Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 17 Juni 2026

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemprov Lampung Perkuat Konektivitas Transportasi Darat, Laut, dan Udara


Bandar Lampung
---- Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya melakukan transformasi pada sektor perhubungan menuju transportasi modern. Langkah ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum, Sulpakar yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung pada Upacara Bulanan di Lapangan Korpri, Rabu (17/6/2026). Dalam arahannya, Ia menekankan bahwa perubahan zaman yang dinamis ini membawa sejumlah tantangan lokal yang harus segera diselesaikan secara berkelanjutan oleh seluruh jajaran pemerintahan.


"Kita masih menghadapi beberapa persoalan mendasar di lapangan, seperti kebutuhan kepastian regulasi dan perlindungan bagi seluruh pihak dalam ekosistem transportasi online, penanganan kendaraan ODOL (Over Dimension Over Load) yang merusak jalan dan mengancam keselamatan, hingga menurunnya daya saing angkutan umum konvensional," ungkap Sulpakar.


Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa solusi komprehensif yang disiapkan adalah transformasi menyeluruh yang mengintegrasikan seluruh simpul transportasi (pelabuhan, stasiun, bandara, dan terminal) agar pergerakan masyarakat dan logistik menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.


Sebagai jawaban konkret atas tantangan regulasi, keselamatan, dan modernisasi, Pemerintah Provinsi Lampung bersama para pemangku kepentingan telah berhasil mengimplementasikan sejumlah capaian nyata di lapangan. Menjawab tuntutan green transportation misalnya, Lampung kini telah sukses mengoperasikan layanan Smart BRT Itera di sektor darat. Kemajuan ini diperkuat dengan masuknya investasi asing melalui kehadiran armada Taksi Listrik Green SM, yang membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap kesiapan Lampung dalam membangun ekosistem kendaraan listrik rendah emisi.


Sementara itu, peningkatan standar keselamatan dan pelayanan di sektor penyeberangan Selat Sunda juga terus dipacu. Konektivitas antara Pulau Sumatera dan Jawa kini semakin solid berkat pengoperasian KMP Dalom I rute Bakauheni–Merak, optimalisasi dua dermaga eksekutif, serta peremajaan armada kapal reguler maupun eksekutif demi menjamin kepastian layanan bagi pengguna jasa. Selain sebagai gerbang logistik laut, konektivitas udara Provinsi Lampung juga mendapat angin segar setelah Bandara Raden Inten II resmi kembali menyandang status sebagai Bandara Internasional, sebuah momentum penting yang diyakini akan memperluas aksesibilitas Lampung.


Sejumlah rencana besar juga tengah dimatangkan untuk memastikan infrastruktur transportasi Lampung mampu menampung pertumbuhan ekonomi masa depan melalui : 


- Optimalisasi Jalur Kereta Api & Logistik Batubara guna meminimalkan beban jalan raya akibat kendaraan besar (termasuk ODOL), fokus diarahkan pada rencana pembangunan jalur ganda (double track) lintas Muara Enim–Prabumulih–Tegineneng–Tarahan. 

- Pengembangan Kawasan Pesisir & Terminal Regional yang terdiri dari 5 pelabuhan pengumpan regional dengan memprioritaskan Pelabuhan Sebalang untuk segera dioperasikan guna mendongkrak ekonomi pesisir.Sementara di sektor darat, dari 15 terminal Tipe B yang dikelola Pemprov, sebanyak 6 terminal telah dielaborasikan dan kualitas pelayanannya akan terus ditingkatkan secara bertahap.


Di akhir arahannya, Sulpakar meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu visi yang padu.


