This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 04 Mei 2022
Acara Anjau Silau Muli-Mekhanai Pekon Tebabunuk Dalam Menyambut 1 Syawal 1443 H
Selasa, 26 April 2022
Mulli Mekhanay Pekon Waykerap Persiapkan Acara Halal Bilhalal
Senin, 17 Januari 2022
Mahasiswa KKN Unila Menggerakkan Pelatihan Pencak Silat dan Tekhakot Pedang di Karang Agung
GARIS KOMANDO, Tanggamus - Mahasiswa KKN UNILA periode 1 kembali menggerakkan sekaligus ikut serta dalam kegiatan pelatihan Pencak Silat dan Tekhakot Pedang yang dinaungi oleh Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Pernong Lampung Wilayah Tanggamus tepatnya dilapangan bulu tangkis Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka, Senin (17/1).
Adapun tujuan mahasiswa KKN Unila menjadikan kegiatan pelatihan tersebut sebagai salah satu program kerja tidak lain untuk meningkatkan kembali rasa cinta, pengetahuan, serta minat dan bakat genarasi muda Pekon Karang Agung terhadap kebudayaan, khususnya kebudayaan lokal Lampung.
Rohmat Amin selaku Kepala Pekon Karang Agung memberikan himbauan kepada masyarakat untuk ikut serta mendukung program mahasiswa KKN Unila.
"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mendukung dan ikut menyukseskan seluruh rangkaian program kegiatan yang dicanangkan mahasiswa KKN Unila dalam berbagi sektor, termasuk sektor kesenian pencak silat yang sudah menjadi ikon daerah, khususnya Pekon Karang Agung" ujar Amin.
Amin berharap dengan kedatangan mahasiswa KKN, dapat memberikan pengaruh positif kepada masyarakat Karang Agung.
“Saya berharap dengan hadirnya mahasiswa KKN Unila dapat menerapkan ilmu mereka ke masyarakat Karang Agung sesuai disiplin ilmu masing-masing dan membawa dampak positif bagi masyarakat” Pungkas Rohmat Amin dalam sambutan saat Loka Karya KKN Unila Periode 1 di Balai Pekon Karang Agung.
Kemudian, Agus Nurwahid selaku Koordinator Desa KKN Unila Periode 1 Karang Agung mengungkapkan, dengan penerimaan masyarakat yang sangat baik, ia merasa senang ditempatkan di Pekon Karang Agung.
“Saya selaku Kordinator Desa merasa sangat bersyukur dan senang bisa ditempatkan di pekon yang para pemudanya sangat terbuka dan antusias dalam menyambut setiap kegiatan yang kami programkan, terlebih dalam hal kesenian maupun sosial masyarakat yang ada di Pekon Karang Agung," jelasnya.
Selain itu, Rika Astianda, salah satu Pelatih Muda Pencak Silat dan Tekhakot Pedang mengatakan bahwa kesenian yang pernah menyabet piala dalam Semarak Semaka tersebut ditujukan kepada generasi muda pekon Karang Agung dengan jumlah anggota lebih dari 50 orang.
"Saya berharap kesenian pencak silat yang saya tekuni berlangsung seterusnya dan para pemuda dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif," ujarnya.
Tak lupa, Ia mewakili Muli Mekhanai Pekon Karang Agung mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa KKN dari Unila.
“Saya merasa senang atas kedatangan mahasiswa KKN, bisa saling kenal, sharing, dan berdiskusi dengan mereka,” kata Rika.
Rika menambahkan, Hal tersebut sejalan dengan pendapatnya yang ingin mengembangkan serta menjaga warisan kebudayaan Lampung.
"Saya ingin kesenian Pencak Silat dan Tekhakot Pedang terus lestari dan dikenal berbagai kalangan, termasuk mahasiswa KKN Unila dan masyarakat luas," harapnya. [Red]
Rabu, 03 November 2021
Kabid Humas Polda Lampung Jadi Juri Kompetisi Muli-Mekhanai 2021
Bandar Lampung -- Mantan Abang-None Jakarta Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjadi salah satu juri dalam ajang kompetisi pemilihan Muli-Mekhanai Provinsi Lampung Tahun 2021 yang dilaksanakan di Novotel Lampung pada Selasa malam, 2 November 2021.
"Pemiliham Muli-Mekhanai The Treasure of Sumatera ini kita ada kriteria nya yaitu 4B, brain, beauty, behavior, dan brave. Hal tersebut merupakan apa yang diharapkan masyaraiat karena mereka akan menjadi duta wisata," katanya.
Di melanjutkan di dalam duta wisata tentunya peserta nantinya akan belajar bagaimana mempromosikan daerahnya sendiri dan terlepas dari kebijakan Gubernur Lampung.
