Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laut. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2022

Ditpolairud Polda Banten Jelaskan Penyebab Jatuhnya Truk ke Laut di Pelabuhan Merak


GK, Merak - Telah terjadi Laka Laut mobil jatuh ke laut di Dermaga 5 Pelabuhan Merak pada Rabu (28/12) sekitar pukul 22.35 Wib.

Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom membenarkan peristiwa tersebut. 

“Betul telah terjadi kecelakaan satu unit kendaraan Truk Fuso muatan semen dengan Nopol:BE-8580-HMD  jatuh kedalam laut saat proses muat kedalam kapal KMP Labitra Karina sekitar pukul 22.35 Wib,” ucap Gultom.

Dalam hal ini Gultom menjelaskan kronologis kejadian jatuhnya truk saat proses muat kedalam kapal KMP Labitra Karina. 

“Pada saat mobil Truk Fuso akan naik ke atas kapal KMP Labitra Karina, dikarenakan cuaca buruk angin dan ombak tinggi di sekitar dermaga 5 sehingga mengakibatkan kondisi kapal tidak stabil dan akhirnya mobil truk yang masih berada di ramp door jatuh kesebelah kanan dermaga. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena sopir truk sudah terlebih dahulu keluar dari ruang kemudi sebelum proses evakuasi berlangsung,” ucap Gultom.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Cilegon Kompol Andi Suherman mengungkapkan bahwa peristiwa jatunya truck ke laut ini sudah disepakati bersama untuk mencegah kerusakan ramp door. 

“Peristiwa truk yang hendak masuk ke kapal mengalami patah as roda dan menyangkut di ramp door kapal. Kami sudah sepakat dengan pihak terkait bahwa kejadian tersebut semata-mata disebabkan karena patas as di posisi ramp door,” terang Andi saat ditemui pada Kamis (29/12) pukul 01.00 Wib.

Kemudian kami dari pihak kepolisian tentunya melakukan pengecekan dan pendalaman terkait dengan kejadian tersebut. 

“Perlu kami sampaikan bahwa pihak-pihak yang berkepentingan sudah melakukan kesepakatan dan sudah di sepakati bersama. Kami dari pihak kepolisian melakukan sebagaimana mestinya untuk meluruskan agar tidak ada kesalapahaman. Ini sudah disepakati bersama dan tidak ada lagi saling klaim mengklaim,” tutup Andi. [Rls/Icha]

Minggu, 25 Desember 2022

Personel Ditpolairud Polda Banten Lakukan Penyelaman Evakuasi Kendaraan yang Terjatuh ke Laut


GK, Merak - Telah terjadi Laka Laut yang menyebabkan terjatuhnya 1 Mobil jenis berwarna Silver terjatuh ke laut yang sedang melintas menuju kapal yang terjadi pada Jumat (23/12) sekitar pukul 22.00 Wib di Pelabuhan Merak, evakuasi dilaksanakan pada Sabtu (24/12) pagi. 

Personel Ditpolairud Polda Banten bersama team evakuasi lain nya melakukan penyelaman di dermaga 2, sementara itu korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon untuk penanganan lebih lanjut terkait kondisi yang telah dialami. 

Dirpolairud Polda Banten Kombes pol Giuseppe Reinhard Gultom mengatakan. 

“Iya, Betul pada Sabtu (24/12) pagi  personel bersama team evakuasi lainnya melaksanakan penyelaman di dermaga untuk menindak lanjuti proses evakuasi yang terjadi semalam, kami harap tidak ada lagi kejadian laka tersebut, dan kami pastikan semua dalam keadaan aman terkendali,” kata Gultom. 

