Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Jembatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jembatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Maret 2023

Polres Lambar Bersama Warga Bangun Jembatan Penghubung Antar Pemangku


GK, Lampung Barat--Perbaikan jalan pasca tanah longsor terus dilakukan, kali ini Polres Lampung Barat Polda Lampung bersama warga gotong royong membuat jembatan penghubung antar Pemangku di Pekon Sidomulyo Kec Pagar dewa Kab Lampung Barat, Selasa (14/03/2023).


Kapolres Lampung Barat AKBP Heri Sugeng Priyantho,S.Ik.,M.H. mengatakan," Pihaknya bersama warga melaksanakan gotong royong membuat jembatan penghubung antar Pemangku, sehingga warga bisa dengan mudah melewati dan melakukan aktifitas sehari-hari.

Upaya terus dilakukan dari Polres Lampung barat maupun Stakeholder untuk memberikan bantuan baik berupa makanan maupun memperbaiki jalan yang masih tertimbun tanah longsor.

Personil Polres Lampung Barat selalu kita Siagakan di Pos-pos pengungsian guna mempermudah memberikan informasi terkait kesehatan korban pengungsian maupun ketersediaan bahan makanan dan obat-obatan yang dibutuhkan warga,"ungkap Kapolres.


Kapolres menambahkan "Semoga apa yang kami lakukan bisa mengurangi beban mental dan trauma yang dialami oleh korban pengungsian tanah longsor ini sehingga mereka bisa segera beraktifitas seperti biasa." Pungkasnya. [Yuli]

Kamis, 17 November 2022

Satbrimob Polda Banten Bersihkan Puing Jembatan yang Rusak Akibat Banjir


GK, Serang - Satuan Brimob Polda Banten beserta anggota TNI dan para warga bergotong-royong membersihkan puing jembatan yang rusak akibat banjir di Jembatan Singandaru dekat Man 1 Kota Serang yang dipimpin Wadanyon A Pelopor AKP Sisworo pada Kamis (17/11).

Wadanyon A Pelopor AKP Sisworo mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut terkait laporan para warga, yang kita tahu akhir akhir sering di guyur hujan termasuk daerah Serang banten
"Kegiatan gotong-royong hari ini merupakan semangat kebersamaan kami untuk membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak pasca bencana banjir di wilayah Singandaru dekat  Man 1 Serang dengan harapan meningkatkan kelancaran ekonomi masyarakat," jelas Sisworo.

Sisworo menambahkan TNI-Polri pada saat banjir maupun pasca banjir merupakan bukti nyata kehadiran Negara di tengah masyarakat, "Kewajiban TNI-Polri pada saat musibah merupakan bukti nyata kehadiran Negara di tengah masyarakat terutama yang sedang dilanda musibah," tutup Sisworo. [Icha]

Minggu, 13 November 2022

Di Guyur Hujan dari Pagi Hingga Malam, Warkuk Ranau Selatan Terendam Banjir Setinggi Dada



GK, Oku Selatan - Banjir yang mengakibatkan kerusakan parah dan menggenangi perkampung akibat hujan deras yang berada dibeberapa titik di Desa Kotabatu Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten Oku Selatan. Minggu dini hari (13/11/2022). 

Dari pantauan awak media dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa namun terlihat beberapa tempat yang mengalami kerusakan parah, salah satunya jembatan ayun penghubung antara Desa Pagar Dewa dan Desa Kotabatu diterjang derasnya arus Sungai Warkuk hingga terjadi terputus.

Yang ada di lingkungan desa Kotabatu, Pantai Lama dan Patai Baru banjir merendam pemukiman warga sampai setinggi dada orang dewsa, akibatnya beberapa barang warga hanyut terbawa arus banjir. 


Dalam hal ini masyarakat khawatir adanya banjir susulan karena hujan tak kunjung reda dan akan mengalami kerusakan lebih parah yang membahayakan harta benda bahkan nyawa mereka.

Vivi Reni Yurnita merupakan warga yg ada disekitaran sungai mengatakan, banjir bermula saat hujan deras yang tak kunjung reda sampai malam kemudian terdengar suara gemuruh sungai. Ia tidak menyangka jika sungai bisa meluap masuk kearea permukiman.

"Memang awalnya hujan yang sangat deras sampai malam tapi kami tidak menyangka kalau ada banjir sampai setinggi ini," tutur Reni sapaan akrabnya.

"Saya langsung turun kebawah rumah saya lihat sungai sudah di dekat tangga ya memang saat itu belum tinggi tapi lama kelamaan kok makin luas," imbuhnya.


Ia juga berharap kepada Pemerintah terkait untuk segera bertindak menangani permasalahan ini di khawatirkan jika hujan kembali turun banjir akan meluap kembal.

