Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2024

Berakhir Damai, Agen Travel Berangkatkan Mahasiswa Prodi Bahasa Lampung KKL ke Bali


GK, Bandar Lampung
- Permasalahan hukum terkait perjalanan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang melibatkan mahasiswa Program Studi Bahasa Daerah Lampung FKIP Unila dan Biro Jasa Perjalanan Al Saki Tour yang sempat viral selesai dengan damai.

Kasus yang sempat ditangani Polresta Bandar Lampung tersebut dipastikan selesai setelah pihak Biro Perjalanan Al Saki Tour menyelesaikan tanggung jawabnya sesuai kontrak dengan memberangkatkan para mahasiswa Program Studi Bahasa Daerah Lampung FKIP Universitas Lampung untuk melaksanakan KKL dengan tujuan Jakarta, Bali dan Yoyakarta, pada Jumat (15/11/2024).

Berdasar pantauan media ini pada Jumat sore sekitar Pukul 17.30 WIB sebanyak 106 mahasiswa KKL Prodi Bahasa Daerah Lampung diberangkatkan dengan tiga unit bus pariwisata dan dilepas secara resmi dari pelataran GSG Unila oleh Ketua Jurusan Bahasa Dan Seni FKIP Unila Dr. Sumarti, M.Hum. yang didampingi Ketua Program Studi Bahasa Daerah Lampung Drs. Iqbal Hilal, M.Pd. dan empat dosen lainnya.

Dalam pengarahannya, Dr. Sumarti mengingatkan kepada para mahasiswa untuk menjaga diri dan nama baik almamater selama melaksanakan program KKL ini. Dia juga mendoakan perjalanan KKL yang akan berlangsung selama 10 hari ini berlangsung lancar dan tanpa hambatan.

"Hati-hati selama perjalanan KKL ini, jaga diri dan bersikaplah yang baik selama perjalanan. Dan jangan lupa selalu jaga nama baik almamater kita, Universitas Lampung. Saya turut berdoa semoga perjalanan kalian lancar dan tanpa kendala, selamat sampai kembali ke rumah masing-masing," pesan Dr. Sumarti.

Selain itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Biro Jasa Perjalanan Al Saki Tour yang telah bertanggung jawab melaksanakan perjalanan yang sempat tertunda. Menurutnya terlaksananya perjalanan ini merupakan bentuk komitmen Al Saki Tour terhadap kontrak yang telah disepakati sekaligus menjadi bukti jika Al Saki Tour memang bertanggung jawab.

"Pada kesempatan ini, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Direktur Al Saki Tour, Ahmad Thohamudin yang telah melaksanakan tanggung jawabnya dengan melaksanakan perjalanan sesuai dengan komitmen dan kontrak yang telah disepakati. Kita semua patut bersyukur sebab perjalanan KKL yang sebelumnya sempat tertunda hari ini bisa kita laksanakan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," ungkapnya.

Terkait berita yang viral di media massa bahwa perjalanan KKL yang seharusnya dilaksanakan pada 29 Oktober 2014 batal karena pihak Biro Perjalanan menggelapkan sejumlah dana, sehingga dilaporkan ke polisi bahkan sampai konferensi pers, salah satu dosen pendamping, Marzius Insani, S.Pd., M.Pd. secara tegas mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Kepada media ini dia menjelaskan sejak awal (jadwal keberangkatan awal, 29 Oktober, red) pihak Al Saki Tour sudah menunjukkan tanggung jawabnya untuk melaksanakan perjalanan. Hal tersebut, ucapnya dibuktikan pada malam 29 Oktober Al Saki Tour ada tiga bus standby di FKIP Unila dan siap berangkat. Namun karena ada beberapa kendala, keberangkatan tidak bisa dilaksanakan.

"Beberapa waktu lalu media-media memberitakan Direktur Al Saki Tour Pak Ahmad ini menggelapkan sejumlah uang, padahal sejak awal Pak Ahmad ini bertanggung jawab atas perjalanan ini. Sampai jelang keberangkatan pada malam 29 Oktober, Pak Ahmad ini sudah mengupayakan tiga mobil stay di FKIP pada waktu itu. Namun, karena beberapa hal ini tidak terlaksana (pemberangkatan, red) sehingga terjadi pemberitaan yang simpang siur," beber Marzius.

"Intinya sejak awal sampai hari ini, Pak Ahmad ini bertanggung jawab," ucapnya.

Dia juga mengungkapkan perjalanan KKL ini dilaksanakan selama 10 hari dengan tujuan Jakarta, Bali, Bromo, Yogyakarta dan Bandung lalu kembali ke Lampung.

Koordinator KKL dari pihak mahasiswa, Dira Saputra mengungkapkan sebelumnya perjalanan ini dijadwalkan pada 29 Oktober 2024, tapi karena terkendala dari pihak Biro, sehingga terpaksa ditunda. Namun, ucap Dira, saat ini pihak Biro telah melaksanakan semua kewajiban dan telah memenuhi hak-hak mahasiswa.

"Sore ini kami akan berangkat ke Bali yang sebelumnya sempat tertunda, karena terkendala dari pihak Biro. Alhamdulillah pihak Biro sudah memberikan semua hak-hak kami sehingga sore ini kami akan berangkat," ujar Dira.

"Terkait pemberitaan adanya penggelapan dan penipuan oleh pihak Biro itu tidak ada, yang ada adalah beberapa kendala yang dialami pihak Biro sehingga perjalanan terpaksa di tunda sampai 15 November hari ini. Sore ini kami berangkat ke Bali dan kembali ke Lampung 24 November, jadi tidak ada lagi permasalahan atau kasus, semua sudah selesai," ujar mahasiswa Prodi Bahasa Lampung Angkatan Tahun 2022 ini gamblang.

Sementara itu, di lokasi yang sama Direktur PT Al Saki Tour Ahmad Thohamudin mengakui perjalanan ini sempat tertunda dari jadwal yang direncanakan sebelumnya karena terkendala beberapa hal. Dia mengaku bersyukur perjalanan ini bisa dilaksanakan.

"Perjalanan ini memang sempat tertunda karena terkendala beberapa hal. Tentu saja kami sangat menyesalkan sampai terjadi penundaan, tapi kami menganggap hal tersebut sebagai sebuah pembelajaran bagi kami untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada," ungkap Ahmad. (Red)

Jumat, 23 Agustus 2024

DPP GASAK dan 21 Elemen Rakyat Lampung Bersamai Mahasiswa dalam Lampung Menggugat



GK, Lampung - DPP GERAKAN SOLIDARITAS ANALISIS KEBIJAKAN (GASAK) dan 21 ELEMEN RAKYAT LAMPUNG, membersamai mahasiswa yang tergabung dalam Lampung menggugat. Jumat (23/8/2024)

"Mendesak DPR RI tidak melawan dan mengubah Keputusan Mahkamah Konstitusi Dan Mendesak KPU Mengeluarkan PKPU sesuai Keputusan MK No 60/PUU-XXII/2024"

Indonesia sebagai negara Demokrasi, Indonesia sebagai Negara berdaulat, Indonesia sebagai negara hukum, yang berjalan diatas Konstitusi. Saat ini kedaulatan rakyat telah direnggut ileh para Wakil Rakyat itu sendiri, menyikapi kegentingan situasi Nugara dalam 3 hari terakhir ini dengan penuh keprihatinan yang mendalam Kami dari Elemen Rakyat Lampung menilal bahwa telah terjadinya krisis konstitusi di Negara Kesatuan Republik Indonesia akibat dari kearoganan para Wakil Rakyat Der Ri yang telah melakukan pengkhianaten terhadap Rakyat dengan cara melakukan pembangkangan secara fulgar terhadap konstitusi atas putusan MK No. 60/PUU-XXII/2004 dan No. 70/PUU-XXII/2024.

