Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Irigasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Irigasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Desember 2023

Bendungan Way Asahan Ambrol, Permukiman Sawah di Pekon Buay Nyerupa Berpotensi Alami Kekeringan



GK, Lampung Barat - Pasca diguyur hujan berkepanjangan punggung gajah bendungan sungai/Way Asahan di Pemangku Karya Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat, runtuh terbawa longsor.

Dalam sepekan terakhir punggung gajah pada bendungan Sungai/Way Asahan sudah mengkhawatirkan karena dibawah punggung gajah itu sudah tidak ada penyangga sehingga keadaanya menggantung.

Lalu pada Sabtu siang (23/12/2023) turun hujan walau pun dengan curah sedang namun bisa membuat punggung gajah pada bendungan itu ambrol terbawa longsor. Akibatnya aliran sungai/Way Asahan turun ke arah sungai/Way Palikia dan aliran (Way Lampai) yang mengarah ke pemukiman sawah penduduk mengering tidak teraliri air lagi.


Masyarakat Buay Nyerupa sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah terkait untuk bertindak cepat mengingat aliran Way Lampai merupakan satu-satunya sumber air di dantaran Kuripan.

Masyarakat yang menanam padi di persawahan pada dantaran Kuripan itu baru saja selesai menanam padi dan sangat membutuhkan air, belum lagi masyarakat yang berternak ikan juga mengeluhkan akan kondisi ini.

Sarsono, masyarakat sekitar yang juga memanfaatkan aliran sungai itu. Mengharapkan pihak terkait untuk segera mencari solusi mengatasi bahaya kekeringan yang mengintai di daerah tersebut akibat matinya aliran sungai (Way Lampai).

"Semoga pihak terkait segera tanggap dan menangani aliran way lampai yang mati ini, karena peran way lampai ini sangat penting untuk keberlangsungan pertanian di pekon ini," ucap Sarsono.


Mendapati kejadian itu, Anggota DPRD Lampung Barat dari Dapil 1, Nopiyadi, S.Ip merespon dan segera berkoordinasi pada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura. Hasilnya menurut Nopiyadi esok hari (Minggu, 24/12/23) tim dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura akan turun meninjau lokasi untuk melengkapi laporan.

"Karena itu sember pengairan sawah, jadi saya sudah koordinasikan dengan pihak pertanian dan besok mereka akan turun melengkapi laporan," kata Nopiyadi. (Surya)

Sabtu, 13 November 2021

Pencairan Dana Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Made Jaya Di PU Pesawaran Terindikasi Ada Uang Pelicin


PESAWARAN - Aktor Intelektual dibalik oknum pelaku pemotongan pencairan dana proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Made Jaya di PU Pesawaran, Pihak Penegak hukum diminta usut tuntas Aktor Intelektual dibalik pelaku Pemotongan pencairan Dana.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua umum Lembaga Swadya Masyarakat Tegakkan Amanat Rakyat Provinsi Lampung (Tegar) Ir. Okta Resi Gumantara kepada awak media melalui pesan singkat WhatsAppnya, Sabtu (13/11/2021).

"Apa yg dilakukan oleh oknum tersebut, dan apa pun alasannya tidak dibenarkan. sebab hal tersebut dapat merusak citra dan preseden buruk terhadap institusi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran" ujarnya. 

Menurutnya juga Pihak Penegak Hukum (PPH) dapat memanggil pihak-pihak yang berkompeten dalam proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Made Jaya.

"LSM Tegar Mendorong dan meminta Pihak Penegak Hukum (PPH) Segara memanggil dan Periksa untuk dimintai keterangan Kabid Perairan "Aldi" dan PPTK "Sanca" dan Pengawas dari PU "Udin" bila perlu Kepala Dinas nya, dari mereka ini lah pihak Penegak Hukum (PPH ) dapat menjadikan pintu masuk dalam mengungkap kasus ini dengan terang benderang" tutur Okta.

Masih menurut Okta, "Karena tidak menutup kemungkinan masih ada praktek-praktek seperti ini yang dilakukan oknum-oknum di Dinas PUPR dengan meminta sejumlah uang dengan dalih untuk mempercepat pencairan seperti ýang dialami Suhadi saat ingin mencairkan sisa tagihan Rp.480.000,000.00," kata Okta

Dijelaskan Okta, "Suhadi harus memberikan uang pelicin dengan nominal Rp 40.000.000.00, pada oknum-oknum PUPR Kabupaten Pesawaran saat pencairan dana sisa tagihan, dan ini jelas perbuatan yang merugikan kawan-kawan kontraktor/Rekanan" tegas okta.

Selanjutnya kata Okta, "Saya yakin Petugas Penegak Hukum, Kepolisian dan Kejaksaan sepakat untuk menindak tegas oknum-oknum yang dengan sengaja ingin memperkaya diri sendiri, Maka harus ditindak tegas dibumi Lampung khususnya Pesawaran yang harus bebas dari korupsi sesuai dengan wacana Bupati H. Dendi Ramadhona K.,,S.T.,M.Tr.I.P. Pesawaran Bebas/bersih dari korupsi" tutup Okta. [Sur]