Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 12 Mei 2026

Kunjungan KPI Pusat ke Lampung, Wagub Jihan Tekankan Inovasi dan Kolaborasi Radio Digital


BANDARLAMPUNG
----- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela
mendukung penuh sinergi dan kolaborasi yang dibangun Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan KPID Lampung dalam membangkitkan kembali eksistensi radio sebagai media informasi publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dia juga menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam membangkitkan kembali eksistensi radio di tengah tantangan disrupsi digital.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan KPI Pusat bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Bandarlampung, Selasa (12/5/2026).

“Kami Pemerintah Provinsi Lampung tentu mengapresiasi semua sinergisitas dan kolaborasi yang dimunculkan oleh KPI Pusat dan KPID. Selama ini kami juga banyak dibantu teman-teman KPID dalam berbagai momentum penyiaran,” ujarnya.

Wagub Jihan berpendapat tantangan terbesar radio saat ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bagaimana menghadirkan program yang relevan, kreatif, dan dekat dengan generasi muda.

Ia menilai radio masih memiliki peluang besar untuk berkembang apabila mampu beradaptasi dengan pola konsumsi media masyarakat saat ini.

“Kalau radionya masih konvensional tentu akan ditinggalkan. Tapi sebenarnya radio punya potensi mengambil pasar anak muda, karena banyak orang sekarang mendengarkan podcast, streamer, atau audio sambil beraktivitas tanpa harus melihat layar secara penuh,” ujarnya.

Wagub Jihan juga mendorong adanya penguatan kualitas sumber daya manusia penyiaran melalui pelatihan dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Kominfotik dan komunitas kepemudaan di Lampung.

“Nanti silakan dikolaborasikan dengan Diskominfo maupun komunitas pemuda, bagaimana membungkus program radio agar lebih menarik dan sesuai kebutuhan anak muda sekarang,” lanjutnya.

Wagub Jihan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, KPI, KPID, serta lembaga penyiaran dapat terus diperkuat agar radio tetap relevan sebagai media informasi, edukasi, dan hiburan masyarakat.

“Yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar mempertahankan radio, tetapi membangkitkannya kembali. Dibutuhkan inovasi, semangat dan kolaborasi agar radio bisa kembali menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisioner KPI Pusat I Made Sunarsa menyampaikan bahwa Lampung menjadi provinsi kedelapan pelaksanaan program Radio Academy, sebuah program penguatan kapasitas radio yang menghadirkan praktisi radio nasional seperti Suara Surabaya, Ardan Bandung, hingga Female Radio.

Program tersebut bertujuan membantu radio-radio daerah bertahan di tengah disrupsi media digital, sekaligus memperkuat model bisnis dan inovasi siaran.

“Kami ingin radio tetap hidup. Karena itu Radio Akademi menghadirkan praktisi radio unggulan agar teman-teman radio di daerah bisa belajar membangun program inovatif dan mencari model bisnis baru,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa KPI Pusat bersama KPID Lampung turut melakukan kegiatan blusukan dengan membagikan radio kepada masyarakat di sejumlah lokasi, seperti Pasar Kangkung dan Pasar Ikan, guna meningkatkan kembali budaya mendengarkan radio di masyarakat.

Sementara itu, Komisioner KPI Pusat Mimah Susanti menekankan bahwa keberlangsungan radio dan televisi menjadi penting karena berkaitan langsung dengan tugas pengawasan penyiaran oleh KPI.

“Kalau tidak ada radio dan televisi, KPI tidak bisa melakukan pengawasan. Karena itu kami ingin radio-radio swasta unggulan tetap tumbuh dan mampu mengekspos potensi daerah, termasuk pariwisata dan budaya Lampung,” ujarnya.

