Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Demo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demo. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Mei 2023

Arak-arakan Dan Teaterikal Tupping Lampung Iringi Pendaftaran BCAD PKS Lampung


GK, Lampung - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendaftarkan Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) ke Komisi Pemilihan Umum Lampung pada Senin (8/5).


Sebelum secara resmi diterima jajaran Komisioner KPU Lampung, rombongan PKS Lampung yang dipimpin oleh Ahmad Mufti Salim melakukan arak-arakan sepanjang 200 meter di jalan Gajah Mada menuju ke kantor KPU Lampung.


Setiba di kantor KPU, ketika rombongan PKS Lampung telah memasuki ruangan, ada aksi teaterikal tupping Lampung yang dilakukan oleh Bidang Seni dan Budaya PKS Lampung. 


Ketua Bidang Seni dan Budaya PKS Lampung Yudha Roseptalia menjelaskan, teaterikal terinspirasi dari Prajurit Tupping Radin Inten II di Kuripan Kalianda dan Topeng Sekura Kamak  Lampung Barat yang memiliki cerita berbeda. 


Prajurit Tupping Radin Inten II menggambarkan jiwa  patriotik dalam berjuang melawan penjajah dari cengkeraman penjajah Belanda. Berjuang membela negara hingga titik darah penghabisan untuk memerdekakan bangsa. Sedangkan Sekura Kama (Topeng Lambar) merupakan tradisi kerakyatan. Setelah berjuang melawan hawa napsu di bulan Ramadhan Sekura kama ditampilkan di bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri. Keduanya sama-sama memiliki sifat berjuang. Yang satu berjuang melawan penjajah. Yang satunya berjuang melawan hawa napsu. Dari kedua cerita diatas maka sajian arak-arakan dan Teaterikal Tupping Lampung dan Sekura Kama dikombinasikan menjadi perjuangan PKS membela rakyat menuju keadilan, kemakmuran dan sejahtera.


“Semoga PKS bisa mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera, sesuai filosofi arak-arakan dan teaterikal tadi,” kata,(Feby)

Rabu, 12 Oktober 2022

Sopir Angkot Demo ke KP3B, Polsek Cikande Lakukan Pengamanan Titik Kumpul Pemberangkatan


GK, Serang - Kapolsek Cikande Polres Serang Kompol Andhi Kurniawan pimpin anggotanya dalam pengamanan pemberangkatan serikat pengemudi angkutan umum bersatu jaringan warga Banten bersatu (SPAUBJBB) yang akan melakukan aksi unjuk rasa ke Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Rabu (12/10/20122) jam 08.50 Wib.

Rombongan serikat pengemudi angkutan umum bersatu jaringan warga Banten bersatu (SPAUBJBB) yang berangkat ke KP3B di pimpin ketua umum SPAUBJBB sdr Imam Sutiono dengan menggunakan 45 Unit kendaraan angkutan umum dan satu mobil komando. Mereka berangkat dari dua titik kumpul di simpang ambon Cikande sebanyak 35 angkutan umum dan di depan PT. Nikomas Gemilang Kibin sebanyak 10 angkutan umum.

Tujuan serikat pengemudi angkutan umum bersatu jaringan warga Banten bersatu (SPAUBJBB) ke KP3B Banten akan melakukan unjuk rasa di kantor Gubernur Banten dan Dinas Perhubungan Provinsi Banten untuk menyampaikan aspirasi menuntut penertiban Trayek angkutan umum.

Dalam pengamanan tersebut Kapolsek Cikande Kompol Andhi Kurniawan mengimbau kepada Ketua SPAUBJBB sdr Imam Sutiono untuk mengingatkan seluruh peserta aksi untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan menjaga ketertiban selama dalam perjalanan menuju tempat unjuk rasa. Selain itu kompol andhi kurniawan berpesan agar tetap menjaga kondusifitas kemanan dan tidak membawa barang-barang terlarang dalam menjalankan aksi unjuk rasa.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Cikande beserta anggota juga melakukan pengamanan di titi kumpul, selain itu juga petugas polisi lalu lintas akan mengawal rombongan sampai tujuan KP3B Provinsi Banten. [rls/icha]

Kamis, 08 September 2022

Ketua DPRD Mingrum Gumay Terima dan Berdialog dengan Pengunjuk Rasa 'Gedor Lampung'


GK, Lampung - Menyusul penetapan pemerintah atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa hari lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung, Kamis (08/09), menerima Perwakilan Pengunjuk Rasa dari kelompok yang menamakan diri ‘Gedor 809’ atau Gerakan Driver Online R2 & R4 Lampung yang melaksanakan unjuk rasa pada tanggal 8 September. Ada 4 (empat) tuntutan atau aspirasi pengunjuk rasa yang disampaikan ke DPRD Lampung.

