Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label WhatsApp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WhatsApp. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 November 2021

IDI Cabang Lampung Selatan Melakukan Bakti Sosial Peduli Korban Banjir Sragi


LAMPUNG SELATAN --
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lampung Selatan melakukan Bakti Sosial kepada warga masyarakat terdampak akibat banjir yang melanda Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (14/11/2021).

Kegiatan Bakti Sosial itu sendiri melibatkan 20 orang Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia Cabang Lampung Selatan.

Menurut keterangan Dokter Wahyu Wibisana Selaku Ketua IDI Cabang Lampung Selatan kepada GarisKomando.com melalui pesan singkat WhatsAppnya, "Bakti Sosial yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan warga masyarakat yang terdampak akibat banjir yang terjadi di kecamatan Sragi," katanya.


Masih menurut Dokter Wahyu, "Selain memeriksa kesehatan masyarakat, IDI juga memberikan bantuan obat-obatan, serta memberikan bantuan Vitamin untuk Balita," ujarnya.

Lebih lanjut Dr. Wahyu mengatakan, "Untuk kegiatan bakti sosial kali ini, IDI telah melakukan pemeriksaan kesehatan serta memberikan obat-obatan kepada 200 orang warga, yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak" jelasnya.

Adapun Penyakit yang diderita oleh masyarakat yang terdampak akibat banjir yang melanda Kecamatan Sragi tersebut menurutnya, "Gatal-gatal, panas dingin, batuk pilek serta darah tinggi" papar Dr. Wahyu.

Dilain pihak, warga masyarakat kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada IDI Cabang Lampung Selatan yang telah peduli terhadap warga masyarakat yang terdampak banjir.

"Kami warga masyarakat yang terdampak akibat banjir ini sangat bersyukur dan berterima kasih kepada IDI Cabang Lampung Selatan, yang telah peduli terhadap kami," tutur Rohman, salah satu warga yang terdampak banjir.

Menurut Rohman, "Daerah kami ini masih terisolir akibat genangan air yang belum surut, sehingga dengan adanya bakti sosial dari IDI Cabang Lampung Selatan ini, kami merasa terbantu sekali," pungkasnya. [Sur]

Rabu, 10 November 2021

Lantik Kabaintelkam hingga Kapolda, Kapolri: Jangan Padamkan Api Pada saat Api Besar


JAKARTA -
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah perwira tinggi (pati) Polri, yang diantaranya adalah, Kabaintelkam, Aslog Kapolri, Kakorlantas, Kadiv Humas Polri hingga enam Kapolda di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Rabu (10/11/2021).

Dalam amanatnya, Sigit meminta kepada seluruh perwira yang dilantik untuk lebih peka dan mampu melaksanakan mapping di lapangan dengan baik untuk menentukan langkah mulai dari preemtif hingga represif, dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) tetap berjalan aman, damai dan kondusif.

Terkait hal itu, Sigit menyampaikan ungkapan bahwa jangan padamkan api pada saat api besar. Melainkan, padamkan api ketika masih kecil. Dengan kata lain, Sigit berharap, jajarannya bisa bergerak cepat untuk segera meminimalisir hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Jangan padamkan api, pada saat api besar. Padamkan api saat masih kecil. Ini bisa dilakukan kalau kita jeli dan bisa melihat di lapangan. Kita mampu melaksanakan monitoring, langkah dan evaluasi yang benar serta tentunya ini menjadi tugas bagi kita semua," kata Sigit dalam amanatnya.  
Ungkapan itu, kata Sigit juga terkait dengan munculnya fenomena pelanggaran oknum anggota kepolisian khususnya di media sosial (medsos) dan viral di masyarakat. Perbuatan segelintir oknum itu, menurut Sigit, berpengaruh pada personel lainnya yang sudah bekerja keras dan baik dalam menjalankan tugasnya. Seperti menjadi garda terdepan penanganan dan pengendalian Covid-19 hingga menjaga Sitkamtibmas tetap kondusif. 

"Disini saya ingatkan bahwa akhir-akhir ini kita menghadapi fenomena dan menjadi keprihatinan kita, muncul banyak viral penyimpangan anggota. Tentunya ini berdampak pada rekan-rekan yang sudah bekerja keras sehingga hasilnya dirasakan masyarakat," ujar Sigit.

Dihadapan perwira yang dilantik, mantan Kapolda Banten ini menegaskan, kedepannya tidak ada lagi perbuatan oknum-oknum yang melakukan pelanggaran. Oleh sebab itu, Ia menekankan, perwira Polri harus menjadi pimpinan yang menjadi contoh agar tak ragu memberikan hukuman dan tindakan tegas kepada oknum yang melanggar.