Ketua KPID Lampung Budi Jaya Idris dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 85 lembaga penyiaran di Provinsi Lampung, terdiri dari televisi dan radio, termasuk lembaga penyiaran publik seperti RRI dan TVRI.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap keberlangsungan KPID Lampung, termasuk dalam pelaksanaan program-program penguatan penyiaran daerah.(*)

HLM TP2DD 2026, BI Lampung Dorong Transformasi Digital Keuangan Daerah Lampung Tengah


LAMPUNG TENGAH
— Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah kembali menegaskan komitmen dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Lampung Tengah, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Plt Kepala Bapenda, seluruh kepala OPD se-Kabupaten Lampung Tengah, serta Kepala Cabang Bank Lampung Bandar Jaya.

HLM TP2DD 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen penyusunan roadmap implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui sinergi lintas pemangku kepentingan guna mendorong pengelolaan keuangan daerah yang semakin modern, efisien, transparan, dan akuntabel.

Digitalisasi transaksi pemerintah daerah dinilai memiliki peran strategis sebagai pintu masuk pembangunan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Selain mendukung peningkatan kualitas layanan publik, transaksi non tunai juga dinilai mampu mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem penerimaan yang lebih tertib, terintegrasi, dan berbasis data.

Berdasarkan data Satgas TP2DD Tahun 2025, rata-rata tingkat realisasi penerimaan dan belanja pada pemerintah daerah yang telah berada pada tahap “Digital” tercatat lebih tinggi, yakni di kisaran 35 hingga 43 persen dibandingkan daerah pada tahap lainnya.

Kabupaten Lampung Tengah sendiri mencatat capaian positif dalam implementasi digitalisasi transaksi daerah. Berdasarkan hasil Championships TP2DD 2025, Kabupaten Lampung Tengah berhasil menempati peringkat kedua tingkat kabupaten se-Provinsi Lampung dengan skor 80,03 dan telah berada pada kategori “Digital”.

Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya penggunaan kanal pembayaran non tunai dalam transaksi pajak, retribusi, maupun belanja daerah. Meski demikian, masih terdapat ruang pengembangan, terutama dalam menyinergikan roadmap dan rencana aksi implementasi ETPD agar menjadi capaian berkelanjutan pada Championships TP2DD berikutnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa roadmap menjadi alat navigasi penting yang diterjemahkan ke dalam langkah operasional jangka menengah guna memastikan transformasi digital berjalan konsisten dan terukur.

Menurutnya, penyusunan roadmap dapat dimulai dengan mengidentifikasi sektor dan jenis transaksi yang dapat dielektronifikasi secara optimal pada tahun pertama, kemudian ditingkatkan lebih masif dan berjenjang pada tahun kedua dan ketiga.

Sementara itu, Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, mengatakan bahwa sebagai kabupaten terbesar di Provinsi Lampung, Lampung Tengah masih memiliki banyak potensi sumber pendapatan yang dapat dioptimalkan melalui digitalisasi transaksi daerah.

Ia menjelaskan, pelaksanaan HLM TP2DD menghadirkan seluruh kepala OPD guna menyelaraskan visi dalam penyusunan roadmap implementasi ETPD agar transaksi pemerintah daerah menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.

Beberapa program yang direncanakan dalam waktu dekat antara lain digitalisasi penyewaan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum, digitalisasi pemungutan retribusi dari sembilan pasar daerah, penggunaan virtual account untuk penerimaan pajak, hingga studi kelayakan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang berkolaborasi dengan Bank Lampung.

Melalui seremoni pernyataan komitmen dukungan roadmap implementasi ETPD dalam HLM tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan Bank Lampung sebagai Bank RKUD berkomitmen terus memperkuat koordinasi dalam implementasi digitalisasi transaksi daerah.

Dengan koordinasi yang semakin intensif, diharapkan implementasi digitalisasi daerah dapat berjalan sesuai rencana aksi, sekaligus meningkatkan efektivitas edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sehingga mendorong adopsi transaksi digital yang lebih luas.

Langkah tersebut juga selaras dengan arahan nasional dalam percepatan digitalisasi daerah yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sistem transaksi pemerintah daerah yang lebih efisien, transparan, dan mendukung peningkatan kualitas layanan publik.