Terakhir, personel Ditpolairud Polda Banten memastikan situasi dan keadaan aman terkendali. "Berharap agar tidak ada lagi korban yang mengalami kejadian yang tidak di inginkan," tutup Gultom. [Rls]

Sabtu, 24 Desember 2022

Ini Sosok Polisi Ditpolairud Polda Banten yang Heroik Bantu Korban Laka Mobil Jatuh ke Laut di Merak


GK, Merak - Aksi Heroik Personel Ditpolairud Polda Banten membantu selamatkan korban Laka laut mobil jatuh di Dermaga 2 Pelabuhan Merak pada Jumat (23/12) sekitar pukul 22.00 Wib.

Personel Ditpolairud tersebut ialah Bripka Atur, Bripka Hasanudin, Bripka Abdul Waris, dan Bripda Eris serta dibantu Basarnas.

Dalam hal ini Bripka Hasanudin membenarkan kejadian tersebut bahwa telah membantu selamatkan korban Laka laut mobil jatuh. "Betul kami bersama tim Basarnas berhasil menyelamatkan korban Laka laut mobil jatuh di Dermaga 2 Pelabuhan Merak," ucap Hasanudin.

Hasanudin menuturkan bahwa dirinya mendapatkan informasi bahwa terdapat mobil yang terjatuh kedalam laut. "Awal mula kita mendapatkan laporan dari pospam dan setalah mendapatkan informasi bahwa ada mobil yang tercebur ke laut kita reflek sebagai manusiawi langsung turun ke laut untuk menolong korban," jelas Hasanudin.

Dalam hal ini Hasanudin menjelaskan peralatan yang dibawa saat melakukan evakuasi. "Dalam melakukan evakuasi kami membawa lifes jaket dan tali, serta anggota lain membawa handuk," tutur Hasanudin.

Hasanudin menjelaskan kendala yang dihadapi saat pelaksanaan evaluasi. "Jadi pada saat evakuasi memang kita terkendala dengan cuaca dan ombak laut yang lumayan kencang," tambah Hasanudin.

Pada saat penyelamatan korban kendaraan belum sepenuhnya tenggelam, "Jadi pada saat itu posisi mobil masih di permukaan air dan masih mengambang," tambah Hasanudin.

Terakhir Hasanudin mengatakan korban selanjutnya dibawa ke Rs. Krakatau Medika Cilegon. "Setelah dilakukan penyelamatan dilaut kemudian korban kami bawa menuju ke RS. Krakatau Medika Cilegon dengan menggunakan kendaraan dinas milik Ditpolairud Polda Banten untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," tutup Hasanudin [Icha/rls]

Selasa, 14 Desember 2021

Ketua DPR RI: "Menjaga Laut adalah Kerja Penting Bagi Kedaulatan NKRI!"


JAKARTA -  "Kekayaan laut Indonesia sangat besar, sektor ekonomi kelautan meliputi kegiatan ekonomi kelautan termasuk penangkapan ikan, energi terbarukan, eksplorasi mineral, dan pariwisata pesisir yang merupakan karunia sebagai sumber pertumbuhan, inovasi, dan penciptaan lapangan kerja bersama bagi penduduk di wilayah pesisir," ungkap Gusman Siswandi dari Pusat Studi Hukum Laut Unpad, mengutip isi deklarasi ekonomi IORA 2014 di Perth. Ia menyampaikan pernyataannya dalam sebuah webinar bertajuk Memaknai Peringatan Nasional Hari Nusantara Dalam Konteks Wawasan Nusantara yang digelar semalam (13/12).

Dalam kesempatan terpisahn, hal senada juga disampaikan sejarawan maritim UI Prof. Susanto Zuhdi.

"Jadikan potensi kawasan pesisir sebagai modal membangun perekonomian sekaligus untuk memperkuat pertahanan negara di kawasan ini," sarannya.

Sementara itu Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda yang melihat perairan di wilayahnya yang kaya kerap menjadi potensi konflik antar negara, mengimbau pemerintah bisa menjaga dengan membangun kawasan perairan tersebut sebagai bagian dari upaya mencapai visi Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Mari kita jaga laut indonesia, jangan biarkan dimanfaakan negara lain untuk memasukkan kepentingan-kepentingan mereka di laut kita," ucap Rodhial Huda.

