Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label BPBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BPBD. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 November 2023

1 Jam Diguyur Hujan Deras, Longsor Mengancam Rumah Ibadah



GK, Lampung Barat - Hujan yang mengguyur Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat pada Sabtu, 4 November 2023 mengakibatkan ruas jalan Provinsi yang ada di Pemangku Karya Jaya mengalami genangan.

Genangan terjadi diduga karena tidak adanya jalan air pada titik lokasi tersebut, akibatnya pemakai jalan baik pejalan kaki, sepeda motor dan mobil harus ekstra hati-hati sewaktu melintas karena jalan raya tergenang setinggi lutut orang dewasa.

Dititik itu pula debit air yang begitu besar dan melalui drainase depan Masjid Nurul Iman yang mengalir ke Way Palakia (Sungai Palakia) mengakibatkan longsor hingga hampir mengikis badan jalan diujung jembatan palakia.


Nampak di lokasi genangan air, Amrah Bangsawan yang juga merupakan Sekdes Pekon Buay Nyerupa beserta masyarakat melihat langsung saat hujan hampir mereda.

Dalam tanggapannya ia menyampaikan bahwa, untuk potensi terjadinya longsor pada ujung drainase depan Masjid Nurul Iman tersebut sudah diperhitungkan oleh pihak Pemerintah Pekon.

"Kami sebagai pemerintah pekon sudah 3 kali mengirim proposal ke Dinas PUPR dan BPBD Lampung Barat untuk mengantisipasi terjadinya hal seperti ini, namun hingga kini tidak ada realisasinya," ucap Amrah Bangsawan.


Sekdes Buay Nyerupa itu juga mengatakan jika pihak Dinas PURP dan BPBD Lampung Barat pernah turun meninjau lokasi tersebut namun hanya sebatas tinjauan dan tidak ada tindak-lanjutannya.

"Mau berapa kali lagi kami pemerintah pekon mengajukan proposal, sasarannya rumah ibadah kami pak, itu rumah Tuhan. Jadi tolong ditindak lanjuti sebelum hal yang lebih buruk lagi terjadi," ucap Amrah Bangsawan dengan penuh iba mengharap tindakan dari Dinas atau Badan terkait. (Surya)

Minggu, 30 April 2023

TNI-POLRI dan Tim SAR BPBD Kab. Lampung Barat evakuasi korban pendaki gunung seminung yang tersambar petir


GK, Lampung - Indonesia seharusnya Lampung Com Lampung Barat--Polres Lampung Barat Polda Lampung bersama TNI dan Tim SAR BPBD Pemkab Lambar berhasil mengevakuasi pendaki gunung yang menjadi korban tersambar petir di Gunung Seminung Pekon Teba Pring  Kec. Sukau Kab. Lampung Barat, Minggu (30/04/2023).


Adapun hasil Inventarisasi Pendaki berjumlah keseluruhan yang semula sebanyak 58 orang menjadi 90 orang dengan melalui 2 Pos Jalur pendakian.


Diantaranya 73 Orang naik dan mendaki melalui jalur Pos Pekon Teba Pring raya Kec. Sukau Kab Lambar. Sedangkan 17 orang pendaki naik melalui Jalur Pos air panas Desa Kota Batu Kec. Warkuk Ranau selatan Kab. Oku selatan Prov Sumatra Selatan. 



Pendaki yang mengalami korban jiwa yaitu satu orang meninggal dunia bernama Abdal reka anggara (18), warga Desa Terean Kec. Mekakau ilir  Kab. Oku selatan. 


Dua orang pendaki mengalami luka berat bernama Adi yusuf saputra (23) , warga mekakau ilir Oku selatan dan Andika (18), warga  Kec. Punggur Kab. Lampung tengah


Kemudian tiga orang pendaki mengalami luka sedang diantaranya Heru (23), Wawan (23) dan Erlanda (21) yang ketiganya merupakan warga 

Ogan Komering Ulu Selatan.


Kapolres Lampung Barat Akbp Heri Sugeng priyantho,S.IK.,MH yang terjun langsung ke tempat kejadian mengatakan bahwa sebanyak 90 orang mengikuti kegiatan Pendakian gunung seminung Jalur Pendakian dari Kota batu Kec. Warkuk Kab. Oku Selatan Sumsel dan  Pekon Teba Pering Raya Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat.