Komisi V DPRD Lampung Tinjau RSUDAM, Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan Prima untuk Masyarakat


Bandar Lampung
— Komisi V DPRD Provinsi Lampung melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPRD terhadap sektor kesehatan sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan secara optimal di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, Senin (11/5/2026).

Kunjungan dipimpin oleh Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Dr. Yanuar Irawan, S.E., M.M., didampingi Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Mardiana, S.T., M.T. Turut hadir jajaran anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, yakni Andika Wibawa, S.E., Deni Ribowo, S.E., Marsha Dhita Pitaloka, S.I.P., Abdullah Sura Jaya, S.H., M.H., Syukron Muchtar, Lc., M.Ag. Muhammad Junaidi, S.H., H. Puji Sartono, S.H., S.Kep., serta Budhi Condrowati, S.E. M. Si.

Kegiatan tersebut disambut dengan baik oleh Direktur Utama RSUDAM, dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes., serta Wakil Direktur bidang Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik, H. Yusmaidi, dr., Sp.B(K)BD., bersama jajaran manajemen rumah sakit.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran Komisi V DPRD Provinsi Lampung meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan serta berdialog bersama pihak manajemen rumah sakit mengenai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen DPRD untuk melihat secara langsung perkembangan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang ada di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Lampung.

“Pertama, kami dari Komisi V DPRD Provinsi Lampung melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek yang notabenenya rumah sakit kita semua masyarakat Provinsi Lampung.

Kita melihat secara langsung seperti apa kondisi baik pelayanan maupun fasilitasnya yang ada di sini. Di satu sisi tentu kita apresiasi karena memang fasilitas sarana dan prasarananya sudah jauh lebih baik, tapi kita minta juga diiringi pelayanan yang cukup baik sehingga masyarakat kita yang berobat di sini merasa nyaman dan cepat sembuh,” ujar Yanuar.

Ia menambahkan bahwa pihaknya melihat adanya berbagai progres dan peningkatan yang telah dilakukan rumah sakit dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Dan kita melihat secara langsung hari ini, tentu masih ada beberapa hal yang perlu menjadi masukan bersama, tetapi kita juga melihat banyak yang harus diapresiasi, banyak progres peningkatan dan perbaikan dibanding sebelumnya,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Syukron Mukhtar, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung.

“Kita ingin ada peningkatan sehingga masyarakat Lampung mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima dari rumah sakit terbaik Provinsi Lampung. Mudah-mudahan menjadi lebih baik, insya Allah,” ujar Syukron.

Melalui Kegiatan tersebut, Komisi V DPRD Provinsi Lampung berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pihak RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek dapat terus diperkuat guna mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Dengan dukungan fasilitas yang semakin baik dan pelayanan yang terus ditingkatkan, diharapkan masyarakat Lampung dapat memperoleh layanan kesehatan yang prima, nyaman, cepat, dan berkualitas.(*)

Komisi V DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pendidikan Tinggi Lewat Kunjungan ke Universitas Teknokrat


Bandar Lampung
— Komisi V DPRD Provinsi Lampung melakukan kunjungan lapangan ke Universitas Teknokrat Indonesia dalam rangka memperkuat sinergi dan komunikasi dengan dunia pendidikan tinggi di Provinsi Lampung, Senin (11/5/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Dr. Yanuar Irawan, S.E., M.M., didampingi Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Mardiana, S.T., M.T. Turut hadir jajaran Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, yakni Andika Wibawa, S.E., M.M., Deni Ribowo, S.E., Marsha Dhita Pitaloka, S.I.P., Abdullah Sura Jaya, S.H., M.H., Syukron Muchtar, Lc., M.Ag., Muhammad Junaidi, S.H., Puji Sartono, S.H., S.Kep., serta Budhi Condrowati, S.E.

