Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Universitas Teknokrat Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas Teknokrat Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2022

FRPKB dan KPK Bangun Sinergitas Wujudkan Generasi Antikorupsi


GK, Bandar Lampung - Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) dan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka membangun sinergis sosialisasi publik yang intensif terkait pencegahan korupsi dan membangun karakter generasi bangsa yang antikorupsi.

Penandatanganan dilakukan Ketua FRPKB Prof. Dr. Karomani, M.Si., yang juga rektor Universitas Lampung (Unila), bersama Ketua KPK RI Komisaris Jendral Polisi Firli Bahuri, M.Si., di Gelanggang Mahasiswa Dr. Nasrullah Yusuf Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Senin, 25 April 2022.

Hadir menjadi saksi penandatanganan, rektor Universitas Teknokat Indonesia, rektor UIN Raden Intan Lampung, rektor Malahayati, dan rektor Itera. Acara juga turut disaksikan para rektor anggota FRPKB secara daring, dan dihadiri secara luring direktur Politeknik Lampung, para wakil rektor Unila dan UTI, tokoh Lampung M. Alzier Dianis Thabranie, dan para mahasiswa.

Dalam sambutannya Prof. Karomani menyampaikan, saat ini bangsa Indonesia masih memiliki PR besar dalam pemberantasan korupsi. Berdasarkan data Transparency International, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia saat ini berada di peringkat 96 dari 180 negara dengan skor 38 yang masih jauh di bawah rata-rata IPK global, yakni 43.

Tentu sangat tidak bijaksana jika membebankan permasalahan ini  semata-mata hanya pada KPK, karena korupsi menjadi urusan nasional. “Maka harus ada gerakan nasional untuk mencegah dan memberantasnya, termasuk dari kalangan kampus melalui pendidikan antikorupsi, kampanye antikorupsi, seminar, dan bentuk lainnya,” ujarnya.

Kebijakan KPK yang dituangkan dalam Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) memiliki tiga tujuan yang ternyata sangat sejalan dengan apa yang menjadi tujuan dibentuknya FRPKB.

Fokus program kerja FRPKB melakukan penguatan karakter bangsa yang ditumbuhkembangkan di dunia kampus. Maka kerja sama ini menjadi sangat strategis karena sebagian besar pegawai pemerintahan, lembaga, dan pelaku kepentingan lainnya, adalah alumni-alumni dunia kampus. Sehingga, penanaman karakter akan pentingnya menjauhi sifat koruptif bagi generasi anak bangsa di masa depan adalah suatu yang strategis.

Dengan adanya MoU antara FRPKB dan KPK, Prof. Karomani berharap intensitas sosialisasi dan pendidikan antikorupsi dapat lebih ditingkatkan dan dapat dilakukan secara bersama, khususnya di kampus-kampus anggota FRPKB serta Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

“Kita berharap setelah MoU dibuat dapat segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama untuk universitas yang ada di lingkungan FRPKB yang berjumlah 48 universitas,” katanya.

Setelah melakukan penandatanganan KPK RI, Unila melakukan penandatanganan MoU dengan UTI. Agenda dilanjutkan dengan kuliah umum dengan tema “Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi” oleh Ketua KPK RI, kemudian dialog, ramah tamah, serta buka puasa bersama.

Sementara Komisaris Jendral Polisi Firli Bahuri mengatakan, memberantas korupsi tidak cukup dengan cara penangkapan tetapi setidaknya ada dua hal penting yang dilakukan.

Pertama, pencegahan dengan cara perbaikan sistem. Kedua, dengan cara pendidikan masyarakat supaya orang tidak ingin melakukan korupsi. Kedua cara ini menurutnya yang lebih fundamental sehingga saat ini KPK mengedepankan Trisula Pemberantasan Korupsi, yang salah satunya adalah pendidikan masyarakat.

Pemberantasan korupsi dengan strategi pendidikan masyarakat menjadi penting karena merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan ia yakin bahwa tidak ada yang bisa mengubah dunia, memajukan negara, kecuali melalui pendidikan.

Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Lewat pendidikan, seseorang dapat menanamkan nilai-nilai integritas dan antikorupsi sehingga tidak berkembang menjadi budaya dan peradaban bangsa.

KPK memahami sulit rasanya memberantas korupsi jika tanpa adanya orkestrasi dari seluruh pemangku kepentingan dan dukungan seluruh anak bangsa. “Korupsi bisa diberantas jika kita bersama-sama memainkan peran sesuai dengan tataran, fungsi, dan kewajiban kita masing-masing,” katanya. (Rls)

Senin, 11 Oktober 2021

Komandan Kodim 0410/KBL, Pimpin Acara Tradisi Corp Raport Pindah Satuan


Bandar Lampung - Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes SE.,M.Si.,MM, pimpin acara tradisi corp raport pindah satuan sekaligus pelepasan Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang telah selesai melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Makodim 0410/KBL Jln. Imam Bonjol Kota Bandar Lampung.

Dandim 0410/KBL melalui sambutannya mengatakan, pada hari ini Kodim 0410/KBL kembali menggelar corp raport pindah satuan dilanjutkan dengan tradisi pelepasan karena hari ini salah satu keluarga besar Kodim 0410/KBL mendapatkan tugas dan amanah di wilayah Kodam III/Siliwangi.

"Untuk itu, saya mewakili keluarga besar Kodim 0410/KBL mengucapkan terima kasih kepada Serda Anggi beserta istri atas pengabdiannya di satuan Kodim 0410/KBL dan selamat atas jabatan dan tempat penugasan yang baru, semoga di tempat penugasan yang baru bisa lebih baik dari sebelumnya," tuturnya, Senin (11/10).

Lanjutnya, Dandim juga mengucapkan terimakasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah menyelesaikan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Makodim 0410/KBL.

"Begitu pula kepada adik-adik dari Universitas Teknokrat. Terimakasih sudah bergabung serta ikut mewarnai Kodim 0410/KBL," ujarnya.


Menurutnya, Meski hanya dua bulan melaksanakan PKL keberadaan adik-adik mahasiswa banyak membantu satuan Kodim 0410/KBL.

"Apa yang kalian dapatkan selama PKL di satuan ini, ambil yang baiknya dan tularkan kepada rekan-rekan mahasiwa yang lain. Saya harap hal positif yang didapat bisa menjadi bekal dalam kegiatan kalian selanjutnya," tutup Dandim.

Sementara itu, Serda Anggi Wibowo menyampaikan ucapan terimakasih atas penghargaan yang di berikan Satuan Kodim 0410/KBL kepadanya beserta istri.

"Atas nama pribadi, saya beserta istri mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Komandan Kodim 0410/KBL beserta jajaran atas perhatian dan penghargaan yang di berikan kepada kami. Banyak hal positif yang kami dapatkan dari satuan ini," kata Serda Anggi.

Menurut Serda Anggi, selama bergabung di Satuan Kodim 0410/KBL tentunya ada sedikit kesalahan dan kekhilapan yang di lakukan.

"Selama bertugas tentunya ada tutur kata dan perbuatan yang mungkin tidak sengaja kami lakukan. Terkait itu, kepada Komandan dan seluruh personel Kodim 0410/KBL kami mohon maaf," ujarnya.

Selanjutnya, Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes SE.,M.Si.,MM, didampingi Kasdim 0410/KBL Letkol Inf Dr Imam Safei SH.,MH dan Perwira Staf Kodim 0410/KBL melaksanakan pelepasan Serda Anggi Wibowo beserta istri. [Sur]