Ketua DPR RI Puan Maharani juga berkali-kali dibuat geram dengan kapal-kapal Tiongkok yang menakuti nelayan Natuna dengan kapal perang memasuki ZEE Indonesia, bahkan memprotes pengeboran rig di lepas pantai Natuna, perairan di selatan laut China.

Di Hari Nusantara kemarin, Puan menyatakan lagi imbauannya untuk mengaja kesatuan dan memperkuat pertahanan negara dengan memberi perhatian besar pada wilayah perairan Indonesia. 

"Menjaga laut itu merupakan kerja penting yang bisa dilakukan bersama untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Kita tidak bisa hanya berdiam diri dan harus tegas, laut kita sangat kaya, ayo jaga dan pertahankan bersama,” tegas Puan Maharani, Senin (13/12/2021). [Red]

Senin, 22 November 2021

Jaga Potensi Laut, Babinsa Komsos Bersama Nelayan di Kelurahan Sukaraja



BANDAR LAMPUNG — Untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat, upaya membangun Komunikasi Sosial (Komsos) dengan warga wilayah binaan terus dilakukan Babinsa. 

Seperti dilakukan oleh Serka Wardiono anggota Koramil 02 Teluk Betung Selatan (TBS) Kodim 0410/KBL yang melaksanakan Komsos bersama nelayan Kelurahan Sukaraja Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, pada Senin (22/11).

Serka Wardiono menceritakan, apa yang dilakukanya sebagai bentuk kepedulian dan cara seorang Babinsa dalam membangun hubungan emosional dengan warga wilayah binaan.

“Komsos yang saya lakukan ini bertujuan untuk memberikan sentuhan moril, guna memotivasi nelayan agar bersama-sama menjaga kelestarian laut sebagai mata pencarian para nelayan. Dengan tidak melaksanakan tindakan-tindakan yang dilarang, seperti mencari ikan dengan pukat harimau dan bom ikan, yang dapat merusak terumbu karang dan potensi ikan di laut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sebagai prajurit TNI yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa), dirinya selalu hadir di tengah masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan untuk membangun kebersamaan dalam menciptakan ketahanan wilayah yang kuat, ujarnya.

"Sebagai ujung tombak Satuan Komando Kewilayahan, seorang Babinsa wajib memiliki kemampuan komunikasi sosial dengan seluruh komponen masyarakat di wilayah binaanya, sehingga melalui komunikasi tersebut Babinsa dapat mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam perencanaan, penyiapan dan apa yang diinginkan oleh pemerintah sebagai program unggulan, untuk mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Disamping itu, Babinsa juga mensosialisasikan protokol kesehatan dan vaksinasi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan dalam melindungi diri, keluarga maupun orang sekitarnya.

“Kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker apabila kegiatan di luar rumah dan selalu mencuci tangan dengan sabun sesudah dan sebelum beraktivitas untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. [Sur]

Minggu, 17 Oktober 2021

Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Tegaskan Tanggung Jawab Perusahaan Pulihkan Terumbu Karang


JAKARTA -
(17/10) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melakukan pemantauan langsung terhadap kapal ferry yang kandas di Gosong Gili Kapal, perairan Selat Alas bagian utara, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Kandasnya kapal tersebut mengakibatkan terumbu karang hancur, pecah-pecah, dan patah karena tertabrak kapal. Luasan area yang ditemukan pecahan/patahan karang segar kurang lebih mencapai 19 are atau 38 meter x 50 meter.