Akibat adanya Intensitas Curah Hujan yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Sukau dan sekitarnya disertai petir mengakibatkan pendaki tersambar petir dan mengalami luka bakar. Sehingga pada pukul 06.00 Wib korban baru bisa di Evakuasi untuk dibawa ke Puskesmas Buay Nyerupa Sukau menggunakan Ambulans Puskesmas Buay Nyerupa kecamatan Sukau untuk dilakukan tindakan medis," ungkap Kapolres.


Kapolres yang juga didampingi dari Tim SAR BPBD Kab Lambar, Kapolsek Balik bukit Iptu Arnis daely, Kasat lantas Iptu David pulner, Kasat Reskrim Iptu Juherdi sumandi, Tim Inafis Polres Lambar beserta Tim dari Kabupaten Oku Selatan melakukan pengecekan terhadap pendaki yang menjadi korban tersambar petir.


Akbp Heri, selaku Kapolres Lampung Barat juga mengatakan bahwa " untuk sementara waktu pendakian di gunung Seminung di tutup. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya korban jiwa, karena perlu diketahui saat ini intensitas hujan cukup tinggi sehingga dapat membahayakan para pendaki.(Feby)

Minggu, 12 Maret 2023

Hari Ketiga Pencarian, Korban Tanah Longsor di Way Kanan 1 Berhasil Ditemukan 2 Dalam Proses Pencarian

 

GK, Way Kanan - Upaya Polres Way Kanan Polda Lampung bersama TNI,  Basarnas Pemprov Lampung, BPDB Kabupaten Way Kanan dan masyarakat yang responsif dan sinergi berhasil menemukan korban bernama Siran (62) warga Kampung Sumber Sari Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Minggu(12/03/2023)

Siran merupakan salah satu korban yang tertimbun tanah longsor saat mengadakan gotong royong perbaikan pipa air bersih bersama warga Dusun Pati Kampung Sumber Sari.

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna menyampaikan sebelumnya kejadian tanah longsor tersebut terjadi pada hari Jumat (10/03) sekitar pukul 10.00 Wib yang mengakibatkan 2 orang warga tertibun.

Satu korban an. Ngadiyanto (65) berhasil di evakuasi dalam keadaan sudah meninggal dunia ,  namun Sdr. Siran belum berhasil di temukan.
 
Selanjutnya dalam pencarian selama tiga hari oleh Tim SAR TNI-Polri dan masyarakat Kampung Sumber Sari dari titik hilangnya korban dengan menggunakan alat seadaanya berupa  1 ( satu ) unit alkon dan cangkul dan pada pukul 13.30 korban berhasil ditemukan dan saat ini dibawa kekediaman rumah duka korban .

Korban ditemukan dalam keadaan tersangkut di kayu dikedalam sekitar setengah meter yang berjarak sekitar 10 meter dari titik awal hilangnya korban tertimbun tanah longsor.

Akibat peristiwa tersebut, pihak keluarga menerima dan mengikhlaskan. Selanjutnya Jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di TPU Kampung Sumber Sari," Ungkapnya.

Petugas gabungan melanjutkan bela sungkawa berziarah ke rumah duka dan kita doakan bersama semoga almarhumah diterima Allah dan mendapat tempat lebih baik di sisi-Nya,” Tutur Kapolres .

Sementara untuk kejadian tanah longsor di Kampung Juku Batu Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan, korban jiwa atas nama ibu  Khotimah (31) dan anaknya M Diki Saputra (4) warga Pekon Tanjung Raya Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat. 

Saat ini kedua korban masih belum ditemukan Tim SAR TNI-Polri dan masyarakat masih dalam proses pencarian,” Jelas Kapolres. [Feby]

Jumat, 18 November 2022

Jalan Amblas Pasca Banjir di Sukau, Makan Korban



GK, Lampung Barat - Akibat erosi pasca banjir di jalan penghubung antara Pekon Buay Nyerupa dan Pekon Bumi Jaya Kecamatan Sukau, hingga jalan yang bisa digunakan hanya separuhnya karena jalanan amblas tergerus air. Kondisi ini mengakibatkan salah satu warga terjatuh beserta sepeda motor yang dipakainya ke sungai.

