Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2024

Kisah Regina Catar Akpol asal Lampung, Dua Kali Gagal Kini Ranking 1: Ingin Mengabdi ke Orang Kecil karena Berangkat dari Orang Kecil


GK, SEMARANG
– Dua kali tak lolos seleksi masuk Akademi Kepolisian (Akpol) tak membuat Regina Anugerahanni Rosari alias Regina patah arang. Introspeksi diri, berbuat baik ke semua orang hingga semangat dari keluarga dan lingkungan membuatnya kembali mengikuti seleksi Calon Taruna Akpol tahun 2024 ini. 


Berangkat dari semangat-semangat itu, Regin jadi satu-satunya Calon Taruni Akpol dari Lampung yang ikut seleksi tingkat pusat. Di tingkat Polda Lampung, Regina ranking 1. Sebelumnya berturut-turut, dia ikut tes tahun 2022 dan 2023, namun gagal. Seleksi tahun ini, Regina berharap bisa lolos sebab merupakan tahun kesempatan terakhirnya mengikuti seleksi. 

“Tahun pertama saya gugur di perankingan awal, ranking tiga. Tahun kedua, saya gugur di pantukhir (pemantauan akhir) daerah, ranking dua. Tahun ini Puji Tuhan, saya ranking satu. Karena Lampung, tiap tahun cuma ngirim taruninya (calon taruni) cuma satu,” kata Regina saat diwawancara usai CAT Akademik di Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Kota Semarang, Minggu (14/7/2024). 


Regina berasal dari keluarga sederhana, bukan keluarga kaya. Ayahnya mantan satpam, kini bekerja swasta. Ibunya sampai hari ini berdagang sembako. Dia juga kerap berinteraksi dengan masyarakat di lingkungan, melihat fenomena yang terjadi. Itu yang jadi pendorong kuat Regin mengejar cita-cita untuk lolos jadi Taruni Akpol.

“Saya ingin mengabdi ke masyarakat, mereka yang membutuhkan uluran tangan secara langsung, kehadiran sebagai penegak hukum dan selalu ada buat orang-orang kecil, karena juga berasal dari orang-orang kecil,” lanjutnya. 


Regina merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Kakaknya masuk bintara Polri dan sudah berdinas dari tahun 2020 di Polres Tulang Bawang, Lampung. Regin bersekolah TK – SD di Fransiskus, SMP di Xaverius dan SMA kembali ke Fransiskus. Semuanya di Bandar Lampung. 

“Swasta Katolik semua,” sambung gadis kelahiran Bandar Lampung 19 Oktober 2003 itu. 


Rangkaian tes, sebutnya, ayah dan ibu menemaninya. Namun, kemarin ayahnya sudah kembali ke Lampung karena harus kembali bekerja. Pada hari Minggu ini, ibunya menemani Regina menjalani tes. 

“Tapi saya nggak bisa ketemu juga, kemarin sempet liat-liatan aja gitu,” lanjutnya. 


Regina juga menyebut keinginannya masuk Akpol karena pertama belum ada keluarganya yang masuk, kemudian ingin pekerjaan dengan karir yang jelas sekaligus ada pengabdian ke masyarakat.  


“Persiapannya, lebih banyak les, belajarnya lebih giat, juga intropseksi diri ternyata ada banyak aspek yang perlu diperhatikan di luar belajar. Latihan, sikap kita ke orang gimana. Bahwa, kita nggak tahu doa siapa yang bakal terkabul, jadi kita mesti berbuat baik ke orang lain,” tandasnya.


Regina adalah satu di antara 492 Calon Taruna – Taruni Akpol yang saat ini sedang mengikuti serangkaian tes tingkat pusat. Hari ini, mereka mengikuti Computer Assisted Test (CAT) Akademik dan Asesmen Mental Ideologi,[Feby]

Kamis, 22 Februari 2024

Kapolri Beri Pin Emas Kepada Pengasuh dan Taruna Berprestasi


GK, SEMARANG
- Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan Pin Emas kepada Komandan Resimen Taruna dan Siswa Akademi Kepolisian Kombes Pol Suharjimantoro, S,IK.,M.H. dan beberapa pengasuh serta Taruna Akpol yang berprestasi. 


Gubernur Akademi Kepolisian Irjen. Pol. Krisno Halomoan Siregar S,IK.,M.H. membacakam Surat Keputusan Kapolri tentang pemberian penghargaan Pin Emas Kapolri tersebut. Pembacaan surat keputusan dilakukan dalam Upacara Bendera Bulanan Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian, Rabu (21/2/24).