Diantara pecahan karang tersebut terdapat serpihan lapisan badan kapal. Ujung baling-baling kapal dan pelindungnya ditemukan dalam kondisi bengkok. Di sekitar lokasi kandas kapal tidak ditemukan sarana bantu navigasi mercusuar. Tipe karang umumnya berupa karang cabang (hard coral branching) dan sebagian karang massif.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari sangat menyayangkan kejadian tersebut dan menginstruksikan jajarannya untuk tetap melakukan perlindungan dan pelestarian ekosistem terumbu karang mengingat keberadaannya yang sangat penting bagi lingkungan pesisir dan laut serta bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

“Perusahaan pemilik kapal harus bertanggung jawab baik secara sosial maupun ekonomi untuk memulihkan kondisi terumbu karang akibat kapalnya yang kandas. Terumbu karang yang sehat ini menjadi habitat berbagai biota laut untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan manfaat ekonomi, kesejahteraan bagi masyarakat pesisir. Karena terumbu karang rusak maka fungsi-fungsi tersebut akhirnya hilang,” tegas Tari.

Tari mengharapkan instansi terkait, khususnya Kementerian Perhubungan dapat membangun sarana navigasi mercusuar di pulau-pulau kecil yang rawan terjadi kecelakan kapal. KKP siap mendukung upaya bersama para pihak untuk melindungi dan melestarikan ekosistem terumbu karang di wilayah kerja Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

“KKP tentunya siap. BPSPL Denpasar punya peralatan selam, personil penyelam bersertifikat dan terlatih dalam melakukan upaya-upaya pemulihan terumbu karang,” imbuhnya.


Lebih lanjut Tari juga menjelaskan pihaknya melalui BPSPL Denpasar memastikan upaya konservasi sumber daya ikan terlaksana sesuai dengan perintah Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Sementara itu, Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso menerangkan KMP Permata Lestari II yang kandas tersebut adalah milik perusahaan PT. Atosim Lampung Pelayaran yang melayani penyeberangan dari/ke Pelabuhan Pototano di Sumbawa ke/dari Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.

“Kapal ini kandas pada pada Senin (4/10/2021) sekitar pukul 23.30 WITA di koordinat 116.753055° Bujur Timur 8.446920° Lintang Selatan. Tidak ada korban jiwa, namun seluruh kendaraan berupa 1 unit kendaraan tronton, 6 unit kendaraan kecil, 6 unit kendaraan truk sedang, dan 7 unit kendaraan roda dua hingga saat ini masih berada di dalam kapal,” terang Yudi.

Yudi juga menegaskan tim di lapangan telah berhasil mengumpulkan dokumentasi kondisi kapal dari udara dan kondisi terumbu karang dengan penyelaman. Berdasarkan dokumentasi ini diketahui bahwa kapal kandas tepat di atas tubir yang terdapat banyak terumbu karang hidup. 

Pengamatan dilakukan bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (POOKMASWAS) Petrando dan Komunitas Penyelam Nusa Tenggara Barat (Kapela NTB) dengan menggunakan kapal cepat berkekuatan 40 PK bertolak dari Dermaga Gili Lampu, Sambelia, Lombok Timur. Tim dilengkapi peralatan pesawat tanpa awak (drone), peralatan selam dan kamera bawah laut.

“Kecelakaan kapal yang menabrak karang sangat merugikan. Selain sumber daya terumbu karang rusak, ini juga menganggu kegiatan perikanan dan pariwisata bahari di sekitar lokasi mengingat lokasi kapal kandas masuk dalam kawasan wisata bahari Gili Lampu yang terdiri dari Gili Petagan, Gili Bidara, dan Gili Kondo, serta Gosong Gili Kapal. Kawasan ini berdampingan dengan Kawasan Konservasi Perairan, Taman Wisata Perairan Gili Sulat Lawang, Lombok Timur. Oleh karena itu, rehabilitasi karang harus segera dilakukan sesuai mekanisme perundangan yang berlaku dan bagi yang melanggar dikenakan sanksi sesuai ketentuan,” tegasnya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa laut dan terumbu karang tidak dapat dipisahkan karena laut dan terumbu karang saling berkesinambungan dan dapat menopang kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, menjaga dan melestarikan ekosistem laut menjadi komitmen dan tanggung jawab bersama. [Sur]