Kedatangan rombongan Komisi V DPRD Provinsi Lampung disambut langsung oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., bersama jajaran pimpinan universitas, di antaranya Dr. Ryan Randy Suryono, S.Kom., M.Kom., Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng., Wakil Rektor Bidang Kerjasama Auliya Rahman Isnain, M.Cs., serta jajaran universitas lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi V DPRD Provinsi Lampung dan pihak universitas berdialog mengenai penguatan dunia pendidikan, peningkatan kualitas akademik, serta pentingnya menjaga suasana kampus yang kondusif dan harmonis. Dialog berlangsung terbuka dan penuh semangat kebersamaan sebagai bagian dari upaya membangun sinergi positif antara lembaga legislatif dan institusi pendidikan tinggi.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Dr. Yanuar Irawan, S.E., M.M., menyampaikan bahwa DPRD Provinsi Lampung berkomitmen mendukung kemajuan sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah.

“DPRD Provinsi Lampung mendorong terciptanya komunikasi yang baik, kolaborasi yang positif, serta suasana pendidikan yang aman dan kondusif. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujar Dr. Yanuar Irawan.

Sementara itu, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan DPRD menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Provinsi Lampung.

“Melalui kolaborasi dan komunikasi yang baik, kami berharap dapat terus membangun mutu pendidikan tinggi di Lampung menuju Indonesia Emas,” ujar Nasrullah Yusuf.

Komisi V DPRD Provinsi Lampung juga mengapresiasi kontribusi Universitas Teknokrat Indonesia terhadap kemajuan dunia pendidikan di Provinsi Lampung melalui berbagai capaian akademik maupun non-akademik yang telah diraih.

Pertemuan ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antara DPRD Provinsi Lampung dan dunia pendidikan demi mendukung kemajuan pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Lampung.

Dua Kali Beraksi di Bandar Lampung, Kawanan Curanmor Residivis Dibekuk Polisi


Bandar Lampung
- Polisi menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di wilayah Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. Salah satu pelaku diketahui merupakan residivis kasus serupa pada 2019.

Kedua pelaku masing-masing berinisial F dan T, warga Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Saat ini, pelaku F telah diamankan di Mapolresta Bandar Lampung, sementara pelaku T diketahui sedang ditahan dalam perkara lain di Polsek Kemiling.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, mengatakan kawanan ini sudah dua kali melakukan aksi pencurian sepeda motor di Kota Bandar Lampung.

“Pelaku F ini merupakan residivis kasus curanmor pada tahun 2019. Dari hasil pemeriksaan, kawanan ini sudah dua kali melakukan aksinya di wilayah Kota Bandar Lampung,” kata Kombes Pol Alfret, Jumat (8/5/2026).

Kasus ini terungkap setelah korban berinisial B melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Beat Street miliknya di Jalan KH Hasyim Ashari, Gedong Pakuon, Teluk Betung Selatan, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Saat itu, korban memarkirkan sepeda motornya di samping warung dalam kondisi stang terkunci saat hendak membeli rokok. Namun usai keluar dari warung, kendaraan tersebut sudah raib.

“Pelaku memanfaatkan kelengahan korban. Mereka melakukan hunting dan memantau situasi. Jika melihat motor terparkir tanpa kunci tambahan, pelaku langsung merusak kunci kontak dan membawa kabur kendaraan tersebut,” ujarnya.

Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna cokelat dan langsung melapor ke polisi.

Polisi yang melakukan penyelidikan dan mendapat informasi keberadaan salah satu pelaku di rumahnya di wilayah Bojong, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur.

Pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, petugas bergerak ke lokasi dan berhasil menangkap pelaku F tanpa perlawanan.

Dari hasil pemeriksaan, polisi turut menetapkan T sebagai tersangka. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat Street milik korban beserta BPKB kendaraan tersebut.

“Motif pelaku melakukan pencurian ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelas Alfret.