Saat menerima perwakilan pengunjuk rasa di ruang Rapat Komisi DPRD Lampung, Ketua DPRD, Mingrum Gumay didampingi beberapa Anggota DPRD lainnya, yaitu; Yozi Rizal, Ade Utami Ibnu, Budiman AS, Deni Ribowo, Yanuar Irawan, Vitorio Dwison, Budi Condrowati, Sahlan Syukur, Lesty Putri Utami dan AR Suparno. Selain itu dari perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung juga hadir Kaban Kesbangpol M. Firsada, Kadis Tenaga Kerja Agus Nompitu, Kadis Kominfotik Ganjar Jationo, dan Kabid pada Dinas Perhubungan Hidayat.

Perwakilan driver ojek online yang menggelar aksi demonstrasi di bawah guyuran hujan, lalu diterima Ketua dan beberapa Angota DPRD dilanjutkan dengan dialog.  Dalam dialog atau audiensi tersebut DPRD Provinsi Lampung, menyatakan siap menindaklanjuti tuntutan driver ojek online. Hal yang mengemuka pada dialog tersebut diantaranya usulan pengunjuk rasa agar di Lampung terdapat peraturan daerah yang mengatur transportasi online.

“Gagasan ini kami sambut baik, kami juga akan mempelajari lebih jauh terkait penyusunan Perda ini. Tentunya perwakilan pengunjuk rasa juga dapat menyampaikan konsep atau pemikirannya secara lebih lengkap untuk dipelajari bersama,” ujar Mingrum.

Sebelumnya, terungkap dari penyampaian Ketua Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online (Gaspol) Provinsi Lampung, Miftahul Huda, bahwa setidaknya terdapat empat aspirasi yang ia sampaikan untuk dapat diberikan solusi kedepannya.

"Namun yang pasti aspirasi yang kami sampaikan adalah dengan tegas menolak kenaikan harga BBM subsidi yang sangat memberatkan. Karena BBM adalah modal utama bagi kami dalam mencari rezeki sebagai pengemudi transportasi online," katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan aspirasi atau permintaan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk dapat memberikan subsidi dalam pembelian BBM bagi pengemudi  transportasi online dengan mekanisme yang tepat sasaran.

"Kami juga minta pemerintah memperhatikan pengaturan zonasi dalam penentuan tarif dan kuota driver transportasi online berdasarkan kondisi riil daerah dimaksud," tegasnya.

Adapun tuntutan terakhir yang disampaikan ialah meminta kepada pemerintah agar perusahaan aplikator dapat menetapkan batas biaya aplikasi potongan maksimal 10 persen dan tidak ditambah lagi dengan komponen biaya lainnya yang membebani konsumen.

"Lampung ini kan masuk zona 1 dengan tarif mininal Rp7.500. Tapi yang ditagih bisa mencapai Rp15.000 ke konsumen dan ini memberatkan konsumen. Dana ini diambil untuk biaya aplikasi," kata dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumay, mengungkapkan jika aspirasi yang disampaikan oleh para driver ojek online akan segera ditindaklanjuti dan menjadi perhatian bersama.

"Apa yang menjadi masukan akan menjadi perhatian serius bagi kami, jadi ini serius bukan hanya basa basi. Kita akan seriusi hal ini. Jangan sampai ada persoalan yang diributkan sementara solusinya tidak ada. Mari sama-sama kita jaga kondusifitas daerah," katanya.

Pada kesempatan tersebut Mingrum juga meminta kepada aparat TNI dan Polri untuk memberantas oknum yang menyalahgunakan kenaikan BBM bersubsidi berupa aksi penimbunan.

“Ketersediaan BBM bersubsidi ini harus tetap ada dan mencukupi. Jika ada penimbunan, siapa pun dia harus diberantas. Tidak ada toleransi bagi pelaku penimbunan, siapapun dia,” tegas Mingrum Gumay.

“Setelah ini, OPD terkait akan berdiskusi dengan teman-teman ojek online untuk menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi, misalnya terkait gagasan perlunya penyusunan peraturan daerah yang mengatur transportasi online di Lampung. Kita pelajari dan dalami bersama, juga dengan melibatkan teman-teman perwakilan dari ojek online,” ujar Mingrum. [red]

Selasa, 19 April 2022

Ketua DPRD Provinsi Lampung Tindaklanjuti Aspirasi yang Disampaikan Aliansi Lampung Memanggil


GARISKOMANDO - Ketua DPRD Provinsi Lampung menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan melalui aliansi lampung memanggil kepada pemerintah pusat sebagai upaya mewujudkan 7 tuntutan yang dilakukan pada aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Lampung beberapa hari yang lalu.  Selasa (19/04)

Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumay SH., MH mengungkapkan aspirasi yang disampaikan sejumlah element baik mahasiswa, organisasi masyarakat dan perwakilan lembaga lainnya telah dilakukan analisis secara kelembagaan dan dinilai perlu untuk ditindaklanjuti serta diperjuangkan melalui jalur konstitusional.

" Kegiatan penyampaian aspirasi kemarin merupakan perpanjangan tangan dari suara rakyat yang menjadi satu kesatuan tujuan dari hadirnya kelembagaan DPRD itu sendiri, saya apresiasi kegiatan kemarin dan sekarang berikan kami ruang untuk melakukan dan mendorong kepada pemerintah pusat apa yang telah disampaikan kemarin " Ujar Mingrum

Mantan Aktivis GMNI ini juga menyebutkan DPRD Lampung telah menindaklanjuti aspirasi tersebut dan sejumlah point tuntutan yang diluar kewenangan pemerintah daerah juga telah diteruskan ke pemerintah pusat.