"Berbagai capaian dan rencana ini adalah ikhtiar bersama untuk membangun sistem transportasi Lampung yang terintegrasi, modern, berkelanjutan, dan berdaya saing. Mari kita jadikan sektor transportasi sebagai roda penggerak utama menuju Lampung yang maju, inklusif, terkoneksi, dan berdaya saing," pungkasnya. (*)

Kawal Kualitas Data Sensus Ekonomi 2026, BPS Provinsi Lampung Gelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan SE2026 se-Provinsi Lampung


Lampung
- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara hybrid pada Rabu (16/6). Kegiatan yang berpusat di Aula Radin Imba Kusuma BPS Provinsi Lampung ini bertujuan untuk melakukan evaluasi awal pelaksanaan pendataan sekaligus merumuskan strategi taktis demi menghasilkan data ekonomi yang lengkap, akurat, dan berkualitas tinggi di seluruh wilayah Bumi Ruwa Jurai.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran pegawai BPS Provinsi Lampung serta Pengawas Pemeriksa Lapangan (PML) SE2026 dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Dalam pengarahannya, Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, memberikan penekanan kepada seluruh jajaran, khususnya para petugas di lapangan, agar menjaga integritas dan kehati-hatian dalam proses pencacahan. Beliau menegaskan bahwa SE2026 adalah pilar utama dalam memotret struktur ekonomi aktual daerah.

"Kunci dari keberhasilan SE2026 berada di tangan rekan-rekan pengawas dan pencacah, namun partisipasi aktif masyarakat adalah penentunya. Pastikan tidak ada undercoverage maupun duplikasi, sehingga data yang kita hasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil untuk kepentingan perencanaan pembangunan nasional," ujar Ahmadriswan memberikan motivasi.

Untuk mengantisipasi penipuan, masyarakat juga diminta mengenali ciri-ciri petugas SE2026, yaitu: Menggunakan Rompi resmi SE2026; Membawa ID Card (tanda pengenal) resmi yang disertai dengan QR Code; dan dilengkapi dengan Surat Tugas resmi dari BPS setempat.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BPS Provinsi Lampung dalam memastikan kelancaran pelaksanaan SE2026. Dengan sinergi antara profesionalisme petugas dan keterbukaan pelaku usaha, diharapkan data ekonomi yang dikumpulkan dapat mencerminkan kondisi aktual dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan perencanaan pembangunan nasional.

Langkah BPS Provinsi Lampung dalam mengawal Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menyasar kesiapan internal petugas. BPS berharap kepada masyarakat dan para pelaku usaha di Lampung agar selalu "Ingat TIR!" saat menerima kunjungan petugas Sensus Ekonomi 2026.

TIR sendiri merupakan akronim dari tiga komitmen penting:
1. Terima Petugas SE2026.
2. Isi data dengan benar.
3. Rahasia data dijamin aman terjaga.

Senin, 15 Juni 2026

Pemasyarakatan Hadir untuk Masyarakat, Lapas Kalianda Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Sekitar


Kalianda
– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan bakti sosial berupa penyaluran bantuan sembako kepada warga yang tinggal di sekitar lingkungan Lapas, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial jajaran pemasyarakatan sekaligus upaya mempererat hubungan yang harmonis antara Lapas dengan masyarakat sekitar. Puluhan paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk dukungan dan perhatian terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan untuk tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga berkontribusi langsung kepada masyarakat.

“Keberadaan pemasyarakatan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir, peduli, dan membantu sesama,” ujar Kalapas.

Menurutnya, kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Warga penerima bantuan menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Lapas Kalianda tersebut. Mereka mengapresiasi perhatian yang diberikan dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat.

Selain memberikan bantuan sembako, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan membangun citra positif pemasyarakatan sebagai institusi yang hadir dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, Lapas Kelas IIA Kalianda menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat yang sejalan dengan semangat “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat” serta mendukung program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menghadirkan pelayanan yang berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan hubungan baik antara Lapas Kalianda dan masyarakat sekitar semakin kuat, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Unjuk Rasa Mahasiswa Warnai Kantor DPRD dan Pemprov Lampung


Bandar Lampung
– Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Lampung menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Senin (15/6/2026). Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP.

Menjelang aksi berlangsung, aparat keamanan telah memperketat pengamanan di kawasan perkantoran Pemprov dan DPRD Lampung. Sejumlah akses masuk dipasangi kawat berduri, sementara kendaraan taktis dan personel gabungan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan.