Penghargaan Pin Emas disematkan langsung oleh Gubernur Akpol kepada perwakilan penerima penghargaan. Adapun penghargaan Kapolri ini diraih sebagai bentuk reward atas prestasi-prestasi yang diraih oleh Tim Taruna Akademi Kepolisian sebagai Juara ke 1 kompetisi sains Youth International Science Fair di Bali Tahun 2023, Juara Ke-1 kompetisi karya ilmiah di Korean National Police University Tahun 2023, dan Juara ke-1 The 10th Sessiona Of The UNCAC Conference of The States Parties di Atlanta, Amerika Serikat.


Prestasi-prestasi yang di raih ini di harapkan dapat memotivasi para pengasuh dan Taruna Akpol dalam menorehkan prestasi-prestasi lainnya di kancah internasional yang dapat meningkatkan nama harum Polri dan Bangsa Indonesia di kancah Internasional.


Adapun pengasuh dan Akpol yang turut mendapatkan antara lain :

1.Wadanmentarsis, AKBP Asep Mauludin,S.IK.,M.H.;

2.Danyontar Tingkat 4, AKBP M Roshid Ridho, S.IK ;

3.Danyontar Tingkat 3, AKBP Setiadi, SH.,S.IK.,M.H.;

4.Wadanyontar TK 3, Kompol Hadi Handoko, SH.,S.IK;

5.Ipda Siagian Cindy Sabatini, S.Trk;

6.Brigtar Ni Putu Ayu Ratna Dewi;

7.Brigtar M Ilham Akbar;

8.Brigtar M Khalifah Nasif;

9.Brigtar Prima Adnan;

10.Brigtar M Fajri Hidayat;

11.Brigtar Fahmi Adi

12.Brigtar Helena Fiorentina

13.BST Althafandhika

14.BST Prasna Daniswara,[Red]

Rabu, 15 November 2023

Kompolnas Apresiasi Berbagai Inovasi Polrestabes Semarang dan Polresta Surakarta


GK, Semarang - Kompolnas mengapresiasi Polrestabes Semarang Polda Jawa Tengah atas penerapan pola pengamanan berbasis digital. Hal itu disampaikan saat Kompolnas melakukan kunjungan kerja ke Polda Jawa Tengah pada 13-14 November 2023.

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Tim Kerja Kompolnas Irjen. Pol. (Purn) Drs. Pudji Hartanto Iskandar dan didampingi anggota Kompolnas H. Mohammad Dawam. Kemudian, diterima oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen. Pol. Abiyoso Seno Aji, S.I.K. dan PJU, serta Kapolrestabes Semarang, Kombes. Pol. Irwan Anwar, S.I.K., S.H., M.Hum.

Kapolrestabes Semarang pun memulai pertemuan dengan memaparkan penggunaan sistem digitalisasi dalam rangka meminimalisir tindakan kriminalitas di Kota Semarang. Kemudian, Ketua Tim Kerja Kompolnas memandang, inovasi yang dibuat oleh Polrestabes Semarang adalah role model Polri yang bagus untuk penegakan hukum berbasis scientific. 

“Hal ini sangat positif dan perlu dikembangkan role model penegakan hukum berbasis IT ini sebagai aplikasi Program LIBAS (Polisi Hebat Semarang) Polrestabes Semarang dengan kerjasama yang terbangun antara masyarakat, Pemerintah Kota dan Polri dalam pemasangan CCTV sampai pada gang-gang terkecil diseluruh wilayah hukum Polrestabes Semarang,” jelasnya, Selasa (14/11/23). 

Tak hanya Polrestabes Semarang, Kompolnas juga melakukan kunjungan ke Polresta Surakarta yang diterima Kapolresta, Kombes Pol. Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si dan PJU. Saat kunjungan itu, Kompolnas mendapat paparan persiapan pengamanan Pemilu 2024. 

Anggota Kompolnas Mohammad Dawam menambahkan, seluruh anggota Polri harus terus meningkatkan kualitas profesionalitas dan netralitas sebagaimana perintah dan arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. 

Di sisi lain, ia memandang inovasi positif jajaran Polres di Jawa Tengah dalam memastikan Kamtibmas dan Penegakan Hukum melalui Aplikasi Digital perlu diapresiasi. Ia menekankan, inovasi menjadi hal penting yang harus dilakukan jajaran Polri.