Tidak adanya rambu-rambu peringatan pada titik jalan yang erosi pasca banjir serta minimnya penerangan jalan, mengakibatkan Aceng bin Mahmus warga Pemangku 1 Dusun Sulung Pekon Tapak Siring, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat, terperosok ke sungai pada Jumat Malam sekiranya pukul 20.30 WIB.

BACA JUGA:

“Pasca banjir yang terjadi pada hari Minggu, tanggal 13 November 2022 kemarin, jalanan ini hancur tergerus oleh sungai, dan karena tidak diberi rambu-rambu sebagai tanda bahwa jalanan ini amblas pada malam ini memakan korban pengendara sepeda motor,” terang warga sekitar, Anto, Jumat (18/11/2022).


Korban yang mengendarai sepeda motor Merk Honda Supra X 125 mengalami luka benturan, kini dilarikan ke Puskesmas Buay Nyerupa Kecamatan Sukau oleh warga.

"Korban sudah kami bawa ke Pukesmas Buay Nyerupa guna mendapat pertolongan, ia mengalami luka di bagian muka, lengan dan kaki," ujar Anto.

BACA JUGA:

Anto juga menambahkan harapannya kepada pihak terkait untuk dapat mengantisipasi kemungkinan yang akan mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan.

"Seharusnya hal ini tidak terjadi mengingat tempo hari pemerintah sudah turun langsung meninjau ke lokasi, mengapa tidak diberi rambu peringatan? Ini kan membahayakan pengguna jalan," tandasnya. (Ars/Yie)

Senin, 10 Oktober 2022

Polres Way Kanan Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2022


 GK, Lampung - Polres Way Kanan bersama Kodim 0427/WK dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan  menggelar Apel Siaga dalam rangka kesiapan mengantisipasi bencana alam bertempat di Mako Polres Way Kanan. Senin (10/10/2022).  

Kegiatan dihadiri Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna,  Dandim 0427/WK Letkol Inf. Charluly Rudi Jatmiko, Kepala BPBD Way Kanan, Pejabat Utama, para Kapolsek  dan personel gabungan TNI, Pori, Damkar, Pol PP dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Way Kanan.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Way Kanan, AKBP Teddy Rachesna, dalam sambutannya  menyampaikan Apel Gelar ini dilaksanakan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan Bencana Alam yang ada di Wilayah Kabupaten Way Kanan.

Kapolres mengucapkan  terima   kasih kepada segenap stake holders dan tamu undangan atas kehadirannya pada apel kesiapsiagaan penanganan bencana tahun 2022 hari ini dan berharap sinergitas yang telah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan.

Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sebagai langkah antisipasi,  perlu kesiapan dari seluruh unsur,  mulai dari pemerintah, Jajaran TNI /Polri, BPBD serta Stakeholder. 

Mendasari peringatan yang  disampaikan  oleh BMKG,  bahwa  curah  hujan  tinggi terjadi  di beberapa wilayah yang ada di indonesia pada awal oktober 2022 ini, dan untuk wilayah Sumatra diprediksi curah hujan dengan kategori menengah. 

Walaupun demikian sebelum terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Way Kanan dan tidak  mengurangi  kesiapsiagaan  dalam penanganan bencana, utamanya banjir, angin puting beliung dan  tanah longsor yang dapat menimbulkan bahaya.

Kita semua harus benar-benar memastikan kesiapsiagaan satuan tugas (satgas), kesiapan peralatan, ketersediaan bahan pangan  serta kebutuhan yang diperlukan dalam mengantisipasi terjadinya bencana

Sementara apel siaga ini diselenggarakan dengan tujuan agar ada sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan resiko terjadinya bencana alam. 

Meski demikian, kita tentunya berharap agar tidak ada bencana yang terjadi di Kabupaten Way Kanan. apel siaga bencana ini juga digelar dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi musim penghujan serta untuk memberikan pemahaman penanganan bencana kepada para pemangku kepentingan dan relawan.