Massa aksi yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung, Kesatuan Aksi Mahasiswa UIN Lampung (KAMU Lampung), dan Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera), menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Isu yang diangkat meliputi penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta berbagai kebijakan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Mahasiswa menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang terdampak berbagai kebijakan nasional. Melalui orasi dan penyampaian pernyataan sikap, mereka berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap kondisi ekonomi dan kebutuhan rakyat.

Hingga aksi berlangsung, situasi di sekitar Kantor DPRD dan Pemprov Lampung terpantau kondusif. Aparat keamanan terus berjaga untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, dan damai.

Aksi unjuk rasa ini menjadi bagian dari gelombang aspirasi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah, dengan harapan pemerintah dapat mendengar dan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan secara demokratis.

XPONESIA Awards 2026 Apresiasi UMKM dan BPD HIPMI Terbaik dalam Rangkaian MUNAS XVIII HIPMI


Lampung
– XPONESIA 2026 tidak hanya menjadi salah satu pusat perhatian dalam rangkaian Musyawarah Nasional (MUNAS) XVIII HIPMI yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Novotel Lampung, tetapi juga menjadi panggung apresiasi bagi para pelaku UMKM, Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI, dan peserta pameran yang menampilkan performa terbaik selama kegiatan berlangsung.


Sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas, inovasi, kemampuan membangun interaksi dengan pengunjung, serta kontribusi dalam menyukseskan pameran, XPONESIA 2026 menganugerahkan XPONESIA Awards 2026 kepada lima booth terbaik dalam kategori yang berbeda. Penghargaan tersebut disertai dengan uang pembinaan yang diberikan oleh Organizing Committee (OC) Lokal MUNAS XVIII HIPMI sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha dan peningkatan kualitas peserta pameran.


Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Koordinator XPONESIA 2026, Dimas H. Pribadi, didampingi sejumlah tamu undangan dan mitra strategis, di antaranya Albert Chandra, Asisten Manajer FPPU Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Luki Nurwendhi, Wakil Pemimpin PNM Cabang Lampung, serta Hengki Andrianto, Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi Usaha Menengah Kementerian UMKM Republik Indonesia.


Adapun penerima XPONESIA Awards 2026 adalah:


- The Most Supportive BPD: BPD HIPMI Maluku

- The Most Crowded Booth: CV. Mitra TOP

- Best Engagement Booth: BPD HIPMI Bali

- People’s Choice Award: Luxxe Studio

- Best Booth Design: BPD HIPMI Papua Selatan


Koordinator XPONESIA 2026, Dimas H. Pribadi, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang mampu menghadirkan semangat kolaborasi sekaligus mendorong terjadinya transaksi bisnis yang nyata bagi para peserta.


“Alhamdulillah, XPONESIA 2026 berjalan dengan sangat sukses. Antusiasme peserta dan pengunjung luar biasa. Bahkan beberapa tenant kuliner telah habis terjual sejak hari pertama. Hal ini menunjukkan besarnya dukungan kader HIPMI dari seluruh Indonesia terhadap produk-produk UMKM yang hadir dalam XPONESIA,” ujarnya.


Kesuksesan XPONESIA 2026 tidak terlepas dari koordinasi yang solid antara Ketua Organizing Committee (OC) MUNAS XVIII HIPMI, Arief Satria Kurniagung, dan Koordinator XPONESIA 2026, Dimas H. Pribadi, serta kerja keras seluruh panitia yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.


Tim inti XPONESIA 2026 yang menjadi motor penggerak suksesnya acara terdiri atas Dimas H. Pribadi, Imaduddin Indrissobir, Kevin Tambunan, Randy Sugiarto, Ira Damayanti Pohan, Yakuttinah Marjan, Yuke Elvandari, Mohammad Riski Borman, Wahyudi Yuka, dan Ario Pringgodany.


Melalui sinergi yang kuat antara HIPMI, pemerintah, lembaga keuangan, dan para pelaku usaha, XPONESIA 2026 berhasil menghadirkan ruang promosi, edukasi, networking, dan transaksi bisnis yang memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan UMKM Indonesia.