“Ini hal baik, inovasi dengan membangun semacam Rumah Deradikalisasi Napiter di Kota Surakarta maupun di Karanganyar ataupun Rumah Edukasi Bahaya Narkoba dengan bentuk  kerja sama bersama BNPT, Pemerintah Daerah dan semua pihak terkait,” ungkapnya.[Feby]

Kamis, 12 Oktober 2023

Kunjungan Silaturahmi Tim ONCS di Kediaman Habib Umar, Upaya Cooling System Bersama Ulama


GK, KOTA SEMARANG - Sebagai upaya menjaga kondusifitas Sitkamtibmas jelang Pemilu 2024, Tim Operasi Nusantara Cooling System (ONCS) mengunjungi kediaman Habib Umar Al-Mutohar di Gunungpati, Kota Semarang pada hari Selasa, 10 Oktober 2023 siang.

Tim tersebut dipimpin oleh Brigjen Pol M. Rudy Syafrudin S.I.K., M.H. yang didampingi oleh Dirbinmas Polda Jateng Kombes Pol Lafri Prasetyono, S.I.K., M.H. beserta staf dan Kapolsek serta Danramil Gunungpati.

Hal ini disampaikan Dirbinmas selain sebagai bentuk silaturahmi, upaya Cooling System disebut sangat diperlukan untuk mengeliminir terjadinya potensi konflik sosial menjelang Pemilu 2024 melalui keterangan tertulis pada Kamis, (12/10/2023)

"Seperti isu-isu provokatif berlatar belakang SARA, baik terjadi di tengah-tengah masyarakat,"tuturnya.

Para tokoh agama dan masyarakat dianggap memiliki peran penting dalam upaya Cooling System di tengah masyarakat.

"Untuk itu, kami juga memohon kepada Habib Umar Al-Muthohar apabila melaksanakan dakwah/tausiyah kepada jamaah untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman serta kondusif," lanjutnya

Dirinya berharap meski berbeda pilihan dan pendapat dalam Pemilu 2024, persatuan dan kesatuan ditengah masyarakat harus tetap diutamakan. Pesan-pesan inilah yang diharapkan sampai pada masyarakat agar pesta demokrasi dapat berjalan aman dan lancar.

"Kita juga memohon kepada Habib Umar Al-Muthohar untuk menyampaikan kepada jamaah dalam menghadapi Pemilu 2024 untuk tetap menghormati perbedaan pendapat dan pilihan dalam Pemilu 2024," tandasnya.[Feby]

Senin, 31 Oktober 2022

Pesan Kapolri Kepada 1.028 Taruna: Sinergisitas TNI-Polri akan Menjamin Stabilitas Keamanan dan Politik


GK, MAGELANG - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri upacara Wisuda Prabhatar Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2022 di Magelang, Jawa Tengah, Senin (31/11/2022). 

Wisuda kali ini diikuti 1.028 Taruna terdiri dari 379 Pratar Akmil, 250 Pratar AAL, 149 Pratar AAU dan 250 Bhatar Akpol. Mereka telah berhasil menyelesaikan Program Pendidikan Dasar Integratif Kemitraan Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian dengan baik.

"Saya ucapkan selamat kepada 1.028 Taruna yang merupakan pemuda-pemudi calon pimpinan bangsa masa depan," kata Sigit dalam sambutannya. 

Menurut Sigit, keberhasilan tersebut harus menjadi pemacu semangat bagi seluruh Taruna, karena perjalanan kedepan masih panjang. Dimana setiap orang masih berpeluang untuk menjadi juara. 

Oleh sebab itu, Sigit meminta mereka untuk terus berlatih dan jangan menyerah sebagaimana perkataan dari petinju legendaris Muhammad Ali bahwa, “I hated every minute of training, but I said don’t quit, suffer now and live the rest of your life as a champion” (Saya benci setiap menit dalam berlatih, tapi saya berkata jangan menyerah, menderitalah sekarang dan nikmati sisa hidupmu sebagai juara). 

"Hal tersebut sangat penting agar kelak nantinya para Taruna dapat menjadi perwira-perwira muda 
yang mampu berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan bangsa di masa depan," ungkap mantan Kabareskrim Polri itu. 

Sigit mengungkapkan, para Taruna perlu mengetahui bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks baik dalam pada tataran global, regional, maupun nasional.

Penyelesaian berbagai tantangan tersebut kata dia merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, terutama TNI-Polri sebagai garda terdepan penjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Melihat hal tersebut, maka tentunya sinergisitas dan soliditas TNI-Polri harus terus diperkokoh. Apabila 
sinergisitas dan soliditas TNI-Polri kokoh, maka tentunya juga dapat menjamin stabilitas 
keamanan dan politik.