Kini kedua pelaku dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

LaSEF 2026 Perkuat UMKM dan Industri Halal, Komitmen Bisnis Capai Rp230 Miliar


BANDAR LAMPUNG
– Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 yang digelar pada 8–10 Mei 2026 di Lampung City Mall sukses menarik perhatian masyarakat.

 Hingga penutupan kegiatan pada Minggu (10/5/2026), festival ekonomi syariah tersebut berhasil mendatangkan sekitar 7 ribu pengunjung serta mencatat komitmen business matching senilai Rp230 miliar untuk tahun 2026 melalui kolaborasi bersama OJK Provinsi Lampung.

Selain mendorong transaksi penjualan pelaku usaha hingga ratusan juta rupiah, LaSEF 2026 juga menjadi wadah penguatan ekosistem ekonomi syariah di Provinsi Lampung melalui berbagai program pemberdayaan UMKM, penguatan halal lifestyle, literasi ekonomi syariah, hingga kompetisi kreatif generasi muda.

Selama tiga hari pelaksanaan, lebih dari 40 pelaku usaha turut ambil bagian dengan menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner halal, olahan pangan dan minuman, kopi khas Lampung, hingga produk wastra daerah.

Berbagai kompetisi turut memeriahkan kegiatan, di antaranya Lampung Brewpreneur Challenge 2026, Harmony in Syariah: Nasyid Competition, serta Kompetisi Dakwah Ekonomi Syariah yang menjadi ruang ekspresi bagi para barista, kelompok nasyid, dan dai muda berbakat di Lampung.

Tak hanya itu, LaSEF 2026 juga menghadirkan booth Ketahanan Pangan melalui pembagian bibit cabai gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan halal value chain dan dukungan terhadap kemandirian pangan daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan penyelenggaraan LaSEF 2026 merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah memerlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan syariah, akademisi, pondok pesantren, hingga pelaku usaha agar mampu menjadi penggerak penguatan sektor riil dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi penyelenggaraan LaSEF 2026 yang dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan Bank Indonesia terhadap pembangunan daerah.

Menurut Gubernur, berbagai program yang dihadirkan sejalan dengan target prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Lampung, khususnya pada penguatan industri halal, pengembangan UMKM, dan kemandirian pesantren.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Wakaf Sumur Produktif yang dinilai menjadi solusi konkret untuk mendukung produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan El Nino.

“Satu sumur, membawa seribu keberkahan,” ujar Mirza.

Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, LaSEF 2026 menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia sepakat bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar mampu mendorong transformasi ekonomi daerah yang berlandaskan keberlanjutan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat.

LaSEF 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah Sumatra 2026 atau FESyar Sumatra 2026. Para pemenang kompetisi nantinya akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang tersebut.

Melalui penguatan literasi ekonomi syariah, pengembangan talenta kreatif, serta partisipasi generasi muda, Bank Indonesia optimistis Lampung mampu meningkatkan daya saing ekonomi syariah di tingkat regional maupun nasional.

Senin, 11 Mei 2026

Dari Benang Emas Hingga Harapan Baru,, Asri Tapis Bawa Warisan Lampung Bersinar Di Ajang Persit Bisa Dua


JAKARTA
— Diantara deretan booth yang memadati Balai Kartini, Jakarta, kehadiran Asri Tapis di ajang Persit Bisa 2 menghadirkan cerita tentang budaya, ketekunan dan kebanggaan terhadap warisan Lampung.

Bukan sekadar memamerkan produk fesyen, partisipasi Asri Tapis dalam pameran tersebut menjadi langkah nyata memperkenalkan kain tapis sebagai identitas budaya yang tetap relevan di tengah perkembangan tren modern.

Mengisi Booth 75 selama pameran berlangsung, Asri Tapis membawa koleksi sulam tangan benang emas khas Lampung yang mendapat perhatian pengunjung. 

Setiap helai kain yang dipamerkan bukan hanya hasil karya, tetapi juga simbol perjalanan panjang para perajin lokal yang menjaga tradisi turun-temurun.