Dukungan dari Bank Indonesia, PNM, Kementerian UMKM Republik Indonesia, serta seluruh pihak yang terlibat menjadi bukti nyata bahwa pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, XPONESIA diharapkan terus menjadi agenda unggulan yang mampu mendorong UMKM Indonesia naik kelas, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global. 

Minggu, 14 Juni 2026

Perkuat Disiplin dan Soliditas, Lapas Kalianda Gelar Latihan Fisik, Mental, dan Disiplin bagi Pegawai


Kalianda
– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kedisiplinan dan profesionalisme pegawai. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan menggelar kegiatan Latihan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD) bekerja sama dengan Kodim 0421/Lampung Selatan, yang berlangsung di lingkungan Lapas Kalianda, Jumat (13/6).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda bersama personel TNI dari Kodim 0421/Lampung Selatan dan diikuti seluruh jajaran pegawai. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan internal guna membentuk karakter pegawai yang tangguh, disiplin, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai materi yang meliputi latihan fisik, pembinaan mental, serta penguatan kedisiplinan. Melalui kegiatan ini, para pegawai didorong untuk meningkatkan kesiapan dalam melaksanakan tugas, memperkuat jiwa korsa, serta menumbuhkan integritas dan loyalitas terhadap organisasi.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda mengatakan bahwa kegiatan FMD merupakan salah satu bentuk investasi organisasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki komitmen kuat terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai petugas pemasyarakatan.

"Disiplin bukan hanya soal hadir tepat waktu, tetapi tentang kesungguhan dalam menjalankan amanah. Setiap pegawai harus memiliki komitmen, loyalitas, dan tanggung jawab yang sama terhadap organisasi. Tidak boleh ada setengah hati dalam bekerja maupun dalam mengikuti setiap kegiatan kedinasan," tegas Kalapas.

Menurutnya, sinergi antara Lapas Kalianda dan Kodim 0421/Lampung Selatan dalam kegiatan pembinaan ini menjadi langkah positif untuk membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan.

Melalui kegiatan Latihan Fisik, Mental, dan Disiplin ini, diharapkan seluruh pegawai Lapas Kalianda semakin solid, memiliki ketahanan mental yang kuat, serta mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dalam mendukung terciptanya pemasyarakatan yang maju dan berdampak bagi masyarakat.

Panen Sawi di Lapas Kalianda, Bukti Nyata Pembinaan Kemandirian dan Dukungan Ketahanan Pangan


Kalianda
– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan yang produktif melalui kegiatan panen sawi yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Jumat (13/6/2026).

Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kalianda bersama jajaran petugas dan warga binaan di area pertanian yang selama ini dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

Program ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar memiliki etos kerja, disiplin, dan rasa tanggung jawab.

Melalui kegiatan pertanian yang berkelanjutan, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Hasil panen yang diperoleh menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan karya yang bermanfaat dan bernilai produktif.

Menariknya, hasil panen sawi tersebut langsung dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas. Sayuran yang dipanen didistribusikan ke dapur Lapas Kalianda sebagai bahan baku penyediaan makanan bagi warga binaan.

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus mewujudkan kemandirian lembaga pemasyarakatan melalui pemanfaatan lahan produktif yang tersedia.

Kalapas Kalianda menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi warga binaan tetapi juga bagi institusi pemasyarakatan secara keseluruhan.

> “Pembinaan tidak boleh berhenti pada kegiatan semata. Harus ada hasil yang bisa dirasakan, baik oleh warga binaan maupun institusi. Melalui kegiatan pertanian ini, kami ingin membuktikan bahwa warga binaan mampu berkarya, produktif, dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan. Dari dibina menjadi berguna, itulah tujuan pembinaan yang sesungguhnya,” tegas Kalapas.



Program pertanian yang dijalankan Lapas Kalianda menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan berbasis keterampilan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.

Selain menghasilkan produk yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter positif sebagai bekal reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.