Seperti diketahui bersama se-Indonesia Raya pada saat ini DPR RI melaksanakan pembahasan revisi Undang Undang pemilihan Kepala Daerah dengan mengabaikan putusuan MK No. 60/FUU-XXII/2004 dan No. 70/PUU-XXII/2024 sehari setelan putusan tersebut di putuskan, kami sebagai anak bangsa menilai dengan seksama tingkah polah tercela yang di perlihatkan oleh para anggota DPR itu, tak lain dan tak bukan merupakan pengkhianatan terhadap konstusi, Pengkhiatan terhadap kakyat, serta telah menginjak-injak Kedaulatan Rakyat

Mari kita cermati bersama bahwa:

1. Putusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat bagi semua, termasuk seimua Lembaga Negara.

2. Pembahasan revisi Undang Undang pemilihan Kepala Daerah dengan mengabaikan putusan MK No. 60/PLIU- XX/2004 dan No. 70/PUU-XXII/2024 sehari setelah di putusian, nyata nyata DPR sangat mencideral sikan Kenegarawanan.

3. Perubahan-perubahan tersebut berpotensi menimbulkan sengleta antara Lembaga Negara seperti Mahkama Konstitusi versus DPR sehingga kelak hasil Pilkada justru akan merugikan seluruh Ele nen Masyarakat karena bersifat kontraproduktif dan akan menimbulkan kerusakan kehidup ber-Negara.

4. Konsekuensi yang tak terelakkan adalah runtuhnya kewibawaan legara, Lembaga-Lembaga Negara, dan hukum akan merosot ke titik nadir terendah bersamaan dengan rumihnya Kedaulatan atas polah DPR RI yarg menientingkan kepentingan kelompok dan probadi tanpa melihat Rakyat dan Negara secara utuh.

5. Kami geram atas pengkhiatan yang ditunjukkan oleh seluruh para Wakil Rakyat yang tidak terhormat tersebut, Kami sangat prihatin dan cemas akan masa depan Demokrasi yang kini aku dihancurkan oleh mereka yang nyala telah mendapatkan Mandat Rakyat, para anggota Dewan yang semestinya mengawal dan menjamin keberlangsungen Reformasi justru telah berkhianat dengan menolak mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi yang dikeluarkan untuk menjaga Demokrasi di negeri ini.

Kondisi saat ini merupakan kondisi genting, sehingga kami perlu menyikapi kepentingan tersebut dengan menghimbau semua Lembaga Negera terkait untuk:

1. Menghentikan Revisi UU Pilkada

2. Bertindak arif, adil, dan bijaksana dengan menjunjung nilai nilai Kenegarawanan

3. Meminta KPU segera melaksanakan putusan MK No. 60 dan 70 tahun 2024 demi terwujudnya kedaulatan Rakyat berdasarkan Pancasila.

4. Negara harus didukung agar tetap tegar dan kuat dalam menjalankan konutusi sesuai dengan Perundang Undangan, serta mengingatkan secara tegas bahwa kedaulatan Rakyat adalah berdasarkan Pancasila

Demikian Pernyataan Sikab ini Kami Sampaikan.

Satu Kata dari Kami LAWAAAAN!!!. (*)

Minggu, 23 Juli 2023

Mantan Kapolda Lampung Hadiri Dies Natalis Dan Rembuk Persaudaraan LMND Lampung


GK, BANDAR LAMPUNG | Tokoh Masyarakat yang juga mantan Kapolda Lampung tahun 2016 Irjen Pol (Purn) Dr H Ike Edwin S.H., M.H., M.M., atau yang akrab disapa Dang Ike menghadiri acara Dies Natalis 24 Tahun dan Rembuk Persaudaraan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung.

Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Besar Komisi DPRD Provinsi Lampung, jalan Wolter Monginsidi no 69 Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, Sabtu (22/7/2023).

Ek- LMND Bandar Lampung dalam acara kali ini mengambil tema "Membangun Persatuan dan Merajut Persaudaraan Dalam Bingkai Pancasila" Memperkuat Eksistensi Anak Muda Dalam Pemilu 2024."

Dalam acara tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh ketua LMND Lampung Rhedo Balau yang di serahkan kepada perwakilan dari Pemprov Lampung, Pemkot Bandar Lampung dan perwakilan dari tokoh masyarakat Dang Ike Edwin.

Setelah itu acara di lanjutkan dengan diskusi publik yang menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan diantaranya dari tokoh masyarakat Dang Ike Edwin, dari politisi yakni Deni Ribowo S.E. Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Partai Demokrat, perwakilan dari sivitas akademika Dosen Fisip Unila, Dari Parpol dan dari Pemprov Lampung dan Pemkot Kota Bandar Lampung, serta dari perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung.

Dalam pemaparannya Dang Ike mengatakan, peran serta yang aktif dari mahasiswa, kaum milenial dalam mengawal pemilu yang demokratis mutlak diperlukan.

"Momentum pemilu 2024 adalah momen yang paling penting untuk para mahasiswa dan kaum milenial untuk mengambil peran dalam mengawal proses pemilu yang demokratis agar bisa mendapatkan para pemimpin yang berkualitas dan berintegritas tinggi," ujar Dang Ike.

Masih menurut Dang Ike, "Mahasiswa maupun pemuda merupakan aset berharga bagi bangsa Indonesia, untuk menentukan arah bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik dan lebih maju lagi," kata Dang Ike.

Untuk itu Dang Ike berharap agar mahasiswa dan kaum milenial lainnya dapat meningkatkan eksistensi dan peran sertanya dalam mengawal dan menegakkan Demokrasi khususnya pada pemilu 2024 nanti.

"Saya berharap kepada adik-adik mahasiswa dan kaum milenial lainnya untuk dapat meningkatkan eksistensi dan peran sertanya dalam mengawal dan menegakkan Demokrasi khususnya pada pemilu 2024 nanti, sebab pemilu adalah sarana untuk memilih pemimpin dan menentukan arah bangsa dan negara ini," ucap Dang Ike.

Bila perlu kata Dang Ike, mahasiswa menjadi pelaku jangan hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan pemilu.

"Saya yakin mahasiswa dan kaum milenial masih mempunyai idealisme yang tinggi, masih mempunyai pemikiran yang jernih, untuk itu bila perlu mahasiswa dan kaum milenial menjadi pelaku atau pelaksana dalam kegiatan pemilu, jangan hanya menjadi penonton saja." Tandas Dang Ike. (Feby)

Jumat, 24 Maret 2023

Jadi Bandar Narkoba, Mahasiswa ini Ditangkap Polsek Bumi Ratu Nuban berikut Pengedarnya


GK, Lampung Tengah
- Tim Tekab 308 Presisi jajaran Polsek Bumi Ratu Nuban Polres Lampung Tengah Polda Lampung dibawah pimpinan Kanit Reskrim Aipda Hanggari Prayoga berhasil meringkus 1 bandar Narkoba berikut 2 pengedar di lokasi yang berbeda, Rabu (22/3/23).

Kapolsek Bumi Ratu Nuban Iptu Justin Afrian mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya,S.I.K.,M.Si mengatakan, pertama petugas berhasil meringkus Bandar Narkoba inisial AP (23), seorang oknum mahasiswa di salah satu Universitas di Bandar Lampung.

Dari tangan AP yang merupakan warga Kec. Tegineneng Kab. Pesawaran tersebut, petugas berhasil mengamankan 13 paket Narkotika jenis sabu-sabu siap edar.

Penangkapan ini terjadi pada Rabu sore (22/3/23) sekira pukul 18.00 WIB, di jalan raya Wates – Kota Metro, tepatnya di Kp. Bumi Ratu Kec. Bumi Ratu Nuban Kab.Lampung Tengah berdasarkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran Narkotika jenis Sabu diwilayah tersebut.