" Alhamdulilah aspirasi tersebut sudah kami terima dan kami hantarkan kepada pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia dan Pimpinan DPR RI di Jakarta untuk menjadi pertimbangan dan rujukan kondisi masyarakat daerah di Provinsi Lampung saat ini ", imbuhnya.

Politisi Senior Banteng merah Tahun 90an ini juga menghimbau untuk tidak melakukan aksi lanjutan sebagaimana yang telah disampaikan oleh mahasiswa yang diketahui akan dilaksanakan tanggal 21 april mendatang.

" saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang tergabung di aliansi lampung memanggil untuk menahan diri dan bersabar, karena sejumlah upaya telah kita lakukan dan akan terus dilakukan monitoring terkait tindaklanjutnya " Lanjut Mingrum

Terakhir, Mingrum juga akan memastikan akan segera menuntaskan masalah reformasi agraria, karena di Provinsi Lampung juga masih ada konflik-konflik vertikal, antara masyarakat dengan corporate atau badan-badan usaha milik negara.

" saya menghimbau kepada pihak penegak hukum untuk terus bersama melakukan komitmen melakukan penindakan dan pemberantasan mafia tanah di Provinsi Lampung sebagaimana sesuai dengan intruksi Presiden Jokowi " Tutup Mingrum. [red]

Rabu, 13 April 2022

Anggota DPRD, Minta Buka Kawat Berduri

GARISKOMANDO.COM - Ade Utami Ibnu Anggota DPRD Provinsi Lampung mendukung aksi mahasiswa yang dilaksanakan hari ini Rabu (13/4) di Kompleks DPRD Provinsi Lampung.

Pada aksi hari ini terlihat Dua lapis kawat berduri yang menghadang massa aksi mahasiswa dengan kantor wakil mereka, mengetahui hal tersebut ade utami berharap dapat dibuka. Setidaknya, jumlah dan panjangnya dikurangi agar para demonstran dapat masuk dan menyampaikan aspirasi mereka.

Demikian permintaan Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung atas sangat ketatnya pengamanan aksi mahasiswa di kompleks DPRD Lampung.

"Mereka kan ingin masuk ke rumah mereka, rumah rakyat yang dibiayai oleh orang tua mereka, oleh emak dan bapak mereka. Jangan sampai di halangi, " pinta Ade Utami Ibnu.

Alumni Ponpes At Tohiriyah Banten ini juga mengingatkan jika suara mereka adalah suara rakyat dan suara rakyat juga suaranya Anggota Dewan, termasuk siara dari Fraksi PKS, baik di pusat maupun di daerah.

Selain itu ade juga minta kepada para demonstran dan aparat untuk dapat melaksanakan aksi dengan damai. [red]

Ketua DPRD Provinsi Lampung Temui Massa Aksi di Pintu Masuk Lapangan Kantor Pemprov



GK, Bandar Lampung - Ketua DPRD Provinsi Lampung temui massa aksi dari element mahasiswa di pintu masuk lapangan kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Rabu (13/04) 
Saat berada di tengah mahasiswa, Mingrum Gumay memberikan apresiasi kepada mahasiswa telah bersama menjaga ketertiban, keharmonisan dan kesejukan dalam menyampaikan aspirasi. 

"Saya bersyukur dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang tergabung dalam aliansi lampung memanggil telah duduk sama rendah berdiri sama tinggi demi terwujudnya kondusifitas dan kesejukan di Provinsi Lampung," ujar Mingrum

Ia juga menjelaskan untuk bersedia menyerap aspirasi mahasiswa sebagaimana merupakan perpanjangan tangan dari masyarakat. 

"Sebagai wakil rakyat sudah menjadi kewajiban dan keharusan untuk berdiri bersama rakyat menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat karena lembaga ini merupakan interpretasi dari rakyat," pungkas Mingrum.


Ditempat yang sama, Koordinator Aksi Aliansi Lampung yang merupakan Mahasiswa Universitas Bandar Lampung, Tomi Pasha mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan pada hari ini, akhir menemui titik terang dan disambut oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung dan Gubenur.

"Hasil aksi hari ini adalah, kami bersama Ketua DPRD dan Gubernur Lampung sudah melaksanakan penandatanganan kesepakatan," ujarnya.

Lebih lantut, Tomi menegaskan, apabila kesepakatan yang sudah dilakukan pihaknya bersama Ketua DPRD dan Gubernur Lampung tidak ada tindak lanjut dalam waktu 3x24 jam, maka pihaknya akan kembali menggelar aksi lebih besar.

"Kami mendesak keras DPRD dan Gubernur untuk meninjaklanjuti tuntutan yang diminta oleh Aliansi Lampung Memanggil," pungkasnya.

Terlihat, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay menerima secara simbolis sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa. 

