Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Basarnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basarnas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Maret 2023

Hari Ketiga Pencarian, Korban Tanah Longsor di Way Kanan 1 Berhasil Ditemukan 2 Dalam Proses Pencarian

 

GK, Way Kanan - Upaya Polres Way Kanan Polda Lampung bersama TNI,  Basarnas Pemprov Lampung, BPDB Kabupaten Way Kanan dan masyarakat yang responsif dan sinergi berhasil menemukan korban bernama Siran (62) warga Kampung Sumber Sari Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Minggu(12/03/2023)

Siran merupakan salah satu korban yang tertimbun tanah longsor saat mengadakan gotong royong perbaikan pipa air bersih bersama warga Dusun Pati Kampung Sumber Sari.

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna menyampaikan sebelumnya kejadian tanah longsor tersebut terjadi pada hari Jumat (10/03) sekitar pukul 10.00 Wib yang mengakibatkan 2 orang warga tertibun.

Satu korban an. Ngadiyanto (65) berhasil di evakuasi dalam keadaan sudah meninggal dunia ,  namun Sdr. Siran belum berhasil di temukan.
 
Selanjutnya dalam pencarian selama tiga hari oleh Tim SAR TNI-Polri dan masyarakat Kampung Sumber Sari dari titik hilangnya korban dengan menggunakan alat seadaanya berupa  1 ( satu ) unit alkon dan cangkul dan pada pukul 13.30 korban berhasil ditemukan dan saat ini dibawa kekediaman rumah duka korban .

Korban ditemukan dalam keadaan tersangkut di kayu dikedalam sekitar setengah meter yang berjarak sekitar 10 meter dari titik awal hilangnya korban tertimbun tanah longsor.

Akibat peristiwa tersebut, pihak keluarga menerima dan mengikhlaskan. Selanjutnya Jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di TPU Kampung Sumber Sari," Ungkapnya.

Petugas gabungan melanjutkan bela sungkawa berziarah ke rumah duka dan kita doakan bersama semoga almarhumah diterima Allah dan mendapat tempat lebih baik di sisi-Nya,” Tutur Kapolres .

Sementara untuk kejadian tanah longsor di Kampung Juku Batu Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan, korban jiwa atas nama ibu  Khotimah (31) dan anaknya M Diki Saputra (4) warga Pekon Tanjung Raya Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat. 

Saat ini kedua korban masih belum ditemukan Tim SAR TNI-Polri dan masyarakat masih dalam proses pencarian,” Jelas Kapolres. [Feby]

Selasa, 01 Maret 2022

Polda Lampung Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2022


GK, Bandar Lampung - Personel Polda Lampung apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2022 yang akan dilaksanakan selama dua pekan, pada Selasa (1/3/2022) pagi.

Kapolda Lampung, Irjen Pol. Hendro Sugiatno melalui Irwasda Polda Lampung, Kombes Pol. Eddy Hermanto didampingi Kabidhumas, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad dan Dirlantas Kombes Pol. Raden Romdhon Natakusuma mengatakan, Operasi Keselamatan Krakatau 2022 ini dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 14 Maret 2022.

"Melalui Operasi Keselamatan Krakatau Tahun 2022, kita wujudkan budaya tertib berlalu lintas guna terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban kelancaran, dalam berlalu lintas," kata Eddy saat apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2022 di Mapolda Lampung.


Menurutnya, Polda Lampung beserta jajaran akan menerjunkan sebanyak 1.650 orang personel dalam kegiatan tersebut.

"Semua anggota akan disebar pada setiap Kabupaten," ujarnya.

Lebih lanjut, Eddy mengungkapkan, Operasi Keselamatan ini juga dilaksanakan dalam rangka menciptakan budaya tertib berlalu lintas dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

"Sekaligus kita juga mempersiapkan pengamanan puasa Ramadhan dan lebaran Idul Fitri," ungkapnya. [Nnd]

Polres Tanggamus Gelar Apel Kesiapan Operasi Keselamatan Krakatau 2022


GK, Tanggamus - Polres Tanggamus bersama instansi terkait melaksanakan apel gelar pasukan operasi terpusat dengan Sandi Operasi Keselamatan Krakatau 2022 di Lapagan Apel Mapolres Tanggamus, Selasa (1/3/22).

Apel dipimpin langsung Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, S.I.K. dihadiri oleh Pejabat Utama, perwira dan para Kapolsek jajaran Polres Tanggamus.

Adapun peserta upacara meliputi peleton TNI Kodim 0424 Tanggamus, gabungan bintara Polres, Dishub, Pol PP, Basarnas dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Dinkes.

Tampak juga dihadirkan di lapangan upacara seluruh kendaraan operasional Sat Lantas Polres Tanggamus dan ambulance milik Dinas Kesehatan Pemkab Tanggamus.

Kapolres AKBP Satya Widhy Widharyadi mengatakan bahwa operasi ini dalam rangka pencegahan penyebaran penularan virus Covid-19 dan kesiapan antisipasi pengamanan pelaksanaan puasa serta mudik Idul Fitri Tahun 2022.

Selain itu juga dalam penanganan permasalahan lalu lintas sebagai mana amanat UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Pasalnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas pada umunya sangat rendah, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kepatuhan tersebut.

"Operasi Keselamatan Krakatau 2022 ini akan dilaksanakan selama 14 hari, dimulai dari tanggal 01 - 14 Marer 2022 secara serentak di seluruh indonesia," kata AKBP Satya Widhy Widharyadi membacakan amanat Kapolda Lampung Irjen Pol. Drs. Hendro Sugiatno, M.M.