Apel gelar pasukan ditutup Kapolres Way Kanan dan diakhiri dengan pemeriksaan peralatan dalam pemeriksaan peralatan, Unit Satsamapta Polres Way  Kanan menjelaskan fungsi - fungsi peralatan tanggap bencana kepada Kapolres, Dandim berserta tamu undangan.[Melati]

Sabtu, 25 Desember 2021

Way Pertiwi Meluap, Cukuh Balak Tergenang


TANGGAMUS - Akibat Curah hujan yang tinggi, Desa Sukapadang, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus di terjang banjir bandang, Sabtu (25/12/2021) Sore.

Menurut Informasi yang diterima dari salah satu warga masyarakat Cukuh Balak Inisial MW, ketinggian air mencapai 1 meter lebih bahkan semakin bertambah tinggi.

Adapun banjir yang melanda Desa Suka Padang tersebut akibat luapan air Way Pertiwi karena tidak adanya tanggul penahan air.

"Banjir ini akibat luapan air Way Pertiwi karena tidak adanya tanggul penahan air, sedangkan tanggul yang dibuat oleh Pemda Tanggamus Asal-asalan, tidak memakai Bronjong,sehingga jebol dan tidak kuat menahan terjangan air akibat curah hujan yang tinggi," jelas MW melalui pesan singkat WhatsAppnya.

Masih menurut warga tersebut, akibat banjir tersebut salah satu rumah penduduk roboh diterjang banjir, dan lahan pertanian milik warga rusak.

"Ada salah satu rumah warga yang roboh diterjang banjir, serta tanaman pertanian warga seperti kebun Cabai, jagung dan jahe juga hancur," imbuhnya.

Warga masyarakat Desa Suka Padang, Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus, sangat berharap Bupati Tanggamus beserta instansi terkait untuk dapat terjun langsung meninjau musibah banjir tersebut.

"Melalui Media ini Warga Pekon Sukapadang Meminta Bupati Tanggamus untuk Turun Lansung Meninjau Lokasi," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak instansi pemerintah yang bisa di mintai keterangan, baik BPBD Kabupaten Tanggamus, Bupati, Pihak Kepolisian maupun yang lainnya. [Sur/khr]

Jumat, 24 Desember 2021

Tinjau Bandara Soetta H-1 Natal, Kapolri Minta Pengawasan Ketat Masa Karantina PPI



BANTEN - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono, meninjau langsung proses penegakan protokol kesehatan (prokes) terhadap Pelaku Perjalanan Internasional (PPI) yang masuk melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Jumat (24/12/2021).

Dalam tinjauannya di H-1 perayaan Natal, Sigit menyatakan ada 14 tahapan yang akan dilewati oleh para pelaku perjalanan internasional ketika masuk ke Negara Indonesia melalui Bandara Soetta. Proses itu dimulai dari pemeriksaan hingga melakukan masa karantina wajib selama 10 hari. 

"Baru saja kami melaksanakan pengecekan secara langsung untuk mengetahui proses pemeriksaan terkait dengan kedatangan saudara-saudara kita pelaku perjalanan internasional. Secara umum kita lihat ada 14 tahapan yang harus dilalui. Mulai saat masuk kemudian dilaksanakan pemeriksaan awal sampai dengan tahap terakhir diarahkan menuju hotel atau wisma untuk melaksanakan karantina," kata Sigit usai mengecek langsung di Bandara Soetta.

Mantan Kapolda Banten ini menekankan, kepada seluruh petugas atau pihak terkait, untuk benar-benar memastikan bahwa masyarakat yang menjadi pelaku perjalanan internasional harus diwajibkan menjalani karantina selama 10 hari. 

Demi memastikan PPI tak meninggalkan tempat karantina, Menurut Sigit, selain pengawasan secara manual, harus ada pemanfaatan aplikasi teknologi informasi terkait dengan hal tersebut.