Berikut adalah tuntutan dari Aliansi Lampung Memanggil :
1. Tolak kenaikan harga BBM, Indonesia krisis energi.
2. Menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok.
3. Wujudkan Reforma agraria sejati 
4. Cabut UU Cipta Kerja.
5. Mempermudah Akses Kesehatan Untuk seluruh rakyat Indonesia. 
6. Wujudkan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis.
7. Hentikan kriminalisasi dan Represifitas terhadap gerakan rakyat. (Red)

Ribuan Pendemo Tertahan oleh Kawat Berduri Didepan Kantor Gubernur Provinsi Lampung



GK, Bandar Lampung - Demo yang sedang berlangsung siang ini hampir 5.000-an mahasiswa tertahan di depan pintu gerbang masuk kawasan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Lampung. Mereka berusaha menjebol kawat berduri dan water road barier dengan mobil komando aksi.

Seorang koordinator aksi lewat pengeras suara mengatakan: Di depan kita, pertama kali dalam sejarah, mahasiswa turun dihadapkan bukan dengan manusia, tapi dengan kawat berduri kawan-kawan.

Dikutip dari PosKota Lampung, hingga pukul 12.00 WIB, mahasiswa terus berusaha menjebol kawat berduri pintu gerbang komplek perkantoran Pemprov Lampung agar bisa melakukan aksi dan orasi di halaman depan Gedung DPRD Provinsi Lampung.


Di lokasi, semua akses jalan masuk halaman Kantor Gubernur dan DPRD Lampung, di pintu gerbangnya, dari arah Jl. Wolter Mongonsidi maupun dari arah Jl. Jaksa Agung Suprapto dipasang kawat berduri dan water road barier.
Para petugas kepolisian serta Pol PP Provinsi Lampung berjaga-jaga di sepanjang jalan menuju Kantor Gubernur dan DPRD Lampung. Sejumlah petugas PMI juga sudah siaga di lokasi.

Panasnya terik matahari, sekitar 6 mahasiswi tumbang akibat kelelahan.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lampung (AML) sejak sepekan lalu menyiapkan aksi yang rencana hingga pukul 16.00 WIB. Mereka bahkan ada yang datang dari luar Kota Bandarlampung.


Dalam pernyataan AML, DPRD dan Gubernur Arinal Djunaidi tidak hadir, mereka sepakat mengultimatum dalam tiga hari akan ada masa aksi yang lebih besar.

Data yang dilansir dari Lampung.poskota.co.id, bahwa akan ada 4.852 Mahasiswa yang turun ke jalan, seperti: UIN 300 mahasiswa, Polinela 300, Elemende 25, Pelita 30, Ikabb SMI 50, Dn 35, Malahayati 350, BEM FH Unila 150, BEM FK Unila 10, BEM FMIPA Unila 100, Poltekkes Tjk 50, BEM UBL 150, FEB Unila 150, Umitra 100, STKIP PGRI : 250, BEM FT Unila 101, BEM FKIP Unila : 51, BEM Darmajaya 100, HMI MPO Cab. BDL 50, TB Lampung 100, ABP Pringsewu 100, UML 150, KM Itera 500, KMMI 50, GMNI 150, ADI 100, KM Teknokrat 200, MPU Tulang Bawang 50, IMM 50, PMII 300, PM OKUS 10 mahasiswa. Total ada sekitar 4.852 mahasiswa dan ditambah dari ketergabungan ratusan ojek online (Ojol) Lampung.

Hingga berita ini diturunkan, keadaan terlihat kondusif, mahasiswa masih berusaha negosiasi membuka kawat berduri. (Red)

Selasa, 12 April 2022

Polisi Klarifikasi Pria yang Diduga Turut Lakukan Pengeroyokan Ade Armando



GK, Bandar Lampung - Hasil dari konfirmasi dengan Kapolres AKBP Tedy Rachesna dan langsung penyidik Polres Way Kanan melakukan klarifikasi langsung terhadap Sdr Try Setia Budi Purwanto yang diduga sebagai pelaku pemukulan terhadap Ade Armando.

Hasil Klarifikasi dengan mendatangi rumah sdr Try Setia Budi Purwanto didampingi Kepala Kampung Lembasung Helmi Ibrahim yang berada di Kampung Lembasung, Kecamatan Blambangan Umpu, Kab Way Kanan, Lampung pada Senin tanggal 11 April 2022.

"Petugas kepolisian dari Polres Way Kanan sudah mendatangi rumah yang bersangkutan dan sudah dilakukan klarifikasi," kata Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno melalui Kabid Humas Polda Lampung  Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad di Bandarlampung, Selasa (12/4/2012).

Dia melanjutkan hasil klarifikasi tersebut, petugas kepolisian telah menemui Helmi Ibrahim selaku Kepala Kampung Lembasung, Blambangan Umpu. Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, Helmi Ibrahim membenarkan nahwa Try Setua Budi Purwanto adalah masyarakat kampung  setempat.