Dengan keberhasilan panen sawi tersebut, Lapas Kalianda terus menunjukkan bahwa pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dapat menghasilkan manfaat nyata, sekaligus mendukung program ketahanan pangan dari dalam lingkungan pemasyarakatan.

Sabtu, 13 Juni 2026

Dua Penadah Motor Curian Ditangkap di Tanggamus, Saat Akan Jual di Facebook


Bandar Lampung
– Polsek Labuhan Ratu mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan dan penadahan kendaraan bermotor. 

Dua pria berinisial EI (23) dan A (39) ditangkap saat berupaya menjual sepeda motor hasil curian melalui Facebook Marketplace.

Kapolsek Labuhan Ratu AKP Ono Karyono mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan kehilangan dua unit sepeda motor milik korban berinisial BRS (19), seorang mahasiswa, di sebuah rumah kos di Jalan Bhayangkara, Gang Cendrawasih, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, pada 30 Maret 2026 lalu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp42 juta.

"Tim melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa salah satu motor yang hilang, yakni Yamaha WR, sedang ditawarkan melalui Facebook Marketplace dengan harga Rp17 juta," kata AKP Ono Karyono, Jumat (12/6/2026).

Petugas kemudian menyamar sebagai pembeli dan mengatur pertemuan dengan penjual di wilayah Kota Agung, Kabupaten Tanggamus. Saat transaksi hendak dilakukan, polisi langsung mengamankan A yang diketahui bertugas memasarkan motor tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, A mengaku hanya membantu menjualkan motor atas permintaan EI dan dijanjikan komisi apabila kendaraan tersebut berhasil terjual.

"Pelaku menawarkan motor dengan keterangan dilengkapi STNK. Namun setelah kami lakukan pendalaman, dokumen STNK yang ditunjukkan ternyata palsu," ujar Ono.

Berdasarkan keterangan A, polisi bergerak cepat dan menangkap EI di wilayah Kota Agung. Kepada penyidik, EI mengaku memperoleh motor tersebut dari seseorang yang kini masih dalam pengejaran petugas.

"Dari pengakuannya, motor itu dibeli dari orang lain yang identitasnya telah kami kantongi dan saat ini masih dalam pengejaran," jelasnya.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha WR milik korban beserta dua unit telepon seluler yang digunakan para pelaku. Keduanya kini ditahan dan dijerat Pasal 477 dan Pasal 591 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian dengan pemberatan dan penadahan.

Jumat, 12 Juni 2026

Tanamkan Iman dan Integritas, Lapas Kalianda Gelar Bimbingan Rohani bagi Pegawai


Kalianda
– Dalam upaya memperkuat pembinaan mental, spiritual, dan integritas aparatur, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda menggelar kegiatan Bimbingan Rohani yang diikuti oleh seluruh pegawai, pejabat struktural, staf, serta regu pengamanan, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Kalianda tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian bagi pegawai guna menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta meningkatkan kualitas moral dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Melalui materi yang disampaikan oleh pemuka agama, para peserta diajak untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan rasa syukur, serta menanamkan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sehari-hari. Selain itu, bimbingan rohani juga menjadi sarana refleksi diri agar setiap pegawai mampu menghadapi tantangan pekerjaan dengan penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan profesionalisme.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menegaskan bahwa penguatan spiritual merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan yang berkualitas.

“Petugas pemasyarakatan memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjalankan tugas pembinaan, pengamanan, dan pelayanan. Oleh karena itu, selain kompetensi dan kedisiplinan, diperlukan pula keimanan serta integritas yang kuat sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Beni Nurrahman.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang tertanam dengan baik akan membentuk karakter pegawai yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki komitmen tinggi terhadap etika kerja dan pelayanan publik.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan hati yang bersih dan moral yang kuat, seluruh jajaran dapat memberikan kinerja terbaik, menjaga amanah yang diberikan negara, serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang semakin PASTI dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan bimbingan rohani ini, Lapas Kelas IIA Kalianda menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, integritas, dan profesionalisme, sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis serta mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara optimal.