"Ini harus ditanamkan di diri kita. Kita bisa tegas kalau kita menjadi teladan yang baik. Kita ragu apabila tidak menjadi teladan. Potensi penyimpangan harus diperbaiki, apakah pemahamannya yang keliru sehingga harus rubah mindsetnya. Jangan memberikan beban yang berpotensi menjadi penyimpangan," ucap eks Kabareskrim Polri ini.

Tak hanya itu, Sigit juga menyadari dan menyerap aspirasi masyarakat soal adanya anggapan kepolisian baru bergerak cepat jika diviralkan di media sosial. Karenanya, Sigit menekankan, stigma masyarakat tersebut harus dihapuskan. Karena, sesuai dengan konsep Presisi, seluruh jajaran polri harus prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.

"Jadi tolong ini diperbaiki. Tak harus viral tapi masalah bisa cepat diselesaikan. Terjadi kebuntuan komunikasi sehingga masyarakat menyampaikan keluhan dengan menggunakan medsos," tutur Sigit. 

Masih terkait soal keluhan masyarakat, Sigit berharap, jajarannya benar-benar memanfaatkan sejumlah aplikasi yang telah diluncurkan. Seperti layanan Hotline 110, Propam presisi, Dumas Presisi, Binmas Online Sistem (BOS), SKCK online, Pelayanan Masyarakat SPKT, Aduan SPKT, SP2HP online, dan masih banyak lainnya.

Sigit berpandangan, banyaknya aplikasi tersebut akan tidak dirasakan oleh masyarakat apabila tidak mendapatkan respon dari aparat kepolisian. Apalagi, Sigit mengaku, masih banyak yang menyampaikan keluhannya secara langsung terhadap dirinya melalui aplikasi pesan tertulis. 

"Sampai saat ini masih banyak yang WhatsApp saya melaporkan masalah. Pada saat saya tanya kenapa tidak dilaporkan ke wilayah karena tidak bisa nomor diblokir. Kalau memang ada masalah dan kemudian masyarakat perlu ada penjelasan, tolong jelaskan khususnya masalah di kepolisian. Sehingga masyarakat mengerti posisi hukumnya, apakah kasusnya bisa ditindaklanjuti atau tidak bisa, karena ada batasan kewenangan yang dimiliki. Namun kita berusaha menyelesaikan semuanya sehingga rasa keadilan buat masyarakat dapat dirasakan," papar Sigit.

Lebih dalam, Sigit memaparkan adanya persepsi tentang polisi antikritik. Ia mengakui bahwa, persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus diselesaikan dan dibuktikan kepada masyarakat bahwa polisi tidak antikritik karena selalu menyerap aspirasi, untuk menjadikan Polri yang lebih diharapkan oleh masyarakat.

"Polisi tidak anti kritik. Ini jadi tantangan saya karena kritik penting dan dimanfaatkan. Ada persepsi di masyarakat tentang kita dan kita harus perbaiki. Persepsi yang diharapkan sesuai dengan keinginan masyarakat. Banyak program kita yang dilaksanakan namun memang perlu waktu," kata Sigit.

Sigit meyakini bahwa tantangan itu bisa diselesaikan dengan bekerja secara tulus, kerja keras dan ikhlas. Sigit optimis, tingkat kepercayaan publik akan terus meningkat dari yang sudah ada saat ini.

"Namun saya yakin kita semua dengan ketulusan, keikhlasan dan kerja keras. Kita bisa memperbaiki. Bangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap kita demi institusi. Rekan-rekan telah berjuang namun kalau kita tidak bisa menerima perbaikan tentunya ada gap dan gap ini jadi masalah. Maka dari itu selalu turun ke lapangan bertemu masyarakat dan anggota, untuk mengetahui masalah untuk kita selesaikan. Saya yakin rekan-rekan mampu," ujar Sigit.

Demi bisa meningkatkan kepercayaan publik, Sigit mengatakan, jajarannya harus bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Tunjukan bahwa, Polri saat ini jauh lebih baik sebagaimana dengan semangat konsep Presisi.

"Perkembangan teknologi kita manfaatkan. Sehingga profesionalisme dari kepolisian bisa terlihat. Bagaimana kita membangkitkan semangat anggota, manfaatkan teknologi biar semakin baik dan profesional. Saya yakin institusi Polri adalah institusi yang disayang masyarakat dan bagaimana kita meyakinkan agar tetap berada di performa itu," ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga kembali mengingatkan soal peran Polri menjadi salah satu institusi yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Ia berpesan, jajarannya harus mampu mempertahankan tren positif yang sudah ada saat ini.

Dimana, Indonesia menjadi peringkat pertama se-Asia Tenggara dalam hal penanganan serta pengendalian Covid-19. Semua itu, kata Sigit merupakan berkat sinergitas, soliditas dan kerja keras seluruh stakeholders dan elemen masyarakat.  
"Kegiatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi terjadi mobilitas masyarakat yang tinggi tentunya harus kita antisipasi dengan langkah-langkah untuk memperkuat protokol kesehatan. Khususnya rekan-rekan Kapolda yang menjadi penanggung jawab mengendalikan Covid-19," kata Sigit.