"Sudah di konfirmasi kepala kampung setempat membenarkan bawah Try warga setempat dan saat terjadi pemukulan Ade Armando saat unras di depan gedung DPR RI Jakarta. Try masih berada di kampung lembasung, blambangan waykanan *Namun dipastikan bahwa pelaku pemukulan yang di duga mirip dengan Try bukan masyarakat Kampung Lembasung," kata dia.

Sebelumnya, foto Try Budi Purwanto viral di media sosial berserta alamat tempat tinggal nya. Viral nya foto tersebut berawal terjadinya pengeroyokan terhadap Ade Armando saat unjuk rasa mahasiswa di Jakarta. (Red)

Minggu, 10 April 2022

Pesan Kapolri Menjelang Demonstrasi BEM SI: Tetap Hormati Hak Masyarakat

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Dedi Prasetyo

GK, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022) besok. BEM SI mengklaim bakal ada lebih dari 1.000 mahasiswa dari berbagai kampus yang bakal turun ke jalan.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol. Dedi Prasetyo berjanji pihaknya tidak akan berlebihan dalam mengamankan aksi demonstrasi yang bakal digelar di depan Istana Negara. Kendati demikian, ia menitipkan pesan kepada para mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasi untuk tetap menghormati hak masyarakat lain.

Tak hanya itu, Dedi juga meminta agar para mahasiswa tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) karena pandemi belum selesai. "Ya dalam menyampaikan pendapat di depan umum untuk tetap menghormati semua hak warga masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa," kata Dedi melalui pesan singkatnya, Minggu (10/4/2022)

Tetap menjaga dan disiplin karena masih pandemi, menjaga situasi tetap aman dan damai, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," imbuhnya. Dedi menjelaskan, pengamanan untuk demo BEM SI besok hanya diterjunkan pasukan dari Polda Metro Jaya saja. Dedi meyakini aksi demonstrasi besok akan berjalan lancar dan aman. "Cukup Polda Metro aja. Semoga lancar dan aman," kata Dedi.

Sekadar informasi, rencana aksi demonstrasi BEM SI pada Senin, 11 April 2022, merupakan lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya. Ada enam tuntutan yang dibawa BEM SI pada aksi kali ini. Enam tuntutan tersebut yakni sebagai berikut :

  1. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi untuk bersikap tegas atau menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.
  2. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-undang Ibu Kota Negara (UU IKN), termasuk pasal-pasal bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi, dan kebencanaan.
  3. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.
  4. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.
  5. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menyelesaikan konflik agraria di Indonesia.
  6. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin berkomitmen penuh menuntaskan janji-janji kampanye pada sisa masa jabatan. [red]

Selasa, 08 Maret 2022

Gelar Fikri Bareno Dipertanyakan Imbas Rukuk 2 Kali, Ada Surat Terbuka Buat Kemdikbudristek Nih!


Baru-baru ini, nama Fikri Bareno atau Buya Fikri menjadi perbincangan hangat netizen karena videonya saat salat viral di media sosial.

Video salat Buya Fikri menarik perhatian karena ia melakukan dua kali rukuk saat salat di atas mobil komando.

Diketahui bahwa video tersebut diambil saat Buya Fikri salat di tengah aksi unjuk rasa bersama Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Kementerian Agama (Kemenag) pada Jumat (4/3/2022).

Setelah video itu viral, media sosial Majelis Ulama Indonesia (MUI) digeruduk oleh netizen karena Buya Fikri diketahui sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI.

Tak hanya itu, kini netizen menguliti sesuatu tentang Fikri, salah satunya mempertanyakan gelar yang digunakannya.

Hal itu disampaikan oleh akun Twitter @Utara99912. Pada Minggu (6/3/2022), ia membuat surat terbuka untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Di awal cuitannya, pemilik akun menyebut tentang Buya Fikri yang jadi perbincangan karena kesalahanya dalam salat.

“Surat Terbuka Kepada Yth. Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi @ditjendikti @Itjen_Kemdikbud @Kemdikbud_RI Salam hormat. Dalam beberapa hari ini, nama Fikri Bareno, salah satu pengurus MUI, sedang santer dibicarakan karena kesalahannya dalam salat,” buka @Utara99912 dikutip pada Senin (7/3/2022).

Setelah itu, ia mengungkapkan kalau Buya Fikri kerap memakai gelar yang berbeda di beberapa kesempatan.

Ia menjelaskan, “Setelah saya mencari tahu, ada beberapa gelar yang inkonsisten dipakai oleh Fikri Bareno. Di situs MUI, ia memakai gelar Dr. H. Fikri Bareno, MA. Sementara itu di situs Partai Dakwah Rakyat Indonesia, ia memakai gelar KH. Buya Fikri Bareno, SE., MBA, M. Ag.”

“Sebelumnya, pada tahun 2013, yang bersangkutan dikenal dengan gelar Drs. H. Fikri Bareno, M. Ag., MBA,” lanjutnya.

Pemilik akun itu mengaku sempat mencari data Buya Fikri di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), tapi tidak ditemukan apa pun.

“Saya berusaha mencari di pangkalan data dikti untuk menemukan nama Fikri Bareno, namun namanya tidak saya temukan,” tuturnya.

