Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Adzan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adzan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Maret 2022

Gelar Fikri Bareno Dipertanyakan Imbas Rukuk 2 Kali, Ada Surat Terbuka Buat Kemdikbudristek Nih!


Baru-baru ini, nama Fikri Bareno atau Buya Fikri menjadi perbincangan hangat netizen karena videonya saat salat viral di media sosial.

Video salat Buya Fikri menarik perhatian karena ia melakukan dua kali rukuk saat salat di atas mobil komando.

Diketahui bahwa video tersebut diambil saat Buya Fikri salat di tengah aksi unjuk rasa bersama Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Kementerian Agama (Kemenag) pada Jumat (4/3/2022).

Setelah video itu viral, media sosial Majelis Ulama Indonesia (MUI) digeruduk oleh netizen karena Buya Fikri diketahui sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI.

Tak hanya itu, kini netizen menguliti sesuatu tentang Fikri, salah satunya mempertanyakan gelar yang digunakannya.

Hal itu disampaikan oleh akun Twitter @Utara99912. Pada Minggu (6/3/2022), ia membuat surat terbuka untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Di awal cuitannya, pemilik akun menyebut tentang Buya Fikri yang jadi perbincangan karena kesalahanya dalam salat.

“Surat Terbuka Kepada Yth. Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi @ditjendikti @Itjen_Kemdikbud @Kemdikbud_RI Salam hormat. Dalam beberapa hari ini, nama Fikri Bareno, salah satu pengurus MUI, sedang santer dibicarakan karena kesalahannya dalam salat,” buka @Utara99912 dikutip pada Senin (7/3/2022).

Setelah itu, ia mengungkapkan kalau Buya Fikri kerap memakai gelar yang berbeda di beberapa kesempatan.

Ia menjelaskan, “Setelah saya mencari tahu, ada beberapa gelar yang inkonsisten dipakai oleh Fikri Bareno. Di situs MUI, ia memakai gelar Dr. H. Fikri Bareno, MA. Sementara itu di situs Partai Dakwah Rakyat Indonesia, ia memakai gelar KH. Buya Fikri Bareno, SE., MBA, M. Ag.”

“Sebelumnya, pada tahun 2013, yang bersangkutan dikenal dengan gelar Drs. H. Fikri Bareno, M. Ag., MBA,” lanjutnya.

Pemilik akun itu mengaku sempat mencari data Buya Fikri di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), tapi tidak ditemukan apa pun.

“Saya berusaha mencari di pangkalan data dikti untuk menemukan nama Fikri Bareno, namun namanya tidak saya temukan,” tuturnya.

Ia menutup, “Dalam rangka kebenaran dan pembenaran informasi, serta kejujuran dalam pemakaian gelar akademis, maka saya meminta informasi terkait riwayat pendidikan tinggi dari Fikri Bareno. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. (Email resmi sudah saya kirimkan).”

Melihat cuitan yang kini sudah mendapat ratusan retweets dan likes tersebut, netizen pun ikut menyampaikan tanggapan mereka.

Baca Juga: Akan Dibawa ke Mana Negeri Ini ke Depan? Ironis! Husin Shihab Tanggapi Pengurus MUI yang Rukuk 2 Kali Saat Salat

Wong pemerintah sm mereka aja takut…ngapain repot2 bikin surat terbuka?!gk ada guna!!” tegas @leluc****.

Ayo Di Jelas Kan @MUIPusat,” ujar @AntonKu6246****.

2022 bsk ada tambahan gelar DR. Fikri Boreno, http://M.Ag, VVI R Injection Matic Sedition,” kata @LembahTi****.

Tak hanya itu, masih ada banyak balasan yang ditulis oleh netizen menanggapi surat terbuka untuk Kemdikbudristek tentang Buya Fikri.