*Dukungan dan Apresiasi Jadi Energi Baru*

Asri Tapis menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung, khususnya kepada Mayjen TNI Kristomei selaku Pembina Persit KCK Daerah XXI/RI dan Ketua Persit KCK PD XXI/RI Asti Kristomei.

Menurut Asri Tapis, ruang yang diberikan dalam ajang Persit Bisa 2 menjadi kesempatan penting bagi pelaku UMKM budaya untuk berkembang dan memperluas jangkauan pasar.

“Semangat kemandirian yang dibangun dalam Persit menjadi inspirasi sekaligus energi bagi kami untuk terus bertumbuh,” tulis Asri Tapis dalam keterangannya.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para pengunjung yang datang dan mengapresiasi karya tapis Lampung. Bagi Asri Tapis, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa produk tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Tak hanya itu, keberhasilan selama pameran juga disebut sebagai hasil kerja bersama para perajin lokal yang selama ini menjaga kualitas sulaman benang emas dengan keterampilan dan kesabaran tinggi.

*Menjaga Marwah Tapis Lampung*

Keikutsertaan dalam Persit Bisa 2 dinilai membawa dampak lebih besar dibanding sekadar penjualan produk. Asri Tapis melihat pameran tersebut sebagai ruang memperkuat identitas budaya daerah di tingkat nasional.

Koleksi tapis yang dipadukan dengan sentuhan desain modern mendapat apresiasi positif dari pengunjung. Hal itu menunjukkan bahwa kain tradisional tetap mampu tampil elegan dan mengikuti perkembangan dunia fesyen.

“Tapis bukan sekadar kain, tetapi cerita tentang kesabaran, kebanggaan, dan identitas yang ditenun dengan hati,” demikian pesan yang disampaikan Asri Tapis.

Ke depan, Asri Tapis berkomitmen terus menghadirkan inovasi desain tanpa meninggalkan nilai tradisional. Selain itu, mereka juga ingin memperluas kolaborasi dengan perajin lokal demi menjaga regenerasi keterampilan sulam tangan khas Lampung.

Langkah lain yang tengah disiapkan adalah memperkuat kehadiran digital agar produk tapis semakin mudah dikenal masyarakat luas, termasuk pasar internasional.

Bagi Asri Tapis, perjalanan di Persit Bisa 2 bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya panjang menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah zaman yang terus berubah (red).

Aerohajj Resmi Hadir di Lampung, Siap Berikan Layanan Umroh dan Haji Plus Terbaik


Bandar Lampung
– Peresmian kantor cabang Aerohajj di Provinsi Lampung berlangsung meriah di Emersia Hotel, Senin (11/5/2026).

Kehadiran Aerohajj di Lampung menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan perjalanan ibadah umroh dan haji plus melalui kerja sama dengan Baraya Skyvare.

Acara tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah, perbankan, pelaku usaha perjalanan ibadah, hingga tokoh masyarakat. Peresmian ini sekaligus menjadi momentum penguatan layanan ibadah umroh dan haji yang aman, nyaman, dan profesional bagi masyarakat Lampung.

General Manager Aerohajj, H. Gatot Rijadi menjelaskan bahwa pembukaan kantor cabang di Lampung merupakan bagian dari ekspansi pelayanan Aerohajj di wilayah Sumatera.

“Ini adalah acara peresmian pembukaan kantor cabang Aerohajj di Lampung. Ke depan kami juga akan membuka pelayanan untuk wilayah Sumatera Selatan. Kami fokus pada penyelenggaraan ibadah umroh dan haji plus,” ujar Gatot Rijadi.

Ia menegaskan, Aerohajj merupakan bagian dari grup Garuda Indonesia sehingga seluruh sarana dan prasarana telah memenuhi standar akreditasi dan pelayanan yang baik.

“Sebagai anak perusahaan Garuda Group, seluruh sistem dan fasilitas kami sudah terakreditasi. Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Lampung agar jamaah bisa terbang dengan nyaman, aman, dan selamat sampai tujuan,” katanya.