Ia menutup, “Dalam rangka kebenaran dan pembenaran informasi, serta kejujuran dalam pemakaian gelar akademis, maka saya meminta informasi terkait riwayat pendidikan tinggi dari Fikri Bareno. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. (Email resmi sudah saya kirimkan).”

Melihat cuitan yang kini sudah mendapat ratusan retweets dan likes tersebut, netizen pun ikut menyampaikan tanggapan mereka.

Baca Juga: Akan Dibawa ke Mana Negeri Ini ke Depan? Ironis! Husin Shihab Tanggapi Pengurus MUI yang Rukuk 2 Kali Saat Salat

Wong pemerintah sm mereka aja takut…ngapain repot2 bikin surat terbuka?!gk ada guna!!” tegas @leluc****.

Ayo Di Jelas Kan @MUIPusat,” ujar @AntonKu6246****.

2022 bsk ada tambahan gelar DR. Fikri Boreno, http://M.Ag, VVI R Injection Matic Sedition,” kata @LembahTi****.

Tak hanya itu, masih ada banyak balasan yang ditulis oleh netizen menanggapi surat terbuka untuk Kemdikbudristek tentang Buya Fikri.

  • Surat Terbuka
  • Kepada Yth.
  • Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi @ditjendikti @Itjen_Kemdikbud @Kemdikbud_RI
  • Salam hormat.
  • Dalam beberapa hari ini, nama Fikri Bareno, salah satu pengurus MUI, sedang santer dibicarakan karena kesalahannya dalam salat.
  • — de maharya, Dr. (@Utara99912) March 6, 2022

Sabtu, 15 Januari 2022

Panglima Alif Jaya Angkat Bicara Soal Unjuk Rasa Di Gedung KPK



GARISKOMANDO.com,LAMSEL - Terkait aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Samsuri gelar Panglima Alif Jaya, Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong Lampung, angkat bicara.

Panglima Alif Jaya menegaskan, kehadiranya dirinya di Gedung KPK sudah mendapatkan restu dan tidak nama perwakilan marga adat yang ada di Lamsel, tetapi membawa diri sendiri selaku tokoh adat dengan gelar Panglima Alif Jaya Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung.

Menyikapi itu, maka pihaknya menyatakan sikap dan memohon maaf kepada para pamangku adat khususnya di Lampung Selatan.

Berikut pernyataanya : Mohon maaf sebelumnya, terlebihnya dahulu izin saya menerangkan identitas diri saya untuk mengklarifikasi untuk menegaskan terkait keikutsertakan saya dalam suatu kegiatan unjuk rasa kemarin (Kamis 13/1/2022) di Gedung KPK di Jakarta.

Klarifikasi ini saya lakukan karena untuk mencegah kalau ada dampak yang kurang baik bagi saudara-saudara saya para tokoh adat yang di Lampung Selatan. Saya tidak ingin apa yang saya lakukan berdampak tidak baik terhadap saudara-saudara saya sesama tokoh adat, karena saya sangat menghargai, menghormati bahkan memuliakan saudara-saudara saya para tokoh adat.

Keikutsertanya saya dalam aksi digedung KPK kemarin seolah-olah ada yang merasa galau atau kurang nyaman, maka dari itu saya ambil langkah untuk menegaskannya.

Pertama : nama saya Samsuri Bin Sulaiman, saya ini terah lurus keturunan ke-14 dari Buyut Ratu Menangsi yang ada di Marga Ratu boleh kita cek disilsilah keturunannya. Dan di Marga Ratu Keratuan Menangsi saya adalah salah satu paksinya, jadi tidak salah dan tidak ada yang bisa menyangkal bahwa saya adalah salah satu tokoh adat di Lampung Selatan ini. Dalam orasi saya di gedung KPK kemarin tidak ada saya menyebutkam bahwa saya mewakili para tokoh adat.

Kedua : Saya juga menyebut identitas Saya sebagai salah satu Panglima dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung itu sudah seizin Paduka Yang Mulia SPDB Sultan Sekala Brak Yang di-Pertuan ke 23 Kepaksian Pernong Lampung Karena Beliaulah yang menobatkan saya sebagai Panglima Kerjaan Adat.

“Tetapi disini juga saya tidak menyebutkan bahwa saya mewakili Kepaksian Pernong Lampung. Saya menyebutkan salah satu Panglima Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Lampung (Panglima Alif Jaya). Karena memang inilah identitas Saya yang diakui di sepanjang tanah pesisir Lampung bahkan Di Kerajaan-Kerajaan Adat Se-Nusantara,” tegas Panglima Alif Jaya, kepada media, Jum’at (14/1/2022) malam.

Dia menambahkan, jadi Gelar Saya sebagai Panglima Alif Jaya bukan hanya mengaku-ngaku tetapi memang di akui. Oleh karena itu, harapan Saya mudah-mudahan dengan penegasan Saya ini sudah tidak ada lagi yang membuat ketidaknyamanan saudara-saudara Saya sesama Tokoh Adat di Marga-Marga yang ada di Lampung Selatan ini.