“Dari hasil penggeledahan terhadap pelaku, kami berhasil mengamankan 13 paket diduga Narkotika jenis Sabu yang dibungkus dengan plastik bening (bruto 3,86 gr), 1 buah wadah bulat warna biru bermerk Gatsby Pomade, 1 buah sekop terbuat dari pipet serta 1 bendel plastik klip kosong,”kata Kapolsek saat dikonfirmasi. Jumat (24/3/23).


Setelah dilakukan pengembangan terhadap AP, ia mengatakan bahwa barang bukti lainnya telah dititipkan kepada 2 rekannya, yakni AI (40) warga Kec. Rajabasa Kota Bandar Lampung dan PRT (21) warga Kec. Natar Kab. Lampung Selatan untuk di edarkan.

“Dari hasil pengembagan tersebut, petugas berhasil menangkap AI di kontrakannya yang berada di Rajabasa, sementara PRT kami tangkap di kediamannya,”tegasnya.

Kemudian, dari tangan pelaku AI, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa barang bukti berupa 6 bungkus plastik bening berisi kristal warna putih diduga Narkotika jenis Sabu (bruto 1,01 gr) serta 1 buah timbangan digital yang disimpan di dalam kontrakannya.

“Jadi, peran dua pelaku ini ialah sebagai kurir juga pengedar Sabu. Dimana barang haram tersebut mereka dapat dari AP sebagai Bandar Sabu,”ungkapnya.

Kini, para pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolsek Bumi Ratu Nuban guna pengembangan lebih lanjut.

”Para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,”demikian pungkasnya. [Feby]

Jumat, 30 Desember 2022

Aliansi Mahasiswa Lampung Gelar Aksi Solidaritas


GK, Lampung - Aksi Solidaritas Aliansi Mahasiswa Lampung adalah sebagai dukungan terhadap 17 teman-teman NTB yang melakukan aksi mogok makan mereka tergabung dalam mahasiswa dan warga Kabupaten Sumbawa Barat (Amanat KSB) di Komnas HAM sejak 13 Desember 2022.

Aksi tersebut dilakukan guna meminta Komnas HAM melakukan investigasi terhadap pekerja PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang dinyatakan hilang dan meninggal dunia.

Diketahui dari 17 orang yang mogok makan ada 5 sudah dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatan yang memburuk sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan, sisanya juga  tidak bisa dikatakan baik-baik saja.

Ada pun salah satu massa aksi yang tidak sanggup berjalan, bahkan harus diangkat ke mobil ambulans menggunakan ranjang. kondisi tersebut diindikasi karena kurangnya asupan gula ke tubuh.

Point point Substansi Aliansi Mahasiswa Lampung Pengecaman Keras terhadap PT. Amman mineral.

1. Bahwa PT Amman Mineral diduga adanya pelanggaran HAM dan kejahatan korporasi yang dilakukan pada rakyat Sumbawa Barat.

2. Diduga pekerja PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dinyatakan hilang dan meninggal dunia.

3. PT. Amman Mineral diduga telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan dengan melakukan pencemaran lingkungan melalui pembuangan limbah merkuri sebesar 14 ton per hari ke laut di daerah Nusa Tenggara Barat. Akibat hal tersebut, nelayan kesulitan mencari ikan dan terpaksa mencari hingga ke samudera Australia. 

3. Persoalan perampasan tanah rakyat, hingga manipulasi dan korupsi dana CSR/PPM yang menjadi hak masyarakat lingkar tambang juga tak dapat dibenarkan.

4. PT. Amman Mineral diduga tidak memenuhi janji dan kewajiban perusahaan yang selama ini terbengkalai.

Maka dari itu, Aliansi Mahasiswa Lampung Menyatakan Sikap :

1. Mendukung penuh gerakan 17 teman-teman di NTB yang melakukan aksi mogok makan yang terggabung dalam mahasiswa dan warga Kabupaten Sumbawa Barat guna meminta Komnas HAM Segera membentuk Tim Khusus untuk melakukan investigasi terhadap pekerja PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang dinyatakan hilang dan meninggal dunia.

2. Mendesak Segera Menutup PT. Amman Mineral karna yang seharusnya Aset Bangsa ikut andil dalam kesejahteraan rakyat melalui Negara khususnya pada warga lokal Nusa Tenggara Barat tapi malah berbanding terbalik dari harapan Rakyat.

3. Mendesak PT. Amman Mineral juga harus segera memenuhi janji dan kewajiban perusahaan yang selama ini terbengkalai. Ini harus segera dipenuhi. Kalau tidak, segera copot jajaran petinggi (Direktur) Amman Mineral.

4. Mendesak pemangku kebijakan segera menindak tegas seluruh Pimpinan PT. Amman Mineral sesuai dengan hukum yang berlaku.

5. Mendesak secara tegas Komnas HAM agar bekerja secara profesional dan independen tanpa intervensi dari siapapun.

[red]

Selasa, 26 Juli 2022

Mahasiswa Sespimmen Polri Dikreg ke-62 TA.2022 KKP ke Polres Lamtim


GK,LAMPUNG---
Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution Membuka kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Tahap II Sespimmen Polri Dikreg ke-62 TA. 2022, bertempat di Aula Tribrata Polres Lampung Timur, Selasa (26/7).

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Wakil Bupati Lampung Timur Dandim 0429/Lamtim Letkol Czi. Indra Puji Triwanto beserta jajaran Forkopimda, Pejabat Utama Polres Lampung Timur, Danramil Sukadana, Ketua OPD, Ketua PWI dan segenap tamu undangan.

Kuliah Kerja Profesi (KKP) diikuti oleh 9 peserta Sespimmen Polri Dikreg Ke-62 TA. 2022, dengan 7 orang peserta dari Polri dan 2 Orang dari TNI serta 2 orang pendamping.

Dalam sambutanya Kapolres Lamtim diwakili Wakapolres Kompol Sugandi Satria mengucapkan selamat datang di Polres Lamtim kepada peserta Sespimmen Polri Dikreg Ke-62 TA. 2022. 

Pada kesempatan yang sama Perwira pendamping peserta Sespimmen, Kombes Pol Gusde Wardana mengatakan melalui kegiatan kuliah kerja profesi ini diharapkan peserta dapat mengaplikasikan materi perkuliahan untuk di dalami sesuai realita di lapangan dan diimplementasikan dalam tugas-tugas sebagai manajer tingkat menengah. 

"Hasil pendalaman selama kegiatan kuliah kerja profesi tersebut akan dituangkan dalam bentuk tulisan ilmiah yang bersifat strategis dan pemecahan masalah (Problem Solving)", ujarnya.

Hasil dari pendalaman kuliah kerja profesi (KKP) nantinya menjadi informasi yang sangat penting bagi peserta didik dalam merumuskan suatu kebijakan di lingkungan organisasi tingkat Polres dan memaparkan rumusan kebijakan tersebut dalam bentuk Police Brief yang digunakan sebagai bahan evalusi KKP Tahap I.

Adapun tema KKP Sespimmen Polri Dikreg Ke-62 TA. 2022 yakni "Pemantapan Kinerja Organisasi di Tingkat KOD guna terpeliharanya Kamtibmas Yang Kondusif Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional".[Melati]



Rabu, 13 April 2022

Ketua DPRD Provinsi Lampung Temui Massa Aksi di Pintu Masuk Lapangan Kantor Pemprov



GK, Bandar Lampung - Ketua DPRD Provinsi Lampung temui massa aksi dari element mahasiswa di pintu masuk lapangan kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Rabu (13/04) 
Saat berada di tengah mahasiswa, Mingrum Gumay memberikan apresiasi kepada mahasiswa telah bersama menjaga ketertiban, keharmonisan dan kesejukan dalam menyampaikan aspirasi. 