"Hal tersebut sejalan dengan penyampaian Presiden Joko Widodo bahwa, “Kalau dilihat Polri solid, kemudian bergandengan dengan TNI solid, saya memberikan jaminan, stabilitas keamanan kita, stabilitas politik kita pasti akan baik," tegasnya.

Dikatakan Sigit, sebagai langkah untuk memupuk soliditas dan sinergisitas TNI-Polri sejak dini, maka TNI dan Polri telah membuat nota kesepahaman untuk menyelenggarakan Pendidikan Dasar Integratif Kemitraan Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian.

Oleh sebab itu, mantan Kadiv Propam Polri itu  berpesan kepada para Taruna agar terus meningkatkan soliditas dan sinergisitas yang telah terjalin selama menempuh pendidikan dasar integrasi. 

Sehingga diharapkan pada tahun 2026 ketika rekan-rekan menyelesaikan pendidikan maka akan lahir sosok-sosok perwira TNI-Polri yang mampu berjuang bersama dalam rangka mempererat kebhinekaan guna mewujudkan Indonesia Maju.

Lebih jauh Sigit mengungkapkan bahwa  para Taruna memiliki peran yang sangat penting dalam rangka mewujudkan Indonesia Maju yang kita cita-citakan bersama. Pada tahun 2030 sampai 2035 ketika bangsa kita akan memetik manfaat dari momen bonus demografi, rekan-rekan sudah menyandang pangkat Kapten atau AKP sebagai motor organisasi yang memimpin langsung personel di lapangan. 

"Bukan hanya itu, pada tahun 2045 ketika kita berhasil mewujudkan Visi Indonesia Emas, rekan-rekan sudah berpangkat Letkol atau AKBP dan akan menduduki jabatan strategis seperti Kapolres, Dandim serta Danyon yang memimpin personel dalam jumlah besar," tandasnya. 

Melihat berbagai hal tersebut, Sigit berpesan para Taruna tentunya harus terus menempa diri, karena salah satu kunci utama guna memetik manfaat dari bonus demografi dan mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 adalah dukungan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. 

Sigit memahami menempuh pendidikan sebagai seorang Taruna bukanlah perjalanan yang mudah. Dibutuhkan semangat dan pengorbanan dalam menempuh pendidikan sehingga dapat menjadi perwira tangguh dan memiliki resiliensi yang tinggi untuk bertahan menghadapi segala tantangan.

"Oleh karena itu, saya berpesan kepada para Taruna sekalian agar terus mengasah 3 kompetensi, meliputi kompetensi teknis, leadership dan etika, serta latihlah diri untuk menerapkan Servant Leadership yaitu pemimpin teladan yang menempatkan anggota maupun masyarakat sebagai prioritas utama. Selain itu, 
jangan lupa juga untuk terus membiasakan berbuat baik dalam keseharian, sehingga nantinya para Taruna memiliki sifat pribadi yang unggul," ungkapnya.

Lebih lanjut Sigit meminta para Taruna terus mengasah berbagai hal tersebut. Dia yakin para Taruna kelak akan menjadi perwira yang berkarakter karena memiliki kompetensi, kepemimpinan dan sifat pribadi yang unggul. Ibarat sebuah patung yang melalui proses pemahatan yang panjang agar menjadi mahakarya yang indah. Para Taruna juga harus melalui proses pendidikan yang berat agar menjadi sosok perwira yang kehadirannya selalu diharapkan, karena dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Diakhir sambutannya, mantan Kapolda Banten itu menitipkan masa depan bangsa Indonesia dipundak para Taruna. Manfaatkan setiap waktu dengan sebaik-baiknya untuk terus belajar sebagaimana perkataan dari Mahatma Gandi bahwa, “Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever.” (Hiduplah seolah-olah anda akan mati besok dan belajarlah seolah-olah anda akan hidup selamanya). [Icha] 

Kamis, 12 Mei 2022

Mucikari Selebgram TE Dituntut 10 Bulan Penjara


GarisKomando - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang Achmad Riyadi menuntut Junaidi Bobby 10 bulan penjara. Terdakwa Bobby terbukti melanggar pasal 296 KUHP tentang mucikari.

Selain tuntutan itu, ia juga menuntut alat bukti berupa alat kontrasepsi yang dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan alat bukti lain berupa uang tunai senilai Rp 13 juta dikembalikan kepada terdakwa Bobby.