  • Surat Terbuka
  • Kepada Yth.
  • Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi @ditjendikti @Itjen_Kemdikbud @Kemdikbud_RI
  • Salam hormat.
  • Dalam beberapa hari ini, nama Fikri Bareno, salah satu pengurus MUI, sedang santer dibicarakan karena kesalahannya dalam salat.
  • — de maharya, Dr. (@Utara99912) March 6, 2022

Sabtu, 26 Februari 2022

UAS: Orang yang Terganggu Dengar Azan, Ruqyah

Ustaz Abdul Somad (UAS)

GARIS KOMANDO – Ustaz Abdul Somad (UAS) ikut bereaksi dalam polemik soal suara azan. Melalui laman Instagram @ustadzabdulsomad_official, hal itu diutarakannya dengan sebuah postingan berisi cuplikan video animasi kartun.

Dalam cuplikan video animasi kartun tersebut, awalnya diperlihatkan dua orang yang sedang duduk bersama. Saat terdengar suara azan, salah satunya pun berkomentar bahwa suara azan itu terdengar cukup mengganggu.

"Waduh nih azan berisik banget ya, ganggu banget sih," kata orang pertama.

"Kok berisik mas? Bukan berisik mas, justru ini indah karena ini panggilan untuk umat muslim, untuk melaksanakan shalat," kata orang kedua.

"Tapi suaranya bikin pekak telinga tahu," balas si orang pertama.

Kemudian muncul lah sosok orang ketiga dengan latar suara Ustaz Abdul Somad, yang menjelaskan tentang apa itu makna azan.

"Bunyi adzan itu apa? Lafaz Allah kan. Yang terganggu dengan lafaz Allah itu setan," kata Abdul Somad.

Ustad Abdul Somad bahkan mengatakan untuk mengumpulkan siapapun yang tidak suka atau terganggu dengan suara azan, untuk di-ruqyah secara massal.

"Maka orang yang terganggu mendengar adzan, dia mesti diruqyah. Kumpulkan se-Indonesia ini berapa anggota DPR, pejabat, orang kaya, yang terganggu mendengar adzan diadakan ruqyah massal," ujar Abdul Somad.

"Lokasinya kalau tak punya tempat bawa di Masjid Nurul Islam. Nanti buat tabligh akbar ruqiyah massal para penentang adzan pakai mikrofon," ujarnya.


Sumber

Kamis, 28 Oktober 2021

Kisah Menyayat Hati !! Anggota Brimob Polda Lampung yang Bertugas di Poso, Azan kan Anaknya yang Baru Lahir Via Telepon


Bandar Lampung --- Bagi setiap orang tua, bisa menyaksikkan secara langsung proses kelahiran anaknya adalah sebuah momen yang sangat membahagiakan dan pastinya sangat dinantikan. Karena di momen itulah, dimana buah hati yang selama ini di tunggu selama 9 bulan kelahirannya, akhirnya bisa lahir dengan selamat dan sehat. 

Namun, bagaimana jadinya jika seorang ayah tak bisa datang dan melihat proses kelahiran anaknya, karena mengemban tugas negara? Seperti halnya yang dialami oleh seorang bapak yang diketahui anggota Sat Brimob Polda Lampung ini.

Melalui sebuah video yang dibagikan oleh akun Instagram @satbrimob_lampung, anggota Brimob ini sedang bergabung dalam Satgas Madago Raya yang tengah memburu anggota MIT di tengah hutan parigi moutong, sausu, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang bertugas memburu sisa teroris yang bergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Hingga ia tak bisa melihat secara langsung proses kelahiran putri nya. Mau tidak mau, anggota Brimob ini akhirnya saat melaksanakan patroli di tengah hutan, dia pun berhenti sejenak untuk menyambungkan teleponnya ke sang istri sembari mengazankan anaknya. yang memunculkan rasa haru amat dalam.

Video yang dibagikan oleh akun Instagram @satbrimob_lampung menampilkan seorang anggota Brimob Lampung, yang bernama Ipda Rano Aprilianto, yang saat itu tengah memimpin anggotanya untuk melaksanakan patroli di tengah hutan parigi moutong, sausu, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Saat itu dia mendapat kabar istrinya baru saja melahirkan anak ketiganya dengan selamat. Alhasil di tengah hutan, dia pun berhenti sejenak untuk menyambungkan teleponnya ke sang istri , sambil menitikkan air matanya, anggota Brimob itupun mengazankan anaknya.