"Saya bersyukur dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang tergabung dalam aliansi lampung memanggil telah duduk sama rendah berdiri sama tinggi demi terwujudnya kondusifitas dan kesejukan di Provinsi Lampung," ujar Mingrum

Ia juga menjelaskan untuk bersedia menyerap aspirasi mahasiswa sebagaimana merupakan perpanjangan tangan dari masyarakat. 

"Sebagai wakil rakyat sudah menjadi kewajiban dan keharusan untuk berdiri bersama rakyat menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat karena lembaga ini merupakan interpretasi dari rakyat," pungkas Mingrum.


Ditempat yang sama, Koordinator Aksi Aliansi Lampung yang merupakan Mahasiswa Universitas Bandar Lampung, Tomi Pasha mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan pada hari ini, akhir menemui titik terang dan disambut oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung dan Gubenur.

"Hasil aksi hari ini adalah, kami bersama Ketua DPRD dan Gubernur Lampung sudah melaksanakan penandatanganan kesepakatan," ujarnya.

Lebih lantut, Tomi menegaskan, apabila kesepakatan yang sudah dilakukan pihaknya bersama Ketua DPRD dan Gubernur Lampung tidak ada tindak lanjut dalam waktu 3x24 jam, maka pihaknya akan kembali menggelar aksi lebih besar.

"Kami mendesak keras DPRD dan Gubernur untuk meninjaklanjuti tuntutan yang diminta oleh Aliansi Lampung Memanggil," pungkasnya.

Terlihat, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay menerima secara simbolis sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa. 

Berikut adalah tuntutan dari Aliansi Lampung Memanggil :
1. Tolak kenaikan harga BBM, Indonesia krisis energi.
2. Menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok.
3. Wujudkan Reforma agraria sejati 
4. Cabut UU Cipta Kerja.
5. Mempermudah Akses Kesehatan Untuk seluruh rakyat Indonesia. 
6. Wujudkan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis.
7. Hentikan kriminalisasi dan Represifitas terhadap gerakan rakyat. (Red)

Ribuan Pendemo Tertahan oleh Kawat Berduri Didepan Kantor Gubernur Provinsi Lampung



GK, Bandar Lampung - Demo yang sedang berlangsung siang ini hampir 5.000-an mahasiswa tertahan di depan pintu gerbang masuk kawasan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Lampung. Mereka berusaha menjebol kawat berduri dan water road barier dengan mobil komando aksi.

Seorang koordinator aksi lewat pengeras suara mengatakan: Di depan kita, pertama kali dalam sejarah, mahasiswa turun dihadapkan bukan dengan manusia, tapi dengan kawat berduri kawan-kawan.

Dikutip dari PosKota Lampung, hingga pukul 12.00 WIB, mahasiswa terus berusaha menjebol kawat berduri pintu gerbang komplek perkantoran Pemprov Lampung agar bisa melakukan aksi dan orasi di halaman depan Gedung DPRD Provinsi Lampung.


Di lokasi, semua akses jalan masuk halaman Kantor Gubernur dan DPRD Lampung, di pintu gerbangnya, dari arah Jl. Wolter Mongonsidi maupun dari arah Jl. Jaksa Agung Suprapto dipasang kawat berduri dan water road barier.
Para petugas kepolisian serta Pol PP Provinsi Lampung berjaga-jaga di sepanjang jalan menuju Kantor Gubernur dan DPRD Lampung. Sejumlah petugas PMI juga sudah siaga di lokasi.

Panasnya terik matahari, sekitar 6 mahasiswi tumbang akibat kelelahan.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lampung (AML) sejak sepekan lalu menyiapkan aksi yang rencana hingga pukul 16.00 WIB. Mereka bahkan ada yang datang dari luar Kota Bandarlampung.


Dalam pernyataan AML, DPRD dan Gubernur Arinal Djunaidi tidak hadir, mereka sepakat mengultimatum dalam tiga hari akan ada masa aksi yang lebih besar.

Data yang dilansir dari Lampung.poskota.co.id, bahwa akan ada 4.852 Mahasiswa yang turun ke jalan, seperti: UIN 300 mahasiswa, Polinela 300, Elemende 25, Pelita 30, Ikabb SMI 50, Dn 35, Malahayati 350, BEM FH Unila 150, BEM FK Unila 10, BEM FMIPA Unila 100, Poltekkes Tjk 50, BEM UBL 150, FEB Unila 150, Umitra 100, STKIP PGRI : 250, BEM FT Unila 101, BEM FKIP Unila : 51, BEM Darmajaya 100, HMI MPO Cab. BDL 50, TB Lampung 100, ABP Pringsewu 100, UML 150, KM Itera 500, KMMI 50, GMNI 150, ADI 100, KM Teknokrat 200, MPU Tulang Bawang 50, IMM 50, PMII 300, PM OKUS 10 mahasiswa. Total ada sekitar 4.852 mahasiswa dan ditambah dari ketergabungan ratusan ojek online (Ojol) Lampung.

Hingga berita ini diturunkan, keadaan terlihat kondusif, mahasiswa masih berusaha negosiasi membuka kawat berduri. (Red)

Senin, 11 April 2022

Terkait Unjuk Rasa 11 April, Kapolri: Kawal dengan Humanis, dan Jaga Kesucian Bulan Ramadhan


GK, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengawal dan mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa pada 11 April 2022, dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Hal itu diinstruksikan Kapolri saat menggelar video conference bersama seluruh jajaran baik dari tingkat Mabes Polri Polda dan Polres jajaran.

"Polri memberikan dan menjamin setiap warga negara untuk untuk menyampaikan aspirasinya atau memberikan ruang demokrasi. Oleh karena itu, pendekatan humanis harus terus dilaksanakan dalam mengawal aksi demonstrasi," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Minggu (10/4).

Sigit memastikan, Polri memiliki komitmen dalam rangka menjunjung tinggi HAM dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia. Dalam hal ini, kata Sigit, Korps Bhayangkara berpegang teguh pada dalam UUD 1945 maupun Undang-Undang (UU) soal kebebasan berpendapat dan berekspresi yang merupakan bagian dari hak asasi manusia sehingga diberikan perlindungan secara universal.

Disisi lain, Sigit juga menegaskan, aparat kepolisian tetap akan menjalankan tugasnya dalam memberikan jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sebab itu, Sigit berharap, demonstrasi 11 April besok, juga diharapkan mampu menghormati dan menjaga kesucian serta kekhusyukan umat Islam yang sedang menjalani Ibadah Puasa Ramadhan.

"Sebab itu, humanis harus terus dilaksanakan. Apalagi, karena saat ini bulan Ramadhan, kesucian dan kekhusyuan bagi umat muslim yang sedang menjalani puasa tetap harus kita perhatikan," ujar Sigit.

Demi semakin menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif, aman dan damai dalam demonstrasi di bulan Ramadhan, Sigit mengimbau, baik ke kepolisian maupun peserta aksi untuk sama-sama mengantisipasi adanya penumpang gelap atau oknum yang berusaha menunggangi demonstrasi tersebut.

Antisipasi penumpang gelap

Menurut Sigit, dengan adanya antisipasi penumpang gelap dari pihak kepolisian dan peserta aksi, maka aspirasi yang disampaikan bisa berjalan dan tersalurkan dengan baik tanpa adanya noise atau sumbatan komunikasi.

Dengan tidaknya adanya noise tersebut, Sigit meyakini aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat bisa diterima dengan baik dan ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan. Sebagai kaum intelektual, Sigit juga meyakini bahwa, mahasiswa juga tidak ingin dan berharap aksinya disusupi oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

"Sehingga penyampaian pesan ini betul-betul tersampaikan dengan jernih tidak ada noise. Dengan begitu, para pengambil keputusan, pemangku kebijakan, mendengarkan dengan jelas, kemudian segera bisa ditindaklanjuti pesan tersebut tanpa terganggu oleh noise-noise tersebut. Ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama," papar Sigit.