Kesiapan dan antisipasi mencegah laju pertumbuhan Covid-19, menurut Sigit juga sebagai bukti di dunia bahwa Indonesia mampu melaksanakan kegiatan nasional maupun internasional di tengah Pandemi, dengan aman dan memperhatikan faktor kesehatan. Mengingat, kedepan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaran acara tingkat dunia.

"Di satu sisi kegiatan besar akan kita laksanakan dan di satu sisi kita harus waspada angka Covid-19 tak meningkat. Kalau kita mampu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Ini diharapkan seluruh masyarakat, ini harus kita kembalikan. Ini semua terjadi berkat kontribusi rekan-rekan dan dipertahankan menjadi tugas ke depan. Kewajiban kita menjaga situasi Kamtibmas kondusif sehingga semuanya berjalan baik," tutup Sigit. [Nnd]

Sabtu, 30 Oktober 2021

Facebook Ubah Nama Perusahaan Induk Jadi Meta

Ubah Nama l Seorang pria mengambil swafoto di depan logo Meta, nama baru bagi perusahaan induk Facebook yang dipasang di luar markas Facebook di Menlo Park, Kamis (28/10). Facebook mengubah nama perusahaan induknya seiring dengan transformasi bisnis dari pemberi layanan jaringan sosial ke visi realitas virtual.

SAN FRANCISCO - Facebook pada Kamis (28/10) telah mengubah nama perusahaan induknya menjadi Meta Platforms Inc atau disingkat Meta. Perubahan itu seiring dengan transformasi bisnis perusahaan teknologi raksasa dari pemberi layanan jaringan sosial ke visi realitas virtual untuk masa depan.

Perubahan nama itu terjadi saat perusahaan Facebook berjuang untuk menangkis salah satu krisis terburuknya dan memusatkan perhatian pada ambisinya untuk layanan metaverse yang akan mengaburkan batas antara dunia fisik dan dunia digital.

Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang saat ini digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia, akan tetap mempertahankan nama mereka. Dan langkah Facebook untuk mengubah nama perusahaan induknya dicap sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari disfungsi platform. 

"Kami telah belajar banyak dari perjuangan dengan masalah sosial dan hidup di bawah platform tertutup, dan sekarang saatnya untuk mengambil semua yang telah kami pelajari dan membantu membangun bab berikutnya," kata CEO Facebook, Mark Zuckerberg, saatkonferensi pengembang tahunan.

"Saya dengan bangga mengumumkan bahwa mulai hari ini, nama perusahaan kita adalah Meta. Misi kami tetap sama, masih tentang menyatukan orang. aplikasi dan nama aplikasinya tidak berubah," imbuh Zuckerberg.

Sebelum perubahan nama ini, Facebook tengah berjuang melawan salah satu krisis paling serius sejak mantan karyawannya yang bernama Frances Haugen membocorkan banyak studi internal yang menunjukkan para eksekutif mengetahui situs mereka memiliki potensi bahaya dan kebocoran ini telah mendorong regulator di AS untuk memperbarui peraturan di dunia maya. 

Rehabilitasi Reputasi

Menanggapi peralihan menjadi perusahaan layanan metaverse, sebuah laporan yang dimuat di Washington Post bulan lalu menyebutkan bahwa ambisi Facebook di dunia maya metaverse adalah bagian dari dorongan yang lebih luas untuk merehabilitasi reputasi perusahaan dengan pembuat kebijakan dan memposisikan ulang Facebook untuk membentuk regulasi teknologi internet gelombang berikutnya.

Namun Zuckerberg, lewat pesan streaming mengatakan bahwa dia menjelajahi realitas virtual karena dunia maya ini merupakan visi masa depannya.

"Dalam dekade berikutnya, Metaverse akan menjangkau satu miliar orang, memposting ratusan miliar dollar perdagangan digital dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi jutaan pencipta dan pengembang," kata dia.

Metaverse sebenarnya adalah istilah fiksi ilmiah yang diciptakan oleh Neal Stephenson dalam novelnya yang dirilis pada 1992 berjudulSnow Crash. Novel itu menceritakan bahwa orang-orang mengenakanheadsetrealitas virtual untuk berinteraksi di dalam dunia digital seperti permainan.

Perubahan nama Facebook menjadi Meta Platforms Inc mengikuti langkah yang telah dilakukan Google yang mengubah nama perusahaan induknya menjadi Alphabet pada 2015.

Setelah mengubah nama menjadi Alphabet, Google mulai memperluas unit-unit operasi bisnisnya seperti menekuni pengembangan mobil swatantra Waymo dan membuat organisasi riset yang mempelajari ilmu-ilmu kehidupan yaitu Verily.


Sumber