“Meminta majelis hakim untuk mengadili terdakwa Junaidi Bobby dihukum pidana penjara selama 10 bulan dikurangi masa hukuman yang telah dijalani,” katanya dalam sidang agenda tuntutan di ruang sidang Kusumah Atmaja Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (11/5).

Sementara itu, kuasa hukum Bobby, Teguh Wahyudin tak sependapat dengan tuntutan jaksa. Sebab, dalam pasal yang didakwakan sebelumnya yakni pasal pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Perdagangan Orang tidak pas.

Teguh mengungkapkan jika para korban yakni selebgram TE dan WNA asal Brasil, FDB, tidak melakukan pekerjaan ini secara terpaksa. Sehingga tidak termasuk kategori perdagangan orang.

Meski tergolong tuntutannya rendah, namun ia masih akan memperjuangkan keadilan untuk kliennya. Dalam sidang berikutnya yang bakal digelar pada Rabu (18/5), Teguh akan menyampaikan pembelaannya untuk Bobby. “Ya kami mengajukan pledoi atau pembelaan. Kami minta majelis hakim meringankan hukumannya,” ujarnya.

Perlu diketahui, terdakwa Bobby mempekerjakan dua wanita yakni selebgram TE dan WNA asal Brasil, FDB, untuk customer-nya. Mereka melayani dua customer di masing-masing kamar di salah satu hotel di Kota Semarang. Sayangnya, prostitusi ini terendus kepolisian hingga akhirnya mereka berhasil digerebek.

Adapun besaran DP yang diberikan customer yakni Rp 20 juta. Uang tersebut ia berikan kepada TE Rp 5 juta, dan FDB Rp 5 juta. Sisanya dipakai untuk tiket pesawat dan tes antigen.

Dalam kejadian ini, ia tidak menyangka bakal digerebek kepolisian. Saat polisi datang, Bobby saat itu sedang berada di pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran. Selain alat kontrasepsi, juga ditemukan barang bukti berupa uang senilai Rp 13 juta miliknya.

[sumber]

Sabtu, 09 Oktober 2021

Webinar "Digitalisasi Kolaborasi" DPP Apklindo Lampung Dihadiri 50 Peserta dari 7 Kota


GarisKomando.com -
Webinar Digital Kolaborasi Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan yang digelar oleh Dewan Pengurus Provinsi Asosiasi Perusahaan Klining Servis (APKLINDO) Lampung pada hari Sabtu 9 Oktober 2021 dihadiri 50 peserta dari 7 kota Sumatera dan Jawa.

Hal ini disampaikan Ketua DPP Apklindo Lampung Ahmad Apriliandi Passa, "Alhamdulillah kami telah menggelar kegiatan webinar pada hari ini dengan 50 orang peserta yang berasal dari tujuh kota yaitu Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Tanggerang, Semarang dan Kediri."

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Bidang Ekonomi Digital Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Bapak dr. Sutedi, Perwakilan Kadin Lampung Bapak Muslimin, S.E., M.Sc. yang diberi kehormatan untuk memberikan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Pembicara yang dihadirkan pada webinar tersebut antara lain HR Consultant - Denny Sambas dan Co. Founder Autsorz Surya Widjaya.

Para pembicaranya menyampaikan diera yang tengah berkembang pesat diperlukan cara pelayanan yang tepat bagi pelanggan, perusahaan jasa tenaga Kerja sangat perlu untuk memanfaatkan teknologi dalam pelayanan operasionalnya.

Atas terselenggaranya webinar ini perwakilan Apindo Lampung (dr. Sutedi) mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena era digital menuntut perusahaan harus terus beradaptasi dengan kecanggihan teknologi agar dapat terus berkembang.

Kemudian dari Kadin Lampung melalui Muslim juga menyambut baik dan sepakat untuk kegiatan kajian yang di fasilitasi oleh Apklindo ini setuju untuk dapat dilanjutkan apalagi bisnis jasa kebersihan adalah bisnis yang berkembang, menjanjikan dan akan tetap ada.

Pasca acara webinar Ahmad Apriliandi Passa (Ketua DPP Apklindo Lampung) menyampaikan terimakasih kepada Autsorz, APINDO Lampung, KADIN Lampung dan para peserta yang telah berpartisipasi.

Kedepan di bulan November DPP Apklindo Lampung kembali bekerjasama dengan Autsorz akan kembali menyelenggarakan seri webinar tata kelola perusahaan praktis dengan tema yang berbeda dengan mengajak beberapa lembaga/asosiasi baik pemerintah dan masyarakat untuk dapat bekerjasama. [Sur]