Terkait penumpang gelap atau oknum yang berusaha menciderai aspirasi mahasiswa dan masyarakat, Sigit menyatakan bahwa, kepolisian akan memberikan tindakan tegas kepada siapapun pihak yang mencoba memanfaatkan demonstrasi tersebut demi mengambil keuntungan untuk kepentingan segelintir kelompok.

"Tapi terhadap kelompok-kelompok penyusup yang akan menunggangi tolong dari rekan-rekan untuk mengawasi betul. Kalau sampai terjadi pemicu kemudian terjadi hal yang sifatnya anarkis dan kita harus melakukan penegakan hukum, tarik sampai ke atas hingga sampai tuntas dan itu semuanya akan kita proses. Karena Polri ingin gerakan mahasiswa betul-betul berjalan aman, tertib dan aspirasinya tersampaikan," tutup Sigit.

"Sekali lagi saya imbau, mari bersama-sama kita jaga kesucian bulan Ramadhan. Sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Semoga saudara-saudara kita umat muslim bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan lancar hingga akhir." [red]

Sabtu, 05 Februari 2022

Polsek Batanghari Amankan Seorang Mahasiswa yang Menyetubuhi Gadis Di Bawah Umur 


GARIS KOMANDO, Lamtim - Petugas Kepolisian Polsek Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, membawa paksa seorang mahasiswa, karena diduga terlibat dalam tindak pidana melarikan dan mencabuli anak dibawah umur.

Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution, didampingi Kapolsek Batanghari AKP Syamsu Rizal, pada Sabtu (5/2), menjelaskan bahwa inisial tersangka adalah WH (21) yang berstatus mahasiswa, dan merupakan warga Desa Sumbergede, Kecamatan Sekampung.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak kepolisian, tersangka mengawali aksinya dengan cara menjemput dan mengajak korban warga Kecamatan Batanghari, yang berstatus pelajar, pergi bermain, tanpa ijin dengan orang tua korban.

Selanjutnya korban dibawa tersangka menginap di wilayah Kecamatan Sekampung, dan dipaksa mengkonsumsi minuman beralkohol, hingga mabuk, kemudian disetubuhi oleh tersangka hingga 2 kali.

Petugas Kepolisian Polsek Batanghari, yang menerima laporan terkait peristiwa tersebut dari orang tua korban, segera mengambil tindakan, dan berhasil mengidentifikasi sekaligus membekuk tersangka tanpa perlawanan. [Red]

Minggu, 30 Januari 2022

Kunjungi Unila, Erick Thohir: Generasi Muda Bukan Beban, Apalagi Ancaman


GK, Bandar Lampung - Mentri BUMN Erick Tohir menghadiri kuliah umum Seminar Tangguh Indonesia bertajuk melindungi Generasi Emas Indonesia dari Covid-19 di GSG Universitas Lampung (UNILA). Minggu, (30/01/2022).

Hadir dalam seminar ini, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana,  Rektor Unila Prof. Karomani, dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan TIK Prof. Suharso.

Mentri Erick dalam paparannya. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai generasi emas pemegang tongkat estafet pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan. 

"karena itu, generasi emas menjadi kunci dalam membangun infrastruktur digital untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi," kata Mentri Erick

Lebih lanjut Erick memaparkan, sedikit lebih luas gambaran Indonesia di tahun 2045, Erick menyebut, Dari data-data Internasional posisi ekonomi di 2045 kian tumbuh yang sampai akhirnya kita nomor 4 terbesar di dunia secara ekonomi.

"Itu artinya kita harus mempunyai skill, selain tenaga kerja yang punya kapasitas, seperti infrastruktur pembangunan jalan Tol, airport, terlebih dari segi Infrastruktur digital, bagai mana ? Ya lewat dari generasi emas yang bukan kaleng-kaleng. Generasi muda bukan beban, apalagi ancaman," lanjut Erick


Tak hanya itu, Erick juga menambahkan. Perlunya roadmap bersama antara universitas, pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun para pengusaha swasta untuk memetakan mana yang tumbuh.

"Percuma kita ciptakan mahasiswa tapi lapangan pekerjaan tidak ada, tapi bagaimana universitas menciptakan mahasiswa yang lapangan pekerjaannya tumbuh," jelas Erick.

Dikesempatan yang sama, Prof. Karomani dalam sambutannya menyampaikan. Berbagai prestasi nasional dan tingkat dunia telah diraih Unila. 

"Diantaranya peringkat 15 penghargaan capaian indikator kinerja utama liga perguruan tinggi negeri BLU, Peringkat 22 nasional Shinta, peringkat 10 besar 4ICU, 24 besar Webometric, peringkat 10 besar Scimago Institutions Rangking, dan 14 besar THE Rangking," tutur Karomani.

Selain itu kata Karomani, unila juga telah merencanakan pembangunan infrastruktur yang terintegritas dengan pusat perbelanjaan. 

"Tentunya rencana tersebut dibutuhkan dukungan stakeholder terkait terlebih dari Mentri BUMN Erick Tohir," pungkasnya. [Sur]

Senin, 17 Januari 2022

Mahasiswa KKN Unila Menggerakkan Pelatihan Pencak Silat dan Tekhakot Pedang di Karang Agung



GARIS KOMANDO, Tanggamus - Mahasiswa KKN UNILA periode 1 kembali menggerakkan sekaligus ikut serta dalam kegiatan pelatihan Pencak Silat dan Tekhakot Pedang yang dinaungi oleh Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Pernong Lampung Wilayah Tanggamus tepatnya dilapangan bulu tangkis Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka, Senin (17/1).

Adapun tujuan mahasiswa KKN Unila menjadikan kegiatan pelatihan tersebut sebagai salah satu program kerja tidak lain untuk meningkatkan kembali rasa cinta, pengetahuan, serta minat dan bakat genarasi muda Pekon Karang Agung terhadap kebudayaan, khususnya kebudayaan lokal Lampung.

Rohmat Amin selaku Kepala Pekon Karang Agung memberikan himbauan kepada masyarakat untuk ikut serta mendukung program mahasiswa KKN Unila.

"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mendukung dan ikut menyukseskan seluruh rangkaian program kegiatan yang dicanangkan mahasiswa KKN Unila dalam berbagi sektor, termasuk sektor kesenian pencak silat yang sudah menjadi ikon daerah, khususnya Pekon Karang Agung" ujar Amin.

Amin berharap dengan kedatangan mahasiswa KKN, dapat memberikan pengaruh positif kepada masyarakat Karang Agung.

“Saya berharap dengan hadirnya mahasiswa KKN Unila dapat menerapkan ilmu mereka ke masyarakat Karang Agung sesuai disiplin ilmu masing-masing dan membawa dampak positif bagi masyarakat” Pungkas Rohmat Amin dalam sambutan saat Loka Karya KKN Unila Periode 1 di Balai Pekon Karang Agung.

Kemudian, Agus Nurwahid selaku Koordinator Desa KKN Unila Periode 1 Karang Agung mengungkapkan, dengan penerimaan masyarakat yang sangat baik, ia merasa senang ditempatkan di Pekon Karang Agung.

“Saya selaku Kordinator Desa merasa sangat bersyukur dan senang bisa ditempatkan di pekon yang para pemudanya sangat terbuka dan antusias dalam menyambut setiap kegiatan yang kami programkan, terlebih dalam hal kesenian maupun sosial masyarakat yang ada di Pekon Karang Agung," jelasnya.

Selain itu, Rika Astianda, salah satu Pelatih Muda Pencak Silat dan Tekhakot Pedang mengatakan bahwa kesenian yang pernah menyabet piala dalam Semarak Semaka tersebut ditujukan kepada generasi muda pekon Karang Agung dengan jumlah anggota lebih dari 50 orang.

"Saya berharap kesenian pencak silat yang saya tekuni berlangsung seterusnya dan para pemuda dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif," ujarnya. 