Sekber Tiga Asosiasi Media Bedah Strategi Dongkrak PAD Lampung


BANDARLAMPUNG
– Sekretariat Bersama (Sekber) tiga organisasi perusahaan media konstituen Dewan Pers di Lampung kembali menggelar Sarasehan Jilid II yang mengangkat tema “Pajak Digali, Pajak Dikepul, Lalu?” di Aula Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung, Rabu (10/6/26).

Sekber tersebut terdiri dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Dalam satasehan yang dipandu oleh Ketua Harian SMSI Lampung, Fajar Arifin itu, , Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Saipul, memaparkan sejumlah langkah yang disiapkan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Salah satu kebijakan yang disoroti adalah pemberian keringanan bagi pemilik kendaraan yang memiliki tunggakan pajak antara satu hingga lima tahun.

"Konsepnya adalah pemilik kendaraan hanya diwajibkan membayar pajak berjalan satu tahun ditambah 50 persen dari nilai pajak tahun berjalan sebagai pengganti tunggakan," katanya saat menyampaikan materi dalam acara sarasehan.

Selain keringanan tunggakan, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan program penghargaan bagi wajib pajak yang selama ini disiplin membayar PKB.

Diskon sebesar 5 persen diberikan kepada masyarakat yang membayar pajak tepat waktu. Sementara potongan 15 persen diberikan kepada wajib pajak yang tercatat membayar PKB secara berturut-turut selama empat tahun.

Adapun diskon 20 persen diberikan kepada pemilik kendaraan berusia lebih dari 10 tahun yang tetap konsisten membayar pajak selama empat tahun berturut-turut. Sedangkan potongan tertinggi sebesar 25 persen diberikan kepada wajib pajak yang tidak pernah menunggak selama empat tahun berturut-turut dengan usia kendaraan lebih dari 15 tahun.

Pemprov Lampung juga memberikan insentif bagi masyarakat yang melakukan proses balik nama maupun mutasi kendaraan dalam daerah. Untuk kendaraan roda empat, diskon PKB tahun berjalan diberikan sebesar 25 persen, sedangkan kendaraan roda dua memperoleh potongan hingga 50 persen.

Sementara bagi kendaraan yang melakukan mutasi masuk ke Provinsi Lampung, pemerintah memberikan insentif berupa diskon pajak sebesar 50 persen pada tahun pertama dan tahun kedua. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan validitas data kendaraan sekaligus memperluas basis penerimaan daerah.

Saipul menyebutkan, hingga saat ini realisasi pendapatan daerah Provinsi Lampung telah melampaui 54 persen dari target yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Harapannya, dengan adanya diskon dan riwerd bagi taat pajak ini, ke depannya masyarakat dapat berlomba-lomba untuk membayar pajak, dan tentunya akan menambah pendapatan daerah," harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung, Kompol Juli, menjelaskan bahwa kepolisian memiliki peran dalam memastikan legalitas kendaraan melalui sistem registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.

Menurutnya, tugas kepolisian di lingkungan Samsat bukan melakukan pendataan wajib pajak yang patuh, melainkan memastikan keabsahan data kendaraan melalui Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Jadi, kaitannya polisi terutama di dalam Samsat itu adalah untuk memberikan keabsahan kendaraan. Pemilik kendaraan itu wajib melakukan registrasi 5 tahun sekali," tegasnya.

Ia menjelaskan, kendaraan yang tidak melakukan registrasi ulang selama lebih dari lima tahun berpotensi kehilangan validitas data dalam sistem kepolisian.

"Jadi, ketika pemilik kendaraan sudah mati pajak selama 5 tahun, maka diharuskan registrasi ulang, jika tidak melaksanakan registrasi maka keabsahan surat akan hilang dari database kepolisian," jelasnya.

Kompol Juli menilai tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pajak dan registrasi kendaraan di Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara maju.

"Di luar negeri ada batas usia kendaraan, jika kendaraan lewat 10 tahun maka akan dihanguskan sementara di negara kita kalau melihat kendaraan lebih dari 10 tahun masih beroperasi," tutupnya. (Sek)