"Kemudian memastikan selama 10 hari masa karantina. Maka masyarakat atau pelaku perjalanan harus betul-betul berada di tempat. Oleh karena itu penggunaan aplikasi dan teknologi informasi ditambah pengecekan manual akan diberlakukan. Sehingga kita yakin masyarakat atau pelaku perjalanan internasional tetap berada di tempat," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Sigit menegaskan, penegakan secara kuat soal proses karantina terhadap PPI sangat penting, lantaran sebagai upaya atau antisipasi mencegah laju pertumbuhan Covid-19 serta masuknya varian baru Covid-19, yakni Omicron di Indonesia. Hal ini juga mencegah terjadinya lonjakan kasus aktif virus corona di dalam negeri pasca-perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Ini penting. Karena saat ini sedang berkembang varian baru Omicron dan dari info Kemenkes sudah ada delapan kasus yang rata-rata datang dari luar negeri. Dari kondisi ini kita pertahankan agar tertangani dengan baik di masa karantina," ucap Sigit.

Oleh karena itu, Sigit meminta kepada personel TNI-Polri, Satgas Covid-19, petugas bandara dan pihak lainnya yang terlibat, untuk bekerja secara maksimal dan profesional dalam melakukan pemantauan dan pengawasan proses karantina terhadap PPI berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sigit memastikan, siapapun pihak yang melakukan pelanggaran terkait dengan aturan masa karantina ini, akan diberikan sanksi tegas. Menurut Sigit, semua hal itu dilakukan demi kepentingan keselamatan masyarakat Indonesia dari virus Covid-19.

"Terhadap pelanggaran yang ada silahkan diproses. Sehingga kita yakin seluruh proses berjalan tanpa ada yang dilanggar. Karena ini untuk kepentingan kesehatan yang lain. Varian baru Omicron berkembang dengan kecepatan lima kali dan bisa bertransmisi pada orang yang pernah divaksin. Ini tentunya menjadi langkah-langkah yang harus kita lakukan dengan baik. Ini membuat masyarakat tak nyaman tapi harus kita lakukan karena keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi," papar Sigit.

Dalam kesempatan itu, Sigit beserta rombongan juga menyempatkan memantau penegakan prokes di bandara dan pelabuhan lainnya secara virtual. 

Selain Bandara Soetta, adapula Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Nunukan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, dam PLBN Entikong.

Dalam pengarahannya, Sigit meminta kepada pihak bandara maupun pelabuhan untuk menyiapkan strategi dan solusi untuk menghindari terjadinya kontak erat antar sesama pelaku perjalanan internasional ketika melewati proses sebelum memasuki karantina.

"Ini mohon dicarikan solusi utama, terkait dengan masalah waktu tadi sudah bagus ada kemajuan. Namun disisi lain memisahkan antara risiko agar tak terjadi kontak erat. Tolong dipikirkan. Ada beberapa masukan langsung dibawa ke wisma. Di wisma sambil menunggu ada ruang khusus kemudian dipisahkan terkonfirmasi atau tidak," tutur Sigit.

Sigit berharap, dalam hal tersebut harus ada tahapan evaluasi yang rutin dilakukan. Sehingga, tidak ada kontak erat antar masyarakat yang setelah dilakukan pengecekan ternyata ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ada kecenderungan untuk kontak erat dengan yang lain. Termasuk keluhan adanya antrean yang agak panjang dan kemudian waktunya agak lama yang memang harus dipikirkan. Bisa dipersingkat namun penegakan aturan terkait dengan SOP prokes tetap terlaksana dengan optimal," tutup Sigit. [Red]

Sabtu, 04 Desember 2021

Aktifitas Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru Berdampak pada Masyarakat di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang



JAWA TIMUR - Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB.

Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang. Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Sebagai respon cepat dari adanya kejadian guguran awan panas tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para penambang untuk tidak beraktivitas di sepajang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan.

Anggota BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat.

Tim BPBD Kabupaten Lumajang saat ini tengah mengupayakan untuk mendirikan titik pengungsian sektoral di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Hingga siaran pers ini diturunkan belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan visual Gunung Semeru masih tertutup kabut disertai hujan dengan intensitas sedang.

Sementara itu kerugian materil dan dampak lainnya dari erupsi Gunung Semeru masih dalam pendataan. [Red]

Rabu, 10 November 2021

Kenang Jasa Pahlawan, Dandim 0410/KBL Ikuti Upacara dan Tabur Bunga di Laut


Bandar Lampung
— Untuk memperingati hari Pahlawan ke-76. Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes SE.,M.Si.,MM, bersama Forkopimda Kota Bandar Lampung, mengikuti upacara tabur bunga di laut, pada Rabu (10/11/2021).