Tak lupa, Ia mewakili Muli Mekhanai Pekon Karang Agung mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa KKN dari Unila.

“Saya merasa senang atas kedatangan mahasiswa KKN, bisa saling kenal, sharing, dan berdiskusi dengan mereka,” kata Rika.

Rika menambahkan, Hal tersebut sejalan dengan pendapatnya yang ingin mengembangkan serta menjaga warisan kebudayaan Lampung. 

"Saya ingin kesenian Pencak Silat dan Tekhakot Pedang terus lestari dan dikenal berbagai kalangan, termasuk mahasiswa KKN Unila dan masyarakat luas," harapnya. [Red]

Jumat, 03 Desember 2021

Polisi Sita HP, Terungkap Dosen Unsri Ajak Mahasiswi untuk Hubungan Badan

Sementara penyelidikan salah satu laporan pelecehan verbal banyak mengalami kemajuan. Penyidik sudah menyita ponsel pelapor yang berisi percakapan dengan terlapor, tak lain adalah dosennya sendiri.


GARIS KOMANDO - Tiga mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang melapor ke polisi atas kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dosen dan staf kampus. Semua laporan tengah didalami penyidik.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan Kompol Masnoni mengungkapkan, tiga laporan masing-masing satu laporan pelecehan seksual fisik dengan terlapor dosen, dan dua laporan pelecehan seksual verbal dengan terlapor dosen dan staf.

Sejauh ini kasus pelecehan fisik sudah masuk pada pemeriksaan terlapor.

"Ada tiga laporan yang masuk dari pelapor berbeda, semuanya mahasiswi Unsri," ungkap Masnoni, Jumat (3/12).

Sementara penyelidikan salah satu laporan pelecehan verbal banyak mengalami kemajuan. 

Penyidik sudah menyita ponsel pelapor yang berisi percakapan dengan terlapor, tak lain adalah dosennya sendiri.

"Ada kata-kata melanggar, diajak berhubungan badan. Percakapan itu terjadi pada September 2021," ujarnya.

Selanjutnya penyidik meminta bantuan ahli bahasa untuk menterjemahkan isi percakapan tersebut. 

Kemudian, penyidik memanggil terlapor yang sudah dikantongi identitasnya untuk menjalani pemeriksaan. 

"Chat korban dan terlapor sudah diamankan, HP bukti chat. Berdasarkan bahasa, akan dipecahkan ahli bahasa, apakah ini sudah masuk melanggar norma kesopanan atau tidak," kata dia.

Selasa, 30 November 2021

Danramil 410-02/TBS Hadiri Pembukaan Damnas dan LID Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah



BANDAR LAMPUNG — Danramil 410-03/TBS Kodim 0410/KBL Mayor Inf Suprapto menghadiri pembukaan Darul Argom Madya Nasional (Damnas) dan Latihan Insfatruktur Dasar (LID) Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Kota Bandar Lampung, di Gedung Sumergou Jln. Dr. Susilo Sumur Batu, Kota Bandar Lampung, Selasa (30/11).

Kegiatan ini di hadiri juga oleh Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, perwakilan Forkopimda Bandar Lampung, Plh Sekda Bandar Lampung, Rektor Universitas Muhamdiyah Bandar Lampung Dr. H. Dalman, M.Pd, para Pejabat di lingkungan Pemkot Bandar Lampung, Wakil Ketua PD Muhamdiyah Bandar Lampung Ngatiyo Haryanto, Ketua Umum DPD IMM Lampung Sahru Romadon. Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Bandar Lampung Bayu Pranyoto, S.I.P serta para Peserta Damnas dan LID.

Dalam sambutannya, Walikota Eva Dwiana mengapresiasi atas dilaksanakanya kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan visi dan misi organisasi yang yang di landasi oleh komitmen, konsistensi IMM dalam meperjuangkan Nilai- nilai ibadah serta aqidah pada setiap anggota IMM. 

"Darul Arqom Madya Nasional di persiapkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dalam tubuh ikatan mahasiswa muhamdiyah baik yang berada di kota bandar lampung ataupun dari kabupaten/Provinsi Lampung," ujarnya.

Lebih lanjut, melalui Damnas akan disampaikan berbagai materi yang merupakan kajian terhadap 3 pilar yakni, Religiusitas, Intelektual dan Humanitas.  
"Dari kegiatan ini di harapkan tercipta pemimpin yang memegang teguh penuh harapan dan cita cita IMM dimana pun berada, karena Damnas bukan sekedar agenda rutin IMM, tapi pengkaderan yang merupakan ujung tombak regenerasi organisasi," ungkapnya.

Walikota juga berharap dengan kegiatan ini dapat melahirkan pimpinan yang mampu menggelorakan pesan ideologis IMM dalam mewujudkan masyarakat islam yang menuju Indonesia Lebih maju. [Sur]

Sabtu, 27 November 2021

UKPM Teknokra Akan Selenggarakan Pra-Mubes XXIII



BANDAR LAMPUNG - Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung akan menggelar Pra Musyawarah Besar (Pra-Mubes) ke XXIII di Gedung KNPI Bandar Lampung pada Jumat-Minggu (03-05/12) mendatang. 

Pra-Mubes ini mengusung tema "Menjadikan Teknokra Sebagai Pers Mahasiswa yang Bersiap untuk Mandiri Serta Memiliki Partisipasi SDM yang Tinggi Dalam Berkarya”.

Tema ini dipilih karena dirasa sesuai dengan harapan UKPM Teknokra untuk mendiri dan mendorong Anggota menjadi lebih produktif sehingga dapat tercipta karya-karya yang lebih banyak dan lebih baik lagi kedepannya.

Ihwana Haulan (Ilmu Komunikasi’19) selaku Ketua Pelaksana mengatakan tujuan diadakannya Pra-Mubes ini tidak lain adalah untuk membahas kinerja satu tahun kepengurusan.

“Dan yang terpenting dari agenda ini tentunya adalah memilih pemimpin baru yang akan menahkodai Teknokra selama satu tahun ke depan,” ujarnya.

Pemimpin Umum UKPM Teknokra, Andre Prasetyo Nugroho (Pendidikan Sejarah’18) berharap adanya kegiatan Pra-mubes ini dapat menggali masalah yang ada didalam UKPM Teknokra, supaya masalah serupa tidak kembali terjadi.

“Harapan saya kepada pengurus atau pemimpin baru (UKPM Teknokra selanjutnya) dapat lebih baik dari kepemimpinan sebelumnya. Cukup itu saja (harapan saya),” katanya. [Nnd]

Jumat, 26 November 2021

Polda Lampung Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri 2021



BANDAR LAMPUNG -- Polda Lampung akan menggelar lomba orasi unjuk rasa Piala Kapolri 2021 yang bakal diselenggarakan pada 2 Desember 2021 mendatang bertempat di lapangan apel Mapolda Lampung.

Kegiatan itu sekaligus dalam rangka momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia.

Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno melalui Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan, lomba orasi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan ruang dan wadah kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresinya. 

"Memberikan wadah atau ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresinya sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat cara menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku," kata Pandra, Jumat (26/11).

Adapun tema yang diusung adalah "Memperingati Hari Hak Asasi Manusia".

Sementara, sub tema acara tersebut bersifat bebas. Atau dengan kata lain, peserta nantinya dibebaskan untuk menyampaikan orasi dalam bentuk kritik ataupun masukan yang membangun.

Pandra menambahkan, kegiatan ini merupakan komitmen dari Polri yang sangat menghargai aspirasi-aspirasi dari masyarakat yang merupakan salah satu dari hak asasi manusia.

Hal itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28 dan UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum.

"Polri selalu menghormati dan menghargai hak asasi manusia dalam bentuk mengawal demokrasi dengan melindungi warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum," ujar mantan Kapolres Kepulauan Meranti itu. 