Kapolres juga menjelaskan, tujuan Operasi Keselamatan Krakatau 2022 adalah untuk memutus mata rantai Covid-19, berkurangnya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, terciptanya Kamseltibcar Lantas yang aman dan nyaman menjelang hari raya Idul Fitri 2022.

"Adapun sasaran pelanggaran pada Operasi Keselamatan Krakatau 2022 dengan menyesuaikan trend dan karateristik di kewilayahan," jelasnya.

Kesempatan itu, Kapolres juga berpesan sebelum melaksanakan tugas, agar selalu berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa semoga selalu dalam lindungannya.

Kemudian, utamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam melaksanakan tugas, hindari perbuatan kontra produktif yang dapat merusak citra Polri.

"Lakukan tugas Operasi ini dengan baik, pedomani standar operasional prosedur yang ada dalam setiap melaksanakan tugas," tutupnya.

Sementara itu, menurut Kasat Lantas Polres Tanggamus Iptu Amsar, S.H. mengatakan bahwa pelaksanaan tugas Operasi Keselamatan Krakatau 2022 akan mengedepankan informasi kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Tanggamus agar tetap mengedepankan tertib berlalu lintas dan mematuhi protokol kesehatan.

"Tetap kedepankan tertib beralu lintas dan protokol kesehatan, mengingat saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19," kata AKP Amsar.

AKP Amsar mengaku, dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan tidak ada penindakan, kecuali terhadap pelanggaran yang bersifat membahayakan dan fatalitas yang mengarah kepada kecelakaan.

"Tidak ada penindakan, kecuali bonceng tiga, tidak memakai helm dan kendaraan overload," ujarnya.

Kesempatan itu, Kasat juga mengimbau kepada masyarakat terus mengedepankan tertib berlalu lintas, memperhatikan kendaraanya, tetap memperhatikan kelengkapan dan perlengkapan kendaraanya, gunakan helm, mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

"Patuhi peraturan lalu lintas yang berlaku serta patuhi protokol kesehatan," imbaunya. [Ar]

Minggu, 06 Februari 2022

2 Warga Tenggelam di Area Genangan Bendungan Batu Tegi, Polsek Pulau Panggung dan Tim SAR Gabungan Bertindak Cepat


GK, Tanggamus - Terjadi peristiwa 2 orang tenggelam di area Bendungan Batu Tegi Kabupaten Tanggamus tepatnya genangan air perkebunan Talang Ajir Wilayah Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (5/2/22) pagi.

Dua korban tenggelam bernama Sarimun (65) dan Manisah (60) warga Pekon Argomulyo Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus.

Kapolsek Pulau Panggung Polres Tanggamus Iptu Musakir, S.H., mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 09.30 WIB.

"Berdasarkan informasi masyarakat, kedua korban tenggelam pada pukul 09.30 WIB dan kami bersama tim gabungan dibantu masyarakat melakukan pencarian korban," kata Iptu Musakir mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, S.I.K.

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian berdasarkan keterangan saksi yakni pada pukul 07.00 WIB, korban Sarimun pergi kekebun miliknya membawa beberapa karung pupuk menggunakan perahu sampan (perahu dayung) yang berjarak kurang lebih 150 meter dari Talang Ajir tempat korban bermukim. 


Setelah mengantar pupuk tersebut, sekitar pukul 09.30 WIB, korban kembali menjemput istrinya, Manisah yang berada di Talang Ajir dan keduanya bersama-sama pergi kekebun kembali menggunakan perahu tersebut.

Pada saat diperjalanan, yang sudah hampir mendekati penyeberangan arah kebun korban, perahu yang ditumpangi kedua korban oleng dan terbalik sehingga keduanya terjatuh kedalam air. 

Melihat kejadian tersebut tetangga kebun korban berusaha menolong namun kedua korban sudah tenggelam dan menghilang, kemudian saksi menghubungi pihak keluarga. 

Keluarga kemudian menghubungi Basarnas dan Polsek Pulau Panggung serta Koramil Pulau Panggung untuk bersama-sama melakukan pencarian korban. 

Pada sekitar pukul 14.00 WIB, dengan dibantu masyarakat tim SAR gabungan berhasil menemukan salah satu korban yakni Sarimun dalam keadaan sudah meninggal dunia. 

"Korban Sarimun ditemukan sekitar 6 - 7 meter dari lokasi awal tenggelam. Setelah ditemukan, korban Sarimun langsung dibawa kerumah duka di Sumberejo," jelasnya. 


Sambung Kapolsek, tim kembali melakukan pencarian dan akhirnya korban Manisah berhasil ditemukan pada pukul 17.05 WIB tidak jauh dari titik tenggelamnya perahu korban. 

"Korban Manisah ditemukan masih di lokasi Talang Ajir, sekitar 5 meter dari TKP perahunya tenggelam," ujarnya. 

Kapolsek mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi dan juga pemeriksaan perahu yang tenggelam. Bahwa perahu tersebut sudah tidak layak pakai dan bocor. 

"Korban menggunakan perahu tersebut, karena jalan ke kebunnya tergenang air. Namun perahu itu tidak layak pakai sehingga terjadilah kecelakaan tersebut," ungkapnya. 

Kapolsek menambahkan, tim yang tergabung dalam pencarian meliputi Basarnas, BPBD, Polsek Pulau Panggung, Koramil dan puluhan masyarakat setempat. 

"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang tergabungan dalam pencarian sehingga semua korban dapat ditemukan," tutupnya. (Ar)