"Beliau menginginkan destinasi pariwisata di Lampung yang mudah-mudahan tahun 2023 Pelabuhan Bakauheni Harbour City akan menjadi destinasi internasional. Mereka nanti akan diberikan kemampuan untuk mempromosikan wisata yang ada di Lampung sehingga dapat mengurangi stigma negatif," kata mantan Abang-None jakarta tahun 1991 tersebut.
Pandra yang juga menjabat Kabid Humas Polda Lampung itu berpesan kepada Muli-Mekhanai terpilih ke depan agar bisa meningkatkan daya tarik sesuai dengan apa yang unggul di daerahnya masing-masing.
Di tengah pandemi COVID-19 dengan adanya adaptasi kebiasaan baru, diharapkan juga dapat meningkatkan produktifitas tinggi dan pemulihan ekonomi dapat berhasil.
"Kemudian juga aman Covid dan yang terakhir adalah aman Kamtibmas sehingga masyarakat Lampung dapat sejahtera," kata Pandra.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Edarwan selaku ketua kegiatan pemilihan Muli-Mekhanai menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memilih lima pemenang Muli-Mekhanai yang nantinya akan tampil membanggakan Lampung hingga ke tingkat nasional.
"Kita akan ambil lima besar dari total peserta sebanyak 53 peserta perwakilan kabupaten/kota yang telah dipilih oleh tujuh dewan juri profesional," katanya.
Dia melanjutkan Muli-Mekhanai yang terpilih nantinya akan disiapkan untuk menghadapi atau mendukung kawasan Pelabuhan Bakauheni Harbour City.
"Kita memerlukan SDM yang mumpuni untuk itu. Sebenarnya juga 53 peserta ini sudah mumpuni karena mereka merupakan juara-juara juga dari kabupaten masing-masing, namun kita tetap akan seleksi lagi karena memang harus dipilih lima besar," katanya.
Edarwan menambahkan selain itu para pemenang Muli-Mekhanai nantinya akan mendapat kan bantuan beasiswa yang telah dijanjikan oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi.
"Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita adik-adik kita karena ini merupakan suatu bentuk penghargaan Pemerintah Provinsi Lampung kepada para pemenang. Dan ini akan kita tindaklanjuti ke Dinas Pendidikan supaya dapat memberikan beasiswa itu," katanya. [Nnd]
Rabu, 27 Oktober 2021
Kabid Humas Polda Lampung Jadi Dewan Juri Final Pemilihan Muli-Mekhanai 2021
Hal itu disampaikan Sekretaris Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Yanti Yunidarti, usai acara ‘Opening and Talent Show’ Pemilihan Muli-Mekhanai Provinsi Lampung di Gedung Taman Budaya, Jalan Cut Nyak Dien, Bandarlampung, Senin (25/10/2021).
Selain Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Pandra, juga bertindak sebagai dewan juri, antara lain, istri gubernur Riana Sari Arinal, mantan Putri Indonesia asal Lampung Erika, dr. Olive, dan Yanti Yunidarti.
Sebagai mantan abang Jakarta, kata Yanti, Pandra memiliki kemampuan menjadi juri Muli-Mekhanai, karena dia mengetahui seluk beluk pemilihan yang memiliki talenta dengan segala keunggulan yang ada pada diri finalis.
“Pemilihan Muli-Mekhanai kan sama juga dengan Abang-None Jakarta,” ujarnya.
Yanti mengatakan, hubungan kerjasama antara Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dengan Polda Lampung sudah terjalin sejak lama.
Bahkan setiap ada kegiatan di Mapolda, mereka meminta Dinas Pariwisata untuk turut membantu acara tersebut.
Namun pemilihan Muli-Mekhanai tahun ini diselenggaran dengan sederhana karena keterbatasan anggaran. Biasanya, para peserta dikarantina di sebuah hotel selama tiga hari.
Selama dalam karantina, kata Yanti, para peserta diberi pembekalan berbagai ilmu, seperti public speaking, bahaya narkoba terhadap generasi muda, ilmu kecantikan atau make up, ilmu kesehatan dan lain sebagainya.
“Nah, biasanya yang memberi materi public speaking atau bahaya narkotika itu Pak Pandra,” papar Yanti.
Namun tahun ini, para peserta tidak mendapat pembekalan ilmu tersebut karena dana yang tersedia hanya 20 persen dari kebutuhan yang sesungguhnya.
Meski dengan anggaran yang sangat terbatas, kata Yanti, diharapkan nantinya akan menghasilkan Muli-Mekhanai yang berkualitas. [Sur]