"Saya berharap kepada Pemerintah terkait untuk segera turun tangan mengatasi permasalahan ini karena kami khawatir jika ini terulang kembali akan banyak kerugian yang timbul akibat banjir," tutupnya. (Md)

Sukau Banjir, Masyarakat Meminta Pemerintah Segera Turun Tangan Antisipasi Banjir Susulan



GK, Lampung Barat - Banjir yang mengakibatkan kerusakan parah dan hampir masuk ke daerah perkampung akibat hujan deras yang berada di beberapa titik yang ada di Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat pada Sabtu Malam (12/11/2022). 

Dari pantauan wartawan Garis Komando di lokasi, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa namun terlihat beberapa tempat yang mengalami kerusakan salah satunya jembatan penghubung antara pekon Pagar Dewa dan Pekon Sukamulya diterjang derasnya arus Sungai Warkuk hingga terputus. 

Dilokasi berbeda banjir juga merendam pemukiman warga setinggi 50 cm, tepatnya dilingkungan dusun Pekon Lom, Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau sehingga menyebabkan terganggunya akses jalan dari Pekon Buay Nyerupa menuju Pekon Tapak Siring.


Dalam hal ini masyarakat khawatir adanya banjir susulan karena hujan tak kunjung reda dan akan mengalami kerusakan yang lebih parah dan mengancam membahayakan harta benda bahkan nyawa mereka.

Reza selaku masyarakat yang ada di sekitaran sungai mengatakan banjir bermula saat hujan deras yang tak kunjung reda sampai malam kemudian terdengar suara gemuruh sungai.

Menurut Reza jika hujan berkepanjangan seperti saat ini, daeras ini kerap di landa banjir karena terjadinya penyempitan gorong-gorong.

"Awalnya hujan yang sangat deras sampai malam hari dan debit air dari hulu sungai yang begitu besar sehingga gorong-gorong yang sempit tidak mampu menampung air. Hal itu lah yang menyebabkan daerah sini menjadi langganan banjir," jelasnya.

Masih menurut Reza, "Semalam saya langsung turun kebawah rumah, saya lihat sungai sudah didekat tangga ya memang saat itu belum tinggi tapi lama kelamaan kok makin luas," ujarnya.

Ia juga berharap kepada Pemerintah terkait untuk segera bertindak menangani permasalahan ini karena dikhawatirkan jika hujan kembali turun banjir akan meluap kembali.

"Saya berharap kepada pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi permasalahan ini karena kami khawatir jika ini terulang kembali akan banyak kerugian yang timbul akibat banjir," ujarnya. (Ryn)

Rabu, 16 Februari 2022

Masyarakat Dua Pekon Harapkan Jembatan Penghubung


GK, Wonosobo - Miris terlihat jembatan yang menghubungkan antara Pekon Negeri Ngarip dan pekon Banjarsari Dusun Tiga Pedukuhan Pejajahan, Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, Rabu (16/2/22).

Pasalnya jembatan penghubung kedua Pekon tersebut sangat rawan kecelakaan saat di lintasi warga.

Menurut keterangan Jarni warga Pekon Negeri Ngarip, ia mengatakan, "Jembatan ini pernah kami bangun secara swadaya di dua pedukuhan ini, belum sampai satu tahun tapi sudah rusak lagi, karena kita bangun secara swadaya. Lagi pula darurat jembatan kayunya," katanya.

Jarni juga mengatakan jembatan darurat tersebut untuk akses jalan anak sekolah, serta untuk warga 2 Pekon Dusun Pejajahan jika mau shalat jumat yang keberadaan Masjidnya di Banjar Sari.

"Jembatan ini untuk anak-anak sekolah, dari Pedukuhan Pekon Negeri Ngarip Dusun Pejajahan kalau mau sekolah kan muter dulu apa lagi belum satu minggu ini, warga setempat pas kebetulan saudara saya sama anaknya, jatuh dari atas jembatan, untungnya saudara saya dan anaknya itu tidak apa-apa," terangnya Jarni.



Dilain pihak Suhaili selaku Kepala Pekon Negeri Ngarip setelah meninjau langsung kelokasi atas laporan warganya yang berkali-kali kecelakaan karena melintas jembatan darurat tersebut betul-betul ia sangat perhatin melihat kondisi jembatan yang sudah rapuh.

Suhaili mengatakan, "Jembatan yang terletak diantara 2 Pekon ini, pernah dari tahun 2018, 2019, 2020, 2021, kita ajukan ke Dinas terkait yakni Dinas PUPR nyatanya sampai sekarang belum juga ada respon," ucapnya.

Suhaili serta masyarakat setempat berharap kepada instansi terkait khususnya Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus, untuk bisa meninjau langsung ke lokasi dan merealisasikan harapan masyarakat untuk membangun jembatan penghubung 2 Pekon tersebut, mengganti jembatan darurat yang ada saat ini. [Ar]