Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Disparekraf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Disparekraf. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2021

Disparekraf Provinsi Lampung Melalui Familiriazation Trip 2021, Ekspos Wisata Lampung




Bandar Lampung -
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, bekerja maksimal untuk mengekpos keindahan alam dan kekayaan budaya yang ada di sang bumi ruwa jurai.

Hal itu dibuktikan pada giat tahunan Dinas Parekraf Provinsi Lampung, yakni Festival Krakatau dengan tema Familiriazation Trip 2021 yang berlangsung pada tanggal 4 sampai 6 November 2021.

Pada Familiriazation Trip 2021 itu, Dinas Parekraf Provinsi Lampung mengusung wisatawan Travelbloger, Influencer Video, Konten Kreator dan Media dari Lampung serta luar Lampung sejumlah 30 orang terpilih hasil dari seleksi ketat, tentunya yang paling banyak viewers nya untuk bisa memperkenalkan akan keindahan wisata yang ada di Lampung.

Rangkaian acara yang begitu padat telah dikemas oleh Dinas Parekraf Provinsi Lampung, namun yang menjadi agenda utama dalam Familiriazation Trip 2021 itu yakni mengenalkan peserta travelbloger, influencer video, konten kreator dan Media pada Rumah Budaya yang ada di Lampung yakni Lamban Gedung Kuning (LGK).

Di Rumah Budaya atau LGK, peserta Familiriazation Trip 2021 disambut oleh Irjen Pol (Purn) Dr. H Ike Edwin, SH. MH. MM, Selaku tuan rumah di LGK, ditemani oleh Bebay Lampung (Baylam) dan juga Ok Oce Qalam Provinsi Lampung.

Saat tiba di LGK, peserta disuguhkan dengan prosesi adat seperti arak-arakan dan tari-tarian, selanjutnya peserta juga diperkenalkan selayang pandang tentang adat Lampung dan sejarahnya oleh Dang Ike, sapaan akrab mantan Kapolda Lampung itu.

Dalam sambutannya, Dang Ike mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada pemerintah provinsi Lampung khususnya Dinas Parekraf Provinsi Lampung dan para Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media yang telah hadir di Lamban Gedung Kuning (LGK). 

"Saya atas nama Keluarga Besar, mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan nya di Lamban Gedung Kuning (LGK), dalam rangka wisata budaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021" ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike membawa peserta Familiriazation Trip 2021, berkeliling dan memperkenalkan yang ada di Rumah Budaya LGK. 

Dilain pihak perwakilan dari para peserta Familiriazation Trip yang disampaikan oleh Indah.N Safitri mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK yang telah berkenan menerima kunjungan mereka di LGK dalam rangka kunjungan wisata budaya.

"Saya mewakili teman-teman semua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas sambutan yang luar biasa ini, dan kami semua merasa bangga dan bahagia serta merasa tersanjung atas Kehormatan dengan penyambutan yang luar biasa ini" ucap Indah.

Hal senada juga disampaikan oleh @travelbydeddy yang dengan takjub dan gembiranya atas penyambutan di LGK

"Di LGK terasa kental akan adat dan budayanya, saya sangat senang dan akan kita promosikan keluar Lampung, bahwa disini bukan hanya indah dari segi pariwisatanya saja tapi adat dan budayanya juga sangat luar biasa," kata @travelbydeddy.

Disisi lain Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung Dr.Edarwan SE. MSi, dalam sambutannya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan dan keikhlasan Dang Ike beserta keluarga besar LGK untuk menerima kunjungan wisata ini.

"Saya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK atas kesediaan dan keikhlasannya menerima kunjungan para peserta Familiriazation Trip 2021, dalam kegiatan wisata budaya yang merupakan bagian dari kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini," kata Edarwan. [Sur]

Kamis, 04 November 2021

Keren! Rumah Budaya LGK Dijadikan Tujuan Wisata Festival Krakatau 2021


Bandar Lampung - Rumah Budaya dan Rumah Kegiatan Budaya Lamban Gedung Kuning (LGK) menjadi salah satu Tujuan dalam rangka kegiatan 5 Trip 2021, dalam mensukseskan dan memeriahkan Festival Krakatau, Kamis (4/11/2021).

Kegiatan tersebut adalah Agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung, dimana untuk kegiatan tahun 2021, salah satu pendukungnya adalah Rumah Budaya Lamban Gedung Kuning (LGK).

Dalam Rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini, Dinas Parekraf Provinsi Lampung mengundang beberapa Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media dari Jakarta dan Lampung yang terpilih.

