanah longsor yang terjadi di Jln Ir. Juanda (Hutan Kera) RT.10 LK.I, Sumur Batu, Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, pada Selasa malam (9/11/2021).

Menurut kesaksian beberapa warga yang berhasil di himpun oleh Babinsa, musibah tanah longsor itu terjadi sekitar pukul 19.20 WIB yang diduga akibat cuaca hujan begitu deras mengguyur kota Bandar Lampung.

Serma Ari Setiawan mengatakan, apa yang dilakukan bersama Tiga pilar sebagai wujud kepedulian serta rasa tanggung jawab terhadap wilayah binaan.

"Awalnya, kami mendapat informasi dari warga setempat bahwa adanya musibah tersebut. Menerima informasi itu, kami langsung bergegas menuju lokasi bencana untuk memantau serta melaporkan pada kesempatan pertama," kata Ari Setiawan.

Lebih lanjut, ia mengatakan tidak ada korban jiwa dari musibah itu. Hanya saja, longsoran tanah tersebut nyaris menimpah rumah warga yang berlokasi tepat dibawah lokasi longsor.

"Lokasi longsor itu berada di perbukitan, sehingga nyaris menimpah rumah warga yang berada tepat dibawahnya. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa atapun materiil dari bencana tersebut," katanya lagi. 

Dengan adanya bencana itu, dengan cepat pihaknya berupaya untuk menginformasikan kepada BPBD Kota Bandar Lampung untuk segera merapat ke lokasi.

"Dengan cepat, tim BPBD tiba di lokasi bencana," pungkasnya. [Sur]