Untuk itu, Izinkan saya menyampaikan sedikit pesan marilah kita menjadi Tokoh Adat yan punya Harkat dan Martabat yang tidak mudah di ukur apalagi dibeli oleh orang-orang yang tidak suka dengan Adat bahkan mau merusak tatanan Adat, Kalau kita betul-betul merasa sebagai Tokoh Adat, mari kita sama-sama mengamalkan apa yang terkandung/isi dan pengerti dalam Adat, yaitu:

1. Kita harus saling Seangkonan(saling mengakui)

2. Sehagguman (kita saling mengangkat)

3. Setawitan (kita saling bergandengan tangan dalam hal kebaikan)

4. Kita harus saling Membesarkan (Sebalakan)

5. Kita tidak saling menyakiti (Mak saciwitan)

Inilah Sejatinya orang Adat, jangan sampai kita orang-orang Adat kehilangan Harkat, kalau orang Adat kehilangan Harkat dan Martabat maka hancurlah norma-norma Adat.

“Saya tegaskan lagi disini keikutsertaan Saya dalam aksi di Gedung KPK RI kemarin adalah murni keinginan Saya pribadi untuk menyampaikan aspirasi/kritikan terhadap kondisi di Kabupaten Lampung Selatan ini. Tidak ada yang bisa mencegah apalagi melarang karena ini adalah Hak Asasi Saya sebagai warga Negara Republik Indonesia. Saya tegaskan juga disini walaupun kita sesama Tokoh Adat kepala kita berbeda, jadi sudah pasti pola pikir kitapun tidak sama,” tutupnya seraya memcetuskan mari kita sama-sama menjaga kekeluargaan kita, jangan mudah dihasut, dipecah belah oleh orang-orang yang tidak suka kalau kita Masyarakat Adat ini Bersatu.

Dilain sisi kata Panglima Alif Jaya, adanya aksi yang dilakukan AMHLS bukan tanpa alasan, sebab kasus fee proyek di Lampung Selatan sampai saat ini belum tuntas, sesuai fakta-fakta dalam persidangan bahwa Bupati Lamsel saat ini Nanang Ermanto telah mengakui bahkan telah memulangkan dana ratusan juta ke KPK.

“Adanya aksi digedung KPK di Jakarta itu menandakan bahwa ada suatu hal yang tidak beres di Kabupaten Lampung Selatan, makanya harapan kita aparat penegak hukum yang terkait harus mengambil langkah dan permasalahan itu harus segera diselesaikan, supaya tidak melebar atau terjadinya peta-peta konflik kedepannya,” pungkasnya. [Red]

Rabu, 08 Desember 2021

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pantau Aksi Unras di DPRD Provinsi Lampung



BANDAR LAMPUNG — Babinsa Koramil 410-02/TBS Kodim 0410/KBL Serda Muhadiono bersama Bhabinkamtibmas monitoring dan pengamanan aksi unjuk rasa (Unras) yang di lakukan oleh Konsulat Cabang FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) di Jln Wolter Mongonsidi, Kota Bandar Lampung, Rabu (8/12).

Adapun tuntutan massa aksi antara lain meminta Provinsi Lampung melalui Gubernur Lampung untuk menjalankan putusan MK terkait uji formil UU No. 11 Tahun 2020 serta mencabut dan merevisi kenaikan UMP/UMK se-Lampung Tahun 2022 sebesar 5% - 10%.

Serda Muhadiono mengatakan monitoring dan pengamanan yang dilakukan sebagai wujud kepedulian Babinsa terhadap wilayah binaan guna mengetahui perkembangan situasi wilayah. 

"Alhamdulillah, sekitar pukul 13.45 WIB aksi Unras dilakukan dengan aman dan kemudian massa aksin meningalkan lokasi dengan tertib," pungkasnya. [Nnd]

Senin, 15 November 2021

Borok Mie Gacoan Dibongkar: Sungguh Suara Ojol, Suara Tuhan


GARIS KOMANDO --
Kalau Anda bertanya serikat buruh mana yang bisa menggugat korporat dalam satu malam, mungkin akan susah menemukan jawaban. Kalau Anda bertanya gerakan aktivis mana yang punya solidaritas kuat dan cepat tanggap, Anda tetap kesulitan menjawab.

Tapi kalau Anda bertanya kelompok masyarakat mana yang mampu melakukan hal di atas, driver ojek online (ojol) jawabannya.

Peristiwa pada 13 November 2021 di Jogja adalah buktinya. Bagaimana gerakan organik ojol mampu melakukan kerja serikat dan aktivis dalam satu malam. Dan menurut saya, inilah kekuatan ojol yang sebenarnya! Dan sudah selayaknya serikat pekerja dan aktivis belajar dari mereka.

Untuk yang belum paham konteks, ini kronologinya: pada pukul 9 pagi terjadi keributan di resto Mie Gacoan cabang Kotabaru Jogja. Alasannya adalah kekesalan salah satu driver ojol yang menunggu orderan terlalu lama di Mie Gacoan. Karena lebih dari setengah jam, orderan driver tadi di-cancel pelanggan.