Meski sedang menjalankan tugas di tengah hutan dan keterbatasan yang ada, anggota Brimob tersebut tampak sangat bahagia karena sang anak telah lahir.



Bukti Cinta pada Negaranya

Melihat momen Ipda Rano Aprilianto yang mengazankan putrinya di Lampung dari Tanah Poso, hal ini menjadi bukti akan kecintaan sang anggota Brimob pada bangsa dan negaranya. Ketidakhadirannya di saat momen penting kelahiran anaknya, tentu menjadi kesedihan tersendiri bagi Ipda Rano Aprilianto. Namun ia sadar dirinya memiliki tanggung jawab untuk menjaga bangsanya juga.

Dari beliau kita bisa berkaca bahwa tidak semua kesedihan yang kita alami itu lebih dari pada orang lain. Karena beliau sudah membuktikan bahwa betapa cintanya beliau kepada bangsa dan negara ini melebihi cintanya pada keluarganya.

Beragam Komentar Warganet

“Saya bangga dan terharu... Semangat terus buat pasukan brimob... Semoga semua pasukan yang bertugas selalu dalam lindungan Allah SWT”,tulis @ bintang.bettawi.cupang

“Selamat bertugas pak.. selalu dalam perlindungan Yang Maha Kuasa. Dan semoga dapat segera berkumpul bersama keluarga.. Terima kasih atas pelayanan dan jasa Brimob dan Ipda Rano. Semangatt !!!”,tulis @ bellyarga

“Selamat bertugas, pak. Semoga Tuhan YME melindungi anda dan tim. Buat anggota MIT yg tersisa, semoga segera sadar dan bisa serta mau kembali hidup bermasyarakat secara damai. Aamiin”,tulis @ mas.wahyudi.pur. [Sur]

Kamis, 14 Oktober 2021

Wagub DKI Respons Media Asing soal Azan Bising: Ini Indonesia


Jakarta -
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria merespons sorotan media asing yang melaporkan sejumlah warga mengeluh dan risih dengan suara bising azan.

Riza meminta semua pihak menyadari bahwa ini adalah Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Islam terbesar di dunia.

Di negara ini, kata Riza, azan telah menjadi tradisi sejak nenek moyang dan oleh karenanya hal itu tak perlu dipermasalahkan.

"Bisa disampaikan bahwa ini adalah Indonesia yang memang mayoritas muslim. Warganya ibadah, salat setiap jam. Salat ya ada azan sebagai panggilan untuk salat," kata dia di kompleks DPRD DKI, Kamis (14/10).

Politikus partai Gerindra itu tak mau ambil pusing dengan keluhan warganya. Lagi pula, menurut dia, para takmir masjid juga mengerti batasan agar suara azan tak mengganggu pemeluk agama lain. 

Dia menerangkan, azan adalah panggilan ibadah yang dilakukan umat Islam setiap lima kali dalam sehari. Dia pun meminta semua pihak untuk menghormati ajaran semua agama termasuk Islam. 

"Azan itu kan memang panggilan salat dan ibadah, tentu kita harus hormati semua agama yang ada di Indonesia," katanya.

Meski demikian, Riza mengaku menghormati keluhan warga yang mengeluhkan bising azan. Ia berujar pihaknya akan mengecek lokasi warga tersebut.

Media asing AFP menyoroti warga Jakarta yang takut menyampaikan komplain soal suara azan karena dianggap terlalu bising dan mengganggu kenyamanan.

AFP menceritakan kisah salah satu warga Jakarta, Rina (bukan nama sebenarnya), yang bangun setiap subuh karena pengeras suara yang begitu keras dari masjid di pinggiran Jakarta saat azan berkumandang.

Rina mengaku cemas setiap kali mendengar suara bising di pengeras suara masjid. Ia sering tak bisa tidur, mual saat makan. Namun, ia takut saat akan menyampaikan keluhan. Ia khawatir keluhannya justru akan membuatnya diserang, dan bisa dipenjara.

"Tidak ada yang berani mengeluh mengenai hal itu, di sini," kata Rina kepada AFP.