Lamban Gedung Kuning (LGK) menjadi salah satu tempat kunjungan para undangan tersebut, sebagai tujuan wisata budaya karena LGK adalah salah satu rumah budaya dan rumah kegiatan budaya yang ada di provinsi Lampung.

Dalam kunjungan ke LGK, para tamu disambut dengan arak-arakan dan disambut dengan tari sembah sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dan sebagai pengenalan dan edukasi tentang budaya Lampung. 


Selain disambut dengan arak-arakan dan tari sembah, para tamu juga disuguhkan tarian khas Lampung yaitu Tari Nyambai yang dibawakan oleh ibu-ibu Anggota Bebay Lampung (Baylam) dibawah pimpinan ketua Baylam Dora Yasmin dan pembina Dang Ike bersama dr.Hj Aida Sofina atau yang sering disapa Gusti Aida.

Dang Ike Edwin, sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr.H Ike Edwin SH MH MM dalam acara tersebut juga mengalungkan selempang LGK kepada para tamu undangan, dan memberikan penjelasan terkait budaya Lampung maupun benda-benda sejarah serta asal usul suku Lampung kepada para Travelbloger Influencer video dan konten kreator serta para media yang hadir.

Dalam sambutannya, Dang Ike mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada pemerintah provinsi Lampung khususnya Dinas Parekraf Provinsi Lampung dan para Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media yang telah hadir di Lamban Gedung Kuning (LGK). 

"Saya atas nama Keluarga Besar, mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan nya di Lamban Gedung Kuning (LGK), dalam rangka wisata budaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021" ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike sedikit menjelaskan tentang asal usul orang Lampung , dan tentang budaya Lampung sekaligus sejarah dan Adat istiadat orang Lampung kepada para tamu yang terdiri dari Travelbloger, Influencer video, konten kreator dan para media.

Dilain pihak perwakilan dari para tamu yang disampaikan oleh Indah.N Safitri mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK yang telah berkenan menerima kunjungan mereka di LGK dalam rangka kunjungan wisata budaya.

"Saya mewakili teman-teman semua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas sambutan yang luar biasa ini, dan kami semua merasa bangga dan bahagia serta merasa tersanjung atas Kehormatan dengan penyambutan yang luar biasa ini" ucap Indah.

Selain daripada itu menurut indah, dia akan mempromosikan wisata Lampung bersama teman-teman para Travelbloger, Influencer video, konten kreator dan para media semuanya.

"Selama saya bekerja, seringkali mempromosikan wisata dari daerah lain, seperti pulau Dewata Bali, Raja Ampat dan sebagainya, dan kali ini saya terima kasih diberikan kesempatan bersama teman-teman untuk mengunjungi objek-objek wisata di Lampung termasuk wisata budaya di LGK ini, dan saya berjanji untuk mempromosikan obyek wisata yang ada di Lampung ini termasuk LGK sebagai salah satu wisata budaya" tutur Indah. 

Disisi lain Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung Dr.Edarwan SE. MSi, dalam sambutannya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan dan keikhlasan Dang Ike beserta keluarga besar LGK untuk menerima kunjungan wisata ini.

"Saya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK atas kesediaan dan keikhlasannya menerima kunjungan para tamu dalam kegiatan wisata budaya yang merupakan bagian dari kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini" ucap Edarwan. [Nnd]

Rabu, 03 November 2021

Kabid Humas Polda Lampung Jadi Juri Kompetisi Muli-Mekhanai 2021


Bandar Lampung --
Mantan Abang-None Jakarta Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjadi salah satu juri dalam ajang kompetisi pemilihan Muli-Mekhanai Provinsi Lampung Tahun 2021 yang dilaksanakan di Novotel Lampung pada Selasa malam, 2 November 2021. 

"Pemiliham Muli-Mekhanai The Treasure of Sumatera ini kita ada kriteria nya yaitu 4B, brain, beauty, behavior, dan brave. Hal tersebut merupakan apa yang diharapkan masyaraiat karena mereka akan menjadi duta wisata," katanya.

Di melanjutkan di dalam duta wisata tentunya peserta nantinya akan belajar bagaimana mempromosikan daerahnya sendiri dan terlepas dari kebijakan Gubernur Lampung.

"Beliau menginginkan destinasi pariwisata di Lampung yang mudah-mudahan tahun 2023 Pelabuhan Bakauheni Harbour City akan menjadi destinasi internasional. Mereka nanti akan diberikan kemampuan untuk mempromosikan wisata yang ada di Lampung sehingga dapat mengurangi stigma negatif," kata mantan Abang-None jakarta tahun 1991 tersebut.