Dengan mengusung tema 'Pahlawanku Ispirasiku' upacara tabur bunga tersebut di pimpin oleh Walikota Bandar Lampung Hj Eva Dwiana, di Dermaga B Pelabuhan Panjang Jln. Yos Sudarso, Kota Bandar Lampung.

Saat usai melaksanakan upacara, para peserta upacara langsung menuju lokasi tabur bunga di laut yang tak jauh dari Dermaga B Pelabuhan Panjang dengan menggunakan kapal cepat Pohawang Tipe KAL 1-3-30 yang merupakan milik TNI AL.

Wali kota Eva Dwiana mengartikan, Tabur bunga dimana saja bisa dilakukan, tapi menurutnya rasa terimakasih anak bangsa harus di implimentasikan dengan terus berbuat baik sesuai dengan poksinya masing-masing.

"Dengan terus berdo'a dan berbuat baik sesuai dengan poksi kita, mudah-mudahan segala sesuatunya bisa menjadi lebih baik. Baik itu untuk daerah, untuk negara dan baik untuk bangsa," imbuhnya.

Sementara Dandim 0410/KBL, Kolonel Inf Romas Herlandes mengatakan bahwa kegiatan upacara tabur bunga menjadi refleksi. Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai bentuk penghormatan bagi para pahlawan yang telah berjasa bagi negeri. 

"Acara tabur bunga ini bukan sekadar seremonial, tapi juga menjadi momen untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban dengan segenap jiwa raganya untuk bangsa dan negara ini," pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tabur bunga antarai lain, Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Wiyadi, Kasi Ren 043/Gatam Kolonel Rrh Tri Adrijanto, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto, Kajari Kota Bandar Lampung, Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Sulistiyoni, Plt Sekda Pemerintah Kota Bandar Lampung Ir. Tole Dailami, Ketua Pengadilan Negeri Bandar Lampung di Wakili Oleh Hakim Hendro Wicaksono, SH.,MH, Danlanal Lampung di wakili Mayor laut (p) Bambang Asproga Lanal Lampung, Kepala Bea Cukai Lampung di wakili Kepala seksi penindakan dan penyidikan Fobby T, Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung Dra. Makmur, M. Ag, Danlanud di wakili Pjs Kadis Log Lanud M. Bunyamin Kapten ( Tek ) Sopyan, Kepala pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung Syamsul R, Kasat Pol PP Kota Bandar Lampung bpk Suhardi Syamsi, GM Pelindo dan Kepala KSOP Kelas 1 Panjang. [Sur]

Kamis, 28 Oktober 2021

Terkuak! Surat AMPK Munculkan Transparansi Proyek Bronjong Di Pulau Pasaran


Bandar Lampung - Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (LSM AMPK) Provinsi Lampung, kembali menyurati BPBD Provinsi Lampung terkait proyek bronjong milik BPBD yang berlokasi di Pulau Pasaran, kelurahan Kota Karang, kecamatan Teluk Betung Timur, kota Bandar Lampung, pada Kamis (28/10/2021).

Proyek bronjong milik BPBD itu secara fungsi merupakan proyek untuk penanggulangan bencana, yang manfaatnya bersinggungan langsung terhadap masyarakat luas.

Pada pemberitaan sebelumnya, diketahui bahwa pihak ketiga proyek tersebut adalah PT. Raja Mandala, namun setelah LSM AMPK mengirimkan surat atas temuannya dilapangan pada proyek bronjong itu ternyata munculah pihak ketiga yang mengerjakan proyek bronjong itu adalah PT. Dwi Baskoro. Dan ternyata PT. RAJA Mandala hanya sebagai subkon material dan tenaga kerja.

Hal itu diketahui setelah adanya pemasangan plang proyek pasca surat pertama LSM AMPK ke BPBD Provinsi Lampung pada (16/10/2021).

Hingga kini proyek bronjong di Pulau Pasaran itu sudah berjalan sesuai standar pengerjaan proyek, atas edukasi yang disampaikan oleh LSM AMPK pada BPBD Provinsi Lampung.