Menurutnya, meski baru hadir di Lampung, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Aerohajj bahkan telah mencatat sekitar 45 jamaah dalam tahap awal serta menerima permintaan paket wisata religi dan umroh yang mencapai ratusan calon jamaah.

Selain menawarkan pelayanan premium, Aerohajj juga menghadirkan harga yang kompetitif. Paket perjalanan disebut disusun dengan kualitas layanan di atas rata-rata, mulai dari penerbangan, akomodasi, hingga pengelolaan jamaah di Makkah dan Madinah.

Dalam mendukung kemudahan masyarakat, Aerohajj juga menggandeng sejumlah lembaga perbankan, baik bank syariah maupun konvensional, untuk menyediakan fasilitas pembiayaan perjalanan ibadah.

“Insyaallah kami akan memberikan fasilitas pendanaan bekerja sama dengan beberapa bank, termasuk Bank Lampung dan Bank Mandiri. Harapannya masyarakat memiliki pilihan pembayaran yang lebih ringan,” tambah Gatot.

Sementara itu, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ansori F Citra menyambut baik hadirnya Aerohajj di Lampung. Menurutnya, tingginya minat masyarakat Lampung terhadap ibadah umroh membutuhkan penyelenggara yang profesional dan terpercaya.

“Kami dari sisi pemerintah menyambut baik hadirnya Aerohajj di Lampung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat antusias melaksanakan ibadah umroh. Kami berharap masyarakat tidak salah memilih penyelenggara agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Ansori juga berharap tingginya jumlah jamaah umroh asal Lampung dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam membuka penerbangan langsung dari Lampung menuju Arab Saudi.

“Selama ini jamaah masih transit melalui Jakarta. Mudah-mudahan ke depan bisa ada penerbangan langsung dari Bandara Radin Inten II menuju Jeddah atau Arab Saudi,” katanya.

Dukungan juga datang dari Dinas Perhubungan Provinsi Lampung. Perwakilan Dinas Perhubungan, Bambang menyebut jumlah jamaah umroh asal Lampung sangat besar dan terus meningkat setiap tahunnya.

“Dengan pelayanan Garuda yang sudah dikenal disiplin dan profesional, kami berharap Aerohajj dapat menjadi contoh pelayanan umroh yang baik di Lampung. Masyarakat tentu akan memilih pelayanan yang terpercaya dan berkualitas,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran Aerohajj mampu memberikan citra positif sekaligus menjadi alternatif terbaik bagi masyarakat Lampung yang ingin menjalankan ibadah umroh maupun haji plus dengan pelayanan profesional dan berstandar tinggi.

Lewat Film "Abah", BPS Provinsi Lampung Bawa Pesan Sensus Ekonomi ke Panggung Festival Film Lampung 2026


Lampung
- BPS Provinsi Lampung mencetak terobosan kreatif dalam upaya menyosialisasikan program nasional Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Alih-alih mengandalkan pendekatan konvensional, BPS Provinsi Lampung memilih berbicara melalui bahasa sinema.

Pada Malam Anugerah Festival Film Lampung (FFL) 2026 di Aula Rektorat Lantai III IIB Darmajaya, Minggu (10/5). Film pendek berjudul "Abah" berhasil menjadi pemenang pada Nominasi Kategori Film Terfavorit Lampung.

Film produksi Underscene dan BPS Provinsi Lampung ini sekaligus menjadi simbol bahwa pesan-pesan kebijakan pemerintah dapat disampaikan dengan cara yang jauh lebih humanis.

Bima Prastya Handawi, Sutradara film "Abah" yang juga Humas BPS Provinsi Lampung, mengungkapkan bahwa film tersebut lahir dari keinginan sederhana, untuk menyentuh sisi kehidupan masyarakat.