Pandra yang juga menjabat Kabid Humas Polda Lampung itu berpesan kepada Muli-Mekhanai terpilih ke depan agar bisa meningkatkan daya tarik sesuai dengan apa yang unggul di daerahnya masing-masing.

Di tengah pandemi COVID-19 dengan adanya adaptasi kebiasaan baru, diharapkan juga dapat meningkatkan produktifitas tinggi dan pemulihan ekonomi dapat berhasil.

"Kemudian juga aman Covid dan yang terakhir adalah aman Kamtibmas sehingga masyarakat Lampung dapat sejahtera," kata Pandra.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Edarwan selaku ketua kegiatan pemilihan Muli-Mekhanai menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memilih lima pemenang Muli-Mekhanai yang nantinya akan tampil membanggakan Lampung hingga ke tingkat nasional.

"Kita akan ambil lima besar dari total peserta sebanyak 53 peserta perwakilan kabupaten/kota yang telah dipilih oleh tujuh dewan juri profesional," katanya. 

Dia melanjutkan Muli-Mekhanai yang terpilih nantinya akan disiapkan untuk menghadapi atau mendukung kawasan Pelabuhan Bakauheni Harbour City.

"Kita memerlukan SDM yang mumpuni untuk itu. Sebenarnya juga 53 peserta ini sudah mumpuni karena mereka merupakan juara-juara juga dari kabupaten masing-masing, namun kita tetap akan seleksi lagi karena memang harus dipilih lima besar," katanya.

Edarwan menambahkan selain itu para pemenang Muli-Mekhanai nantinya akan mendapat kan bantuan beasiswa yang telah dijanjikan oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi.

"Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita adik-adik kita karena ini merupakan suatu bentuk penghargaan Pemerintah Provinsi Lampung kepada para pemenang. Dan ini akan kita tindaklanjuti ke Dinas Pendidikan supaya dapat memberikan beasiswa itu," katanya. [Nnd]

Rabu, 27 Oktober 2021

Kabid Humas Polda Lampung Jadi Dewan Juri Final Pemilihan Muli-Mekhanai 2021


Bandar Lampung -- Mantan Abang Jakarta 1991 Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad dijadwalkan akan menjadi salah satu tim juri pada Pemilihan Muli – Mekhanai (Gadis – Bujang) Provinsi Lampung 2021, pada babak final, di Hotel Novotel, Selasa (2/11/20201).

Hal itu disampaikan Sekretaris Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Yanti Yunidarti, usai acara ‘Opening and Talent Show’ Pemilihan Muli-Mekhanai Provinsi Lampung di Gedung Taman Budaya, Jalan Cut Nyak Dien, Bandarlampung, Senin (25/10/2021).

Selain Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Pandra, juga bertindak sebagai dewan juri, antara lain, istri gubernur Riana Sari Arinal, mantan Putri Indonesia asal Lampung Erika, dr. Olive, dan Yanti Yunidarti.

Sebagai mantan abang Jakarta, kata Yanti, Pandra memiliki kemampuan menjadi juri Muli-Mekhanai, karena dia mengetahui seluk beluk pemilihan yang memiliki talenta dengan segala keunggulan yang ada pada diri finalis.

“Pemilihan Muli-Mekhanai kan sama juga dengan Abang-None Jakarta,” ujarnya.

Yanti mengatakan, hubungan kerjasama antara Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dengan Polda Lampung sudah terjalin sejak lama.

Bahkan setiap ada kegiatan di Mapolda, mereka meminta Dinas Pariwisata untuk turut membantu acara tersebut.

Namun pemilihan Muli-Mekhanai tahun ini diselenggaran dengan sederhana karena keterbatasan anggaran. Biasanya, para peserta dikarantina di sebuah hotel selama tiga hari.

Selama dalam karantina, kata Yanti, para peserta diberi pembekalan berbagai ilmu, seperti public speaking, bahaya narkoba terhadap generasi muda, ilmu kecantikan atau make up, ilmu kesehatan dan lain sebagainya.

“Nah, biasanya yang memberi materi public speaking atau bahaya narkotika itu Pak Pandra,” papar Yanti.

Namun tahun ini, para peserta tidak mendapat pembekalan ilmu tersebut karena dana yang tersedia hanya 20 persen dari kebutuhan yang sesungguhnya.