Kekesalan driver ojol ini berbuah perkelahian dengan kru Mie Gacoan. Meskipun sudah dipisah, tapi api ini belum padam. Puncaknya, ba'da Isya ratusan driver ojol mendatangi Mie Gacoan. Bukan karena orderan, tapi karena tuntutan dan solidaritas.

Para driver menuntut agar kru Mie Gacoan yang menyerang driver ojol dipecat dan diperkarakan hukum. Kemudian mereka juga menuntut agar Mie Gacoan cabang Kotabaru berhenti operasi. Pihak Gacoan pun menyetujui setelah pengepungan sepanjang malam.

Sebenarnya, sudah lama Mie Gacoan bermasalah dengan ojol. Banyak yang mengungkapkan borok manajemen Mie Gacoan yang merugikan ojol. Dari kasir yang sedikit, prosedur panjang lebar, dan tentunya pelayanan kurang menyenangkan pada driver. Perkara sistem kerja karyawan yang penuh tekanan dan upah murah juga jadi pergunjingan. Namun, ungkapan miring ini baru menjadi aksi langsung dan geger gedhen pada 13 November kemarin.

Apalagi, para driver ojol baru saja melakukan mogok massal akibat penurunan tarif oleh pihak Gojek. Kemarahan ini ikut membakar para ojol yang ikut dalam pendudukan resto Mie Gacoan Kotabaru. Sudah pendapatan turun, Mie Gacoan malah menambah beban dengan pelayanan yang tidak maksimal. Lamanya penyiapan pesanan berarti membuat ojol harus menunggu. Pada akhirnya, para driver yang menanggung beban. Karena waktu terbuang yang seharusnya bisa mendapat pesanan lagi, serta potensi dibatalkan yang berpotensi menurunkan rating.

Kejadian ini sangat menarik bagi saya. Sampai saya ikut menduduki Mie Gacoan bersama para driver ojol. Bisa melihat langsung bagaimana perlawanan ojol yang lossdoll menghantam Mie Gacoan. Dan dengan melihat langsung aksi ini, saya melihat banyak hal yang bisa dipelajari serikat buruh dan aktivis.

Pertama, tentang solidaritas akar rumput. Berbeda dengan model serikat yang sarat birokrasi, para driver ojol bersolidaritas dalam kesadaran penuh. Solidaritas ini makin tertempa dengan lahirnya pos-pos ojol di mana mereka berbagi cerita dan masalah.

Para driver ojol ini membentuk sel kecil, dan dari sel ini para ojol terkoneksi. Jadi ketika info geger gedhen Kotabaru ini disebar, para ojol bisa menerima dengan cepat dari sel kecil masing-masing.

Kedua, adalah perkara aksi langsung yang serba cepat dan tanggap. Tidak ada waktu untuk tetek bengek membuat spanduk atau poster. Ketika mereka ingin menuntut, semua dikoordinir dan dilakukan bersama-sama. Tanpa harus menanti titah atasan atau menyiapkan aksi teatrikal. Yang mereka siapkan hanya tuntutan dan solusi.

Tidak perlu menyibukkan diri dengan mempersiapkan hal selain tuntutan dan mental baja. Tujuan para ojol sudah jelas, dan mereka menyuarakan tuntutan dengan aksi langsung ke jantung sumber masalah. Ini jelas harus dicontoh oleh para aktivis. Jadikan gerakan kalian satset seperti ojol ini.

Ketiga, semua dilakukan secara bersama sampai sulit dibredel. Berbeda dengan bentuk solidaritas lain, ojol membangun komunal atau sindikatnya dari akar rumput yang terkoneksi satu sama lain. Tidak ada tokoh populis yang berpotensi disetir, dan tidak ada ketua yang bertindak bagai diktator. Maka ketika ada upaya mengendalikan massa ojol, pasti mentah!

Terbentuknya solidaritasnya ojol ini organik, tanpa ada dogma ide besar, tanpa ada pemujaan pada sosok. Yang ada hanyalah kesamaan situasi yang terhimpit. Dan semua ini membuat nilai tawar ojol lebih kuat.

Mereka bisa menciptakan mogok massal. Mereka bisa melawan debt collector. Mereka bisa melawan rumah makan yang zalim. Semua terjadi bukan karena ideologi super hebat. Bukan pula karena pidato sosok yang penuh kharisma. Tapi karena mereka punya satu persatuan sebagai garda depan distribusi dan transportasi era digital. Inilah yang seharusnya membuat serikat dan aktivis iri dan pelajari.

Bahkan borok manajemen Mie Gacoan yang selama ini tertutupi dan jadi gosip dibongkar para ojol. Restoran yang mengeruk keuntungan besar, tapi merugikan ojol ini bisa disabotase. Bahkan pihak Mie Gacoan harus mengalah dan menghentikan operasional. Sungguh, ojol telah membongkar sistem yang keji. Dan sungguh, Vox Ojol Vox Dei! Suara Ojol adalah Suara Tuhan.


Sumber