Seluruh unsur elemen masyarakat boleh ikut dalam kegiatan ini. Mulai dari mahasiswa, buruh, tani dan elemen lainnya.

Lomba ini terdiri dari 1 tim yang bisa berisikan 5-13 orang. Pendaftaran lomba sendiri dimulai sejak tanggal 25 November 2021 sampai 30 November 2021.

Setelah melaksanakan lomba di tingkat Polda, pada tanggal 5 Desember peserta yang juara 1 videonya akan dikirim ke tingkat pusat atau Mabes Polri untuk diseleksi, jika terpilih nantinya akan tampil di tingkat pusat atau Mabes Polri pada 10 Desember.

Polda Lampung menyiapkan hadiah senilai Rp 10 juta untuk juara pertama. Kemudian, Rp 5 juta untuk juara kedua dan Rp 3 juta bagi peserta juara ketiga ditambah dengan tropi serta piagam.

Selain itu untuk juara harapan satu mendapat hadiah uang sebesar Rp 1,5 juta dan untuk juara harapan dua sebesar Rp 1 juta.

Bagi peserta yang tidak terpilih nantinya juga akan diberikan uang saku dan piagam.

Untuk pendaftaran dapat melalui link https://bit.ly/3HTCXRK atau untuk informasi lebih lanjut dapat mengubungi contact person 0821-7996-9633 (Andri). [Nnd]

Kamis, 25 November 2021

Jambret HP Mahasiswi, IK Diringkus Tim Jatanras Polda Lampung



BANDAR LAMPUNG -- Tim Jatanras Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Lampung berhasil meringkus pelaku Pencurian dengan Kekerasan (curas). 

Terduga pelaku berinisial IK bin AS (21) warga Mesuji Provinsi Lampung ini ditangkap di tempat kerjanya di wilayah Bandar Lampung pada Selasa 23 November 2021.

Wadir Krimum Polda Lampung, AKBP Hamid Andri Soemantri mengatakan, warga Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung ini diamankan atas dugaan tindak pidana curas (Jambret) terhadap korban ME (mahasiswi) di jalan Diponegoro Teluk Betung Utara, Bandar Lampung pada Jumat, 19 November 2021 lalu.

"Tersangka diamankan berdasarkan Laporan Polisi : LP/2603/XI/2021/LPG/RESTA BALAM tanggal 19 November 2021," katanya kepada wartawan, pada saat konferensi pers di Mapolda Itera, Kamis (25/11).

Ia menjelaskan, IK melakukan perbuatannya pada pukul 21.30 wib, dengan cara memepet sepeda motor korban lalu merampas secara paksa dompet dan handphone yang dipegang korban.

"Pelaku IK ini menjambret karena butuh uang untuk mengganti handphone temannya yang telah dijual untuk mencicil sepeda motornya," ujarnya. 

Turut juga diamankan dalam kasus ini pelaku WA bin AD (20) warga Bekasi Jabar karena yang menyuruh pelaku IK untuk melakukan curas (jambret) dan menerima barang hasil kejahatan yang dialakukan pelaku IK berupa 1 unit handphone merk Vivo warna rose gold dan dompet milik korban.

"Akibat perbuatannya, tersangka IK bakal dijerat dengan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara sedangkan tersangka WA dijerat dengan pasal 365 KUHPidana jo pasal 55,56 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun kurungan penjara," tutupnya. [Sur]

Rabu, 24 November 2021

Polri Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Peringati Hari HAM


JAKARTA - Divisi Humas Polri bakal menggelar lomba orasi unjuk rasa Piala Kapolri 2021 yang bakal diselenggarakan pada 10 Desember mendatang. Kegiatan itu sekaligus dalam rangka momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, lomba orasi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan ruang dan wadah kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresinya.

"Memberikan wadah atau ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresinya sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat cara menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (24/11).

Adapun tema yang diusung adalah "Memperingati Hari Hak Asasi Manusia". Sementara, sub tema acara tersebut bersifat bebas. Atau dengan kata lain, peserta nantinya dibebaskan untuk menyampaikan orasi dalam bentuk kritik ataupun masukan yang membangun.

Dedi menambahkan, kegiatan ini merupakan komitmen dari Polri yang sangat menghargai aspirasi-aspirasi dari masyarakat yang merupakan salah satu dari hak asasi manusia.

Hal itu sebagaimana dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28 dan UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum.

"Polri selalu menghormati dan menghargai hak asasi manusia dalam bentuk mengawal demokrasi dengan melindungi warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum," ujar mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu.

Teknis lomba orasi itu nantinya akan melalui proses seleksi di tingkat Polda yang nantinya akan disaring untuk masuk ke tingkat Mabes Polri. 

Seluruh unsur elemen masyarakat pun boleh ikut dalam kegiatan ini. Mulai dari mahasiswa, buruh, tani dan elemen lainnya.

Lomba ini terdiri dari 1 tim yang bisa berisikan 5-15 orang. Pendaftaran lomba sendiri dimulai sejak tanggal 25 November 2021 sampai 30 November 2021.

Setelah melewati proses penyaringan di tingkat Polda, nantinya pada tanggal 10 Desember peserta yang juara 1 di daerah akan tampil di tingkat pusat atau Mabes Polri.

Polri menyiapkan hadiah senilai Rp50 juta untuk juara pertama. Kemudian, Rp30 juta untuk juara kedua dan Rp20 juta bagi peserta juara ketiga. 

Diketahui, Polri bukan yang pertama menggelar kegiatan terkait menyalurkan kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Pasalnya, Korps Bhayangkara telah sukses menyelenggarakan festival lomba mural pada 30 Oktober 2021 lalu. [Sur]

Minggu, 31 Oktober 2021

Ike Edwin Hadiri Penutupan Pendidikan Dasar Anggota Partai Rakyat Demokratik


Bandar Lampung - Selama 3 Hari, 2 mala sejak tanggal 29/10/2021 KPW-PRD telah melaksanakan Pendidikan Dasar bagi anggota, yang di ikuti oleh kalangan Mahasiswa, Pedagang dan Pemuda.

Dalam puncak acara di hari ketiga, Irjen Pol ( Purn) Dr.H. Ike Edwin SH MH MM, turut hadir sebagai tamu undangan acara Penutupan Pendidikan Dasar anggota Partai Rakyat Demokratik yang diselenggarakan oleh Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Lampung, Minggu (31/10/2021). 

Dalam sambutannya Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr.H. Ike Edwin SH MH MM mengucapkan terima kasih karena telah di undang dalam acara Penutupan Pendidikan Dasar Partai Rakyat Demokratik.

"Saya ucapkan terimakasih karena telah di undang dalam acara penutupan pendidikan dasar partai rakyat demokratik yang telah dilaksanakan selama 3 hari" ucap Dang Ike.

Di sesi yang sama, Ketua Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik Arfan ABP dalam orasi politiknya mengatakan, Partai Rakyat Demokratik yang sudah berusia lebih dari seperempat abad ini, masih terus berjuang menerobos gelombang arus politik Indonesia yang semakin hari menjauh dari cita-cita awal republik berdiri, yakni terciptanya masyarakat adil dan makmur.

“Sejak PRD berdiri, PRD selalu mengkritisi & mengajak rakyat untuk secara bersama-sama melawan tirani dan ketimpangan sosial yang terus menajam hingga kini. hari ini PRD jelas masih punya tujuan politik yang sama yaitu terciptanya masyarakat adil dan makmur.” jelas Arfan.

Selain itu, lanjut dia, rakyat hari ini sedang berhadapan dengan sistim ekonomi yang memakmurkan segelintir orang, kekayaan Republik hari ini hanya di kuasai 1% orang saja, Inilah yang sering disebut Oligarki. Sementara rakyat banyak, kaum 99 persen, dibuat melarat untuk itu , PRD bersama Rakyat tengah fokus membangun sebuah poros politik alternatif yang akan melawan dominasi kekuatan kaum 1% tersebut.