Film Abah memotret kehidupan Supian, seorang pemilik bengkel sekaligus montir sederhana yang berjuang menghidupi keluarganya di tengah himpitan ekonomi," tutur Bima.

Konflik utama dalam film ini dihadirkan melalui sosok Ilham, putra Supian yang masih menganggur. Ketegangan antara rasa lapar, harga diri, dan pahitnya kenyataan hidup menguji ikatan batin antara ayah dan anak tersebut hingga ke titik yang paling rapuh.

Namun, alur cerita menawarkan titik balik yang bermakna, Ilham diterima sebagai petugas Sensus Ekonomi 2026, sebuah kesempatan yang tidak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga membuka cara pandangnya pada kehidupan.

"Di balik setiap angka dan data statistik, ada kisah nyata tentang perjuangan, ketabahan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik." ungkap Bima.

Melalui film ini, BPS Provinsi Lampung ingin mengubah cara pandang masyarakat tentang Statistik. SE2026 yang berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 ini bukan sekadar pendataan teknis yang kaku, melainkan instrumen vital untuk memotret kondisi riil masyarakat guna menentukan arah kebijakan ekonomi nasional yang tepat sasaran di masa depan.

Keberhasilan "Abah" tentu tak lepas dari panggung yang selama ini konsisten menghidupkan ekosistem perfilman daerah. 

Festival Film Lampung sendiri telah memasuki tahun ke-17 penyelenggaraannya. Sebuah pencapaian yang tak mudah dipertahankan. Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi festival yang telah menjadi rumah bagi sineas-sineas muda Lampung ini.

"FFL yang ke-17 selalu konsisten dalam pelaksanaannya. Jangan sampai film Indonesia ini punah. Kalau bukan kita yang menggerakkan, siapa lagi. Ini penting karena tidak semua anak muda mau menggelar festival film." Ungkap Muprihan Thaib, Wakil Rektor Bidang Nonakademik, IIB Darmajaya.

Abah menjadi pengingat tentang pengorbanan, penyesalan, dan arti keluarga, namun di saat yang sama, ia berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Harapannya sederhana, agar masyarakat lebih terbuka dalam memberikan data yang akurat dan jujur apa adanya pada saat pelaksanaan SE2026 mendatang.

Karena dari data yang benar, kebijakan yang tepat akan lahir, dan dari kebijakan yang tepat, nasib Supian dan Ilham di dunia nyata pun bisa berubah menjadi lebih baik.

OJK Lampung Hadiri FORBISDA 2026 HIPMI Lampung, Dorong Penguatan Literasi dan Ekosistem Bisnis Daerah


Bandar Lampung
– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menghadiri kegiatan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026 yang diselenggarakan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Lampung periode 2025–2028 di Emersia Hotel, Bandar Lampung, Senin (11/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, OJK Lampung diwakili oleh Manajer Senior Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Dwi Krisna Yudi. Kehadiran OJK menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan ekosistem usaha dan peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha muda di Provinsi Lampung.

FORBISDA 2026 dihadiri berbagai unsur pemerintah, perbankan, aparat penegak hukum, serta pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI. Forum ini menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan iklim usaha yang sehat serta berkelanjutan.

Perwakilan OJK Lampung menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap layanan jasa keuangan yang aman, legal, dan produktif, terutama bagi pelaku usaha muda dan UMKM yang tengah berkembang. Edukasi keuangan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas usaha serta menjaga keberlangsungan bisnis di tengah dinamika ekonomi.

Selain itu, OJK juga terus mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku UMKM, termasuk pemanfaatan layanan perbankan dan lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi secara resmi.

Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, mengapresiasi kehadiran OJK Lampung dalam FORBISDA 2026. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan regulator jasa keuangan sangat penting untuk membangun kepercayaan serta memperkuat daya saing pengusaha muda di Lampung.

Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh semangat kolaborasi dan diikuti jajaran pengurus HIPMI Lampung, HIPMI PT, BPC HIPMI se-Lampung, serta sejumlah mitra strategis lainnya.