Meski dengan anggaran yang sangat terbatas, kata Yanti, diharapkan nantinya akan menghasilkan Muli-Mekhanai yang berkualitas. [Sur]

Rabu, 13 Oktober 2021

Proyek Disparekraf Provinsi Lampung, Hanya Menjadi Pajangan Atau Hiasan Tanpa Manfaat


Pesisir Barat -
Merilis dari postingan salah satu akun Facebook @Irtha Hanum Mahdur yang menyoroti tentang proyek Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung yang diletakkan di Desa Pasar Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (13/10/2021).

Menurut Keterangan dari akun Facebook tersebut, Tower penampungan air yang sejatinya akan digunakan untuk mencuci tangan serta guna menerapkan prokes Covid-19 bagi warga masyarakat sekitar atau para pendatang yang berkunjung ke Desa Pasar Kecamatan Pulau Pisang tidak pernah berfungsi.

Pasalnya, sejak tower penampungan air tersebut diletakkan di Desa Pasar Kecamatan Pulau Pisang tidak pernah diisi air, bahkan alat kelengkapannya, seperti keran air tidak ada.

"Yang perlu dipertanyakan, ini untuk pajangan atau hiasan yang hanya buang uang negara sebab tidak dilengkapi secara maksimal agar bisa dipergunakan dan bermanfaat untuk masyarakat serta Turis yang datang kesini" tulis akun tersebut. 

Bahkan menurut keterangan akun Facebook tersebut, sejak diletakkan disana ketika Pandemi covid-19 merebak, belum pernah diisi air.

"Sejak diletakkan disini belum pernah diisi air, bagaimana mau ngisi air kalau ini tidak dilengkapkan," jelas akun @Irtha Hanum Mahdur. 

Selanjutnya tulis akun Facebook @Irtha Hanum Mahdur, meminta Dinas Parekraf Provinsi Lampung untuk mengecek dulu proyek pengadaan salah satu sarana Protokol Kesehatan tersebut. 

"Tolong Dinas Pariwisata untuk cek dulu ya, jangan sampai pulau pisang ini tempat proyek yang gagal bgn shbt" tutup akun @Irtha Hanum Mahdur.

Disisi lain, ketika media mengkonfirmasi kepada Camat Pulau Pisang, Dia mengatakan, "Maaf saya akan pelajari dulu Saya lg konfirmasi dengan Peratin dan Dinas Pariwisata," kata Camat Pulau Pisang.

"Untuk berita seperti ini, mari kita sikapi baik-baik, sebagai masyarakat Pesisir Barat yg cinta daerahnya. Kalau ada masalah sebaiknya kita cari solusi agar semua bisa bermanfaat Karen mohon maaf  jujur saya kaget karena saya baru tau dari media, terimakasih atas infonya ke saya, InshAlloh secepatnya barang ini bermanfaat bagi masyarakat kecamatan Pulau Pisang dan wisatawan yg akan ke Pulau Pisang," sambung Camat Pulau Pisang melalui chat WhatsApp nya.

Lebih lanjut camat menjelaskan bahwa tower air tersebut diterima oleh Kelompok Sadar Wisata Desa Pasar Kecamatan Pulau Pisang pada tahun 2020, dan diterima langsung oleh ketua Pokdarwis Syahril.

"Bantuanya tersebut tahun 2020 diserahkan Provinsi ke Pokdarwis Pasar Syahril ...dulu ditempatkan didepan balai pekon pulau pisang karena sumber airnya dri WC pekon" jelas camat dalam pesan WhatsApp nya Rabu (13/10/2021).

Dilain pihak, ketika media mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Dinas Parekraf Provinsi Lampung, salah satu Kasinya, Sita menjelaskan

"jadi memang ini salah satu bantuan APBD dari Disparekraf.. pariwisata peduli prokes.. bantuan kami memang lengkap sperti yang ada dalam foto.. tapi selebihnya, kami meminta bantuan masyarakat sekitar untuk dapat mengoperasionalkan dan menjaga alat tersebut, seperti halnya ya menyalurkan air dan merawatnya" ujar Sita.

Selanjutnya dia mengatakan bahwa pada intinya diperlukan peran serta masyarakat setempat dalam menjaga dan merawat alat tersebut agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

"jadi intinya sih, diperlukan peran serta masyarakat sekitar untuk dapat membantu mengoperasikan alat tersebut dan juga memeliharanya, kalau dari Disparekraf sudah lengkap memberi bantuannya seperti yang tampak dalam foto tersebut yang bapak kirimkan" tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pokdarwis Desa Pasar Kecamatan Pulau Pisang sedang berupaya untuk memfungsikan alat tersebut agar dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat maupun para turis asing yang datang, demi menjaga Prokes untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. [Sur]