Dia menegaskan, bahwa rakyat harus menciptakan alat politiknya sendiri untuk terwujudnya cita-cita kesejahteraan dan keadilan sosial, sebab sistem politik sekarang dikuasai dan didesain hanya untuk mempertahankan kekayaan oligarki.

Akibatnya, hampir tidak ada kebijakan politik yang memihak rakyat banyak yaitu golongan yang sering kita sebut, kaum 99 persen.

Selain mengenalkan PRD dan cita-cita perjuanganya. A.J. Susmana sebagai mentor (waketum KPP PRD) dalam sambutannya, A.J. Susmana juga memaparkan, bagaimana ampuhnya pancasila apabila di aktualisasikan oleh Negara sebagai kompas untuk mengambil satu kebijakan Ekonomi, politik sebagaimana apa yang cita-citakan para pendiri bangsa.

Ketua panitia Pendidikan Kader PRD Riski Oktara Putra menyampaikan. Pendidikan Kader PRD yang mengangkat tema “Membangun Poros Politik Alternatif” jelas ingin memberikan kesadaran politik kepada calon kader PRD, bahwa membangun partai alternatif hari ini adalah sebuah keharusan bagi Massa Rakyat. Sebab Situasi pilihan politik sekarang yang kian menyempit. 

Realitas politik kita hari ini juga, hanya menghadirkan wajah-wajah yang tak jauh beda dengan priode sebelumnya. Pada akhirnya hasilnya hanya mengulangi dari apa yang terjadi sebelumnya. Tidak ada perbaikan struktur ekonomi, politik dan sosial budaya.

Lanjut dia, "Di harapkan, dengan di laksanakan pendidikan ini akan menciptakan kader-kader PRD yang mampu berjuang dan memimpin massa rakyat, tidak hanya itu para kader juga harus mampu membangun kesadaran politik rakyat serta mengajak mereka bersatu membangun satu kekuatan politik untuk melawan Oligarki" tutupnya. [Sur]

Sabtu, 30 Oktober 2021

Buka Festival Mural Bhayangkara, Kapolri: Bukti Polri Menghormati Kebebasan Berekspresi


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka Bhayangkara Mural Festival 2021 di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10).

Di awal sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Bhayangkara Mural Festival 2021 ini menggelorakan semangat Hari Sumpah Pemuda, sekaligus bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri ke-70.

“Tadi Kadiv Humas sampaikan bagaimana start awal bahwa pada saat dibuka yang mendaftar hanya 18. Karena ada isu bahwa nanti kalau peserta kemudian ikut, ini cara polisi untuk tahu identitas peserta, dan nanti mereka berpikiran bisa terkuak dan pasti ditangkap. Awalnya muncul pemikiran peserta begitu,” kata Kapolri.

Setelah disampaikan bahwa para peserta diberikan kebebasan untuk menuangkan karyanya baik yang bersifat positif maupun negatif, akhirnya para pendaftar melonjak hingga 803 orang. Setelah disaring di tingkat Polda jajaran maka sebanyak 80 tim mural diberi kesempatan untuk memamerkan karyanya di Lapangan Bhayangkara.

Dalam kesempatan ini, Kapolri menekankan bahwa konteks kebebasan berekspresi sudah diatur di dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 dan juga ditegaskan dalam UU 9/1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

Aturan inilah, dikatakan Kapolri yang menjadi pembeda pada saat era sebelum reformasi dan pasca reformasi yang memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk menyampaikan ekspresi dan aspirasinya.

Lebih lanjut, Kapolri mengatakan, sebagaimana arahan Presiden Jokowi bahwa Indonesia adalah negara yang demokratis dan sangat menghargai kebebasan berekspresi maka Polri memegang teguh apa yang diarahkan oleh Presiden.

“Sehingga tentunya Bhayangkara Mural Festival 2021 ini adalah bukti bahwa kami menghormati kebebasan berekspresi,” tekan Kapolri.

Bahkan, Kapolri menyampaikan, sub tema dalam festival mural yang diadakan ini dikhususkan untuk memberikan ruang kritik bagi institusi Polri. Menurut mantan Kapolda Banten ini, hal itu digunakan Polri untuk melihat feedback dari persepsi masyarakat tentang Polri. Masukan yang positif menjadi motivasi, sementara yang negatif menjadi bahan refleksi, instrospeksi untuk merubah menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, Kapolri menantang, para peserta untuk tidak segan-segan menuangkan karyanya untuk melakukan kritik bagi Polri. Hal ini, ditegaskan Kapolri untuk menepis isu kalau Polri melakukan pemetaan terhadap muralis jika nantinya melukis mural di lapangan yang bernada kritik.

“Jadi di kesempatan ini kita sampaikan kepada rekan-rekan muralis, nanti yang gambarnya bagus, tentunya akan ada dewan juri khususnya tentang kritik Polri, kalau itu gambarnya paling pedas itu akan juga akan kami terima, dan saya jamin, yang berani menggambar itu akan jadi sahabatnya Kapolri jadi temannya Kapolri,” tekan Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Kapolri, dengan adanya mural kritik, hal itu merupakan bentuk aspirasi dari masyarakat tentang memberikan gambaran tentang institusi Polri saat ini. Sehingga, nantinya akan dilakukan evaluasi dan pembenahan internal, guna menjadi lebih baik dan diharapkan masyarakat lagi.

"Kami institusi Polri menginginkan bahwa masyarakat bisa memberikan gambaran kepada kami tentang bagaimana persepsi masyarakat tentang Polri. Sehingga kami tiap hari bisa membenahi institusi, sehingga kita bisa siapkan institusi ini, personel-personel kami jadi lebih baik. Jadi Polri yang dipercayai publik, Polri yang dicintai masyarakat," tutur Kapolri.

Lebih jauh, Kapolri mengungkapkan bahwa, diselenggarakannya festival mural ini muncul setelah adanya peristiwa '404 Presiden Jokowi Not Found'. Kemudian hal itu menjadi polemik karena ada oknum yang menghapus mural, tapi ada juga yang membiarkan. Sebab itu, dengan adanya festival mural dengan peserta diizinkan berekspresi sebebas mungkin hingga kritik pedas, Kapolri menegaskan, ini adalah wujud dari Pemerintah dan Polri tidak anti-kritik yang membangun dari masyarakat.

Meski begitu, untuk memberikan kebebasan berekspresi di ruang terbuka harus tetap menjaga norma dan aturan serta nilai yang ada. Misalnya dengan menyalurkan di ruang-ruang telah disediakan seperti yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan menyiapkan ruang mural.

"Ide ini muncul dari diskusi, karena muncul peristiwa 404 Presiden Jokowi Not Found. Kemudian ada aksi di lapangan yang menjadi polemik, ada yang menghapus, ada juga yang membiarkan. Jadi kali ini kita sampaikan bahwa Pemerintah, Polisi tidak anti-kritik," tegas Kapolri. 

Kapolri pun mengapresiasi partisipasi masyarakat yang menyambut baik kegiatan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada peserta telah menyampaikan kritikan yang membangun untuk Polri.

"Tentunya ini jadi kebanggaan kami bahwa ternyata kawan-kawan tidak takut dan berani tampil. Gambar yang positif, negatif, silahkan. Kami akan menghargai betul. Sekali lagi, kritik, memberi masukan, positif, negatif juga boleh, akan jadi teman pak Kapolri," tutur Kapolri.

Dalam kesempatan ini, Kapolri juga menyempatkan secara langsung menyapa secara virtual dengan Polda Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Mahasiswa IPB, Polda Jawa Tengah, perwakilan dari Gorontalo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mereka menyampaikan apresiasi kepada Kapolri telah menyelenggarakan festival mural untuk menyatakan pendapat. Bahkan, masyarakat pun menyambut sangat antusias acara ini. [Sur]