Namun menilik pada tenggat waktu proyek tersebut, menurut Indra Bangsawan selaku Koordinator LSM AMPK, waktu memulai pengerjaannya tidak sesuai dengan plang proyek yang tertera.

"Dalam plang proyek itu tertera nilai kontrak sebesar Rp. 2.332.787.168 dan jangka waktu selama 110 hari," kata Indra Bangsawan.

"Dalam plang itu juga, jangka waktu pengerjaan proyek disebutkan dimulai pada tanggal 13 September, namun fakta dilapangan pengerjaan proyek bronjong di Pulau Pasaran itu dimulainya pada pertengahan bulan Oktober ini," ungkap Indra.

Masih menurut Indra, "Kami dari AMPK, disini hanya menjalankan peranan kami sebagai lembaga yakni kontrol sosial. Yang kami khawatirkan pengerjaan proyek tersebut tidak maksimal mengingat waktu pengerjaannya saja sudah mundur hampir satu bulan," pungkas Indra. 

"Sehingga pada hari ini (28/10/2021), kami dari AMPK kembali mengirimkan surat kepada BPBD Provinsi Lampung, untuk bisa memperhatikan proyek bronjong tersebut sehingga hasilnya juga akan sesuai dengan harapan masyarakat," kata Indra.

Diwaktu bersamaan, surat dari AMPK itu diterima oleh Yulius bagian Kepegawaian BPBD Provinsi Lampung.

Dalam keterangannya Yulius menyampaikan, "Surat dari LSM AMPK sudah kami terima, dan nanti akan kita sampaikan pada yang berwenang menanganinya. Saya adalah Staf Bagian Kepegawaian, dan masalah proyek bronjong itu yang berhak menjawabnya adalah bagian Kesekretariatan. Namun saat ini Sekretaris dan Pejabat yang lainnya sedang dinas luar (Bandung), diperkirakan pulang jumat," kata Yulius.

"Jika mau bertemu langsung sama Sekretaris silahkan datang aja hari Seninnya," ucap Yulius. [Sur]

Senin, 18 Oktober 2021

AMPK Surati BPBD Provinsi Lampung Terkait Proyek Bronjong


Bandar Lampung -
Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Pemberantas Korupsi (LSM AMPK) Lampung, menyurati BPBD Provinsi Lampung pada Senin (18/10/2021).

Surat yang dilayangkan oleh LSM AMPK itu berisikan pemberitahuan untuk penundaan pelaksanaan pekerjaan bronjong di Pulau Pasaran, kelurahan Kota Karang, kecamatan Teluk Betung Timur yang diduga syarat dengan KKN dalam pekerjaan itu.

Dari keterangan Koordinator LSM AMPK Indra Bangsawan menyebutkan hasil investigasi dilapangan didapati adanya tindak pidana korupsi 

"Pelaksanaan proyek bronjong yang ada di Pulau Pasaran Kota Karang tidak transparan," ujar Indra. 

Lebih Lanjut Indra menjelaskan, "Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya pemasangan Plang Proyek (berapa nilainya, berapa ukurannya, berapa lama waktu pelaksanaannya, dan semua tidak jelas)," kata koordinator AMPK kepada awak media Garis Komando.

Masih menurut Indra Bangsawan bahwa dalam pekerjaan bronjong itu juga terindikasi terdapat KKN yang dibuktikan dengan adanya monopoli oleh oknum anggota Polri yang melakukan subkon material pekerjaan itu.

"Pengerjaan proyek bronjong itu di monopoli oleh AP," kata Indra.

"AP itu adalah anggota Polri dan saat ini dia juga merupakan Ajudan Bupati Pesawaran serta menjabat sebagai Kepala Divisi Humas PT. Raja Mandala" ucap Indra.

Indra menambahkan, "AP juga yang melakukan subkon proyek bronjong, baik berupa batu, solar maupun pasir," pungkasnya.

"Atas temuan dan hasil investigasi AMPK dilapangan itulah, maka kami menyurati prihal pemberitahuan kepada Kepala BPBD Provinsi Lampung yang punya hajat pekerjaan bronjong tersebut dan diterima oleh Deswana selaku Kasubag Umum BPBD Provinsi Lampung," tutup Indra. [Sur]